Anda di halaman 1dari 42

1.

Pendahuluan
1.1. Beberapa Pengertian dan Definisi Penting.
Hasil teknologi didapat mulanya dari suatu ide dasar yang kemudian dirangkai
dengan. pengalaman-pengalaman. tertentu, hasil. pemikiran yang tepat dan
perhitungan yang benar, kemudian. dituangkan menjadi bentuk suatu sistem yang
berguna.
Mekanika adalah salah satu komponen yang penting dalam rangkaian proses
pencapaian. hasil teknologi yang bermanfaat seperti tersebut diatas.
Berikut adalah diagram aliran ilmu-ilmu lain yang mendukung dalam proses
mempelajari Mekanika dan. ilmu-ilmu yang didukung olehnya.

Gambar 1.1 Rangkaian proses mendapatkan hasil teknologi.


Pada gambar 1.1 tampak bahwa mekanika termasuk urutan. awal dalarn rangkaian proses
untuk mendapatkan hasil teknologi.
*
*

Mekanika adalah suatu pelajaran yang penting bagi seorang ahli teknik.
Terutama bagi para ahli teknik yang bekerja sebagai konstruktor penguasaan
mekanika akan sangat berpengaruh kepada baik tidaknya suatu hasil
konstruksi/teknologi

Pada bab berikut, pada dasarnya untuk mengingat kembali definisi- definisi penting yang
berhubungan erat dengan mekanika, yang beberapa diantaranya pernah dipelajari waktu
di SLTA.
1.1.1.Jarak titik terhadap titik Jarak
titik A terhadap titik B adalah
garis lurus yang menghubung
titik A dan titik B.
Jika garis yang menghubungkan
ke dua titik tersebut disebut
garis I yang panjangnya sama
dengan d, maka d adalah jarak
titik A terhadap titik B.
1.1.2.Jarak titik terhadap garis (atau
sebaliknya)
Jarak titik terhadap suatu garis
adalah suatu garis lurus dari titik
hingga garis yang dimaksud dan
membentuk sudut 900.
Jika garis lurus yang dimaksud
adalah 11, yang panjangnya sama
dengan d, maka d adalah jarak
titik A terhadap garis 1.
1.1.3.Jarak garis lurus terhadap garis
lurus.
Jarak garis lurus terhadap garis
lurus adalah suatu garis lurus
yang menghubungkan ke dua
garis yang dimaksud dan
membentuk sudut saling tegak
lurus pada kedua garis yang
dimaksud.
Jika
garis
lurus
yang
dimaksudadalah 13 yang panjang
nya sama dengan d. Maka d
adalah jarak garis 11 terhadap 12 .
Pada pembahasan mekanika,
garis lurus digunakan sebagai
garis kerja gaya. (lihat bab gaya)

1.1.4.Partikel
Dalam
mekanika
partikel
digambarkan sebagai sebuah titik
yang ditandai dengan huruf
besar. Secara praktis partikel ini
sulit ditunjukkan. Tetapi salah
satu contoh yang cukup jelas
adalah titik berat. (Titik yang
bermassa). Pada pembahasan
mekanika - partikel digunakan
sebagai titik kerja suatu gaya.
(Lihat bab Gaya).

Gb.1.5. Contoh partikel pada mekanika


1.1.5.Benda tegar.
Adanya gaya yang bekerja
padanya, maka benda tidak
mengalami perubahan bentuk
bergerak.

Gb. 1.6.Peristiwa Mekanik

Pada gambar 1.7 adalah sebuah peristiwa fisik yang mungkin sering dijumpai.

Pertanyaan:
- Apakah benda pada peristiwa
gambar 1.7 adalah benda. tegar ?
- Bagian mana yang menyebabkan
benda tersebut tegar ?
- ubahlah benda tersebut menjadi
tidak tegar !
- Buatlah satu contoh lain benda
tegar T

Gambar 1.7. Ruang Benda Tegar

1.1.6.Bidang
Ciri-ciri bidang.
- Pada
mekanika
digambarkan dengan sistem
koordinat (salib sumbu) x
dan y.
- Pada buku ini disepakati
letak harga positif dan
negatif seperti pada gambar
1.8.
- Mempunyai ukuran panjang
dan lebar (luas).

