Anda di halaman 1dari 14

Do you know

Mr?

Learn more about


Multiply

Become his contact Take the Tour

Who is on Multiply?
Find friends before you
join

Mr.SOEMARSONO
HomeBlogPhotosLinks

MODEL ATOM RUTHERFORD DAN BOHR

May 15, '07 10:23 AM


for everyone

MODEL ATOM RUTHERFORD DAN BOHR


SUMARSONO

PENDAHULUAN
Kegagalan dari konsep-konsep klasik dalam menghadapi gerak elektron tampak
lebih jelas dalam kaitannya dengan atom hidrogen. Percobaan Rutherford
menunjukkan bahwa atom dapat dipandang sebagai sistem dimana elektron
mengelilingi sesuatu yang sangat masif, yakni inti yang bermuatan positif (untuk
atom hidrogen, intinya hanya terdiri atas 1 proton). Dengan mengabaikan radiasi,
elektron yang mengorbit inti dapat dianalogikan dengan planet yang mengorbit
matahari, dimana gaya tarik antar massa digantikan oleh gaya Coulomb. Akan tetapi,
sesuatu yang ironi bahwa karena elektron memiliki muatan, maka dalam geraknya
yang mengorbit haruslah terdapat radiasi (menurut konsep teori elektrodinamika
Maxwell). Jika demikian maka seharusnya elektron akan jatuh ke inti dalam waktu
yang sangat singkat yakni
detik.
Frekuensi radiasi yang dipancarkan berhubungan dengan frekuensi elektron dalam
mengorbit. Sebagai akibat dari elektron memancarkan energi, frekuensinya (lagi-lagi
menurut teori klasik) haruslah berubah cepat secara kontinu, yang menimbulkan
radiasi dengan range frekuensi yang kontinu.
Karena itu, teori klasik dari model atom Rutherford memiliki dua sifat kualitatif

Atom haruslah tidak stabil.


Atom haruslah memancarkan energi dengan range frekuensi yang kontinu.

soemarsono
View
Mr's
Profile
RSS
Feed
[?]
Report
Abuse

Kedua hasil ini jelas bertentangan dengan hasil eksperimen. Pertama, kenyataan
menunjukkan bahwa atom merupakan obyek yang sangat stabil yang kita tahu.
Meskipun atom dapat mengalami ionisasi, tetapi dalam kejadian itu elektron justru
melepaskan diri, dan bukan jatuh ke inti. Kedua, menurut pengamatan oleh Balmer,
dalam tahun 1885, frekuensi yang dipancarkan oleh elektron adalah diskret, yang
mengikuti hubungan empiris berikut

Berdasarkan hubungan di atas, radiasi tidaklah continu, melainkan diskret.


Beberapa rumus praktis yang dapat digunakan untuk mengekstrak hasil pengamatan
dari teori semi-klasik, diusulkan oleh Bohr. Untuk sederhananya kita akan
menyatakan ini untuk kasus gerak melingkar. Aturan Bohr adalah sbb:
1. Magnitud dari momentum sudut l elektron merupakan kelipatan bulat dari

2. Nilai momentum sudut yang diskret secara langsung menyebabkan nilai


energi diskret
.
3. Radiasi terjadi apabila elektron melakukan lompatan diskontinu dari suatu
orbit berenergi
frekuensi sudut

ke orbit dengan energi

, sehingga menghasilkan

sbb

4.
5. Sekarang kita dapat menerapkan kaidah ini terhadap atom hidrogen yang
elektronnya bergerak memutari inti, dengan jejari gerakan melingkar adalah
, dan kecepatan sudut adalah . Maka persamaan gerak, yang
menghubungkan anatara interaksi Coulomb dengan percepatan radial adalah

6. Syarat Bohr (1) adalah

7. Dengan memecahkan persamaan-persamaan ini diperoleh harga-harga jejari


yang dimungkinkan

8. dan

9. Oleh karena energi terdiri atas energi kinetik dan potensial, maka tingkatan
energinya adalah En =

10. frekuensi sudut radiasi yang mungkin adalah

11. Deret dengan


dan
memiliki 4 garis yang berada pada
daerah sinar tampak dan membentuk bagian dari deret Balmer.
12. Atom Bohr bersifat stabil karena tidak dimungkinkan terjadi radiasi energi
begituelektron telah mencapai tinkat energi terendah

