Anda di halaman 1dari 88

PAKET PELATIHAN

untuk

Pelatihan Berbasis Kompetensi


pada

Spesialisasi Produksi Garmen

Program:
Spesialisasi Produksi Garmen
Judul materi:
Kesehatan dan Keselamatan Kerja
PAKET GP 001
Juli 2002
Revision No. 1 Aug. 03

Penghargaan
Para Konsultan dari Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 3
(SMKN3) Tangerang
Dra. Lusi Selamet

Ketua Jurusan Tata Busana

Sutihat, B.A

Guru Produksi Garmen

Eri Sutarti, S.Pd

Guru Produksi Garmen

Dra. Sutarti

Guru Produksi Garmen

Sri Prihartini

Guru Produksi Garmen

Dra. Aznah

Guru Produksi Garmen

Dra. Elly R. Silalahi

Guru Produksi Garmen

Konsultan khusus
Dra. Evarinayanti Siswoyo, M.Ed

PPPG Kejuruan, Jakarta

Fashion Industry Training Services, TAFE, South Australia


Torrens Valley TAFE, South Australia
Australian National Training Authority

Ucapan terima kasih kepada:


Nurchairiah
Lia Herawati, S. S
Wiwik Widyastuti, S. Sos

Penolakan
Kami jamin bahwa publikasi buku ini akurat. Penulisnya Proyek Kemitraan Indonesia Australia
untuk Pengembangan Keterampilan (Proyek Pengembangan Institusi Jawa Barat), tidak
bertanggungjawab atas kehilangan atau kerusakan karena ketidak akuratan ataupun perubahan.

Daftar Isi
Pendahuluan_______________________________________________________________

Bagian 1 Panduan Belajar


Tentang panduan belajar _____________________________________________________
Apakah Pelatihan Berbasis Kompetensi itu? ______________________________________
Apa artinya menjadi kompeten? _______________________________________________
Bagaimana siswa/peserta pelatihan akan belajar?_________________________________
Proses yang disarankan untuk belajar___________________________________________
Berapa lama waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan satu mata
pelajaran? _____________________________________________________________
Berapa kali kesempatan yang dimiliki siswa/peserta pelatihan untuk mencapai
kompetensi? ____________________________________________________________
Tentang guru/pelatih_________________________________________________________
Tentang siswa/peserta pelatihan_______________________________________________
Tentang penguji____________________________________________________________
Pengakuan akan kompetensi yang telah dimiliki___________________________________

Sumber/kegiatan belajar
Metode belajar_____________________________________________________________
Penguasaan kompetensi_____________________________________________________
Menggunakan materi sumber pelajaran__________________________________________
Bagaimana orang belajar_____________________________________________________
Kegiatan praktik____________________________________________________________

Peta program pelatihan__________________________________________


Hasil belajar/elemen dari standar kompetensi terkait_____________
Instruksi untuk siswa/peserta pelatihan_________________________
Materi sumber belajar
Referensi GP 001 1a Definisi kesehatan dan keselamatan kerja.......................................
Referensi GP 001 1b Induksi area kerja..............................................................................
Referensi GP 001 2 Keamanan di area kerja.....................................................................

Daftar Isi
Referensi GP 001 3 Bahaya-bahaya di area kerja..............................................................
Referensi GP 001 4 Kecelakaan di area kerja.....................................................................
Referensi GP 001 5 Persiapan dan pemeliharaan area kerja.............................................
Referensi GP 001 6 Ergonomi.............................................................................................
Referensi GP 001 7 Penanganan manual...........................................................................
Referensi GP 001 8 Undang-undang dan peraturan Kesehatan dan Keselamatan Kerja di
Indonesia................................................................................................................................ 44

Kegiatan belajar
Kegiatan belajar GP 001 1a Definisi kesehatan dan keselamatan kerja............................
Kegiatan belajar GP 001 2 Keamanan di area kerja..........................................................
Kegiatan belajar GP 001 3 Bahaya-bahaya di area kerja....................................................
Kegiatan belajar GP 001 4 Kecelakaan di area kerja..........................................................
Kegiatan belajar GP 001 5 Persiapan dan pemeliharaan area kerja...................................
Kegiatan belajar GP 001 6 Ergonomi..................................................................................
Kegiatan belajar GP 001 7 Penanganan manual................................................................
Kegiatan belajar GP 001 8 Undang-undang dan peraturan Kesehatan dan Keselamatan
Kerja di Indonesia................................................................................................................... 53

Skenario penyelesaian masalah_______________________________________________


Periksa kemajuan anda_____________________________________________________

Bagian 2 Panduan mengajar


Peran guru/pelatih_________________________________________________________
Strategi penyajian/pengajaran________________________________________________
Sumber-sumber penyajian___________________________________________________
Hubungan antara komponen off-job dan on-job___________________________________
Sumber-sumber pelajaran___________________________________________________
Belajar dalam Program Berbasis Kompetensi____________________________________
Hubungan antara Spesialisasi Produksi Garmen Dengan Standar Kompetensi
Produksi Garmen__________________________________________________________

Daftar Isi
Bagian 3 Panduan pengujian
Panduan pengujian_________________________________________________________
Prinsip-prinsip pengujian____________________________________________________
Proses pengujian__________________________________________________________
Metode pengumpulan bukti__________________________________________________
Tata cara pelaksanaan pengujian______________________________________________
Contoh jenis-jenis pengujian__________________________________________________
Efektifitas biaya____________________________________________________________
Peran siswa/peserta pelatihan________________________________________________
Contoh pengujian__________________________________________________________

Tugas-tugas pengujian__________________________________________
Ceklis pengujian
Pengetahuan dasar________________________________________________________
Tugas-tugas praktik________________________________________________________

Lembar untuk guru penyelesaian skenario____________________


Bagian 4 Standar kompetensi
001A SDM Mengikuti prosedur Kesehatan dan Keselamatan Kerja di tempat
kerja____________________________________________________________________

Kesehatan dan Keselamatan Kerja Paket GP 001

Pendahuluan
Apakah paket pelatihan itu?
Paket pelatihan ini terdiri dari empat bagian,
Bagian 1: Panduan belajar termasuk buku pelajaran dan kegiatan belajar
Bagian 2: Panduan pengajaran/pelatihan
Bagian 3: Panduan pengujian
Bagian 4: Standar Kompetensi
Tujuan adanya paket pelatiahn ini adalah untuk membantu para pelatih dan
peserta pelatihan.
Paket pelatihan ini menggunakan Pelatihan Berbasis Kompetensi untuk
mengajarkan beragam keterampilan yang dibutuhkan di tempat kerja. Buku
ini ditulis berdasarkan standar kompetensi, yaitu, pernyataan yang
disepakati mengenai keterampilan, sikap dan pengetahuan yang dibutuhkan
untuk melakukan tugas-tugas tertentu di tempat kerja. Standar kompetensi
ini telah dikembangkan oleh industri garmen dan West Java Institutional
Development Project khusus untuk wilayah Jawa Barat.

West Java Project Paket Pelatihan

BAGIAN 1
Panduan Belajar
Kesehatan dan Keselamatan Kerja
PAKET GP 001

Kesehatan dan Keselamatan Kerja Paket GP 001

Tentang panduan belajar


Panduan belajar berisi informasi tentang:

hal-hal yang perlu diketahui oleh para siswa/peserta pelatihan agar


dapat menyelesaikan program pelatihan dengan baik
peranan para pelatih/pengajar
cara memperoleh pengakuan terhadap keterampilan dan pengetahuan
telah dikuasai
bagaimana menggunakan bahan pelajaran dan lembar kegiatan
saran mengenai waktu dan pelaksanaan pengujian

Apakah Pelatihan Berbasis Kompetensi itu?


Pelatihan Berbasis Kompetensi adalah pelatihan yang berhubungan dengan
pengetahuan, sikap dan keterampilan yang dibutuhkan di tempat kerja untuk
dapat melakukan suatu pekerjaan secara kompeten. Standar kompetensi
industri merupakan dasar dari pengembangan kurikulum dan program
pelatihan. Standar kompetensi adalah dokumen yang menjelaskan tentang
kinerja yang menjelaskan:

tugas apa yang diharapkan dapat dilakukan oleh seseorang


sebaik apa seseorang diharapkan untuk bekerja
bagaimana cara mengetahui bahwa kinerja seseorang telah mencapai
tingkat yang harapkan
Standar kompetensi yang harus dicapai dijelaskan pada kriteria kinerja yang
telah ditentukan sebelumnya.
Apa artinya menjadi kompeten?
Menjadi kompeten artinya seseorang telah memiliki semua keterampilan,
pengetahuan dan sikap yang dibutuhkan untuk bekerja secara efektif di
tempat kerja sesuai dengan standar kompetensi yang telah disepakati.
Bagaimana siswa/peserta pelatihan akan belajar?
Belajar dalam sistem Pelatihan Berbasis Kompetensi berbeda dengan
diajar oleh seorang guru di kelas. Pada sistem ini siswa / peserta pelatihan
memiliki tanggungjawab yang lebih besar dalam proses belajar mereka
sendiri. Hal ini berarti bahwa siswa / peserta pelatihan akan perlu
merencanakan program belajarnya bersama-sama dengan guru, lalu
menerapkannya.
Proses yang disarankan untuk belajar

membaca bahan yang telah ditentukan dalam setiap kegiatan belajar agar
memperoleh suatu pandangan tentang isi pelajaran
mencatat dimana perlu berdasarkan bahan yang dibaca

West Java Project Paket Pelatihan

Kesehatan dan Keselamatan Kerja Paket GP 001

memikirkan bagaimana pengetahuan yang baru didapat berhubungan


dengan pengetahuan serta pengalaman yang telah dimiliki sebelumnya
merencanakan praktik penerapan pengetahuan dan keterampilan
mencoba dan menjawab semua pertanyaan serta menyelesaikan semua
tugas praktik dalam kegiatan belajar
memperbaiki dan mengkaji ulang bahan belajar untuk memantapkan
pengetahuan
mengamati keterampilan praktis yang didemonstrasikan oleh guru atau
orang yang berpengalaman di bidangnnya
mengajukan pertanyaan kepada guru tentang konsep yang berbeda
menerapkan praktik kerja yang aman
memperhatikan indikator kemajuan individu melalui kegiatan praktik
mempraktikkan keterampilan yang baru diperoleh
mengerjakan tugas-tugas pengujian setelah proses belajar selesai
meminta bantuan dari guru bila merasa tidak yakin

Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk


menyelesaikan satu mata pelajaran?
Dalam sistem Pelatihan Berbasis Kompetensi fokus terletak pada
pencapaian kompetensi, bukan pada lama waktu belajar. Masing-masing
siswa/peserta pelatihan atau pelatih akan membutuhkan waktu yang berbeda
untuk menjadi kompeten dalam suatu keterampilan.
Berapa kali kesempatan yang dimiliki siswa/peserta
pelatihan untuk mencapai kompetensi?
Bila seorang siswa/peserta pelatihan tidak berhasil mencapai kompetensi
pada kesempatan pertama, maka guru akan mengatur rencana pelatihan
untuk siswa/peserta pelatihan tersebut. Rencana ini akan memberikan
kesempatan untuk meningkatkan tingkat kompetensi individu hingga
mencapai tingkat yang diharapkan.
Tentang guru/pelatih
Guru/pelatih telah dipilih karena yang bersangkutan memiliki pengalaman
dalam pelatihan dalam dalam industri produksi garmen.
Peran guru/pelatih adalah untuk:

membantu siswa/peserta pelatihan merencanakan program belajar


memberikan bimbingan melalui kegiatan belajar
membantu siswa/peserta pelatihan memahami konsep dan penerapan
baru serta menjawab pertanyaan mengenai proses dan kegiatan belajar
membantu siswa/peserta pelatihan untuk menemukan dan mengakses
sumber-sumber tambahan yang diperlukan

West Java Project Paket Pelatihan

Kesehatan dan Keselamatan Kerja Paket GP 001

mengatur kegiatan kelompok belajar bila diperlukan


mengatur spesialis dari industri untuk membantu bila diperlukan

Tentang siswa/peserta pelatihan


Rekan siswa dan rekan kerja juga merupakan sumber dukungan dan
bantuan. Anda dapat mendiskusikan proses belajar dengan mereka.
Diskusi dan dukungan dari rekan kerja merupakan aspek yang penting
dalam pengembangan tim dan akan memperkaya pengalaman belajar.
Tentang penguji
Penguji dapat merupakan guru/pelatih atau individu atau sekelompok orang,
misalnya, personil dari industri dapat membantu guru dari sebuah institusi
untuk mengadakan proses pengujian.
Penguji akan:

melaksanakan pengujian bila siswa/peserta pelatihan telah siap dan


merencanakan proses belajar dan pengujian selanjutnya
memberikan umpan balik kepada siswa/peserta pelatihan, misalnya,
yaitu menjelaskan kepada siswa bidang manakah yang dapat
ditingkatkan dan menegosiasikan rencana pelatihan selanjutnya dengan
siswa/peserta pelatihan
mencatat hasil-hasil yang telah dicapai siswa/peserta pelatihan

Pengakuan akan kompetensi yang telah dimiliki


Bila anda telah belajar atau bekerja pada bidang yang sama/berhubungan
maka ada kesempatan bagi anda untuk menyelesaikan pekerjaan lebih cepat
dari waktu yang telah ditetapkan.
Bila sebuah topik baru telah diselesaikan bacalah kembali hasil-hasil belajar
untuk mengetahui tugas-tugas apa yang perlu diselesaikan dan kompetensikompetensi apa yang harus dicapai. Perlihatkan kepada pelatih bila anda
merasa yakin anda mampu mencapai kompetensi tersebut.
Bila anda mampu mendemonstrasikan kompetensinya maka anda tidak
perlu melakukan kegiatan belajar dan dapat langsung berpindah ke topik
yang lain. Bila anda tidak mampu melaksanakan setiap tugas maka guru
anda akan memberitahu kegiatan belajar mana yang harus anda kerjakan.

