Anda di halaman 1dari 82

Perpustakaan Unika

PERHITUNGAN PAJAK PENGHASILAN DOKTER PRAKTEK


DI KOTA SEMARANG
KERTAS KARYA
Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memenuhi Persyaratan Mencapai Gelar
Ahli Madya Pada Jurusan Perpajakan Fakultas Ekonomi
Universitas Katolik Soegijapranata Semarang

Disusun Oleh :
Yoeni Noer Widayanti
04.31.0028
PROGRAM STUDI D III PERPAJAKAN FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS KATOLIK SOEGIJAPRANATA
SEMARANG
2008

Perpustakaan Unika

HALAMAN PERSETUJUAN KERTAS KARYA

Nama

: Yoeni Noer Widayanti

Nim

: 04.31.0028

Fakultas : Ekonomi
Jurusan

: D III Perpajakan

Judul

: Perhitungan Pajak Penghasilan Dokter Praktek Di Kota Semarang.

Disetujui di Semarang, 10 Juni 2008


Dosen Pembimbing

( DRS. IWAN SOEKASNO )

Perpustakaan Unika

HALAMAN PENGESAHAN KERTAS KARYA


KERTAS KARYA DENGAN JUDUL
PERHITUNGAN PAJAK PENGHASILAN DOKTER PREKTEK
DI KOTA SEMARANG
Yang di persiapkan dan di susun oleh :
NAMA

: Yoeni Noer Widayanti

NIM

: 04.31.0028

Telah di pertahankan di depan pada tanggal, 11 Juli 2008 dan dinyatakan telah memenuhi
syarat untuk di terima sebagai salah satu persyaratan untuk mencapai gelar Ahli Madya
Perpajakan.
Pembimbing

Koordinator Penguji

( DRS. IWAN SOEKASNO )

( AGNES ARIE MC, SE, Akt)

Dekan Fakultas Ekonomi

( DRS. SENTOT SUCIARTO A, MP, Ph.D )

Perpustakaan Unika

MOTTO DAN PERSEMBAHAN

MOTTO :

Jadilah dirimu sendiri.

Pengalaman ( baik / buruk ) adalah guru yang paling


berharga.

Kesabaran itu pahit, tetapi buahnya manis.

Sikap

optimis

merupakan

kunci

kesuksesan

dan

kebahagiaan.

Kerendahan hati adalah kebanggaan dalam kedekatan


Tuhan Yang Maha Esa.

PERSEMBAHAN :
Kertas karya ini saya persembahkan untuk :

Bapak dan Ibu yang selalu memberikan semangat dan


dorongan baik moril maupun materil dan doanya.

Kakak dan adik yang selalu memberikan semangat,


arahan dan bantuannya

Perpustakaan Unika

HALAMAN KEASLIAN KERTAS KARYA

Saya yang bertanda tanggan dibawah ini


Nama

: Yoeni Noer Widayanti

Nim

: 04.31.0028

Fakultas

: Ekonomi

Program Study : DIII Perpajakan


Menyatakan bahwa kertas karya ini adalah hasil saya sendiri. Apabila di
kemudian hari di temukan adanya bukti plagiasi, manipulasi, dan atau kecurangan
lainnya, saya bersedia untuk menerima sanksi dalam bentuk apapun dari Fakultas
Ekonomi Universitas Katolik Soegijapranata Semarang.

Semarang, 11 Juli 2008

( Yoeni Noer Widayanti )

Perpustakaan Unika

KATA PENGANTAR
Dengan puji syukur kehadirat ALLAH SWT, penulis panjatkan yang telah
memberkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan
kertas karyadengan judul Perhitungan Pajak Penghasilan Dokter Praktek Di Kota
Semarang sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan Program D III Perpajakan
Universitas Katolik Soegijapranata Semarang.
Kesempatan ini penulis ingin menyampaikan ucapan terima kasih kepada
pihakpihak yang selama ini telah memberikan dukungan dan doanya sehingga penulis
mendapatkan pengetahuan dan pengalaman yang berharga selama proses penyelesaian
kertas karya ini. Oleh karena itu penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada:
1.

Bapak Drs. Sentot Suciarto A, MP, Ph.D, selaku Dekan Fakultas


Ekonomi Universitas Soegijapranata Semarang.

2.

Ibu Eny Trimeiningrum, SE, Msi, selaku Ketua Program Study Diploma
III Perpajakan Universitas Katolik Soegijapranata Semarang.

3.

Bapak Drs. Iwan Soekasno, selaku dosen pembimbing yang telah


meluangkan waktu dan dengan kesabaran serta keiklasannya dalam membimbing
penulisan kertas karya ini.

Perpustakaan Unika

4.

Bapak Drs. Abdul Syukur, selaku desen Diploma III Perpajakan, yang
telah banyak membantu penulis dalam menyelesaikan kertas karya ini.

5.

Ibu Agnes Arie Mientary Ch. SE, AKT, selaku dosen Diploma III
Perpajakan Universitas Katolik Soegijapranata Semarang.

6.

Ibu Fifin yang telah memberikan informasi dan nasehat - nasehat.

7.

Bapak dan Ibu yang selalu memberikan dukungan dan dorongan baik
moril maupun materiil.

8.

Kakak, adik, dan saudara-saudara aku terima kasih atas membantuan,


mendukung, dan semangatnya.

9.

Sahabat aku Wilda, Patris, semua anak pajak04 dan teman-teman DIII
Perpajakan UNIKA yang telah banyak menbantu dan memberi semangat.

10.

Buat Bu Nur, Pak Wardoyo, mbak Etik, mbak Nur, Cris, Wahid, Aik,
Fitri terima kasih telah memberikan nasehat-nasehat dan semangat.

11.

Semua pihak yang membantu dalam penyelesaikan Laporan Tugas


Akhir.
Walaupun demikian penulis menyadari bahwa dalam kertas karya ini masih

banyak kesalahan dan kekurangan karena itu penulis juga berharap untuk di berikan saran
dan kritik yang bersifat membangun.
Akhir kata penulis berharab semoga kertas karya ini dapat bermanfaat bagi
pembaca yang budiman.

Perpustakaan Unika

Semarang, 11 Juli 2008


Penulis

ABSTRAKSI
Pajak merupakan sumber pendapatan Negara yang paling besar. Hasil dari
pemumutan pajak tersebut digunakan untuk pembiayaan pembangunan Negara.
Berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor : KEP-536/PJ./2000 tanggal 29
Desember 2000 tentang daftar presentase norma penghitungan untuk peredaran usaha,
penerimaan bruto pekerjaan bebas kurang dari Rp. 600.000.000,00. Kemudian
dikeluarkan Peraturan Menteri Keuangan No : 01/PMK.03/2007 tanggal 16 Januari 2007
tentang penyesuaian besarnya peredaran bruto bagi wajib pajak orang pribadi yang boleh
menghitung penghasilan neto dengan menggunakan norma penghitungan penghasilan
neto sebesar Rp. 1.800.000.000,00. Bagi wajib pajak yang menghitung pajaknya dengan
menggunakan norma, sesuai dengan ketentuan KEP- 536/PJ./2000 tanggal 29 Desember
2000 yang perlu diperhatikan yaitu Omset, Jenis usaha, Tempat Usaha dan Tanggungan.
dr. Y, Sp. S membuka praktek sendiri di JL. Durian Dalam No. 52 Semarang dengan
omset Rp. 48.000.000,00 pada tahun 2006, beliau menikah mempunyai dua (2) orang
anak. Pajak terutang yang harus dibayar oleh dr. Y, Sp. S pada tahun 2006 sebesar Rp.
240.000,00.

Perpustakaan Unika

DAFTAR ISI
Halaman Persetujuan Kertas Karya ii
Halaman Pengesahan Kertas Karya iii
Halaman Motto Dan Persembahan. iv
Halaman Keaslian Kertas Karya............. v
Kata Pengantar vi
Abstraksi viii
Daftar Isi. ix
BAB I

BAB II

PENDAHULUAN
1.1

Latar Belakang 1

1.2

Perumusan Masalah 3

1.3

Tujuan Penelitian.... 3

1.4

Manfaat Penelitian...... 4

1.5

Sistematika Penulisan..... 4

LANDASAN TEORI
2.1 Pengertian Pajak 6

Perpustakaan Unika

2.2 Fungsi Pajak.. 7


2.3 Jenis-Jenis Pajak 7
2.4 Pajak Penghasilan.......... 8
2.5 Teori-Teori Yang Mendukung Pemungutan Pajak 9
2.6 Subyek Pajak Penghasilan Pasal 21.. 10
2.7 Obyek Pajak Penghasilan 21. 11
2.8 Dokter Sebagai Wajib Pajak. 12
2.9 Jumlah Tanggungan Keluarga Untuk Panghasilan Tidak Kena

Pajak

(PTKP).. 13
2.10 Tarif Pajak Penghasilan... 15
2.11 Tata Cara Perhitungan Pajak Penghasilan Dokter Dengan Menggunakan
Norma Penghasilan Neto 16
BAB III

GAMBARAN UMUM
3.1 Lokasi Penelitian.. 20
3.2 Sejarah Dokter.. 20
3.3 Metode Penelitian. 22
3.3.1 Jenis Data. 22
3.3.2 Metode Pengumpulan Data.. 22
3.3.3 Teknik Analisis Data... 23

BAB IV

PEMBAHASAN

Perpustakaan Unika

4.1 Perhitungan PPh Untuk Penghasilan Dokter Dengan Norma Penghasilan


Neto 24
4.2 Cara Menghitung, Menentukan Besarnya Penghasilan Neto Dalam Satu
Tahun... 26
4.3 Perhitungan PPh Pasal 21 Untuk Penghasilan Dokter. 28
4.4 Cara Menghitung PPh Pasal 21 Untuk Penghasilan Dokter 29
BAB V

PENUTUP
5.1 Kesimpulan. 32
5.2 Saran.... 33

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

Perpustakaan Unika

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Suatu Negara berhubungan dengan pumungutan yang sifatnya memaksa yaitu
pajak. Jika suatu Negara pungutan pajaknya berjalan dengan baik maka
pembangunannya pun akan berjalan dengan lancar. Negara tanpa pajak mustahil
dapat melangsungkan pembangunan karena membayar pajak merupakan salah satu
kewajiban dari seorang warga Negara dan warga Negara yang baik selalu taat
terhadap kewajibannya.
Indonesia merupakan Negara yang sedang membangun dan pembangunan
membutuhkan dana yang tidak sedikit. Pembangunan terus berjalan mengakibatkan
pengeluaran pemerintah dari tahun ke tahun semakin besar. Hal ini mendorong
pemerintah untuk terus meningkatkan pendapatan terutama dalam bidang pajak. Ada
beberapa langkah yang diambil oleh pemerintah agar pendapatan pajak dari tahun ke
tahun terus meningkat yaitu dengan sosialisasi pajak. Pajak perlu disosialisasikan

Perpustakaan Unika

agar semakin dekat dengan masyarakat sehingga dapat menimbulkan kesadaran yang
lebih tinggi lagi dari masyarakat untuk membayar pajak. Selain itu masyarakat
menjadi tahu kegunaan dan manfaat membayar pajak. Pajak merupakan sumber
penerimaan yang terbesar bagi Negara Indonesia.
Berdasarkan Undang Undang Nomor 7 Tahun 1983 tentang pajak
penghasilan sebagaimana telah diubah menjadi Undang Undang Nomor 17 Tahun
2000, yang mengatur pajak penghasilan dalam tahun berjalan. Dalam ketentuan
disebutkan bahwa pajak yang di perkirakan akan terutang didalam satu tahun pajak
dan dilunasi oleh Wajib Pajak dalam tahun pajak berjalan.
Masyarakat sebagai Wajib Pajak mempunyai beberapa kewajiban perpajakan
yang harus dipenuhi diantaranya adalah pemenuhan kewajiban PPh Pasal 21. Fokus
utama PPh Pasal 21 adalah PPh yang dikenakan terhadap penghasilan yang diterima
pegawai yang bekerja pada suatu pemberi kerja (baik karyawan tetap maupun
karyawan tidak tetap). Selama satu periode atau tahun pajak memiliki kewajiban
untuk memotong, menyetor dan melaporkan PPh

Pasal 21.

