Anda di halaman 1dari 36

KATA PENGANTAR

DIKTAT MATAKULIAH
DASAR-DASAR PENDIDIKAN MIPA

Berkat Rahmat Allah SWT, maka alhamdulillah, telah


terselesaikan diktst perkuliahan Dasar Pendidikan MIPA untuk
Program Studi Tadris Biologi STAIN Palangka Raya Tahun
Akademik 2012/2013 Semester Genap ini. Modul ini dapat
dijadikan acuan dasar bagi mahasiswa untuk pembelajaran
pada mata kuliah Teknologi Informasi disamping beberapa
buku penunjang lainnya.
Dengan

terselesaikannya

modul

ini,

semoga

mahasiswa semakin terbantu dalam hal referensi dan


perkuliahan. Sehingga mahasiswa mampu mendapatkan hasil
belajar yang maksimal.
Untuk itu mohon saran, kritik dan masukannya agar
Oleh :

modul perkuliahan ini lebih baik lagi dan dapat digunakan


dalam pembelajaran berikutnya. Kritik, saran dan masukannya

Nurul Septiana

dapat melalui telp/sms/whatsapp ke 081 56789 1646 atau ke


mbak.septi@rohmadie.info.

SEMESTER GENAP TAHUN AKADEMIK 2012/2013

Februari 2013

PRODI TADRIS BIOLOGI JURUSAN TARBIYAH

Penulis

STAIN PALANGKARAYA
1 Diktat Dasar-Dasar Pendidikan MIPA

2 Diktat Dasar-Dasar Pendidikan MIPA

merupakan

I. PENDAHULUAN

tuntutan

bagi

pertumbuhan

anak-anak.

Artinya, pendidikan menuntut segala kekuatan kodrat


Istilah Pendidikan berasal dari bahasa Yunani,

Paedagogy, yang bermakna seorang anak yang pergi dan


pulang sekolah diantar pelayan. Dalam bahasa Romawi,
pendidikan diistilahkan sebagai educate yang berarti
mengeluarkan sesuatu yang berada di dalam. Namun lain

yangh ada pada diri anak-anak, agar mereka sebagai


manusia sekaligus sebagai anggota masyarakat dapat
mencapai

keselamatan

tingginya.

Dalam

moral dan melatih intelektual (Noeng Muhadjir, 2000:20pendapat

berlainan

tentang

Sisdiknas

No.

20

setinggith.

2003

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana


untuk mewujudkan suasana belajar dan proses
pembelajaran agar peserta didik secara aktif
mengembangkan potensi dirinya sehingga memiliki
kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri,
kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta
keterampilan yang digunakan oleh dirinya,
masyarakat, bangsa dan negara.

diistilahkan sebagai to educate yang berarti memperbaiki

Banyak

kebahagiaan

menyebutkan bahwa :

halnya dengan pendidikan menurut bahasa inggris

21).

UU

dan

sebuah

pendidikan. Salah satu diantaranya adalah pendidikan


merupakan hasil peradaban suatu bangsa yang berfungsi

Dan

sebagai filsafat pendidikannya; suatu cita-cita atau tujuan

pendidikan itu sendiri. Namun walau selalu berkembang

yang menjadi motif; suatu cara bangsa berpikir dan

dan terjadi perbedaan pendapat tentang arti pendidikan,

berkelakuan, yang dilangsungkan turun temurun dari

pendidikan tetap berlangsung seperti saat ini adanya.

generasi ke generasi (Siti Meichati, 1975:5).


Pendapat

lainnya

muncul

dari

muda.

Pada

dasarnya

lagi

pendapat

ahli

mengenai

arti

Dari beberapa pendapat mengenai pendidikan,


Driyarkara

(1945:145), bahwa inti pendidikan adalah pemanusiaan


manusia

beberapa

pendidikan

maka dapat disimpulkan bahwa :


1. Pendidikan

mengandung

pembinaan

kepribadian,

adalah

pengembangan kemampuan, atau potensi yang perlu

pengembangan manusia muda ke taraf insani. Ki Hajar

dikembangkan; peningkatan pengetahuan dari tidak

Dewantara (1977:20) menyatakan bahwa pendidikan


1 Diktat Dasar-Dasar Pendidikan MIPA

2 Diktat Dasar-Dasar Pendidikan MIPA

tahu menjadi tahu, serta tujuan arah ke mana


peserta

didik

dapat

mengaktualisasikan

dirinya

seoptimal mungkin.
2. Dalam

A. Pendidikan sebagai Ilmu Normatif


Tujuan pendidikan merupakan hal yang paling
utama pada zaman Yunani kuno. Karena pada zaman itu,

pendidikan,

antara

terdapat pandangan bahwa manusia adalah makhluk

keduanya

bermain (homo ludens). Jadi u\yang utama adalah

memiliki kedudukan dan persasaan yang berbeda,

pendidikan jasmani, karena dalam tubuh yang sehat

tetapi

saling

terdapat pula jiwa yang sehat (mensana incorpore sano).

