Anda di halaman 1dari 5

Arus densitas merupakan arus yang timbul akibat adanya gradien densitas dalam arah

horizontal.Gradiendensitashorizontalterbentukolehvariasisalinitas,suhuataukandungan
sedimen.Arusdensitasiniumumnyaterjadididaerahpantaidanestuaridimanaterdapatfluks
airtawarkearahlaut.Fluksairtawariniakanmengakibatkanadanyavariasiataugradien
densitas dalam arah horizontal yang bertambah besar ke arah laut.
Gradien densitas horizontal ini mengakibatkan gradien tekanan horizonal yang akhirnya
menimbulkanarusdensitas.Didalamarusdensitas diestuariterjadikeseimbanganantara
gradientekanandangesekaninternal(gesekanviskos),sementaradidalamarusdensitasdi
daerah pantai terjadi keseimbangan antara gradien tekanan, gesekan internal, dan gaya
coriolis atau hanya keseimbangan antara gradien tekanan dan coriolis (gesekan internal
diabaikan). Terdapat 5 tipe arus densitas yang dapat dijabarkan, sebagai berikut :
1. arus densitas akibat discharge / debit sungai.
2. arus densitas akibat suplai bouyancy dari laut lepas ( open ocean).
3. arus densitas akibat input bouyancy dari sungai dan laut lepas.
4. arus densitas akibat efek akumulasi panas karena kondisi topografi perairan.
5. arus densitas akibat distribusi horizontal dari difusivitas vertikal. Penjelasan lebih
lengkapnya,

sebagai

berikut:
1.Arusdensitasakibatdebitsungaiterbentukdidaerahestuari(daerahmuarasungaidimana
terjadi pengenceran air laut oleh air sungai). Aliran air tawar dari hulu mengakibatkan
terbentuknyagradienhorizontaldaridensitasyangbertambahbesarkearahlaut.Gradien
horizontaldaridensitasinimengakibatkansirkulasiestuaridimanaairtawarmengalirdi
lapisanpermukaankearahmuara(laut)danairasinmengalirdilapisanbawah(dalam)kearah
hulu.

Gambar

1.
Arus

Densitas

di

Estuari
Arus kearah hulu di lapisan bawah timbul akibat muka air yang tinggi di lepas pantai

dibandingkan

di

muara

(saat

pasang).
2. Airdiperairanpantailebihberatdaripadaairdilepaspantaikarenasuhuairdipantai
lebihrendahdaripadadilepaspantai.Mukaairdipantailebihrendahdaripadadilepaspantai
atauterbentukslopemukaairyangnaikkearahlepaspantai.Padakondisinormal,akibat
keseimbangangayagradientekanankarenaadanyaslopedancoriolisakanterbentukarus
yangbergeraksejajarpantai.

Gambar2. Arus Densitas Akibat Input Bouyancy Dari Sungai Dan Laut Lepas
Bilakeseimbanganantaragradientekanandancoriolisiniterganggumakatimbulgerakan
arusyanghangatdariarahlepaspantaikearahpantaiakibatslopemukalautyangtinggidi
lepaspantaidaripadadipantai.Gerakanmassaairyangringandanhangatdarilepaspantai
menujupantaiiniadalaharusdensitas.DiJepang,arushangatyangbergerakdarilepaspantai
kearahpantaidisebutkyucho;(kyu=kuat,cho=arus).
3.Terjadipadamusimdingin
Daerahpantaimendapatinputairtawardarisungai(inputbouyancydarisungai).
Dilepaspantai,terdapatjugainputbouyancyakibatpecampurandenganmassaairyanglebih
hangatdarilautlepas.Padamusimdingindimanaterjadipendinginanyangbesardi
permukaan,airyangberadadidaerahpertengahan(central)yangkurangasinmenjadisangat
beratdanturunkelapisandalam.

Gambar 3. Arus Densitas Akibat Input Bouyancy Dari Sungai Dan Laut Lepas
Massaairdiperairanpantaitidakdapatturun(sinking)akibatpendinginankarenamendapat
suplaiairtawardarisungai.Jadi,iatidakcukupberatuntukturunkelapisandalam.Airyang
di lepas pantai juga tidak cukup dingin(berat) untuk tenggelam ke lapisan dalam karena
adanyapercampurandenganairlautlepasyanghangat(inputbouyancydarilautlepas).Jadi,
padasaatterjadinyapendinginandipermukaanwaktumusimdinginairdidaerahcentral
menjadicukupberatuntukturunkelapisandalammembentukfrontthermohaline(Gambar
3).Didaerahcentralterbentukdaerahkonvergensi(pertemuanmassaairperairanpantaidan
massaairlepaspantai)yangdiikutiolehsinkingwaterkelapisandalam(Gambar4)

Gambar4. Terbentuknya Daerah Konvergensi Dibagian Tengah (Central)


Turunnya(sinking)airdidaerahkonvergensidiperkuatolehefekcabeling.Prosescabeling
adalah percampuran 2 massa air dengan densitas yang sama tetapi temperatur dan
salinitasnyaberbedamembentukmassaairyangbarudengandensitasyanglebihberatdan
kemudianturunkelapisandalam.Dalamkasusiniduamassaair(pantaidanlepaspantai)
dengandensitasyangsamatetapitemperaturdansalinitasnyaberbeda,bercampurdifront
thermohalinemembentukmassaairbaruyangdensitasnyalebihbesardanturunkelapisan
dalam.