Kenaikan penerimaan pajak dari tahun ke tahun tercapai karena meningkatnya


kepatuhan Wajib Pajak dalam mengisi Surat Pemberitahuan (SPT) artinya tingkat
kesadaran Wajib Pajak sudah meningkat, disamping faktor lain yaitu akibat dari
modernisme kantor pelayanan pajak dan bertambahnya jumlah Wajib Pajak yang ada.
Pemungutan pajak penghasilan di lakukan oleh pihak yang telah ditunjuk oleh
pemerintah terhadap penerimaan penghasilan berdasarkan ketentuan perpajakan yang
berlaku. Pihak yang ditunjuk berkewajiban untuk menghitung, memungut atau

Perpustakaan Unika

memotong, menyetor dan melaporkan pajak yang dipungut atau dipotong sesuai
dengan ketentuan peraturan perpajakan.
Namun tidak semua penghasilan dari seorang pemberi kerja dan dari usaha,
yang merupakan penambahan atau pengurangan penghasilan. Hal inilah yang
menjadi latar belakang penulis untuk melakukan penelitian dan wawancara, yang
disusun dalam kertas karya yang berjudul Perhitungan

Pajak Penghasilan

Dokter Praktek Di Kota Semarang .


1.2 Perumusan Masalah
Beberapa pokok permasalahan yang dirumuskan dalam penelitian adalah
sebagai berikut :
1. Bagaimana perhitungan PPh untuk penghasilan dokter dengan norma penghasilan
neto?
2. Bagaimana perhitungan PPh Pasal 21 untuk penghasilan dokter?
1.3 Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian adalah sebagai berikut :
1. Untuk mengetahui perhitungan PPh untuk penghasilan dokter dengan norma
penghasilan neto.
2. Untuk mengetahui perhitungan PPh Pasal 21 penghasilan dokter.
1.4 Manfaat Penelitiana
a. Bagi Penulis

Perpustakaan Unika

Untuk menambah wawasan dan pengetahuan dalam bidang perpajakan khususnya


mengenai pengenaan PPh bagi dokter.
b. Bagi Dokter
Sebagai masukan dan memberikan informasi yang berkaitan dengan pemotong
dengan menggunakan norma penghasilan dan pemotongan PPh Pasal 21 sebagai
kredit pajak.
c. Bagi Pembaca
Sebagai bahan referansi dan tambahan informasi bagi pembaca dan semua pihak
yang berkepentingan dan mempunyai kewajiban dalam membayar pajak
khususnya yang menggunakan norma penghasilan neto.
d. Bagi KPP
Seraca langsung penulis telah ikut membantu petugas kantor pelayanan pajak
yaitu dengan memberikan informasi mengenai bagaimana cara perhitungan norma
penghasilan dokter.
1.5 Sistematika Penulisan
Untuk memudahkan dalam memahami isi Kertas Karya ini penulis
menyajikan sistematika sebagai berikut :
Bab I : PENDAHULUAN
Bab ini menguraikan latar belakang masalah, rumusan masalah, batasan
masalah, tujuan penelitian, manfaat penulisan dan sistematika penulisan.
Bab II : LANDASAN TEORI

Perpustakaan Unika

Bab ini mengemukakan teoti-teori yang berhubungan dengan penelitian,


teori ini akan digunakan sebagai landasan atau pedoman dalam pembahasan
yang akan dikemukakan.
Bab III : GAMBARAN UMUM
Bab ini menguraikan tentang gambaran umum yang digunakan dengan
menjelaskan secara singkat mengenai pemilihan lokasi, salah satu dokter di
kota Semarang, data yang dikumpulkan.
Bab IV : HASIL DAN PEMBAHASAN
Dalam bab ini menguraikan tentang pembahasan masalah dan hasil
penelitian.
Bab V : PENUTUP
Dalam bab ini berisi tentang kesimpulan dan saran berdasarkan hasil
penelitian mengenai pajak penghasilan dokter di kota Semarang.

Perpustakaan Unika

BAB II
LANDASAN TEORI

2.1 Pengertian Pajak


Pajak adalah iuran rakyat kepada kas Negara berdasarkan undang-undang
(yang dapat dipaksakan) dengan tiada mendapat timbal (kontraprestasi) yang
langsung dapat ditunjukkan dan yang digunakan untuk membayar pengeluaran umum
(Mardiasmo, 2001, hal 1).
Sehingga dapat dirinci bahwa unsur-unsur yang melekat pada pengertian
pajak yaitu :
1. Iuran dari rakyat kepada Negara
Yang berhak memungut pajak hanyalah Negara. Iuran tersebut berupa uang
(bukan barang).
2. Berdasarkan Undang - Undang

Perpustakaan Unika

Pajak dipungut berdasarkan atau dengan kekuatan undang-undang serta aturan


pelaksanaanya.
3. Tanpa jasa timbal atau kontraprestasi dari Negara yang secara langsung dapat
ditunjuk. Dalam pembayaran pajak tidak dapat ditunjukan adanya kontraprestasi
individual oleh pemerintah.
4. Digunakan untuk membiayai rumah tangga Negara, yakni pengeluaranpengeluaran yang bermanfaat bagi masyarakat luas.
2.2 Fungsi Pajak
Fungsi Pajak menurut (Mardiasmo, 2001, hal 2) :
1. Fungsi Budgetair
Pajak sebagai sumber dana bagi pemerintah untuk membiayai pengeluaran pengeluarannya.
2. Fungsi Mengatur
Pajak sebagai alat untuk mengatur atau melaksanakan kebijaksanaan pemerintah
dalam bidang sosial dan ekonomi.
2.3 Jenis Jenis Pajak
Pembagian pajak menurut golongan, sifat, dan lembaga pemungutannya
(Waluyo & IIyas, 2003, hal 13-14) :
1. Menurut golongannya dibagi menjadi 2, yaitu :
a. Pajak Langsung, yaitu pajak yang harus dipikul sendiri oleh Wajib Pajak dan
tidak dapat dibebankan atau dilimpahkan kepada orang lain.

Perpustakaan Unika

Contoh: Pajak Penghasilan.


b. Pajak tidak langsung, yaitu pajak yang pada akhirnya dapat dibebankan atau
dilimpahkan kepada orang lain.
Contoh: Pajak Pertambahan Nilai.
2. Menurut sifatnya dibagi menjadi 2, yaitu :
a. Pajak Subjektif, yaitu pajak yang berpangkal atau berdasarkan pada subjeknya,
dalam arti memperhatikan keadaan diri Wajib Pajak.
Contoh: Pajak Pertambahan Nilai.
b. Pajak Obyektif, yaitu pajak yang berpangkal pada objeknya, tanpa
memperhatikan keadaan diri Wajib Pajak.
Contoh: Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah.
3. Menurut lembaga pemungutannya dibagi menjadi 2, yaitu :
a. Pajak Pusat, yaitu pajak yang dipungut oleh pemerintahan pusat dan digunakan
untuk membiayai rumah tangga Negara.
Contoh: Pajak Penghasilan, Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas
Barang Mewah, Pajak Bumi dan Bangunan, dan Bea Materai.
b. Pajak Daerah, yaitu pajak yang dipungut oleh Pemerintah Daerah dan
digunakan untuk rumah tangga daerah.
Contoh: Pajak Reklame, Pajak Hiburan.
2.4 Pajak Penghasilan
Penghasilan adalah setiap tambahan kemampuan ekonomis yang diterima atau
diperoleh Wajib Pajak, baik yang berasal dari Indonesia maupun dari luar Indonesia,
yang dapat dipakai untuk konsumsi atau menambah kekayaan Wajib Pajak yang

Perpustakaan Unika

bersangkutan dengan nama dan bentuk apapun. Pajak yang dikenakan terhadap orang
atau badan yang menerima atau memperoleh penghasilan dalam tahun pajak,
termasuk penghasilan laba, dari pekerjaan bebas (dokter praktek) dan pekerjaan
(dokter yang berkerja dirumah sakit). Dalam menghitung PPh khusus orang pribadi
(termasuk dokter) dapat menggunakan pembukuan atau memilih menggunakan
pencatatan / norma penghasilan neto.

2.5 Teori - Teori Yang Mendukung Pemungutan Pajak


Ada beberapa teori yang menjelaskan tentang hak suatu Negara untuk
memungut pajak (Mardiasmo, 2001, hal 3) yaitu :
a. Teori Asuransi
Dalam perjanjian asuransi diperlukan pembayaran premi. Premi yang
dimaksudkan sebagai pembayaran atas usaha melindungi orang dari segala
kepentinganya, misalnya keselamatan atau keamanan harta bendanya. Teori ini
menyamakan pembayaran premi dengan pembayaran pajak.
b. Teori Kepentingan
Pembebanan harus didasarkan pada kepentingan setiap orang pada tugas
pemerintah termasuk perlindungan jiwa dan hartannya. Oleh karena itu,
pengeluaran Negara untuk melindunginya dibebankan pada masyarakat.
c. Teori Daya Pikul

Perpustakaan Unika

Teori ini mengandung maksud bahwa dasar keadilan pemungutan pajak


terletak dalam jasajasa yang diberikan oleh Negara kepada masyarakat berupa
perlindungan jiwa dan harta bendanya.
d. Teori Bakti
Teori bakti ini disebut juga teori kewajiban pajak mutlak. Teori ini
berdasarkan pada Negara mempunyai hak mutlak untuk memungut pajak.
Masyarakat menyadari bahwa pembayaran pajak sebagai suatu kewajiban untuk
membuktikan tanda baktinya terhadap Negara. Dengan demikian dasar hukum
pajak terletak pada hubungan masyarakat dengan Negara.
e. Teori Asas Daya Beli
Dalam teori ini mendasarkan bahwa penyelenggaraan kepentingan
masyarakat yang dianggap sebagai dasar keadilan pemungutan pajak yang bukan
kepentingan individu atau Negara, sehingga lebih menitik beratkan pada fungsi
mengatur.
2.6 Subyek Pajak Penghasilan Pasal 21
Yang dimaksud dengan subyek pajak penghasilan menurut pasal 2 Undang Undang Pajak Penghasilan salah satunya adalah orang pribadi (dokter). Tentu yang
dimaksud sebagai orang pribadi (dokter) adalah setiap diri individu. Pada prinsipnya
orang pribadi (dokter) yang menjadi subjek pajak dalam negeri adalah orang pribadi
(dokter) yang bertempat tinggal atau berada di Indonesia. Keberadaan orang pribadi
(dokter) di Indonesia lebih dari 183 hari dalam jangka waktu 12 bulan sejak
kedatangannya di Indonesia. Dalam hal ini prinsip pajak netral, artinya kewajiban
pajak subyektifnya tetap dimulai pada saat ia dilahirkan atau berniat untuk bertempat

Perpustakaan Unika

tinggal di Indonesia dan berakhir pada saat meninggal dunia / meninggalkan


Indonesia untuk selama-lamanya.
2.7 Obyek Pajak Penghasilan Pasal 21
Menurut Pasal 4 ayat 1 UU No. 17 tahun 2000, yang dimaksud dengan obyek
Pajak Penghasilan Pasal 21 adalah penghasilan.
2.7.1 Jenis-jenis Penghasilan
Penghasilan dapat dikelompokkan menjadi beberapa jenis yaitu :
a. Penghasilan yang berasal dari pekerjaan baik yang berasal dari seorang
pemberi kerja maupun melakukan pekerjaan bebas, seperti penghasilan dari
seorang dokter.
b. Penghasilan dari usaha dan kegiatan yang meliputi :
- Jasa
- Dagang
- Industri
- Lainnya, seperti, pertanian, perkebunan.
c. Penghasilan dari modal, baik penghasilan dari modal berupa harta gerak,
seperti deviden, royalty, bunga maupun penghasilan dari modal berupa harta
tidak bergerak sewa rumah dan lain sebagainya.
d. Penghasilan lain-lain, seperti hadiah undian dan lain sebagainya.
2.7.2 Pengecualian Obyek Pajak
Menurut Pasal 4 ayat 3 UU Pajak Penghasilan yang dikecualikan dari
obyek pajak yaitu :
a. Bantuan dan sumbangan.

