Anda di halaman 1dari 16

Menulis Adalah Perjuangan (http://dhanubiyobe.wordpress.

com)

Cari

Beranda

Berlangganan

Beranda

Kontak

Kategori

Situs Berita

Coretan

//
you're reading...
Biologi

Struktur dan Fungsi Bagian Sel Eukariotik


Posted by dhanubiyobe 16/10/2013 Tinggalkan komentar
Filed Under Eukariotik
Struktur Sel Eukariotik
Semua sel eukariotik memiliki membran inti. Selain itu, sel eukariotik memiliki sistem
endomembran, yakni memiliki organelorganel bermembran seperti retikulum endoplasma,
kompleks Golgi, mitokondria, dan lisosom. Sel eukariotik juga memiliki sentriol. Perhatikan
Gambar tentang struktur sel eukariotik di bawah ini.

a. Membran Sel (Selaput Plasma)


Membran sel merupakan bagian terluar sel yang membatasi bagian dalam sel dengan lingkungan
luar. Membran sel merupakan selaput selektif permeabel, artinya hanya dapat dilalui molekulmolekul tertentu seperti glukosa, asam amino, gliserol, dan berbagai ion.
Membran sel mempunyai beberapa fungsi sebagai berikut.
1) Sebagai reseptor (penerima) rangsang dari luar, seperti hormon dan bahan kimia lain, baik dari
lingkungan luar maupun dari bagian lain dalam organisme itu sendiri.
2) Melindungi agar isi sel tidak keluar meninggalkan sel.
3) Mengontrol zat-zat yang boleh masuk maupun keluar meninggalkan sel. Hal inilah yang
menyebabkan membran plasma bersifat semipermeabel (selektif permeabel).
4) Sebagai tempat terjadinya kegiatan biokimiawi, seperti reaksi oksidasi dan respirasi.
Berdasarkan analisis kimiawi dapat diketahui bahwa hampir seluruh membran sel terdiri atas
lapisan protein dan lapisan lipid (lipoprotein). Membran plasma terdiri atas dua lapisan, yaitu
berupa lapisan lipid rangkap dua (lipid bilayer). Lapisan lipid disusun oleh fosfolipid. Fosfolipid
adalah lipid yang mengandung gugus fosfat dan terdiri atas bagian kepala (polar head) dan
bagian ekor (nonpolar tail). Bagian
kepala bersifat hidrofilik (suka air), sedangkan bagian ekor bersifat hidrofobik (tidak suka air).
Lipid terdiri atas fosfolipid, glikolipid, dan sterol.
1) Fosfolipid, yaitu lipid yang mengandung gugusan fosfat.
2) Glikolipid, yaitu lipid yang mengandung karbohidrat.
3) Sterol, yaitu lipid alkohol terutama kolesterol. Lapisan protein membran sel terdiri atas
glikoprotein. Lapisan protein membentuk dua macam lapisan, yaitu lapisan protein perifer atau
ekstrinsik dan lapisan protein integral atau intrinsik. Lapisan protein perifer membungkus
kepala (polar head) lipid rangkap dua bagian luar. Lapisan protein integral membungkus bagian
kepala (polar head) lipid rangkap dua bagian dalam. Lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar
berikut.

