Anda di halaman 1dari 4

GEREJA

ARTI DAN MAKNA


Gereja adalah:
-

Tanda dan sarana (sakramen) pertemuan dan persatuan antara Allah dan manusia, dan manusia dengan

manusia.
Jemaat Allah yang dikuduskan dalam Yesus Kristus.
Umat Allah. Gereja bukanlah pertama-tama suatu gedung atau tempat jemaat berkumpul ataupun
organisasi manusia, melainkan perwujudan karya Allah yang konkrit, kelompok dinamis pilihan karena kasih

Allah.
Tubuh Kristus. Antara gereja dan Kristus ada kesatuan hidup. Gereja hidup dari Kristus dan dipenuhi oleh

daya ilahi-Nya.
Bait Roh Kudus.
Misteri dan Sakramen.
Communio, atau koinonia yang berarti persekutuan.
Persekutuan para Kudus. Gereja pertama-tama adalah suatu persekutuan dalam iman, persekutuan
dengan Yesus Kristus, persekutuan roh. Dengan demikian persekutuan para kudus dapat berarti Gereja
dari segala zaman. persekutuan para kudus dari semula mau menegaskan bahwa persekutuan di dalam
gerejaa bukanlah suatu yang lahiriah atau social saja.

SIFAT-SIFAT ATAU CIRI-CIRI GEREJA


Sifat-sifat atau ciri-ciri gereja katolik adalah satu, kudus, katolik dan apostolic.
Gereja yang SATU mau menyatakan bahwa Pola dan prinsip terluhur misteri kesatuan Gereja ialah
kesatuan Allah yang Tunggal dalam Tiga Pribadi yakni, Bapa, Putera, dan Roh Kudus. Pusat gereja bukan
organisasinya sendiri, melainkan Injil Yesus Kristus yang diwartakan, dirayakan dan dilaksanakan dalam kehidupan
sehari-hari. Kesatuan Gereja bukanlah semacam kekompakan organisasi atau kerukunan social. Kesatuan Gereja
itu pertama-tama adalah kesatuan iman akan Yesus Kristus. Gereja itu satu karena Kristus. Hanya satu Gereja yaitu
Gereja Kristus.
Gereja itu KUDUS, karena Kristus membuatnya kudus. Kekudusan gereja bukanlah suatu sifat yang
seragam, melainkan semua mengambil bagian dalam satu kesucian Gereja, yang berasal dari Kristus, yang
mengikutsertakan Gereja dalam gerakan Nya kepada Bapa oleh Roh Kudus. Suci sebenarnya berarti yang
dikhususkan bagi Tuhan. Jadi suci mnyangkut seluruh bidang sacral atau keagamaan.
Gereja yang KATOLIK, tidak pertama-tama hanya berarti Gereja tersebar ke seluruh dunia, tetapi lebih
berarti bahwa dalam setiap jemaat setempat hadirlah gereja seluruhnya. Gereja selalu legkap dalam arti misalnya
Gereja setempat bukanlah cabang dari gereja universal. Secara lengkap gereja disebut Katolik karena:

GEREJA
-

Tersebar di seluruh muka bumi


Mengajarkan secara menyeluruh dan lengkao segala ajaran iman
Tertuju kepada semua manusia, yang mau disembuhkan secaara menyeluruh pula.
Untuk segala zaman.

Katolik artinya umum, universal. Gereja disebut Katolik karena dengan perantaraannya Roh Kudus hadir di seluruh
dunia. Maka katolik tidak hanya berari Gereja yang universal, melainkan juga setiap anggotanya, sebab di dalam
setiap jemaat hadirlah seluruh gereja.
Gereja yang APOSTOLIK. Apostolik sama dengan rasuli, yang berarti dari para rasul dan tetap berpegang
teguh pada kesaksian iman mereka. Gereja dibangun atas dasar para rasul, para nabi, dengan Kristus Yesus
sebagai batu penjuru. Yang disebut apostolic bukanlah para uskup, melainkan Gereja. Apostolik berarti Gereja
sekarang mengaku diri sama dengan Gereja Perdana, yakni gereja para Rasul. Keapostolikan berarti bahwa dalam
perkembangan hidup, tergerak oelh Roh Kudus, Gereja senantiasa berpegangn pada Gereja para rasul sebagai
norma imannya. Keaspostolikan gereja berarti bahwa seluruh gereja dan setiap anggotanya tidak hanya
bertanggungjawab atas ajaran Gereja, tetapi juga atas pelayananya.
Bidang-bidang pelayan(pastoral) Gereja:
1. Koinonia: pelayanan ke dalam tubuh Gereja sendiri, cintakasih persaudaraan dan erstuan diantara umat
2.
3.
4.
5.

sendiri
Kerygma
: katekese atau pewartaan iman, mewartkan Yesus Kristus
Leiturgia : liturgy atau ibadat resmi Gereja, pengungkapan, pernyataan, atau perayaan iman Gereja
Diakonia: pelayanan ke luar/masyarakat umum, pengabdian pada sesame manusia umumnya
Martirya : kesaksian hidup baik secara pribadi, lebih-lebih secara bersama sebagai kelompok.