TEORI ERNST RUTHERFORD


Rutherford melakukan percobaannya dengan menembakkan partikel alfa ke arah
lempeng emas. Partikel alfa dengan nergi yang sangat besar dengan massa yang jauh
lebih besar dari massa elektron diharapkan akan bergerak lurus, tak terganggu oleh
muatan eleketron dan muatan positif atom emas yang disekitar elektron; teori atam
menurut Thomson, ternyata partikel-partikel alfa tidak seluruhnya menembus
lempang emas secara lurus tetapi beberap diantaranya ada yang dibelokkan , bahkan
ada yang dikembalikan 90o-120o sehingga disimpulkan: Atom terdiri dari inti atom
yang bermuatan positif dan dikelilingi oleh elektron yang berputar pada lintasanlintasan tertentu (seperti susunan tata surya).
Menurut Rutherford muatan positif dan sebagian besar massa atom akan
berkumpul pada suatu titik, yaitu terpusat ditengah tengah atom. Pusat ini disebut
inti atom. Atom secara keseluruhan bersifat netral. Muatan inti adalah positif dan
besarnya sama dengan besar muatan elektron elektron yang mengitarinya. Inti atom
dengan elektron saling tarik menarik, ini menyebabkan lintasan elektron tetap
seperti gaya garvitasi dalam tatasurya. Pada suatu reaksi kimia, inti ataom tidak
mengalami perubahan, haya elektron pada lintasan lintasan luar asaling
mempengaruhi.
Pengujian Model Atom Rutherford
Model atom Thomson diuji dengan hambuaran partkel alfa, demikian juga
model atom Rutherford perlu diuji apakah sesuai dengan kenyataan kenyataan yang
harus berlaku.
Menurut Rutherford elektron bergerak mengelilingi inti yang bermuatan
positif. Untuk atom hidrogen dapat kita lihat seperti gambar berikut ini :

Ke2/r2

mV2/r
Gaya tarik antara inti dan elektron adalah : F= k e2/r2 dan gaya tarik ini sama besar
dengan gaya sentripental yang bekerja pada elektron tersebut ; F= m V2/r
Bila lintasan elektron dianggap lingkaran, maka energi total elektron:
E = Ek + Ep
E = - k e/2r

tanda (-) menunjukkan keterikatan terhadap inti


(menunjukkan bahwa untuk mengeluarkan elektron
diperlukan energi).
r = jari-jari orbit elektron
k = 9 x 109 newton.m/cou

Jadi jika r membesar maka E juga membesar, sehingga elektron pada kulit paling
luar memiliki energi terbesar. Karena elektron bermuatan listrik maka selama
bergerak akan menimbulkan arus listrik. Akan terjadi medan magnet yang berubah
berubah. Medan magnet ini akan dapat menimbulkan medan listrik yang berubah
ubah pula. Elektron yang bergerak mengelilingi inti itu akan menimbulkan
gelombang lelektromagnetik, jadi elektronelektron tersebut akan memancarkan
energi.
Kelemahan teori Rutherford:
1. Karena dalam lintasannya elektron memancarkan energi, maka energi
elektron kan berkurang, jari jari lintasannya akan mengecil. Lintasannya
tidak lagi merupkan lingkaran dengan jari jari yang sama, tetapi merupakan
putaran berpilin yang selalumendekati inti dan akhirya elektron dapat
"runtuh" ke inti atom karena dipercepat dan memancarkan energi.
2. Apabila lintasan elektron makin mengecil, maka waktu putarnyapun akan
mengecil . Frekuensi gelombang yang dipancarkannya menjadi bermacam
macam. Jadi Spektrum atom hidrogen berupa spektrum kontinu namun
kenyataannya berdasarkan pengamatan spektrometer menunjukkan
spektrum garis.
TEORI NEILS BOHR
Berdasarkan model atom Rutherford dan teori kuantum, Neils Bohr mengemukakan

