Anda di halaman 1dari 38

EPIDEMIOLOGI

PENYAKIT TUMBUHAN

Epidemi
(Yunani)
Epi (= di atas, di antara)
Demos (= rakyat)

Definisi : Ilmu tentang penyakit dalam


populasi
Pembahasan:
1. Penyebaran penyebab penyakit
2. Faktor yang mempengaruhi patogen
dan populasi tumbuhan
3. Faktor mempengaruhi interaksi
antara populasi patogen dan
tumbuhan

Epidemi: meningkatnya penyakit dengan


hebat pada waktu dan wilayah tertentu
dalam satu populasi tumbuhan

terjadi dalam tempat, ruang/ wilayah dan


jangka waktu tertentu (tidak merata)
Penyakit yang hanya terdapat di sana-sini
disebut sporadik

Suatu penyakit yang terdapat merata dan


terus menerus ada disebut sebagai
endemi

Endemi yang terdapat merata di seluruh


benua atau dunia disebut sebagai
pandemik

A. Penyebaran Patogen
Patogen untuk berkembang ditentukan
oleh:
1.
Banyaknya inokulum yang dibentuk
2.
Pembebasan inokulum dari tubuh buah
3.
Ketahanan inokulum terhadap keadaan
yang tidak baik
4.
Luas dan lamanya penyebaran
5.
Faktor yang mempengaruhi
perkecambahan inokulum dan infeksi

Inokulum Jamur
Spora merupakan inokulum jamur yang
terpenting (ukuran kecil, jumlah sangat banyak,
dibentuk dalam ruang yang kecil, dapat
disebarkan dengan cepat dan luas oleh angin)
a. Pembebasan spora
- Kebanyakan secara pasif (hancurnya
organ pembentuk)
- Secara aktif (tekanan pada epidermis,
pecah)

b. Penyebaran spora
1. Penyebaran oleh angin
Secara teori dapat tersebar dalam jarak
yang tidak terbatas, tetapi kenyataannya
hanya disebarkan dalam jarak pendek
(mengapa?)
2. Penyebaran oleh air
Peran dalam penyebaran spora secara
lokal

3. Penyebaran oleh serangga


Serangga tidak hanya berperan dalam
menyebarkan patogen tetapi, beberapa
patogen dapat berkembang dalam tubuh
serangga, serta dapat bertahan hidup
dalam tubuh serangga
4. Penyebaran oleh manusia
Penyebaran efektif yang paling jauh
karena dapat melintas barier alam yang

c. Ketahanan inokulum
Spora merupakan inokulum yang rentan
terhadap stres lingkungan, ketahanannya
tergantung dari macam spora dan
keadaan luar
d. Faktor yang mempengaruhi
perkecambahan
Kelembapan, suhu, sinar memegang
peran penting dalam perkecambahan
spora

B. Daur Besar Penyakit Tumbuhan


Jika masuk ke daerah baru, penyakit dapat
berkembang cepat dan menjadi epidemi yang
berat.
Hal yang sama akan terjadi jika timbul ras baru
patogen yang lebih virulen.
Bahkan kultivar rentan yang ditanam secara
luas dapat menyebabkan timbulnya epidemi

Tetapi jika varietas tumbuhan itu tidak musnah


karena epidemi tersebut, penyakit akan
berkurang dan seterusnya menjadi endemik.
Keadaan ini kadang-kadang diganggu oleh
adanya faktor-faktor yang membantu yang
dapat menyebabkan terjadinya epidemi kembali

Faktor-faktor yang dapat membantu munculnya


epidemi:
1. Cuaca
2. Tumbuhan baru yang baru dimasukkan
3. Timbulnya ras atau strain patogen yang
lebih agresif
4. Cara bercocok tanam yang menyimpang
rangkaian kejadian ini yang disebut
sebagai daur besar suatu penyakit

HALAMAN 272

Menurunnya epidemi disebabkan:


1. Berkurangnya populasi tumbuhan yang
rentan
2. Terjadinya populasi tumbuhan yang tahan
3. Adanya usaha pengendalian penyakit
4. Pengendalian alamiah
Patogen sukar mempertahankan diri
karena
adanya jasad renik anatgonis atau musuh

C. Terjadinya Epidemi
1.

Epidemi yang disebabkan oleh faktor


patogen
Epidemi terutama terjadi karena jamur yang
sporanya dapat dipencarkan oleh angin pada
jarak yang cukup jauh. Epidemi juga sering
terjadi karena munculnya ras baru dari
patogen
Contoh: Karat daun kopi, cacar teh, hawar
daun kentang

2. Epidemi yang disebabkan oleh faktor


tumbuhan
Epidemi hanya terjadi jika terdapat tumbuhan
rentan yang ditanam secara luas, lebih-lebih
jika ditanam secara monokuktur. Ini dapat
disebabkan karena perubahan cara bercocok
tanam atau dikembangkannya kultivar baru
dengan ketahanan vertikal
Contoh: Hawar daun karet, cacar
cengkeh, hawar daun jagung

Halaman 267

Boom and Burst Cycle:


Kultivar baru dengan ketahanan vertikal
(monogenik) sering mempunyai ketahanan
yang tinggi.
Kultivar tahan ini akan ditanam dalam skala
luas.
Ras patogen kurang virulen musnah dan yang
tersisa hanya yang punya virulensi tinggi.