Di depan telah dijelaskan bahwa membran plasma bersifat selektif permeabel (semipermeabel)
yang artinya membran plasma dapat dilalui oleh molekul atau ion tertentu. Perpindahan molekul
atau ion melewati membran ada dua macam, yaitu transpor pasif dan transpor aktif.
1) Transpor pasif adalah perpindahan molekul atau ion tanpa menggunakan energi sel.
Perpindahan molekul tersebut terjadi secara spontan dari konsentrasi tinggi ke rendah. Contoh
transpor pasif adalah difusi dan osmosis.
2) Transpor aktif adalah perpindahan molekul atau ion menggunakan energi dari sel itu. Contoh
transpor aktif adalah pompa ion natrium (Na+)/kalium (K+), endositosis, dan eksositosis.
1) Difusi
Difusi adalah perpindahan molekul-molekul dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah baik
melalui membran plasma ataupun tidak. Molekul dan ion yang terlarut dalam air bergerak secara
acak dengan konstan. Gerakan acak ini mendorong terjadinya difusi. Difusi dapat dibedakan
menjadi dua, yaitu difusi sederhana dan difusi terbantu (facilitated diffusion).
a) Difusi Sederhana
Molekul zat dapat berdifusi secara spontan hingga dicapai kerapatan yang sama dalam
suatu ruangan. Sebagai contoh, setetes parfum akan menyebar ke seluruh ruangan (difusi gas di
dalam medium udara). Molekul dari sesendok gula akan menyebar ke seluruh volume air dalam
gelas meskipun tanpa diaduk (difusi zat padat di dalam medium air) sehingga kerapatan zat
tersebut merata.
b) Difusi Terbantu
Difusi terbantu merupakan proses difusi dengan perantara protein pembawa (carrier protein).
Arah perpindahan molekul seperti halnya pada difusi biasa yaitu dari konsentrasi tinggi ke
konsentrasi rendah, hanya saja protein pembawa membantu proses perpindahan
molekul ini. Difusi terbantu merupakan transpor melalui media pembawa. Pada proses ini,
molekul diikat oleh reseptor pada sisi luar sel dan dilewatkan melalui membran plasma
oleh protein transmembran yang telah mengalami perubahan susunan. Setelah itu, protein
pembawa kembali pada susunan semula. Protein pembawa juga dapat membuat celah yang dapat
dilalui oleh ion-ion seperti Cl dan Na +.

2) Osmosis
Osmosis adalah perpindahan molekul air melalui membran semipermeabel dari larutan yang
konsentrasi airnya tinggi ke larutan yang konsentrasi airnya rendah. Dengan kata lain,
osmosis juga berarti perpindahan molekul dari larutan berkepekatan rendah (hipotonis) ke
larutan berkepekatan tinggi (hipertonis) melalui selaput (membran) semipermeabel.
Peristiwa osmosis terjadi dalam sel. Bila konsentrasi larutan dalam sel tinggi, air akan masuk sel
dan terjadi endosmosis. Hal ini menyebabkan tekanan osmosis sel menjadi tinggi. Keadaan
yang demikian dapat memecahkan sel (lisis). Jadi, lisis adalah hancurnya sel karena rusaknya
atau robeknya membran plasma. Sebaliknya, apabila konsentrasi larutan di luar sel lebih tinggi,
air dalam sel akan
keluar dan terjadi eksosmosis. Eksosmosis pada hewan akan menyebabkan pengerutan sel
yang disebut krenasi dan pada tumbuhan akan menyebabkan terlepasnya membran dari dinding
sel yang disebut plasmolisis.
3) Pompa Natrium-Kalium
Berbeda dengan difusi terbantu yang termasuk transpor pasif karena mengikuti gradien
konsentrasi, maka transpor aktif ini bersifat melawan gradien konsentrasi. Pada transpor aktif
terjadi pemompaan molekul melewati membran dan melawan gradien konsentrasi.
Pada transpor aktif diperlukan energi untuk melawan gradien konsentrasi. Transpor aktif ini
berfungsi memelihara konsentrasi molekul kecil dalam sel yang berbeda dengan konsentrasi
molekul lingkungannya.
Sebagai contoh ion K+ penting untuk mempertahankan kegiatan listrik di dalam sel saraf
dan memacu transpor aktif zat-zat lain. Meskipun ion Na+ dan K + dapat melewati membran,
karena kebutuhan akan ion K+ lebih tinggi maka diperlukan lagi pemasukan ion K+ ke dalam sel
dan pengeluaran ion Na+ keluar sel. Konsentrasi ion K+ di luar sel rendah, sedangkan di dalam
sel tinggi. Sebaliknya, konsentrasi ion Na+ di dalam sel rendah dan di luar sel tinggi. Bila terjadi
proses difusi, maka akan terjadi difusi ion K+ dari dalam sel ke luar, sedangkan difusi ion
Na+ dari luar ke dalam sel. Akan tetapi, yang terjadi sebenarnya bukanlah difusi karena
pergerakan ion-ion itu melawan gradien kadar maka terjadi pemasukan ion K+ dan pengeluaran
ion Na+ . Energi ATP diperlukan untuk melawan gradien kadar itu dengan pertolongan protein
yang ada dalam membran. Setiap pengeluaran 3 ion Na+ dari dalam sel diimbangi dengan
pemasukan 2 ion K+ dari luar sel. Olehsebab itu, proses ini disebut pompa natriumkalium. Perhatikan Gambar di bawah ini.

