Anda di halaman 1dari 19

BAB I

PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang
Kesehatan merupakan hal yang sangat penting bagi kehidupan
manusia.

Untuk

menjalani

aktivitasnya

serta

menjalani

fungsi

perannya, manusia harus dalam kondisi sehat baik secara fisik, mental,
maupun sosial. Namun, di jaman yang semakin modern ini, seiring
dengan kondisi iklim dan cuaca yang mulai tidak menentu, tubuh
manusia pun akan rentan terkena penyakit.
Menurut segitiga epidemiologi, diungkapkan bahwa konsep sakit
atau penyakit pada manusia terjadi jika terjadi ketidakseimbangan
antara

host

(penjamu),

agent

(penyakit),

dan

lingkungan

(environment). Maka dari itu, perlu keseimbangan antara ketiga


komponen itu agar manusia tidak akan terkena penyakit.
Untuk menangani masalah kesehatan masyarakat,

perlu

pelayanan kesehatan yang baik dan memadai. Baik itu dari segi
tenaga medisnya maupun dari fasilitas kesehatannya.
Puskesmas merupakan salah satu fasilitas pelayanan kesehatan
tingkat kecamatan dan juga ada di kelurahan. Puskesamas memiliki 2
program utama, yaitu promosi kesehatan dan pelayanan kesehatan.
Salah satu pelayanan kesehatan yang ada di puskesmas adalah Balai
Pengobatan (BP). Balai Pengobatan memiliki peran untu memeriksa,
mengobati, bahkan mengedukasi pasien untuk sembuh maupun
terhindar dari penyakitnya. Jika diperlukan rujukan ke rumah sakit, dari
BP juga akan diberikan surat rujukan agar pasien bisa diobati di RS jika
tidak memadai ditangani di puskesmas.
Salah satu cara pembayaran di BP adalah dengan menggunakan
Kartu

Jakarta

Sehat

(KJS).

KJS

adalah

suatu

program

Jaminan

Pemeliharaan Kesehatan (JPK) yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi


DKI Jakarta. Ini merupakan jamkesda (jaminan kesehatan daerah)
Sosialisasi KJS Kepada Pasien di Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo

Page 1

Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta kepada masyarakat dalam bentuk


bantuan pengobatan. Tujuannya memberikan Jaminan Pemeliharaan
Kesehatan bagi penduduk Provinsi DKI Jakarta terutama bagi keluarga
miskin dan kurang mampu dengan sistem rujukan berjenjang. Sasaran
program ini adalah semua penduduk DKI Jakarta yang mempunyai KTP
atau Kartu Keluarga DKI Jakarta yang belum memiliki jaminan
kesehatan, di luar program Askes, atau asuransi kesehatan lainnya.
Manfaat KJS meliputi : rawat jalan di seluruh Puskesmas kecamatan atau kelurahan di
Provinsi DKI Jakarta ; Rawat Jalan Tingkat Lanjut (RJTL) di Pemberi Pelayanan
Kesehatan (PPK) tingkat II, (RSUD, RS vertikal dan RS Swasta yang bekerjasama
dengan UP. Jamkesda) wajib dengan rujukan dari Puskesmas ; Rawat Inap (RI) di
Puskesmas dan Rumah Sakit yang bekerjasama dengan UP. Jamkesda. Persyaratan yang
harus dibawa saat berobat di Puskesmas adalah Kartu Jakarta Sehat atau Kartu Gakin
atau Kartu Jamkesda. Bagi yang belum memiliki KJS, dapat menunjukkan KTP dan
Kartu Keluarga Provinsi DKI Jakarta.
Seiring berjalannya waktu, KJS sering digunakan bagi penduduk yang mampu
maupun berkecukupan. Padahal KJS sendiri lebih diprioritaskan pada penduduk yang
tidak mampu.
Seperti yang terjadi di BP Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo, banyak warga yang
mengaku tidak tahu bahwa penduduk yang mampu atau berpenghasilan memadai tidak
bisa menggunakan KJS. Mereka hanya mengetahui bahwa KJS bebas digunakan opleh
siapa saja asal memiliki KTP DKI Jakarta dan KK DKI Jakarta.
Ketidaktahuan pasien yang berobat di BP ini perlu pemecahan masalah yang
serius agar tidak terjadi kesalahpahaman ketika berobat di BP. Karena ketidaktahuan
warga akan menghambat proses pelayanan di BP, dan sangat merugikan pasien sendiri,
pasien lain, maupun pihak lainnya. Maka dari itu dibutuhkan penyelesaian agar
permasalahan ini bisa terpecahkan tanpa merugikan pihak manapun.