Perpustakaan Unika

b. Harta hibahan yang diterima oleh keluarga sedarah dan garis keturunan lurus
satu derajat dan oleh keagamaan atau badan pendidikan / badan sosial /
perusahaan kecil, termasuk koperasi yang ditetapkan Menteri Keuangan
sepanjang tidak ada hubungan usaha pekerjaan, kepemilikan / penguasan
antara pihak-pihak yang bersangkutan.
c. Warisan.
d. Penggantian atau imbalan sehubungan dengan pekerjaan atau jasa dalam
bentuk natura atau kenikmatan di Wajib Pajak atau pemerintah.
e. Pembayaran dari perusahaan kepada orang pribadi sehubungan dengan
asuransi.
2.8 Dokter Sebagai Wajib Pajak
Yang dimaksud dengan Wajib Pajak adalah subyek pajak yang telah
memenuhi kewajiban pajak subjektifnya dan objektifnya sekaligus dengan demikian
disebut sebagai Wajib Pajak. Kewajiban karyawan sebagai Wajib Pajak :
a. Untuk keperluan administrasi perpajakan, maka ia harus memiliki Nomor Pokok
Wajib Pajak (NPWP).
b. Karyawan berkewajiban menyerahkan surat pernyataan tertulis mengenai
penghasilan tidak kena pajaknya yang akan berpengaruh pada pajak terutang
dalam satu tahun.
c. Karyawan yang memiliki NPWP berkewajiban mengisi dan melaporkan Surat
Pemberitahuan (SPT) tahunan.
2.9 Jumlah Tanggungan Keluarga Untuk Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP)

Perpustakaan Unika

Sesuai Peraturan Menteri Keuangan No. 564/KMK03/2004 Tanggal 29


November 2004 tentang Penyesuaian Besarnya PTKP memuat besarnya perubahan
PTKP seperti berikut ini: dalam pasal 7 ayat (3) Undang undang Nomor 7 Tahun
1983 tentang Pajak Penghasilan sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir
dengan Undang undang Nomor 17 Tahun 2000 diubah menjadi sebagai berikut
(Waluyo, 2007, hal 76) :
a. Rp. 12.000.000,00 (dua belas juta rupiah) untuk diri Wajib Pajak;
b. Rp. 1.200.000,00 (satu juta dua ratus ribu rupiah) tambahan untuk Wajib Pajak
yang kawin;
c. Rp. 12.000.000,00 (dua belas juta rupiah) tambahan untuk seorang istri yang
penghasilannya digabung dengan penghasilan suami;
d.

Rp. 1.200.000,00 (satu juta


dua ratus ribu rupiah) tambahan untuk setiap anggota keluarga sedarah dan
keluarga semenda dalam garis keturunan lurus serta anak angkat yang menjadi
tanggungan sepenuhnya paling banyak 3 (tiga) orang untuk setiap keluarga.
Dengan dasar pertimbangan perkembangan di bidang ekonomi dan moneter

serta perkembangan harga kebutuhan pokok yang semakin meningkat perlu


dilakukan penyesuaian. Sesuai Peraturan Menteri Keuangan No. 137/PMK.03/2005
Tanggal 30 Desember 2005 tentang Penyesuaian Besarnya Penghasilan Tidak Kena
Pajak yang diatur sebagai berikut:
a.

Rp.

13.200.000,00

belas juta dua ratus ribu rupiah) untuk diri Wajib Pajak Orang Pribadi;

(tiga

Perpustakaan Unika

b. Rp. 1.200.000,00 (satu juta dua ratus ribu rupiah) tambahan untuk Wajib Pajak
kawin;
c. Rp. 13.200.000,00 (tiga belas juta dua ratus ribu rupiah) tambahan untuk seorang
istri yang penghasilannya digabung dengan penghasilan suami;
d. Rp. 1.200.000,00 (satu juta dua ratus ribu rupiah) tambahan untuk setiap anggota
keluarga sedarah dan keluarga semenda dalam garis keturunan lurus serta anak
angkat, yang menjadi tanggungan sepenuhnya, paling banyak 3 (tiga) orang untuk
setiap keluarga.
Peraturan Menteri Keuangan yang lama No. 564/KMK.03/2004 tentang
Penyesuaian Besarnya Penghasilan Tidak Kena Pajak dinyatakan tidak berlaku lagi.
Peraturan Menteri Keuangan yang baru ini diberlakukan atau mulai berlaku pada
tanggal 1 Januari 2006 sehingga berlaku sejak tahun Pajak 2006.
Perhitungan penghasilan tidak kena pajak yang berlaku sejak tahun pajak
2006 secara lengkap dapat dilihat dalam daftar di bawah ini:
Perbulan

Pertahun

TK/0

Rp. 1.100.000,00

Rp. 13.200.000,00

TK/1

Rp. 1.200.000,00

Rp. 14.400.000,00

TK/2

Rp. 1.300.000,00

Rp. 15.600.000,00

TK/3

Rp. 1.400.000,00

Rp. 16.800.000,00

K/0

Rp. 1.200.000,00

Rp. 14.400.000,00

K/1

Rp. 1.300.000,00

Rp. 15.600.000,00

K/2

Rp. 1.400.000,00

Rp. 16.800.000,00

Perpustakaan Unika

K/3

Rp. 1.500.000,00

Rp. 18.000.000,00

2.10Tarif Pajak Penghasilan


Berdasarkan ketentuan Pasal 17 ayat (1) Undang - Undang Pajak Penghasilan,
besarnya tarif Pajak Penghasilan yang diterapkan atas Penghasilan Kena Pajak bagi
Wajib Pajak Dalam Negeri dan Wajib Pajak Luar Negeri yang menjalankan usaha
atau melakukan kegiatan di Indonesia melalui suatu bentuk usaha tetap di Indonesia,
sebagai berikut (Waluyo & Ilyas, 2003, hal 75) :
a. Untuk Wajib Pajak Orang Pribadi dalam Negeri:
Lapisan Penghasilan Kena Pajak

Tarif

sampai dengan Rp. 25.000.000

5%

di atas Rp. 25.000.000 s/d Rp. 50.000.000

10%

di atas Rp. 50.000.000 s/d Rp. 100.000.000

15%

di atas Rp. 100.000.000 s/d Rp. 200.000.000

25%

di atas Rp. 200.000.000

35%

b. Untuk Wajib Pajak Badan dalam Negeri dan BUT:


Lapisan Penghasilan Kena Pajak

Tarif

sampai dengan Rp. 50.000.000,00

10%

di atas Rp. 50.000.000,00 s/d Rp. 100.000.000,00

15%

di atas Rp. 100.000.000,00

30%

Perpustakaan Unika

2.11 Tata Cara Perhitungan Pajak Penghasilan Dokter Dengan Menggunakan


Norma Penghasilan Neto
Menurut PPh Pasal 28 KUP ayat 1 dan 2 yaitu :
1. Wajib Pajak orang pribadi yang melakukan kegiatan usaha atau pekerjaan bebas
dan Wajib Pajak badan di Indonesia, wajib menyelenggarakan pembukuan.
2. Wajib Pajak yang dikecualikan dari kewajiban menyelenggarakan pembukuan
sebagaimana dimaksud pada ayat (1), tetapi wajib melakukan pencatatan, adalah
Wajib Pajak orang pribadi yang melakukan kegiatan usaha atau pekerjaan bebas
yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan perpajakan
diperbolehkan menghitung penghasilan neto dengan menggunakan Norma
Penghitungan Penghasilan Neto dan Wajib Pajak orang pribadi yang tidak
melakukan kegiatan usaha atau pekerjaan bebas.
Menurut Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-536/PJ/2000
tanggal 29 Desember 2000 tentang penghitungan penghasilan neto bagi Wajib
Pajak yang dapat menghitung penghasilan neto dengan menggunakan norma
penghasilan, sebagaimana telah diatur dalam PPh Pasal 14 ayat 2 Undang Undang
Nomor 7 Tahun 1983 yaitu Wajib Pajak orang pribadi yang peredaran brutonya
dalam 1 tahun kurang dari Rp. 600.000.000,00 (enam ratus juta rupiah), boleh
menghitung

penghasilan

neto

dengan

menggunakan

Norma

Perhitungan

Penghasilan Neto, dengan syarat memberitahukan kepada Direktur Jenderal Pajak


dalam jangka waktu 3 (tiga) bulan pertama dari tahun pajak yang bersangkutan.

Perpustakaan Unika

Aturan tersebut telah beberapa kali diperbaruhi, terakhir dengan Undang


Undang Nomor 17 Tahun 2000 dengan dikeluarkannya Peraturan Menteri
Keuangan nomor 1/PMK.03/2007 dan berlaku mulai tanggal 1 Januari 2008 yaitu
omset 1 tahun dibawah Rp. 1.800.000.000,00 (satu miliar delapan ratus juta rupiah)
masih dapat menggunakan norma pencatatan.

Daftar persentase norma perhitungan untuk peredaran usaha penerimaan bruto


pekerjaan bebas kurang dari Rp. 600.000.000,00 sebagai berikut:
WAJI PAJAK PERSEORANGAN
NO

KODE

JENIS USAHA

URUT

10 IBU

KOTA

DAERAH

KOTA

PROP

LAINNYA

PROP

LAINNYA

90000

JASA KEMASYARAKATAN DAN SOSIAL

151

92000

Jasa pendidikan

30

27.5

25

152

93210

Jasa kesehatan

30

27.5

25

153

93213

Dokter

45

42.5

40

154

93214

Pekerjaan

28

27

22.5

20

bebas 29

bidang medis
155

93215

Pekerjaan
bidang

bebas 25
farmasi

Perpustakaan Unika

dan kimia
156

93220

Dokter hewan

157

93230

Jasa

25

kesehatan 40

22.5

20

37

35

30

29

dan sejenisnya
158

94000

Jasa sosial dan 30


kemasyarakatan

( Sumber : Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-536/PJ/2000 )

Keterangan :
Sepuluh ibukota propinsi meliputi :
1.

Medan,

6. Surabaya,

2.

Palembang,

3.

Jakarta,

8. Menado,

4.

Bandung,

9. Makassar, dan

5.

Semarang,

10. Pontianak.

7. Denpasar,

Wajib pajak orang pribadi yang menggunakan Norma Perhitungan


Penghasilan Neto tersebut wajib menyelenggarakan pencatatan tentang peredaran
brutonya sebagaimana diatur dalam Undangundang tentang Ketentuan Umum dan
Tata Cara Perpajakan. Pencatatan tersebut dimaksudkan untuk memudahkan
penerapan norma dalam menghitung penghasilan neto dan sebagai alat pembuktian
nanti kalau ada masalah sengketa pajak.

Perpustakaan Unika

BAB III
GAMBARAN UMUM

3.1 Lokasi Penelitian


Peneliti melakukan penelitian tentang Perhitungan Norma Penghasilan Dokter
Praktek Diluar Jam Kerja Di Kota Semarang, dimana penulis mengangkat obyek
tersebut sebagai bahan Tugas Akhir. Penulis mendapat izin dari dr. Y, Sp.S untuk
melakukan penelitian yang berkaitan tentang perhitungan norma penghasilan dokter
praktek diluar jam kerja. Penelitian tersebut dilakukan ditempat tinggal dr. Y, Sp.S Jl.
Kedondong Dalam No. 565 Semarang.
3.2 Sejarah Dokter

Perpustakaan Unika

dr. Y, Sp.S lahir pada tanggal 3 November 1966 di Jepara. Kedua orang tua dr.
Y, Sp.S bekerja sebagai guru Sekolah Dasar.
Pendidikan Formal yang ditempuh :

Tahun 1970 1972 Taman Kanak kanak.


di tempuh selama 2 tahun.

Tahun 1972 1978 Sekolah Dasar.


di tempuh selama 6 tahun.

Tahun 1978 1981 Sekolah Menengah Pertama.


di tempuh selama 3 tahun.

Tahun 1981 1984 Sekolah Menengah Atas.


di tempuh selama 3 tahun.

Tahun 1984 1989 Sarjana Kedokteran.


di tempuh selama 4 tahun 8 bulan.

Tahun 1989 1991 Profesi Dokter.


di tempuh selama 1 tahun 4 bulan.

Tahun 1994 1999 Spesialis Syaraf.


di tempuh selama 3 tahun 4 bulan.

Tempat bekerja :

Tahun 1991 - sampai sekarang.


Bekerja disebuah rumah sakit di Kota Semarang.

Tahun 1992 2005.


Menjadi dosen disebuah Sekolah Tinggi Kesehatan di Kota Semarang.

Perpustakaan Unika

Tahun 1998 sampai sekarang.


Membuka praktek di Jl. Durian Dalam No. 58 Semarang. dr. Y, Sp.S
membuka praktek setiap hari Senin sampai hari Jumat dari pukul 18.00
sampai pukul 22.00 WIB.