4) Endositosis dan Eksositosis


Endositosis dan eksositosis merupakan transpor yang memerlukan energi. Endositosis
merupakan proses masuknya senyawa melalui membran dengan cara pembungkusan senyawa
dan cairan ekstraselular dengan pelekukan ke dalam sebagian membran. Hal ini terjadi pada
organisme uniselular dan sel darah putih. Jika yang dimasukkan berupa senyawa padat
disebut fagositosis, sedangkan jika berupa larutan disebut pinositosis. Eksositosis merupakan
proses pengeluaran zat dari dalam sel keluar sel. Sekret terbungkus kantong membran yang
selanjutnya melebar dan pecah. Eksositosis terjadi pada beberapa sel kelenjar atau sel sekresi.
Perhatikan skema endositosis dan eksositosis pada Gambar berikut.

b. Sitoplasma
Sitoplasma merupakan materi yang mengisi antara inti dan selaput plasma. Sitoplasma yang
berada dalam nukleus disebut nukleoplasma. Pada sel tumbuhan, sitoplasma dibedakan menjadi
dua, yaitu yang berbatasan dengan selaput plasma disebut ektoplasma dan yang di bagian dalam
disebut endoplasma. Ektoplasma lebih jernih dan kompak. Ektoplasma pada sel hewan berupa
selaput plasma itu sendiri. Endoplasma sel tumbuhan mengandung banyak plastida (zat
warna). Komponen utama penyusun sitoplasma sebagai berikut.
1) Cairan seperti gel (agar-agar atau jeli) yang disebut sitosol.
2) Substansi simpanan dalam sitoplasma. Substansi ini bervariasi tergantung tipe selnya. Sebagai
contoh, sitoplasma sel hati mengandung simpanan molekul glikogen, sedangkan sitoplasma sel
lemak mengandung tetesan lemak besar.
3) Jaringan yang strukturnya seperti filamen (benang) dan serabut yang saling berhubungan.
Jaringan benang dan serabut disebut sitoskeleton yang berfungsi sebagai kerangka sel.
4) Organel-organel sel. Matriks sitoplasma atau bahan dasar sitoplasma disebut sitosol.
Sitoplasma dapat berubah dari fase sol ke gel dan
sebaliknya. Matriks sitoplasma tersusun atas oksigen 62%, karbon 20%, hidrogen 10%, dan
nitrogen 3% yang tersusun dalam senyawa organik dan anorganik. Unsur-unsur lain adalah: Ca
2,5%; P 1,14%; Cl 0,16%; S 0,14%; K 0,11%; Na 0,10%; Mg 0,07%; I 0,014%; Fe 0,10%; dan
unsur-unsur lain dalam jumlah yang sangat kecil.
Sifat-sifat fisikawi matriks sitoplasma sebagai berikut.
1) Efek Tyndal yaitu kemampuan matriks sitoplasma memantulkan cahaya.

2) Gerak Brown yaitu gerak acak (zig-zag) partikel penyusun koloid.