Gambar5

Proses

Cabeling
Penjelasan

proses

cabeling

(Gambar

5)

:
TitikAdantitkBmewakilimassaairAdanB.Keduamassaairinimemilikidensitasyang
samakarenaterletakpadakurvatyangsama,tetapitemperaturdansalinitasnyaberbeda.
Percampuran massa air A dan B membentuk massa air C yang densitasnya lebih besar
daripada densitas A dan B dan turun kelapisan dalam

Perhatikan distribusi densitas di daerah pantai dan lepas pantai (Gambar 4). Dari grafik
densitasterlihatperairanpantaidanlepaspantaimempunyaidensitasyangsama.Didaerah
pertengahan(central)densitasmenjaditinggikarenapercampuranmassaairpantaidanlepas
pantai dan akibat pendinginan. Perlu ditekankan kembali disini ada dua proses yang
menyebabkanbertambahnyadensitasdidaerahcentralyaituprosespendinginandanefek
cabeling.
4. Perbedaan kapasitas panas akibat slope dasar perairan dapat menimbulkan gradien
temperaturdalamarahhorizontalyangkemudianmemicutimbulnyaarusdensitaskarena
adanya

gradien

horizontal

dari

densitas.
Padaskalakecildiperairanpantaiyangdangkaldimanaefekcoriolisdapatdiabaikan,proses
pemanasanpadamusimpanasdanpendinginanpadamusimdingindapatmenimbulkanarus
densitasyangarahyaberlawanan(Gambar6).

Gambar7 Arus Densitas Akibat Efek Kumulasi Panas Karena Kondisi


Topografi

Perairan
Padamusimpanas,airdidekatpantaikarenalebihdangkal,akanlebihhangatdaripadaair
dilepaspantai,sehinggamukaairdipantailebihtinggidaripadamukaairdilepaspantai.
Akibatnyaterbentukarusdensitasyangbergerakkelepaspantaidilapisanpermukaan,dan
kekosongan massa di dekat pantai akan diisi oleh air dingin dari lapisan dalam.
Sebaliknya,padamusimdingin,airdidekatpantailebihdingindaripadadilepaspantai,
sehinggamukaairdipantailebihrendahdaripadadilepaspantai.Akibatnya,terbentukarus
densitasyangbergerakdarilepaspantaikearahpantaidankemudianturun(sinking)ke
lapisan

dalam.
Dikeduakasusdiatasarusdensitasterbentukakibatakumulasiataupelepasanpanasdidekat
pantai (karena kondisi topografi di pantai). Bila pengaruh coriolis tidak dapat diabaikan,
makaarusdensitasyangterbentukdisuatutelukyangcukuplebarmisalnya,membentuk
suatusirkulasiarusyangberlawanandenganarahputaranjarumjam(padamusimpanas).
Efekpemanasanyangkuatpadamusimpanasmembentukslopemukaairdisisikiri(barat)
dansisikanan(timur)telukyangmenurunkebagianpusat(central).Akibatkeseimbangan
gaya gradien tekanan dan gaya coriols terbentuk sirkulasi arus permukaan yang arahnya
berlawanandenganarahputaranjarumjam(lihatGambar8).

Gambar8. Sirkulasi Arus Densitas Disuatu Teluk Yang Lebar


Catatan

tambahan

:
Untuk kasus tanpa coriolis di musim dingin, sirkulasi arus yang terbentuk polanya
berlawanandenganpolasirkulasiarusdiestuari(lihatGambar9).

Gambar9.SirkulasiArusDensitasDiPerairanPantaiYangDangkalPadaMusimDingin
DanSirkulasiDiEstuari
5. Magnitudo difusifitas vertikal bergantung pada magnitudo atau kekuatan arus pasut.
Kekuatan arus pasut berperan dalam percampuran vertikal, sehingga difusifitas vertikal
bergantungpadakekuatanaruspasut.Kekuatanaruspasutbervariasisecarahorizontal.Arus
pasutakankuatdidaerahyangsempitdandangkal.Karenakekuatanaruspasutbervariasi
dalamarahhorizontalmakadifusivitasvertikaljugabervariasisecarahorizontal.Difusivitas
vertikalakanmenentukanstratifikasikolomair.Padamusimpanas stratifikasiyangkuat
terjadipadadaerahdimanaaruspasutnyalemah(percampurankecil).Sebaliknyapadadaerah
dimana arus pasutnya kuat seperti di selat terjadi percampuran secara vertikal sehingga
stratifikasinyalemahdanbisamenjadihomogen(Gambar9).Densitaslapisanpermukaandi
daerah yang terstratifikasi kuat akan lebih rendah dari pada densitas lapisan permukaan
didaerahdenganstratifikasiyanglemah(terjadipercampuranvertikal).

Gambar10. Kolom air yang terstratifikasi kuat dan terstratifikasi lemah


Karenaterdapatgradiendensitashorizontaldiantaradaerahdenganstratifikasiyanglemah
dandaerahdenganstratifikasiyangkuat,makakondisiinimengakibatkanterbentuknyaarus
densitas yang bergerak dari daerah dengan stratifikasi kuat (muka air tinggi) ke daerah
dengan stratifikasi lemah (muka air rendah). Front pasut (tidal front) terbentuk didaerah
transisidiantaradaerahyangterstratifikasikuatdandaerahyangtercampursempuransecara
vertikal.