proses

Begitu pula Eropa Barat yang memiliki pandangan bahwa

pendidik

dan

memiliki

mempengaruhi

terdapat

peserta

daya

hubungan

didik,

yang

guna

dimana

sama,

yaitu

terlaksananya

pendidikan.

manusia adalah makhluk berpikir (homo sapiens). Akal

3. Pendidikan adalah proses sepanjang hayat sebagai

sebagai pangkal tolak. Orang sangat menjunjung tinggi

perwujudan pembentukan diri secara menyeluruh,

akal, baik akal teoritis maupun praktis. Dengan akal

sebagai komitmen manusia sebagai individu, makhluk

manusia

sosial dan makhluk Tuhan.

pengetahuan manusia berbuat baik dalam pengertian

4. Aktivitas pendidikan berlangsung di dalam keluarga,


sekolah dan masyarakat.

menghasilkan

pengetahuan,

dengan

sempurna.
Ilmu pendidikan diarahkan kepada perbuatan

5. Pendidikan merupakan suatu proses pengalaman

mendidik yang punya tujuan, dan tujuan itu ditentukan

yang sedang dialami yang memberikan pengertian,

oleh nilai yang dijunjung tinggi oleh seseorang. Sedang

pandangan

(insight),

dan

penyesuaian

seseorang yang menyebabkannya berkembang.

bagi

nilai itu sendiri merupakan ukuran yang bersifat normatif,


sehingga dapat ditegaskan bahwa ilmu pendidikan adalah
ilmu yang bersifat normatif.

3 Diktat Dasar-Dasar Pendidikan MIPA

4 Diktat Dasar-Dasar Pendidikan MIPA

B. Pendidikan sebagai Ilmu Teoritis dan Praktis

Apabila

objek

material

suatu

ilmu

memiliki

Ilmu pendidikan pada umumnya tidak hanya

kesamaan dengan objek material ilmu lain, untuk

mencari pengetahuan deskriptif tentang suatu objek,

membedakannya diperluakn objek formal dari ilmu

melainkan suatu kajain yang harus ditelusuri sehingga

tersebut, yang menjadi sudut pandang tertentu yang

bermanfaat bagi peserta didik. Ilmu pendidikan lahir dan

menentukan macam suatu ilmu.

perndidikan

Objek formal ilmu pendidikan adalah berupa

berlangsung lama. Hingga saat ini, tampilnya ilmu

penelaahan fenomena pendidikan dalam perspektif yang

pendidikan sebagai ilmu belum dapat dikatakan final,

luas dan integratif. Fenomena ini bukan hanya gejala

artinya ilmu pendidikanmasih dalah\m proses membentuk

yang melekat pada manusia, namun juga berupa upaya

jati diri. Dalam epistemologi, suatu kawasan studi dapat

memanusiakan manusia agar menjadi manusia yang

dikategorikan disiplin ilmu jika memenuhi syarat sebagai

sebenarnya. Upaya pendidikan mencakup keseluruhan

berikut :

aktivitas pendidikan, yaitu mendidik dan dididik, termasuk

a. Memiliki objek material dan formal

pula pemikiran sistematis tentang pendidikan.

berkembang

setelah

teori

dan

praktik

Objek material ilmu pendidikan berupa perilaku


manusia. Perlu diingat bahwa perilaku manusia sebagai

b. Memiliki sistematika
Sistematika

ilmu

pendidikan

secara

mahluk yang hidup di dalam masyarakat tidak hanya

dibedakan ke dalam tiga tinjauan, yaitu:

dipelajari oleh ilmu pendidikan, tetapi juga oleh psikologi,

1. Pendidikan sebagai fenomena manusiawi

teoritis

yaitu ilmu yang mempelajari perilaku manusia sebagai

Hal ini dapat dianalisis berdasarkan proses atau

individ; sosiologi, yaitu ilmu yang mempelajari perilaku

situasi pendidikannya, yaitu ketika terjadi interaksi

manusia dalam kelompok; serta antropologi, yaitu ilmu

antarkomponen (tujuan, peserta didik, pendidik, alat

yang mempelajari perilaku manusia sebagai makhluk

dan lingkungan) pendidikan dalam mencapai tujuan.

biososial atau makhluk yang berbudaya.