teorinya:
1. Elektron hanya dapat mengelilingi inti atom melalui lintasan-lintasan tertentu
saja, tanpa membebaskan energi. Masing-masing lintasan hanya dapat dilalui
elektron yang memiliki momentum anguler kelipatan bulat dari h/2.
m . v . r = n . h/2
2. Elektron akan mengalami eksitasi (pindah ke lintasan yang lebih tinggi) atau
ionisasi jika menyerap energi, dan transisi ke lintasan yang lebih rendah jika
memancarkan energi foton.
Jari-jari lintasan elektron:
rn = 5.28 x 10-11 n2 meter
n = 1, 2, 3, .............. = bilangan kuantum utama
Tingkat-tingkat energi (energi kulit ke-n):
En = - (k e2/2 r n2)= (-13.6/n2) ev
1 eV= 1.6 x 10-19 joule

SPEKTRUM ATOM HIDROGEN (SPEKTRUM GARIS)


Menurut Neils Bohr :
Energi foton yang dipancarkan oleh elektron dalam bentuk gelombang
elektromagnetik itu mempunyai panjang gelombang yang dirumuskan sebagai
berikut :
1/ = R [ (1/nA2) - (1/nB2) ]
E = EB - EA = h . c/
EB = energi pada kulit n
EA = energi pada kulit nA
R = konstanta Rydberg = 1.097 x 107 m-1
E = energi yang diserap/dipancarkan pada saat elektron pindah
Pengamatan dengan spektrometer menunjukkan spketrum hidrogen terdiri dari

deretan garis garis yang terpisah pisah menurut aturan tertentu. Aturan aturan ini
dikenal dengan deret Lyman,Balmer,Paschen,Barcket dan Pfund.
Sebuah elektron dapat berpindah dari lintasan tertentu ke lintasan
lainnya.Lintasan lintasan yang diperbolehkan itu menentukan energi energi
elektron. Lintasan paling dekat dengan inti yaitu lintasan dengan n=11 yang
merupakan keadaan normal atau keadaan paling stabil untuk atomyang
bersangkutan, karena elektron mempunyai energi potensial yang paling rendah
dalam keadaan ini. Energi foton yang dipancarkan elektron ini ternyata berupa garis
garis spektrum sebagai akibbat eksitasi, garis garis spektrum ini sesuai dengan deretderet yang diamati oleh Lyman,Balmer,Paschen,Barcket dan Pfund.

I. Deret Lyman
terletak pada daerah ultra ungu
nA = 1 ; nB = 2, 3, 4, .......
II. Deret Balmer
terletak pada daerah cahaya tampak
nA = 2 ; nB = 3, 4, 5. ... ...
III. Deret Paschen
terletak pada daerah infra merah 1
nA=3 ; nB = 4, 5, 6,.....
IV. Deret Bracket
terletak pada daerah infra merah 2
nA = 4 ; nB = 5, 6, 7,.......
V. Deret Pfund
terletak pada daerah infra merah 3
nA = 5 ; nB = 6, 7, 8, ...

Kelemahan Model Atom Bohr:


1. Tidak dapat menerangkan atom berelektron banyak
2. Tidak dapat menerangkan pengaruh medan magnet terhadap spektrum atom

(kelemahan ini dapat diperbaiki oleh Zeeman, yaitu setiap garis pada
spektrum memiliki intensitas dan panjang gelombang yang berbeda)
3. Tidak dapat menerangkan kejadian ikatan kimia
4. Lintasan elektron yang mengelilingi inti ternyata sangat rumit lintasaannya
bukan berupa lingkaran saja.
5. Kelemahan yag lebih parah dari model ini adalah bahwa ia saa sekali
melanggar asas ketidak pastian. Namun masalah ii aka terpecahka pada
persamaan schrodin yang hasilnya ternyata identik dengan yang dihitung
pada mdel atom Bohr
Persamaan Scrodinger dan Energi Kuantum
Apabila prinsip komplemeter dan prinsip korespondensi serta asumsi interpretatif
dasar (yakni yang menyatakan bahwa hasil yang mungkin dari suatu besaran
diberikan oleh persamaan nilai eigen), maka akan diperoleh persamaan yang
menentukan semua tingkatan energi dari sistem. Secara eksplisit operator energi
dalam sajian Scrodinger adalah

(3.18)

Persamaan nilai eigen energi adalah

(3.19)

Sajian ini merupakan persamaan Schrodinger.