West Java Project Paket Pelatihan

Kesehatan dan Keselamatan Kerja Paket GP 001

Sumber/kegiatan belajar
Informasi Program
Metode belajar
Program pelatihan untuk Kesehatan dan Keselamatan Kerja terdiri dari
sejumlah topik yang menjabarkan hasil belajar dengan jelas. Hasil belajar
ini menyebutkan hal-hal apa harus dicapai pada akhir proses belajar suatu
topik. Hasil belajar dapat termasuk dicapainya pengetahua-pengatahuan
dasar (fakta dan informasi) dan/atau pengembangan keterampilan atau
sikap. Pengembangan sikap dalam sistem Pelatihan Berbasis Kompetensi
merupakan bagian penting dalam pengembangan pengetahuan dan
keterampilan.
Para siswa/peserta pelatihan akan diberi kesempatan untuk menelaah
kemajuan (pengecekan kemajuan secara berkala) dan menerima umpan
balik dari guru/pelatih.
Penguasaan kompetensi
Standar kompetensi yang harus dicapai dijabarkan secara jelas pada setiap
topik.
Untuk hampir semua topik, syarat yang diajukan antara lain:
menjawab setiap pertanyaan dengan benar
mendemonstrasikan berbagai keterampilan yang telah dipelajari dengan
mengerjakan beragam kegiatan sesuai dengan standar kompetensi dan
kriteria kinerja yang dipersyaratkan
Menggunakan materi sumber pelajaran
Tujuan dari sumber/kegiatan belajar ini adalah untuk memberikan Pelatihan
Berbasis Kompetensi dalam Kesehatan dan Keselamatan Kerja agar
memungkinkan peserta untuk:

melakukan pekerjaan atau proses belajar dalam tatanan yang aman


mengembangkan pemahaman tentang persyaratan kesehatan dan
keselamatan kerja, peraturan dan tanggung jawab ditempat kerja.
mengidentifikasi dan menerapkan prosedur Kesehatan dan Keselamatan
Kerja
Kegiatan belajar dan skenario penyelesaian masalah diselesaikan dengan
berkonsultasi pada guru/pelatih.
Buatlah catatan bila dirasa perlu untuk membantu mengingat hal-hal apa
yang harus dan telah dilakukan.

West Java Project Paket Pelatihan

Kesehatan dan Keselamatan Kerja Paket GP 001

Bagaimana orang belajar

Bertanya

Ajukan pertanyaan tentang hal apapun yang perlu anda ketahui

Bertanyalah apakah anda telah melupakan sesuatu

Bertanyalah bila anda ingin memeriksa sesuatu

Mintalah kepada guru/pelatih bila anda ingin mereka


mendemonstrasikannya sekali lagi

Praktik

Ikuti apa yang dilakukan oleh guru/pelatih

Sering-seringlah berlatih

Memeriksa

Periksa bagaimana kemajuannya

Periksalah apakah mungkin anda melakukannya lebih baik lagi

Periksalah apakah telah memenuhi standar yang ditentukan

Bertanya

Memeriksa

Praktik

West Java Project Paket Pelatihan

Kesehatan dan Keselamatan Kerja Paket GP 001

Kegiatan praktik
Para guru/pelatih akan memerika kemajuan anda dengan cara yang
berbeda-beda
Misalnya:

kadang anda akan ditanya dan harus menjawab secara lisan ataupun
tertulis
kadang anda akan diminta mengerjakan suatu tugas khusus
kadang anda harus memperlihatkan kepada orang lain apa yang harus
dilakukan
kadang anda boleh memilih menjelaskan dengan mempergunakan
gambar

Bila anda mampu mengerjakan tugas dengan baik/kompeten maka


anda akan maju ke tugas berikutnya

guru/pelatih anda akan mencatat kemajuan anda


anda harus mampu mengerjakan semua tugas yang ada di buku ini
dengan baik

West Java Project Paket Pelatihan

Kesehatan dan Keselamatan Kerja Paket GP 001

Peta Program Pelatihan


Pelajaran inti

Pengoperasian
mesin jahit
(Pendahuluan)

Kesehatan dan
keselamatan kerja
(Pendahuluan)

Persyaratan

Jam nominal 40

Jam nominal 5

Pemotongan bahan
tunggal

Kesehatan dan
keselamatan kerja

Jam nominal 35

Jam nominal 20

Paket GP 003

Paket GP 001

Pengikatan
potongan-potongan
pakaian

Tiket dan labellabel


Jam nominal 10

Jam nominal 10

Paket GP 004

Paket GP 005

Tekstil dan label


petunjuk perawatan
Jam nominal 30

Pengkonstruksian
komponen

Paket GP 006

Jam nominal 50
Paket GP 007

Pengenalan pola
Operasi penggabungan garmen

Jam nominal 40
Paket GP 002

Jam nominal

Pengepresan
20
Perawatan & pemeliharaan mesin
25
Penyelesaian
20
Standar kualitas
20
Pembuatan garmen
340
Rok
Celana panjang
Atasan/kemeja/blus
Gaun

Bekerja dalam
lingkungan tim
Jam nominal 20
Paket GP 013

Paket GP 010

West Java Project Paket Pelatihan

Kesehatan dan Keselamatan Kerja Paket GP 001

Kesehatan dan Keselamatan Kerja


Hasil belajar/elemen dari standar kompetensi terkait
Jam nominal: 20
Hasil-hasil belajar untuk Kesehatan dan Keselamatan Kerja berikut ini berhubungan
dengan elemen-elemen yang ada pada standar kompetensi 001A SDM Mengikuti
prosedur kesehatan dan keselamatan kerja.
Mengacu pada Bagian 4 untuk rincian Standar Kompetensi, Unit Kompetensi dan
Elemen yang akan dicapai.
Prasyarat:

Nil

Setelah menyelesaikan materi ini dengan baik, siswa/peserta pelatihan akan mampu
melaksanakan tugas-tugas berikut ini:

Elemen
Elemen 1
Mengikuti prosedur tempat
kerja dalam mengidentifikasi
keadaan bahaya dan
pengontrolan bahaya

Hasil belajar/tugas-tugas
Mengenali tanda-tanda bahaya dan menjelaskan gunanya
Mengidentifikasi persyaratan keamanan individu di tempat
kerja
Mengikuti prosedur area kerja bila ada kecelakaan, kebakaran
dan keadaan darurat
Mengidentifikasi dan melaporkan setiap keadaan bahaya di
area kerja yang mengancam kesehatan dan keselamatan kerja
Mengikuti prosedur dan instruksi area kerja untuk
mengontrol tingkat bahaya kesehatan dan keselamatan kerja
Menentukan ergonomi

Elemen 2
Membantu secara aktif dalam
penanganan keselamatan dan
kesehatan kerja

Menjelaskan persyaratan legal untuk kesehatan dan


keselamatan kerja yang dapat diterapkan di wilayah Jawa
Barat
Mengangkat isu tentang kesehatan dan keselamatan kerja
dengan menejer area kerja sesuai kebutuhan
Melaksanakan komunikasi secara efektif dengan orang lain

Pengetahuan dasar (fakta dan informasi)


Untuk menyelesaikan mata pelajaran ini, siswa perlu menguasai pengetahuan dasar
sebagai berikut:

persyaratan kesehatan dan keselamatan kerja


prosedur pengoperasian dan pelaporan area kerja

West Java Project Paket Pelatihan

Kesehatan dan Keselamatan Kerja Paket GP 001

Instruksi untuk siswa/peserta pelatihan

Berbagai jenis sumber belajar, kegiatan belajar dan skenario


pemecahan masalah diberikan pada siswa/peserta pelatihan untuk
membantu mencapai kompetensi.

Proses belajar mengharuskan siswa/peserta pelatihan untuk


mendapatkan berbagai jenis sumber belajar dan melaksanakan
kegiatan belajar yang sesuai

Siswa/peserta pelatihan akan memilih buku pelajaran, CD/video


dan/atau buku-buku referensi yang relevan serta lembar
kegiatan yang sesuai dan menyelesaikan kegiatan belajar
tersebut sesuai dengan sumber-sumber yang ada.

Pengujian akan dilaksanakan secara periodik dan termasuk

tes tertulis atau lisan untuk mengetahui pengetahuan yang


harus dimiliki

skenario pemecahan masalah

tes kinerja untuk menentukan apakah siswa/peserta


pelatihan kompeten
Semua bagian harus diselesaikan dengan benar untuk
menjadi kompeten

Tes kinerja akan dilaksanakan pada waktu yang tepat sesuai


kesepakatan siswa/peserta pelatihan dengan guru/pelatih.

Siswa/peserta pelatihan akan menyelesaikan semua tugas tertulis


yang dipersyaratkan pada buku latihan untuk kemudian disimpan
sebagai bukti penyelesaian kegiatan.

Jangan lupa sumber belajar yang paling penting adalah guru/pelatih

West Java Project Paket Pelatihan

10

Kesehatan dan
Keselamatan Kerja

Sumber-sumber belajar
PAKET GP 001

Kesehatan dan Keselamatan Kerja Paket GP 001

Kesehatan dan Keselamatan Kerja


Materi Sumber Belajar

Isi
Referensi GP 001 1a

Definisi kesehatan dan keselamatan kerja

Referensi GP 001 1b

Induksi area kerja

Referensi GP 001 2

Keamanan di area kerja

Referensi GP 001 3

Bahaya-bahaya di area kerja

Referensi GP 001 4

Kecelakaan di area kerja

Referensi GP 001 5

Persiapan dan pemeliharaan area kerja

Referensi GP 001 6

Ergonomi

Referensi GP 001 7

Penanganan manual

Referensi GP 001 8

Undang-undang dan peraturan Kesehatan dan Keselamatan


Kerja di Indonesia

Referensi tambahan

Peraturan Kesehatan dan Keselamatan Kerja di Indonesia

Prosedur Kualitas Pengelolaan Operasional SMKN3 Tangerang

CD ROM
o

Sit on it good posture at work

Ergo what?

The safe approach Good Housekeeping

West Java Project Paket Pelatihan

11

Kesehatan dan Keselamatan Kerja Paket GP 001

Kesehatan dan Keselamatan Kerja


Referensi GP 001 - 1a
Definisi Kesehatan dan Keselamatan Kerja
Promosi* dan pemeliharaan fisik, mental dan kesejahteraan sosial
yang terbaik bagi para pekerja dalam semua pekerjaan:

Pencegahan pada para pekerja dari penyakit yang disebabkan oleh


kondisi tempat kerja;

Perlindungan bagi para pekerja dari berbagai faktor yang dapat


mengancam kesehatan ketika melakukan pekerjaan;

Penempatan dan pemeliharaan para pekerja dalam lingkungan kerja


yang sesuai dengan kebutuhan fisik dan mental
Organisasi Buruh Internasional dan Organisasi Kesehatan Dunia, 1963

* Catatan: Promosi adalah pemberian fasilitas, keamanan dan peraturan


yang terbaik yang dapat diberikan oleh perusahaan.

Referensi GP 001 1b
Induksi area kerja
Bila siswa / peserta pelatihan memasuki sebuah area kerja atau pekerjaan
yang baru, mereka biasanya kurang berpengalaman dan tidak terbiasa
dengan lingkungan kerja yang baru, meliputi prosedur, peralatan, bahanbahan, mesin-mesin dan perlengkapan yang mungkin dibutuhkan untuk
pengembangan keterampilannya. Karena hal inilah, para siswa / peserta
pelatihan mempunyai resiko tinggi atau rawan terhadap kecelakaan atau
penyakit di area kerja.
Hal tersebut telah merupakan tanggungjawab para guru / pelatih bahwa
seluruh siswa / peserta pelatihan telah menerima informasi, instruksi dan
pelatihan, serta pengawasan yang sesuai dan memadai.
Menempatkan para siswa / peserta pelatihan baru ke dalam lingkungan kerja
baru dan mengharapkan mereka untuk bekerja secara aman sangatlah tidak
masuk akal. Pelatihan, dan informasi yang diberikan kepada siswa/peserta
pelatihan baru disebut program induksi. Merupakan hal yang tidak mungkin
untuk menyampaikan seluruh isu mengenai kesehatan dan keselamatan
kerja secara sekaligus karenanya akan diberikan secara bertahap selama
mata pelajaran kesehatan dan keselamatan kerja.

West Java Project Paket Pelatihan

12

Kesehatan dan Keselamatan Kerja Paket GP 001

Referensi GP 001 1b
Induksi area kerja lanjutan
Meskipun demikian, informasi-informasi berikut sangat penting untuk
disampaikan kepada para siswa / peserta pelatihan di hari pertama mereka:

Perkenalan dengan manajer Kesehatan dan Keselamatan Kerja /


petugas P3K

Keamanan penyimpanan barang-barang pribadi

Perhatian terhadap kesehatan dan keselamatan secara singkat


meliputi:
-

pengenalan akan bahaya-bahaya yang berhubungan dengan area


kerja
cara melakukan pekerjaan dengan aman
jalan keluar dalam keadaan darurat, termasuk prosedur dan
perlengkapannya
fasilitas-fasilitas termasuk toilet dan P3K
penjelasan tentang tanda-tanda dan simbol bahaya
petunjuk ke tempat penyimpanan perlengkapan keamanan individu
(jika ada)
prosedur pelaporan kecelakaan

West Java Project Paket Pelatihan

13

Kesehatan dan Keselamatan Kerja Paket GP 001

Kesehatan dan Keselamatan Kerja


Referensi GP 001 2
Keamanan di area kerja

Demonstrasi oleh guru/pelatih


Peringatan bahaya berikut ini perlu selalu diobservasi di area kerja
PENGAWASAN

Tidak diperkenankan mengoperasikan mesin


tanpa pengawasan.

