Anda di halaman 1dari 53

GAMBARAN PERSALINAN

DENGAN METODE SEKSIO


SESAREA DI RSUD JAYAPURA
TAHUN 2012
SUPARMAN
0090 840 049
Dosen Pembingbing
1. Dr. Daniel H. Usmany , Sp.OG
2. Dr. dr. Grace D. Kandou, Mkes

PENDAHULUAN

DEFINISI

Seksio sesarea adalah pembedahan untuk melahirkan


janin dengan membuka dinding perut dan dinding
uterus dengan syarat rahim dalam keadaan utuh serta
berat janin diatas 500 gram

LATAR
BELAKANG

Sejak tahun 1970 hingga 2007, angka pelahiran caesar


di Amerika Serikat meningkat dari 4,5 % menjadi 31,8
%, Kanada 22,5 % dan di Inggris 22,4 %.

Peningkatan angka seksio sesarea terjadi di negara maju


maupun negara berkembang, angka seksio sesarea di Indonesia
juga sangat signifikan
angka seksio sesarea di rumah sakit pemerintah
PEMERINTAH
berkisar 12-15%
SEMI-SWASTA

SWASTA

rumah sakit semi-swasta antara 12-15%


rumah sakit swasta mencapai 25-30 %

Peningkatan

tajam angka kelahiran dengan cara seksio


sesarea ini, Selain dikarenakan faktor medis dan juga
nonmedis ada faktor lain yang mempengaruhi peningkatan
seksio sesarea, yaitu usia ibu, meluasnya pengenalan
gawat janin dan kemajuan dalam teknik operasi serta
penggunaan obat-obat antibiotika dan anastesi.

Seksio sesarea memiliki dua indikasi yaitu medis dan


non-medis. Indikasi merupakan syarat-syarat yang harus
dipenuhi yang nantinya akan menentukan perlu tidaknya
tindakan dilakukan.
Seksio sesarea umumnya dilakukan atas indikasi medis ketika
proses persalinan normal melalui vagina tidak memungkinkan
karena berisiko kepada komplikasi medis lainnya. Akan tetapi
beberapa wanita memutuskan untuk dilakukan
seksio
sesarea

Mereka memutuskan dilakukan seksio sesarea karena


takut terhadap komplikasi yang berhubungan dengan
persalinan pervaginam
Padahal, seksio sesarea memberikan risiko yang cukup
besar, bukan hanya untuk ibu tetapi juga untuk janin.

Health
Reserach Group

menentukan batasan persentase seksio


sesarea yang diperbolehkan hanya 15%.

WHO

membuat batas ketetapan Seksio sesarea


adalah 15% dari seluruh persalinan

KEPMENKES RI

menetapkan bahwa batas pertolongan


persalinan melalui seksio sesarea adalah
adalah 20%

Standar Pelayanan
Rumah Sakit

RUMUSAN
MASALAH

Bagaimana gambaran persalinan


dengan metode seksio sesarea di
Rumah Sakit Umum Daerah
Jayapura tahun 2012 ?

TUJUAN PENELITIAN

Tujuan Umum
Untuk mengetahui gambaran persalinan dengan
metode seksio sesarea di Rumah Sakit Umum
Daerah Jayapura tahun 2012

Tujuan Khusus
Untuk mengetahui proporsi persalinan seksio sesarea pada
tahun 2012
Untuk mengetahui distribusi proporsi ibu bersalin dengan
seksio sesarea berdasarkan umur.
Untuk mengetahui distribusi proporsi ibu bersalin dengan
seksio sesarea berdasarkan indikasi medis dan non-medis.

MANFAAT PENELITIAN

PEMERINTAH

Sebagai bahan masukan bagi Dinas Kesehatan


Provinsi Papua dalam mengembangkan dan
meningkatkan mutu kesehatan masyarakat
Papua.

RUMAH
SAKIT

Dapat dipakai sebagai informasi atau


masukan dalam meningkatkan pelayanannya
khususnya
pada
perencanaan
pelayanan
Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), terutama dalam
menangani masalah seksio sesarea.

PENULIS
LAIN

Dapat dipakai sebagai sumber informasi


untuk melakukan penelitian selanjutnya
yang berhubungan dengan penelitian yang
telah dilakukan penulis.

PENULIS
SENDIRI

Dapat menambah wawasan dan kesempatan


untuk menerapkan ilmu yang telah diperoleh
penulis selama kuliah di FK dan juga sebagai
salah satu syarat untuk mencapai gelar Sarjana
Kedokteran.

