Anda di halaman 1dari 16

ASUHAN KEPERAWATAN PADA ANAK DENGAN ATRESIA ANI

PENGKAJIAN
A. Identitas Klien
Nama
:
No. Register
:
Usia
:
Tanggal Masuk
:
Jenis Kelamin
:
Tanggal Pengkajian :
Alamat
:
Sumber Informasi :
Nama orang tua:
Pekerjaan
:
Pendidikan :
Agama
:
Suku
:
B. Status Kesehatan Sekarang
1. Keluhan utama :
Keluhan utama yang sering muncul adalah tidak bisa BAB,
adanya distensi abdomen
2. Lama Keluhan : Tanyakan

sudah

berapa

lama

gejala

dirasakan
3. Kualitas Keluhan
:
4. Faktor Pencetus :
5. Faktor Pemberat
:
6. Upaya yang telah dilakukan:
7. Diagnosa Medis : Atresia Ani
C. Riwayat Kesehatan Saat Ini
Muntah, perut kembung dan membuncit, tidak bisa buang air
besar, mekonium keluar dari vagina atau mekonium terdapat
D.
E.
F.
G.

dalam urin
Riwayat Kesehatan Terdahulu
Riwayat Kehamilan dan Persalinan
Riwayat Pertumbuhan dan Perkembangan
Riwayat Keluarga
Merupakan kelainan kongenital bukan

kelainan/penyakit

menurun sehingga belum tentu dialami oleh anggota keluarga


yang lain
H. Lingkungan Rumah
I. Pola Aktifitas
J. Pola Nutrisi
Klien mengalami muntah-muntah setelah 24-48 jam pertama
kelahiran
K. Pola Eliminasi
1. BAB
Pada atresia ani tidak terdapatnya lubang pada anus,
sehingga pasien akan mengalami kesulitan dalam defekasi
2. BAK
Bila terdapat fistula menyebabkan mekonium di dalam urin

L.
M.
N.
O.
P.
Q.

Pola Istirahat Tidur


Pola Kebersihan Diri
Pola Koping Keluarga
Konsep Diri
Pola Peran dan Hubungan
Pemeriksaan Fisik
1. Keadaan Umum
Klien lemah, gelisah, rewel
- Kesadaran
: Dapat diisi dengan tingkat kesadaran
secara kualitatif atau kuantitaf yang dipilih sesuai dengan
kondisi klien.secara kuantitatif dapat dilakukan dengan
pengukuran GCS. Sedangkan secara kualitatif tingkat
kesadaran dimulai dari kompos mentis, apatis, samnolen,
-

sopor, dan koma.


Tanda-tanda vital
Tekanan darah : Tekanan sistol/diastol mmHg
Nadi
: Frekuensi permenit, denyut kuat atau
tidak, reguler atau ireguler
Suhu
: 36,50C 37,50C
RR
: Hitung RR per menit
Tinggi Badan: .......... cm
-Berat Badan: ..........
gram

2. Kepala dan Leher


3. Thorak dan Dada

Jantung: Kaji adanya kelainan bunyi jantung (mur-mur,


gallop), irama denyut nadi apikal, frekuensi denyut nadi /

apikal.
Paru-Paru: Kaji apakah ada kesulitan bernapas, frekuensi

pernapasan
4. Payudara dan Ketiak
5. Punggung dan Tulang Belakang
6. Abdomen
Kaji pada bagian abdomen palpasi adanya nyeri, auskultasi
bising
distensi

usus,

adanya

abdomen,

kembung

muntah

pada

(frekuensi

abdomen,
dan

adanya

karakteristik

muntah), adanya tendernes.