SEPATU

Sepatu yang sesuai (tumit rendah, tertutup)


harus digunakan di area kerja sepanjang
waktu demi pengendalian dan keamanan diri.
Jangan pernah dalam kondisi apapun
mengoperasikan mesin tanpa alas kaki

RAMBUT

Rambut yang panjang harus diikat


kebelakang. Bila rambut kurang panjang
untuk diikat, gunakan jepit atau jala untuk
mencegah rambut jatuh ke wajah.

PAKAIAN

Pakailah pakaian yang pas atau tidak terlalu


longgar, terutama di daerah lengan. Jangan
memakai dasi atau pita. Selendang harus
diikat dengan baik (jangan longgar).

PERHIASAN

Dilarang memakai kalung yang panjang.


Tidak dianjurkan memakai cincin, gelang
atau anting, atau jam tangan rantai.

KUKU JARI

Tidak boleh terlalu panjang.

JARI

Jauhkan jari dari jarum mesin dan bagianbagiannya yang bergerak.

TANGAN

Bila memakai tangan untuk memutar roda


mesin agar seimbang, janganlah memakai jari
tetapi memakai telapak tangan.

MEMASANG BENANG
PADA MESIN

Matikan mesin dan kaki diangkat dari pedal


ketika memasang ulang benang, atau
mengganti jarum atau sekoci.

West Java Project Paket Pelatihan

14

Kesehatan dan Keselamatan Kerja Paket GP 001

Keamanan di area kerja lanjutan


PENANGANAN KAIN

Penyuapan kain untuk dijahit ke dalam mesin


harus dari samping sepatu menggunakan jarijari tangan bukan dari depannya.

PEDAL

Harus selalu diingat bahwa pedal juga


merupakan rem. Menekan bagian belakang
pedal dengan tumit akan menghentikan
mesin.

MENINGGALKAN MESIN

Selalu matikan mesin bila sedang tidak


digunakan. Guru / pelatih anda akan
memberi tahu anda mengenai cara-caranya.

KEBISINGAN

Jangan membuat suara keras atau gerakan


mendadak yang dapat mengejutkan orang
lain yang sedang mengoperasikan mesin,
karena dapat menimbulkan kecelakaan.

KECELAKAAN

Jangan panik jika terjadi kecelakaan.


Beritahu orang terdekat agar dapat
mencarikan bantuan.

KERUSAKAN MESIN

Segera beritahu guru / pelatih bila terjadi


kerusakan atau ketidak beresan kerja mesin.

KERAPIHAN DAN
KEBERSIHAN

Jangan meninggalkan sisa-sisa potongan kain


atau tas di lantai.

SIKAP DAN KEBIASAAN

Selalu bertindak dengan penuh


tanggungjawab. Mesin-mesin industri sangat
berbahaya.

MAKANAN DAN MINUMAN

Jangan membawa makanan dan minuman ke


dalam area kerja.

West Java Project Paket Pelatihan

15

Kesehatan dan Keselamatan Kerja Paket GP 001

Keamanan di area kerja lanjutan

Tanda-tanda Keamanan
Identifikasi dan jelaskan arti tanda bahaya di area kerja

West Java Project Paket Pelatihan

16

Kesehatan dan Keselamatan Kerja Paket GP 001

Kesehatan dan Keselamatan Kerja


Referensi GP 001 3
Bahaya-bahaya di area kerja

Demonstrasi oleh guru/pelatih


Definisi

Bahaya adalah suatu keadaan atau perubahan lingkungan yang dapat


menyebabkan luka, sakit atau kerusakan barang/mesin.

Risiko berarti kemungkinan dan konsekuensi terjadinya luka atau


sakit:

Bahaya di tempat kerja dapat dibagi ke dalam empat kategori:

Kategori

Jenis Bahaya

Mesin dan peralatan

Mesin tanpa alat pelindung/pengaman,


penggunaan peralatan yang tidak tepat,
peralatan yang desainnya kurang tepat
dan tidak berada dalam kondisi baik,
peralatan yang mempunyai bagian yang
tajam, peralatan dengan hubungan listrik
yang salah.

Lingkungan kerja fisik

Lantai yang licin atau tidak rata, area


tempat berjalan yang kotor, ketidak
rapihan dan ketidakbersihan, jalan keluar
yang terhalang, kebisingan yang
mengganggu, penerangan yang tidak
memadai, kualitas udara dan ventilasi
yang buruk, udara yang terlalu panas atau
dingin, berdebu, berasap/bau.

Pekerja dan tugasnya

Kelelahan, stres, kurang berpengalaman,


semangat kerja, pelecehan, diskriminasi,
pertambahan jam kerja tanpa istirahat
yang cukup, gerakan pindah yang
berulang, posisi kerja dan cara
mengangkat barang yang tidak benar.

Organisasi

Kurangnya kebijakan dan prosedur


mengenai kesehatan dan keselamatan
kerja yang sesuai, pelatihan yang
memadai, jadwal pelatihan yang tidak
sesuai.

West Java Project Paket Pelatihan

17

Kesehatan dan Keselamatan Kerja Paket GP 001

Bahaya-bahaya di area kerja lanjutan

Penanggulangan bahaya
1. Identifikasi
Bahaya dapat diidentifikasi dengan melakukan inspeksi keselamatan di area
kerja dengan menggunakan ceklis, mencari keterangan dari para guru /
pelatih dan para siswa / peserta pelatihan atau menganalisa catatan
kecelakaan / penyakit yang pernah terjadi.

2. Pengujian Resiko
Penyelidikan menyeluruh harus dilakukan pada setiap bahaya yang terjadi.
Pengujian resiko adalah proses evaluasi kemungkinan terjadinya luka atau
penyakit yang disebabkan oleh paparan bahaya tertentu. Beberapa faktor
perlu dipertimbangkan termasuk jenis bahaya, bagaimana hal tersebut akan
mempengaruhi kesehatan dan keselamatan, frekuensi dan lamanya paparan,
pelatihan, praktik kerja serta tata letak dan kondisi lingkungan kerja.

3. Pengelolaan Risiko
Hasil dari pengujian risiko dan pengukurannya diterapkan di tempat kerja
untuk menghilangkan atau mengurangi kemungkinan terjadinya atau
timbulnya kecelakaan. Penerapannya tidak boleh menimbulkan
permasalahan baru atau memindahkan permasalahan ke tempat lain.
Penerapan tersebut harus selalu diikuti dengan pengujian yang berkelanjutan
terutama keefektifitasannya.

West Java Project Paket Pelatihan

18

Kesehatan dan Keselamatan Kerja Paket GP 001

Bahaya-bahaya yang ada di area kerja dan keamanan


individu

Jangan mengotori tempat kerja atau menghalangi alur jalan dengan tumpukan
pakaian atau potongan-potongan kain. Hal ini dapat menyebabkan seseorang
terjatuh dan terluka.

Pastikan bahwa pakaian, rambut dan perhiasan yang dipakai tidak akan
menyebabkan anda celaka selama bekerja.

West Java Project Paket Pelatihan

19

Kesehatan dan Keselamatan Kerja Paket GP 001

Bahaya-bahaya yang ada di area kerja dan keamanan


individu

Memahami apa yang harus dikerjakan bila terjadi kecelakaan atau keadaan darurat
di area kerja

Mengerti cara menggunakan peralatan dengan aman.

West Java Project Paket Pelatihan

20

Kesehatan dan Keselamatan Kerja Paket GP 001

Bahaya-bahaya di area kerja lanjutan


Pengamanan akan Kebakaran
Terdapat 3 faktor penyebab timbulnya api, antara lain:
1. Bahan bakar baik padat, cair atau gas
2. Oksigen yang ada di udara
3. Panas suhu nyala masing-masing bahan yang berbeda satu sama lain.
Dengan meniadakan salah satu dari faktor tersebut api akan padam. Hal ini
dapat ditempuh dengan cara:

mematikan menjauhkan bahan bakar atau bahan-bahan lainnya yang


mudah terbakar dari api
menutupi mengurangi oksigen di udara disekitar kebakaran. Ini
dapat dilakukan dengan cara menyemprotkan busa, pasir atau tanah,
pada permukaan bahan bakar
pendinginan menurunkan suhu benda-benda yang terbakar dibawah
suhu nyalanya. Hal ini dapat dicapai dengan cara menyemprotkan air.

Penyebab Kebakaran
Beberapa penyebab kebakaran di area kerja antara lain:

kegagalan pengelolaan dalam penerapan pencegahan dan pengendalian


kebakaran sebagai suatu kesatuan prosedur perencanaan dan prosedur
operasional/pelaksanaan
kondisi yang tidak aman misalnya instalasi kabel listrik yang
kelebihan beban atau ukuran sekering yang tidak sesuai
peralatan listrik yang tidak berfungsi dengan baik
penyimpanan bahan yang tidak pada tempatnya, misalnya menyimpan
bahan-bahan yang mudah terbakar di dekat pipa uap atau pipa
pembuangan yang panas.

West Java Project Paket Pelatihan

21

Kesehatan dan Keselamatan Kerja Paket GP 001

Kesehatan dan Keselamatan Kerja


Referensi GP 001 4
Kecelakaan di area kerja
Bila siswa/peserta pelatihan terluka atau menjadi sakit di area kerja, kualitas
dan kecepatan penanganan yang disediakan dan hubungan ke rehabilitasi
sangat penting untuk memperkecil penderitaan bagi pekerja yang sakit dan
terluka. Di dalam area kerja, penyediaan dan sarana pertolongan pertama
pada kecelakaan (P3K) akan membantu mengurangi penderitaan yang
terluka atau yang sakit.
Semua luka, kecelakaan atau bahaya yang timbul baik kecil maupun besar
harus dilaporkan kepada orang bertanggungjawab atas area kerja tersebut.
Sekecil apapun kecelakaan yang terjadi harus dilaporkan, karena kecelakaan
tersebut dapat menjadi serius. Misalnya luka teriris / terpotong atau
terkelupas dapat menjadi infeksi dan memerlukan penanganan medis lebih
lanjut. Oleh karena itu orang yang bertanggung jawab di area kerja tersebut
harus mencatat segala bentuk kecelakaan yang terjadi.
Bila ada orang yang sakit atau terluka di area kerja, prosedur penanganan
luka dapat dilakukan sebagai berikut:

melakukan pertolongan pertama pada keadaan darurat


mencatat kecelakaan yang terjadi
memberi tahu kepada orang yang bertanggung jawab atas kesehatan dan
keselamatan kerja di area kerja
meneliti penyebab kecelakaan tersebut dan melakukan tindakan
pencegahan

Penyelidikan Kecelakaan
Kecelakaan di area kerja, luka, serta bahaya yang terjadi perlu diselidiki
untuk:

mengetahui apa dan mengapa terjadi kecelakaan, untuk mencegah


terulangnya kecelakaan tersebut
melakukan tindakan sesuai prosedur yang berlaku
menentukan biaya yang diakibatkan oleh kecelakaan tersebut

West Java Project Paket Pelatihan

22

Kesehatan dan Keselamatan Kerja Paket GP 001

Kecelakaan di area kerja lanjutan


Laporan kecelakaan
Laporan kecelakaan harus berisi hal-hal sebagai berikut:

informasi lengkap mengenai kecelakaan


perincian luka / sakit yang ditimbulkan
kecelakaan fisik yang terjadi
saksi mata
latar belakang informasi yang relevan
analisa dan kesimpulan
rekomendasi yang membantu guna menghindari terulangnya kecelakaan
yang sama

West Java Project Paket Pelatihan

23

Kesehatan dan Keselamatan Kerja Paket GP 001

LEMBAR
LAPORAN
KECELAKAAN/
KEJADIAN

Isilah lembar laporan ini untuk


semua jenis kecelakaan atau
kejadian, walaupun kejadian
tersebut sangat kecil dan tidak
menimbulkan luka yang serius,
termasuk terpeleset, terjerat, api,
tersengat listrik.

INSTRUKSI KEPADA SISWA/PESERTA PELATIHAN/PESERTA


Isilah format ini secepat mungkin setelah kejadian dan serahkan kepada orang yang
bertanggungjawab atas Kesehatan dan Keselamatan Kerja di Area kerja.
NAMA:
Program:

Materi: ...

Nomor telepon: .
Guru / pelatih yang bertugas pada saat kecelakaan/kejadian:
Tanda tangan pelapor:

CATATAN KECELAKAAN/KEJADIAN
Tanggal:

Waktu:
Tanggal

Bulan

Pagi/Sore

Tahun

Hari:
Sen

Sel

Rabu

Kam

Jum

Sab

Ming

INFORMASI RINCI TENTANG LOKASI KECELAKAAN / KEJADIAN termasuk nama ruang atau nomor ruang, gedung, tanda yang terdekat, dst.

West Java Project Paket Pelatihan

24

Kesehatan dan Keselamatan Kerja Paket GP 001

DESKRIPSI KECELAKAAN/KEJADIAN

APA YANG SEDANG ANDA LAKUKAN PADA SAAT KECELAKAAN /


KEJADIAN?

