Anda di halaman 1dari 33

M ADJIImpact

FIRMANSYAH
5214201202
The
of the
relationship
between supply chain competence
and supply chain agility

Latar Belakang
Saat ini perusahaan menghadapi dampak dari
persaingan global, cepatya perubahan permintaan
pelanggan dan kecepatan perubahan teknologi
yang membuat kemampuan untuk mengerti dan
merespon perubahan pasar di seluruh rantai
pasok (Ganguly,Nilchiani, & Farr, 2009; Overby,
Bharadwaj, & Sambamurthy,2006; Sambamurthy,
Bharadwaj, & Grover, 2003)

Latar Belakang
Permasalahan pendistribusian bahan bakar migas di
Indonesia
(Sari, R. Ayu Anindhia Puspha, 2013) menyatakan
berdasarkan Data Kuota volume jenis BBM per
Propinsi Tahun 2009 ketidakmerataan kuota BBM
yang didistribusikan per Wilayah Distribusi Niaga di
kepulauan Indonesia ,
Pulau Jawa dan Bali = 55,6% kuota dari total kuota
BBM (Premium, Kerosene, Solar) secara keseluruhan.
Sumatra = 26%,
Kalimantan = 16,1%
Nusa Tenggara = 2,3%.
Maluku Utara dan Sulawesi Barat = 0,28% dan 0,25%

Latar Belakang
Penelitian yang dilakukan oleh (Sharon E.
DeGroote, Thomas G. Marx (2013) menyatakan
bahwa dampak teknologi informasi memiliki
peranan dalam mengidentifikasi (sensing) dan
merespon (responding) perubahan permintaan
pasar, dan meningkatkan ketangkasan rantai
pasok yang berujung pada peningkatan kinerja
perusahaan

Latar Belakang
Penelitian yang lain juga mengukur dampak
kemampuan IT terhadap kinerja perusahaan,
penelitian menyatakan bahwa fleksibilitas dan
asimilasi (pembauran) infrastruktur IT dapat
meningkatkan ketangkasan rantai pasok yang
berujung pada peningkatan kinerja perusahaan
(Hefu Liu , Weiling Ke , Kwok Kee Wei ,
Zhongsheng Hua (2012).

Latar Belakang
Penelitian lain (Eric W.T. Ngai, Dorothy C.K. Chau ,
T.L.A. Chan(2012)) menyatakan beberapa hal
selain peran TI dalam menetukan tingkat
kelincahan atau ketangkasan rantai pasok. Hal
tersebut terangkum dalam kompetensi rantai
pasok
(supply
chain
competence)
yaitu
Kompetensi Tekologi Informasi (IT Integration & IT
Flexibility), Kompetensi Operasional (Supply Chain
Integration, Flexibility, Learning Orientation),
Kompetensi Manajemen (Top Management Role
and Vision, Employee Competence).

Rumusan Masalah
Pertanyaan Dasar dan Rumusan Masalah dalam
penelitian ini adalah sebagai berikut :
Variabel manakah yang tercakup dalam kompetensi
rantai pasok yang mendukung tercapainya
ketangkasan rantai pasok ?
Bagaimana peran kompetensi Teknologi Informasi,
Operasional, dan Manajemen dalam tercapainya
ketangkasan rantai pasok ?

Tujuan Penelitian
Tujuan
dari
penelitian
ini
adalah
untuk
memberikan
pemahaman
bahwa
peran
kompetensi Teknologi Informasi, Operasional, dan
Manajemen dapat meningkatkan ketangkasan
(agility) diseluruh bagian rantai pasok.

