Anda di halaman 1dari 6

TUGAS PADEPOKAN INSAN MULIA

KHUTBAH JUMAT
KONSEP SAKIT DAN PENGOBATAN MENURUT ISLAM
Disusun Untuk Memenuhi Sebagian Syarat Program Kepaniteraan Klinik
Padepokan Insan Mulia RSUD KRT Setjonegoro Wonosobo
Fakultas Kedokteran Dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Disusun Oleh:
Dwi Arif Wahyu Wibowo
20090310156

Diajukan Kepada:
Ustadz H. Mochamad Zaid

PADEPOKAN INSAN MULIA


RSUD SETJONEGORO WONOSOBO
FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA
2015

HALAMAN PENGESAHAN
KHUTBAH JUMAT
KONSEP SAKIT DAN PENGOBATAN MENURUT ISLAM

Disusun Oleh:

Dwi Arif Wahyu Wibowo


20090310156

Wonosobo, April 2015


Mengetahui,
Ustadz Pembimbing

Ustadz H. Mochamad Zaid

KONSEP SAKIT DAN PENGOBATAN MENURUT


ISLAM

Maaasyiral Muslimin Rahimakumullah


Alhamdulillah, kita panjatkan puji dan syukur ke khadirat Allah SWT karena
dengan izin, taufiq dan hidayah-Nya jualah sehingga dapatlah kita pada hari ini
kembali menunaikan fardhu jumat di masjid yang mulia dan terhormat ini.

Hadirin
Dalam menjalani hidup dan kehidupan di dunia ini, manusia memang tidak
bisa terlepas dari persoalan penyakit, karena penyakit merupakan suatu peristiwa

kehidupan yang selalu menyertai perjalanan hidup manusia sejak Nabi Adam as.
hingga akhir zaman.
Dalam ajaran Islam, soal penyakit itu dipandang sebagai suatu hal yang
berada di luar kemampuan manusia, karena ini berhubungan dengan takdir atau
kehendak Allah SWT. yang menimpa manusia sebagai perwujudan dari cobaan atau
hukuman, kendati memang seseorang yang tertimpa suatu

penyakit sering

berhubungan dengan tingkah laku atau ulah aktivitasnya yang cenderung kurang
memperhatikan persoalan kesehatan.

Muslimin Rahimakumullah
Ibnu Qayim al-Jauziah dalam bukunya AtThibbun Nabawy membagi
penyakit itu menjadi dua macam, yaitu penyakit jasmani dan penyakit rohani.
Penyakit jasmani, sudah sama-sama kita ketahui dan mungkin pernah kita
alami, yaitu segala macam gangguan badan jasmani (fisik), baik yang datang dari
dalam badan atau jasmani itu sendiri, maupun yang datang dari luar badan atau
jasmani. Penelitian dan pengetahuan tentang penyakit saat ini sudah demikian
berkembang, sehingga ratusan, ribuan bahkan jutaan macam penyakit sudah dapat
diketahui dan dipelajari serta melahirkan personil-personil kesehatan yang ahli dalam
bidangnya.
Penyakit rohani, menurut Al-Quran ada dua macam, yaitu yang berkaitan
dengan keingkaran dan pembangkangan, seperti syirik dan munafik dan penyakit
rohani yang berhubungan dengan hawa nafsu, moral dan akhlak seperti iri dengki,
sombong, hasud, serakah, kikir dan sebagainya.

Hadirin
Baik penyakit jasmani maupun penyakit rohani, dua penyakit ini pasti ada
obatnya. Melalui perantaraan obat tersebut, sebagai perwujudan dari usaha atau
ikhtiar manusia, Allah berkenan menyembuhkan penyakit seseorang.

Firman Allah SWT:

Dan apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkan aku (QS. Assyuara
ayat 80).
Rasulullah SAW. bersabda :
Barangsiapa memberikan pengobatan, padahal dia tidak dikenal
kompetensinya dalam bidang pengobatan (tidak punya keahlian di bidang
pengobatan), maka dia harus bertanggung jawab.(HR. Abu Daud, Nasai, Ibnu
Majah dan Hakim).
Dari hadits di atas, Rasulullah menentang keras terhadap orang-orang yang
menggunakan atribut ahli medis, padahal mereka sebenarnya bukan ahli medis.
Orang-orang yang semacam ini harus bertanggung jawab atas segala malpraktek yang
dilakukannya. Rasulullah juga menolak para dukun dan paranormal pembual yang
mengobati penyakit dengan menggantung atau menggunakan jimat-jimat dan jampijampi jahiliyah yang sama sekali tidak mengandung nama-nama Allah dan dzikrullah,
karena perbuatan ini dianggap sebagai praktek syirik yang sangat merusak aqidah.
Semoga Allah membimbing kita semua kepada kehidupan yang sehat
jasmani maupun rohani dan menetapkan kesabaran yang tinggi jika tertimpa sakit
serta menunjukkan pengobatan yang tepat dan di ridhai-Nya. Amin.