Gambar 1.8. Bidang

1.1.7 Ruang
Ciri-ciri ruang:
- Pada
mekanika
digambarkan dengan sistem
koordinat (salib sumbu) x,
y dan z. (lihat gambar 1.9)
- Mempunyai luas bidang
- Mempunyai
ukuran
panjang, lebar, dan tebal
(volume).

Gambar 1.9. Ruang

1.1.8 Mekanika.
Mekanika adalah salah satu
cabang dari Fisika.
Pada
gambar
1.10
ditunjukkan
kedudukan
mekanika ditinjau dari Fisika
dan
beberapa
cabangcabangnya yang lain.

Gambar 1.10. Mekanika cabang dari Fisika

Ditinjau dari keadaan bentuk benda, mekanika dapat dikelompokkan sesuai skema
berikut :

adalah suatu ilmu yang mempelajari pengaruh gaya-gaya yang bekerja pada suatu benda,
dimana dengan pengaruh gaya-gaya tersebut benda dalam keadaan setimbang.
adalah suatu ilmu yang mempelajari gerakan suatu benda.

1.1.9. Pertanyaan rangkuman.


1. Jelaskan kegunaan pelajaran mekanika ?
2.
Garis AC = 50 mm dan garis BC =
75 mm, saling membentuk sudut 300.
a. Tentukan jarak titik A dan B ?
b. Tentukan jarak titik B dari garis
AC ?
c. Jika garis I horisontal melalui A.
Tentukan jarak garis 1 terhadap
garis CB ?

Gambar 1.11.Sudut ABC


3. Sebutkan 7 cabang ilmu mekanika ?
4. Apakah perbedaan antara statika dan dinamika ?

1.2. Besaran Dan Satuan Dasar Fisika


Besaran dasar fisika dan satuan. dasar fisika digambarkan sebagai simbol seperti
yang terdapat pada gambar 1.12. Sedangkan pada gambar 1.13 adalah lambang
(huruf Yunani) dan cara pengucapannya, yang beberapa sering digunakan dalam
membahas mekanika.

Sebuah besaran fisika merupakan perkalian antara besar suatu angka dan satuan,
dinyatakan dengan suatu kalimat singkat menjadi seperti :
Harga. besaran = harga angka x satuan.
Simbolis
Contoh

G = {G}.[G]
I = 1000.m.

Artinya 1 : Simbol besaran. dasar panjang (G)


1000 : harga angka ({G })
m : simbol satuan dasar metre ({G })
Pada pemecahan. masalah secara grafik (diagram), biasanya besaran digambarkan
sebagai panjang suatu garis. Sehingga diperlukan adanya faktor skala
Faktor skala

Besaran yang ada


G
atau mG Gtergbr
Panjang tergambar

Contoh : 1 cm sebuah garis mempunyai arti besaran 5 kN


Maka faktor skalanya adalah :
mG = (5kN per centimeter)
Sehingga : Jika harga besaran fisikanya = 25kN.
Maka harus tergambar sepanjang 25/5 x l cm = 5 cm.

1.2.1. Besaran dan satuan yang sering digunakan pada mekanika.


Ada dua standard satuan yang digunakan di dunia yakni :
1. ISO Metre (m.k.s. kependekan. dari meter kilogram second)
2. ISO Inc (f.l.s kependekan dari feet pound second)

1.2.2.Konversi
Tabel berikut adalah konversi dari satu. besaran fl.s. ke m.k.s. Pada kolom sebelah
kanan, hitunglah konversi kebalikannya dan isikan.

Gambar 1.15. Tabel konversi besaran dan satuan dari f.l.s ke m.k.s. dan sebaliknya.

1.2.3. Pertanyaan rangkuman.


1. Jelaskan apa yang dimaksud besaran dasar dan satuan dasar fisika ?
2. Jika suatu faktor skala = 100N/7,5 mm.
Sedangkan suatu harga besaran = 1255 N, berapa milimeter panjang
besaran tersebut dinyatakan secara grafis ?
3. Apa artinya:
a m = 310 kg.
b F = 2500 N
- Kembalikan satuan Newton dari F = 2500 N pada satuan
dasarnya ?

