Anda di halaman 1dari 3

BAB II

TINJAUAN UMUM PERUSAHAAN

2.1. Gambaran Umum


Berdasarkan

surat

keputusan

direksi

PT.PLN

(Persero)

nomor

616.K/DIR/2010 tertanggal 16 Desember 2010 yang menjelaskan mengenai


formasi jabatan, Area Pengatur Distribusi dan Penyaluran (APDP) Mataram
yang bergerak dalam bidang pengaturan distribusi dan penyaluran tenaga listrik
di Mataram dibuat menjadi 4 bagian yaitu operasi sistem, penyaluran, SCADA
dan telekomunikasi, dan administrasi. Dimana pada masing- masing bagian
mempunyai jumlah pegawai yaitu pada bagian operasi sistem terdiri dari 12
orang, bagian penyaluran terdiri dari 9 orang, bagian SCADA dan
telekomunikasi terdiri dari 7 orang, dan administrasi terdiri dari 4 orang.

Gambar 2.1 kantor APDP Mataram

2.2. Sejarah Singkat APDP Mataram


Kondisi eksisting kelistrikan PLN (Persero) Wilayah Nusa Tenggara Barat
saat ini pada beban puncak 175 MW, sistem penyaluran menggunakan sistem 20
kV dan 150kv. Pertumbuhan energi Sistem Lombok tahun 2013 diperkirakan
tumbuh 13.1% terhadap 2012 yang dihitung menggunakan software PROSYM.
Perhitungan energi produksi tahun 2013 mengacu pada pertumbuhan energi
tahun - tahun sebelumnya dan usulan RKAP Tahun 2013. Produksi energi bruto
yang disalurkan oleh APDP Mataram masing masing dari Sektor
Pembangkitan Lombok 385.873 MWh, Pembangkit Sewa 493.353 MWh dan
Beli Energi dari IPP 27.844 MWh.
Dari

sisi

pembangkitan

dan

penyaluran

sedang

direncanakan

pembangunan beberapa unit pembangkit baru dan terbarukan (PLTU Jeranjang,


PLTU Independent Power Produce (IPP), PLTU Sembalun, Gardu Induk
Ampenan, Gardi Induk Jeranjang, Gardu Induk Sengkol, Gardu Induk
Pringgabaya, Gardu Induk Tanjung, Gardu Induk Selong, dan Gardu Induk
Mantang) sehingga diperlukan suatu organisasi yang mengatur dan mengelola
sistem pembangkitan, penyaluran dan distribusi. Oleh sebab itu, manajemen dari
PLN (Persero) mengusulkan pembentukan Area Pengatur Distribusi dan
Penyaluran (APDP) Mataram dan disetujui oleh direksi. Tujuan didirikannya
adalah untuk memenuhi sistem transmisi 150 kV yang akan digunakan di
wilayah NTB.
Sebagai bentuk tindak lanjut dari usul tersebut, maka saat ini sedang
direncanakan Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA) sebagai
supporting Area Pengatur Distribusi dan Penyaluran (APDP) Mataram untuk
meningkatkan pelayanan (SAIDI- SAIFI) dan mengatur pola sistem operasi
terkait akan masuknya beberapa unit pembangkit baru dan terbarukan
diantaranya Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jeranjang (1,2,3),
Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Independent Power Producer (IPP)
(2x25 MW), dan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Sembalun.
Dalam merencanakan pembangunan SCADA , PT. PLN (Persero) Wilayah
Nusa Tenggara Barat didampingi PLN Pusenlis agar sistem SCADA yang akan
dibangun dan dikembangkan terarah dan seragam dalam penerapan standar

perencanaan dan pembangunan yang mengutamakan mutu, keandalan, dan


ekonomi, serta sesuai standarisasi PLN.
Area Pengatur Distribusi dan Penyaluran (APDP) Mataram merupakan
organisasi yang dibawahi oleh PLN Wilayah NTB, dan bergerak di bidang
Transmisi dan Distribusi tenaga listrik. Pada Area Pengatur Distribusi dan
Penyaluran (APDP) Mataram terdapat seorang manager yang membawahi
semua bagian yaitu bagian operasi sistem, bagian penyaluran, bagian SCADA
dan telekomunikasi dan bagian administrasi. Untuk sementara, bidang yang
mempunyai supervisor adalah bagian operasi sistem dan administrasi, sedangkan
bagian lainnya masih setingkat staf yang membantu assistant manager secara
langsung mengingat APDP Mataram adalah unit yang baru mulai terbentuk.
Berdasarkan

surat

keputusan

direksi

PT.PLN

(Persero)

nomor

616.K/DIR/2010 tertanggal 16 Desember 2010 yang menjelaskan mengenai


formasi jabatan, job desk, dan Kompetensi Kebutuhan Jabatan (KKJ) struktur
organisasi Area Pengatur Distribusi dan Penyaluran (APDP) Mataram sebagai
berikut