Pengembangan Hipotesis
Information Technology Competence
Pengaruh Integrasi IT terhadap Ketangkasan
Rantai Pasok (Supply Chain Agility)
Integrasi IT membantu mengkordinasikan fungsi rantai
pasok dengan patner terkait melalui pertukaran informasi
yang berhubungan dengan peramalan permintaan,
produksi, penjadwalan, inventori, dan kualitas produksi
yang memerintah kegiatan rantai pasok. Integrasi IT
mengurangi waktu respond yang diperlukan untuk
pertukaran informasi dan melihat perubahan pasar (Eric
W.T. Ngai, Dorothy C.K. Chau , T.L.A. Chan(2012))

H1 : Integrasi IT meningkatkan ketangkasan


rantai pasok (supply chain agility)

Pengembangan Hipotesis
(contd)
Pengaruh Fleksibilitas IT terhadap Perubahan
Pasar (Market Changes)
Fleksibilitas IT mendukung rantai pasok perusahaan
untuk mengatasi perubahan pasar yang tidak terduga
tanpa penambahan biaya dan waktu .(Byrd and
Turner,2000)
Konektivitas dari komponen IT membantu perusahaan
bertukar informasi dengan patner-patner terkait melalui
antarmuka aplikasi IT (Hefu Liu , Weiling Ke , Kwok Kee
Wei , Zhongsheng Hua (2012)).
H2 : Fleksibilitas IT meningkatkan ketangkasan
rantai pasok (supply chain agility)

Pengembangan Hipotesis
(contd)
Operational Competence
Supply Chain Integration
Integrasi rantai pasok bertujuan mencapai aliran
informasi, produksi, layanan, sumber daya yang efektif
dan efisien dengan biaya yang rendah dan waktu yang
cepat(Flynn et al,2010).
Dengan Integrasi Rantai Pasok, ketika terdapat
perubahan mendadak dari permintaan pasar perusahaan
dapat merespon dengan biaya yang efisien (Eric W.T.
Ngai, Dorothy C.K. Chau , T.L.A. Chan(2012)).
Berdasarkan penelitian diatas, hipotesis yang dibuat :
H3 : Integrasi Rantai Pasok berpengaruh
terhadap ketangkasan rantai pasok

Pengembangan Hipotesis
(contd)
Operational Competence
Supply Chain Flexibility
Melalui fleksibilitas rantai pasok, perusahaan dapat
secara tepat melakukan perubahan dan menghasilkan
produk yang berbeda dengan cepat dan biaya yang
efisien. (Eric W.T. Ngai, Dorothy C.K. Chau , T.L.A.
Chan(2012)).
Berdasarkan hal tersebut, hipotesis yang dibuat:
H4 : Fleksibilitas rantai pasok berpengaruh
terhadap ketangkasan rantai pasok

Pengembangan Hipotesis
(contd)
Operational Competence
Supply Chain Learning Orientation
Organisasi dengan tingkat Learning Orientation yang
tinggi mampu mempelajari tentang pelanggan, pesaing,
dan situasi pasar. Hal tersebut membuat organisasi
memiliki kemampuan yang baik dalam mengidentifikasi
dan merespon perubahan permintaan pasar. (Tippins
dan Sohp, 2003).
Berdasarkan hal tersebut, hipotesis yang dibuat:
H5 : Learning Orientation berpengaruh terhadap
Supply Chain Agility

Pengembangan Hipotesis
(contd)
Management Competence
Role and Vision of Top Management
Top Manajemen memainkan peranan penting dalam
strategi dan perencanaan, dengan fokus pada perubahan
permintaan pasar dengan biaya yang efisien. Terlebih lagi,
top manajemen dibutuhkan untuk bekerja secara proaktif
antar bisnis unit. Peran tersebut membantu organisasi
memiliki pemahaman yang baik terhadap situasi pasar dan
dapat melakukan respon dengan tepat. (Eric W.T. Ngai,
Dorothy C.K. Chau , T.L.A. Chan(2012)).
Berdasarkan penelitian tersebut, hipotesis yang dibuat
adalah :
H6: Role and Vision of Top Management
berpengaruh terhadap Supply Chain Agility

Pengembangan Hipotesis
(contd)
Management Competence
Kompetensi karyawan adalah kemampuan karyawan dalam
mengimplementasikan
respon
dari
perusahaan
untuk
perubahan pasar. (Eric W.T. Ngai, Dorothy C.K. Chau , T.L.A.
Chan(2012)).
Berdasarkan penelitian (Fink and Neumann, 2007) kompetensi
yang dibutuhkan mengimplementasikan rantai pasok yang
tangkas adalah sebagai berikut :
Pengetahuan yang memadai
Kemampuan untuk mengkomunikasikan secara efektif
Kemampuan untuk mengintegrasikan rantai pasok di organisasi
yang berbeda
Berdasarkan penelitian tersebut, hipotesis yang dibuat adalah :
H7: Kompetensi karyawan berpengaruh terhadap
ketangkasan rantai pasok

