Anda di halaman 1dari 11

METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN

Nama Perusahaan

: CV. ARYA INTER FAST

Nama Paket Pekerjaan

: Pembangunan Jalan Japakeh-Empeblim ke Gp. Lang Kec. Darul Kamal


Kab. Aceh Besar

No. Paket Pekerjaan

: DISTAN-A13

RUANG LINGKUP PEKERJAAN


DIVISI 1 UMUM
- Mobilisasi
DIVISI 2 DRAINASE
DIVISI 3 PEKERJAAN TANAH
- Timbunan Biasa
- Timbunan Pilihan
DIVISI 4 PELEBARAN PERKERASAN DAN BAHU JALAN
DIVISI 5 PERKERASAN BERBUTIR
- Lapis Pondasi Agregat Kelas A
- Lapis Pondasi Agregat Kelas B
DIVISI 6 PERKERASAN ASPAL
- Lapis Resap Pengikat-Aspal Cair
- Laston Lapis Antara (AC-BC)
- Aspal Keras
- Bahan Pengisi (Filler) Tambahan

DIVISI 7 STRUKTUR
- Beton K250, dan Beton K125
- Baja Tulangan U24 Polos
- Pasangan Batu
- Pasangan Batu Kosong

METODE PELAKSANAAN
DIVISI I UMUM
-

Mobilisasi

Mobilisasi alat dilakukan pada minggu pertama pelaksanaan pekerjaan. Alat-alat berat yang
dimobilisasikan adalah alat berat yang mendukung untuk pekerjaan ini. Mobilisasi pengangkutan
peralatan dan bahan pekerjaan dengan prioritas keselamatan umum harus diutamakan, dengan
meminimalisasi tingkat kerusakan yang dapat mengakibatkan kerusakan jalan yang dilalui yaitu
jalan sementara atau fasilitas umum disekitar lokasi pekerjaan tersebut.
Penempatan bahan dan peralatan kami sesuaikan dengan kondisi yang diisyaratkan oleh prosedur
dokumen atau disetujui oleh direksi, dan untuk menghindarkan kerusakan-kerusakan yang
diakibatkan oleh cara penyimpanan yang salah dan menanggung segala resiko atau tanggung
jawab yang penuh atas kesalahan tersebut dengan biaya kami sendiri.
Barang-barang dan material yang tidak akan digunakan untuk kebutuhan langsung pada pekerjaan
yang bersangkutan, kami akan menyimpan di dalam gudang semen ataupun batu yang akan kami
datangkan ke lokasi pekerjaan dengan penumpukan ditempat yang disetujui oleh direksi.
Mobilisasi alat berat meliputi :
-

Asphal Finisher

Compressor 4000-6500 L/M

Asphal Sprayer

Dump Truck 3,5 Ton

Motor Grader > 100 HP

Wheel Loader 1.0-1.6 M3

Tandem Roller 6-8 T

Tire Roller 8-10T

Generator Set

Water Tanker 3000-45000 L

Concrete Mixer 0.3-0.6 M3

Direksi Keet dan Gudang


Pada awal masa kontrak dilaksanakan pekerjaan pembuatan barak kerja untuk mobilisasi para
pekerja dan gudang penyimpanan barang, sesuai tenaga yang dibutuhkan dalam pelaksanaan
pekerjaan. Selanjutnya setelah selesai pekerjaan, barak kerja dibongkar kembali dan dibersihkan
dari sampah-sampah dan dibakar sebelum ditinggalkan.
Papan Nama Proyek
Membuat papan nama proyek dari papan dengan ukuran 200 x 100 m. Didirikan tegak diatas kayu
5/7 cm setinggi 240 cm. Diletakkan pada tempat yang mudah dilihat umum. Papan nama kegiatan
ini memuat : Nama Pekerjaan, Pemilik Kegiatan, Lokasi kegiatan, Jumlah Biaya (Kontrak), Nama
pelaksanaan (Kontraktor), Pekerjaan dimulai tanggal, bulan dan tahun.
Quality Control
Setelah selesai dikerjakan lapisan demi lapisan dan dipadatkan dengan mesin pemadat hingga
benar-benar padat dan dilakukan pengetesan Quality Control (Laboraturium) agar pekerjaan
tersebut mencapai spesifikasi yang telah ditentukan oleh direksi,
Pengukuran & Pemasangan Patok Kontrol
Sebelum memulai pekerjaan, dilaksanakan pekerjaan pengukuran sesuai referensi yang
ditetapkan. Pekerjaan pengukuran ini dilakukan bersama pihak direksi untuk menentukan titik tetap
referensi dan titik tetap tambahan bagi keperluan sendiri. Pada patok dipasang tanpa dipindahkan
setiap jarak 100 m. Patok ini merupakan tanda tetap yang harus dijaga dan dipeliharan selama
masa pelaksanaan pekerjaan sampai waktu selesai pekerjaan

