Anda di halaman 1dari 14

BAB I

PENDAHULUAN
Kuliah Kerja Nyata (KKN) adalah salah satu bagian dari kegiatan
akademik yang bersifat sosial aplikatif, dimana kegiatan ini menuntut mahasiswa
untuk terjun langsung bermasyarakat dan menerapkan ilmu yang selama ini
didapatkan di perkuliahan. KKN ini juga merupakan salah satu kegiatan dimana
mahasiswa benar-benar menjunjung tinggi dan mengabdikan tri dharma perguruan
tinggi. Penerapan tri darma perguruan tinggi meliputi aspek pendidikan, penelitian
dan pengabdian.
Penyelenggaran kegiatan KKN oleh lembaga perguruan tinggi di tengahtengah masyarakat merupakan wujud dari tri darma perguruan tinggi, perwujudan
tri darma perguruan tinggi ini bertujuan untuk memberikan sebuah manfaat bagi
Negara dan terlebih lagi terhadap desa yang menjadi tempat pelaksanaan KKN.
Oleh karena itu, setiap mahasiswa KKN Universitas Syiah Kuala yang terjun ke
tengah-tengah masyarakat harus mampu mewujudkan visi dan misi Universitas
syiah Kuala sebagai perguruan tinggi.
Peserta KKN untuk periode 8 berjumlah 1500 mahasiswa yang di turunkan
ke delapan kecamatan di Pidie Jaya, mencakup: Bandar Baru, Pante Raja, Tring
Gadeng, Mereudu, Ulim, Bandar Dua, dan Jangka Buya. Selain itu, mahasiswa
juga di tempat kan di Kota Sabang. Melalui kegiatan KKN ini, diharapkan
mahasiswa dapat memberikan berbagai motivasi serta saran ataupun peneguhan
dalam membangun kehidupan bermasyarakat tepatnya di desa Meunasah Kulam,
kecamatan Meureudu, Pidie Jaya selama 30 hari (1 bulan).
A. Gambaran Umum Lokasi KKN
Berdasarkan hasil observasi di lapangan tanggal 7 Desember 2014 tentang
keadaan wilayah serta keadaan masyarakat Gampoeng Meunasah Kulam,
kecamatan Meureude , kabupaten Pidie Jaya mendapatkan hasil sebagai berikut:

1. Letak Geografis Gampoeng


Gampong Meunasah Kulam merupakan salah satu dari 9 Gampong yang
terdapat di Kemukiman Beuracan. Gampong Meunasah Kulam bila dilihat dari
batas pembagian wilayahnya adalah suatu wilayah yang strategis dengan potensi
alamnya seperti pertanian dan perkebunan. Dalam menentukan batas pembagian
wilayah Gampong Menunasah Kulam dengan wilayah gampong lainnya adalah
berupa jalan lorong dan batas desa.
Adapun batas pembagian wilayah Gampong Meunasah Kulam adalah:
Sebelah Utara berbatasan dengan Gampong Rambong
Sebelah Selatan berbatasan dengan Gampong Rumpuen dan Dayah
Tuha
Sebelah Barat berbatasan dengan Gampong Buloh
Sebelah Timur berbatasan dengan persawahan
Jumlah Dusun yang ada di Gampong Meunasah Kulam terdiri atas 2 (Dua)
Dusun yaitu:
Dusun Tunong
Dusun Baroh
2. Kondisi Geografis Gampong
Gampong Meunasah Kulam Kecamatan Meureudu Kabupaten Pidie Jaya
merupakan daerah yang berada didataran dengan kemiringan landai.

3. Kondisi Demografis Gampong


Gampong Meunasah Kulam Kecamatan Meureudu memiliki orbitrasi
sebagai berikut:

Jarak dari pusat pemerintahan kecamatan


Jarak dari pusat pemerintahan administratif
Jarak dari ibukota Kabupaten Pidie Jaya
Jarak ke ibukota provinsi

: 8,0 km
: 8,0 km
: 8,0 km
: 150,0 km

4. Data Penduduk
a. Jumlah Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin

Survei data terakhir yang berkaitan dengan jenis kelamin dapat


dibagi menjadi dua kelompok, yakni jenis kelamin laki-laki dan jenis
kelamin perempuan. Jumlah penduduk berjenis kelamin laki-laki dari
dua dusun yang terdapat di Gampong Meunasah Kulam adalah 257
jiwa dan yang berjenis kelamin perempuan adalah 250 jiwa dengan
total keseluruhan penduduk 507 jiwa.
Tabel Jumlah Penduduk berdasarkan Jenis Kelamin
Jenis