3.3 Metode Penelitian


3.3.1 Jenis Data
Jenis data yang dikumpulkan adalah :

a. Data Primer
Data primer adalah data yang diperoleh secara langsung dari objek
yang diteliti. Gambaran umum data penghasilan dr. Y, Sp.S selama tahun
2006 yang menggunakan norma perhitungan neto.
b. Data Sekunder
Data sekunder adalah data yang diperoleh secara tidak langsung,
artinya sumbersumber yang tidak secara langsung namun data tersebut
dapat memberikan penjelasan tentang data primer, seperti misalnya hasil
sumber kepustakaan dari bukubuku Pajak Penghasilan, Peraturan Menteri
Keuangan Republik Indonesia dan literatur lainnya untuk menunjang dalam
Pembuatan Tugas Akhir penulis.
3.3.2 Metode Pengumpulan Data

Perpustakaan Unika

Di dalam penyusunan Laporan Kertas Karya ini, data yang penulis


dapat merupakan gabungan antara data primer dan data sekunder, dimana
penulis memperoleh data melalui :
Wawancara
Wawancara merupakan metode pengumpulan data dengan cara
mengadakan tanya jawab langsung kepada objek yang terkait dalam hal ini
adalah dr. Y, Sp.S

3.3.3 Teknik Analisis Data


Teknik Deskriptik Kuantitatif
Yaitu teknik analisis yang menggambarkan serta menganalisis data
dengan menggunakan perhitungan angkaangka teknik ini digunakan untuk
menghitung besarnya pajak yang terutang dalam suatu periode.

Perpustakaan Unika

BAB IV
PEMBAHASAN
4.1 Perhitungan PPh Untuk Penghasilan Dokter Dengan Norma Penghasilan Neto
Menurut PPh Pasal 28 KUP ayat 1 dan 2 yaitu :
1. Wajib Pajak orang pribadi yang melakukan kegiatan usaha atau pekerjaan
bebas dan Wajib Pajak badan di Indonesia, wajib menyelenggarakan
pembukuan.
2. Wajib

Pajak

yang

dikecualikan

dari

kewajiban

menyelenggarakan

pembukuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), tetapi wajib melakukan


pencatatan, adalah Wajib Pajak orang pribadi yang melakukan kegiatan

Perpustakaan Unika

usaha atau pekerjaan bebas yang sesuai dengan ketentuan peraturan


perundangundangan perpajakan diperbolehkan menghitung penghasilan
neto dengan menggunakan Norma Penghitungan Penghasilan Neto dan
Wajib Pajak orang pribadi yang tidak melakukan kegiatan usaha atau
pekerjaan bebas.
Untuk memberikan kemudahan dalam menghitung besarnya penghasilan
neto Wajib Pajak yang menjalankan usaha atau pekerjaan bebas dengan peredaran
bruto tertentu, Direktur Jenderal Pajak menerbitkan norma perhitungan. Dalam
Pasal 14 ayat (1) Undang Undang Nomor 7 Tahun 1983 dijelaskan bahwa norma
penghitungan adalah pedoman untuk menentukan besarnya penghasilan neto yang
diterbitkan oleh Direktur Jenderal Pajak. Penggunaan norma perhitungan tersebut
pada dasarnya dilakukan dalam halhal:
a. Tidak terdapat dasar perhitungan yang lebih baik, yaitu pembukuan yang
lengkap atau
b. Pembukuan atau catatan peredaran bruto Wajib Pajak ternyata diselesaikan
secara tidak benar.
4.1.1 Manfaat Norma Perhitungan
Norma perhitungan akan sangat membantu Wajib Pajak yang belum
mampu menyelenggarakan pembukuan untuk menghitung penghasilan neto.
Norma Perhitungan Penghasilan Neto (penghasilan usaha) hanya boleh
digunakan oleh Wajib Pajak orang pribadi yang menjalankan usaha dan
pekerjaan

bebas

dengan

peredaran

brutonya

setahun

kurang

dari

Perpustakaan Unika

Rp.

1.800.000.000,00

menurut

Peraturan

Menteri

Keuangan

nomor

1/PMK.03/2007 yang berlaku mulai tanggal 1 Januari 2008.


Untuk dapat menggunakan Norma Penghitungan Penghasilan Neto
tersebut Wajib Pajak orang pribadi harus memberitahukan kepada Direktur
Jenderal Pajak dalam jangka waktu 3 (tiga) bulan pertama dari tahun pajak
yang bersangkutan. Wajib Pajak orang pribadi yang menggunakan Norma
Penghitungan Penghasilan Neto tersebut wajib menyelenggarakan pencatatan
tentang peredaran brutonya sebagaimana diatur dalam Undang Undang
tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan. Pencatatan tersebut
dimaksudkan untuk memudahkan penerapan norma dalam menghitung
penghasilan neto dan sebagai alat pembuktian nanti kalau ada masalah sengketa
pajak.
Wajib Pajak orang pribadi yang bermaksud menggunakan Norma
Penghitungan Penghasilan Neto tetapi tidak memberitahukannya kapada
Direktur Jenderal Pajak dalam jangka waktu yang ditentukan dianggap
memilih menyelenggarakan pembukuan.
4.2 Cara Menghitung Menentukan Besarnya Penghasilan Neto Dalam Satu Tahun
4.2.1 Hasil Penelitian
dr. Y, Sp.S menikah mempunyai 2 orang anak istrinya tidak bekerja, dr.
Y, Sp.S membuka praktek di Jl. Durian Dalam No. 58 Semarang dengan
omset pada tahun 2006 sebesar Rp. 48.000.000,00.
Berikut rincian peredaran usaha dr. Y, Sp.S pada tahun 2006 :

Perpustakaan Unika

No.

Bulan

Peredaran Bruto

1.

Januari

Rp. 3.000.000,00

2.

Februari

Rp. 4.000.000,00

3.

Maret

Rp. 4.000.000,00

4.

April

Rp. 4.000.000,00

5.

Mei

Rp. 4.000.000,00

6.

Juni

Rp. 5.000.000,00

7.

Juli

Rp. 3.000.000,00

8.

Agustus

Rp. 4.000.000,00

9.

September

Rp. 5.000.000,00

10.

Oktober

Rp. 3.000.000,00

11.

Nopember

Rp. 4.000.000,00

12.

Desember

Rp. 5.000.000,00

Jumlah

Rp. 48.000.000,00

( Sumber : dr. Y, Sp.S )


4.2.2 Perhitungan Pajak dengan Norma
Perhitungan pajak atas penghasilan dokter dengan menggunakan norma.
Menurut Peraturan Menteri Keuangan Nomor 1/PMK.03/2007 dan berlaku
mulai tanggal 1 Januari 2008 yaitu omset 1 tahun dibawah Rp.
1.800.000.000,00 ( satu miliar delapan ratus juta rupiah ) masih dapat
menggunakan norma pencatatan.
Untuk menghitung pajak dengan norma yang perlu diperhatikan yaitu :

Perpustakaan Unika

1. Jenis usaha

: Dokter Praktek

2. Tempat usaha : Jl. Durian Dalam No. 58 Semarang


3. Omset usaha

: Rp. 48.000.000,00

4. Tanggungan

: K/2

Perhitungan :
Omset untuk tahun 2006

= Rp. 48.000.000,00

Perhitungan neto 45% x Rp. 48.000.000,00 = Rp. 21.600.000,00


Tanggugan K / 2

= Rp. 16.800.000,00= Rp. 4.800.000,00

Tarif : 5% x Rp. 4.800.000,00 = Rp. 240.000,00


Pajak yang harus dibayar dr. Y, Sp.S pada tahun 2006 sebesar Rp. 240.000,00
4.3

Perhitungan PPh Pasal 21 Untuk


Penghasilan Dokter
Penghasilan adalah setiap tambahan kemampuan ekonomis yang diterima atau
diperoleh Wajib Pajak, baik berasal dari Indonesia maupun dari luar Indonesia, yang
dapat dipakai untuk konsumsi atau menambah kekayaan Wajib Pajak. Pajak
penghasilan merupakan pajak langsung yaitu pajak yang harus dipikul sendiri oleh
Wajib Pajak dan tidak dapat dibebankan atau dilimpahkan kepada orang lain.
Masyarakat menyadari bahwa pembayaran pajak sebagai suatu kewajiban
untuk membuktikan tanda baktinya terhadap Negara. Fungsi pajak adalah mengatur
yaitu bahwa pajak sebagai alat untuk mengatur melaksanakan kebijaksanaan

Perpustakaan Unika

pemerintah dalam bidang sosial dan ekonomi. Orang pribadi (dokter) merupakan
subyek pajak penghasilan menurut Pasal 2 Undang Undang Pajak Penghasilan.
4.4

Cara Menghitung PPh Pasal 21


Untuk Penghasilan Dokter
Berikut ini langkah langkah menghitung PPh Pasal 21 :
Langkah 1 : Untuk menetukan besarnya penghasilan bruto dalam satu tahun, gaji 1
bulan dikali 12 bulan. Jika ada premi asuransi kecelakaan kerja dan
kematian 1 bulan dikali 12 bulan.
Langkah 2 : Setelah diketahui penghasilan bruto 1 tahun dikurangi dengan :
a.

Biaya Jabatan
Besarnya biaya jabatan dibatasi oleh Keputusan Menteri Keuangan
sebagai berikut pilih mana yang paling kecil antara 5% dari
penghasilan teratur ditambah 5% dari penghasilan tidak teratur atau
maksimum Rp. 1.296.000,00 pertahun untuk menghitung PPh
Tahunan Pasal 21.

Ini sama dengan maksimum Rp. 108.000,00

perbulan.
b.

Iuran Pensiun atau THT / JHT


Iuran Pensiun besarnya ditetapkan dengan Keputusan Menteri
Keuangan. Besarnya Iuran Pensiun atau THT / JHT yang harus
dibayar karyawan yaitu Iuran Pensiun atau THT / JHT 1 bulan dikali
12 bulan untuk 1 tahun.

Perpustakaan Unika

Langkah 3 : Setelah penghasilan neto 1 tahun diketahui selanjutnya mencari


penghasilan kena pajak setahun yaitu penghasilan neto setahun
dikurang PTKP. Besarnya PTKP dalam 1 tahun yaitu :
Wajib Pajak sendiri

Rp. 13.200.000,00

Wajib Pajak kawin

Rp. 1.200.000,00

Penghasilan istri digabung dengan suami

Rp. 13.200.000,00

Tanggungan anak maksimum 3 orang

Rp. 1.200.000,00

Langkah 4 : Untuk mengetahui besarnya PPh Pasal 21 dalam setahun penghasilan


kena pajak setahun dikali tarif pajak penghasilan yaitu sebagai
berikut :
sampai dengan Rp. 25.000.000

5%

di atas Rp. 25.000.000 s/d Rp. 50.000.000

10%

di atas Rp. 50.000.000 s/d Rp. 100.000.000

15%

di atas Rp. 100.000.000 s/d Rp. 200.000.000

25%

di atas Rp. 200.000.000

35%

Berikut ini perhitungan PPh pasal 21 untuk penghasilan dokter


Penghasilan Bruto :
Gaji

12 bln x Rp. 3.500.000,00

= Rp. 42.000.000,00

Premi Asuransi Kec. Kerja 12 bln x Rp.

25.000,00

= Rp.

300.000,00

Premi Kecelakaan

20.000,00

= Rp.

240.000,00 +

12 bln x Rp.

Jumlah Penghasilan Bruto

Pengurang :

= Rp. 42.540.000,00

Perpustakaan Unika

1.

Biaya

Jabatan

5%

Rp.

42.540.000,00 = Rp. 2.127.000,00


( yang diperbolehkan / maksimal)

= Rp. 1.296.000,00

2.

Iuran
50.000,00 = Rp.

Pensiun

12

bln

Rp.

600.000,00 +
= Rp. 1.896.000,00

Penghasilan Neto 1 tahun

= Rp 40.644.000,00

PTKP : K/2
WP sendiri

= Rp. 13.200.000,00

WP kawin

= Rp. 1.200.000,00

Tanggungan 2 anak = Rp. 2.400.000,00 +


= Rp. 16.800.000,00
Penghasilan kena pajak setahun

= Rp. 23.844.000,00

PPh Pasal 21 terutang :


5% x Rp. 23.844.000,00 = Rp. 1.192.200,00

Pajak terutang bagi seorang pegawai negeri sipil di tanggung oleh pemerintah.
Total pajak terutang harus dibayar dr. Y, Sp.S pada tahun 2006 sebesar
Rp. 1.432.200,00

Perpustakaan Unika

BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan

Perpustakaan Unika

Dari uraian dan pembahasan tentang perhitungan norma penghasilan dokter


praktek diluar jam kerja pada bab sebelumnya maka dapat diambil kesimpulan
sebagai berikut :
Setiap Wajib Pajak orang pribadi yang menjalankan usaha atau pekerjaan
bebas dengan peredaran usaha diatas Rp. 1.800.000.000,00 dalam 1 tahun wajib
menyelenggarakan pembukuan dan apabila peredaran usaha dalam satu tahun kurang
dari Rp. 1.800.000.000,00 boleh menggunakan pembukuan atau dengan norma. Bagi
yang memiliki perhitungan pajak dengan norma maka memakai Keputusan Direktur
Jenderal Pajak Nomor KEP- 536/PJ/2000

tanggal 29 Desember 2000.