TINJAUAN PUSTAKA

PERSALINAN

Adalah suatu proses pengeluaran hasil


konsepsi (janin dan uri), yang dapat hidup
ke dunia luar, dari rahim melalui jalan lahir
atau dengan jalan lain

Persalinan normal adalah persalinan melalui vagina atau


jalan lahir biasa. Apabila wanita tidak dapat melahirkan
secara
normal
maka sebagai alternatif dilakukan
seksio sesarea

Jenis Persalinan
Persalinan Normal
Persalinan biasa disebut juga partus spontan, adalah proses
lahimya bayi pada Letak Belakang Kepala (LBK) dengan tenaga ibu
sendiri, tanpa bantuan alat-alat serta tidak melukai ibu dan
bayi yang umumnya berlangsung kurang dari 24 jam.

Persalinan Abnormal
Persalinan luar biasa adalah persalinan pervaginam dengan
bantuan alat-alat atau melalui dinding perut dengan seksio sesarea

DEFINISI

Seksio sesarea adalah pembedahan untuk


melahirkan janin dengan membuka
dinding perut dan dinding uterus dengan
syarat rahim dalam keadaan utuh serta
berat janin diatas 500 gram

Jenis Seksio Sesarea

Elektif

Seksio sesarea elektif adalah suatu keadaan


dimana seksio sesarea yang dilakukan sudah
dibuat pada saat kehamilan dan sebelum
melakukan persalinan.

Darurat

seksio sesarea yang dilakukan apabila ada


masalah pada saat proses persalinan normal.

Teknik Pembedahan Seksio Sesarea


Dua teknik utama pembedahan seksio sesarea adalah seksio
sesarea klasik dan segmen bawah. Teknik pembedahan seksio
sesaria klasik kini jarang dilakukan, karena mengakibatkan
kehilangan jumlah darah yang jauh lebih banyak.
Teknik pembedahan seksio sesarea segmen bawah dapat dilakukan
melalui insisi vertikal atau insisi transversal. Insisi transversal lebih
popular karena lebih mudah dilakukan dan juga kehilangan darah
yang jauh lebih sedikit dan infeksi paska operasi yang jauh lebih kecil
dan kemungkinan ruptur pada kehamilan berikutnya lebih kecil

Di RSUPN Cipto Mangunkusumo Jakarta, 30% dari 404


persalinan pada tahun 1999-2000 adalah persalinan
dengan seksio sesarea. Proporsi persalinan dengan
seksio sesarea di RSIA Sri Ratu Medan pada tahun 1999
sebesar 398 (42,3%) dari 940 persalinan, pada tahun
Epidemiologi 2000 proporsi persalinan dengan seksio sesarea sebesar
460 (43%) dari 1069 persalinan.

Meskipun data ini tidak bisa mencerminkan seluruh kondisi yang ada
di Indonesia, tetapi dapat menggambarkan bahwa angka persalinan
dengan operasi seksio sesarea cukup tinggi terjadi di Indonesia.

Indikasi Seksio Sesarea

Indikasi Medis
Plasenta Previa
Disproporsi sefalo-pelvik
Gawat Janin
Partus Lama
Pre-eklampsia dan eklampsia
(PE/E),
Seksio Ssarea Sebelumnya dll

Indikasi Non-medis
Faktor nonmedis adalah
hal-hal yang berkaitan
dengan tindakan bukan
medis dilakukannya seksio
sesarea.

Faktor Lain Yang Mempengaruhi Seksio Sesarea

Usia Ibu

Alat Pantau
Janin
Elektronik

Anastesi

Resiko Seksio Sesarea


Seksio sesarea memberikan risiko yang cukup besar, bukan
hanya untuk ibu tetapi juga untuk janin. Ibu yang melahirkan
melalui seksio sesarea memiliki risiko kematian lebih besar
daripada persalinan pervaginam.
Risiko seksio sesarea bagi ibu adalah infeksi, perdarahan, trauma pada
saluran urin, komplikasi anastesi. Risiko seksio sesarea untuk janin adalah
takipnea, cedera (laserasi, memar, dan trauma lain) dan immatur paru-paru
(merupakan risiko terbesar bagi janin yang dilahirkan sebelum waktunya).