DIVISI II DRAINASE

DIVISI III PEKERJAAN TANAH


- Timbunan Biasa
Penimbunan menggunakan bahan tanah timbun biasa yang didatangkan, bahan timbunan telah
ditentukan dan disetujui oleh direksi/konsultan pengawas. Pekerjaan ini meliputi penimbunan
kembali untuk perapian tanggul.
-

Penimbunan dilakukan sesuai dengan ukuran dan elevasi yang telah ditentukan

Tanah timbun yang digunakan adalah tanah yang bebas dari serpihan kayu, rumput, akar
tanaman, tanah lumpur.

Dengan alat bulldozer tanah diratakan sesuai dengan ukuran dan elevasi

Pemadatan mengunakan alat Tandem roller

Pemadatan dilakukan pada celah-celah bagian tanah yang belum padat, agar mencapai
kepadatan yang maksimal dan untuk kebutuhan konstruksi yang baik.

Timbunan Pilihan
-

Mencari lokasi tanah timbunan

Mendatangkan peralatan berat Loader di lokasi tanah timbun

Mendatangkan Dump Truck ke lokasi tanah timbun dan mengangkut ke lokasi badan jalan
yang akan ditimbun serta dipadatkan

Melakukan pemotretan sedang dan selesai dikerjakan untuk dokumentasi.

DIIVISI IV PERLEBARAN PERKERASAN DAN BAHU JALAN


DIIVISI V PERKERASAN ASPAL
-

Lapis Pondasi Agregat Kelas A


Lingkup dari pekerjaan ini adalah pengadaan / penyediaan, penghamparan dan pemadatan
material lapis pondasi agregat kelas A. Pada permukaan lapis pondasi agregat kelas A yang
disiapkan untuk lapisan resap pengikat atau pelaburan permukaan, bilamana semua bahan yang
terlepas harus dibuang dengan sikat keras, maka penyimpangan maksimum pada kerataan
permukaan yang diukur dengan mistar lurus sepanjang 3 m, diletakkan sejajar atau
melintang sumbu jalan, maksimum 1 cm.
Tebal total minimum lapis pondasi agregat kelas A tidak boleh kurang dari 1 cm dari tebal yang
ditentukan. Pekerjaan ini mempergunakan kombinasi peralatan antara lain wheel loader, dump
truck, motor grader, vibro roller, water tanker dan peralatan peralatan bantu lainnya. Tahap
Pelaksanaan :

Marking pekerjaan lapis pondasi aggregat ini harus dipasang dengan acuan centre line pada
jalan lama yang sudah ada.

Pengadaan / Penyediaan material Agregat kelas A.

Material di supply dengan memakai dump truck dan didrop serta di levelling.
Setelah di levelling dan dicek elevasi, kemudian dipadatkan dengan menggunakan
compactor / vibro roller dimana sebelumnya telah dilaksanakan trial compaction. Sewaktu
pemadatan dilakukan, kadar air harus dijaga dalam kondisi optimum.

Pemadatan oleh vibro roller harus overlapping selebar 20 cm antar area pemadatan.
Untuk menjaga kekurangan kadar air Aggregat, dilakukan dengan cara penyiraman air
dari water tank.

