Anda di halaman 1dari 2

MEKANISME PASAR MODAL

Kuota mata uang


mata uang kuota merupakan istilah dari mata uang kedua pada tiap pasangan mata uang. Mata
uang kategori ini juga umum disebut sebagai mata uang pip. Keuntungan dan kerugian dalam
forex diukur dengan mata uang ini. Contoh : pada umumnya mata uang setiap negara berbeda
beda, perbedaan inilah yang dapat mengahambat perdagangan antar negara. Negara yamg
meakukan kegiatan ekspor, biasanya meminta kepada negara pengimpor untuk membayar
dengan menggunakan mata uang negara pengimpor. Pembayaran tentunya akan berkaitan
dengan nilai mata uang itu sendiri. Padahal nilai uang setiap negara berbeda. Apabila nilia mata
uang negara pengekspor lebih tinggi daripada nilai mata uang pengimpor, maka dapat
menambah pengeluaran bagi negara pengimpor. Dengan demikian, agar kedua negara
diuntungkan dan lebih mudah proses perdagangannya perlua adanya penetapan mata uang
sebagai standar internasional.
1. Forward Rate
Forward Rate merupakan transaksi keuangan yang dilakukan pada waktu tertentu di masa
depan, dengan harga yang ditentukan pada waktu sekarang dan diberlakukan pada waktu
transaksi yang akan datang. Forward rate juga merupakan kurs mata uang yang dipakai
dalam pasar berjangka, dimana nilainya disepakati sebelum transaksi dilakukan dikemudian
hari. Forward rate merupakan nilai tukar yang ditetapkan pada jangka waktu tertentu (satu
bulan atau lebih) setelah transaksi dilakukan, transaksi semacam ini biasanya dilakukan
dalam hal pembelian hutang atau barang. Forward rate agreement (FRA) adalah Suatu
kontrak dimana dua counterparty setuju dengan suku bunga yang akan dibayarkan pada
jangka waktu tertentu di masa datang. Pada dasarnya tidak terjadi pertukaran nominal
deposito, namun dilakukan pembayaran secara tunai apabila terjadi perbedaan antara tingkat
bunga di pasar dan tingkat bunga yang tetah disepakati dalam kontrak Dalam konteks forex,
Forward Rate ditentukan dalam perjanjian, yang berupa kontrak yang harus dihormati oleh
pihak-pihak yang terlibat. Dalam konteks obligasi, forward rate dihitung untuk menentukan
nilai masa depan. Penentuan forward rate biasanya mengandung biaya transaksi yang tinggi
dan besarnya sangat tergantung pada tingkat fluktuasi nilai mata uang yang diperlukan.
2. Futures
Futures adalah kontrak berjangka panjang yang bersifat mengikat atau memberi kewajiban
kepada kedua belah pihak untuk membeli atau menjual underlying asset tertentu (berupa
valuta asing, tingkat bunga, ekuitas, atau komoditas) berdasarkan tingkat harga yang
ditetapkan saat ini yang penyelesaian transaksinya dilakukan secara cash settelement di masa
yang akan datang sesuai dengan expiration date yang ditetapkan di dalam kontrak tersebut.
Munculnya futures karena pembeli pada umumnya memiliki preferensi yang berbeda atas

spesifikasi kualitas, jumlah dan tempat penyerahan asset dasarnya. Spesifikasi kuantitas dan
kualitas underlying assets, initial price, dan besarnya margin
bagi kedua belah pihak tetap ditentukan oleh exchanges clearing house atau bursa
khusus memperdagangkan futures secara terorganisasi. Harga atas underlying assets
dibedakan menjadi initial futures price (harga awal) dan terminal future price (harga pada
saar kontrak futures di exercise) apabila terminal futures price lebih rendah daripada initial
futures ketika dilaksanakan exercise, maka penjual akan mendapat profit. Sebaliknya, jika
pada saat dilaksanakan exercise, terminal future price-nya dari underlying assets lebih tinggi
dari pada initial futures pricenya, maka penjual yang akan memperoleh keuntungan. Kondisi
ini menunjukan bahwa kedua belah pihak di dalam kontrak futures ini memiliki symetric
exposure, mengingat adanya potential loss dan profit function yang seimbang antara penjual
dan pembeli. Kontrak futures bukan dimaksudkan untuk memiliki underlying assets secara
fisik, melainkan lebih merupakan financial instrument yang digunakan untuk meminimalisasi
ekspektasi risiko dalam upaya mencapai profit tertentu. Berdasarkan pada pertimbangan
tersebut, sehingga kontrak futures pada umumnya tidak dipertahankan hingga expiration
date, melainkan diselesaikan dengan cara closing out the position atau di reserve sebelum
berakhirnya masa kontrak. Reverse dilakukan dengan mengambil posisi berlawanan atas
kontrak yang sama, yaitu sebagai penjual kontrak futures pada tingkat harga yang lebih
tinggi.
3. Option
Opsi adalah kontrak dimana salah satu pihak menyetujui untuk membayar sejumlah imbalan
kepada pihak yang lainnya untuk suatu "hak" (tetapi bukan kewajiban) untuk membeli
sesuatu atau menjual sesuatu kepada pihak yang lainnya; misalnya saja ada seseorang yang
khawatir bahwa harga dari stok XXX akan turun sebelum ia sempat menjualnya, maka ia
membayar imbalan kepada seseorang lainnya (ini disebut "penjual" opsi jual /put option)
yang menyetujui untuk membeli stok daripadanya dengan harga yang ditentukan didepan
(strike price). Pembeli menggunakan opsi ini untuk mengelola resiko turunnya nilai jual dari
stok XXX yang dimilikinya, dilain sisi si pembeli opsi mungkin saja menggunakan transaksi
opsi tersebut untuk memperoleh imbalan jasa dan mungkin telah memiliki suatu gambaran
bahwa nilai jual XXX tersebut tidak akan turun. Sebagai lawan dari opsi jual adalah opsi
beli atau biasa disebut call option dimana pada opsi beli ini memberikan opsi kepada pembeli
opsi hak untuk membeli aset acuan (underlying asset) pada suatu tanggal yang disepakati
dengan harga yang telah ditetapkan atau yang dikenal dengan istilah option strike
4. Swap
Swap adalah istilah asing yang maknanya adalah "pertukaran" namun di Indonesia istilah
juga digunakan secara umum Perjanjian swap adalah transaksi pertukaran dua valuta melalui
pembelian atau penjualan tunai (spot) dengan penjualan/pembelian kembali secara berjangka
yang dilakukan secara simultan dengan bank yang sama dan pada tingkat premi atau diskon
dan kurs yang dibuat dan disepakati pada tanggal transaksi dilakukan