1.3. G a y a
Adanya gaya pada kenyataannya sulit dilihat. Tetapi dampak adanya gaya dapat
dirasakan atau dilihat akibatnya. Suatu gaya merupakan sebuah besaran fisika yang
mempunyai besar, garis kerja dan arah yang tetap. Secara grafis gaya dapat
dinyatakan seperti gambar 1.16.
Pada dasamya titik kerja suatu gaya bukan dianggap suatu ciri khas. Karena sifat
titik kerja dapat dipindah-pindah sepanjang garis kerjanya (Gb. 1.17)

Gb. 1. 16 Menyatakan gaya secara grafis.

Gb 1.17. ka besar gaya gambar a


sama dengan besar gaya gambar b,
maka kedua gaya gaya tersebut
adalah sama.

1.3.1. Menyatakan suatu gaya (F)


Gaya mempunyai simbol besaran F. Dinyatakan dengan kalimat singkat lengkap:
FA = Besar (satuan) < arah.
Artinya

F
=
A
=
Besar =
Satuan =
<
=
arah =

Gaya (besaran fisika).


titik kerja.
harga besaran mis 2000.
Satuan fisika.
menunjukkan sudut sebagai arah.
harga besar sudut dihitung dari sumbu x positif
dari aturan kartesius (salib sumbu).

Contoh : FA = 30kN < 2600


Dengan kalimat artinya adalah
sebuah gaya bekerja di titik A
Yang mempunyai besar 30kN
arah 2600 dari sumbu x positip
aturan kartesius.
Secara grafis gaya FA dapat
dinyatakan seperti gbr. 1.18.

Gambar 1.18. Pernyataan secara grafis gaya tanpa fakta skala.


Jika ada pernyataan :
Fc = l00kN < 1000
sumbu x positif adalah 200 terhadap horisontal.
Maka pernyataan tersebut dapat digambarkan grafis seperti berikut
Gbr. 1. 19 Gaya pada kartesius miring. Pemakaian pada mekanika adalah untuk
bidang miring.
Jika gambar 1.18 dan 1.19
diperhatikan lebih seksama,
maka dapat diambil suatu
patokan bahwa :
- Sudut sebagai arah gaya selalu
dimulai dari sumbu x positip
sistem kartesius.
- Jika sumbu x' positip dari
sistem kartesius miring, maka
pernyataan
suatu
gaya
ditambah kalimat:
Sb x positip adalah x 0 terhadap
horisontal.
Kata horisontal disini kembali
mengacu
kepada
sistem
kartesius (Gbr 1.19).

1.3.2. Pernyataan rangkuman.


1. Jelaskan apa yang dimaksud gaya ?
2. Sebutkan tiga ciri tetap yang dimiliki suatu gaya ?
3. Mengapa titik kerja gaya bukan dianggap suatu ciri tetap ?
4. Gambarkan secara grafis (tanpa faktor skala) pada satu kartesius dari gaya-gaya
berikut :
FA = l00kN 00 dan FA = l00kN -600
5. Buat pernyataan gaya dari gambar berikut :

Gambar 1.20. Menyatakan gaya.

1.4. Gaya - gaya Pada Bidang Datar


Pengaruh suatu gaya atau gaya majemuk adalah faktor yang sangat perlu diketahui
oleh konstruktor atau ahli teknik. Hal ini karena pengaruh adanya gaya/gaya-gaya
sangat menentukan terhadap fungsi, keamanan, kwalitas dan murah tidaknya suatu
sistem.
Sebuah benda tetap diam, tak berubah bentuk atau tetap bergerak lurus
beraturan selama tidak ada gaya/gaya-gaya yang bekerja padanya.
Pernyataan diatas pertama kali dinyatakan oleh GALILEI, dan sekarang lebih
dikenal dengan HUKUM NEWTON 1.
Jika pada suatu benda bekerja gaya/gaya-gaya, maka benda tersebut
akan bergerak dengan percepatan.