TULISKAN PENYEBAB YANG SEBENARNYA DARI KECELAKAAN /


KEJADIAN

TINDAKAN DAN TINDAK LANJUT YANG DILAKUKAN


Tindakan yang dilakukan

Tindak lanjut

Tidak ada

Dikembalikan ke kelas

Pertolongan pertama di tempat kejadian

Berhenti / istirahat dari kegiatan

Petugas medis dipanggil

Pulang ke rumah

Siswa/peserta pelatihan dibawa ke rumah sakit

Lainnya

Memanggil ambulans

PERLAKUAN AWAL
Uraian:

West Java Project Paket Pelatihan

25

Kesehatan dan Keselamatan Kerja Paket GP 001

Kesehatan dan Keselamatan Kerja


Referensi GP 001 5
Persiapan dan pemeliharaan area kerja

Demonstrasi oleh guru/pelatih


Kerapihan area kerja adalah suatu proses dimana tempat kerja dijaga
kebersihanya, kerapihan dan keteraturannya dan merupakan tanggungjawab
seluruh siswa/peserta pelatihan dan guru.
Kecelakaan yang dihubungkan dengan ketidak rapihan antara lain:

licin, terpeleset dan jatuh sebagai akibat dari lantai yang becek dan
berminyak, terutama bila penerangannya tidak bagus

potongan dan serakan yang berasal dari bagian-bagian, gudang atau


barang-barang

bahaya dari produk yang terbuang atau bahan yang tidak bagus
penyimpanannya

Resiko kesehatan dari debu atau api/panas

Pengaturan yang bagus harus direncanakan dengan baik tidak cukup


hanya membersihkan atau merapikan pada waktu yang sudah ditentukan.
Area kerja yang bagus didisain pada bagian tertentu dimungkinkan
menempatkan pengaturan yang efektif.
Praktik pengaturan yang bagus

gang, jalan masuk, tangga bersih sehingga orang dapat lalu lalang
dengan bebas dan produk dapat dibawa dengan mudah

sampah harus dibuang pada tempat yang tepat untuk tujuan


pengosongan/pembuangan secara teratur

harus disediakan wilayah gudang yang sesuai dan dengan hati-hati


ditempatkan agar mudah dijangkau

barang-barang yang berat, dan sering dipakai harus disimpan setinggi


pinggang sehingga dapat diambil dengan mudah dan aman.

penerangan harus bersih dan mencapai semua ruangan dan furnitur.

lantai hendaknya memiliki permukaan yang tepat untuk bekerja dan


untuk dibersihkan dengan efektif

cairan yang tumpah harus segera dibersihkan.

West Java Project Paket Pelatihan

26

Kesehatan dan Keselamatan Kerja Paket GP 001

Persiapan dan pemeliharaan area kerja lanjutan

mesin, perlengkapan dan peralatan harus dipelihara dengan semestinya

mesin, perlengkapan atau peralatan yang rusak atau tidak bisa dipakai
hendaknya segera dilaporkan kepada menejer area kerja

debu dan akumulasi lain (benang dan sebagainya) hendaknya secara


teratur dibersihkan dari mesin

daerah gudang peralatan serta rak perlengkapan untuk mesin harus


selalu bersih dan teratur. peralatan yang tidak dipakai harus dibersihkan
dan dikembalikan ke gudang.

toilet dan tempat cuci harus selalu dan seluruhnya bersih

tanda peringatan dan tanda bahaya harus selalu nampak serta tertulis
atau tergambar dengan bersih

perangkat P3K harus disimpan yang diketahui oleh semua orang,


disimpan dengan baik dan diisi dengan barang (obat-obatan) yang bersih

West Java Project Paket Pelatihan

27

Kesehatan dan Keselamatan Kerja Paket GP 001

Persiapan dan pemeliharaan area kerja lanjutan


Simpan barang-barang pribadi pada saat tidak digunakan

Simpan peralatan yang tidak digunakan

West Java Project Paket Pelatihan

28

Kesehatan dan Keselamatan Kerja Paket GP 001

Persiapan dan pemeliharaan area kerja lanjutan


Bersihkan area tempat kerja dari potongan benang, potongan bahan, dan
peralatan yang sedang tidak digunakan.

West Java Project Paket Pelatihan

29

Kesehatan dan Keselamatan Kerja Paket GP 001

Contoh tempat kerja

Berikut ini adalah salah satu contoh dari kegiatan ditempat kerja yang mencakup seluruh bagian dari Standar
Kompetensi. Pelatih dan penguji bisa menggunakan ini untuk menjelaskan apa yang harus dilakukan oleh seseorang
untuk memenuhi persyaratan dari unit ini dan memeriksa keterampilan dan pengetahuan apa yang telah dimiliki.
Untuk setiap kata yang diberi tanda tebal pada contoh ini, pada kolom bagian kanan disebutkan kegiatan-kegiatan,
mesin dan peralatan yang tercakup dalam unit ini.

Operator bersiap-siap untuk bekerja menggunakan mesin.


Operator memeriksa mesin dan memperhatikan bahwa alat
pengaman rusak dan dapat membahayakan. Operator
melaporkan masalah ini kepada petugas terkait, dalam hal
ini adalah penyelia, kemudian melihat prosedur area kerja
untuk melihat bagaimana cara menangani keadaan berbahaya
tersebut. Operator mengikuti prosedur yang mengatakan
untuk mematikan saluran listrik, dan menempelkan tanda
Bahaya atau Jangan digunakan pada mesin tersebut.

Bahaya-bahaya dapat diidentifikasi


ketika memeriksa peralatan atau tempat
kerja sebelum dan sesudah bekerja, pada
saat adanya pemeriksaan tempat kerja
atau pada saat kegiatan merapikan.

Pada hari itu, alarm kebakaran berbunyi. Operator mengikuti


instruksi tempat kerja untuk meninggalkan mesin dengan
segera, langsung menuju pintu darurat yang terdekat dan
berkumpul di tengah area yang aman, misalnya, lapangan
parkir.

Prosedur kesehatan dan keselamatan


kerja harus memenuhin persyaratan
hokum dan peraturan. Termasuk reaksi
terhadap keadaan darurat, menguji dan
memeriksa resiko dan isu-isu laporan
K3.

Pada saat kembali ke tempat kerja, operator melihat karpet di


jalan masuk mulai mengelupas dan ini bisa berbahaya karena
orang bisa tersandung. Operator berpartisipasi dalam
program Kesehatan dan Keselamatan Kerja di tempat kerja
dengan menyampaikannya pada perwakilan pekerja di
Komite Keamanan Tempat Kerja.

Pengaturan partisipasi termasuk rapatrapat formal dan informal yang


melibatkan komite K3, perwakilan dari
K3 dan saran yang disampaikan oleh
karyawan kepada pihak manajemen.

West Java Project Paket Pelatihan

Orang terkait termasuk didalamnya


penyelia, manajer, kepala regu,
pengelola K3 dan orang lain yang
berwenang atau orang yang ditunjuk
oleh perusahaan atau industri.

30

Kesehatan dan Keselamatan Kerja Paket GP 001

Ceklis Area Kerja


Api
Item

Dilaksanakan

Tindakan yang dibutuhkan

Dilaksanakan

Tindakan yang dibutuhkan

Apakah alat pemadam kebakaran ada pada


tempatnya, ada tanda yang jelas untuk jenis
api yang timbul dan jangka waktu
kadaluwarsa.
Apakah ada tanda-tanda arah untuk keluar
yang cukup?
Apakah pintu keluar mudah dibuka dari
dalam?
Apakah jalan keluar terbebas dari
gangguan/halangan?
Apakah kegiatan pelatihan sedang
dilaksanakan?

Listrik
Item
Apakah semua stop kontak, steker dan saklar
tidak cacat/rusak?
Apakah kabel listrik ujungnya tidak
berserabut?
Apakah semua alat listrik portable dapat
bekerja baik?
Apakah semua kabel yang direkat ke langitlangit ruangan atau dalam protector? (Tidak
ada kabel yang terletak dilantai)
Apakah pemutus arus otomatis telah
dipasang?

West Java Project Paket Pelatihan

31

Kesehatan dan Keselamatan Kerja Paket GP 001

Pencahayaan
Item

Dilaksanakan

Tindakan yang dibutuhkan

Dilaksanakan

Tindakan yang dibutuhkan

Dilaksanakan

Tindakan yang dibutuhkan

Apakah iluminasi cukup termasuk cahaya


alam?
Apakah workshop terbebas dari cahaya
langsung atau cahaya pantulan?
Apakah seluruh stop kontak bersih dan dalam
keadaan baik?
Apakah dinding dan langit-langit
menghasilkan pantulan cahaya yang baik?
Apakah lampu emergensi (darurat) dapat
dioperasikan?

Gudang/tempat penyimpanan
Item
Apakah semua bahan tekstil disimpan pada
rak dan keranjang yang memungkinkan?
Apakah tempat penyimpanan dirancang untuk
mengurangi masalah pengangkatan?
Apakah lantai disekitar rak penyimpanan
terbebas dari sampah?
Apakah semua rak dan lemari dalam kondisi
yang baik?

Pertolongan Pertama
Item
Apakah kotak pertolongan pertama diberi
tanda yang jelas?
Apakah kotak pertolongan pertama bersih dan
teratur?
Apakah kotak pertolongan pertama mudah
dijangkau?
Apakah semua siswa/peserta pelatihan
mengetahui tempat kotak pertolongan
pertama?
Apakah nomor darurat dipajang secara jelas?
Apakah ada persiapan sabun dan lap tangan?
Apakah stok alat pertolongan pertama cukup?

West Java Project Paket Pelatihan

32

Kesehatan dan Keselamatan Kerja Paket GP 001

Lantai
Item

Dilaksanakan

Tindakan yang dibutuhkan

Dilaksanakan

Tindakan yang dibutuhkan

Dilaksanakan

Tindakan yang dibutuhkan

Dilaksanakan

Tindakan yang dibutuhkan

Apakah permukaan lantai rata dan tidak ada


lubang?
Apakah jalan masuk bebas dari gangguan?
Apakah tempat jalan diberi tanda yang jelas?

Mesin jahit
Item
Apakah semua mesin bersih?
Apakah ada pengamanan yang cukup disekitar
mesin?
Apakah tombol menghidupkan dan
mematikan mudah dijangkau oleh operator?
Apakah tempat penyimpanan sisa bahan
cukup?
Apakah ada area kerja yang cukup disekitar
mesin?
Apakah pencahayaan di mesin cukup?

Sampah
Item
Apakah keranjang sampah ditempatkan pada
lokasi yang sesuai?
Apakah keranjang sampah dikosongkan secara
rutin?

Meja kerja
Item
Apakah meja kerja bersih dari sampah?
Apakah peralatan/perkakas yang tidak
digunakan disimpan pada tempatnya?
Apakah ketinggian pekerjaan sesuai?
Apakah sudut meja kerja membulat?

West Java Project Paket Pelatihan

33

Kesehatan dan Keselamatan Kerja Paket GP 001

Kesehatan dan Keselamatan Kerja


Referensi GP 001 6
Ergonomi

Demonstrasi oleh guru/pelatih


Definisi ergonomi
Ergonomi dapat didefinisikan sebagai disain pekerjaan sehingga manusia
dapat mempergunakan dengan baik sesuai kemampuannya tanpa harus
melebihi keterbatasanya. Ini pelajaran tentang hubungan manusia, pekerjaan
dan lingkungannya dan penggunaan data yang berasal dari sumber-sumber
permesinan, anatomi, fisiologi and psikologi
Tujuan ergonomi
Prinsip-prinsip ergonomi dipakai pada lingkungan kerja dengan tujuan
mengurangi masalah kesehatan dan kecelakaan kerja, meningkatkan
produktivitas dan kualitas hidup. Jadi ergonomi tidak hanya menguntungkan
bagi siswa/peserta pelatihan tetapi juga menjadi perhatian guru, menejer
kesehatan dan keselamatan kerja area kerja, dan pimpinannya
Analisa lingkungan kerja
Untuk setiap mesin atau bagian dari sistem dimana elemen manusia
menggunakan interaksi antara peralatan dan operator harus dioptimalkan.
Pendekatan ergonomi terhadap analisis tempat kerja untuk mempelajari
sikap siswa/peserta pelatihan dan tugas-tugas yang harus dilakukan.
Kemudian dengan melihat hubungan siswa/peserta pelatihan dengan mesin,
hubungan dengan ruang kerja terdekat dan akhirnya pada lingkunagn secara
umum dimana mereka bekerja
Bila prosesnya diikuti terus pada disain dan pengembangan langkah di
tempat kerja akan membantu melawan kecenderungan pendisainan bagian
per bagian atau sementara yang merupakan penyebab utama dari beberapa
masalah ergonomi. Pengalaman menunjukan bahwa biasanya hal-hal kecil,
yang dilihat pada pendisainan yang kemudian terbukti sebagai penyebab
yang siknifikan.
Analisis tempat kerja harus menuju ke sejumlah pertanyaan dan langkahlangkah tertentu, selalu menempatkan siswa/peserta pelatihan ditengah dari
kerangka referensi. Proses ini harus memperhatikan poin-poin berikut ini:

siswa/peserta pelatihan
interaksi antara siswa/peserta pelatihan dengan mesin
interaksi siswa/peserta pelatihan dengan tempat kerja
interaksi antara siswa/peserta pelatihan dengan lingkungan
interaksi antara siswa/peserta pelatihan dengan hal-hal yang
mempengaruhi di luar

West Java Project Paket Pelatihan

34

Kesehatan dan Keselamatan Kerja Paket GP 001

Ergonomi lanjutan
Siswa/peserta pelatihan
Perhatikan jenis kelamin, usia, ukuran, fisik, kepandaian, pengalaman,
situasi dan motivasi pelatihan
Posisi Tubuh pada Mesin Jahit
Bila mengoperasikan mesin jahit industri, yang penting diperhatikan adalah
posisi postur tubuh. Disain yang benar dan disesuaikan dengan tempat kerja
dapat memperkecil masalah dalam sikap tubuh yang tidak bagus. Perhatian
khusus harus diberikan pada penyesuaian tempat duduk yang benar, tinggi
bangku kerja dan posisi pengontrolan mesin.
Penyesuaian tempat duduk
Cara duduk yang benar memberikan posisi tubuh yang bagus harus
dipelihara sehingga tidak ada otot tertentu yang tertekan atau rusak. Kursi
disesuaikan dengan cara duduk operator pada mesin dengan kaki di atas
peda lpenyesuaian tempat duduk yang benar akan meyakinkan bahwa tidak
ada tekanan dari bagian depan kursi pada bagian bawah pinggang. Bagian
belakang harus diletakan pada posisi vertikal untuk memberikan dukungan
maksimum pada tulang belakang dan tingginya disesuaikan sehingga
mendukung bagian belakang dari tulang belakang.
Gambar 1a menunjukan kursi ketepatan penyesuaian.
Sandaran tepat pada
punggung bagian bawah

Tidak ada tekanan


West Java Project Paket Pelatihan

35

Kesehatan dan Keselamatan Kerja Paket GP 001

Ergonomi lanjutan
Tinggi bangku kerja
Untuk mencegah operator mesin sakit leher, bahu dan otot punggung
(disebabkan oleh selalu menaikkan lengannya) bagian atas bangku
hendaknya setinggi 25-30 cm di atas tempat duduk. Jaraknya dari mata ke
komponen pakaian yang dijahit harus 38-40 cm. Ini memungkinkan tangan
bagian atas hampir vertikal. Bila bangkunya terlalu rendah, gerakan tangan
menjadi terbatas dan bisa menyebabkan sakit punggung.
Gambar 1b menunjukan cara duduk operator yang benar.