5 Diktat Dasar-Dasar Pendidikan MIPA

6 Diktat Dasar-Dasar Pendidikan MIPA

2. Pendidikan sebagai upaya sadar


Menurut Noeng Muhadjir (1987:19-37), pendidikan

c. Memiliki metode
Menurut Soedomo (1990:46-47), metode yang

memiliki fungsi:

digunakan dalan ilmu pendidikan meliputi:

a. Menumbuhakan kreativitas peserta didik

1. Metode normatif, yaitu penentuan konsep manusia

b. Menjaga kelestarian nilai-nilai insani dan Ilahi

yang diidealkan oleh pendidikan, menyangkut nilai

c. Menyiapkan tenaga-tenaga kerja produktif

baik dan buruk,

3. Pendidikan sebagai gejala manusiawi dan upaya

2. Metode eksplanatori, yaitu untuk mengetahui kondisi

sadar untuk mengantisipasi perkembangan sosial-

dan kekuatan yang mempengaruhi keberhasilan

budaya masa depan.

proses pendidikan,

Hal ini sejalan dengan pemikiran Bukhori (1984:8186) bahwa ilmu pendidikan memiliki tiga dimensi,
yaitu:
a. Dimensi lingkungan, meliputi lingkunga keluarga,
sekolah, dan luar sekolah,
b. Dimensi jenis persoalan, yang meliputi persoalan
teoritis, struktur dan praktis,
c. Dimensi ruang dan waktu, yaitu menganalisis
masalah pendidikan yang dihadapi masyarakat di
masa lampau,masa sekarang dan masa yang akan
datang.

3. Metode teknologis, yang berfungsi mengungkapkan


cara agar berhasil mencapai tujuan,
4. Metode

deskriptif

fenomenologis,

yaitu

mengurai dan mengklarifikasi kenyataan-kenyataan


pendidikan agar ditemukan hakikatnya,
5. Metode

hermeneutis,

yaitu

untuk

memahami

kenyataan pendidikan secara konkret dan historis


agar

makna

dan

struktur

kegiatan

pendidikan

menjadi jelas
6. Metode

analisis

kritis,

yang

digunakan

untuk

menganalisis secara kritis istilah-istilah, pernyataanpernyataan, konsep dan teori pendidikan.

7 Diktat Dasar-Dasar Pendidikan MIPA

untuk

8 Diktat Dasar-Dasar Pendidikan MIPA

C. Dasar, Fungsi dan Tujuan Pendidikan Nasional

II.

KOMPONEN PENDIDIKAN

a. Dasar Pendidikan Nasional


Dalam UU RI No. 20 tahun 2003 tentang Sistem
Pendidikan

Nasional

tercantum

bahwa

Pendidikan

Sebuah pendidikan tidak akan berjalan sempurna


tanpa

terpenuhinya

semua

komponen

pendidikan.

Nasional berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang

Komponen pendidikan merupakan semua hal yang

Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

berkaitan dengan jalannya proses pendidikan. Berikut

b. Fungsi Pendidikan Nasional

adalah komponen-komponen pendidikan.

Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan


kemampuan dan membentuk watak serta peradaban
bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan

A. TUJUAN
Tujuan pendidikan merupakan sesuatu yang ingin

kehidupan bangsa.

dicapai oelh kegiatan pendidikan. Tujuan pendidikan,

c. Tujuan Pendidikan Nasional

menurut jenisnya terbagi dalam beberapa, yaitu tujuan

Pendidikan

Nasional

bertujuan

untuk

nasional, institusional, kurikuler dan instruksional. Tujuan

mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi

nasioanl merupakan tujuan pendidikan yang ignin dicapai

manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang

oleh suatu bangsa yang biasanya dituangkan dalam

Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif,

sebuah undang-undang pendidikan. Tujuan institusional

mandiri, menjadi warga negara yang demokratis serta

adalah tujuan pendidikan yang ingin dicapai oleh suatu

bertanggung jawab.

lembaga pendidikan yang dapat terlihat melalui Visi dan


Misi suatu lembaga pendidikan. Tujuan kurikuler adalah
tujuan yang ingin dicapai oleh mata pelajaran tertentu,
dalam KBK/KTSP disebut dengan Standar Kompetensi.
Tujuan instruksional merupakan tujuan pendidikan yang

9 Diktat Dasar-Dasar Pendidikan MIPA

10 Diktat Dasar-Dasar Pendidikan MIPA

ingin dicapai dalam pokok bahasan (Kompetensi Dasar)

Misalnya guru ingin anak didik tidak terlambat masuk

atau sub-pokok bahasan tertentu (Indikator).