F
atau F m.a
M

F = Gaya (N)
M = Massa (kg)
a = Percepatan (m/sec2 )
Pernyataan diatas lebih dikenal dengan HUKUM NEWTON 2.
Jika pada suatu benda bekerja bermacam-macam gaya, maka untuk mengetahui
pengaruh dari gaya-gaya tersebut perlu diketahui satu gaya setara terhadap gayagaya yang bekerja. Kemudian dengan menggunakan HUKUM NEWTON 2,
percepatan dapat dihitung dan arah gerak dapat ditentukan.
Gabungan dari beberapa gaya menjadi sebuah gaya setara ini disebut GAYA
RESULTAN(FR).
Dengan demikian jika pernyataan diatas ditinjau berlawanan, maka sebenarnya
setiap sebuah gaya dapat dinyatakan sebagai gaya resultan yang terbentuk dari
beberapa gaya.
Pemisahan sebuah gaya menjadi beberapa gaya yang bermacam-macam ini disebut
PENGURAIAN.

1.4.1.

Resultan dan komponen gaya-gaya bergaris kerja satu dan dua

1.4.1.1

Resultan gaya-gaya segaris kerja


Secara tabelaris dapat dijelaskan seperti berikut :

1.4.1.2

Resultan gaya-gaya setitik kerja

Gbr. 1.22. Menentukan resultan dan komponen

.4.1.3. Pertanyaan Rangkuman


1. Jelaskan pengertian hukum Newton I dan beri contoh konkritnya!
2. Jelaskan pengertian hukum Newton 2, dan beri contoh konkritnya!
3. Tiga buah gaya Fl = 500N < 500, F2 = 100 N < -300 dan F3 200N < 3300
bekerja pada suatu partikel A.
a. Tentukan resultan gayanya.
b. Uraikan menurut garis horisontal dan vertikal dari gaya resultan
tersebut serta tentukan besar dan arah dari komponen yang
dimaksud.
4. Dua buah gaya FAl = 3000N < 450 dan FA2 = 2500N < -500
Tentukan resultan dari kedua gaya tersebut.

Latihan latihan singkat


Untuk menyelesaikan soal-soal berikut diperlukan waktu maksimum 90 menit.
Kerjakan secara grafik.Kemudian periksalah secara analik

Gambar 1.23. Gambar gambar latihan

Latihan khusus
1. Dua buah gaya Fl = 5 kN < 1350 dan F2 = 4 kN < 700 bekerja pada partikel B.
Tentukan resultan kedua gaya tersebut secara grafis dan analitis.
2.

a. Tentukan komponen Fa dan Fb dari gaya


FR menurut sumbu a dan b.
b. Tentukan komponen Fc dan Fb dari gaya
FR menurut sumbu b dan c.
Gbr 1.24 Latihan 2

3.

Sebuah gaya 20 kN akan diganti dengan dua


buah gaya Fl sepanjang a-a dan F2 = 18kN
dengan arah tertentu.
a. Hitung besar dan arah gaya Fl.
b. Hitung arah gaya F2.
Gbr. 1.25 Latihan 3

4.

Sebuah kabel transmisi AB mempunyai


gaya tarik 2500N, arah menurut tangen kabel
di titik A
a.. Tentukan tegangan kawat AC, jika
diinginkan resultan ke dua gaya di A
vertikal.
b. Tentukan resultan tersebut.
Gbr. 1.26 Latihan 4

5. Bandingkan dengan soal No. 4. Jika tegangan kawat AC = 3000N, tentukan sudut a
agar resultannya vertikal.
6.

Tentukan sudut .0 agar komponen gaya F


sepanjang CA tidak lebih 80 persen dari pada
komponen sepanjang BC.

Gbr. 1.27 Latihan 6

1.4.2.

Resultan lebih Dua Gaya Yang Setitik. Kerja

Gbr. Resultan Lebih Dua Gaya


1.4.2.

Resultan gaya-gaya tak setitik kerja, tetapi garis kerjanya berpotongan


dalam satu titik.
Untuk memcahkan masalh ini, setiap titik kerja gaya perlu digeser hingga
berimpit dengan titik perpotongan garis kerja garis kerja gaya

Latihan khusus
1.

