Anda di halaman 1dari 5

1.

CONSEPTUAL FRAMEWORK (2)


Laporan keuangan PSAK 1 Penyajian Laporan Keuangan (Dasar Akual)
KOMERSIAL
a. Laporan Posisi Keuangan
b. Laporan Laba Rugi Komprehensif
Mencakup pendapatan komprehensif lain.
- Keuntungan/rugi yang telah direalisasi : Laba Rugi
- Keuntungan/rugi yang belum direalisasi : Komprehensif lain :
=) Perubahan Surplus Revaluasi (penilaian kembali) Aset
=) Keuntugan dan kerugian aktuaria
=) Keuntugan dan kerugian pengukuran asset tersedia untuk dijual)
=) Lindung Nilai
c. Laporan Perubahan Ekuitas
d. Laporan Arus Kas (PSAK 2 Menganjurkan Metode Langsung) (Dasar Kas
Basis)
e. Catata Atas Laporan Keuangan
Laporan keuangan SAK ETAP KOMERSIAL
a. Laporan Posisi Keuangan
b. Laporan Laba Rugi
c. Laporan Perubahan Ekuitas
d. Laporan Arus Kas
e. Catata Atas Laporan Keuangan
Laporan keuangan PEMERINTAH (PP 71 2010)
a. Laporan Realisasi Anggaran (LRA);
(Perbandingan antara anggaran dengan realisasi)
b. Laporan Perubahan Saldo Anggaran Lebih (SAL);
c. Laporan Operasional (LO);
d. Neraca;
e. Laporan Perubahan Ekuitas;
f. Laporan Arus Kas;
g. Catatan atas Laporan Keuangan.
Pengelompokan pada LRA terdiri dari pendapatan, belanja, trans&er dan
pembiayaan, sedangkan pengelompokan pada LO terdiri dari pendapatan
dan beban dari kegiatan operasional, surplus defisit dari kegiatan non
operasional dan pos'posluar biasa.
LRA menyajikan pendapatan dan belanja yang berbasis kas, sedangkan
LO menyajikan pendapatan dan beban yang berbasis akrual
Akibat dari perbedaan basis akuntansi yang digunakan, Pada LRA,
pembelian asettetap dikategorikan sebagai belanja modal atau
pengurang pendapatan, sedangkan pada LO, pembelian aset tetap tidak
diakui sebagai pengurang pendapatan.
Laporan keuangan Syariah (PSAK 101 Penyajian Lap Keu Syariah)
Dasar Akrual kecuali Kas Basis
a. Laporan Posisi Keuangan (Aset, Liability, Dana Syirkah Temporer [Bank &
non Bank, Equitas)
b. Laporan Laba Rugi Komprehensif (Umum, pos luar biasa [transaksi yang
jarang] dan Bagi hasil)
c. Laporan Perubahan Ekuitas
d. Laporan Arus Kas

e. Laporan Sumber dan Penggunaan Dana Kebajikan (infa, sedekah,


sumbangan, denda, pendapatan non halal)
f. Catatan Atas Laporan Keuangan
Laporan keuangan Nirlaba (PSAK 45 Pelaporan Keuangan Organisasi
Nirlaba)
a. Laporan Posisi Keuangan
b. Laporan Aktivitas (Laba Rugi)
c. Laporan Arus Kas
d. Catatan Atas Laporan Keuangan
ETAP vs IFRS
a. Materi SAK ETAP lebih sederhana sedangkan PSAK IFRS complicated dan
rumit.
b. SAK ETAP tidak mengatur pajak tangguhan
c. SAK ETAP hanya menggunakan metode tidak langsung untuk laporan arus
kas.
d. SAK ETAP menggunakan cost model untuk investasi ke asosiasi dan
menggunakan metode ekuitas untuk anak perusahaan.
e. SAK ETAP tidak secara penuh menggunakan PSAK 50/55.
f. SAK ETAP hanya menggunakan model cost untuk aset tetap, aset tidak
berwujud dan properti investasi. PSAK-IFRS boleh memilih cost model atau
model reavaluasi.
Karakteristik Kualitatif Laporan Keuangan
a. Relevansi
: Informasinya dapat mempengaruhi Keputusan
b. Monetary Unit
: Mata Uang adalah pengukur yang stabil
c. Periodicity : Pengakuan & pengalokasian kedalam periode2 untuk lap
keu
d. Going Concern
: Perusahaan akan berlangsung terus, berharap tidak
likuidasi)
e. Entitas Ekonomi: Berdisi Sendiri, terpisah dari pemilik
f. Substance over form : mengutamakan subtansi transaksi
g. reliability
: handal dan dapat dipercaya
2. TRANSAKSI SYARIAH (3)
PSAK 101 Rev 2011
: Penyajian Laporan Keuangan Syariah
PSAK 102
: Murabahah
(jual beli)
Jual beli biasa
PSAK 103
: Salam
(jual beli)
Uang kes, barang (nunggu
panen)spek ok
PSAK 104
: Istisna
(jual beli)
Pemesanan barang yg butuh
proses
Uang DP,ato langsung lunas
awal/akhir
PSAK 105: Mudharabah (syirkah/kerjasama)
A: Punya dana aja B: Punya
tenaga Aja
Rugi ditanggung A jika wajar, jika B lalai, maka rugi ditanggung B
PSAK 106: Musyarakah
(syirkah/kerjasama)
A & B : Punya dana &
Tenaga
Rugi sesuai porsi
PSAK 107: Ijarah
(syirkah/kerjasama)
A: Menyewakan barang ke B
B:
Bayar sewa
Cuma perpindahan hak manfaat (operasi) bukan hak milik