7. Genetalia dan Anus
8. Ekstremitas
9. Sistem Neurologi
10.Kulit dan Kuku
R. Hasil Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan colok dubur
S. Terapi
Kolostom
ANALISA DATA

A. Data pre pembedahan :


- Klien muntah-muntah
- Perut kembung
- Perut membuncit
- Tidak bisa BAB
- Tidak ada anus terbuka
- Terdapat mekonium dalam urin
- Mekonium keluar dari vagina
- Klien lemah
B. Data post Pembedahan :
- Terpasang kolostomi, terdapat stoma kolostomi
- Luka jahitan post insisi
Data
DO:

Etiologi

Masalah

Tidak bisa BAB

Keperawatan
Kekurangan

- Klien muntahmuntah

volume cairan
Distensi abdomen

- Perut kembung
- Klien lemah

Nyeri

Stimulus saraf autonom


Merangsang pusat muntah
di medula oblongata
Muntah berlebih
Intake tidak adekuat
Tidak bisa BAB

DO :
- Tidak ada anus

Ketidakefektifan
pola nafas

Distensi abdomen

terbuka
- Klien tidak bisa BAB

Menekan diafragma
Gangguan pergerakan
dinding dada
Tidak bisa BAB

DO :
- Terpasang kolostomi

Kerusakan
integritas kulit

Distensi abdomen
Prosedur kolostomi
Stoma kolostomi
Tidak bisa BAB

DO :

Risiko infeksi

- Terpasang
kolostomi

Distensi abdomen

- Terdapat luka jahitan


post insisi

Prosedur kolostomi
Post kolostomi

DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. Kekurangan volume cairan berhubungan dengan menurunnya
intake, muntah
2. Ketidakefektifan

pola

nafas

berhubungan

abdomen, penekanan diafragma

dengan

distensi

3. Risiko kerusakan integritas kulit berhubungan dengan terdapat


stoma sekunder dari kolostomi.
4. Risiko infeksi berhubungan dengan post kolostomi
RENCANA DAN INTERVENSI
1. Kekurangan volume cairan berhubungan dengan menurunnya
intake, muntah
Tujuan : Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 1x24
jam kebutuhan cairan klien terpenuhi dengan kriteria Hasil :
- Output urin 1-2 ml/kg/jam
- Capillary refill <2 detik
- Turgor kulit baik
- Mata tidak cekung
- Membrane mukosa lembab
- Tidak menunjukkan kehausan abnormal
Tindakan

Rasional

Mandiri
1. Monitor

intake

output 1. Dapat

cairan
2. Pantau TTV
3. Monitor
status
(kelembaban
mukosa,

nadi

mengidentifikasi

status

cairan klien
2. Mengetahui keadaan umum klien
hidrasi 3. Untuk mengetahui tanda-tanda
membran
adekuat,

dehidrasi
4. Untuk mengetahui status nutrisi
klien
5. Untuk koreksi kehilangan cairan

tekanan darah adekuat)


4. Monitor status nutrisi

dan elektrolit tubuh

Kolaborasi
5. Pemberian cairan IV
2. Ketidakefektifan

pola

nafas

berhubungan

dengan

distensi

abdomen, penekanan diafragma


Tujuan: Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 1x 24
jam pola nafas klien efektif dengan kriteria hasil :
- Ekspansi dada simetris
- Tidak menggunakan otot bantu pernapasan dan cuping
-

1. Monitor

hidung
Tidak menunjukkan nafas pendek

Tindakan
frekuensi,

Rasional
ritme, 1. Untuk mengetahui pernapasan

kedalaman pernapasan
2. Catat
pergerakan

dalam rentang normal


dada, 2. Untuk
mengetahui

kesimetrisan, penggunaan otot


tambahan

dan

retraksi

intercostal
3. Monitor
pernapasan

otot

cuping

hidung
4. Monitor pola napas : adanya
takipnea
5. Palpasi ekspansi paru

pengembangan

paru

dan

tingkat kesulitan bernafas


3. Untuk mengetahui pola napas
klien
4. Untuk

mengetahui

perkembangan pola napas klien


5. Untuk mengetahui kemampuan
pengembangan paru-paru klien

Oxygen therapy :
1. Pertahankan jalan nafas yang 1. Untuk
2.
3.
4.
5.

