Anda di halaman 1dari 4

LTM MPKT ISLAM

Sistem, Pengertian, Hakikat, Ruang Lingkup, dan Nilai Akhlak dalam Kehidupan
Oleh Hanifa Aristia, 1406578211
1. Sistem Akhlak
Menurut Dr. Abdul Karim Zaidan lagi, satu ciri yang khusus dalam sistem akhlak. Islam ialah
kesyumulannya atau ruang lingkup yang dirangkuminya secara menyeluruh. Berbeda dengan
pegangan sistem yang ada pada hari ini, akhlak dikesampingkan. Contohnya, dalam hal
hubungan antarabangsa. Sistem akhlak Islam juga berpegang kepada nilai akhlak pada matlamat
dan cara. Dalam system akhlak islam tidak ada matlamat menghalalkan cara. Walaupun umat
Islam diwajibkan membantu saudara seagama yang dizalimi, pertolongan tersebut tidak
diperbolehkan jika pertolongan tersebut melanggar perjanjian dengan orang yang menzalimi.
Akhlak boleh dibentuk melalui beberapa kaedah. Pertama, tidak menurut perasaan marah. Secara
tidak langsung, aqidah menghindari kesan-kesan negatif akibat sifat marah. Namun, kita tidak
berupaya membuang sifat tersebut kerana sifat amarah adalah sifat semula jadi manusia. Kaedah
kedua ialah mendidik jiwa dengan membuang sifat-sifat yang keji dan menggantikannya dengan
sifat terpuji.
2. Pengertian dan Hakikat Akhlak
Akhlak merupakan tolak ukur kesempurnaan iman seorang hamba sebagaimana telah
disabdakan oleh Rasulullah SAW: Orang mukmin yang paling sempurna imannya ialah yang
terbaik akhlaknya. (HR. Tirmidzi, dari abu Hurairah radhiallahuanhu, diriwayatkan juga oleh
Ahmad, dishahihkan Al Bani dalam Ash Shahihah No.284 dan 751). Dalam riwayat Bukhari dan
Muslim dari Abdillah bin amr bin Al Ash radhiallahuanhuma disebutkan: Sesungguhnya
sebaik-baik kalian ialah yang terbaik akhlaknya.
Kata akhlak diambil dari bahasa Arab al akhlaq yang berarti tabiat, perangai dan kebiasaan,
Kata akhlak ditemukan pula di dalam hadis-hadis Nabi Muhammad SAW, salah satunya hadis
yang berbunyi: Dari Abu Hurairah, ia berkata, Rasulullah saw. bersabda: Sesungguhnya aku
hanya diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia. (HR. Ahmad).
Dalam Al-Quran, akhlak diumpamakan dengan kata lain dalam bentuk kata tunggal yang
disebut khuluq yang tercantum dalam Al-Quran surat Al-Qalam ayat 4,

Sesungguhnya engkau (Muhammad) berada di atas budi pekerti yang agung (QS. Al-Qalam:
4).
Khuluq adalah ibarat dari kelakuan manusia yang membedakan baik dan buruk, lalu
disenangi dan dipilih yang baik untuk dipraktekan dalam perbuatan, sedang yang buruk di benci
dan dihilangkan. Definisi-definisi akhlak secara substansial tampak saling melengkapi, dan
memiliki lima ciri penting dari akhlak, yaitu
a. Akhlak adalah perbuatan yang telah tertanam kuat dalam jiwa seseorang sehingga
menjadi kepribadiannya. Dalam artian sudah menjadi kebiasaan.
b. Akhlak adalah perbuatan yang dilakukan dengan mudah dan tanpa pemikiran.
c. Akhlak adalah perbuatan yang timbul dari dalam diri seseorang
d.

yang

melakukannya.Tanpa ada paksaan atau tekanan dari luar.


Akhlak adalah perbuatan yang dilakukan dengan sesungguhnya bukan main-main atau

sandiwara. Perbuatan ini umumnya hanya dilakuan satu kali seumur hayat.
e. Sejalan dengan ciri yang ke empat perbuatan akhlak (khususnya akhlak yang baik),akhlak
adalah perbuatan yang dilakukan dengan ikhlas karena sematamat Allah SWT bukan
karena ingin mendapatkan suatu pujian.
Akhlak merupakan buah yang dihasilkan dari proses menerapkan aqidah dan syariah.
Ibarat bangunan, akhlak merupakan kesempurnaan dari bangunan tersebut setelah fondasi
dan bangunannya kuat. Jadi, tidak mungkin akhlak ini akan terwujud pada diri seseorang jika
dia tidak memiliki aqidah dan syariah yang baik. Oleh karena itu, akhlak berfungsi sebagai
pengatur tingkah laku manusia.
3. Ruang Lingkup dan Nilai Akhlak dalam Kehidupan
Dalam Al-Quran surat An-Nisa Allah SWT menjelaskan: Sembahlah Allah dan janganlah
kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang
ibu-bapak, karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan
tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil, dan hamba sahayamu, Sesungguhnya Allah tidak
menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri (QS. An-Nisa[4]: 36).
Ayat di atas menjelaskan tentang dua akhlak yang harus dimiliki manusia. akhlak kepada
Allah SWT, yaitu untuk beriman dan bertakwa kepada Allah SWT dengan melaksanakan semua
perintah-Nya dan menjauhi segala apa yang dilarang-Nya, serta memurnikan keimanan dengan
tidak menyekutukan Allah SWT dengan sesuatu apapun. Sebagaimana telah dijelaskan dalam Al-