Sebuah kaitan menahan gaya seperti


tampak pada gambar disamping.
a. Tentukan gaya resultannya.
b. Jika Qrdinat x' suatu kartesius miring
450 terhadap x. Uraikan resultan diatas
menurut kartesius, tersebut.
c

Jika diinginkan resultan gambar


disamping adalah horisontal nol
derajat. Tentukan besar sudut.

Gbr 1.30 Latihan 1


2.

Pecahkan secara grafis, kemudian


bandingkan secara analitis.Arah dua gaya
300N gambar disamping belum jelas.
Tetapi sudut yang dibentuk oleh dua gaya
tersebut adalah 400.
Jika diinginkan resultan sistem gaya
tersebut sejajar bidang bb, tentukan sudut

Gbr 1.31 Latihan 2


3.

Dari sistem. gaya gambar 1.32, tentukan


resultannya secara grafis dan analitis.

Gbr 1.32 Latihan 3

1.4.4.

Momen dan Kopel


MOMEN adalah putaran terhadap suatu titik yang disebabkan oleh suatu gaya.

Gambar 133 a adalah gambar sebuah gaya


bekerja pada bidang. Putaran yang terjadi
cenderung disebut momen (salah kaprah).
Besar momen yang dihasilkan oleh sistem
tersebut terhadap titik A adalah
MA = F.d.
MA = Momen terhadap titik A
F
= Besar gaya (N)
d
= Jarak gaya terhadap titik A
= Arah putaran.
Sebuah momen dinyatakan oleh sebuah
vector M, arah vektor (tegak lurus bidang
kerja gaya), arah putaran dan suatu
gaya.Arah vektor dan putaran secara tepat
ditentukan oleh letak garis kerja gaya dan
arah gaya terhadap titik acu.Aturan tangan
kanan seperti tampak pada gambar 1.33b
dapat dipakai untuk menentukan arah
vektor momen dan putaran momen yang
dimaksud. Gaya FA yang terjadi adalah
akibat dari gaya F. (lihat bab 1.4.4. 1).

Gbr 1.33 Momen terhadap suatu titik


KOPEL adalah putaran yang disebabkan oleh dua gaya yang sama besar, arah
berlawanan dan ke dua garis kerjanya berjarak.

Gambar 1.34a. adalah gambar dua buah


gaya yang bekerja pada sebuah bidang.
Besar kopel dapat dihitung dengan cara:
M
M
d

= F. d.
= Kopel
= Jarak kedua gaya. (m)

= Besar gaya. (N)

= Arah putararn
Sebuah kopel dinyatakan oleh sebuah
vektor M, arah vektor (tegak lurus bidang
kerja gaya) dan arah putaran (gambar 1.34.
c)
Kopel dapat pula digambarkan berupa dua
gaya yang membentuknya atau berupa
symbol putaran
(Gambar 1.34. d)
Gbr 1.34 Kopel
1.4.4.1.Prinsip Perpindahan Gaya, Momen Gaya dan Momen Kopel.
Perhatikan gambar 1.35 a.
Pada titik A boleh dibuat gaya Fyang
mempunyai besar sama dengan FB, tetapi
arahnya berlawanan. Konsekwensi dari
pemberian gaya ini, di A harus dibuat juga
gaya FA = F dengan arah yang saling
berlawanan. Hal ini untuk menjaga agar
Resultan gaya pada titik A tetap sama
dengan nol. Jika kita perhatikan gambar
135 b, rnaka dapat dinyatakan bahwa ;
F = F
arah F > < F dan berjarak d, maka dapat
disimpulkan bahwa F dan F membentuk
suatu kopel M = Fd positip gambar 1.35 c
dan di titik A ada gaya FA = F.
Gbr 1.35 Ciri-ciri gaya atau
perpindahan gaya

KESIMPULAN :

Jika sebuah gaya dipindahkan pada suatu titik yang tak terletak pada garis kerjanya,
maka pada titik tersebut terbentuk sebuah kopel M = F.d dan sebuah gaya sebesar
gaya semula dengan arah yang sama.

Sistem gaya kopel ini disebut momen gaya.