mempertahankan

pola

paten
nafas yang efektif
Atur peralatan oksigenasi
2. Untuk
memberikan bantuan
Monitor aliran oksigen
pernapasan
Pertahankan posisi klien
3. Untuk mengontrol kebutuhan
Observasi adanya tanda-tanda
oksigen klien
Hipoventilasi
4. Untuk
mempertahankan
kepatenan jalan nafas
5. Untuk mengetahui secara dini
adanya hipoventilasi
3. Risiko kerusakan integritas kulit berhubungan dengan terdapat
stoma sekunder dari kolostomi.
Tujuan: Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3 x 24
jam diharapkan integritas kulit dapat dikontrol dengan kriteria
hasil :
-

1. Gunakan

Temperatur, sensasi, elastisitas jaringan normal


Pigmentasi kulit normal, tidak ada kemerahan
Keluarga mengetahui cara perawatan stoma kolostomi

Tindakan
kantong

kolostomi 1. Untuk

yang baik, kosongkan kantong


ortomi setelah terisi atau 1/3

Rasional
menjaga
kebersihan

stoma kolostomi
2. Mencegah infeksi pada stoma

kolostomi
kantong
3. Untuk
mengetahui
adanya
2. Lakukan perawatan pada stoma
tanda kerusakan jaringan kulit
kolostomi agar tetap bersih dan
dan infeksi
kering
4. Untuk menjaga kelembaban

3. Monitor kulit disekitar stoma


akan adanya kemerahan
4. Oleskan lotion/baby oil pada
daerah yang tertekan
5. Monitor status nutrisi klien
6. Ajarkan
keluarga
tentang

kulit
5. Untuk

menjaga

keadekuatan

nutrisi guna penyembuhan luka


6. Agar
keluarga
memiliki
pengetahuan perawatan stoma
kolostomi di rumah

perawatan stoma kolostomi


4. Risiko infeksi berhubungan dengan post kolostomi
Tujuan: Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3 x 24
jam klien bebas dari tanda-tanda infeksi dengan kriteria hasil :
- Tidak ada nanah/abses pada jahitan luka insisi kolostomi
- Klien tidak demam
- Tidak ada kemerahan pada area disekitar jahitan luka
- Keluarga mengetahui tanda-tanda infeksi pada stoma
Tindakan
1. Monitor tanda dan gejala infeksi 1. Untuk
sistemik dan lokal
2. Batasi pengunjung
3. Pertahankan
teknik

5.

cairan

pada

beresiko,

pertahankan
kondisi

tanda

infeksi lebih dini


2. Untuk menghindari kontaminasi

asepsis
isolasi
4. Inspeksi

Rasional
mengetahui

klien

dari pengunjung
yang 3. Untuk mencegah

penyebab

teknik

infeksi
4. Untuk mengetahui kebersihan

luka/insisi

luka dan tanda infeksi


5. Agar gejala infeksi dapat di

bedah
Ajarkan keluarga klien tentang

tanda dan gejala infeksi


6. Laporkan kecurigaan infeksi

deteksi lebih dini


6. Agar
gejala
infeksi

dapat

segera teratasi

EVALUASI
Pre Operasi
1. Defisit volume cairan

tidak

Post Operasi
1. Kerusakan
integritas

terjadi
2. Distress

tidak

tidak terjadi
2. Tidak terjadi

pernafasan

terjadi

stoma kolostomi
3. Keluarga
pengetahuan

infeksi

kulit
pada

memiliki
perawatan

stoma di rumah
4. Keluarga mengetahui tandatanda infeksi pada stoma

ASUHAN KEPERAWATAN PADA ANAK DENGAN HIRSCHSPRUNG


PENGKAJIAN
A. Identitas Klien
Nama
:
No. Register
:
Usia
:
Tanggal Masuk
:
Jenis Kelamin
:
Tanggal Pengkajian :
Alamat
:
Sumber Informasi :
Nama orang tua:
Pekerjaan
:
Pendidikan :
Agama
:
Suku
:
B. Status Kesehatan Sekarang
1. Keluhan utama :
Masalah yang dirasakan klien yang sangat mengganggu pada
saat dilakukan pengkajian pada klien Hirschsprung misalnya
sulit BAB, distensi abdomen, kembung, muntah.
2. Lama Keluhan : Tanyakan sudah berapa lama