3) Gerak siklosis yaitu gerak matriks sitoplasma berupa arus melingkar.
4) Memiliki tegangan permukaan.
5) Elektrolit yaitu kemampuan molekul menghantarkan arus listrik.
Matriks sitoplasma dapat bertindak sebagai larutan penyangga (buffer). Sifat biologis matriks
sitoplasma adalah mampu mengenali rangsang (iritabilitas) dan mengantar rangsang
(konduktivitas). Adapun fungsi sitosol sebagai berikut.
1) Sumber bahan kimia penting bagi sel karena di dalamnya terdapat senyawa-senyawa organik
terlarut, ion-ion, gas, molekul kecil seperti garam, asam lemak, asam amino, nukleotida, molekul
besar seperti protein, dan RNA yang membentuk koloid.
2) Tempat terjadinya reaksi metabolisme, seperti glikolisis, sintesis protein, dan sintesis asam
lemak.
c. Sitoskeleton
Sitoskeleton atau rangka sel tersusun atas tiga jenis serabut yang berbeda yaitu, mikrofilamen,
mikrotubulus, dan filamen intermedia.
1) Mikrofilamen
Mikrofilamen adalah rantai ganda protein yang bertaut dan tipis. Mikrofilamen tersusun atas dua
macam protein, yaitu aktin dan miosin. Mikrofilamen banyak terdapat pada sel-sel otot.
Mikrofilamen mempunyai diameter 7 nm sehingga pengamatannya harus
menggunakan mikroskop elektron.
2) Mikrotubulus
Mikrotubulus adalah rantai-rantai protein yang membentuk spiral. Spiral ini membentuk
tabung berlubang yang panjangnya mencapai 2,5 mm dengan diameter 25 nm. Mikrotubulus
tersusun atas protein yang dikenal sebagai tubulin. Mikrotubulus merupakan penyusun
sitoskeleton yang terbesar. Mikrotubulus terdapat pada gelendong sel, yaitu berupa benangbenang spindel yang menghubungkan
dua kutub sel pada waktu sel membelah. Gerakan kromosom dari daerah ekuator ke kutub
masing-masing pada anafase dikendalikan oleh mikrotubulus. Dengan demikian, mikrotubulus
mempunyai fungsi mengarahkan gerakan komponen-komponen sel, mempertahankan bentuk sel,
serta membantu dalam pembelahan mitosis.
3) Filamen Intermediar
Filamen intermediar adalah rantai molekul protein yang membentuk untaian yang saling melilit.
Filamen ini berdiameter 8 10 nm. Disebut serabut intermediar karena ukurannya di antara
ukuran mikrofilamen dan mikrotubulus. Serabut ini tersusun atas protein yang
disebut fimentin, tetapi tidak semua sel filamen intermediarnya tersusun atas fimentin. Misalnya
sel kulit filamennya tersusun atas protein keratin. Perhatikan Gambar 1.17 untuk mengetahui
susunan sitoskeleton.

d. Nukleus
Nukleus atau inti sel merupakan bagian penting sel yang berperan sebagai pengendali kegiatan
sel. Nukleus merupakan organel terbesar yang berada dalam sel. Nukleus berdiameter sekitar 10
nm. Nukleus biasanya terletak di tengah sel dan berbentuk bulat atau oval. Pada umumnya sel
organisme berinti tunggal, tetapi ada juga yang memiliki lebih dari satu inti. Berdasar
jumlah nukleus, sel dapat dibedakan sebagai berikut.
1) Sel mononukleat (berinti tunggal), misalnya sel hewan dan tumbuhan.
2) Binukleat (inti ganda), contohnya Paramaecium.
3) Multinukleat (inti banyak), misalnya Vaucheria (sejenis alga) dan beberapa jenis jamur.
Di dalam nukleus terdapat matriks yang disebut nukleoplasma, nukleolus, RNA, dan kromosom.
Kromosom tersusun atas protein dan DNA. Perhatikan Gambar.

Setiap nukleus tersusun atas beberapa bagian penting sebagai berikut.


1) Membran Nukleus (Selaput Inti)
Selaput inti merupakan bagian terluar inti yang memisahkan nukleoplasma dengan sitoplasma.
Selaput inti terdiri atas dua lapis membran (bilaminair), setiap lapis merupakan lapisan bilayer.