kelas dengan cara memberikan pretes tepat waktu

Pendapat Langeveld yang dirangkum oleh Imam


Barnadib (1984:50-51) membedakan tujuan pendidikan
menjadi:

masuk, lalu diganti dengan memberikan nilai sikap


yang jelek.
5. Tujuan intermediet, yaitu tujuan perantara bagi

1. Tujuan umum, yaitu tujuan yang akan dicapai pada

tujuan pokok. Contohnya anak diberikan hukuman

akhir proses pendidikan berupa kedewasaan jasmani

jika tidak mengerjakan tugas, agar kelak mempunyai

dan rohani anak didik. Kedewasaan jasmani adalah

rasa tanggung jawab dan amanah.

masa

pertumbuhan

jasmani

yang

tidak

akan

6. Tujuan insidental, yaitu tujuan yang akan dicapai

berkembang lagi, sedangkan kedewasaan rohani

pada saat tertentu yang sifatnya seketika dan

adalah peserta didik sudah mampu menolong dirinya

spontan, misalnya guru menegur anak didik agar

sendiri, mampu berdiri sendiri, dan bertanggung

bicara yang sopan santun.

jawab atas perbuatannya (akhil baliq).


2. Tujuan khusus, yaitu atas dasar usia, jenis kelamin,
sifat, bakat, intelegensia (IQ), lingkungan sosial-

Menurut

Benyain

Bloom,

tujuan

pendidikan

dibedakan menjadi tiga, yaitu:


1. Cognitive domain (Kemampuan Kognitif)

budaya, tahap-tahap perkembangan, tuntutan syarat

Hal ini meliputi kemampuan yang diharapkan tercapai

pekerjaan dan lain sebagainya.

setelah

3. Tujuan tidak lengkap, menyangkut sebagian aspek

proses

Kemampuan

manusia, misalnya aspek psikologis, biologis, atau

pengertian,

sosiologis saja.

evaluasi

4. Tujuan sementara, yang apabila berhasil dicapai


maka akan ditinggalkan dan berganti tujuan lainnya.
11 Diktat Dasar-Dasar Pendidikan MIPA

belajar-mengajar

kognitif

ini

penerapan,

yang

bersifat

meliputi

berlangsung.
pengetahuan,

analisis,

sisntesis,

hirarkis,

artinya

dan
untuk

mencapai semuanya harus memiliki kemampuan


sebelumnya.
12 Diktat Dasar-Dasar Pendidikan MIPA

2. Affective domain (Kemampuan Afektif)

3. Anak membutuhkan pertolongan dan perlindungan

Kemampuan ini berupa kemampuan untuk menerima,


menjawab,

menilai,

membentuk

dan

mengkarakterisasi.

serta membutuhkan pendidikan.


4. Anak mempunyai daya eksplorasi. Anak mempunyai
kekuatan untuk menemukan hal-hal yang baru di

3. Psicomotor domain (Kemampuan Psikomotor)


Kemampuan ini terdiri dari kemempuan persepsi,
kesiapan, dan respon terpimpin.

dalam lingkungannya dan menuntut kepada pendidik


untuk diberikan kesempatan.
5. Anak

mempunyai

dorongan

untuk

mencapai

emansipasi dengan orang lain.

B. PESERTA DIDIK
Peserta didik adalah anggota masyarakat yang
berusaha mengembangkan potensi diri melalui proses

C. PENDIDIK
Pendidik adalah orang yang dengan sengaja

pembelajaran yang tersedia pada jalur, jenjang dan jenis

mempengaruhi

pendidikan tertentu. Peserta didik menurut sifatnya harus

kemanusiaan yang lebih tinggi. Dengan kata lain,

dapat dididik, karena mereka mempunyai bakat dan

pendidik adalah orang yang lebih dewasa dan mampu

disposisi-disposisi yang memungkinkan untuk diberikan

membawa peserta didik ke arah kedewasaan. Sedangka

pendidikan, diantaranya:

secara akademis, pendidik adalah tenaga kependidikan,

1. Tubuh anak sebagai peserta didik selalu berkembang

yang mengabdikan diri dan dingkat untuk menunjang

sehingga semakin lama semakin dapat menjadi alat

penyelenggaraan pendidikan yang berkualifikasi sebagai

untuk menyatakan kepribadiannya.

pendidik,

2. Anak

dilahirkan

Keadaan

ini

dalam

keadaan

mengakibatkan

dia

tidak

berdaya.

membutuhkan

pertolongan orang dewasa yang bertanggung jawab.