gejala

dirasakan
3. Kualitas Keluhan
:
4. Faktor Pencetus :
5. Faktor Pemberat
:
6. Upaya yang telah dilakukan:
7. Diagnosa Medis : Hisprung
C. Riwayat Kesehatan Saat Ini
Yang diperhatikan adanya keluhan mekonium keluar setelah 24
jam setelah lahir, distensi abdomen dan muntah hijau (terjadi
akibat empedu)
D. Riwayat Kesehatan Terdahulu
Apakah sebelumnya klien pernah melakukan operasi.
E. Riwayat Kehamilan dan Persalinan
Tanyakan riwayat kehamilan, persalinan dan kelahiran, riwayat
alergi, imunisasi
F. Riwayat Pertumbuhan dan Perkembangan
Pada neonatus :
- Mekonium keluar terlambat, > 24 jam
- Tidak dapat buang air besar dalam waktu 24-48 jam
-

setelah lahir
Perut cembung dan tegang, distensi abdomen
Muntah berwarna empedu

Feses encer atau kecil seperti pita

Pada bayi
-

Ketidakadekuatan penambahan BB
Konstipasi
Distensi Abdomen
Episode diare dan Muntah
Tanda-tanda ominous (sering menandakan adanya
enterokolitis)

Pada anak :
- Konstipasi kronis
- Feses berbau menyengat dan seperti karbon
- Distensi Abdomen
- Masa fekal dapat teraba
- Failure to thrive (gagal tumbuh)
- Berat badan tidak bertambah
- Nafsu makan tidak ada (anoreksia)
G. Riwayat Keluarga
Tanyakan pada orang tua apakah ada anggota keluarga yang
lain yang menderita Hisprung. Penyakit hisprung dihubungkan
dengan berbagai sindrom seperti trisomi 21 atau Waardenburg
H. Lingkungan Rumah
I. Pola Aktifitas
J. Pola Nutrisi
Masukan diet anak dan pola makan. Klien mengalami muntahmuntah, muntah hijau terjadi akibat empedu.
K. Pola Eliminasi
1. BAB
Tanyakan sejak kapan, berapa lama klien merasakan sudah

L.
M.
N.
O.
P.
Q.

BAB.
2. BAK
Pola Istirahat Tidur
Pola Kebersihan Diri
Pola Koping Keluarga
Konsep Diri
Pola Peran dan Hubungan
Pemeriksaan Fisik
1. Keadaan Umum
Klien lemah, gelisah, rewel
- Kesadaran
: Dapat diisi dengan tingkat kesadaran
secara kualitatif atau kuantitaf yang dipilih sesuai dengan
kondisi klien.secara kuantitatif dapat dilakukan dengan
pengukuran GCS. Sedangkan secara kualitatif tingkat
kesadaran dimulai dari kompos mentis, apatis, samnolen,
-

sopor, dan koma.


Tanda-tanda vital

Tekanan darah : Tekanan sistol/diastol mmHg


Nadi
: Frekuensi permenit, denyut kuat atau

tidak, reguler atau ireguler


Suhu
: 36,50C 37,50C
RR
: Hitung RR per menit
Tinggi Badan: .......... cm
-Berat Badan: ..........

gram
2. Kepala dan Leher
3. Thorak dan Dada
- Jantung: Kaji adanya kelainan bunyi jantung (mur-mur,
gallop), irama denyut nadi apikal, frekuensi denyut nadi /
-

apikal.
Paru-Paru: Kaji apakah ada kesulitan bernapas, frekuensi

pernapasan
4. Payudara dan Ketiak
5. Punggung dan Tulang Belakang
6. Abdomen
Kaji pada bagian abdomen palpasi adanya nyeri, auskultasi
bising
distensi