Hasil penelitian yang dilakukan oleh penulis pada Wajib Pajak dr. Y, Sp.S
menikah menpunyai dua ( 2 ) anak ( k/2 ) di Semarang untuk tahun pajak 2006
menggunakan norma dengan peredaran usaha Rp. 48.000.000,00 status k/2 pajak
terutang satu tahun sebesar Rp. 240.000,00.
Wajib Pajak orang pribadi yang bermaksud menggunakan norma perhitungan
penghasilan neto wajib memberitahukan kepada Direktur Jenderal Pajak dalam
jangka waktu 3 ( tiga ) bulan pertama dari tahun pajak yang bersangkutan.

5.2 Saran
a. Untuk Wajib Pajak

Perpustakaan Unika

Sebagai warga Negara Indonesia kita wajib membayar pajak. Berapapun


besarnya pajak terutang yang harus ditanggung wajib dibayar tepat pada waktu.
Diharapkan Wajib Pajak bersikap jujur dan terbuka dalam menghitung pajak
terutangnya sehingga penerimaan pajak semakin meningkat, memajukan, bangsa
dengan bersikap jujur dan terbuka dalam memenuhi kewajiban kita sebagai warga
Negara.
b. Untuk Pemerintah / Direktur Jenderal Pajak
1. Mengadakan penyuluan untuk Wajib Pajak guna meningkatkan kepatuhan
dalam membayar pajak.
2. Diadakan pemeriksaan bagi Wajib Pajak yang tidak melaksanakan kewajiban
pajaknya dengan benar, selain itu untuk menguji kepatuhan Wajib Pajak,
pemeriksaan juga di laksanakan untuk memperkecil kemungkinan penggelapan
pajak oleh Wajib Pajak.
c. Untuk Dokter
Dalam menghitung pajak terutang diharapan sejujur-jujur mungkin ( tidak
memberikan keterangn yang tidak benar ).

DAFTAR PUSTAKA
Gunadi, 2002. Ketentuan Perhitungan & Pelunasan Pajak Penghasilan, Jakarta :
Salemba Empat.

Perpustakaan Unika

Mardiasmo, 2003. Perpajakan .Yogyakarta : Andi.


Waluyo dkk, 2003. Perpajakan Indonesia. Jilid 1, Edisi Revisi, Jakarta : Salemba Empat.
Waluyo, 2007. Perpajakan Indonesia, Edisi 7, Jakarta : Salemba Empat.
_________,2000. Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP- 536/PJ/2000
tanggal 29 Desember 2000 tentang norma perhitungan penghasilan neto bagi
wajib pajak yang dapat menghitung penghasilan neto dengan menggunakan
norma perhitungan.
_________,2007. Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia
No :
01/PMK/03/2007 tanggal 16 Januari 2007 tentang penyesuaian besarnya
peredaran bruto bagi wajib pajak orang pribadi yang boleh menghitung
penghasilan neto dengan menggunakan norma perhitungan penghasilan neto.

LAMPIRAN

Perpustakaan Unika

Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor : KEP- 536/PJ/2000 Tanggal : 29 Desember


2000 tentang Daftar Persentase Norma Penghitungan Untuk Peredaran Usaha,
Penerimaan Bruto Pekerjaan Bebas Kurang Dari Rp. 600.000.000,00.

Kemudian dikeluarkan Peraturan Menteri Keuangan No : 01/PMK.03/2007 Tanggal 16


Januari 2007 tentang Penyesuaian Besarnya Peredaran Bruto Bagi Wajib Pajak Orang
Pribadi Yang Boleh Menghitung Penghasilan Neto Dengan Menggunakan Norma
Penghitungan Penghasilan Neto Sebesar Rp. 1.800.000.000,00

NO
URUT

KODE

JENIS USAHA

WAJI PAJAK PERSEORANGAN


10 IBU
KOTA
DAERAH
KOTA
PROP
LAINNYA
PROP LAINNYA

Perpustakaan Unika

10000

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

11000
12111
12113
12131
12132
12141
12161
12200

9.

13000

10.

14000

PERTANIAN,
PETERNAKAN,
KEHUTANAN,
PERBURUAN DAN
PERIKANAN
Pertanian tanaman pangan
Kelapa dan kelapa sawit
Kopi
Tembakau
Teh
Pertanian tanaman karet
Tebu
Pertanmian tanaman
lainnya
Meliputi
usaha pertanian atau
perkebunan dalam
penyiapan/pelaksanaan
penanaman,
pembibitan,
persemaian,
pemeliharaan dan
pemanenen hasil
tanaman.
Peternakan
Meliputi
usaha peternakan untuk
mengambil daging,
kulit, tulang, bulu,
telur, susu, madu, dan
kepompong/sarangnya
baik yang dilakukan
oleh perorangan
ataupun suatu badan
usaha.
Jasa pertanian dan
peternakan
Meliputi
usaha jasa di bidang
pertanian dan
peternakan, baik yang
dilakukan olah
perorangan,

15
11.5
11.5
11.5
11.5
11.5
11.5
11.5

15
11
11
11
11
11
11
11

15
10
10
10
10
10
10
10

11

10

25

25

24

WAJI PAJAK PERSEORANGAN

Perpustakaan Unika

NO
URUT

KODE

11.

15000

12.

16000

13.

17000

14.

18300

JENIS USAHA

usaha atas dasar balas


jasa atau kontrak.
Kehutanan dan
penebangan hutan
Meliputi
usaha penanaman,
pemeliharaan maupun
pemindahan jenis
tanaman/kayu
penebangan/pomotonga
n kayu pengumpulan
hasil hutan lainnya, dan
semua usaha yang
melayani kebutuhan
kehutanan yang
dilakukan atas dasar
balas jasa atau kontrak.
Perburuan/penangkapan
dan pembiakan binatang
liar
Meliputi
usaha
perburuan/penangkapa
n binatang liar dengan
jerat atau perangkap
dan pembiakan marga
satwa liar kecuali untuk
sekedar hoby atau olah
raga.
Perikanan laut
Meliputi
usaha penangkapan,
pengambilan hasil laut,
pemeliharaan dan
pelayanan perikanan
laut yang dilakukan
atas dasar jasa atau
kontrak, seperti sortasi,
gradasi, persiapan
lelang ikan dan lainlain.

10 IBU
KOTA
PROP

KOTA
DAERAH
PROP
LAINNYA
LAINNYA

16

16

16

18

17

16

25

23

22

25

23

22

Perpustakaan Unika

Perikanan darat

NO
URUT

KODE

JENIS USAHA

20000
15.

21100

16.

22000

Meliputi
usaha budidaya ikan,
pemeliharaan,
pembibitan,
penangkapan dan
pengambilan hasil serta
pelayanan perikanan
darat yang dikakukan
atas dasar balas
jasa/kontrak.
PERTAMBANGAN
DAN PENGGALIAN
Pertanbangan batu bara
Meliputi
usaha penambangan
antrasit, batu bara
merah lignite dan
penghancuran,
penggilingan dan
penyaringan batu bara
termasuk pengubahan
batu bara menjadi
briket atau dalam
bentuk lain di tempat
penambangan.
Pertambangan minyak dan
gas bumi
Meliputi
pengusaha sumur
minyak dan gas bumi,
eksplorasi minyak
bumi, pengeboran,
penyelesaian dan
perlengkapan sumur
minyak dan gas yang
tidak berdasarkan balas
jasa/kontrak, termasuk
pengusahaan alat

WAJI PAJAK PERSEORANGAN


10 IBU
KOTA
DAERAH
KOTA
PROP
LAINNYA
PROP LAINNYA

Perpustakaan Unika

pemisah pemecah
emuisi, penyulingan,
penambangan minyak
dan gas bumi untuk
dipasarkan/sampai

NO
URUT

KODE

17.

23000

18.
19.
20.
21.
22.

23210
23220
23230
23240
25000

23.

26000

JENIS USAHA

di tempat pemuaian
yang dilaksanakan di
daerah produksi.
Pertambangan bijih logam
Meliputi
usaha pertambangan
yang
menyelenggarakan
ekstraksi bijih besi,
pasir besi, timah, nikel,
mangan, emas, perak
dan logam lainnya dan
usaha pemanfaatan dari
bijih-bijih tersebut
dengan segala cara.
Timah
Bauksit dan Aluminium
Tembaga
Nikel
Penambangan dan
penggalian garam
Meliputi
usaha penggalian,
penguapan garam di
tambak/empang,
termasuk usaha
pengumpulan,
pembersihan,
penggilingandan
pengolahan dengan
cara lain terhadap
mineral tersebut.
Pertambangan mineral
bahan kimia dan bahan

WAJI PAJAK PERSEORANGAN


10 IBU
KOTA
DAERAH
KOTA
PROP
LAINNYA
PROP LAINNYA

11

11

11

Perpustakaan Unika

pupuk
Meliputi
usaha pertambangan
mineral bahan kimia
dan pupuk termasuk
usaha penghancuran,
pembersihan dan
pengolahan dengan
cara lain

NO
URUT

24

KODE

29000
30000

25.

31110

26.

31120

27.

31130

JENIS USAHA

terhadap mineral bahan


kimia.
Pertambangan dan
penggalian lain.
INDUSTRI
PENGOLAHAN
Pemotongan hewan dan
pengawetan daging
Seperti
pemotongan hewan
pementangan kulit,
penjemuran tulang
pensortiran bulu,
membuatan sosis, kaldu
dan pasta daging.
Industry Susu dan
Makanan dari Susu
Seperti
pembuatan susu
kedelai/bubuk/asam,
pembuatan mentega,
keju dan es krim dari
susu.
Industry pengolahan,
pengawetan, buah-buahan
dan sayur-sayuran
Seperti
pengalengan,
pengasinan,
pemanasan, pelumatan,

WAJI PAJAK PERSEORANGAN


10 IBU
KOTA
DAERAH
KOTA
PROP
LAINNYA
PROP LAINNYA

16

15

14

15

14.5

14

12

10

8.5

15

14.5

14

Perpustakaan Unika

28.

31140

29.

31150

pengeringan buahbuahan dan sayursayuran.


Industry Pengolahan dan
pengawetan Ikan dan
sejenisnya
Seperti
pengalengan,
penggaraman,
pengasaman,
pembekuan ikan dan
sejenisnya.
Industry Minyak Makan
dan Lemak dari Nabati dan
Hewani
Seperti
minyak makan

NO
URUT

KODE

JENIS USAHA

30.

31160

dari nabati dan hewan,


margarine minyak
goring dari
kelapa/kelapa sawit.
Industry pengupasan,
pembersihan dan
penggilingan Padi-padian,
Biji-bijian, Kacangkacangan dan Umbiumbian, termasuk
pembuatan kopra
Seperti
industry penggilingan
padi, penyosohan
beras, pembersihan
padi-padian,
pengupasan dan
pembersihan kopi,
kacang-kacangan, bijibijian lain, umbiumbian dan pembuatan
kopra, tepung terigu,

15

14.5

14

12.5

10

8.5

WAJI PAJAK PERSEORANGAN


10 IBU
KOTA
DAERAH
KOTA
PROP
LAINNYA
PROP LAINNYA

12.5

10

8.5

Perpustakaan Unika

31.

31170

32.

31180

33.

31190

NO
URUT

KODE

34.
35.

31210
31230

36.

