Anda di halaman 1dari 2

DAFTAR PUSTAKA

Connel, W. DES., dan G.J Miller. 1995. Kimia dan Ekootoksiologi Pencemaran.
Penertibit Universitas Indonesia : 520
Darmono. 2011. Lingkungan Hidup dan Pencemaran : Hubungan Dengan Teknologi
Senyawa Logam. Jakarta : UI Press
G, Alaerts dan S.S. Santika. (1987). Metoda Penelitian Air. Surabaya:Usaha
Nasional.

Huet, H.B.N. 1970. Water Quality Criteria for Fish Life Bioiogical Problems in
Water Pollution. PHS. Publ. No. 999-WP-25

Hutabarat, sahala dan Stewart M. Evans. 2006. Pengantar Oseanografi. Jakarta:


Universitas Indonesia.
Illahude, A.Gani. 1999. Pengantar Oseanografi Fisika. Jakarta: Lembaga Ilmu
Pengetahuan Indonesia.
Metclaf,Eddy. 2003. Waste Water Engineering Design. New York: Mc Graw-Hill.
Nontji, Anugerah. 2002. Laut Nusantara. Jakarta : Djambatan.
Odum, E.P. 1971. Fundamental of Ecology. Philadelphia : W.B. Saunder Com
Salmin, 2005, Oksigen Terlarut (DO) Dan Kebutuhan Oksigen Biologi (BOD)
Sebagai Salah Satu Indikator Untuk Menentukan Kualitas Perairan. Jakarta:
LIPI.

Salmin. 2000. Kadar Oksigen Terlarut di Perairan Sungai Dadap, Goba, Muara
Karang dan Teluk Banten. Dalam : Foraminifera Sebagai Bioindikator
Pencemaran, Hasil Studi di Perairan Estuarin Sungai Dadap. Tangerang :LIPI
Santika dan Alearts, E . 1997. Metode Penelitian Air. Surabaya: Usaha Nasional
Soemarwoto.2004. Ekologi Lingkungan Hidup dan Pembangunan. Jakarta :
Djambatan
Supangat,Agus. 2000. Pengantar Oseanografi. Bandung: Institute Teknologi
Bandung
Suswanto, T. 1989. Pengaruh Kegiatan Pengolahan Minyak Terhadap Kondisi
Kualitas Air dan Keragaman Makrobethos di Perairan Dumai. Karya Ilimiah;
Jurusan Managemen Sumber Daya Perairan, Fakultas Perikanan IPB, Bogor
Wardoyo, S.T.H. 1978. Kriteria Kualitas Air Untuk Keperluan Pertanian dan
Perikanan. Dalam : Prosiding Seminar Pengendalian Pencemaran Air. (eds
Dirjen Pengairan Dep. PU.)