13 Diktat Dasar-Dasar Pendidikan MIPA

guru,

orang

lain

dosen,

untuk

konselor,

mencapai

pamong

tingkat

belajar,

widyaiswara, tutor, instruktur, fasilitator, ustadz, dan


sebutan

lainnya,

serta

berpartisipasi

menyelenggarakan pendidikan.
14 Diktat Dasar-Dasar Pendidikan MIPA

dalam

Jadi pendidik merupakan tenaga profesional yang


bertugas

merencanakan

dan

melaksanakan

2. Alat pendidikan preventif dan korektif

proses

Alat pendidikan preventif merupakan alat untuk

pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan

mencegah anak melakukan sesuatu yang tidak baik,

pembimbingan dan pelatihan.

misalnya peringatan atau larangan. Sedangkan alat


pendidikan korektif adalah alat untuk memperbaiki
kesalahan atau kekeliruan yang telah dilakukan

D. ALAT
Alat pendidikan merupakan hal yang tidak hanya
membuat kondisi yang memungkinkan terjadinya peoses
pembelajrana,

tetapi

juga

mewujudkan

tujuan

diri

peserta didik, misalnya hukuman.


3. Alat pendidikan yang menyenangkan dan tidak
menyenangkan

membantu

Alat pendidikan yang menyenangkan merupakan alat

pencapaian tujuan pendidikan. Ada beberapa kategori

yang digunakan agar peserta didik menjadi senang.

alat pendidikan, antara lain:

Misalnya dengan hadiah atau ganjaran. Sedangkan

1. Alat pendidikan positif dan negatif

yang tidak menyenangkan dimaksudkan sebagai alat

sebagai

perbuatan

atau

situasi

yang

Alat pendidikan positif dimaksudkan sebagai alat

yang dapat membuat peserta didik merasa tidak

yang ditujukan agar anak mengerjakan sesuatu yang

senang, misalnya dengan hukuman atau celaan.

baik. Misalnya pujian agar anak mengulang pekerjaan

Alat pendidikan tidak hanya berdasar kategori

yang menurut ukuran adalah baik. Sedangkan alat

tersebut. Alat pendidikan yang lain merupakan sebuah

pendidikan negatif dimaksudkan agar anak tidak

tata cara dari perencanaan, pengelolaan, pelaksanaan

mengerjakan sesuatu yang dikategorikan buruk.

hingga

Misalnya larangan atau hukuman bagi anak agar

berlangsung.

tidak mengulangi perbuatan yang melanggar norma.

dimaksud

evaluasi

proses

Dalam

antara

hal

lain

belajar-mengajar
ini

alat

silabus,

yang

pendidikan

kurikulum,

yang

rencana

pembelajaran, hingga alat evaluasi. Alat pendidikan ini


15 Diktat Dasar-Dasar Pendidikan MIPA

16 Diktat Dasar-Dasar Pendidikan MIPA

teramatlah penting dalam sebuah barometer sebuah

pendidikan keluarga, maka orangtua memiliki tanggung

proses

jawab antara lain:

belajar-mengajar

yang

berlangsung.

Tanpa

adanya sebuah perencanaan maka proses transfer ilmu


pendidikan tidak akan berlangsung maksimal.

1. Memelihara dan membesarkannya


Tanggung jawab ini merupakan dorongan alami yang
harus dilaksanakan, karena anak memerlukan makan,
minum dan perawatan lainnya agar dapat hidup

E. LINGKUNGAN
Lingkungan diartikan sebagai kesatuan ruang
suatu benda, daya, keadaan dan mahluk hidup termasuk
manusia

dan

perilakunya

yang

mempengaruhi

berkelanjutan

dan

dapat

menerima

informasi

pengetahuan (pendidikan) secara maksimal.


2. Melindungi dan menjamin kesehatannya

kelangsungan peri kehidupan dan kesejahteraan manusia

Kesehatan yang dimaksud tidak hanya sekedar

serta mahluk hidup lainnya (Munib, 2005:76).

kesehatan jasmani, namun juga kesehatan rohani.

Sedangkan lingkungan pendidikan adalah berbagai

Orangtua memiliki kewajiban menjaga kesehatan

faktor yang berpengaruh terhadap pendidikan atau

anak dari berbagai penyakit atau bahaya lingkungan

berbagai

terhadap anak.

lingkungan

tempat

berlangsungan

proses

pendidikan. Lingkungan pendidikan meliputi lingkungan

3. Mendidik dengan berbagai ilmu

keluarga, sekolah dan masyarakat.