No
1
2
Jumlah

Kelamin
Laki-laki
Perempuan

Jumlah

Persentase

257
250
507

50,69
49.31
100

b. Jumlah Penduduk berdasarkan Pendidikan


Pendidikan merupakan salah satu pendorong dalam memajukan
tingkat kesejahteraan ekonomi masyarakat Gampong Meunasah
Kulam. Klasifiksai tersebut dilakukan di tiap-tiap dusun dengan
mendapat bantuan dari kepala dusun pada saat dilakukan survey
pendataan dan juga menggunakan data yang ada pada sekretaris desa
sebagai data perbandingan. Jumlah penduduk tersebut dapat dilihat
pada tabel berikut ini.

Tabel Jumlah Penduduk berdasarkan Pendidikan


No.
1
2
3
4
5
6
7
8
9

Pendidikan
Buta Aksara
TK/sederajat
Sedang SD/Sederajat
Tamat SD/Sederajat
Tidak Tamat SD/Sederajat
Sedang SMP/Sederajat
Tamat SMP/Sederajat
Tidak Tamat SMP/Sederajat
Sedang SMA/Sederajat

Jumlah
0
0
0
28
10
16
5
10
15

Persentase
0
0
0
18,3
6,5
10,5
3,3
6,5
9,8

10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
Jumlah

Tamat SMA/Sederajat
Tidak Tamat SMA/Sederajat
Sedang D1
Tamat D1
Sedang D2
Tamat D2
Sedang D3
Tamat D3
Sedang S1
Tamat S1
Sedang S2
Tamat S2
Sedang S3
Tamat S3

10
0
0
0
0
5
3
10
20
20
0
1
0
0

6,5
0
0
0
0
3,3
2
6,5
13,1
13,1
0
0,6
0
0
100

B. Maksud Dan Tujuan Laporan


Maksud dan tujuan dari laporan ini adalah untuk memberikan informasi
mengenai gambaran kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang telah dilakukan
oleh kelompok empat termasuk kendala yang dihadapi selama menjalani kegiatan
KKN ini, kepada dosen pengawas lapangan dan badan pelaksana KKN.
Dengan adanya laporan ini di harapkan kepada masayarakat,badan
pelaksana KKN, serta pihak-pihak yang berkepentingan lain di Pidie Jaya
khususnya

di

Gampong

Meunasah

Kulam

dapat

memanfaatkan

dan

mengembangkan sumber daya yang ada agar Gampong Meunasah Kulam.


C. Program Pembangunan Gampong Yang Telah Ada
Berdasarkan hasil Musrembang di Meunasah pada tanggal 21 Januari 2015
periotas pembangunan desa periode 2015-2016 adalah sebagai berikut :
1. Bidang Kesehatan
a. Pembangunan Poslindes
2. Bidang Prasarana
a.

Pemasangan pronjong 500 M

b.

Pembuatan saluran irigasi 500 M

c.

Pembuatan saluran pembuangan limbah 100 M

d.

Pembangunan pasar

e.

MCK Umum
3. Bidang Lingkungan Hidup
a. Pengadaan tiang listrik
b. Pengadaan kabel listrik
c. Penghijauan
4. Bidang Sosial Budaya

a.
b.
c.

Pembentukan koperasi
Pelatihan industri rumah tangga
Pembuatan pagar TPU

d.

Pembuatan lapangan voli

D. Metode Dan Sistematika Pembahasan


Adapun metode yang digunakan untuk pengumpulan data dalam laporan
ini adalah dengan menggunakan tenik wawancara masyarakat gampong dan
observasi data profil desa. Untuk mencapai sasaran yang ingin dicapai,
sistematika pembahasannya kami pecahkan ke dalam 4 (empat) bab, yaitu sebagai
berikut.
Bab I, Pendahuluan yang meliputi: gambaran umum lokasi Kuliah Kerja
Nyata (KKN), maksud dan tujuan laporan, Program pembangunan gampong yang
telah ada dan metode sistematika pembahasan.
Bab II, beberapa bidang permasalahan desa yang meliputi : Pendidikan,
agama, ekonomi dan sosial budaya, prasarana dan sarana, produksi, kesehatan dan
kebersihan lingkungan, administrasi dan pemerintahan desa.
Bab III, realisasi kegiatan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang
meliputi: kegiatan mandiri dan kegiatan kelompok. Kedua kegiatan ini terdiri dari
bidang kegiatan yang dipilih, maksud tujuan dan sasaran yang ingin dicapai, hasil
yang dicapai dan tindak lanjut, faktor pendukung dan penghambat.
Bab keempat penutup yang meliputi kesimpulan dan saran-saran.