31240

bebagai tepung dari


padi-padian, biji-bijian,
kacang-kacangan dan
umbi-umbian.
Industry Makanan dari
Tepung kecuali Kue Basah
Seperti
Makaroni, mie ,
spageti, bihun, sa un,
roti dan kue kering
lainnya.
Industry Gula dan
Pengolahan Gula
Seperti
pembuatan gula pasir,
gula tebu, gula merah,
sirop dan pengolahan
gula lainnya selain
sirop.
Industry Coklat dan
Kembang Gula
Seperti
pembuatan bubuk
coklat dan

JENIS USAHA

makanan dari coklat


dan kembang gula.
Industry makanan lainnya
Industry Es
Seperti es
batu, es balok, es curah,
es lilin, es mambo.
Industry Makanan dari
kedele dan kacangkacangan lainnya
Seperti
industry kecap, taueo,
tempe, oncom, tahu,
dan pengolahan
kedele/kacang-

15

12.5

10

15

12.5

10

15

12.5

10

WAJI PAJAK PERSEORANGAN


10 IBU
KOTA
DAERAH
KOTA
PROP
LAINNYA
PROP LAINNYA

17
17

16.5
16.5

15
15

15

12.5

10

Perpustakaan Unika

kacangan lainnya
Industry kerupuk dan
sejenisnya
Seperti
kerupuk udang,
kerupuk ikan, kerupuk
kulit, kerupuk terung,
emping, ceriping,
karak, gendar, opak dan
macam-macam keripik
kecuali keripik
tempe/tahu/oncom/para
dan peyek.
Industry bumbu masak dan
penyedap masakan
Seperti
pembuatan bumbu
masak dan penyedap
masakan.
Industry makanan lainnya
yang belum terlipat
Seperti
industry terasi, petis,
kue basah, tape, dodol,
keripik
tempe/tahu/oncom/paru
dan peyek.
Industry makanan ternak,
unggas, ikan dan hewan
lainnya
Seperti
industry ransum

37.

31250

38.

31260

39.

31270

40.

31280

NO
URUT

KODE

JENIS USAHA

31310

dan konstrate makanan


ternak, unggas, ikan
dan hewan lainnya.
Industry minuman keras
Yaitu
minuman yang
mengandung alcohol

41.

15

12.5

10

17

16

15

15

12.5

10

17

16

15

WAJI PAJAK PERSEORANGAN


10 IBU
KOTA
DAERAH
KOTA
PROP
LAINNYA
PROP LAINNYA

24.5

24

24

Perpustakaan Unika

42.

31320

43.

31330

44.
45.

31340
31410

46.

31420

47.

31430

48.

31440

49.

31490

NO
URUT

KODE

lebih dari 20%.


Industry Anggur
Yaitu
minuman yang
mengandung alcohol 5
20%.
Industry Malt dan
minuman yang
mengandung Malt.
Industry minuman ringan
Industry pengeringan dan
pengolahan tambakau
Seperti
pengeringan,
pengasapan dan
perajangan daun
tembakau.
Industry rokok kretek
Yaitu
pembuatan rokok yang
mengandung cengkeh.
Industri rokok putih
Yaitu rokok
yang tidak
mengandung cengkeh.
Industri rokok lainnya
Seperti
cerutu, rokok kelembak
menyan.
Industri hasil lainnya dari
tembakau, bumbu rokok
dan klobot/kawung
Seperti
tembakau bersaus,
pembuatan bumbu
rokok (klobot, kawung)
dari pembuatan
kelengkapan rokok
termasuk pembuatan
filter.

JENIS USAHA

24.5

24

24

24.5

24

24

15
19

14.5
18

14
17

4.5

6.5

4.5

5.5

WAJI PAJAK PERSEORANGAN


10 IBU
KOTA
DAERAH
KOTA
PROP
LAINNYA

Perpustakaan Unika

32000

50.
51.

32100
32200

52.

32300

53.

32400
33000

54.

33100

55.

33200

34000

56.

34100

57.

34200

35000

INDUSTRI TEKSTIL
PAKAIAN JADI DAN
KULIT
Industri tekstil.
Industri pakaian jadi,
kecuali untuk keperluan
kaki.
Industri kulit dan barang
dari kulit, kecuali untuk
keperluan kaki.
Industri barang keperluan
kaki.
INDUSTRI KAYU DAN
BARANG DARI KAYU,
TERMASUK PERABOT
RUMAH TANGGA
Industri kayu dan barang
dari kayu bamboo, rotan,
dan kayu.
Industri perabot serta
kelengkapan rumah tangga
dan alat dapur dari kayu
bumbu dan rotan.
INDUSTRI KERTAS
DAN BARANG DARI
KERTAS,
PERCETAKAN DAN
PENERBITAN.
Industri kertas, barang dari
kertas dan sejenisnya.
Industri percetakan dan
penerbitan
Seperti usaha
percetakan secara
stensil, off set,
lithografi untuk segala
jenis cetakan, termasuk
pengjilidan buku dan
penerbitan hasil/barang
cetakan.
INDUSTRI KIMIA DAN
BARANG-BARANG

PROP

LAINNYA

12.5
13.5

13
13

12.5
12.5

17.5

16.5

16

17

16

15

15

13.5

12.5

15

13.5

12.5

14.5

13

12

14.5

13

12

Perpustakaan Unika

NO
URUT

KODE

58.
59.
60.

35100
35200
35220

61.

35230

62.

35300

JENIS USAHA

DARI BAHAN KIMIA,


MINYAK BUMI, BATU
BARA, KARET, DAN
PLASTIK
Industri bahan kimia.
Industri kimia lain.
Industri Farmasi dan Jamu
Seperti
pembuatan/fabrikasa
dan pengolahan bahan
obat, bahan pembantu
dan bahan pengemas
obat, pembuatan dan
pengolahan obat-obatan
yang berbentuk jadi,
pengolahan bahan jamu
(simplisia) dan macammacam jamu (misalnya
berbentuk pil, kapsul,
bubuk dan bentuk
cairan).
Industri sabun, bahan
pembersih keperluan
rumah tangga, kosmetika
dan sejenisnya
Yaitu
pembuatan sabun
dalam berbagai bentuk
termasuk industri
detergent, bahan
pembersih rumah
tangga lainnya dan
tapal gigi dan
pembuatan berbagai
macam kosmetika
kecuali minyak wangi
sinetis dan minyak
atsiri.
Industri pembersih
pengilangan minyak bumi

WAJI PAJAK PERSEORANGAN


10 IBU
KOTA
DAERAH
KOTA
PROP
LAINNYA
PROP LAINNYA

13
13
20

12.5
12.5
19

11
11
18

17

16

15

Perpustakaan Unika

NO
URUT

KODE

63.

35400

64.

35500

65.

35600

36000

66.
67.

36110
36300

68.

36400

69.

36900
37000

Yaitu
pengilangan yang
menghasilkan bahan
bakar penggerak motor

JENIS USAHA

dan minyak bakar


seperti bensin, solar,
avtur, bensol, minyak
tanah, pelumas, gemuk,
LPG dan spritus putih.
Industri barang-barang
dari hasil kilang minyak
bumi.
Industri karet dan barang
dari karet.
Industri barang dari plastic
Seperti
industri pipa dan siang
dari plastic, industri
barang plastic untuk
keperluan kaki industri
barang plastic lembaga,
indusrti media rekam
dari plastic dan indusrti
barang-barang plastic
lainnya.
INDUSTRI BARANG
GALIAN BUKAN
LOGAM KECUALI
MINYAK BUMI DAN
BATU BARA
Industri porselia.
Industri semen, kapur dan
barang dari semen dan
kapur.
Industri pengolahan tanah
liat.
Industri barang galian lain
bukan logam.
INDUSTRI LOGAM

WAJI PAJAK PERSEORANGAN


10 IBU
KOTA
DAERAH
KOTA
PROP
LAINNYA
PROP LAINNYA

17.5

16.5

16

17.5

16.5

16

10
16.5

9
16

8.5
15.5

16.5

16

15.5

17

16

15

Perpustakaan Unika

70.

37100

NO
URUT

KODE

71.

37200

38000

72.

38100

73.

38200

74.

38300

75.
76.

38400
38500

DASAR
Industri logam dasar besi
dan baja
Seperti
pembuatan besi dan
baja dalam bentuk
dasar (iron and steet
making), pengecoran

JENIS USAHA

besi baja, penggilingan


baja (steet rolling) dan
penempatan besi baja.
Industri logam dasar
bukan besi
Seperti usaha
pemurnian, peleburan,
penuangan,
pengecorangan,
penempatan dan
ekstraksi logam bukan
besi (misalnya dalam
bentuk
ingot/luangan/plate
kuningan, alumina,
perak, perunggu, seng,
tembaga, dan timah).
INDUSRTI BARANG
DARI LOGAM, MESIN
DAN PERALATANNYA
Industri barang dari logam
kecuali mesin dan
peralatannya.
Industri mesin dan
perlengkapannya.
Industri mesin, peralatan
dan perlengkapan listrik
serta bahan keperluan
listrik.
Industri alat angkutan.
Industri peralatan

10

8.5

WAJI PAJAK PERSEORANGAN


10 IBU
KOTA
DAERAH
KOTA
PROP
LAINNYA
PROP LAINNYA

10

8.5

20

19

18

20

19

18

20

19

18

20
13.5

19
12

18
11

Perpustakaan Unika

39000

77.

39010

NO
URUT

KODE

78.

39020

79.

39030

profesional, ilmu
pengetahuan, pengukur,
dan pengatur.
INDUSTRI
PENGOLAHAN
LAINNYA
Industri barang perhiasan
Seperti
pemotongan,
pengasahan,
penghalusan batu
berharga dan

JENIS USAHA

permata pembuatan
perhiasan lainnya dari
logam mulia dan bukan
mulia.
Industri alat-alat music
Seperti
pembuatan alat music
tradisional (kecapi,
seruling, angklung,
calung, kulintang,
gong, rebana, gendang,
dan sebagainya) alatalat music lainnya
(gitar, biola, music
tiup/terompet,
harmonica, piano dan
sebagainya).
Industri perlengkapan dan
alat-alat keperluan olah
raga
Seperti
pembuatan alat-alat
olah raga kecuali yang
bahan utamanya dari
karet (alat tinju, golf,
bola bowling, tennis,
bulutangkis, dan atletik

12.5

11.5

10

WAJI PAJAK PERSEORANGAN


10 IBU
KOTA
DAERAH
KOTA
PROP
LAINNYA
PROP LAINNYA

15

12.5

12.5

15

12.5

12.5

Perpustakaan Unika

80.

39040

81.

39050

82.

39090

NO
URUT

lainnya)
Industri mainan anak-anak
Seperti
pembuatan mainan
anak-anak kecuali
mainan anak-anak yang
bahan utamanya dari
karet dan plastic.
Industri alat tulis dan
gambar
Seperti
pembuatan alat tulis
menulis dan gambar
menggambar.
Industri pengolahan lain
yang belum terliput
Seperti
pembuatan

KODE

JENIS USAHA

12.5

12.5

15

12.5

12.5

15

12.5

12.5

WAJI PAJAK PERSEORANGAN


10 IBU
KOTA
DAERAH
KOTA
PROP
LAINNYA
PROP LAINNYA

40000
83.

41000

84.
85.

42000
43000

papan nama,
papan reklame, lampu
display, paying, pipa
rokok, lencana,
stempel, kap lampu dan
lain sebagainya yang
belum tercakup dalam
golongan industri
manapun.
LISTRIK, GAS DAN
AIR
Listrik
Termasuk
pembangkitan tenaga
listrik yang dilakukan
oleh satu unit
perusahaan lain jika
kegiatannya dilaporkan
secara terpisah.
Gas, Uap dan air panas.
Penjernihan, penyediaan

15

Perpustakaan Unika

86.
87.

50000
52000
53000
61000

88.
89.
90.

61100
61200
61310

dan penyaluran air minum.


BANGUNAN
Bangunan Sipil.
Bangunan listrik, air dan
komunikasi.
PERDAGANGAN
BESAR
Eksportir.
Importir.
Perdagangan besar hasilhasil pertanian
Meliputi
usaha perdagangan
dalam partai besar
hasil-hasil pertanian,
peternakan, perikanan
dan kehutanan yang
boleh diolah (bukan
hasil pengolahaan),
termasuk rumah
pelelangan hasil
perikanan.

NO
URUT

KODE

JENIS USAHA

91.

61312

92.

61314

Perdagangan besar hasilhasil pertanian lainnya


Yaitu
perdagangan besar
hasil-hasil pertanian
lainnya yang belum
terliput.
Perdagangan besar hasil
pertanian (pangan non
pangan), peternakan dan
perikanan
Yaitu
perdagangan hasil-hasil
pertanian, peternakan,
dan perikanan yang
belum diolah termasuk
ternak bibit, susu segar

20
25

19
22.5

18
20

25

20

20

WAJI PAJAK PERSEORANGAN


10 IBU
KOTA
DAERAH
KOTA
PROP
LAINNYA
PROP LAINNYA
25
20
20

20

15

15

Perpustakaan Unika

93.

61316

94.

61320

95.

61330

96.

61331

NO
URUT

KODE

dan pelelangan hasilhasil perikanan.