Boom and Burst Cycle:

Ras ini akan berkembang-biak sehingga


populasi patogen terdiri dari ras virulen tadi.

Hal ini menyebabkan hilangnya ketahanan


kultivar yang ada.

3. Epidemi yang disebabkan oleh cuaca


Setelah cacar teh masuk di Indonesia pada
tahun 1949, setiap terjadi kenaikan
kelembapan kebun dalam jangka waktu
cukup panjang, penyakit cacar akan
berkembang epidemik, khususnya di
kebun-kebun di atas 900 m dpl.
Epidemi cacar teh dipengaruhi oleh
kelembapan dan sinar matahari

D. Peramalan Epidemi
Jika datangnya epidemi dapat diramalkan
dengan jangka waktu yang cukup untuk
melakukan usaha pencegahan, kerugian besar
dapat dihindarkan.
Tetapi karena kebanyakan epidemi itu terutama
ditentukan oleh faktor-faktor cuaca yang sukar
diramalkan hanya sedikit penyakit yang sudah
dapat diramalkan epideminya

Syarat peramalan epidemi:


1. tumbuhan merupakan tanaman penting
2. penyakit dapat menimbulkan kerugian
besar
3. Perlu terdapat cukup keterangan mengenai
pengaruh berbagai faktor lingkungan
terhadap perkembangan penyakit

4. Para penanam cukup siap dan mengerti


5. Telah tersedia cara pengendalian yang
tepat
6. Terdapat jarak waktu yang cukup panjang
antara peramalan dan timbulnya epidemi
penyakit

Contoh:
Peramalan epidemi penyakit cacar teh
(Huysmans, 1953)
- Peramalan berdasarkan atas kelembapan
udara
- Digunakan angka kelembapan relatif harian
rata-rata selama 5 hari yang dihitung
pada pukul 6,8,10,12,14,16 dan 18
(dijumlahkan dan dibagi 7)

- Apabila kr selama 10-14 hari (satu generasi


cacar) berada di atas 83% akan timbul
epidemi sedang, dan epidemi ini akan
berhenti bila kr selama 3-5 hari kurang dari
83%
- Apabila kr selama 20-24 hari (dua generasi)
di atas 83% maka akan timbul epidemi yang
berat berlangsung selama 2-3 hari

E. Rumus Epidemiologi
1. Penyakit berbunga sederhana (simple
interest disease)
Pada penyakit terbawa tanah, jamur akar merah
pada teh, penyakit akan meluas dan membentuk
pola seperti lingkaran. Hanya perdu teh yag baru
terjangkit yang terdapat di tepi pola yang menjadi
sumber infeksi baru. Perdu yang berada di tengah
pola tidak lagi berperan sebagai sumber patogen

2. Penyakit berbunga majemuk (compound


interest disease)
Pada penyakit yang disebarkan oleh spora lewat
udara, seperti hawar daun kentang, tanaman sakit
yang lama maupun yang baru akan menyebarkan
spora ke sekelilingnya. Tanaman yang sakit akan
bertambah dengan cepat

Pada penyakit berbunga sederhana,


jumlah tanaman sakit Xt, setelah
jangka waktu t, adalah sama dengan
jumlah tanaman sakit mula-mula X0,
ditambah dengan laju infeksi r, kali
X0, dikalikan dengan t
Xt = X0 + X0rt
Xt = X0 (1 + rt)

Untuk penyakit berbunga majemuk (bila t cukup


besar)
Xt = X0. ert
dimana Xt banyaknya tanaman sakit setelah t
X0 banyaknya tanaman sakit mula
e konstanta (2,7182)
r laju infeksi
t jangka waktu berlangsungnya
epidemi

Jika dijabarkan mengikuti rumus


eksponensial tersebut, epidemi akan
berkembang tanpa batas, populasi
patogen bertambah sampai tidak terhingga
(perkembangan mengikuti kurva J)
Tidak terjadi, pada saat persediaan
makanan habis atau kehabisan waktu
maka laju infeksi r akan mendekati 0
(perkembangan mengikuti kura sigmoid S)

Kurva s ini kurang lebih simetris sekitar


titik infeksi. Pada titik ini, yang tercapai
bila x=0,5, dengan waktu yang disebut
waktu pertengahan t0,5

Baik pada penyakit berbunga sederhana


maupun penyakit berbunga majemuk,
agar jumlah tanaman sakit setelah
berlangsungnya epidemi (Xt) dapat
ditekan, diusahakan secara terpadu agar
X0, r dan t sekecil mungkin

Contoh soal:
Di sebuah kebun cabai milik petani di
daerah Magelang diketahui kejadian
penyakit awal antarknosa pada varietas
lokal adalah 5%. Apabila pada setelah satu
minggu kejadian penyakitnya mencapai
25%, maka berapakah laju infeksi penyakit
antraknosa cabai varietas lokal tersebut ?

X0 = 5%
Xt = 25%
t = 7 hari
Penyakit antraknosa adalah penyakit
berbunga majemuk, maka Xt = X0. ert
ert = Xt:X0
r.t . log e = logXt log X0
r.t = (log Xt log X0) : log e
r = ((log Xt log X0) : log e)): t
= (( log 0,25 log 0,05) : log 2,7182)) : 7
= 0,23 per unit per hari

TERIMAKASIH