BAB II
BEBERAPA BIDANG PERMASALAHAN GAMPONG
A. Pendidikan, Agama, Ekonomi, dan Sosial Budaya
Indonesia merupakan Negara yang memiliki berbagai macam agama dan
memiliki semboyan walau berbeda beda tetapi tetap bersatu jua. Begitu pula
kehidupan di era globalisasi yang dituntut untuk siap menghadapi dunia yang
berdasarkan pada ILMU PENGETAHUAN TEKNOLOGI (IPTEK). Jadi
pendidikan dan agama sangat dibutuhkan oleh setiap individu untuk menuntut
ilmu baik ilmu dunia maupun ilmu akhirat, sehingga terciptalah generasi yang
cerdas dan beragama. Di sisi lain, dalam mewujudkan setiap hal tersebut memiliki
berbagai kendala, seperti instansi pendidikan, kehidupan beragama, ekonomi
masyarakat, dan social budaya.
1.

Pendidikan
Pendidikan merupakan faktor yang sangat penting bagi setiap individu

dalam kehidupan sebagai peningkat suatu masyarakat. Pada Gampong


Meunasah Kulam,

Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya hanya

terdapat satu jenjang pendidikan yaitu Sekolah Dasar (SD). Sehingga banyak
anak - anak yang bersekolah jauh ke pusat kota Pidie Jaya, seperti pesantren
jeumala amal dan sebagainya. Hal ini disebabkan karena pendidikan SMP dan
SMA berada jauh dari Gampong, hanya anak - anak yang masih duduk di
sekolah dasar yang berada disekitar Daerah Gampoeng Meunasah Kulam.
Seharusnya, dalam setiap gampoeng minimal memiliki satu tempat Pendidikan
Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), dan Sekolah Menengah Pertama
(SMP), serta menyediakan guru - guru yang memenuhi kualifikasi sebagai
seorang guru. Sehingga anak -

anak di daerah gampoeng tersebut bisa

melanjutkan wajib belajar 12 tahun di Gampoeng sendiri. Seperti kata geuchik


gampoeng, anak - anak yang telah menyelesaikan studi belajarnya hingga
Sekolah Menengah Atas (SMA) akan melanjutkan ke perguruan tinggi, baik
perguruan tinggi negri maupun swasta. Namun ada juga yang tidak
melanjutkan ke perguruan tinggi karena berbagai macam hal, seperti tidak lulus

ujian nasional, tidak adanya kemauan untuk bersekolah, tidak mampunya orang
tua / wali untuk membiayai sekolah anaknya dan factor factor lainnya.
2.

Agama
Agama merupakan salah satu penentu suksesnya setiap manusia, karena

agama sangat berpengaruh dalam setiap masyarakat. Pada Gampoeng


Meunasah Kulam terdapat sebuah meunasah dan TPA sebagai tempat untuk
menuntut ilmu agama. Tetapi fungsi dari meunasah masih kurang aktif, karena
masih dalam pembangunan sehingga masyarakat hanya menggunakannya di
waktu shalat magrib selebihnya kosong.
Sedangkan TPA di Gampoeng Meunasah Kulam sangat aktif. TPA ini
merupakan tempat pengajian anak - anak yang dilaksanakan pada siang hari
sampai sore hari dengan puluhan murid sampai seratusan dari berbagai
Gampoeng.
Seluruh penduduk Gampong Meunasah Kulam adalah muslim. Di
gampong ini terdapat sebuah Meunasah dan TPA sebagai wadah untuk
meningkatkan ilmu agama. Akan tetapi, fungsi dari Meunasah masih kurang
diterapkan. Yang mana, berdasarkan keterangan Keuchik bahwa masyarakat
hanya menggunakannya di waktu sholat Maghrib, selebihnya kosong. Selain
sebagai tempat menuntut ilmu, TPA juga mengadakan acara - acara yang
bersifat keagamaan seperti mauled nabi Muhammad SAW, kenduri bulan
Ramadhan, kenduri kuburan dan acara acara lainnya, masyarakat juga ikut
berpartisipasi.
3.

Ekonomi
Berdasarkan

keterangan

Keuchik

Gampong

Meunasah

Kulam,

mayoritas penduduk merupakan petani dan pedagang, sedangkan yang PNS


sangat sedikit hanya beberapa orang. Menurut beliau, tingkat perekonomian
masyarakat masih tergolong rendah, meskipun tersedia.

4.