Pengembangan Hipotesis
(contd)
Supply Chain Agility
Ketangkasan Rantai Pasok (Supply Chain Agility)
memiliki hubungan langsung pada kinerja perusahaan,
secara spesifik supply chain agility diukur dengan
kecepatan fungsi rantai pasok perusahaan beradaptasi
dengan perubahan pasar dan meningkatkan performa
bisnis (Swafford et al., 2008; Yusuf & Adeleye, 2002) .
Ketangkasan Rantai Pasok dapat membantu perusahaan
menangkap perubahan pasar dan merespon keinginan
pelanggan melalui integrasi rantai pasok, hal ini
membantu perusahaan meningkatkan visibilitas rantai
pasok dan share value. (Hefu Liu , Weiling Ke , Kwok Kee
Wei , Zhongsheng Hua (2012))

Kerangka Konseptual
Penelitian

Variabel dan Konstruk


Konstruk/ Variable

IT Integration

IT Flexibility

SC Integration

SC Flexibility

SC Learning Orientation

Top Management Role and Vision

Indikator

X1 : Integrasi IT pada setiap proses bisnis perusahaan


X2 : Integrasi IT pada sejumlah besar fungsional area
X3 : Tingkat penggunaan IT pada pihak manajemen
X4 : Tingkat penggunaan IT di tingkat operasional
X5 : Manfaat integrasi IT

X6 : perangkat dan aplikasi IT yang menunjang integrasi


X7 : Aturan dan standard untuk software dan hardware
X8 : Kecepatan integrasi perangkat IT
X9 : Manfaat fleksibilitas perangkat IT
X10 : Aturan dan tanggung jawab yang jelas di setiap departemen
X11 : Sharing informasi
X12 : Kordinasi alur aktivitas kerja
X13 : Kordinasi pengadaan dengan mitra utama
X14 : Kordinasi pelaksanaan dengan mitra utama
X15 : Kualitas informasi

X16 : SD untuk perubahan rantai pasok


X17 : Aturan untuk perubahan rantai pasok

X18
X19
X20
X21
X22

X23
X24
X25
X26
X27

:
:
:
:
:

Budaya perusahaan dalam pembelajaran


SD untuk melakukan pelatihan
Saran dan konsep dari karyawan
Pemahaman rantai pasok dan lingkungan bisnis
Manfaat pelatihan

:
:
:
:
:

Investasi IT
Diskusi antara Top Manajemen dan staf antar departemen
Kepercayaan Top Management
Peran Top Management
Pengarahan Top Management

:
:
:
:

Peran karyawan
Kompetensi karyawan dalam menciptakan keunggulan kompetitif
Kompetensi karyawan dalam berkomunikasi
Kompetensi karyawan dalam mengintegrasikan rantai pasok

Competence of Employee

X28
X29
X30
X31

Supply Chain Agility

X32 : Peran Supply Chain Agility


X33 : Pertukaran Informasi
X34 : Biaya rantai pasok
X35 : Rantai Pasok mengordinasikan pengadaan
X36: Supply Chain memberikan kualitas informasi yang sama

Kuesioner
Information Technology Competence

Kuesioner
Operational Competence

SC Integration

Kuesioner
Operational Competence

Kuesioner
Operational Competence

Kuesioner
Supply Chain Agility

Kuesioner
Management Competence

Hasil Analisis
Identifikasi Goodness of FIT

Identifikasi Indikator

Identifikasi Indikator
(contd)

Identifikasi Indikator
(contd)

Analisis Hipotesis Masingmasing jalur

Analisis Hipotesis Masingmasing jalur (contd)

Analisis Hipotesis Masingmasing jalur (contd)

Analisis Hipotesis
Masing-masing jalur
(contd)

Analisis Hipotesis
Masing-masing jalur
(contd)