BAB II
PROFIL PUSKESMAS KECAMATAN PASAR REBO
Sosialisasi KJS Kepada Pasien di Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo

Page 2

2.1

Sejarah Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo


Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo dibangun pada tahun 1995
dengan luas tanah 3000 m2 dan luas bangunan 1300m2.
Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo telah dilakukan beberapa kali
renovasi ringan dan renovasi besar pada tahun 2012. Renovasi besar
dilaksanakan untuk mendirikan rawat inap. Pelayanan Rawat Inap
(Ranap) terdiri dari tiga lantai. Lantai dasar sebagai kantor ranap,
lantai dua dan tiga sebagai ruang perawatan dengan masing-masing
ruangan terdiri dari delapan tempat tidur.

2.2

Organisasi Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo


Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo Jakarta dioperasionalkan
dengan

Peraturan Gubernur Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta

Nomor 4 Tahun 2011 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja


Pusat Kesehatan Masyarakat, yang terdiri dari :

2.3

1.

Kepala Puskesmas Kecamatan

2.

Kepala Subbagian Tata Usaha

3.

Koordinator Pelayanan

4.

Koordinator Penunjang

5.

Kepala Puskesmas Kelurahan

Visi
Terwujudnya

pelayanan

kesehatan

yang

bermutu

menuju

manusia

secara

masyarakat sehat dan mandiri.


2.4 Misi
1.

Meningkatkan

kualitas

sumber

daya

berkesinambungan.
2.

Mengembangkan sistem manajemen puskesmas

Sosialisasi KJS Kepada Pasien di Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo

Page 3

3.

Meningkatkan sarana puskesmas

4.

Meningkatkan kemitraan yang harmonis dengan sektor terkait

5.

Meningkatkan pemberdayaan peran serta masyarakat di bidang


kesehatan

2.5 Tugas Pokok dan Fungsi


Berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Propinsi DKI Jakarta No 58
Tahun 2002 Bab II Pasal 3 ayat 1 Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo
Jakarta mempunyai tugas pokok sebagai berikut:
Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo merupakan unit pelaksana teknis
Dinas Kesehatan yang mempunyai tugas melaksanakan pelayanan,
pembinaan dan pengendalian Puskesmas Kelurahan, pengembangan
upaya kesehatan, pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan di wilayah
kerjanya.
Untuk melaksanakan tugas sebagaimana tercantum diatas Puskesmas
Kecamatan mempunyai fungsi :
a.

Memberikan

pelayanan

kesehatan

klinis

yang

meliputi: Loket, Rekam Medik, Klinik Umum, Klinik Gigi, Klinik Anak,
Klinik Ibu, Klinik KB, Klinik 24 Jam dan Klinik lain sesuai kebutuhan,
persalinan

perawatan

inap,

Laboratorium

Klinik,

Apotik,

Optik,

Ambulans.
b.

Melakukan penyeliaan pengelolaan dan pelayanan Puskesmas


Kelurahan.
1. Mengkoordinasikan

pelayanan

kesehatan

masyarakat

yang

dilaksanakan puskesmas kelurahan yang meliputi : program KIA, KB,


perbaikan

gizi,

perawatan

kesehatan

masyarakat,

pembinaan

pencegahan dan penanggulangan penyakit menular, termasuk


imunisasi, pembinaan kesehatan lingkungan, PKM, UKS, Kesehatan
olahraga,

pengobatan

termasuk

pelayanan

darurat

karena

kecelakaan, kesehatan gigi dan mulut, laboratorium sederhana,


Sosialisasi KJS Kepada Pasien di Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo

Page 4

upaya kesehatan kerja, kesehatan usia lanjut, upaya kesehatan


jiwa, mata, khusus lainnya dan pencatatan serta pelaporan.
2. Mengkoordinasikan pemberdayaan masyarakat bidang kesehatan
yang meliputi pembinaan kader kesehatan, upaya kesehatan
bersumberdaya masyarakat (UKBM) seperti Posyandu, Posyandu
Lansia
3. Saka

Bhakti

Husada,

serta

peningkatan

kegiatan

gerakan

pemberdayaan masyarakat seperti Gerakan Sayang Ibu (GSI),


Gerakan Sayang Bayi (GSB), Gerakan Pekerja

Wanita Sehat

Produktif (GPWSP) dan lain - lain untuk mandiri dalam bidang


kesehatan.
4. Mengkoordinasikan

temu

lintas

batas

kelurahan

dalam

penanggulangan masalah kesehatan.