3. KOMBINASI BISNIS DAN KONSOLIDASI (1)


Kombinasi Bisnis (PSAK 22)
Penggabungan Usaha Menurut Hukum :
a. Merger (A+B = C)
b. Akuisisi (A+B = A/B)
c. Konsolidasi
d. Afiliasi (Membeli saham lebih dari 50%)
e. Komlomerasi (Penggabungan yang tidak ada keterkaitan proses produksi)
f. Integrasi Vertikal (Penggabungan yang masih ada keterkaitan proses
produksi,
Produksi makanan => produksi wortel
g. Integrasi Horizontal (Penggabungan sejenis)
Mie => mie
Konsolidasi (Jika yang ditanamkan itu signifikan >50%)
Asosiasi ( jika yang ditanamkan <50%)
4. PERUBAHAN KURS VALUTA ASING (1)
PSAK 10 Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing
Mata Uang Fungsional :
mata uang yang digunakan untuk transaksi pengukuran
Mata Uangan Pelaporan :
mata uang yang digunakan dalam
5. PROPERTI INVESTASI, SEWA DAM PENURUNAN NILAI ASET (1)
PSAK 13
Properti Investasi
Yang tidak termasuk:
a. Aset yang digunakan sendiri
b. Aset dalam proses pengerjaan, meskipun dimasa mendakan akan digunakan
sebagai investasi
Jika ada asset yang digunakan untuk menghasilkan rental dari sebagian asset
terebut:
a. Aset tersebut dapat dipisahkan, maka harus dipisahkan
b. Aset tersebut tdk dapat dipisahkan, maka diakui sebagai property investasi
(tidak signifikan <50%)
Model Biaya,
Properti Investasi
Kas

50jt
50jt

Biaya Penyusutan
1jt
Acc. Depresiasi Penyusutan
Model Nilai Wajar
Properti Investasi
Kas
Properti Investasi
Nilai Wajar Keuntungan
atas Prop Invs
(nilai wajar 55jt)
Nilai Wajar Keuntungan

1jt

50jt
50jt
5jt
5jt

7jt

atas Prop Invs


Properti Investasi
(nilai wajar 48jt)

7jt

PSAK 30
Sewa
Sewa Operasi
: tidak Mengalihkan seluruh resiko dan manfaat
Sewa Pembiayaan : Mengalihkan seluruh resiko dan manfaat
(masa sewa >75% Umur Ekonomis)
(sewa minimum mendekati 90% nilai wajar)
PSAK 32
Penurunan Nilai Aset
Unit Penghasil Kas : Tidak dipengaruhi oleh unit penghasil kas lain
Barang A :

Harga perolehan 5M
Umur Ekonomis 5 tahun
tren turun, Harga turun 3 M
dipakai 1 tahun (penyusutan 5M/5thn = 1M)

Barang A Penurunan Nilai 5 M 3 M 1 M = 1 M


Jurnal Kerugian 3 M:
Kerugian Penurunan Nilai
1M
Akumulasi Penurunan Nilai

1M

Setelah turun, maka barang A : Harga Perolehan 1 M


Penyusutan 4 Tahun (Sudah digunakan 1 tahun)
Penyusutan 1 M/4 = 250jt
6. IMBALAN KERJA (1)
PSAK 24 Imbalan Kerja
Imabalan Kerja Jk Pendek (Upah, Gaji, Iuran Jaminan Sos, cuti tahunan, cuti
sakit, bonus)
Biaya Karyawan
Penyisihan Untuk Gaji ke13
(Gaji Ketigabelas)
Imbalan Pascakerja (Pesangon)
Imbalan Kerja Jk Panjang Lainnya (Cuti Panjang, Utang Bonus Tahunan)
Pesangon Pemutusan Kontrak Kerja (PKK)
7. PENDAPATAN, KEBIJAKAN, ESTIMASI AKUNTANSI DAN KESALAHAN DAN
PAJAK PENGHASILAN (1)
PSAK 23
Pendapatan
a. Penjualan Barang
b. Penjualan Jasa
c. Penggunaan Aset Oleh Perusahaan Lain
- Bunga
- Royalti
- Dividen
PSAK 25
Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi dan
Kesalahan
Retrospektif : Penerapan Kebijakan Baru, namun seolah-olah sudah dilakukan
sejak awal
Prospektif
: Penerapan Kebijakan Baru, namun diterapkan setelah tanggal
ditetapkan

PSAK 46
Pajak Penghasilan
DPP (Dasar Pengenaan Pajak)
Pajak Tangguhan : Pajak yang pengakuannya bisa ditunda (PPh)
Beban Pajak
Hutang Pajak Tangguhan
8. INSTRUMEN KEUANGAN (1)
PSAK 50
Instrumen Keuangan : Penyajian
PSAK 55
Instrumen Keuangan : Pengakuan dan Pengukuran
PSAK 60
Instrumen Keuangan : Pengungkapan
9. ANALISIS LAP KEUANGAN, KINERJA DAN KEPATUHAN (2)
10.ANALISIS LAP KEU PUSAT DAN DAERAH (2)
11.PELAPORAN BERKELANJUTAN DAN TERUNTEGRASI (3)
Sustainibility
pelaporan informasi sosial, lingkungan dan keuangan secara terpadu dalam
satu paket pelaporan korporasi
Terintrograsi
Suatu komunikasi yang ringkas dan terintegrasi tentang bagaimana strategi,
tatakelola dan remunerasi, kinerja dan prospek suatu organisasi
menghasilkan penciptaan nilai dalam jangka pendek, menengah dan jangka
panjang lap keuangan.