Menempatkan pengontrol mesin


Seorang penjahit juga dapat menderita sakit punggung bila pengontrol
mesin, seperti pedaal, tempat pijakan lutut atau kaki diletakan dengan tidak
bagus. Pedal hendaknya diletakkan pada tempat yang nyaman, biasanya
ditengah antara bagian depan dan bagian belakang bangku, meskipun
mungkin berbeda antara satu operaor dengan yang lainnya. Bila pedal
diletakan terlalu dekat dengan bagian depan, kursinya harus agak ditarik ke
belakang, menyebabkan penjahit duduknya agak menjauh dari sandaran
kursi.
Pijakan lutut harus diletakan sedemikian rupa sehingga lutut dapat
memakainya. Bila diletakan pada tempat yang tidak tepat, sebetulnya
pijakan tersebut dioperasikan oleh pinggul.

West Java Project Paket Pelatihan

36

Kesehatan dan Keselamatan Kerja Paket GP 001

Ergonomi lanjutan
Ini berarti kaki perlu banyak bergerak dan akan menimbulkan rasa capai.
Bila mesinnya disesuaikan dengan pijakan kaki bukan pijakan lutut, harus
ditempatkan sedekat mungkin dengan pedal dan benar-benar setingkat.
Gambar 1c menunjukan penempatan yang tepat untuk pedal, pijakan lutut
dan pijakan kaki.

Penyangga lutut

Pedal mesin

Pengungkit kaki

Pengaturan mesin jahit untuk menjaga postur operator yang benar


Sudut pedal: Atur pedal (A) dengan sudut 15 derajat dari lantai.
Tinggi kursi: Atur ketinggian kursi (B) sehingga kaki bagian atas terletak
secara parallel dengan dasar kursi dengan kedua kaki berada diatas pedal.
Sudut antara kaki dan paha bagian bawah (C) harus kurang lebih 90 derajat
dan sudut antara kaki bagian atas dan kaki bagian bawah (D) harus kurang
lebih 100 derajat.

West Java Project Paket Pelatihan

37

Kesehatan dan Keselamatan Kerja Paket GP 001

Ergonomi lanjutan
Sandaran kursi: Atur sandaran kursi (E) untuk mendukung bagian bawah
punggung pada saat operator duduk tegak.
Tinggi mesin (ketinggian tangan bekerja): Pada saat mengatur ketinggian
mesin (F) dua faktor harus dipertimbangkan:
(a) Visual Operator harus dapat melihat apa yang sedang dikerjakan
tanpa harus menundukkan atau mengarah kedepan dengan kepala
lebih dari 30 derajat sambil menjaga postur tubuh yang baik.
(b) Tangan Variasi dari ketinggian tangan yang sedang bekerja adalah
tinggi antara bahu operator dan hatinya. Bekerja secara lebih dekat
dengan tinggi bahu lebih baik.
Mengatur ketinggian mesin akan ditentukan dengan mempertimbangkan
persyaratan dari visual terlebih dahulu, karena dampaknya pada postur dan
kedua pada tangan
Pengaturan pedal : Mengatur pedal (G) maju atau posisi mundur, operator
harus mengatur jarak yang nyaman untuk menangani pekerjaan dan menjaga
dimensi postur diatas.
Pengangkat lutut: Mengatur pengangkat lutut (jika terpasang) (H) sedekat
mungkin dengan lutut sehingga dapat dioperasikan tanpa harus memutarkan
pergelangan kakinya ke satu arah.

West Java Project Paket Pelatihan

38

Kesehatan dan Keselamatan Kerja Paket GP 001

Latihan di area kerja


Ada banyak latihan yang tersedia untuk membantu meningkatkan sirkulasi, relaksasi
otot dan mengurangi ketegangan. Berikut ini beberapa contoh, tetapi contoh ini
mungkin belum lengkap.

Tips untuk latihan


1.
2.
3.
4.
5.

1.

Bernafas secara rutin dan normal, JANGAN TAHAN NAPAS


Jangan terburu-buru, selalu meregangkan secara pelan dan hati-hati
Ulangi setiap latihan 3 sampai 5 kali
Apabila latihan menyakitkan, berhenti dan lakukan hal lainnya
Nikmatilah kegiatan latihan

Berjalan

2.

Melengkungkan tubuh

Berdiri dari duduk kemudian berjalan pada Berdiri dengan melebarkan bagian kaki
jarak tertentu atau minimal beberapa
sama dengan bahu, bengkokkan lutut.
meter.
Lengkungkan mulai dari pinggang, bahu
dan tangan dijatuhkan kearah lantai.
Ambil nafas dalam, regangkan sejauh
mungkin. Istirahat beberapa menit. Ambil
nafas dan ulangi latihan.

3.

Memutar bahu

Berdiri. Biarkan lengan berada disisi dan


santai. Putar bahu kedalam sejauh
mungkin keatas, kebelakang dan
kedepan

West Java Project Paket Pelatihan

4.

Peregangan leher

Duduklah dengan benar, tangan diletakkan


dipaha dengan santai, dekatkan telinga
kebahu kiri, dan luruskan kepala. Berhenti
kurang lebih 10 detik dan lakukan hal
yang sama pada sisi lainnya.

39

Kesehatan dan Keselamatan Kerja Paket GP 001

5.

Peregangan kesamping

6.

Memutar pinggang

Berdiri, buka kaki selebar bahu, tangan


kiri pada pinggang, tangan kanan diatas
kepala, telapak tangan menghadap ke
depan. Regangkan kearah kiri samping,
bukan kedepan. Berhenti 10 detik dan
ulangi pada sisi lainnya.

Berdiri, buka kaki selebar bahu, lengan


dilipat di depan setinggi dada, kemudian
putar badan ke kiri, pertahankan pinggul
kedepan dan diam. Berhenti 10 detik dan
ulangi pada sisi lainnya.

7.

8.

Mengarahkan dagu

Duduklah pada posisi yang benar, tangan


santai diatas paha, arahkan dagu kedalam,
kepala menghadap kedepan, kemudian
pindahkan dagu ke kiri dan ke kanan
sejauh mungkin hingga menyentuh dada.

West Java Project Paket Pelatihan

Meregangkan jari

Berdiri, buka kaki selebar bahu, santai,


pertama genggam telapak tangan sampai
tegang, tahan 3 menit. Kemudian
regangkan jari-jari selebar mungkin dan
diamkan selama 3 menit, lalu ulangi

40

Kesehatan dan Keselamatan Kerja Paket GP 001

PEREGANGAN
Meregangkan leher
Duduklah pada posisi yang baik. Tarik dagu
anda kedalam sehingga kepala tertarik
kebelakang. Bayangkan kepala anda bergerak
seperti putaran horizontal. Tahan beberapa
detik. Pada saat anda santai, jaga posisi kepala
yang baik. Apabila ini sulit, perbaiki sisi
kanan anda pada tulang dada, letakkan ujung
jari telunjuk ke dagu anda, dorong dagu anda
kebelakang. Setelah beberapa detik biarkan
kepala anda santai, jauhkan dari jari. Ulangi 3
sampai 5 kali.

Peregangan punggung bagian


atas.
Duduklah pada posisi yang baik. Letakkan
tangan anda seperti menyerah didepan bahu
anda. Pelan-pelan luruskan tangan anda,
tapi tunjuk kuat-kuat dengan telunjuk.
Angkat kedua tangan anda ke posisi
tertinggi yang nyaman. Jaga siku anda tetap
lurus. Regangkan kedua tangan sekuatkuatnya dengan memperpanjangnya.
Jangan menjangkau keatas, jaga posisi
tersebut selama beberapa detik, kembalikan
ke posisi menyerah, periksa postur anda dan
ulangi latihan ini tiga kali.

West Java Project Paket Pelatihan

41

Kesehatan dan Keselamatan Kerja Paket GP 001

Kesehatan dan Keselamatan Kerja


Referensi GP 001 7
Penanganan manual

Demonstrasi oleh guru/pelatih


Definisi
Penanganan manual artinya mengangkat, menurunkan, mendorong,
menarik, membawa, memindah, memegang atau mengendalikan suatu
obyek atau orang. Penanganan manual mempunyai arti lebih dari sekedar
mengangkat atau membawa benda, dapat pula berupa sejumlah kegiatan
misalnya mengangkat tuas, memegang atau mengoperasikan alat tangan.
Kecelakaan/luka dapat berasal dari penanganan manual yang meliputi sendi
tertekuk, otot keseleo karena terlalu lama bekerja, memar atau patah tulang.
Mencegah luka atau kecelakaan yang akibat penanganan manual
Pendekatan yang paling baik adalah pendekatan secara sistematis yang
bertujuan untuk memperkecil sejumlah kemungkinan kecelakaan yang
disebabkan oleh penanganan manual.
Beberapa resiko dapat dikontrol dengan penyelesaian sederhana misalnya:

menyimpan barang-barang yang sering digunakan menurut berat dan


bundel pada area-area yang dapat diakses sewaktu-waktu dan pada
ketinggian lutut dan bahu
beristirahat secukupnya dan merotasi tugas-tugas

Sebuah pendekatan penanggulangan bahaya yang sistematis (lihat Bahaya di


area kerja) harus dilakukan ketika bekerja secara manual di area kerja.

Teknik mengangkat yang aman


Sebelum mengangkat atau memuat barang, perhatikan:

PERENCANAAN

West Java Project Paket Pelatihan

PERSIAPAN

POSISI

PELAKSANAAN

42

Kesehatan dan Keselamatan Kerja Paket GP 001

Penanganan manual lanjutan


Prosedur Pengangkatan yang benar

ambilah posisi mendekati beban


kaki merenggang supaya badan seimbang
punggung tegak lurus
letakan tangan disekitar beban dengan posisi yang aman
angkat beban dekat pada badan dan kaki kokoh
ayunkan langkah ke arah yang dituju

Posisi mengangkat beban yang berat

Luruskan
Punggung

Tekuk
lutut

West Java Project Paket Pelatihan

43

Kesehatan dan Keselamatan Kerja Paket GP 001

Kesehatan dan Keselamatan Kerja


Referensi GP 001 8
Undang-undang dan peraturan Kesehatan dan
Keselamatan Kerja di Indonesia

1. Peraturan Perundang Undangan


Keselamatan dan Kesehatan Kerja
2. Contoh dari prosedur-prosedur serta Kebijaksanaan Perusahaan untuk
Keselamatan dan Kesehatan Kerja

PT Istem dan PT Actem Tangerang, 1 May 1996


PT Dewhirst
PT Fit-U Garment

West Java Project Paket Pelatihan

44

Kesehatan dan
Keselamatan Kerja

Kegiatan Belajar
PAKET GP 001

Kesehatan dan Keselamatan Kerja Paket GP 001

Kesehatan dan Keselamatan Kerja


Kegiatan Belajar

Isi
Kegiatan Belajar GP 001 1

Definisi kesehatan dan keselamatan kerja/ Induksi area


kerja

Kegiatan Belajar GP 001 2

Keamanan di area kerja

Kegiatan Belajar GP 001 3

Bahaya-bahaya di area kerja

Kegiatan Belajar GP 001 4

Kecelakaan di area kerja

Kegiatan Belajar GP 001 5

Persiapan dan pemeliharaan area kerja

Kegiatan Belajar GP 001 6

Ergonomi

Kegiatan Belajar GP 001 7

Penanganan manual

Kegiatan Belajar GP 001 8

Undang-undang dan peraturan Kesehatan dan


Keselamatan Kerja di Indonesia

West Java Project Paket Pelatihan

45

Kesehatan dan Keselamatan Kerja Paket GP 001

Kesehatan dan Keselamatan Kerja


Kegiatan Belajar GP 001 1
Definisi Kesehatan dan Keselamatan Kerja / Induksi
area kerja
1.

Tuliskanlah definisi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

West Java Project Paket Pelatihan

46

Kesehatan dan Keselamatan Kerja Paket GP 001

Kesehatan dan Keselamatan Kerja


Kegiatan Belajar GP 001 2
Keamanan di area kerja
1.

Tuliskan 10 prosedur keamanan yang harus diikuti di area kerja


1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.

West Java Project Paket Pelatihan

47

Kesehatan dan Keselamatan Kerja Paket GP 001

Kesehatan dan Keselamatan Kerja


Kegiatan Belajar GP 001 3
Bahaya-bahaya di area kerja
1.

Tuliskan lima bahaya yang bisa menyebabkan kecelakaan di area kerja.


a.
b.
c.
d.
e.

2.

Jelaskan secara ringkas langkah-langkah yang harus dilakukan apabila tanda


bahaya berbunyi.

3.

Jelaskan kapan anda harus kembali ke gedung setelah evakuasi akibat situasi
bahaya.

4.

Tuliskan alasan mengapa pengosongan darurat dianjurkan.

West Java Project Paket Pelatihan

48

Kesehatan dan Keselamatan Kerja Paket GP 001

Kesehatan dan Keselamatan Kerja


Kegiatan Belajar GP 001 4
Kecelakaan di area kerja
1.

Langkah apa yang dapat dilakukan untuk mengurangi penderitaan dari kecelakaan
atau sakit?