PENAMPILAN GEREJA
Menyangkut penampilan Gereja dapat kita sebutkan;
1. Gereja Lokal dan Gereja Universal
Gereja Katolik yang satu dan tunggal sama di mana-mana, tetapi dalam bentuk yang berbedabeda. Secara manusiawi Gereja Universal adalah persekutuan gereja-gereja setempat. Tetaapi secara ilahi,
sebagai gereja Kristus, Gereja Universal berada dalam Gereja-gereja setempat itu. Gereja itu sekaligus
misteri dan sakramen.
2. Gereja Katolik dan Gereja-Gereja Kristen lain.
Perbedaan antara Protestan dan Katolik, sebenarnya lebih menyangkut penghayatan, bahkan
perasaan, daripada ajaran atau rumusan iman. Memang tetap ada perbedaan pendapat mengenai peranan
dan kedudukan hierarki, rahmat, ibadat. Pada umumnya Protestantisme merasa kurang enak dengan
segala sesuatu yang berbau pengantara antara manusia dan Allah. Perbedaan ajaran antara lain sring

GEREJA
dirumuskan dengna tiga sola (hanya) : Sola fide (hanya iman),sola gratia (hanya rahmat khusus),dan sola
scriptura (hanya Kitab Suci).
Maksudnya : hanya iman yang menyelamatkan manusia. Katolik menambahkan harapan dan cinta
kasih. Tiga keutamaan Kristiani adalah iman, harapan, dan cinta kasih. Hanya rahmat khusus yang
dianugrahkan Tuhan yang menyelamatkan manusia. Katolik menambahkan usaha manusia. Hanya kitab
suci sumber iman kita. Katolik menambahkan tradisi. Perbedaan lebih menyangkut sikap dasar yang sulit
dirumuskan. Katolik artinya menyeluruh, mementingkan keseluruhan tradisi Gereja. Protestan berasal dari
kata protes (buka kepada Gereja atau Paus tetapi pada Kaizar zaman itu).
3. Gereja Katolik dan Agama-Agama Lain
Kristus melimpahkan rahmat dan kebenaran kepada semua orang. Gereja adalah tanda dan
sarana keselamatan untuk seluruh umat manusia. Gereja senantiasa yakin bahwa Allah menghendaki
semua orang diselamatkan. Keselamatan umat manusia tidak tergantung pada gereja. Gereja tidak
mewartakan Injil untuk menyelamatkan orang. Hanya Tuhan yang dapat menyelamatkan, dan manusia
harus menerima keselamatan itu dalam iman. Dalam pewartaan tidak ada persekutuan penuh, komunikasi
iman tidak terjadi secara persekutuan, melainkan dalam bentuk dialog. Dialog adalah temuhati, yang
semakin terbuka dengan Allah.

KEANGGOTAAN
Semua anggota Gereja sederajat martabatnya. Hierarki mengemban fungsi khusus. Biarawan-biarawati
menjalani corak hidup khusus. Awam mempunyai medan khas yang mempunyai fungsi dan corak hidup keduniaan.
Tetapi yang pokok adalah iman yang samaa akan Allah dalam Kristus oleh Roh Kudus.
Pada awalnya Paus adlah seorang uskup. Tetapi dia adalah ketua dewan para uskup. Tugas pokok uskup
adalah sebagai pemersatu. Tugas hierarki yang utama adalah mempersatukan dan mempertemukan umat. Uskup
dibantu oelh usukup pembantu, iamam, dan daikon. Bruder san suster buakn bagian dari anggota hierarki. Hidup
membiara sendiri bukan fungsi gereja melainkan corak kehidupan. Mereka mewajibkan diri hidup menurut 3 nasihat
yaitu: selibat atau keperawanan, kemiskinan dan ketaatan. Selain itu ada Awam, tugas dari awam atau warga gereja
adalah meresapi tata dunia dengan semangat Injil.

TUGAS
Gereja melanjutkan dan mengambil bagian dari tritugas Yesus Kristus, yakni nabi sebagi tugas pewartaan,
imam sebagai tugas pengudusan dan rajawi sebagai tugas melayani.
A. Pewartaan

GEREJA
Pewartaan hendaknya diterima dalam arti luas, tidak terbatas hanya homily, pelajaran agama ataupun
pendalaman Kitab Suci. Yesus Kristus adalah Sabda Sejati. Sedangkan Gereja adalah bentuk baru dari
sabda itu sendiri. Ada tiga bentuk Sabda Allah dalam Gereja, yaitu:
1. Sabda/pewartaan para rasul sebagai daya yang membangun Gereja.
2. Sabda Allah dalam Kitab Suci sebagai kesaksian normative.
3. Sabda Allah dalam pewartaan actual Gereja sepanjang zaman.
B. Pengudusan
C. Pelayanan
Gereja adalah persekutuan orang beriman, komunikasi iman. Dalam proses komunikasi iman itu dibedakan
dua macam: pengajaran dan perayaan. Yang satu komunikasi dengna kata-kata, baik dalam katekese yang
biasa maupun dalam pengajaran pimpinan Gereja resmi. Yang lain komunikasi iman dalam ibadat bersama.
Yang pokok bukanlah rumusan iman atau kebaktian, melainkan penghayatan dan pengalaman iman. Gereja
dipanggil untuk melayani seluruh umat manusia.
Ciri-ciri pelayanan Gereja :
1. Religius: tidak berdasarkan belaskasih ataupun ketaatan kepadaa pemerintah, melainkan berdasarkan
hormat terhadap Allah Pencipta, yang membuat manusia sesuai dengan citra-Nya sendiri.
2. Kesetiaan pada Kristus sebagai Tuhan dan Guru.
3. Mengambil bagian dalam sengsara dan penderitaan Kristus, yang tetap senasib dengan semua orang
yang menderita.
4. Kerendahan hati.