2.6 Keadaan Wilayah dan Kependudukan
2.6.1 Keadaan Wilayah
Di wilayah Kecamatan Pasar Rebo terdapat enam puskesmas,
yang terdiri dari :

Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo

Puskesmas Kelurahan Kalisari

Puskesmas Kelurahan Pekayon

Puskesmas Kelurahan Cijantung

Puskesmas Kelurahan Baru

Puskesmas Kelurahan Gedong

Luas Wilayah 1.297, 70 Ha, dengan perincian luas perkelurahan


sebagai berikut:
NO

KELURAHAN

LUAS ( Ha )

Sosialisasi KJS Kepada Pasien di Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo

Page 5

1.

Gedong

263, 40 Ha

2.

Cijantung

238, 57 Ha

3.

Baru

188, 55 Ha

4.

Kalisari

289, 45 Ha

5.

Pekayon

317, 73 Ha

Jumlah

1.297, 70 Ha

2.6.2 Batas Wilayah

Sebelah Utara : Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur


Sebelah Selatan

: Kabupaten Bogor, Jawa Barat

Sebelah Timur :Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur


Sebelah Barat : Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan

2.6.3 Kependudukan
Sosialisasi KJS Kepada Pasien di Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo

Page 6

Jumlah Penduduk Kecamatan Pasar Rebo pada tahun 2012 adalah


207.484 jiwa, dengan rincian jumlah penduduk Kecamatan Pasar Rebo
adalah sebagai berikut :

No

Kelurahan

Jumlah

Gedong

40.006

Cijantung

45.019

Baru

29.323

Kalisari

45.761

Pekayon

47.375

Jumlah

207.484

Jumlah penduduk berdasarkan golongan umur dapat dilihat pada tabel


berikut:

Sosialisasi KJS Kepada Pasien di Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo

Page 7

Jumlah KK, RT, RW, Kecamatan Pasar Rebo Tahun 2012


N

KELURAHAN

RT

RW

KK

Gedong

117

12

11.615

Cijantu ng

109

11

12.926

Baru

80

10

8.540

Kalisari

102

10

12.362

Pekayon

116

10

8.675

524

53

54.118

TOTAL

2.6.4 Keadaan Sosial, Ekonomi Dan Budaya


A. Jenis Mata Pencaharian
N

Mata Pencaharian

Jumlah

O
1.

Pegawai Negeri/Abri/Polri

30.719
Orang

2.

Dagang

15.428
Orang

3.

Tani

3.460

Orang

4.

Wiraswasta / Pengusaha

8.375

Orang

5.

Buruh

1.974

Orang

6.

Jasa dan Lain-lain

52.913
Orang

Jumlah

112.869
Orang

Sosialisasi KJS Kepada Pasien di Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo

Page 8

B. Jumlah Penduduk Berdasarkan Agama


No

Keluraha
n

Protest

Islam

an

Katolik

Hindu

Budh
a

Gedong

27.452

2.250

1.671

93

203

Cijantung

26.801

3.216

3.859

294

420

Baru

24.183

1.967

1.439

1.042

515

Kalisari

27.892

3.293

730

84

23

Pekayon

41.152

1.858

1.189

1.145

679

12.584

8.888

2.605

1.840

147.48

Jumlah

C. Lingkungan Fisik dan Biologis


1. Perumahan Penduduk
N
o

Kelurahan

Permane

Semi

Permanen

Biasa

1.

Pekayon

4.966

2.

Kalisari

3.406

1.565

3.

Cijantung

3.997

166

1.177

4.

Baru

839

1.989

1.412

5.

Gedong

2.875

2.698

1.756

Jumlah

16.083

6.418

4.345

Sosialisasi KJS Kepada Pasien di Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo

Page 9

2. Tempat Buang Sampah


Sebagian besar dilakukan dengan sistem pelayanan perRW,
kemudian diangkut oleh mobil Dinas Kebersihan DKI Jakarta ke
tempat penampungan sampah sementara.
3. Sumur Resapan
Perkembangan

pembuatan

sumur

resapan

di

wilayah

Kecamatan Pasar Rebo sampai dengan bulan Desember 2012 dapat


dilihat dalam tabel berikut ini :

Sosialisasi KJS Kepada Pasien di Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo

Page 10

D.