Besar momen pada setiap titik berbeda. Besar momen akan maksimum jika jarak
gaya terhadap titik yang dimaksud adalah maksimum.
Perhatikan gambar 1.36 a.
Kopel M yang dihasilkan adalah F.d.
Seperti cara-cara perhitungan momen.
Sebelunmya momen terhadap titik A
yang disebabkan oleh dua gaya Fl =
F2 sejajar dapat dilihat pada gambar
1.36 b. Selanjutnya peristiwa ini
disebut momen kopel
Karena: Fl = F2

Gambar 1.36. Kopel

Maka :
FRA =Fi-F2=0
M1 = Fi.x.
M2 = F2. (X + d)
MA =M2-Ml
= F1.x - F2(x + d)
= Fl.d
atau
= F2.d

Dengan cara yang sama momen di titik B dapat dihitung:


FRB
= Fl-F2 = 0
M1
= F1.1/2d.
M2
= F2-1/2d.
MB = Ml + M2 = Fl.d atau
= F2.d.
Dengan cara yang sama: Frc 0 dan Mc = F1.d atau F2.d
Dapat disingkat M = Fl.d atau F2.d dan FR = 0
MA = F1.d atau F2.d dan FRA = 0
MB = Fl.d atau F2.d dan FRB = 0
Mc
= Fl.d atau F2.d dan FRC = 0
KESIMPULAN:
*
*

Besar kopel dan semua titik di bidang kerja gaya adalah sama
Kopel dinyatakan sebagaimana menyatakan momen tanpa gaya. Untuk itu
kopel juga disebut momen kopel.

1.4.4.2. Pertanyaan Rangkuman


1. Jelaskan kecenderungan yang disebut momen dan rumuss perhitungannya.
2. Apa perbedaan antara momen, momen gaya, kopel dan momen kopel.
3. Jika suatu titik A terletak pada sebelah kiri sebuah gaya F < 30 0 dengan jarak
d pada bidang yang sama. Tentukan besar momen, arah vektor momen, dan
arah putaran momen.

Latihan latihan Singkat


Untuk menyelesaikan latihan latihan berikut diperlukan waktu maksimal 50 menit

Latihan Khusus
1.

Untuk mendapatkan gerakan translasi dan


putaran, maka awak pesawat ruang
angkasa harus mendapatkan gaya 200 N
seperti tampak pada gambar.
a.Tentukan momenyang dihasilkan
terhadap titik G.
Gbr. 1.38 Latihan No.1

2.

b.Kemana arah gerak translasi pesawat ?

a.Jika dari sistem mekanik disamping =


450. Hitung momen terhadap titik 0 !
b Jika momen di titik 0 diinginkan
maksimum, tentukan besar sudut
Jika jumlah besar momen yang disebabkan
oleh kedua gaya terhadap titik adalah nol,
tentukan :

Gbr.1.39 Latihan No.2

a.Besar gaya Fp.


b.Gaya resultan dari ke dua gaya tersebut.
c.Sebuah koordinat A (x,y) pada keliling
lingkaran, sehingga momen yang
dihasilkan oleh resultan ke dua gaya
terhadap titik A adalah maksimum.
d.Momen gaya pada titik A.
Gbr. 1.40 Latihan No.3

4.

Sebuah kopel 37,5 Nm digunakan pada


poros vertikal yang dilas pada permukaan
pelat. Jika sistem kopel gaya tersebut
diganti dengan gaya setara di B, tentukan
jarak x.

Gbr 1.41 Latihan 4

5. a

Sebuah mobil penggerak depan mendapatkan reaksi gaya normal 7000 N dan
gaya gesek F.
Jika gabungan ke dua gaya tersebut
membentuk sudut 150 terhadap garis
vertikal, tentukan sebuah sistem kopel
gaya setara pada titik berat G.
(Perhitungan dua dimensi).
Gbr. 1.42 a Latihan 5a

Lihat gambar 1.42. Jika diketahui bahwa


F1 = F2 = 150N dan F3 = F4 = 200N.
a. Hitung berapa besar momen kapelnya.
b. Tentukan resultan dari ke empat gaya
tersebut.
c. Jelaskan keadaan apa yang terjadi pada
plat tersebut.
Gbr. 1.42 Latihan No.5