2.

Jelaskan prosedur pelaporan kececakaan/kejadian

West Java Project Paket Pelatihan

49

Kesehatan dan Keselamatan Kerja Paket GP 001

Kesehatan dan Keselamatan Kerja


Kegiatan Belajar GP 001 5
Persiapan dan Pemeliharaan area kerja
1.

Jelaskan pentingnya mempersiapkan tempat kerja

2.

Tentukan siapa yang bertanggungjawab untuk menjaga ruangan kerja di area kerja
tetap bersih dan rapi.

3.

Berikan saran cara terbaik untuk menyimpan alat-alat berat atau tak beraturan
seperti misalnya peralatan mesin jahit, kain dan sebagainya bila sedang tidak
dipakai.

4.

Amati tempat belajar atau tempat kerja anda dan kenali 3 masalah kerapihan atau
masalah yang penting dan berikan saran pemecahannya.

West Java Project Paket Pelatihan

50

Kesehatan dan Keselamatan Kerja Paket GP 001

Kesehatan dan Keselamatan Kerja


Kegiatan Belajar GP 001 6
Ergonomi
1.

Jelaskan apa arti ergonomi.

2.

Dibagian mana ergonomi berperan dalam area kerja

3.

Identifikasi 3 faktor utama yang mempengaruhi postur tubuh dalam ruang kerja di
industri yang mempergunakan mesin jahit dan sebutkan penyesuaian-penyesuaian
khusus yang dapat dilakukan untuk mengurangi masalah postur yang jelek.

West Java Project Paket Pelatihan

51

Kesehatan dan Keselamatan Kerja Paket GP 001

Kesehatan dan Keselamatan Kerja


Kegiatan Belajar GP 001 7
Penanganan manual
1.

Apa artinya penanganan manual?

2.

Bila merencanakan akan mengangkat barang berat, akan muncul beberapa


pertanyaan. Apakah itu?

3.

Buat ringkasan prosedur pengangkatan barang yang benar.

West Java Project Paket Pelatihan

52

Kesehatan dan Keselamatan Kerja Paket GP 001

Kesehatan dan Keselamatan Kerja


Kegiatan Belajar GP 001 8
Undang-undang dan peraturan Kesehatan dan
Keselamatan Kerja di Indonesia
1.

Jelaskan peraturan hukum utama yang ada hubungannya dengan kesehatan dan
keselamatan kerja di area kerja

Diskusi kelompok

Gunakan berbagai sumber belajar yang berkaitan dengan Kesehatan dan Keselamatan
Kerja, kemudian diskusikanlah hal-hal berikut ini:
Undang-undang yang berlaku di Indonesia
Proses monitoring yang digunakan di Indonesia
Undang-undang dan Peraturan yang digunakan di negara lain dan
dampaknya terhadap industri garmen di Indonesia

West Java Project Paket Pelatihan

53

Kesehatan dan Keselamatan Kerja Paket GP 001

Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Skenario penyelesaian masalah


Gunakan skenario berikut ini untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin
jalan keluar yang memungkinkan terhadap masalah/tantangan yang ada.
Kegiatan ini akan memberikan kesempatan untuk berpikir secara luas
tentang permasalahan yang mungkin timbul di tempat kerja.
Skenario lain dapat menjadi bagian dari ujian akhir, oleh sebab itu, gunakan
skenario ini sebagai latihan.
Skenario GP 001 1
Pada suatu hari di SMK Melati, menjelang akhir jam pelajaran praktik
menjahit, seorang murid bernama Ati, berteriak dengan keras. Teriakannya
mengejutkan seluruh kelas dan membuat mereka secara spontan melihat
untuk mengtahui apa yang telah terjadi. Nina, teman Ati yang bernama
duduk disebelahnya bertanya, Ada apa Ati?
Ati menjawab, Secara tak sengaja, jari saya tertusuk jarum. Ati
memperlihatkan jarinya yang terluka.
Jika anda berada pada posisi Nina, apa yang akan anda lakukan untuk
membantu Ati?
Skenario GP 001 2
Minel, seorang karyawan pada sebuah pabrik garmen di Tangerang sedang
menyetrika uap pakaian yang telah selesai dijahit. Tiba-tiba ia berteriak
karena tangannya terkena uap panas dari seterika uap.
Apakah langkah-langkah yang harus dilakukan oleh Penyelia yang sedang
bertugas atau teman yang kerjanya yang berada paling dekat untuk
membantu Minel?
Skenario GP 001 3
Seorang karyawan pabrik garmen datang ke tempat kerja dengan
mengenakan sepatu berhak tinggi karena ia terlihat cantik dengan sepatu itu.
Ketika sedang bekerja, dia terpeleset dan menyebabkan kerusuhan di area
kerja. Kejadian tersebut membuat para pekerja yang lain kehilangan
konsentrasinya dan juga membahayakan mereka.
Apakah yang membuat ia terjatuh?
kecelakaan seperti ini tidak terjadi lagi?

West Java Project Paket Pelatihan

Bagaimana caranya mencegah

54

Kesehatan dan Keselamatan Kerja Paket GP 001

Kesehatan dan Keselamatan Kerja


Periksa kemajuan anda

Catat tugas-tugas yang memerlukan latihan


Catat tanggalnya
Berlatih lebih lanjut atau cari pelatihan tambahan lain.
Periksa lagi kemajuannya

Nama siswa/peserta pelatihan


Kegiatan belajar

Tanggal

Perlu banyak
berlatih

Perlu pelatihan
lebih lanjut

Kegiatan belajar 1
Kegiatan belajar 2
Kegiatan belajar 3
Kegiatan belajar 4
Kegiatan belajar 5
Kegiatan belajar 6
Kegiatan belajar 7
Kegiatan belajar 8

West Java Project Paket Pelatihan

55

BAGIAN 2
Panduan Mengajar
Kesehatan dan Keselamatan Kerja
PAKET GP 001

Kesehatan dan Keselamatan Kerja Paket GP 001

Peran guru/pelatih
Secara umum, seorang guru harus memiliki:

pengetahuan dan pemahaman tentang praktek kesehatan dan


keselamatan kerja yang berhubungan dengan pengoperasian mesin jahit
dan area kerja produksi garmen

keterampilan dan pengetahuan untuk mendemonstrasikan prosedur dan


penerapan kesehatan dan keselamatan kerja di area kerja

keahlian dalam membantu orang lain untuk belajar

Strategi penyajian/pengajaran
Guru/pelatih sebaiknya memilih strategi pelatihan yang sesuai dengan
kompetensi yang sedang diajarkan, situasi dan kebutuhan siswa/peserta
pelatihan. Misalnya, bila praktek di tempat kerja tidak memungkinkan,
mungkin dapat dilakukan dengan simulasi.
Berikut adalah berbagai strategi penyajian yang disarankan untuk mata
pelajaran ini:

tugas-tugas praktis

proyek dan tugas-tugas

demonstrasi tugas-tugas yang harus dilaksanakan

video, CD ROM dan/atau transparansi untuk OHP

kegiatan kelompok

penggunaan skenario penyelesaian masalah

penggunaan studi kasus

Sumbersumber penyajian
Peralatan yang dibutuhkan berbeda-beda tergantung pada jumlah
siswa/peserta pelatihan dan situasi dimana materi disampaikan, namun
demikian, terdapat beberapa hal penting untuk penyajian materi:

area pelatihan dengan peralatan yang lengkap untuk penyajian pelatihan

papan tulis/OHP dan layar/video atau pemutar CD dan monitor TV

area penyimpanan

Bila tidak semua sumber yang dibutuhkan tersedia, maka penyajian materi
ini dapat dilaksanakan dengan cara bekerjasama dengan penyelenggara
pelatihan lainnya atau diselenggarakan dalam sebuah lingkungan industri.

West Java Project Paket Pelatihan

56

Kesehatan dan Keselamatan Kerja Paket GP 001

Hubungan antara komponen off-job dan on-job


Pertimbangan harus diberikan untuk menentukan hasil belajar/standar
kompetensi mana yang paling baik dicapai secara off-job (di ruang kelas)
dan mana yang paling baik dicapai secara on-job (di tempat kerja).
Hal yang terpenting adalah penggabungan komponen off-job dan on-job,
dengan kemampuan guru/pelatih untuk mengetahui apa yang terjadi di
tempat kerja pada waktu yang tepat dan sebaliknya. Untuk meyakinkan hal
ini, diperlukan alokasi dan koordinasi yang jelas mengenai tanggungjawab
pelaksanaan off-job dan on-job.
Waktu pelaksanaan komponen off-job dan on-job harus saling mengisi dan
memperkuat satu sama lain.
Sumber-sumber pelajaran
Sumber-sumber informasi dapat terdiri dari:

buku pelajaran/referensi yang relevan

bahan referensi

peraturan kesehatan dan keselamatan kerja di Indonesia

transparansi untuk mendukung sumber-sumber belajar

lembar informasi untuk siswa/peserta pelatihan

West Java Project Paket Pelatihan

57

Kesehatan dan Keselamatan Kerja Paket GP 001

Belajar dalam Program Berbasis Kompetensi


Siswa/peserta
pelatihan memasuki
sistem Pelatihan
Berbasis
Kompetensi
Apakah
kompetensinya
tercapai?

Siswa/peserta pelatihan
mengikuti prosedur
pengakuan kompetensi
yang dimiliki

Siswa/ peserta pelatihan


berkonsultasi dengan guru
untuk mengidentifikasi
kompetensi yang akan
dipraktekkan

Siswa/peserta pelatihan
melaksanakan kegiatan
belajar (di industri atau
lembaga pendidikan)

West Java Project Paket Pelatihan

Apakah semua
kompetensi yang
dibutuhkan telah
diselesaikan?

Guru menilai
kinerja siswa/
peserta pelatihan
berdasarkan
kriteria
Siswa/peserta pelatihan
mempraktekkan
kompetensi, disarankan
di tempat kerja

Siswa/peserta
pelatihan
menilai
kinerjanya
sendiri
berdasarkan
kriteria

Siswa/peserta
pelatihan keluar
dengan sertifikat
standar
kompetensi yang
ditentukan oleh
industri

58

Kesehatan dan Keselamatan Kerja Paket GP 001

Hubungan antara Spesialisasi Produksi Garmen


dengan
Standar Kompetensi Produksi Garmen

Tabel berikut ini dibuat untuk melihat hubungan antara Spesialisasi Produksi Garmen
dan Standar Kompetensi Produksi Garmen yang dibuat untuk wilayah Jawa Barat.
Mengacu pada Bagian 4 Rincian Standar Kompetensi 001A SDM Menerapkan
prosedur Kesehatan dan Keselamatan Kerja di tempat kerja
Catatan:
Kesehatan dan Keselamatan Kerja (Pendahuluan) dan Operasi
Penggabungan Garmen (Pendahuluan) adalah prasayarat untuk spesialisasi produksi
garmen.

Kelas 1

Mata Diklat

Jam
nominal

Standar Kompetensi terkait

Kesehatan dan Keselamatan Kerja


(Pendahuluan)

Pengoperasian Mesin Jahit


(Pendahuluan)

40

Beberapa elemen dari


001A SDM Menerapkan prosedur
Kesehatan dan Keselamatan Kerja di
tempat kerja
007A PRO Menjahit pakaian 1
001A KUA Menerapkan standar
kualitas

Jam
nominal

Standar Kompetensi terkait

001A SDM Menerapkan prosedur


Kesehatan dan Keselamatan Kerja di
tempat kerja

Spesialisai produksi garmen

Mata Diklat
Kesehatan dan Keselamatan Kerja

20

Pemotongan bahan tunggal

35

Beberapa elemen dari


012A PRO Mengukur, meletakkan
dan memotong pakaian menurut
pesanan

Pengenalan Pola

40

Beberapa elemen dari 001A PRO Memilih dan/atau


memodifikasi pola atau blok

West Java Project Paket Pelatihan

001A SDM Menerapkan prosedur


Kesehatan dan Keselamatan Kerja di
tempat kerja

59

Kesehatan dan Keselamatan Kerja Paket GP 001

Mata Diklat

Jam
nominal

Standar Kompetensi terkait

Pengikatan potongan-potongan
pakaian

10

005A PRO Mengikat potonganpotongan pakaian 1

Tiket dan label-label

10

006A PRO Menggabungkan tiket


dan label dengan potongan-potongan
pakaian 1

Tekstil dan label petunjuk


pemakaian

30

N/A

Pengkonstruksian komponen

50

001A SDM Menerapkan prosedur


Kesehatan dan Keselamatan Kerja di
tempat kerja
007A&B PRO Menjahit pakaian 1
dan 2
001A KUA Menerapkan standar
kualitas

Operasi penggabungan garmen


- pengepresan
- perawatan dan pemeliharaan
mesin
- penyelesaian
- standar kualitas
- pembuatan garmen:
rok
celana panjang
atasan/kemeja/blus
gaun

340

Bekerja dalam lingkungan tim

West Java Project Paket Pelatihan

20

001A SDM Menerapkan prosedur


Kesehatan dan Keselamatan Kerja di
tempat kerja
007A&B PRO Menjahit pakaian 1
dan 2
001A KUA Menerapkan standar
kualitas
010A PRO Menyiapkan tempat
untuk pemasangan kancing
011A PRO Menyelesaikan tugas
penggabungan garmen (tanpa mesin
jahit)
003A SDM Bekerja dalam
lingkungan tim
001A PEM Melaksanakan
pemeliharaan kecil
008A & B PRO Pengepresan 1
009A & B PRO Penyelesaian 1
003A SDM Bekerja dalam
lingkungan tim

60

BAGIAN 3
Panduan Pengujian
Kesehatan dan Keselamatan Kerja
PAKET GP 001

Kesehatan dan Keselamatan Kerja Paket GP 001

Panduan pengujian
Pengujian adalah proses pengumpulan bukti dan penilaian kemajuan dalam
rangka memenuhi kriteria kinerja yang disebutkan dalam standar
kompetensi. Pada saat-saat yang tepat, penilaian dilakukan untuk melihat
apakah kompetensi telah tercapai. Pengujian mengidentifikasi pencapaian
siswa/peserta pelatihan secara individu bukan membandingkan kompetensi
antar siswa/peserta pelatihan.
Untuk menjadi kompeten pada keterampilan yang telah ditentukan,
siswa/peserta pelatihan harus dapat:

bekerja pada tingkat keahlian yang telah ditentukan

mengatur tugas-tugas yang diperlukan

merespon dan bereaksi dengan cepat apabila terjadi kesalahan

memindahkan keterampilan dan pengetahuan pada situasi baru

Ketika menguji kompetensi, semua permasalahan di atas harus diperhatikan


untuk menggambarkan situasi kerja yang sebenarnya.