Fasilitas Umum
1.

Fasilitas Peribadahan

N
o

Sarana
Masjid

Musholla

Gereja

Pura

Klenteng

Wihara

Pekayo

Kalisar

Cijantun

Gedon

14

13

20

17

69

29

38

14

28

28

137

14

2. Fasilitas Kesehatan
N
Pekayo
Sarana
o
n

Baru

Jml

Kalisa
ri

Baru

Cijantun
g

Gedong

Jml

Rumah
Sakit

Rumah
Bersalin

Puskesm
as

Pos
Kesehata
n

13

17

BKIA

Apotik

10

Poliklinik

10

Praktek
Dokter

23

Sosialisasi KJS Kepada Pasien di Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo


9
Posyandu
23
21
16
30
15
1
0

Bidan

Page 11
105
28

3. Sarana Olah Raga

4.

No

Sarana

Pekay
on

Kalisa
ri

Bar
u

Cijantun
g

Gedo
ng

Lap. Sepak
Bola

11

Lap. Bulu
Tangkis

16

11

11

41

11

88

Lap. Bola
Volley

32

Lap. Tenis

18

Lap Basket

21

Kolam
Renang

Lain lain

Jml

Sara
na

Hiburan
N
o

Sarana

Pekay
on

Kalisa
ri

Bar
u

Cijantu
ng

Gedo
ng

Bioskop

Taman
Hiburan

Panti Pijat

11

12

Sosialisasi KJS Kepada Pasien di Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo

Jml

Page 12

Bilyard

5. Sarana Pendidikan
No

Nama Pendidikan

Gedong

Cijantung

Baru

Kalisari

Pekayon

Taman Kanak-kanak

12

10

SD

14

16

13

18

SLTP

SLTA/SMU

12

SLB

UNIV/ST/Akademi

33

49

16

28

33

Jumlah

BAB III
URAIAN PROGRAM
3.1 Kegiatan yang Diamati

Sosialisasi KJS Kepada Pasien di Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo

Page 13

KJS bisa digunakan sebagai alat untuk transaksi pelayanan di


puskesmas. Dengan syarat membawa KJS, fotocopy KTP dan KK DKI
Jakarta, pasien bisa mendapatkan pelayanan kesehatan secara gratis.

( Gambar 1. Kartu Jakarta Sehat )


Untuk menggunakan KJS di Puskesmas, pasien harus melakukan
pendaftaran terlebih dahulu di loket pendaftaran dengan membawa
KJS, fotocopy KTP dan KK DKI Jakarta. Setelah itu baru bisa masuk ke
BP setelah namanya dipanggil. Di dalam BP dokter memastikan
kembali setelah melakukan pemeriksaan dan mendiagnosis apakah
syarat

sudah

pembiayaan

terpenuhi
mulai

dari

sebagai

pasien

pemeriksaan

KJS

fisik,

sehingga

bebas

laboratorium

(jika

diperlukan) sampai pengobatan.


Selain itu, jika diperlukan rujukan ke RS juga ada alur tertentu
bagi pengguna KJS, meliputi :

Sosialisasi KJS Kepada Pasien di Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo

Page 14

( Gambar 2. Alur Pelayanan Kesehatan dengan KJS )

BAB IV
URAIAN HASIL PENGAMATAN
4.1 Uraian Hasil Pengamatan
Dari pengamatan yang penulis lakukan di BP Puskesmas Kecamatan
Pasar Rebo, semua prosedur sudah sesuai aturan. Mulai dari syarat KJS,
Sosialisasi KJS Kepada Pasien di Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo

Page 15

tujuan KJS, hingga sasaran KJS sudah sesuai.


yang

dilakukan

baik

dari

pendaftaran,

Alur pelayanan dan rujukan


ruang

pemeriksaan,

hingga

laboratorium dan tempat pengambilan obat juga sudah sesuai aturan yang
berlaku.
Namun, yang terjadi di sini adalah masih banyak pasien yang tidak
mengetahui sasaran dari KJS tersebut. Karena banyak pasien yang mampu
dan berpenghasilan memadai tetap memakai KJS untuk berobat, sehingga
tidak sesuai dan tidak tepat sasaran. Jadi dapat disimpulkan penerapan KJS
oleh Puskesmas kecamatan Pasar Rebo sudah sesuai dengan aturan yang
dikeluarkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta namun masih kurang sosialisasi
mengenai KJS kepada masyarakat yang berobat ke Puskesmas kecamatan
pasar Rebo.