1.4.5. Resultan dan beban setara

Gambar 1.43. Beban dan Kopel setara


Suatu benda tegar dikatakan mendapat beban setara, jika momen gaya, momen kopel dan
resultan gaya yang bekerja pada benda tersebut adalah sama. Jika gambar 1.43 a & b
diperhatikan lebih lanjut, maka momen kopel yang dihasilkan pada titik A MA =
300N.100mm 30.000 N mm?
Demikian juga pada gambar c dan d, e dan f maka
MB = 200 N. 150 mm 30.000 Nmm
Mc = 120 N.~50 mm 30.000 Nmm
Mengingat sifat momen kopel adalah dapat digeser ke mana saja pada bidang kerja, maka
MB sebenarnya dapat dipindah ke titik A menjadi M BA dan Mc ke titik A menjadi MCA.
Karena besar, arah vektor momen dan arah putaran M A = MBA = MBC (berlawanan jarum
jam), dapat disimpulkan bahwa beban gambar 1.43 b = d = f.
Mengingat gambar 1.43b = a, d = c, dan f = e, maka pembebanan gambar 1.43a = c = d.
Dan akhirnya gambar 1.43 a b = c = d = f.

Gambar 1.44 adalah peristiwa mekanika


yang lain.
Gambar 1.44 b adalah diagram momen
gaya yang dihasilkan oleh sistem gaya
gambar 1.44 a.
Besar gaya resultan di titik D dapat
dihitung dengan cara seperti yang pada
bab 1.4.2.:
FR = FX2 + F y2

arah tan - 1

Fy
Fx

Mo = M = (F.d)
Sekarang didapat sistem momen gaya
seperti gambar 1.44 c. Resultan sebagai
gaya tunggal dari sistem tersebut adalah
gambar 1.44 d. Jarak pergeseran gaya dari
titik putar adalah
d=

Mo
F

Gbr 1.44 Resultan sistem gaya secara umum


Dengan mempertimbangkan peristiwa terjadinya momen gaya bab 1.4.4.1, maka
arah pergeseran resultan gaya tunggal dari titik pusat lingkaran dapat ditentukan
menurut tabel gambar 1.45.

Latihan
1.

Gbr. 1.465 Latihan No.1


Dari suatu batang panjang 12 ft, tentukan batang yang mana mendapat beban sama.
2.

Batang sepanjang 12 ft dibebani seperti


pada gambar 1.47. Tentukan salah satu
dari gambar 1.46
yang
mendapat
pembebanan setara dengan batang ini.
Gbr 1.47 Latihan No. 2

3.

Sebuah rangka dibebani seperti tampak


pada gambar 1A8.
a.Tentukan sistern kopel gaya (momen
gaya) di B dan C.
b.Tentukan gaya tunggal resultan sistem
tersebut dan perpotongannya dengan
batang AB, BC dab CD.
Gbr 1.49 Latihan No. 4

4.

Sebuah gaya Fp dan kopel dari pisau


milling M = 20Nm digunakan di titik A
untuk memotong permukaan hexagon.
Tentukan gaya Fp agar resultan dari sistem
tersebut sepanjang BC, CD dan diagonal
Fc.

Gbr 1.49 Latihan No. 4

1.4.6. Resultan Gaya - gaya Sejajar


1.4.6.1.Secara. analitis
Pada dasarnya. untuk mencari resultan
sistem gaya sejajar ini digunakan prinsip
bab 1.4.5.
Hitunglah/pindahkan semua gaya yang
paralel ke salah satu titik. Maka pada titik
tersebut akan terjadi sebuah gaya, resultan
dan sebuah sebuah momen resultan
(gambar 1.50 b). Sehingga menurut contoh
gambar 1.5 0 menj adi :
FRB = F = (F1 + F2 + F3 + F4) < 2700
MR = M = F1.11 + F212 + F313 + F4D
Jarak resultan dari titik acu dapat dihitung
dengan cara :
x

M
F

Arah pergeseran ditentukan oleh arah


putaran dan arah gaya sesuai awan gambar
1.45. Sehingga didapat gaya resultan gaya
resultan seperti gambar 1.50 c.
Gambar 1.50. Resultan Gaya-gaya
Sejajar (Analitis)
Metoda yang sering digunakan adalah
metoda tali bersudut. Kita amati contoh
soal pada gambar 1.51 a. Caranya adalah.
1. Buat diagram posisi menurut skala
posisi gaya yang benar.
2. Tentukan sembarang titik O. Dari titik
0 buat segitiga OF11.F1 dibuat menurut
skala.
Gambar 1.5.1 a.Soal Resultan Gaya gaya sejajar