Orangtua

perlu

a. Lingkungan Keluarga

anaknya berupa ilmu pengetahuan dan keterampilan

dalam

sehingga pada masa dewasanya mampu mandiri dan

perkembangan kepribadian anak sangat besar, karena

bermanfaat bagi kehidupan sosial, bangsa dan

sebagian besar kehidupan anak berada di tengah-tengah

agamanya.

pertama

dan

utama.

lingkungan

Pengaruh

yang

keluarga

kehidupan

keluarganya. Mengingat betapa pentingnya pengaruh


17 Diktat Dasar-Dasar Pendidikan MIPA

18 Diktat Dasar-Dasar Pendidikan MIPA

anaknya

kepada

yang

merupakan

bagi

pendidikan

paling

Keluarga

berguna

memberikan

kelak,

4. Membahagiakan kehidupan anak


Orangtua
kebahagiaan

memiliki
anak

kewajiban
dalam

a. Metode mengajar
mengupayakan

kapasitas

Metode mengajar adalah suatu cara atau jalan

pemenuhan

yang harus dilalui didalam mengajar. Metode

kebutuhan sesuai dengan perkembanagan usianya,

mengajar dapat mempengaruhi belajar siswa.

yang diiringi dengan memberikan pendidikan agama

Metode mengajar guru yang kurang baik akan

dan akhlak yang baik.

mempengaruhi belajar siswa yang tidak baik pula.


Agar siswa dapat

b. Lingkungan Sekolah
Pengertian Sekolah adalah wahana kegiatan dan
proses pendidikan berlangsung. Di sekolah diadakan
kegiatan pendidikan, pembelajaran dan latihan (Tuu,

belajar dengan

baik,maka

metode mengajar harus diusahakan yang setepat,


efisien dan efektif mungkin.
b. Kurikulum

2004:18). Sekolah merupakan lembaga pendidikan formal

Kurikulum diartikan sebagai sejumlah kegiatan

yang

yang

sistematis

melaksanakan

program

bimbingan,

diberikan

kepada

siswa.

Kegiatan

itu

pengajaran, dan latihan dalam rangka membantu siswa

sebagian besar adalah menyajikan bahan pelajaran

agar mampu megembangkan potensinya baik yang

agar

menyangkut aspek moral, spiritual, intelektual, emosional

mengembangkan bahan pelajaran itu. Kurikulum

maupun sosial (Syamsu Yusuf, 2001:54).

yang kurang baik akan berpengaruh tidak baik

Jadi lingkungan sekolah adalah kesatuan ruang


dalam lembaga pendidikan formal yang memberikan
pengaruh

pembentukan

sikap

dan

pengembangan

potensi siswa.
Menurut Slameto (2003:64) faktor-faktor sekolah
yang mempengaruhi belajar mencakup :
19 Diktat Dasar-Dasar Pendidikan MIPA

siswa

menerima,

menguasai

dan

pula terhadap belajar.


c. Relasi guru dengan siswa
Proses belajar mengajar terjadi

antara guru

dengan siswa. Proses ini dipengaruhi oleh relasi


didalam proses tersebut. Relasi guru dengan siswa
baik, membuat siswa akan menyukai gurunya,
20 Diktat Dasar-Dasar Pendidikan MIPA

juga

akan

menyukai

diberikannya

mata

sehingga

pelajaran

siswa

yang

guru dalam mengajar, pegawai sekolah dalam

berusaha

bekerja, kepala sekolah dalam mengelola sekolah,

mempelajari sebaik-baiknya. Guru yang kurang

dan BP dalam memberikan layanan.

berinteraksi

baik

Seluruh staf sekolah yang mengikuti tata tertib dan

menyebabkan proses belajar-mengajar itu kurang

bekerja dengan disiplin membuat siswa disiplin

lancar.

pula.

dengan

siswa

dengan

d. Relasi siswa dengan siswa


Siswa

yang

menyenangkan,
tekanan

batin

proses

belajar,

disiplin

sangat

dibutuhkan untuk mengembangkan motivasi yang

mempunyai
rendah

Dalam

sifat

diri

akan

atau

kurang

kuat. Agar siswa belajar lebih maju, maka harus

mengalami

disiplin di dalam belajar baik di sekolah, di rumah

diasingkan

dalam

kelompoknya. Jika hal ini semakin parah, akan

dan lain-lain.
f. Alat pelajaran

berakibat terganggunya belajar. Siswa tersebut

Alat pelajaran erat hubungannya dengan cara

akan malas untuk sekolah dengan berbagai macam

belajar siswa karena alat pelajaran tersebut

alasan yang tidak-tidak. Jika terjadi demikian,

dipakai siswa untuk menerima bahan pelajaran

siswa

dan dipakai guru waktu mengajar. Alat pelajaran

tersebut

memerlukan

bimbingan

dan

penyuluhan. Menciptakan relasi yang baik antar

yang

siswa akan memberikan pengaruh positif terhadap

penerimaan bahan pelajaran. Jika siswa mudah

belajar siswa.

menerima pelajaran dan menguasainya, belajar

e. Disiplin sekolah

lengkap

dan

tepat

akan

mempercepat

akan lebih giat dan lebih maju. Mengusahakan alat

Kedisiplinan

sekolah

erat

kerajinan

siswa

dalam

kaitannya
sekolah

dengan
dan

belajar.Kedisiplinan sekolah mencakup kedisiplinan


21 Diktat Dasar-Dasar Pendidikan MIPA

pelajaran

yang

baik

dan

lengkap

sangat

dibutuhkan guna memperlancar kegiatan belajarmengajar.