Ruang antara membran disebut perinuklear atau sisterna. Pada membran ini
terdapat porus yang berfungsi untuk pertukaran molekul dengan sitoplasma. Berdasarkan ada
tidaknya selaput inti, dibedakan dua tipe sel yaitu sel prokariotik (tidak memiliki selaput inti) dan
sel eukariotik (memiliki selaput inti).
2) Nukleoplasma
Nukleoplasma adalah cairan inti (karyotin) yang bersifat transparan dan semisolid (kental).
Nukleoplasma mengandung kromatin, granula, nukleoprotein, dan senyawa kimia kompleks.
Pada saat pembelahan sel, benang kromatin menebal dan memendek serta mudah
menyerap zat warna disebut kromosom. Benang kromatin tersusun atas protein dan DNA. Di
dalam benang DNA inilah tersimpan informasi kehidupan. DNA akan mentranskripsi diri
(mengopi diri) menjadi RNA yang selanjutnya akan dikeluarkan ke sitoplasma.
3) Nukleolus
Nukleolus atau anak inti tersusun atas fosfoprotein, orthosfat, DNA, dan enzim. Nukleolus
terbentuk pada saat terjadi proses transkripsi (sintesis RNA) di dalam nukleus. Jika transkripsi
berhenti, nukleolus menghilang atau mengecil. Jadi, nukleolus bukan merupakan organel
yang tetap.
Jadi, nukleus memiliki arti penting bagi sel karena mempunyai
beberapa fungsi berikut.
1) Pengatur pembelahan sel.
2) Pengendali seluruh kegiatan sel, misalnya dengan memasukkan RNA dan unit ribosom ke
dalam sitoplasma.
3) Pembawa informasi genetik.
e. Retikulum Endoplasma
Retikulum endoplasma merupakan organel yang tersusun oleh membran yang terbentuk seperti
jala. Retikulum sendiri berasal dari kata reticular yang berarti anyaman benang atau jala.
Letaknya memusat pada bagian dalam sitoplasma (endoplasma), sehingga disebut
sebagai retikulum endoplasma (RE). Membran RE merupakan kelanjutan dari membran nukleus
hingga ke membran plasma. Jadi, RE merupakan saluran penghubung antara nukleus dengan
bagian luar sel. Perhatikan Gambar.

Dalam sel terdapat dua tipe retikulum endoplasma sebagai berikut.


1) Retikulum Endoplasma Kasar
Permukaan retikulum endoplasmanya diselubungi oleh ribosom yang tampak berbintil-bintil
sehingga disebut RE kasar. Ribosom adalah tempat sintesis protein. Protein ini akan ditampung
oleh RE kasar yaitu dalam rongga RE.
2) Retikulum Endoplasma Halus
RE halus adalah RE yang tidak ditempeli ribosom sehingga permukaannya halus.
Retikulum endoplasma mempunyai beberapa fungsi sebagai berikut.
1) Mensintesis lemak dan kolesterol (RE kasar dan RE halus).
2) Menampung protein yang disintesis oleh ribosom untuk disalurkan ke kompleks Golgi dan
akhirnya dikeluarkan dari sel (RE kasar).
3) Transportasi molekul-molekul dari bagian sel yang satu ke bagian sel yang lain (RE kasar dan
RE halus).
4) Menetralkan racun (detoksifikasi), misalnya RE yang ada di dalam sel-sel hati.
f. Ribosom
Ribosom merupakan struktur paling kecil yang tersuspensi dalam sitoplasma dan terdapat di sel
eukariotik maupun prokariotik. Pada sel eukariotik, ribosom terdapat bebas dalam sitoplasma
atau terikat RE. Ribosom tersusun atas protein dan RNA. Ribosom terdiri dari dua subunit,
yaitu subunit kecil dan subunit besar. Tiap-tiap subunit disintesis dalam nukleolus dan
dikeluarkan melalui porus nukleus ke sitoplasma tempat kedua subunit bergabung. Ribosom
berperan dalam sintesis protein.
g. Kompleks Golgi
Kompleks Golgi dijumpai pada hampir semua sel tumbuhan dan hewan. Pada sel tumbuhan,
kompleks Golgi disebut diktiosom. Badan Golgi (ditemukan tahun 1898 oleh Camillio Golgi)
tersebar dalam sitoplasma dan merupakan salah satu komponen terbesar dalam sel. Antara badan