Quran: Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala
dosa yang selain dari syirik itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barang siapa yang
menyekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar. (QS. An-Nisa [4]: 48).
Akhlak terbagi menjadi dua yaitu akhlak yang mulia atau akhlak yang terpuji (AlAkhlakul Mahmudah) dan akhlak yang buruk atau akhlak yang tercela (Al-Ahklakul
Mazmumah).Adapun

ruang

lingkup

bidang

studi

akhlak

adalah:

1. Akhlak terhadap diri sendiri meliputi kewajiban terhadap dirinya disertai dengan larangan
merusak, membinasakan dan menganiyaya diri baik secara jasmani (memotong dan merusak
badan), maupun secara rohani (membirkan larut dalam kesedihan). Akhlak pribadi meliputi:
shiddiq, amanah, istiqamah, iffah, mujahadah, syajaah, tawadhu, sabar, malu dan pemaaf.
2. Akhlak dalam keluarga meliputi segala sikap dan perilaku dalam keluarga, contohnya berbakti
pada orang tua, menghormati orang tua dan tidak berkata-kata yang menyakitkan mereka.
Seorang muslim wajib memberi penghormatan terhadap ayah dan ibunya. Memelihara mereka di
hari tuanya, mencintai mereka dengan kasih sayang yang tulus serta mendoakan setelah mereka
tiada.
3. Akhlak dalam masyarakat meliputi sikap kita dalam menjalani kehidupan soaial, menolong
sesama, menciptakan masyarakat yang adil yang berlandaskan Al-Quran dan hadist.
4. Akhlak dalam bernegara meliputi kepatuhan terhadap Ulil Amri selama tidak bermaksiat
kepada agama, ikut serta dalam membangun Negara dalam bentuk lisan maupun fikiran.
5. Akhlak terhadap agama meliputi beriman kepada Allah, tidak menyekutukan-Nya, beribadah
kepada Allah. Taat kepada rasul dan meneladani tindakannya. Akhlak terhadp Allah SWT
meliputi: takwa, cinta dan ridha, ikhlas, khauf dan raja, tawakal syukur, muraqabah dan taubat.
Akhlak terhadap rasul meliputi: mencintai dan memuliakan rasul, mengikuti dan menaati rasul,
dan mengucapkan shalawat dan salam.
Nilai akhlak ini adalah nilai yang membahas mengenai mana yang baik dan mana yang buruk
dan bagaimana seseorang untuk dapat berbuat baik. Jadi nilai akhlak dapat dibagi menjadi
bermacam macam nilai antara lain nilai spiritual dan nilai absolut.
Nilai Spiritual adalah nilai kerohanian, yang terletak dalam hati. Bila dilihat tinggi rendahnya
nilai-nilai yang ada, nilai spiritual merupakan nilai tertinggi dan bersifat mutlak karena

bersumber pada Tuhan Yang Maha Esa. Setiap orang akan selalu memilki pandangan atau
persepsi akan sesuatu yang dianggapnya memiliki kekuatan yang melebihi manusia, dalam
pandangan orang beragama disebut sebagai yang Maha Kuasa, Allah, Sang Hyang Widi, Tuhan,
God, Yang Maha Pencipta, dan sebagainya.
Manusia sangat tergantung dan hormat pada kekuatan yang ada di luar dirinya, bahkan
memujanya untuk melindungi dirinya bila perlu rela mengorbankan semuanya yaitu harta dan
jiwa sebagai bukti kepatuhan dan yang mempunyai ketundukan terhadap kekuatan tersebut.
Nilai absolut adalah adalah kebenaran dan kebaikan sebagai nilai-nilai yang akan mengantarkan
kepada kesejahteraan hidup di dunia dan akhirat secara individual dan sosial. Didalam nilai
absolut tersebut terdapat bermacam macam nilai yang akan menuntun manusia kejalan yang
benar dan tentunya akan sukses di dunia dan di akhirat. Antara lain adalah adanya nilai sosial dan
nilai kemanusiaan yang bersumber dari manusia sendiri.
Dengan demikian akhlak sangat menentukan hukum atau nilai dari suatu perbuatan yang
dilakukan manusia untuk ditentukan baik-buruknya. Akhlak yang ada di kehidupan ini adalah
akhlak yang bersumber dari petunjuk Al-Quran dan Hadist yang kesemuanya tersebut samasama menghendaki terciptanya keadaan masyarakat yang baik, teratur, aman, damai, dan tentram
sehingga sejahtera batiniah dan lahiriah.
DAFTAR PUSTAKA
Akhlak, http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/agama_islam/bab5-akhlak.pdf. [18 Maret
2015]
Kusmiati, http://digilib.ump.ac.id/files/disk1/14/jhptump-a-kusmiati-664-2-babii.pdf. [19 Maret
2015]
Marzuki, Konsep Akhlak Islam. http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/pendidikan. [18 Maret
2015]
Yuliarti, 2014. Akhlak Islam dan Implementasinya. http://sulsel.kemenag.go.id/index.php?
a=artikel&id=24458. [18 Maret 2015]