METODE PENELITIAN
Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian yang bersifat
deskriptif dengan melihat data sekunder dari rekam medis di
RSUD Jayapura pada Tahun 2012
Lokasi dan Waktu Penelitian
Penelitian dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah Jayapura
mulai pada bulan Juni Agustus Tahun 2012

Populasi dan Sampel

Populasi
Populasi untuk penelitian ini adalah semua ibu yang bersalin
dengan metode seksio sesarea yang tercatat dalam rekam medik
di Rumah Sakit Umum Daerah Jayapura pada Tahun 2012
Sampel
Sampel adalah semua ibu yang bersalin dengan metode seksio
sesarea di Rumah Sakit Umum Daerah Jayapura Tahun 2012

Variabel Penelitian
Variabel yang digunakan adalah :
Umur
Indikasi Seksio Sesarea
Indikasi Medis
Indikasi Non-medis

Definisi Operasional
Seksio sesarea adalah persalinan dengan tindakan operatif untuk
mengakhiri kehamilan ibu baik karena indikasi medis ataupun
karena indikasi non-medis sesuai dengan catatan yang ada pada
kartu status ibu.

Proporsi adalah jumlah kejadian persalinan dengan metode seksio


sesarea dari seluruh persalinan normal dalam satu tahun.

Umur

adalah usia ibu pada saat melahirkan sekarang ini,


yang terdapat pada kartu status ibu yang dikategorikan
atas:
Umur

resiko rendah (20-35 tahun)

Umur

resiko tinggi (<20 tahun dan > 35 tahun)

Indikasi seksio sesarea adalah merupakan suatu petunjuk untuk


melakukan persalinan dengan seksio sesarea sesuai dengan status
pasien, yang dapat dikelompokkan menjadi:

a. Indikasi Medis
b. Indikasi Non Medis

a. Indikasi medis dapat dikategorikan menjadi: Plasenta previa, solusio plasenta,


disproporsi sefalo-pelvik (CPD), serotinus, partus lama, pre-eklampsia/eklampsia,
malpresentase janin, gagal induksi, oligohidramnion, janin besar, condiloma
akuminata, ketuban pecah dini (KPD), gawat janin, primimuda, primitua dan
metoda operasi wanita (MOW).

b. Indikasi non medis adalah partus lewat seksio sesarea atas permintaan
pasien sendiri dengan alasan pribadi.

Metode Pengumpulan Data


Pengumpulan data dilakukan dengan memakai data skunder
yang diperoleh dari rekam medik di RSUD Jayapura tahun
2012.

Teknik Analisis Data


Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif dimana data
akan ditampilkan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi.

Hasil Penelitian
Tabel 4.1 Proporsi Persalinan Dengan Metode Seksio Sesarea
Tahun 2012
No. Frekuensi Seksio Sesarea
1.

Jumlah Seluruh Persalinan

Presentasi

1888

44,81 %

846

Pada tabel 4.1 di atas dapat dilihat bahwa proporsi ibu bersalin dengan metode
seksio sesarea di Rumah Sakit Umum Daerah Jayapura tahun 2012 sebanyak 846
(44,81 %) dari 1888 persalinan (55, 19 %).

Tabel 4.2 Distribusi Proporsi Persalinan dengan Metode Seksio


Sesarea Berdasarkan Umur
No.

Umur (tahun)

Jumlah
n

a. 20-35

644

76,1

b. <20 dan >35

202

23,9

846

100 %

Total

Pada tabel 4.2 di atas dapat dilihat bahwa proporsi


ibu bersalin dengan metode seksio sesarea paling
banyak pada kelompok umur 20 - 35 tahun yaitu
sebesar 644 orang (76,1%) sedangkan kelompok umur
< 20 dan > 35 tahun yaitu sebesar 202 orang (23,9%).

Tabel 4.3 Distribusi Proporsi Persalinan dengan Metode Seksio Sesarea Berdasarkan Indikasi di RSUD Jayapura Tahun 2012

No.

Indikasi Seksio sesarea

Jumlah
n

Indikasi Medis

831

98,2

Indikasi Non-medis

15

1,8

846

100%

Total

Pada tabel 4.3 di atas dapat dilihat bahwa seksio


sesarea berdasarkan indikasi medis adalah
sebesar 831 orang (98,2 %) dan indikasi non-medis
sebesar 15 orang (1,8 %).