22 Diktat Dasar-Dasar Pendidikan MIPA

g. Waktu sekolah

b. Corak

Kehidupan

tetangga,

seperti

orang

Waktu sekolah adalah waktu terjadinya proses

terpelajar dan cendekiawan, tetangga yang suka

belajar mengajar disekolah. Waktu sekolah akan

berjudi, pencuri, peminum, dan sebagainya

mempengaruhi

belajar

siswa.

Memilih

waktu

sekolah yang tepat akan memberikan pengaruh


yang positif terhadap belajar. Sekolah dipagi hari
adalah adalah waktu yang paling tepat dimana
pada saat itu pikiran masih segar dan kondisi
jasmani masih baik.
c. Lingkungan Masyarakat
Faktor lingkungan masyarakat sangat berperan di
dalam pembentukan kepribadian anak, termasuk pula
kemampuan/
masyrakat

pengetahuannya.

yang

memiliki

Dimana

lingkungan

kebiasaan-kebiasaan

yang

kurang baik, seperti: suka minum-minum minuman keras,


penjudi

dan

sebagainya,

dapat

menghambat

pembentukam kepribadiaan dan kemampuan, termasuk


pula dalam proses belajar mengajar seorang anak.
Lingkungan

masyarakat

yang

dapat

mempengaruhi kesulitan belajar adalah:


a. Mass Media, seperti bioskop, televisi, radio, surat
kabar, majalah, komik
23 Diktat Dasar-Dasar Pendidikan MIPA

24 Diktat Dasar-Dasar Pendidikan MIPA

III.

Dengan

DEFINISI IPA

demikian

jika

dilihat

dari

proses

terbentuknya, Ilmu Pengetahuan Alam terbagi menjadi


Dalam prosedur empirik ilmuwan mengumpulkan
informasi

dan

mengorganisasikan

informasi

untuk

selanjutnya dianalisis. Prosedur empirik dalam

IPA

mencakup

dan

pengukuran.

pengamatan
Sedangkan

(observasi),
dalam

klasifikasi

prosedur

analitik

tiga macam yaitu komponen produk, komponen proses


dan komponen sikap. Sebenarnya komponen yang paling
dahulu ada dalam IPA ialah komponen proses, lalu
kemudian disusul dengan komponen sikap, dan yang
terakhir adalah komponen produk.
Komponen

ilmuwan menginterpretasikan penemuan mereka dengan


menggunakan proses seperti hipotesis, eksperimentasi
terkontrol, menarik kesimpulan dan memprediksi. Untuk
melakukan suatu penelitian tentang alam diperlukan
pengetahuan yang terpadu tentang proses dan materi
dalam topik yang akan diselidiki.
Definisi IPA adalah apa yang dilakukan oleh para
ilmuwan. Pertanyaannya, apa yang telah dilakukan oleh
para ilmuwan sehingga perlu diperhatikan ? Ilmuwan
melakukan suatu proses penyelidikan untuk mendapatkan
produk IPA. Untuk mendapatkan produk IPA yang benar,
para ilmuwan melakukan suatu sikap yang baik seperti
jujur, obyektif, cermat, berhati terbuka, mempunyai rasa
ingin tahu yang tinggi dan lain-lain.

proses

IPA

meliputi

(observasi),

percobaan

(eksperimen),

kesimpulan

sementara

(inferensi),

pengamatan
penarikan
memprediksi,

mengukur, membuat hipotesis, mengklasifikasi dan lain


sebagainya.Komponen sikap dalam IPA ialah obyektif
terhadap fakta, jujur, tidak tergesa-gesa mengambil
kesimpulan, berhati terbuka, tidak mencampuradukkan
fakta

dengan

menyelidiki,

pendapat,

ingin

tahu

bersifat
dan

hati-hati,

lain-lain.

ingin

Sedangkan

komponen produk dalam IPA adalah fakta, konsep,


prinsip, teori, hukum.