Bidang Sosial Budaya


Sosial budaya dan ekonomi masyarakat Meunasah Kulam masih

sangat kental dengan adat istiadat nya dan hukum agama. Norma adat
istiadatnya masih terlihat padaa cara tertentu, seperti memperingati hari
lahir Nabi Muhammad SAW, Acara Takziah dan berbagai macam acara
Gampong lainnya. Masyarakatnya juga sangat berbaur.
Selain acara acara besar warga Gampoeng Meunasah Kulam juga
sangat berperan penting dalam setiap masalah - masalah yang ada di dalam
perkampungan, seperti memecahkan suatu masalah antar warga dengan
musyawarah terlebih dahulu oleh keuchik gampoeng dan para muda
muda Gampoeng, jika memang sudah tidak bisa diselesaikan lagi, maka
baru diserahkan ke pihak yang berwajib.

Prasarana dan Sarana


Kelengkapan Prasarana dan Sarana merupakan salah satu masalah utama
yang dimiliki oleh gampong Meunasah Kulam. Prasarana dan sarana menjadi
penunjang utama untuk membangun gampong lebih baik dari sebelumnya.
Berikut adalah prasarana dan sarana yang dimiliki oleh gampong Meunasah
Kulam.
Bidang
Pendidikan

Prasarana/Sarana
SD (Sekolah Dasar)

Keterangan
Prasarana pendidikan
yang

dimiliki

gampong

oleh

Meunasah

Kulam adalah SD.


Namun sarana yang
membantu
berjalannya
pembelajaran seperti
meja, bangku, modul
pembelajaran,
masih

dll
kurang

kelengkapannya
Kesehatan

- Polindes

memuaskan.
(Pondok Karena
gampong

Persalinan Desa)

Meunasah

Kulam

tidak

memiliki

puskesmas,
kegiatan

semua
pelayanan

kesehatan dilakukan
di polindes. Alat-alat
yang

mendukung

pelayan serta obatobatan masih belum


memenuhi
Agama

standar

Pondok-pondok

pengobatan.
Dalam bidang agama,

Pengajian

sarana yang dimiliki


oleh

gampong

Meunasah

Kulam

sudah

cukup

memuaskan,
tersedianya
yang

cukup

besar,

sehingga

setiap

kegiatan

agama

dapat
Pertanian

pondok

dilaksanakan

Sawah,

dengan nyaman.
Jika
ditinjau

kebun

prasarananya,
gampong

meunasah

kulam

wilayah

pertaniannya

sangat

besar, artinya terdapat


banyak

10

sawah

dan

kebun

yang

merupakan

sumber

utama

mata

pencaharian
Namun

warga.
alat-alat

pendukung pertanian,
warga

masih

menggunakan

alat-

alat manual sehingga


pengolahan
Lingkungan

lahan

Jalanan,

masih sangat lambat.


Jalanan
gampong

Selokan/parit,

Meunasah

kulam

Pembuangan sampah sebagian besar belum


dan MCK.

teraspal dan banyak


lubang-lubang
jalanan

di

yang bisa

saja membahayakan
pengguna

jalan.

Selokan/ parit belum


terorganisir

dengan

baik sehingga dapat


menyebabkan banjir
ketika hujan. Serta
tidak
tempat

tersedianya
pembuangan

sampah yang khusus,


menyebabkan warga
membuang sampah di
sembarang tempat. Di
Meunasah

kulam

masih belum tersedia


MCK
11

yang

merupakan
kebutuhan
bagi

utama
warganya.

Karena

tidak

tersedianya

MCK

umum, banyak warga


melakukan MCK di
Sosial

sungai.
Alat-alat

PKK

pembantu

PKK masih belum


lengkap.
B. Produksi
Gampong Meunasah Kulam mayoritas penduduknya adalah petani dan
pekebun, dikarenakan Gampong Meunasah Kulam memiliki produksi daerahnya
lebih ke sektor pertanian dan perkebunan. Hasil dari sektor pertanian biasanya
hanya digunakan oleh penduduk gampong untuk memenuhi kebutuhan seharihari, tidak untuk di jual secara komersial. Sistem pertanian di desa ini yaitu sawah
irigasi, dimana airnya tidak secara terus-menerus diberikan melainkan
pemberiannya secara bergantian. Dari hasil pertanian inilah mata pencaharian
masyarakat setempat, hasil sawah yang didapat cukup untuk menghidupi keluarga
mereka.
Gampong Meunasah Kulam merupakan gampong yang mempunyai
berbagai produksi yang dapat menghasilkan pendapatan untuk kebutuhan keluarga
mereka. Gampong ini masih membutuhkan masukkan dan bantuan untuk
membangun masyarakat dan memajukan gampong, karena di gampong Meunasah
Kulam ini masih banyak potensi yang harus digali untuk dimanfaatkan oleh
masyarakat setempat. Oleh karena itu, kita harus sama-sama membantu
masyarakat di Gampong Meunasah Kulam ini untuk menggali potensi yang ada,
baik dari segi pertanian maupun perkebunan.