Prinsip-prinsip pengujian

standar kompetensi merupakan batasan pengujian


pengujian harus dilakukan dalam kerangka kerja yang menjamin kualitas
sistem pengujian harus mencakup mekanisme pencatatan, penyimpanan
dan akses ke hasil-hasil pengujian
sistem laporan pengujian harus memperlihatkan unit kompetensi yang
telah dicapai siswa/peserta pelatihan
sistem pengujian harus mencakup proses monitoring berkala dan
pengkajian ulang

Proses pengujian
Proses pengujian hendaknya valid, terpercaya, fleksibel dan adil

untuk bisa dikatakan valid, pengujian hendaknya menguji apa yang


harus diuji. Bukti yang cukup yang sesuai dengan standar kompetensi
yang diuji harus dikumpulkan
untuk dapat dikatakan terpercaya, metode dan prosedur pengujian harus
meyakinkan bahwa standar kompetensi diterapkan secara terus menerus
untuk dapat dikatakan fleksibel, pengujian harus dapat dilakukan pada
situasi yang beragam, baik ketika bekerja maupun diluar pekerjaan atau
kombinasi keduanya
untuk dapat dikatakan adil, pengujian hendaknya tidak merugikan
siapapun. Ketika merencanakan pengujian, wajib memperhatikan
bahasa, tulisan dan kebutuhan budaya masing-masing individu

West Java Project Paket Pelatihan

61

Kesehatan dan Keselamatan Kerja Paket GP 001

Metode pengumpulan bukti


Proses ini bukan merupakan salah satu ujian melainkan mengumpulkan
bukti kompetensi, biasanya dari beberapa sumber, termasuk demonstrasi
kompetensi. Suatu proses pengujian yang efektif bergantung pada kumpulan
informasi yang cukup untuk memungkinkan dibuatnya penilaian mengenai
kinerja individu.
Proses pengumpulan data bervariasi, namun demikian, beberapa pendekatan
utama berikut sebaiknya diterapkan, antara lain:

kumpulan contoh-contoh kinerja

observasi kinerja

bukti kinerja terdahulu, misalnya pengakuan akan kompetensi yang


telah dimiliki

informasi tambahan, misalnya mengajukan pertanyaan, presentasi, dsb

Metode dan lokasi khusus untuk pelaksanaan tugas pengujian tergantung


pada siswa/peserta pelatihan dan lingkungan belajar, seperti menggunakan
format tertulis atau membuat laporan lisan, demonstrasi dalam simulasi
tempat kerja, dsb.
Dalam memilih kondisi dan tugas-tugas pengujian, merupakan hal penting
untuk selalu mengingat tujuan mata pelajaran dan menerapkan beberapa
pendekatan dengan tujuan untuk:

meyakinkan bahwa kriteria kinerja telah dicapai/dipenuhi

menggunakan pendekatan terpadu sehingga tidak ada pengujian yang


menguji tugas-tugas yang banyak berbeda dan terpisah

menggunakan tempat kerja yang disimulasi dan meminta siswa/peserta


pelatihan untuk mendemonstrasikan kinerja yang sesuai dengan tugastugas kerja dan permintaan

menguji baik pemahaman (pengetahuan dasar yang harus dimiliki)


maupun keterampilan yang diperlukan untuk operasi penggabungan
garmen

Proses pengujian dan tugas-tugas pengujian yang diperlukan sebaiknya


didiskusikan secara menyeluruh dengan siswa/peserta pelatihan pada saat
mempelajari mata pelajaran dan informasi diberikan mengenai tata cara
pelaksanaan pengujian, siapa yang akan menguji dan kapan pelaksanaannya.
Dari sudut pandang pengujian, diasumsikan bahwa sikap yang layak
merupakan bagian pengujian keterampilan dan pengetahuan yang dijabarkan
dalam standar kompetensi.

West Java Project Paket Pelatihan

62

Kesehatan dan Keselamatan Kerja Paket GP 001

Tata cara pelaksanaan pengujian


Dalam Pelatihan Berbasis Kompetensi (CBT) pendekatan yang umumnya
digunakan untuk pengujian adalah pengujian acuan patokan. Pendekatan
ini mengukur kinerja seseorang berdasarkan standar. Standar yang
digunakan dijelaskan pada Kriteria Kinerja dari suatu Unit Kompetensi.
Pengujian dapat dilaksanakan dengan tujuan untuk membantu dan
mendukung proses belajar jenis pengujian ini bersifat formatif dan
merupakan proses berkelanjutan.
Pengujian juga dapat dilaksanakan untuk menentukan apakah seseorang
telah mencapai hasil dari suatu program belajar (sebagai contoh pencapaian
kompetensi dalam suatu Unit Kompetensi atau mata pelajaran tertentu)
jenis pengujian ini bersifat sumatif yaitu ujian akhir.
Pengujian dapat dilaksanakan di tempat kerja (on-job) atau pada institusi
pelatihan (off-job).
Apabila memungkinkan, sebagian pengujian
dilaksanakan di tempat kerja sehingga penguji dapat mengamati
siswa/peserta pelatihan ketika bekerja.

Contoh jenis-jenis pengujian


Tes tertulis
Tes tertulis digunakan untuk menguji pengetahuan dan pemahaman konsep
dan prinsip yang merupakan dasar dari tugas-tugas yang harus dilaksanakan.
Tes tertulis dapat berbentuk daftar pertanyaan, baik pilihan ganda atau
bentuk lain dari tes obyektif yaitu pertanyaan yang mempunyai satu
jawaban yang benar.
Tes kinerja
Tes kinerja akan menguji kompetensi untuk melaksanakan tugas-tugas yang
diidentifikasi sesuai dengan standar yang disebutkan pada Kriteria Kinerja.
Yaitu pengetahuan dan pemahaman akan diterapkan dalam pelaksanaan
tugas-tugas.
Penguji biasanya menggunakan ceklis yang dikembangkan sebagai panduan
dalam menentukan kompetensi serta memberi umpan balik mengenai
kinerja, dan jika perlu, merencanakan pelatihan selanjutnya jika kompetensi
tidak berhasil dicapai pada percobaan pertama.
Menggunakan skenario
Sebuah skenario merupakan kesempatan untuk menerapkan pengetahuan,
pemahaman dan kemampuan berpikir kreatif mengenai permasalahan di
tempat kerja. Sebagai bagian dari pengujian, siswa/peserta pelatihan
diharapkan dapat memecahkan masalah yang muncul di tempat kerja.
Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin pemecahan
yang memungkinkan dan mencatatnya. Dengan menggunakan strategi ini
keterampilan akan berkembang dan memungkinkan seseorang mengambil

West Java Project Paket Pelatihan

63

Kesehatan dan Keselamatan Kerja Paket GP 001

inisiatif dan dapat menangani situasi yang tidak lazim dan tantangan yang
timbul di tempat kerja.

Efektivitas biaya
Jika memungkinkan, lakukan pengujian sebagai bagian dari kegiatan harian
di tempat kerja. Pengujian hendaknya bertujuan untuk memperkecil biaya
ekstra, bahan-bahan tambahan atau peralatan baru tanpa mengkompromikan
prinsip-prinsip pengujian.

Peran siswa/peserta pelatihan


Tidak hanya ikut serta dalam pengujian, siswa/peserta pelatihan hendaknya
berkontribusi dalam perencanaan dengan cara:

mengklarifikasi unit kompetensi yang akan diuji


mengklarifikasi bukti apa yang sebaiknya dikumpulkan siswa/peserta
pelatihan dalam mendemonstrasikan kompetensi dengan penguji
membiasakan diri dengan proses pengujian sebelum dimulai
Disarankan untuk menguji diri sendiri agar siswa/peserta pelatihan dapat
mengetahui tingkat kesiapannya menghadapi ujian.
Pelatih harus
mendorong dan bekerjasama dengan siswa/peserta pelatihan untuk
membantu dalam persiapan memperoleh pengakuan formal akan
kompetensi yang telah dicapai.

Contoh pengujian
Penting bagi guru mata pelajaran ini untuk memahami hal-hal berikut:
metode pengujian yang tepat
kriteria untuk pengujian kompetensi
Siswa/peserta pelatihan dapat diuji dengan menggunakan:

sejumlah tugas-tugas pengujian, atau


suatu pendekatan terpadu dengan mengkombinasikan demonstrasi
pencapaian kompetensi dengan sejumlah hasil belajar.
Untuk membantu menentukan strategi yang tepat untuk mata pelajaran ini,
berikut adalah daftar tugas pengujian yang sesuai:

mengidentifikasi dan menjelaskan tanda-tanda bahaya


menyiapkan tempat kerja untuk menjahit dengan mempergunakan
prosedur keamanan dan persyaratan ergonomi yang benar
mengidentifikasi menejer kesehatan dan keselamatan kerja di area kerja
menjelaskan prosedur pelaporan kecelakaan
menjelaskan persyaratan kesehatan dan keselamatan kerja bila
mengoperasikan mesin

West Java Project Paket Pelatihan

64

Kesehatan dan Keselamatan Kerja Paket GP 001

mengidentifikasi dan menyarankan tindakan yang perlu diambil untuk


mengurangi bahaya yang potensial
mendiskusikan prosedur kesehatan dan keselamatan kerja di area kerja
menjelaskan peraturan keselamatan individu.

West Java Project Paket Pelatihan

65

Tugas-tugas Pengujian

Kesehatan dan
Keselamatan Kerja
PAKET GP 001

Kesehatan dan Keselamatan Kerja Paket GP 001

Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Pengetahuan dasar
Siswa/peserta pelatihan akan diuji berdasarkan penyelesaian kegiatan
belajar yang memuaskan.

Pengujian praktik
Pengujian ini menggunakan pendekatan terpadu yang mengkombinasikan
demonstrasi kinerja dengan sejumlah tugas/hasil belajar.

Pengujian

Tugas 1 Menyiapkan
tempat
kerja
untuk
menjahit
dengan
mempergunakan prosedur keamanan dan persyaratan ergonomi
yang benar
Tugas 2 Mengangkat bahan yang berat sesuai dengan cara yang tepat
untuk mengurangi ketegangan pada bagian punggung
Tugas 3 Mengenakan perlengkapan yang sesuai untuk area kerja
Tugas 4 Menerapkan prinsip-prinsip ergonomi pada saat menggunakan
mesin jahit
Tugas 5 Mengamati peraturan keamanan individu pada saat di area kerja
pelatihan

Tugas-tugas harus dilakukan sesuai kondisi pengujian, yaitu, bekerja


mandiri

West Java Project Paket Pelatihan

66

Ceklis Pengujian
Kesehatan dan
Keselamatan Kerja
PAKET GP 001

Nama:

Kelompok:

Sekolah:

Guru:

Tanggal:

..

Kesehatan dan Keselamatan Kerja Paket GP 001

Kesehatan dan Keselamatan Kerja


Ringkasan pengetahuan dasar
No

Kegiatan Belajar

Kegiatan belajar GP 001 - 1: Definisi kesehatan dan keselamatan kerja/


Induksi area kerja

Materi referensi GP 001 - 1

2.

Kegiatan belajar GP 001 - 2: Keamanan di area kerja

Materi referensi GP 001 2

Kegiatan belajar GP 001 - 3: Bahaya-bahaya di area kerja

Materi referensi GP 001 3

Kegiatan belajar GP 001 - 4: Kecelakaan di area kerja

Materi referensi GP 001 4

Kegiatan belajar GP 001 - 5: Persiapan dan pemeliharaan area kerja

Materi referensi GP 001 5

Kegiatan belajar GP 001 - 6: Ergonomi

Materi referensi GP 001 6

Kegiatan belajar GP 001 - 7: Penanganan manual

Materi referensi GP 001 7

Kegiatan belajar GP 001 - 8: Undang-undang dan peraturan Kesehatan


dan Keselamatan Kerja di Indonesia

Materi referensi GP 001 - 8

West Java Project Paket Pelatihan

Hubungan dengan materi sumber

Tanggal
penyelesaian

67

Kesehatan dan Keselamatan Kerja Paket GP 001

Ceklis pengujian Kesehatan, Keselamatan dan


Kesejahteraan Kerja
Ya

Tidak

Apakah semua barang-barang pribadi yang tidak dipakai sudah


disingkirkan?

Apakah tempat kerjanya bersih dan rapi sebelum melaksanakan


pekerjaan menjahit?

Apakah semua peralatan produksi pakaian yang tidak dipakai telah


disimpan?

Apakah siswa/peserta pelatihan memakai pakaian yang sesuai di area


kerja, misalnya, pakaian yang ketat, tidak memakai topi yang gampang
lepas atau mengurai rambut yang panjangnya melebihi bahu, dan
memakai perhiasan yang mudah lepas?

Apakah siswa/peserta pelatihan memakai sepatu yang benar untuk


dipakai di area kerja, yaitu, tumit rendah dan tertutup?

Apakah tempat duduk untuk mesin disesuaikan untuk menjaga postur


tubuh yang baik, misalnya, ada sandaran pada bagian punggung?

Apakah tinggi tempat duduk antara 25 30 cm dari permukaan meja?