Apabila sebuah partikel bergerak di bawah pengaruh potensial


atas menjadi

, persamaan di

(3.20)

Persamaan ini dalam 3 dimensi menjadi

(3.21)

Dengan syarat batas yang menjadikan


berhingga dimana-mana (termasuk
pada daerah tak hingga), persamaan di atas akan diselesaikan. Bentuk syarat batas
dan makna fisisnya akan diulas pada bagian selanjutnya.

Figure 3.1: Diagram energi dari potensial Coulomb.


Kasus khusus yang penting adalah persamaan atom hidrogen dengan energi
potensial seperti dalam diagram berikut. Dengan menganggap proton tak bergerak,
kita gunakan koordinat kutub dan memasukkan potensial Coulomb
. Sehingga,

(3.22)

Bagian penting dari teori ini adalah bahwa persamaan ini memang menghasilkan
tingkatan energi diskret yang sesuai pengamatan. Pembuktiannya menyangkutkan

perhitungan yang rumit, yang akan kita ulas pada Bab 7. Untuk sementara, kita akan
bahas model sederhana.
Diagram energi untuk atom hidrogen ditunjukkan dalam Gambar 3.1. Jika energi
kinetik adalah T dan energi total adalah

, kita peroleh

Oleh karena secara klasik harus dipenuhi


diamati hanya pada daerah

dengan garis

, partikel dengan energi

dapat

di atas kurva

Garis putus-putus pada diagram bersesuaian dengan energi kinetik negatif, karena
itu berada pada posisi yang tak teramati. Untuk

elektron dapat berada pada

posisi sampai takhingga. Untuk


elektron terikat (bound). Untuk harga
yang besar tetapi negatif, elektron terbatas pada potensial yang berubah sangat cepat
dalam daerah yang sangat sempit. Untuk menganalisis sifat kualitatif dari sistem
yang demikian kita tinjau harga energi kuantum dari sebuah partikel yang terbatas
dalam dinding potensial takhingga 1-d, yakni

(3.23)

Figure 3.2: Diagram energi dinding potensial takhingga 1-d.

Secara klasik partikel terbatas dalam daerah


, dan berapapun energinya
partikel terpantul setiap kali menumbuk dinding potensial.
Persamaan Schrodinger untuk sistem demikian dengan potensial
oleh (3.24), untuk

didefeniskan

, adalah
(3.24)

Oleh karena bernilai takhingga pada


, sementara suku-suku lainnya
tetap berhingga, kita perlu memasukkan syarat batas sebagai
(3.25)

Dengan memperkenalkan
(3.26)

Persamaan menjadi

(3.27)

Solusi persamaan di atas yang memenuhi syarat batas pada

, adalah
(3.28)

Dimana
(3.29)

dan
(3.30)

dimana
(3.31)

Dengan menggabungkan (3.30) dan (3.32), diperoleh


(3.32)

dan dengan menggunakan (3.27), tingkatan energi yang mungkin adalah

(3.33)

Sifat penting dari spektrum energi diskret telah muncul secara alamiah dari
formalisme di atas, dan dapat dibandingkan dengan rumus Bohr untuk atom
hidrogen,
(3.34)

Kenyataan bahwa model yang ditinjau masih sederhana tetapi telah mendekati
model real atom hidrogen merupakan kesuksesan. Perbedaan dengan faktor
merupakan kekhususan dari pendekatan 1-d (dinding potensial) terhadap sistem
3-d (atom hidrogen). Sedangkan perbedaan tanda muncul dari kenyataan bahwa
tingkatan energi atom hidrogen diukur dari puncak potensial ke bawah. Pada
dinding potensial, tingkatan energi dari bawah ke atas.

Tags: model atom bohr


Prev: TABUNG SINAR KATODA
Next: MODEL ATOM RUTHERFORD DAN BOHR
reply share

Add a reply:

Submit

2007 Multiply, Inc.

Preview & Spell Check

About Blog Terms Privacy Corp Info Contact Us Help