Golgi satu dengan yang lain berhubungan dan membentuk struktur kompleks seperti jala. Badan
Golgi sangat penting pada sel sekresi. Kompleks Golgi dan RE mempunyai hubungan erat dalam
sekresi protein sel. Di depan telah dikatakan bahwa RE menampung dan menyalurkan protein ke
Golgi. Golgi mereaksikan protein itu dengan glioksilat sehingga terbentuk glikoprotein untuk
dibawa ke luar sel. Oleh karena hasilnya disekresikan itulah maka Golgi disebut pula sebagai
organel sekretori. Perhatikan Gambar berikut.

Selain itu, kompleks Golgi juga mempunyai beberapa fungsi sebagai berikut.
1) Tempat sintesis polisakarida seperti mukus, selulosa, hemiselulosa, dan pektin (penyusun
dinding sel tumbuhan).
2) Membentuk membran plasma.
3) Membentuk kantong sekresi untuk membungkus zat yang akan dikeluarkan sel, seperti
protein, glikoprotein, karbohidrat, dan lemak.
4) Membentuk akrosom pada sperma, kuning telur pada sel telur, dan lisosom.
h. Lisosom
Lisosom berasal dari kata lyso = pencernaan dan soma = tubuh, merupakan membran kantong
kecil yang berisi enzim hidrolitik yang disebut lisozim. Lisosom adalah organel berbentuk agak
bulat dan dibatasi membran tunggal. Umumnya berdiameter 1,5 m, walaupun kadangkadang ditemukan lisosom berdiameter 0,05 m. Lisosom terdapat hampir pada semua sel
eukariotik, terutama sel-sel yang
bersifat fagositik seperti leukosit. Lisosom berisi enzim-enzim hidrolitik seperti protease, lipase,
nuklease, fosfatase, dan enzim pencerna yang lain.
Enzim lisosom adalah suatu protein yang diproduksi oleh ribosom dan kemudian masuk ke RE.
Dari RE, enzim dimasukkan ke dalam membran kemudian dikeluarkan oleh sitoplasma menjadi
lisosom. Selain itu, ada pula enzim yang dimasukkan terlebih dahulu ke Golgi. Enzim itu
dibungkus membran kemudian dilepaskan dalam sitoplasma oleh Golgi. Jadi, proses
pembentukan lisosom dapat dilakukan secara langsung oleh RE atau oleh Golgi.

Proses pencernaan oleh lisosom berlangsung misalnya saat sel menelan bakteri secara
fagositosis. Bakteri itu dimasukkan ke dalam vakuola. Vakuola yang berisi bakteri segera
dihampiri lisosom. Membran lisosom dan membran vakuola bersinggungan dan bersatu. Enzim
lisosom masuk ke dalam vakuola dan mencerna bakteri. Substansi hasil pencernaan lisosom
disimpan dalam vesikel kemudian
ditranspor ke membran plasma dan dikeluarkan dari sel.
Secara rinci lisosom mempunyai fungsi sebagai berikut.
1) Melakukan pencernaan intrasel.
2) Autofagi yaitu menghancurkan struktur yang tidak dikehendaki, misalnya organel lain yang
sudah tidak berfungsi.
3) Eksositosis yaitu pembebasan enzim keluar sel, misalnya pada pergantian tulang rawan
pada perkembangan tulang keras.
4) Autolisis yaitu penghancuran diri sel dengan membebaskan isi lisosom ke dalam sel, misalnya
terjadi pada saat berudu menginjak dewasa dengan menyerap kembali ekornya.
5) Menghancurkan senyawa karsinogenik.
i. Badan Mikro
Badan mikro hampir menyerupai lisosom, berbentuk agak bulat, diselubungi membran tunggal,
dan di dalamnya berisi enzim katalase dan oksidase. Organela ini disebut badan mikro karena
ukurannya kecil, hanya bergaris tengah 0,31,5 nm. Terdapat dua tipe badan mikro, yaitu
peroksisom dan glioksisom. Peroksisom terdapat pada sel hewan, fungi, dan daun tanaman
tingkat tinggi. Perhatikan Gambar 1.24
untuk mengetahui letak peroksisom di dalam sel. Peroksisom berperan dalam oksidasi substrat
menghasilkan H2O2
(bersifat racun bagi sel) yang selanjutnya dipecah menjadi H2O + O2. Peroksisom penting dalam
penyerapan cahaya dan respirasi sehingga berhubungan erat dengan kloroplas dan mitokondria.
Peran lain peroksisom selain melindung sel dari H2O2, juga berperan dalam perubahan
lemak menjadi karbohidrat dan perubahan purin dalam sel. Glioksisom terdapat pada sel
tanaman. Glioksisom berperan
dalam metabolisme asam lemak dan tempat terjadinya siklus glioksilat.