3. Buat garis O//O pada gambar diagram


posisi (1.51 b), hingga memotong garis
kerja gaya Fl dan buat garis 1//1.
b. Diagram posisi
c. Diagram gaya.
4. Buat segitiga 2F22. Kemudian tarik
garis 2//2 dari titik perpotongan garis
1' dan F2 hingga memotong,garis kerja
gaya F3.
5. Buat segitiga 2F33. Dan seterusnya
hingga didapat titik potong garis 4'
dengan gaya terakhir F5.
6. Perpotongan antara garis 0' dan 5'
adalah salah satu titik yang dilalui
garis kerja gaya resultan. Kemudian
pindahkan gaya resultan dari diagram
gaya ke diagram posisi
7. Dengan demikian posisi gaya resuhan
dapat ditentukan terhadap titik acu.

Gambar 1.51.ResultanGaya-gayaSejajar
b) Diagram Posisi
c) Diagram gaya

1.4.7. Resultan Sistem Gaya - gaya Sembarang


Pada dasarnya untuk menghitung resultan
gaya-gaya sembarang ini seperti yang
telah dipelajari pada bab 1.4.5.
Contoh :
Dari gambar plat penahan disamping
bekerja beberapa gaya dan sebuah kopel.
Tentukan gaya resultannya dari sebuah
titik acu grafis dan analitis.
Jawaban:
Secara analitis :
Titik 0 dipilih sebagai titik acu. Sehingga
semua gaya dan kopel dapat dipindahkan
pada titik 0. Di dapat:
FRx = 40 + 80 Cos 300 - 60 Cos 450
= 66,9 N
FRy = 50 + 80 Sin 300 + 60 Cos 450 =
132,4 PN
FR = 66,9 2 + 132, 92 = 148,3 N
132,4
arah := tan

-1

== 63,20
66,9

Mo = 140 - 50(5) + 60 Cos 450(4)- 60 Sin


450(7) = 237,3 Nrn.
Sistem gaya - kopel tampak sekarang
sebagai FR dan Mo. Sehingga jarak dari 0
dapat dihitung menurut :
d

Mo

FR

237,3( )
FR ( )

1,6 dari A ke kiri

Pergeseran FR dari titik 0, kembali menurut aturan table gambr 1.45.


Jarak perpotongan FR dengan sumbu x dan sumbu y dapat dihitung dengan cara
b

Mo 237,3()

1,79 m dari titik A ke kiri


FRy 132,4()

Mo
237,3(-)

3,55 m dari A ke atas


FRx3
66,9(-)

secara grafis :
Untuk memecahkan masalah ini pada dasarnya juga menggunakan cara tali
bersudut.Lihat gambar 1.52.b
Buatlah urutan pengerjaannya !

Kerjakan secara grafik dan analitik.


Dwi gambar 153, tentukan gaya resultan
FR serta letaknya dari dinding.

Tentakan resultan dari empat buah gaya


yang bekerja pada bentuk u secara grafik.
Kemudian periksalah secara analitik.

Sebuah pesawat jet bermassa m = 30Mg


menanjak dengan sudut tanjak 150 dan
kecepatan tetap. Jika gaya tahanan FD = 10
kN, tentukan gaya dorong FT, gaya angkat
FL,
dan
gaya
penyeimbang
Fp
(Perhitungan tidak boleh menggunakan
M = 0).

Tiga buah gaya horisontal bekerja pada


lengan suatu mesin. Tentukan resultan dan
letaknya jika diketahui :
a). P = 50 kN.
b). P = 500kN
c). P = 175 kN

Dari sistem gaya sejajar gambar 1.57


tentukan secara grafis gaya resultannya.

Dua gaya bekerja pada suatu piringan


seperti ditunjukkan pada gambar 1.58.
Dimajukan gaya resultan dan kedua gaya
tersebut menyinggung tepi piringan,
tentukan besar sudut.