C. Kesehatan dan Kebersihan Lingkungan

12

Kesehatan masyarakat dan kebersihan lingkungan desa merupakan aspek


yang sangat penting dan perlu diperhatikan. Permasalahan yang timbul di
Gampong Meunasah Kulam seperti kegiatan Polindes aktif namun perhatian
warga terhadap kegiatan tersebut kurang, yang diakibatkan kesibukan warga desa
dalam bertani, kapasitas kader Polindes dan skill yang dimiliki oleh kader yang
masih minim, dikarenakan masyarakat meunasah kulam mayoritas sebagai petani
sehingga masyarakat tidak memiliki asuransi kesehatan, jangkauan menuju ke
Puskesmas terlalu jauh, pengelolaan sampah yang kurang baik, dan kurangnya
tersedia sarana penunjang untuk kebersihan lingkungan. Di meunasah kulam
kebersihan lingkungan masih perlu perhatian yang lebih, Sampah yang masih
banyak berserakan di sekitar gampong karena kurangnya kesadaran masyarakat
untuk membuang sampah pada tempatnya. Oleh karena itu, pembersihan perlu
dilakukan dengan cara diadakannya gotong royong secara rutin setiap bulannya.
Berbagai masalah di bidang kesehatan dan lingkungan hidup juga
dimiliki oleh Gampong Meunasah Kulam, diantaranya:

Terbatasnya obat di Polindes.

Kurangnya penyuluh kesehatan

Masyarakat belum sadar akan pentingnya menjaga kesehatan lingkungan

Pengelolaan sampah belum baik

D. Administrasi dan Pemerintahan Gampong


Dalam mengatur roda pemerintahan gampong yang disesuaikan dengan
keadaan masyarakat sistem pemerintahan Gampong Meunasah Kulam berpola
pada adat/kebudayaan dan peraturan formal yang dibuat secara bersama yang
bersifat umum sejak zaman dahulu dan secara struktural pemerintahan gampong
mulai dari Geuchik, Tuha Peut (bagian lembaga penasehat gampong), Sekretaris
Gampong,

Imuem Meunasah (mengorganisir kegiatan-kegiatan keagamaan),

kepala dusun, kepala urusan (KAUR), pemerintahan, kesejahteraan rakyat,


pembangunan yang dipilih secara musyawarah dan keputusan bersama.
Pemerintah gampong Meunasah Kulam mengalami sedikit perubahan
dalam hal pelayanan publik, penyebabnya antara lain karena kurangnya fasilitas

13

pendukung untuk pelayanan umum, serta kurangnya sumber daya aparatur yang
diakibatkan karena minimnya pelaksanaan kegiatan pelatihan peningkatan
kapasitas aparatur gampong dan dukungan lainnya yang bersifat administratif.
Untuk mobilisasi sehingga sangat mempengaruhi pelayanan terhadap umum, dan
juga diakibatkan oleh rendahnya insentif aparatur, lemahnya aparatur dalam
memberikan layanan kepada publik juga tidak terlepas dari kurangnya
pemerintah. Dalam memberdayakan aparatur yang keterbatasan sumber daya
manusia memang sangat jelas terlihat, indikasinya adalah lambatnya proses
administrasi dan informasi untuk aktualisasi data-data pada kecamatan dan di
samping itu juga, fasilitas lainnya masih sangat minim, sehingga kondisi saat ini
terpaksa bekerja dengan sarana/ peralatan apa adanya.
Imuem Gampong memiliki peranan yang cukup kuat dalam tatanan
Pemerintahan Gampong, yaitu sebagai penasehat baik dalam penetapan sebuah
kebijakan ditingkat Pemerintahan Gampong dan dalam memutuskan sebuah
putusan hukum adat. Tuha Peut menjadi bagian lembaga pensehat Gampong, Tuha
Peut juga sangat berperan dan berwewenang dalam memberi bertimbangan
terhadap pengambilan keputusan-keputusan gampong, memantau kinerja dan
kebijakan

yang

diambil

oleh

Geuchik.

Imum

Meunasah

berperan

mengorganisasikan kegiatan-kegiatan keagamaan. Sehingga kegiatan keagamaan


yang diadakan di meunasah dapat berjalan lancar.

14