Ilustrasi Pekerjaan Lapis Pondasi Agregat Kelas A

Lapis Pondasi Agregat Kelas B


Lingkup dari pekerjaan ini adalah pengadaan / penyediaan, penghamparan & pemadatan
material lapis pondasi agregat kelas B yang dilakukan untuk perkerasan dan bahu jalan serta
pekerjaan berbutir. Untuk toleransi tinggi permukaan lapis pondasi agregat kelas B digunakan
sebagai lapis pondasi bawah (hanya permukaan atas dari lapisan pondasi bawah) yakni < 2 cm
atau sesuai yang ditentukan. Tebal total minimum lapis pondasi agregat kelas B tidak boleh <
1 cm dari tebal yang ditentukan. Lerengan melintang tidak boleh bervariasi lebih dari 1 % dari
rancangan. Pekerjaan ini mempergunakan kombinasi peralatan antara lain wheel loader,
dump truck, motor grader, vibro roller, water tanker dan peralatan peralatan bantu lainnya.
Tahap Pelaksanaan :

Wheel loader memuat agregat ke dump truck dari quarry, Kemudian dump truck mengangkut
agregat ke lokasi pekerjaan. Agregat dituangkan dilokasi.

Motor grader melakukan perataan dan penghamparan agregat. Kemudian hamparan


agregat dipadatkan menggunakan tandem roller.

Selama pemadatan

berlangsung

dilakukan

penyiraman

air

dengan

menggunakan water tank truck.

Permukaan akhir yang dipadatkan tidak boleh berbeda > 1,5 cm dibawah atau diatas
elevasi rancangan pada tiap titik. Sewaktu pemadatan dilakukan, kadar air harus dijaga
dalam kondisi optimum.

Pemadatan oleh tandem roller harus overlapping selebar 20 cm antar area pemadatan.
Untuk menjaga kekurangan kadar air Agregat, dilakukan dengan cara penyiraman air dari
water tank trcuk.

Ilustrasi Pekerjaan Lapis Pondasi Agregat Kelas B

DIVISI VI PERKERASAN ASPAL


-

Lapis Resap Pengikat Aspal Cair


Lapis Resap Pengikat mengandung aspalt dengan kerosin yang dipergunakan sebagai prime
coating sekaligus resapan untuk mengikat antara material Agregat Base A, yang sudah dites
kepadatan dan level sesuai rencana top base A dengan Laston Lapis Antara (AC BC/AC
WC).

Pembersihan Badan Jalan Dengan Air Compressor & Penghamparan Lapis Resap Pengikat

Sebelum di prime coating / dihampar, permukaan Aggregate Base A harus sudah bersih dari
kotaran atau meterial lepas. Pekerjaan ini mempergunakan kombinasi peralatan antara lain
Asphalt Sprayer dan Air compressor.
Tahap Pelaksanaan :
Material lapis resap pengikat dicampur dan dipanaskan sehingga menjadi campuran
aspal cair.

Permukaan yang akan dilapis di bersihkan dari kotoran kotoran dengan air compressor.

Kemudian dilakukan penyemprotan menggunakan asphal sprayer keseluruh permukaan


yang ditentukan.

Laston Lapis Antara AC-BC


Pekerjaan ini mempergunakan kombinasi peralatan antara lain Wheel loader, AMP, Generator
Set, Dump Truck, Asphalt Finisher, Tandem Roller, Tire Roller dan peralatan peralatan
bantu lainnya.
Tahap Pelaksanaan:

Lapisan Laston Lapis Pondasi sudah dibersihkan dari kotoran dengan menggunakan
compressor.

Kemudian membuat guideline di sisi dan di centerline dari rencana jalan untuk arah
finisher.

Jumlah dump truck harus sesuai dengan kapasitas finisher. Lapis Aus Aspal Beton (AC
BC) sebelum didrop harus dicek dahulu temperaturnya. Terdapat tiga tahapan
pemadatan yaitu break down, intermediate dan finishing rolling dengan tandem roller dan
Pneumatic tire roller. Serta dua macam joint yaitu longitudinal dan transversal joint.