Apakah jarak antara mata peserta dengan pekerjaan yang sedang


ditangani antara 38 40 cm?

Apakah mesin dimatikan pada saat tidak digunakan?

Apakah barang-barang yang berat diangkat dengan cara yang tepat?

Pengetahuan yang mendasari

Diselesaikan dengan memuaskan

Kompetensi tercapai

Kompetensi belum tercapai

Tanda tangan penguji: Tgl: .


West Java Project Paket Pelatihan

68

Kesehatan dan Keselamatan Kerja Paket GP 001

West Java Project Paket Pelatihan

69

Kesehatan dan Keselamatan Kerja Paket GP 001

Lembar untuk guru/pelatih


Skenario pemecahan masalah

Skenario GP 001 1
Hal pertama yang harus Nina lakukan adalah mencoba menghentikan
pendarahan dengan menggunakan potongan kain bersih. Setelah itu barulah
memberitahu orang yang bertanggungjawab akan kesehatan dan
keselamatan kerja di ruang kelas. Orang tersebut harus memberikan
pertolongan pertama pada Ati dengan cara mengolesakan cairan atau krim
antiseptic ke luka. Jika luka tersebut dirasa parah atau terdapat kemungkinan
terjadi infeksi, maka Ati harus segera dibawa ke dokter.
Buat laporan tertulis kepada orang yang berwenang akan kesehatan dan
keselamatan kerja dan menyimpannya di tempat yang telah ditentukan.

Skenario GP 001 2
Minerl perlu segera memberi es pada luka tersebut. Jika tidak ada es, maka
letakkan tangan yang terluka tersebut dibawah air keran (air yang mengalir)
utnuk mendinginkan luka.
Jika luka tersebut dirasa parah atau terdapat kemungkinan terjadi infeksi
maka Ati harus segera dibawa ke dokter.
Buat laporan tertulis kepada orang yang berwenang akan kesehatan dan
keselamatan kerja dan menyimpannya di tempat yang telah ditentukan.

Skenario GP 001 3
Pegawai tersebut tersandung karena sepatu berhak tinggi yang dia kenakan
di area kerja. Jenis alas kaki seperti ini tidak sesuai untuk dipakai di area
kerja karena resiko akan bahaya yang mungkin timbul ketika
mengenakannya sangat besar. Pegawai harus memakai sepatu yang sesuai,
yaitu sepatu dengan hak rendah dan tertutup seluruhnya, digunakan setiap
waktu ketika berada di area kerja untuk keamanan dan control yang
maksimal.

West Java Project Paket Pelatihan

70

BAGIAN 4
Standar Kompetensi
untuk
Kesehatan dan Keselamatan Kerja
PAKET GP 001

Kesehatan dan Keselamatan Kerja Paket GP 001

001A SDM
Mengikuti prosedur Kesehatan dan
Keselamatan Kerja di tempat kerja

West Java Project Paket Pelatihan

70

Kesehatan dan Keselamatan Kerja Paket GP 001

UNIT

001A SDM

Mengikuti prosedur kesehatan dan keselamatan kerja di tempat


kerja
Bidang: Sumber Daya Manusia
Deskripsi
Elemen asli dari keselamatan dan kesehatan kerja yang disebutkan dalam unit kompetensi ini adalah
kompetensi minimum untuk penerapan pengelolaan kesehatan dan keselamatan kerja yang efektif di
tempat kerja. Elemen-elemen yang direncanakan, diperlukan untuk menerapkan pengelolaan
kesehatan dan keselamatan kerja yang efektif pada pekerjaan dan industri.

ELEMEN

KRITERIA KINERJA

1.

a.

Mengikuti prosedur tempat


kerja dalam
mengidentifikasi keadaan
bahaya dan pengontrolan
bahaya.

b.
c.

2.

Membantu secara aktif


dalam penanganan
keselamatan dan kesehatan
kerja.

a.
b.
c.

Keadaan bahaya di tempat kerja dikenali dan dilaporkan


kepada orang yang berwenang sesuai dengan prosedur
kerja.
Prosedur kerja dan instruksi kerja dalam pengontrolan
bahaya diikuti dengan tepat.
Prosedur kerja yang berhubungan dengan kecelakaan,
kebakaran dan keadaan darurat di ikuti sesuai keperluan
dalam lingkup tanggung jawab dan kompetensinya.
Keadaan bahaya di tempat kerja dikenali dan dilaporkan
kepada orang yang berwenang sesuai dengan prosedur
kerja.
Prosedur kerja dan instruksi kerja dalam pengontrolan
bahaya diikuti dengan tepat.
Prosedur kerja yang berhubungan dengan kecelakaan,
kebakaran dan keadaan darurat di ikuti sesuai keperluan
dalam lingkup tanggung jawab dan kompetensinya.

Batasan variabel
Mengikuti prosedur kesehatan dan keselamatan kerja di tempat
kerja
VARIABEL

RUANG LINGKUP

1.

a.

Konteks umum

West Java Project Paket Pelatihan

Kompetensi ini menyebutkan kompetensi kesehatan dan


keselamatan kerja yang dapat diterapkan bagi para
pekerja tanpa tanggungjawab pengawasan. Ini meliputi
pegawai di sekolah, pegawai yang baru masuk, peserta
pelatihan. Kompetensi ini merupakan kelengkapan dan
dapat diterapkan bersama-sama dengan kompetensi
khusus industri atau perusahaan lain.

71

Kesehatan dan Keselamatan Kerja Paket GP 001

VARIABEL

RUANG LINGKUP

2.

a.

Lingkungan kerja meliputi

b.
c.
d.
3.

Sumber informasi atau


dokumen meliputi

a.

b.
4.

Konteks tempat kerja


meliputi

a.

b.

5.

Peraturan dan perundangundangan yang berlaku


dapat dimasukkan

West Java Project Paket Pelatihan

a.
b.

Pekerjaan dapat dilakukan dalam berbagai lingkungan


tempat kerja.
Terutama untuk bahan-bahan kimia, bahaya atau keadaan
bahaya lainnya.
Pencatatan data dilakukan selain memakai komputer juga
secara manual.
Hubungan dengan bagian/unit lain.
Mendemonstrasikan kompetensi ini sesuai dengan
peraturan kesehatan dan keselamatan kerja yang ada,
peraturan dan kode etik, termasuk peraturan dan kode etik
yang berhubungan dengan keadaan bahaya yang muncul
di tempat kerja atau industri; tugas umum yang
memperhatikan peraturan dan undang-undang tentang
kesehatan dan keselamatan kerja; pengadaan yang
berhubungan dengan peran dan tanggungjawab pengelola
keselamatan dan kesehatan kerja serta pengadaan yang
berhubungan dengan pemecahan isu kesehatan dan
keselamatan kerja.
Standar kesehatan dan keselamatan kerja serta
lingkungan.
Mendemonstrasikan kompetensi ini sesuai dengan semua
prosedur kerja, dan pengaturan tentang bagaimana
kegiatan ditempat kerja harus dilaksanakan. Hal ini
mungkin didokumentasikan secara formal atau
dikomunikasikan secara verbal. Ini mungkin meliputi
prosedur yang secara umum menangani perusahaan
seperti:
a.1. Prosedur kerja dan instruksi kerja.
a.2. Prosedur khusus dalam keselamatan dan kesehatan
kerja, seperti misalnya: keadaan bahaya khusus,
tanggapan akan keadaan darurat, konsultasi dan
partisipasi, resolusi isu kesehatan dan keselamatan
kerja, mengidentifikasi keadaan bahaya, misalnya
pengawasan, menguji tingkat bahaya, mengontrol
keadaan bahaya, mempergunakan peralatan
proteksi manusia, dan melaporkan isu kesehatan
dan keselamatan kerja.
Mengidentifikasi keadaan bahaya meliputi kegiatan yang
berhubungan dengan:
b.1. Memeriksa perlengkapan atau wilayah kerja
sebelum dan selama melakukan pekerjaan.
b.2. Pengawasan tempat kerja
b.3. 'Kerapihan'
Peraturan keselamatan dan kesehatan kerja yang sesuai
dengan kegiatan tempat kerja.
Peraturan kompensasi pekerja.

72

Kesehatan dan Keselamatan Kerja Paket GP 001

Panduan bukti
Mengikuti prosedur kesehatan dan keselamatan kerja di tempat
kerja
1.

Aspek-aspek bukti kritis


yang perlu diperhatikan

a.
b.
c.

2.

Pengujian setiap unit yang


saling terkait

a.
b.

3.

Pengetahuan dan
keterampilan yang
dipersyaratkan

West Java Project Paket Pelatihan

Mendemonstrasikan kemampuan untuk mengenali dan


melaporkan keadaan bahaya kepada orang yang telah
ditentukan.
Mendemonstrasikan kemampuan dalam mengikuti
prosedur kerja yang sesuai dengan pengontrolan keadaan
bahaya di tempat kerja secara tepat.
Mendemonstrasikan kemampuan untuk
mengkomunikasikan keadaan bahaya di tempat kerja.
Kompetensi dalam unit ini mengutamakan kompetensi
dalam aspek lain dari peran pegawai di tempat kerja tanpa
tanggungjawab pengawasan.
Mungkin bisa untuk menguji bagian dari unit ini yang
berhubungan dengan unit yang sesuai dengan kinerja dari
suatu aspek peran. Misalnya pengujian suatu unit
kompetensi yang sesuai dengan pengoperasian tempat
kerja dan peralatan yang dapat melibatkan pengujian
bahwa orang tersebut mampu mengenali dan melaporkan
setiap keadaan bahaya yang berhubungan dengan tempat
kerja atau peralatannya.

Dalam mendemonstrasikan kompetensi, maka pengetahuan


dan keterampilan utama yang harus ditampilkan adalah:
a. Aturan dan tanggungjawab pihak perusahaan dibawah
peraturan keselamatan dan kesehatan kerja, perundangundangan dan kode etik.
b. Cara dimana kesehatan dan keselamatan kerja dikelola,
dan kegiatan yang memerlukan peraturan keselamatan
dan kesehatan kerja, misalnya, kebijakan dan prosedur,
pemeliharaan gedung dan peralatan, pengidentifikasian
keadaan bahaya, pengujian dan pengontrolan keadaan
bahaya, instruksi keselamatan dan kesehatan kerja,
pelatihan dan pengadaan informasi keselamatan dan
kesehatan kerja.
c. Kedaan bahaya yang muncul di tempat kerja.
d. Urutan yang lebih disenangi dari cara pengontrolan
keadaan bahaya. (Terkenal dengan hirarki pengontrolan).
e. Prosedur keselamatan dan kesehatan kerja yang sesuai
dengan pekerjaan yang sedang dilaksanakan termasuk
prosedur pengenalan dan pelaporan keadaan bahaya,
misalnya pengawasan wilayah kerja, pengoperasian
pekerjaan untuk mengontrol keadaan bahaya, seperti: izin
sistem kerja serta pengisolasian prosedur, penanganan
kecelakaan, kebakaran dan keadaan darurat,
meningkatkan isu keselamatan dan kesehatan kerja.
f. Keikutsertaan pekerja dalam pengelolaan keselamatan
dan kesehatan kerja, misalnya, penelitian atau konsultan
keselamatan dan kesehatan kerja serta pengawasan
terpadu atasan dan bawahan.
g. Arti simbol keselamatan dan kesehatan kerja terdapat
pada tanda-tanda dan label di tempat kerja
h. Orang yang telah ditetapkan untuk bertanggungjawab
terhadap keselamatan dan kesehatan kerja

73

Kesehatan dan Keselamatan Kerja Paket GP 001


4.

Implikasi sumber

Pengujian pada unit ini hendaknya yang berhubungan dengan:


a. Peraturan dan kode etik kesehatan dan keselamatan kerja
yang sesuai.
b. Kebijakan, prosedur dan program yang sesuai.
c. Peralatan proteksi untuk manusia.
d. Wilayah kerja yang sesuai untuk pengidentifikasian dan
pengukuran keadaan bahaya dan pengontrolan.
e. Informasi tentang keadaan bahaya yang sesuai dengan
tempat kerja.

5.

Konsistensi kinerja

a.

b.
c.
d.

6.

Konteks pengujian

a.

Menunjukkan bukti penerapan prosedur kerja yang sesuai


meliputi:
a.1. Kebijakan tentang bahaya dan prosedur termasuk
etika praktek.
a.2. Prosedur kerja dan instruksi mengerjakannya.
a.3. Prosedur kualitas (bila ada).
a.4. Sampah, polusi dan proses penanganan daur ulang.
Bertindak cepat, kecelakaan dan kejadian dilaporkan
sesuai dengan peraturan tetap serta prosedur perusahaan.
Memperhatikan dan beradaptasi seperlunya terhadap
perbedaan budaya di area kerja, termasuk cara bersikap
dan berhubungan dengan sesama staf dan lainnya.
Pekerjaan diselesaikan secara sistematis dengan
memperhatikan secara rinci tanpa merusak barang,
peralatan maupun orang.
Pengujian bisa dilaksanakan pada saat bekerja atau
simulasi lingkungan kerja.

KUNCI-KUNCI POKOK UNTUK UJI KOMPETENSI


Mengumpulkan,
menganalisa dan
mengorganisir informasi

Menyampaikan gagasan dan


informasi

Merencanakan dan
mengorganisir kegiatankegiatan

Bekerja dengan orang lain


dan dalam tim

Mempergunakan ide dan


teknik matematika

Menyelesaikan masalah

Mempergunakan teknologi

Kompetensi kunci dibagi dalam tiga tingkatan kemampuan


Tingkatan 1
Melaksanakan kegiatan
Tingkatan 2
Mengelola kegiatan
Tingkatan 3
Mengevaluasi dan melaksanakan proses perubahan
Untuk informasi lebih lanjut lihat pada Tingkatan dari Kompetensi Kunci pada halaman 3 di laporan
Standar kompetensi

West Java Project Paket Pelatihan

74