BAB V
IDENTIFIKASI MASALAH
5.1

Perumusan Masalah
5.1.1 Apa yang menyebabkan masyarakat yang berobat ke
Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo kurang memahami aturan
KJS?
5.1.2 Bagaimana cara menanggulangi permasalahan ketidaktahuan
masyarakat yang berobat ke Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo
mengenai aturan KJS?

5.2

Penentuan Penyebab Masalah yang Relevan

Sosialisasi KJS Kepada Pasien di Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo

Page 16

Untuk menentukan penyebab masalah yang relevan, digunakan


metode fish bone.

BAB VI
TEKNIK PEMECAHAN MASALAH
5.1 Penyebab Masyarakat Kurang Memahami Aturan KJS
Dari pengamatan dan wawancara yang dilakukan di Balai Pengobatan
Puskesmas

Kecamatan

Pasar

Rebo,

penyebab

kurang

pahamnya

masyarakat mengenai aturan KJS karena kurangnya sosialisasi dari


Puskesmas mengenai aturan aruran KJS. Maka dari itu, pasien mengaku
kurang memahami aturan penggunaan KJS di puskesmas. Masalah yang
sering timbul mengenai sasaran dari KJS. Pasien yang datang mengira
semua lapisan masyarakat boleh menggunakan fasilitas KJS, padahal KJS
sendiri diperuntukan bagi warga miskin atau tidak mampu yang tidak
memiliki

fasilitas

jaminan

pemeliharaan

kesehatan

Sosialisasi KJS Kepada Pasien di Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo

atau

jaminan

Page 17

kesehatan daerah. Bagi warga yang mampu dan berpenghasilan cukup


tidak dianjurkan menggunakan KJS.
5.2 Cara

Penanggulangan

Ketidaktahuan

Masyarakat

Mengenai

Aturan KJS
Untuk menanggulangi ketidaktahuan masyarakat mengenai aturan
KJS, perlu sosialisasi dari puskesmas kepada masyarakat mengenai
aturan KJS agar tidak terjadi kesalahpahaman kembali.
Metode yang dilakukan bisa dengan penyuluhan di ruang tunggu
Balai

Pengobatan,

bisa

juga

penyuluhan

pada

kegiatan

promosi

kesehatan seperti PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk), mauupun


dengan penyebaran leflet yang bisa dibaca masyarakat, bisa disebar ke
rumah warga maupun diberikan ketika kunjungan ke puskesmas.
Dengan upaya upaya ini diharapkan semua memahami aturan KJS
sehingga tidak akan terjadi kesalahpahaman dari tujuan KJS, sasaran KJS,
maupun aturan KJS lainnya.

BAB VII
KESIMPULAN DAN SARAN
7.1

Kesimpulan
Kartu Jakarta Sehat (KJS) merupakan satu bentuk Jaminan
Pemeliharaan Kesehatan (JPK) yang bisa digunakan oleh warga DKI
Jakarta dengan sasaran warga DKI Jakarta yang tidak memiliki jaminan
kesehatan ataupun tanggungan asuransinya. Dengan kata lain, KJS
lebih diperuntukkan untuk keluarga yang tidak mampu. KJS sendiri
memiliki aturan tersendiri baik penggunaannya di Puskesmas, maupun
alur rujukannya hingga ke RS. Namun, masih banyak warga yang
kurang memahami aturan dari KJS itu sendiri. Sehingga, KJS sering
bermaslah atau tidak tepat sasaran di puskesmas. Yang diangkat
dalam penulisan ini adalah ketidaktahuan pasien yang berobat di Balai

Sosialisasi KJS Kepada Pasien di Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo

Page 18

Pengobatan (BP) Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo mengenai aturan


KJS terutama sasaran dari KJS itu sendiri.
7.2

Saran
Untuk

menanggulangi

aturan

diperlukan

KJS

ketidaktahuan

sosialisasi

aktif

masyarakat

dari

mengenai

puskesmas

kepada

masyarakat berupa penyuluhan di ruang tunggu BP, penyulusan


melalui promosi kesehatan seperti pada kegiatan PSN (Pemberantasan
sarang Nyamuk), dan pemberian leflet yang bisa dibaca langsung oleh
masyarakat. Dengan ini, diharapkan lagi tidak terjadi ketidakpahaman
masyarakat mengenai aturan KJS.

Sosialisasi KJS Kepada Pasien di Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo

Page 19