Perdagangan besar hasil
kehutanan dan penebangan
hutan
Seperti
perdagangan dalam
partai besar kayu
gelondongan, getah
dammar, rotan dan
sejenisnya.
Perdagangan besar barangbarang hasil pertambangan
dan penggalian.
Perdagangan besar barangbarang hasil industri
pengolahan
Meliputi
perdagangan dalam
partai besar segala
macam barang hasil
industri pengolahan
baik yang dilaksanakan
oleh pemerintah
maupun swasta.
Perdagangan besar hasil
industri (bahan) makanan,

JENIS USAHA

minuman dan hasil


pengolahan tembakau
Seperti
daging ataupun yang
diawetkan susu dan
makanan dari susu,
bauh-buahan, sayursayuran, dan hasil
perikanan yang
diawetkan, macammacam makanan dan
bahan makanan hasil

25

20

20

25

20

20

25

20

20

25

20

20

WAJI PAJAK PERSEORANGAN


10 IBU
KOTA
DAERAH
KOTA
PROP
LAINNYA
PROP LAINNYA

Perpustakaan Unika

97.

61332

98.

61333

NO
URUT

KODE

pengolahan, macammacam minuman


keras/ringan dan hasil
pengolahan tembakau
(rokok, tembakau shaag
dan bumbu rokok).
Perdagangan besar tekstil,
pakaian jadi hasil
pemintalan, pertenunan
dan hasil pengolahan kulit
termasuk bahan keperluan
kaki
Seperti
komoditi tekstil,
pakaian jadi, kain batik
macam-macam benang,
tali temali,
karpet/permadani hasil
perajutan, kulit dan
kulit imitasi barang
untuk keperluan kaki
dan tas.
Perdagangan besar kertas
barang-barang dari kertas
alat tulis (kanior) dan
barang cetakan
Seperti
komoditi macammacam kertas untuk
keperluan alat tulis
kertas untuk
pembungkus kertas

JENIS USAHA

karton barang-barang
dari kertas (dus, kotak
dan barang sejenisnya)
macam-macam alat
tulis, barang-barang
cetakan (blangko,
faktur, nota, kwitansi,

25

20

20

25

20

20

WAJI PAJAK PERSEORANGAN


10 IBU
KOTA
DAERAH
KOTA
PROP
LAINNYA
PROP LAINNYA

Perpustakaan Unika

99.

61334

100.

61335

NO
URUT

101.

KODE

61336

kalender, agenda,
majalah, buku
tulis/bacaan) dan
barang cetakan lainnya.
Perdagangan besar hasilhasil industri kimia
farmasi dan kosmetik
Seperti
barang-barang hasil
industri kimia berupa
gas asam, soda castic,
Zat pewarna, glyeerin,
alcohol dan sejenisnya,
macam-macam pupuk
bahan kimia untuk
pemberantas hama
(pestisida), insektisida
dan lain-lain macammacam hasil industri
farmasi dan jamu
macam-macam sabun
dan bahan pembersih
lainnya macam-macam
kosmetik, parfum dan
bahan perawatan
lainnya untuk rambut
dan kulit.
Perdagangan besar bahan
bakar minyak/gas dan
minyak pelumas
Seperti
premium, solar, minyak
tanah, bahan bakar
minyak lainnya
termasuk juga bahan
bakar gas (elpiji) dan

JENIS USAHA

minyak pelumas.
Perdagangan besar bahan
bangunan, kecuali bahan

25

20

20

WAJI PAJAK PERSEORANGAN


10 IBU
KOTA
DAERAH
KOTA
PROP
LAINNYA
PROP LAINNYA
25

20

20

Perpustakaan Unika

102.

NO
URUT

61337

KODE

bangunan dari usaha


penggalian
Seperti
berbagai macam
komoditi/bahan untuk
keperluan bangunan
berupa semen, genting,
seng, cat macammacam besi, macammacam kayu/kayu
lapis, libreboard hard
board, kaca dan
barang-barang lainnya
untuk keperluan
perlengkapan bangunan
kecuali yang berasal
dari usaha-usaha
penggalian (batu koral,
pasir, tanah liat)
Perdagangan besar mesinmesin, alat angkutan dan
onderdil/perlengkapannya
Meliputi
macam-macam mesin
dan perlengkapannya
baik untuk keperluan
industri, pertanian,
kantor dan transport
seperti mesin
pembangkit tenaga
mesin, pembangkit
tenaga turbin, traktor,
bulldozer, dan mesin
berat lainnya yang
sejenis, mesin hitung,
mesin tik, duplicator
foto copi, mesin
pengolah data, mesin
cuci, mesin jahit,
pompa air, dan mesin

JENIS USAHA

25

20

20

WAJI PAJAK PERSEORANGAN


10 IBU
KOTA
DAERAH
KOTA
PROP
LAINNYA

Perpustakaan Unika

103.

61338

104.

61339

alat-alat rumah tangga


lainnya berbagai
macam masin alat
transportasi darat, laut
dan udara, termasuk
macam-macam
onderdil dan
perlengkapannya.
Perdagangan besar barangbarang elektronik,
perlengkapan listrik, alat
komunikasi, fotografi dan
optic
Meliputi
macam-macam barang
elektronik seperti radio,
kaset, tape recorder,
televise, video,
amplipier dan
perlengkapan sound
system lainnya, alat
perlengkapan listrik
seperti dynamo,
transformer, kabel
listrik, sekring, lampu
pijar, TL, dan,
perlengkapan listrik
lainnya alat keperluan
rumah tangga lainnya
seperti sterika listrik,
kipas angin, alat
pengaduk dan alat
pembuatan kue alat
masak lainnya alat-alat
komunikasi dan optic
pesawat telepon
pemancar radio, telex,
intercom macammacam lensa, kamera,
microsope, proyektor,
dan sejanisnya.
Perdagangan besar barang-

PROP

LAINNYA

25

20

20

25

20

20

Perpustakaan Unika

NO
URUT

105.

KODE

61500
62000

106.

62200

107.

62310

JENIS USAHA

barang lainnya hasil


industri
Yaitu barangbarang hasil industri
yang belum termasuk
dalam golongan
tersebut di atas seperti
macam-macam
perabot/perlengkapan
rumah tangga dari
kayu, bamboo, rotan,
plastic logam maupun
karet, barang-barang
perhiasan yang dibuat
dari batu permata,
logam mulia jam/arloji,
alat-alat olah raga
music dan mainan
anak-anak serta
alat/perlengkapan
laboratorium.
Perdagangan besar lainnya
yang belum terliput.
PERDAGANGAN
ECERAN
Perdagangan eceran
barang-barang kelontong,
supermarket dan warung
langsam
Yaitu
perdagangan eceran
macam-macam hasil
industri untuk
keperluan rumah
tangga, kantor, sekolah,
maupun keperluan
perorangan seperti toko
kelontong, toko serba
ada supermarket dan
warung langsam.

WAJI PAJAK PERSEORANGAN


10 IBU
KOTA
DAERAH
KOTA
PROP
LAINNYA
PROP LAINNYA

25

20

20

30

25

20

20

15

15

Perpustakaan Unika

Perdagangan eceran hasilhasil pertanian, peternakan,


perikanan, kehutanan dan

NO
URUT

KODE

108.

62320

109.

62410

JENIS USAHA

perburuan.
Meliputi
udaha perdagangan,
eceran hasil pertanian,
peternakan, perikanan,
kehutanan dan
perburuan.
Perdagangan eceran hasil
industri (bahan) makanan,
minuman
dan
hasil
pengolahan tembakau
Seperti
daging segar ataupun
yang diawetkan, susu,
bauh-buahan, sayursayuran dan hasil
pertanian yang
diawetkan, macammacam minyak makan
hasil penggilingan bijibijian keras (beras,
kopi, jagung dan
sejenisnya), macammacam tepung, gula
dan hasil pengolahan
gula, teh, es batu,
makanan dari kedelai,
kerupuk, bumbu
masak, macam-macam
minuman (keras dan
ringan) dan hasil
pengolahan tembakau
(rokok, tembakau shag
dan bumbu rokok).
Perdagangan eceran
tekstil, pakaian jadi hasil

WAJI PAJAK PERSEORANGAN


10 IBU
KOTA
DAERAH
KOTA
PROP
LAINNYA
PROP LAINNYA

25

20

20

30

25

20

Perpustakaan Unika

pemintalan, pertenunan,
perajutan, hasil
pengolahan kulit termasuk
barang keperluan kaki
Seperti
tekstil, pakaian jadi,
kain batik,

NO
URUT

KODE

110.

62420

111.

62422

JENIS USAHA

macam-macam
benang,tali-temali,
karpet/permadani dari
bahan tekstil macammacam hasil perajutan
kulit/kulit imitasi,
barang-barang dari
kulit dan barang-barang
keperluan kaki.
Perdagangan eceran
perabotan rumah tangga
dan dapur
Seperti
furniture (baik dari
kayu, rotan, plastic, dan
logam), alat-alat
perlengkapan dapur,
barang-barang pecah
belah dan lain
sejenisnya.
Perdagangan eceran
barang-barang elektronik,
perlengkapan listrik, alat
komunikasi, fotografi dan
optic
Yaitu barangbarang elektronik
seperti radio, kaset/tape
recorder, televisi,
video, amplifter dan
perlangkapan sound
system alat-alat

WAJI PAJAK PERSEORANGAN


10 IBU
KOTA
DAERAH
KOTA
PROP
LAINNYA
PROP LAINNYA

30

25

20

30

25

20

Perpustakaan Unika

perlengkapan listrik
seperti dynamo
transformer macammacam kabel listrik
lampu pijar, TL,
sekring, alat-alat rumah
tangga seperti setrika
listrik, alat pengaduk,
kipas angin, alat
komunikasi dan optic
seperti fotografi, optik

NO
URUT

112.

KODE

62430

JENIS USAHA

pesawat telepon,
telegraf/telex,
pemancar radio,
telecall, intercome dan
sejanisnya macammacam lensa dan
kamare, mikrosof,
proyektor dan
sejenisnya.
Perdagangan eceran
barang-barang Industri
Kimia, bahan bakar
minyak/gas dan minyak
pelumas, Pharmasi dan
Kosmetika
Seperti
barang-barang hasil
industri kimia (das
asam, soda, eaustle, Zat
pewarna, glyeerin)
Alkohol dan sejenisnya
macam-macam pupuk,
bahan kimia
pemberantasan hama
(pestisida, insektisida),
macam-macam bahan
bakar minyak
(preminm. Minyak

WAJI PAJAK PERSEORANGAN


10 IBU
KOTA
DAERAH
KOTA
PROP
LAINNYA
PROP LAINNYA

30

25

20

Perpustakaan Unika

113.

62440

NO
URUT

KODE

114.

62445

115.

62450

116.

62461

tanah, solar) bahan


bakar gas (elpiji)
minyak pelumas
macam-macam hasil
industri pharmasi dan
jamu macam-macam
sabun dan bahan
pembersih lainnya
macam-macam
kosmetik parfum dan
bahan-bahan perawatan
kulit dan rambut
lainnya.
Perdagangan eceran bahan
bangunan kecuali bahan

JENIS USAHA

bahan bangunan berasal


dari usaha penggalian
Seperti
semen, seng, cat
macam-macam besi,
macam-macam
kayu/kayu lapis, kaca
dan barang-barang
lainnya untuk
perlengkapan
bangunan.
Perdagangan eceran
barang-barang hasil
penggalian.
Perdagangan eceran
barang-barang hasil
industri pengolahan
Meliputi
usaha perdagangan
eceran segala macam
barang hasil-hasil
industri pengolahan.
Perdagangan eceran kertas,
barang-barang dari kertas

30

25

20

WAJI PAJAK PERSEORANGAN


10 IBU
KOTA
DAERAH
KOTA
PROP
LAINNYA
PROP LAINNYA

25

20

20

30

25

20

30

25

20

Perpustakaan Unika

117.

62470

NO
URUT

KODE

alat tulis (kantor) dan


barang cetakan
Seperti kertas
alat tulis pembungkus,
karton, kemasan kertas
berupa dos, kotak dan
sejenisnya macammacam alat tulis
sekolah/kantor, barangbarang eceran
(faktur/nota, kwitansi,
kalender/agenda,
majalah, macammacam buku
bacaan/pelajaran dan
barang cetakan
lainnya) .
Perdagangan eceran
mesin-mesin alat angkutan

JENIS USAHA

dan
onderdil/perlengkapannya
Yaitu
macam-macam mesin
dan perlengkapannya
baik untuk keperluan
pertanian, industri,
kantor, alat transport
mesin pembangkit
tenaga turbin, traktor,
bulldozer dan mesinmesin berat lainnya
macam-macam mesin
kantor seperti mesin
hitung, mesin tik,
duplicator, photo copy,
mesin pengolahan data,
mesin keperluan rumah
tangga seperti mesin
cuci, AC, mesin jahit,

30

25

20

WAJI PAJAK PERSEORANGAN


10 IBU
KOTA
DAERAH
KOTA
PROP
LAINNYA
PROP LAINNYA

Perpustakaan Unika

63000
118.

