Anda di halaman 1dari 2

Intervensi Farmasi Klinik dalam proses penggunaan Obat

Sebelum kita berbicara mengenai intervensi farmasi secara klinik, kita harus mendudukkan dulu
persoalan apa yang dimaksud proses penggunaan obat kita harus menyamakan persepsi
tentang istilah tersebut karena perbedaan persepsi akan berakibat berbedanya cara pandang kita.
Orang awam mungkin berpikiran bahwaproses penggunaan obat adalah bagaimana cara
konsumsi obat, itu tidak benar tapi juga tidak salah karena konsumsi merupakan salah satu dari
berbagai macam proses penggunaan obat.
Berikut adalah Langkah langkah proses penggunaan ada tiga macam yaitu :
1. Pre-dispensing
2. Dispensing
3. Post-dispensing

( I, II, X)
( III, IV, V, VI)
(VII, VIII, IX)

Dispensing adalah proses yang diawali menerima resep sampai pemberian resep, Pre-dispensing
artinya resep sebelum di terima oleh Apoteker, sementara, Post-dispensing setelah obat diberikan
kepada Apoteker.
Tahap Farmasi klinik dalam proses penggunaan obat
I.
II.
III.
IV.
V.
VI.
VII.
VIII.
IX.
X.

I.

Tahap menulis resep


Seleksi obat
Mengidentifikasi DRP (nyata/tersembunyi)
Menetapkan sejarah obat penderita
Meracik Obat
Pendidikan dan Konseling Penderita
Konsumsi Obat
Pemantauan (PTO/ROM)
Pengkajian Penggunaan Obat
Pendidikan Obat bagi professional kesehatan lain

(Pre-dispensing)
(Pre-dispensing)
(Dispensing)
(Dispensing)
(Dispensing)
(Dispensing)
(Post-dispensing)
(Post-dispensing)
(Post-dispensing)
(Pre-dispensing)

Tahap menulis resep


a. Membantu memilihkan obat yang tepat dan efektif sesuai dengan kemampuan
penderita, apakah tepat jenis obatnya, dosisnya , frekuensinya, maupun cara
pemakainnya
b. Memberikan alternatif terapi, misalkan mempertimbangkan faktor ekonomi
terhadap pasien yang kurang mampu dengan memilihkan obat generic berlogo
daripada obat paten (generik bermerk), mempertimbangkan faktor alergi terhadap
pasien.

c. Posologi/ ketersediaan obat,


II.

Seleksi Obat
a. Menentukan data komparatif antar-industri,