Tabel 4.4 Distribusi Proporsi Persalinan dengan Seksio Sesarea


Berdasarkan Indikasi Medis di RSUD Jayapura Tahun 2012
No.
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

Indikasi Medis
Placenta Previa
Solusio Placenta
Ketuban Pecah Dini (KPD)
Cephalopelvic Disproportion (CPD)
Malpresentasi Janin
Partus Lama
Oligohidramnion
HIV / AIDS (B 20)
Seksio Sesarea Sebelumnya
Gagal Induksi

Jumlah
n
%
21
3
105
57
81
79
22
19
285
24

2,0
0,3
9,8
5,3
7,5
7,4
2,0
1,8
26,5
2,2

Lanjutan..
11

Gawat Janin

78

7,3

12

Intra Uterina Fetal Death (IUFD)

13

1,2

13

Metoda Operasi Wanita (MOW)

82

7,6

14

Serotinus

36

3,4

15

Pre-eklampsia/ Eklampsia

105

9,8

16

Primimuda

0,3

17

Primitua

14

1,3

18

Janin Besar

27

2,5

19

Condiloma Akuminata

0,5

20

Varises Vagina

0,2

21

Tumor Vagina

0,1

22

Lilitan Tali Pusat

0,2

23

Riwayat Asma

0,2

24

Riwayat Epilepsi

0,1

25

Riwayat Operasi Jantung

0,1

26

Hydrocephalus

0,1

27

Post Laparatomy

0,2

28

Portio Oedem

0,3

1074

100 %

Total

Pada tabel 4.4 di atas dapat dilihat berdasarkan indikasi medis, proporsi ibu
bersalin dengan metode seksio sesarea paling banyak adalah riwayat seksio
sesarea sebelumnya sebesar 26,5 %, di ikuti ketuban pecah dini (KPD) dan
pre-eklampsia/ eklampsia masing- masing sebesar 9,8 %,......

Lanjutan..

metoda operasi wanita (MOW) sebesar 7,6 %, malpresentasi janin


sebesar 7,5 %, partus lama sebesar 7,4 %, gawat janin 7,3 %,
cephalopelvic disproportion (CPD) sebesar 5,3 %,
serotinus
sebesar 3,4 %, janin besar sebesar 2,5 %, oligohidramnion sebesar
2,0 %, plasenta previa sebesar 2,0 %, HIV / AIDS (B 20) sebesar 1,8
%, primitua sebesar 1,3 %, intra uterina fetal death (IUFD)
sebesar 1,2 %, condiloma akuminata sebesar 0,5 %, solusio
plasenta, portio oedem dan primimuda masing- masing sebesar
0,3 %, varises vagina, post laparatomy, lilitan tali pusat masingmasing sebesar 0,2 %, tumor vagina, riwayat epilepsi, riwayat
asma, dan hidrocephalus masing- masing sebesar 0,1 %.

Pembahasan

Proporsi Persalinan Dengan Metode Seksio Sesarea di RSUD


Jayapura Tahun 2012
Angka proporsi dengan metode seksio sesarea di RSUD Jayapura sebesar
44,81 %.
Angka proporsi seksio sesarea di Rumah Sakit Umum Daerah Jayapura ini telah melewati
batas ketetapan seksio sesarea di Indonesia yaitu 20 % dari seluruh persalinan normal.

Untuk memenuhi ketentuan tersebut perlu sekali dilakukan


pemeriksaan yang teliti agar dapat ditegakkan diagnosa seksio
sesarea sesuai dengan indikasi medis dan menghindari dilakukannya
tindakan seksio sesarea atas permintaan ibu atau keluarga dan juga
atas kemauan dokter.

Tingginya angka seksio sesarea ini oleh karena indikasi medis juga
karena adanya permintaan ibu- ibu hamil agar melahirkan melalui
operasi seksio sesarea saja, padahal tindakan seksio sesarea mempunyai
resiko yang tinggi baik selama pembedahan maupun sesudahnya bahkan
pada kehamilan dan persalinan berikutnya. Akibatnya jumlah kasus
seksio sesarea di Rumah Sakit Umum Daerah Jayapura melebihi batas
ketetapan seksio sesarea di Indonesia yakni 20 %.

Salah satu upaya pemerintah untuk menekan angka kejadian seksio


sesarea adalah dengan mempersiapkan tenaga kesehatan yang terlatih
dan terampil agar dapat melakukan deteksi dini dan pencegahan
komplikasi pada ibu hamil selama kehamilan sehingga kemungkinan
persalinan dengan seksio sesarea dapat diminimalkan dan dicegah sedini
mungkin.