usus,

adanya

abdomen,

kembung

muntah

pada

(frekuensi

abdomen,
dan

adanya

karakteristik

muntah), adanya keram, tendernes. Pada inspeksi abdomen


terlihat

perut

cembung

atau

membuncit

seluruhnya,

didapatkan perut lunak hingga tegang pada palpasi, bising


usus melemah atau jarang.
7. Genetalia dan Anus
8. Ekstremitas
9. Sistem Neurologi
10.Kulit dan Kuku
Kebersihan kulit mulai dari kepala maupun tubuh, pada
palpasi dapat dilihat capilary refil, turgor kulit.
R. Hasil Pemeriksaan Penunjang
Biopsi rectal : untuk mendeteksi ada tidaknya sel ganglion
S. Terapi
Kolostomi
ANALISA DATA
A. Data pada neonatus :
- Mekonium keluar terlambat, > 24 jam
- Tidak dapat buang air besar dalam waktu 24-48 jam
B. Data

setelah lahir
Perut cembung dan tegang, distensi abdomen
Muntah berwarna empedu
Feses encer atau kecil seperti pita
pada bayi
10

C. Data
-

Ketidakadekuatan penambahan BB
Konstipasi
Distensi Abdomen
Episode diare dan Muntah
Tanda-tanda ominous (sering menandakan adanya
enterokolitis)
pada anak :
Konstipasi kronis
Feses berbau menyengat dan seperti karbon
Distensi Abdomen
Masa fekal dapat teraba
Failure to thrive (gagal tumbuh)
Berat badan tidak bertambah
Nafsu makan tidak ada (anoreksia)

Data

Etiologi

DO:

Sel aganglion pada kolon

- Mekonium

keluar

terlambat,

>

24

jam
- Tidak dapat buang
air

besar

dalam

Masalah
Keperawatan
Kekurangan
volume cairan

Peristaltik menurun
Absorpsi air pada kolon
menurun

waktu 24-48 jam


setelah lahir
- Perut cembung dan
tegang
- Muntah

berwarna

empedu
- Feses encer

atau

kecil seperti pita

Diare
Akumulasi feses pada kolon
Reabsorpsi metabolisme
oleh tubuh
Keracunan

DO :

Muntah berwarna empedu


Sel aganglion pada kolon

- Klien sulit atau tidak


bisa BAB
- Perut cembung dan
tegang
- Masa fekal dapat

Peristaltik menurun
Akumulasi feses pada kolon

11

Konstipasi

teraba
Terjadi fekalit
Sulit atau tidak bisa BAB
Sel aganglion pada kolon

DO:
- Failure

to

thrive

(gagal tumbuh)
- Berat badan tidak
bertambah
- Nafsu makan tidak

Ketidakseimbang
an nutrisi kurang

Peristaltik menurun

dari

kebutuhan

tubuh
Akumulasi feses pada kolon

ada (anoreksia)
Mega kolon
Mendesak intestinum
Absorpsi nutrisi menurun

DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. Kurangnya volume cairan berhubungan dengan intake yang
kurang
2. Konstipasi berhubungan dengan obstruksi ketidakmampuan
kolon mengevakuasi feces
3. Ketidakseimbangan nutrisi

kurang

dari

kebutuhan

tubuh

berhubungan dengan saluran pencernaan mual dan muntah


RENCANA DAN INTERVENSI
1. Kekurangan volume cairan berhubungan dengan menurunnya
intake, muntah
Tujuan : Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 1x24
jam kebutuhan cairan klien terpenuhi dengan kriteria Hasil :
- Output urin 1-2 ml/kg/jam
- Capillary refill <2 detik
- Turgor kulit baik
- Mata tidak cekung
- Membrane mukosa lembab
- Tidak menunjukkan kehausan abnormal
Tindakan

Rasional

12

Mandiri
1. Monitor

intake

cairan
2. Pantau TTV
3. Monitor
status

output 1. Dapat

mengidentifikasi

status

cairan klien
2. Mengetahui keadaan umum klien
hidrasi 3. Untuk mengetahui tanda-tanda

(kelembaban

membran

mukosa, nadi adekuat, TD


adekuat)
4. Monitor status nutrisi

dehidrasi
4. Untuk mengetahui status nutrisi
klien
5. Untuk koreksi kehilangan cairan
dan elektrolit tubuh