NO
URUT

63100

KODE

64000
119.

64100

70000

120.
121.
122.

71100
71200
71300

mrsin pembangkit
listrik,mesin pompa air,
dan sejenisnya macammacam alat transportasi
darat, laut, dan udara
termasuk macammacam onderdil dan
perlengkapan
kendaraan.
RUMAH MAKAN DAN
MINUM
Rumah makan dan minum
Seperti
restoran /rumah makan
night club, castering,
restoransi kereta api,
cafeteria, kantin,
warung nasi/kopi dan
sejenisnya, tidak
termasuk night club
restoran dan bar yang
merupakan salah satu

JENIS USAHA

fasilitas hotel dan


penginapan.
HOTEL DAN
PENGINAPAN
Hotel dan penginapan
Seperti hotel,
hostel, motel, losmen,
dan sejenisnya
termasuk fasilitas
restoran, bar dan night
clubnya.
ANGKUTAN
PENGGUDANGAN
DAN KOMUNIKASI
Angkutan kereta api.
Angkutan jalan raya.
Angkutan dengan saluran

25

20

20

WAJI PAJAK PERSEORANGAN


10 IBU
KOTA
DAERAH
KOTA
PROP
LAINNYA
PROP LAINNYA

25

20

20

20
-

15
-

15
-

Perpustakaan Unika

123.

71400

124.

72100

125.

72200

126.

72300

NO
URUT

127.
128.

KODE

73000
73200

pipa
Seperti
pengangkutan air,
minyak dan gas melalui
saluran air atas dasar
balas jasa kontrak.
Jasa angkutan darat
Seperti jalan
toll, parkir kendaraan,
terminal, penyewaan
mobil/truk tanpa
pengemudi.
Angkutan samudra dan
Perairan pantai
Seperti
pelayaran semudra,
pelayaran antar pulau
dan pelayanan pantai.
Angkutan sungai, danau
dan kapal
Seperti
pengangkutan melalui
sungai, kapal dan
danau termasuk ferry
penyebarangan.
Jasa penunjang angkutan
air
Seperti
pemeliharaan

JENIS USAHA

dan pelayanan
dermaga, dok,
kapal/perahu, pandu
kapal, peralatan
navigasi dan usaha
bongkar muat barang
dan ke kapal.
Angkutan udara.
Jasa penunjang angkutan
udara

25

20

20

13.5

13

12.5

13.5

13

12.5

25

20

20

WAJI PAJAK PERSEORANGAN


10 IBU
KOTA
DAERAH
KOTA
PROP
LAINNYA
PROP LAINNYA

15
25

12.5
20

12
20

Perpustakaan Unika

Seperti
penyelenggaraan
pelabuhan udara,
pelayanan navigasi dan
gengan fasilitasnya
(traffle control)
termasuk usaha
penyewaan pesawat
terbang tanpa
operatornya dan usaha
bongkar muat barang
dari dan ke kapal
terbang.
Keagenan dan pengiriman
Seperti usaha
pengiriman dan
pengepakan,
keagenan/bori
perjalanan dan
sejenisnya.
Penggudangan
Seperti cold
storage, bonded
warchousing dan
fasilitas-fasilitas
penggudangan lainnya.
Komunikasi
Seperti
pelayanan komunikasi
melalui pos dan
telepon, telegraph/telex
atau hubungan radio.

129.

74100

130.

74200

131.

75000

NO
URUT

KODE

JENIS USAHA

80000

KEUANGAN,
ASURANSI, USAHA
PERSEWAAN
BANGUNAN, TANAH,
DAN JASA
PERUSAHAAN
Lembaga keuangan.

132.

81000

30

30

25

30

30

25

15

13

12

WAJI PAJAK PERSEORANGAN


10 IBU
KOTA
DAERAH
KOTA
PROP
LAINNYA
PROP LAINNYA

Perpustakaan Unika

Lembaga keuangan Bank.


Lembaga keuangan non
Bank.
Usaha persewaan/jual-beli
tanah, gedung dan tanah
Meliputi
usaha persewaan/jualbeli barang-barang
tidak bergerak
(bangunan dan tanah
yang disiapkan untuk
bangunan), real estate
(yang tidak melakukan
konstruksi), yang
menjual tanah, broker
dan manager yang
mengurus persewaan,
pembelian, penjualan,
dan penaksiran nilai
tanah/bangunan atas
balas jasa/kontrak.
Asuransi.
Jasa persewaan mesin dan
peralatan
Meliputi
uasaha persewaan
mesin dan peralatan
(tanpa operator)untuk
keperluan pertanian,
pertambangan dan
ladang minyak, industri
pengolahan, konstruksi
dan penjualan mesinmesin kantor termasuk
usaha leasing.

133.
134.

81110
81120

135.

81200

136.
137.

81410
82220

NO
URUT

KODE

JENIS USAHA

138.

82300

Jasa pengolahan data dan


tabulasi
Meliputi
usaha jasa tabulasi data

20

17.5

17

49

49

48

WAJI PAJAK PERSEORANGAN


10 IBU
KOTA
DAERAH
KOTA
PROP
LAINNYA
PROP LAINNYA
55
53
51

Perpustakaan Unika

139.

82900

140.

82910

141.
142.
143.

82910
82910
82910

144.

82920

145.

82930

NO

KODE

yang bersifat umum


baik secara elektronik
maupun manual, seperti
lembaga-lembaga
pengolahan data dan
system informasi,
lembanga computer
dan sejenisnya.
Jasa perusahan, kecuali
jasa persewaan mesin dan
peralatannya.
Jasa hukum
Meliputi
usaha jasa
pengacara/advokat
seperti lembaga
bantuan hokum
Peradilan. Pusbadhi
dan lain sejenisnya.
Notaries
Pembuatan akta tanah.
Penasehat hukum
(advokat).
Jasa akuntansi dan
pembukuan
Meliputi
usaha jasa pengurusan
tata buku dan
pemeriksaan
pembukuan seperti
kantor-kantor akuntan
dan lembaga konsultan
audit lainnya.
Jasa periklanan dan riset
Pemasaran
Meliputi
usaha periklanan dan
reklame dengan
berbagai macam media
masa seperti
pembuatan

JENIS USAHA

27.5

25

20

51

48.5

48.5

55
55
51

50
50
48.5

50
50
48.5

36

35

35

20

17.5

15

WAJI PAJAK PERSEORANGAN


10 IBU
KOTA
DAERAH

Perpustakaan Unika

URUT

KOTA
PROP

146.

82940

147.

82940

148.

82950

149.

82940

150.

82990

90000

poster/gambar dan
tulisan yang menyolok
selebaran/riset
pemasaran yang
dilakukan atas dasar
balas jasa.
Jasa Bangunan, arsitek dan
teknik
Meliputi
usaha jasa konsultasi
bangunan/arsitek,
perancang, bangunan,
survei geologi dan
penyelidikan tambang
dan sebagainya seperti
usaha biro/konsultasi
bangunan dan lain-lain.
Pekerjaan bebas bidang
teknik.
Pekerjaan bebas bidang
konsultan.
Penasehat Ahli/Hukum
lainnya.
Jasa perusahaan lain
kecuali jasa persewaan
mesin dan peralatan
Meliputi
usaha jasa perusahaan
yang belum tercakup
yang dilakukan atas
dasar balas jasa atau
kontrak seperti jasa
perencanaan, pelayanan
foto copy, stenografi
jasa konsultan
management
perusahaan, jasa
pemberitaan/pers dan
sebagainya.
JASA
KEMASYARAKATAN
DAN SOSIAL

PROP
LAINNYA
LAINNYA

47

46

45

25

22.5

20

55

53

51

51

48.5

48.5

32

31

29

Perpustakaan Unika

NO
URUT

KODE

JENIS USAHA

151.

92000

152.
153.
154.

93210
93213
93214

155.

93215

156.
157.

93220
93230

158.

94000

159.

96000

160.

96214

161.

97000

162.

97110

163.

97120

164.

97130

165.

97130

Jasa pendidikan
Yaitu
pendidikan formal,
mulai dari pra sekolah
(TK, SD, SLPT, SLTA,
dan
Akademi/Perguruan
Tinggi.
Jasa kesehatan.
Dokter.
Pekerjaan bebas bidang
medis.
Pekerjaan bebas bidang
farmasi dan kimia.
Dokter hewan.
Jasa kebersihan dan
sejenisnya
Seperti usaha
jasa
kebersihan/cleaning
service,
pembuangan/pemusnah
an sampah,
pemusnahan
rayap/kuman dan lainlain.
Jasa social dan
kemasyarakatan.
Jasa hiburan dan
kebudayaan.
Pekerjaan bebas bidang
seni.
Jasa perorangan dan rumah
tangga.
Reparasi kendaraan
bermotor.
Reparasi kendaraan tidak
bermotor.
Reparasi macam-macam

WAJI PAJAK PERSEORANGAN


10 IBU
KOTA
DAERAH
KOTA
PROP
LAINNYA
PROP LAINNYA
25
27.5
30

30
45
29

27.5
42.5
28

25
40
27

25

22.5

20

25
40

22.5
37

20
35

30

30

29

35

32.5

31.5

35

32.5

30

32

31

29

20

18.5

17.5

20

18.5

17.5

20

18.5

17.5

20

18.5

17.5

Perpustakaan Unika

166.

97140

jam dan barang perhiasan.


Reparasi barang keperluan
kaki dan barang dari kulit.
Reparasi alat dan pesawat
elektroni/listrik.

NO
URUT

KODE

JENIS USAHA

167.

97140

168.

97190

169.

97190

170.

97200

171.

97400

172.

97910

173.
174.

97920
97990

175.

98000
00000

Reparasi mesin-mesin
kantor.
Reparasi mesin-mesin atau
fotografi.
Reparasi lainnya yang
belum tercakup
a.l. reparasi
alat-alat music, alat-alat
olah raga dan mainan
anak-anak.
Jasa binantu, pencelupan
dan pembersihan barangbarang tekstil/pakaian jadi.
Pemangkas rambut dan
salon kecantikan
Yaitu jasa
pemeliharaan rambut
dan kecantikan
termasuk kursus
menata rambut/rias dan
kecantikan.
Foto studio termasuk
fotografi komersil
Yaitu foto
studio dan fotografi
yang melayani agenagen periklanan,
penerbit dan lain-lain.
Jasa penjahit.
Jasa perseorangan lainnya
yang belum tercakup.
Jasa pemerintah.
KEGIATAN YANG
TIDAK JELAS

20

18.5

17.5

WAJI PAJAK PERSEORANGAN


10 IBU
KOTA
DAERAH
KOTA
PROP
LAINNYA
PROP LAINNYA
17.5
18.5
20
20

18.5

17.5

20

18.5

17.5

40

38

36

30

28

27

38

37

35

34
35

31
35

28
35

Perpustakaan Unika

176.
177.
178.

00000
00000
00000

179.
180.

00000
00000

BATASANNYA DAN
BELUM TERLIPUT
Badan non subjek.
Karyawan/pegawai swasta.
Karyawan/pegawai Badan
Usaha Milik Negara.
Karyawan/pegawai swasta.
Pekerjaan bebas bidang

NO
URUT

KODE

JENIS USAHA

181.

00000

182.

00000

183.

00000

profesi lainnya.
Pemborong
bukan/bangunan
konstruksi, termasuk
levereansir dan lain-lain.
Pedagang
perantara/komisioner.
Kegiatan lain yang tidak
jelas batasannya dan
kegiatan yang belum
terliput salah satu
golongann tersebut di atas.

Keterangan :
Sepuluh ibukota propinsi meliputi :
1.
Medan,
2.
Palembang,
3.
Jakarta,
4.
Bandung,
5.
Semarang,

50

47.5

45

WAJI PAJAK PERSEORANGAN


10 IBU
KOTA
DAERAH
KOTA
PROP
LAINNYA
PROP LAINNYA
20

19

18

40

35

35

40

35

35

6. Surabaya,
7. Denpasar,
8. Menado,
9. Makassar, dan
10. Pontianak.