Distribusi Ibu Bersalin dengan Metode Seksio Sesarea Berdasarkan Umur

Dari tabel 4.2 di atas dapat dilihat bahwa proporsi ibu bersalin
dengan metode seksio sesarea paling banyak pada kelompok umur
20 - 35 tahun yaitu sebesar 644 orang (76,1%) sedangkan kelompok
umur < 20 dan > 35 tahun yaitu sebesar 202 orang (23,9%).
Tingginya proporsi ibu bersalin dengan metode seksio sesarea pada
kelompok umur 20 35 tahun dikarenakan pada kelompok umur ini
digolongkan sebagai usia yang cukup sehat sebagai seorang ibu
untuk hamil dan melahirkan.

Kelompok umur ini juga sudah cukup matang baik secara fisik maupun
fisiologis dalam menjalani proses kehamilan dan persalinan. Bila berada di
bawah umur 20 tahun organ- organ reproduksi belum sempurna secara
keseluruhan, sedangkan ibu yang berusia > 35 tahun dianggap beresiko
karena pada usia ini ibu sudah mengalami penurunan fisik dan fisiologis,
dan kebanyakan ibu pada usia ini biasanya hamil di luar rencana sehingga
ibu tidak siap menerima kehamilannya.

Indikasi Seksio Sesarea


Dari tabel 4.3 diatas dapat dilihat bahwa ibu yang bersalin dengan metode
seksio sesarea di RSUD Jayapura Tahun 2012, persentase terbanyak adalah
dengan indikasi medis adalah sebesar 831 orang (98,2 %) dan indikasi nonmedis sebesar 15 orang (1,8 %).
Meskipun indikasi non medis persalinan seksio sesarea di RSUD Jayapura hanya
1,8 % , namun hal ini dapat menjadi permasalahan karena tindakan seksio
sesarea itu mempunyai resiko yang tinggi baik selama pembedahan maupun
sesudahnya bahkan beresiko pada persalinan dan kehamilan berikutnya.
Persalinan dengan metode seksio sesarea memiliki kemungkinan resiko 5 kali
lebih besar terjadi komplikasi dibandingkan dengan persalinan normal.

Dari Tabel 4.4 di atas dapat dilihat bahwa persentase terbanyak indikasi
medis di lakukannya seksio sesarea adalah riwayat seksio sesarea sebelumnya
yatu sebesar 26,5%, dan presentase yang paling kecil oleh tumor vagina, ibu
dengan riwayat epilepsi, asma bronchial dan hidrocephalus masing-masing
sebesar 0,1 %.
Tingginya presentase indikasi medis oleh seksio sesarea sebelumnya ini,
disebabkan oleh karna ibu yang pernah mengalami seksio sesarea
sebelumnya, memiliki risiko yang lebih besar untuk mengalami ruptur uterin.
Untuk memimalkan risiko ruptur uterin, ibu dianjurkan untuk
dilakukan seksio sesarea.

Kesimpulan
Proporsi ibu bersalin dengan metode seksio sesarea di Rumah
Sakit Umum Daerah Jayapura tahun 2012 sebanyak 846 (44,81
%) dari 1888 persalinan (55,19 %).
Proporsi ibu bersalin dengan metode seksio sesarea paling
banyak pada kelompok umur 20 - 35 tahun yaitu sebesar 644
orang (76,1%) sedangkan kelompok umur < 20 dan > 35 tahun
yaitu sebesar 202 orang (23,9%).

Berdasarkan indikasi seksio sesarea diperoleh distribusi proporsi


dengan jumlah terbanyak pada indikasi medis yaitu sebesar 98,2 %
dan indikasi non medis sebesar 1,8 %. Berdasarkan indikasi medis,
distribusi proporsi terbanyak terdapat pada riwayat seksio sesarea
sebelumnya yaitu sebesar 26,5 %.

Saran
Petugas kesehatan diharapkan mampu memberikan konseling mengenai bahaya
yang ditimbulkan akibat operasi seksio sesarea
sehingga masyarakat
memahami dan angka kejadian bedah seksio sesarea dapat ditekan.
Perlu diadakan peningkatan penyuluhan dan pengawasan antenatal care (ANC)
yang baik, sehingga nantinya dapat mengurangi indikasi medis untuk dilakukan
tindakan seksio sesarea.

Setiap ibu hamil perlu meningkatkan kesadaran untuk memeriksakan kehamilannya


secara rutin agar dapat mengenali tandatanda bahaya kehamilan sejak awal dan
mengantisipasi masalah yang dapat timbul pada saat persalinan.

Diharapkan akan ada peneliti yang dapat melakukan penelitian lebih lanjut
dengan penambahan variabel independen lainnya seperti pekerjaan,
pendidikan, sosial ekonomi, pengetahuan, frekuensi kunjungan antenatal dan
lainlain.

TERIMAKASIH