Kolaborasi
5. Pemberian cairan IV

2. Konstipasi berhubungan dengan obstruksi ketidakmampuan


kolon mengevakuasi feces
Tujuan: Setelah dilakukannya tindakan keperawatan selama
3x24 jam diharapkan anak dapat melakukan eliminasi dengan
beberapa adaptasi sampai fungsi eliminasi secara normal dan
bisa dilakukan dengan kriteria hasil :
- Klien tidak mengalami ganggguan
-

eliminasi

dengan

defekasi normal
Perut tidak cembung dan tegang, tidak ada distensi
abdomen

Tindakan
Rasional
1. Berikan bantuan enema dengan 1. Membantu defekasi
2. Mengetahui motilitas usus
cairan Fisiologis NaCl 0,9 %
3. Mengetahui warna dan
2. Observasi tanda vital dan bising
konsistensi feses dan
usus setiap 2 jam sekali
3. Observasi pengeluaran feces
menentukan rencana
per rektal bentuk, konsistensi,
jumlah, serta feses yang keluar
dari kolostomi
4. Observasi
intake
mempengaruhi

selanjutnya
4. Untuk mengetahui diet yang
mempengaruhi pola defekasi

yang

pola

dan

3. Ketidakseimbangan

nutrisi

terganggu.

konsistensi feses
kurang

dari

kebutuhan

tubuh

berhubungan dengan saluran pencernaan mual dan muntah

13

Tujuan: Setelah dilakukan tindakan 3x24 jam diharapkan pasien


menerima asupan nutrisi yang cukup sesuai dengan diet yang
dianjurkan dengan kriteria hasil :
- Nafsu makan meningkat
- Berat badan pasien sesuai dengan umurnya
- Orang tua bisa memilih makanan yang di anjurkan
Tindakan
1. Berikan nutrisi oral sesuai

Rasional
1. Memenuhi kebutuhan nutrisi

kebutuhan. ASI eksklusif

sesuai kebutuhan
2. Mengetahui keseimbangan

diberikan pada bayi hingga usia

nutrisi sesuai kebutuhan 1300-

6 bulan
2. Pantau pemasukan makanan

3400 kalori
3. Untuk mengetahui perubahan

selama perawatan.
3. Pantau atau timbang berat

berat badan

badan
EVALUASI
Pre Operasi
1. Kebutuhan cairan dan nutrisi
terpenuhi
2. Pernafasan adekuat, tidak ada
tanda-tanda distress nafas

1. Pola

Post Operasi
eliminasi
berfungsi

normal,

tidak

abdomen
2. Kerusakan

distensi

integritas

tidak terjadi
3. Tidak terjadi
stoma kolostomi
4. Keluarga
pengetahuan

ada

infeksi

kulit
pada

memiliki
perawatan

stoma di rumah
5. Keluarga mengetahui tandatanda infeksi pada stoma

14

DAFTAR PUSTAKA
Betz, Cealy L. & Linda A. Sowden. 2002. Buku Saku Keperawatan
Pediatrik. Edisike-3. Jakarta : EGC.
Dillon, Patricia M. 2007. Nursing Health Assessment : A Critical
Thinking, Case Studies Approach. Philadelphia: F. A. Davis
Company
Doengoes,

Marillynn.

(1999)

(Rencana

Asuhan

Keperawatan). Nursing Care Plans. Guidelines for Planning and


Documenting Patient Care. EGC: Jakarta
Janah, Nunik Dewi Nur. 2008. Asuhan Keperawatan Pada Klien
Dengan Masalah Atresia Ani. Yogyakarta
NANDA International. 2010. Diagnosis Keperawatan (Definisi dan
Klasifikasi) 2009-2011. Jakarta: EGC
Smeltzer, CS & Bare Brenda. 2010. Brunner & Suddarths Textbook
of Medical-Surgical Nursing 10th.
Wong, Donna L. 2003. Pedoman Klinis Keperawatan Pediatrik edisi
ke-4. Jakarta : EGC

15

16