Ilustrasi Pekerjaan Laston Lapis Antara AC BC


Pemadatan dilaksanakan dengan menggunakan peralatan :

Tandem roller dan Pneumatic Tire Roller

Pemadatan awal menggunakan Tandem Roller

Pemadatan awal menggunakan Tandem Roller

Pemadatan akhir menggunakan Tandem Roller

Pemadatan awal dilaksanakan sedekat mungkin dengan mesin penghampar. Pemadatan antara
dilaksanakan secepat dan sepraktis mungkin. Pemadatan akhir dilaksanakan sementara
material masih dalam kondisi yang cukup dapat dikerjakan, sehingga semua bekas / jejak roda
mesin gilas tidak berbekas.
-

Aspal Keras
Lapis Perekat mengandung asphalt dengan kerosin yang dipergunakan sebagai coating
dengan kekentalan tertentu sesuai spesifikasi, dan dihampar di atas permukaan yang beraspal
(seperti : lapis penetrasi macadam dan laston).
Sebelum di Tack coat / dihampar dengan aspalt permukaan yang beraspal harus dibersihkan
dengan kompressor, dari kotoran dan material lepas. Pekerjaan ini mempergunakan
kombinasi peralatan antara lain Asphalt Sprayer, Air compressor dan alat alat bantu.

Tahap Pelaksanaan :

Aspal dan minyak tanah dimasukan ke Asphalt Sprayer sesuai komposisinya, kemudian
dipanaskan sampai bersuhu 110C ~ 120C dalam Asphalt Sprayer sehingga menjadi
campuran homogen yang siap untuk disemprotkan ke permukaan badan jalan yang telah
siap. Kemudian Permukaan badan jalan yang akan dilapis dibersihkan terlebih dahulu dari
debu dan kotoran dengan memakai Air Compressor.

Sebelum dilaksanakan penyemprotan di lakukakan trial ketebalan yang akan digunakan


sesuai desain, dengan cara sebagai berikut :
- Timbang lembaran serap untuk lahan penguji selebar 25 cm x 25 cm sebelum
dilaksanakan pengujian (min. 3 Lembar)
- Letakan lembar penguji di atas / di permukaan aspal.
- Lintaskan semprotkan aspal cair dari Asphalt Sprayer di atas lembar penguji.
- Timbang lembaran serap/penguji yang telah terlapisi oleh aspal cair.
- Perbedaan berat dipakai untuk menentukan takaran kandungan aspal cair tiap m.

Setelah didapatkan ketebalan penyemprotan, dilakukan penyemprotan untuk seluruh lahan


yang dimaksud.

DIVISI VII STRUKTUR


-

Beton K - 250
Pekerjaan Pembesian
Pekerjaan ini dilakukan oleh pekerja Khusus yang rencananya dikerjakan disekitar lokasi
pekerjaan. Besi tulangan dengan jenis, diameter dan jumlah sesuai spesifikasi didatangkan dari
pemasok. Pekerja memotong, membengkokkan dan merakit besi sesuai dengan gambar
structural dokumen lelang. Kelompok pekerja besi menyiapkan setiap jenis pembesian sesuai
dengan tiap item pekerjaan beton bertulang. Besi yang telah dirakit dipisahkan sesuai dengan
kelompok dan jenis pekerjaan untuk memudahkan penggunaan.
Pembuatan Bekisting Beton.
Pekerjaan ini dilakukan olek pekerja khusus yang rencanannya dikerjakan disekitar lokasi
pekerjaan. Setiap jenis pekerjaan beton disiapkan bekistingnya terlebih dahulu. Untuk menjaga
keakuratan dimensi dan permukaan beton, maka direncanakan bekisting dibuat dari multiplex 9

mm dengan perkuatan kayu 5/7 yang keras dan diketam.


Pengecoran Beton.
Pada lokasi yang telah disiapkan bekisting dan terpasang penulangannya, dapat dipesiapkan
pekerjaan pengecoran. Material yang digunakan berupa kerikil bersih, pasir beton, dan semen
Portland type I dengan komposisi sesuai mutu beton yang disyaratkan atau berdasarkan
laporan mix design laboraturium kontruksi. Pekerjaan pengecoran dilakukan dengan peralatan
concrete mixer dan digetarkan dengan concrete vibrator dan sejumlah pekerjaan yang cukup.
Perawatan Beton.
Setelah selesai pengecoran, beton dijaga dari proses pengeringan dini dengan cara melakukan
perawatan berupa perlakuan penjagaan kelembaban beton selama proses pengeringan. Upaya
ini dilakukan dengan menyelimuti beton dengan kurang basah ataupun melakukan penyiraman
2 x sehari dalam jangka waktu 1 minggu.

Banda Aceh, 15 April 2013


Kontraktor Penawar
CV. ARYA INTER FAST

DICKY ARYA
Direktur