j. Mitokondria
Mitokondria berbentuk bulat panjang atau seperti tongkat terdapat pada sel eukariotik aerob.
Mitokondria dibatasi dua lapis membran yang kuat, fleksibel, dan stabil, serta tersusun atas
lipoprotein. Membran dalam membentuk tonjolan-tonjolan yang disebut krista untuk
memperluas permukaan agar penyerapan oksigen lebih efektif. Ruangan dalam mitokondria
berisi cairan disebut matriks mitokondria. Matriks ini kaya enzim pernapasan (sitokrom), DNA,
RNA, dan protein.
k. Kloroplas
Kloroplas hanya terdapat pada sel tumbuhan dan Algae tertentu. Pada tumbuhan biasanya
berbentuk cakram dengan diameter 58 nm dan tebal 24 nm. Kloroplas dibatasi membran
ganda. Di dalam kloroplas terdapat klorofil (pigmen fotosintetik) dan pigmen lain yang terletak
pada membran atau pada bahan dasar di dalam kloroplas. Bahan dasar kloroplas berupa cairan
disebut stroma.

Kloroplas berfungsi sebagai tempat berlangsungnya fotosintesis. Peran pigmen untuk menangkap
cahaya matahari yang akan diubah menjadi energi kimia.
l. Sentriol
Sel hewan dan beberapa mikroorganisme serta tumbuhan tingkat rendah mengandung dua
sentriol dalam sitoplasma. Sentriol terletak di dekat permukaan luar nukleus. Setiap sentriol
terdiri atas sebaris silinder sebanyak sembilan mikrotubul. Sentriol berperan dalam proses
pembelahan sel.

Share this:

Twitter

Facebook

Google

Related
Struktur dan Fungsi Bagian Sel ProkariotikIn "Biologi"
Ciri-Ciri dan Struktur VirusIn "Biologi"
Cara Hidup VirusIn "Biologi"
Struktur dan Fungsi Bagian Sel Prokariotik
Ma`iyatullah

Diskusi
Belum ada komentar.
Tinggalkan Balasan

7
14
21
28
Cari untuk:

S
1
8
15
22
29

R
2
9
16
23
30

Oktober 2013
K
3
10
17
24
31

J
Nov
4
11
18
25

Tulisan Terakhir

Penyakitnya Kader Dakwah 23/01/2014

Siapa, Apa 17/11/2013

Ma`iyatullah 12/11/2013

Struktur dan Fungsi Bagian Sel Eukariotik 16/10/2013

Struktur dan Fungsi Bagian Sel Prokariotik 16/10/2013

Cara Hidup Virus 16/10/2013

Ciri-Ciri dan Struktur Virus 15/10/2013

Perbedaan Syariat dan Fikih 15/10/2013

Arsip

Januari 2014 (1)

November 2013 (2)

Oktober 2013 (7)

S
5
12
19
26

M
6
13
20
27

Blog pada WordPress.com. The Morning After Theme.


Ikuti

Follow
Get every new post delivered to your Inbox.
Powered by WordPress.com

Anda mungkin juga menyukai