A. Komponen proses IPA :


1. Observasi, yaitu mengamati suatu fakta yang ada di
alam. Observasi ini adalah komponen proses IPA yang
pertama, karena tanpa observasi semua komponen

25 Diktat Dasar-Dasar Pendidikan MIPA

26 Diktat Dasar-Dasar Pendidikan MIPA

IPA tidak bisa terjadi. Observasi meliputi pengamatan

200.000 orang, pada tahun 1970, populasi penduduk

dengan seluruh panca indera, mulai dari indera

di kota A adalah 250.000 orang, pada tahun 1975,

penglihatan, penciuman, pembau, peraba dan indera

populasi penduduk di kota A adalah 300.000 orang.

perasa. Waktu mengobservasi yang komprehensif,

Berdasarkan kecenderungan data di atas, maka

jika mungkin, semua panca indera harus terlibat.

populasi penduduk di kota A pada lima tahun

2. Percobaan, yaitu melakukan pembuktian dengan


suatu

teori

yang

sudah

ditemukan.

Dengan

melakukan percobaan siswa akan yakin kebenaran


teori yang telah ditemukannya dalam buku.
3. Inferensi,

yaitu

menarik

kesimpulan

mendatang bisa diprediksi, jika kondisi pada lima


tahun berikutnya masih relatif sama.
5. Mengukur,

yaitu

membandingkan

seuatu

benda

dengan benda lain yang sudah disepakati secara luas.


sementara

Misalnya, mengukur panjang

meja, maka meja

sebelum melakukan percobaan atau eksperimen.

dibandingkan dengan alat ukur meter standar yang

Inferensi dilakukan untuk menjawab pertanyaan yang

telah kita kenal selama ini (yaitu 1 meter sama

timbul. Melakukan inferensi tergantung dari luasan

dengan 100 cm). Banyak alat ukur yang kita kenal

pengetahuan orang sebelumnya. Contoh inferensi

yaitu alat ukur untuk panjang, alat ukur untuk berat,

yang sering dilakukan oleh siswa SD adalah adanya

alat ukur untuk panas, dan lain-lain.

bintik-bintik air di luar gelas yang di dalamnya diisi


batu es.

6. Membuat hipotesis, yaitu membuat suatu jawaban


sementara dengan dasar teori yang telah dipahami

4. Memprediksi,

yaitu

menarik

kesimpulan

dengan

menggunakan kecenderungan data yang telah ada.

sebelumnya.
7. Mengklasifikasi, adalah menggolongkan suatu benda

memprediksi

berdasarkan kriteria yang dimiliki benda tersebut.

bertambahnya populasi penduduk di suatu daerah.

Misalnya, ada serangkaian bunga akan digolongkan

Pada tahun 1965, populasi penduduk di kota A adalah

berdasarkan warnanya, maka klasifikasi yang didapat

Misalnya,

seorang

siswa

yang

27 Diktat Dasar-Dasar Pendidikan MIPA

28 Diktat Dasar-Dasar Pendidikan MIPA

adalah warna merah, putih, ungu, kuning dan warna


yang

ada

lainnya.

Jika

bunga

itu

digolongkan

berdasarkan jumlah mahkota bunganya, maka hasil


klasifikasinya juga akan berbeda dengan klasifikasi
berdasarkan

jumlah

kelopak

bunganya,

begitu

seterusnya.

pengertiannya adalah orang yang tidak memasukkan


pendapatnya terhadap fakta yang diperoleh.
6. Berhati-hati, yaitu orang yang selalu berhati-hati
dalam segala hal. Baik dalam berbuat maupun
mengambil kesimpulan.
7. Ingin menyelidiki, yaitu orang yang ingin mencari tahu

B. Komponen sikap IPA


1. Obyektif terhadap fakta, adalah tidak menambahkan
atau mengurangi fakta yang diperoleh pada suatu

secara lebih mendalam tentang apa yang telah


diketahuinya.
8. Ingin tahu, yaitu selalu ingin mengetahui apa-apa

data.
2. Jujur,

5. Tidak mencampuradukkan fakta dengan pendapat,

adalah

mengatakan

suatu

data

dengan

yang belum diketahuinya.

sejujurnya, tidak berbohong


3. Tidak tergesa-gesa mengambil suatu kesimpulan,
artinya adalah seseorang yang sedang menghadapi

C. Komponen Produk IPA


1. Fakta

adalah

sesuatu

yang

betul-betul

terjadi.

masalah tertentu tidak akan mengambil kesimpulan

Misalnya, fakta bahwa kadal adalah hewan reptilia, air

dengan tergesa-gesa sebelum datanya mencukupi.

jika dipanaskan akan menguap dan bila didinginkan

4. Berhati

terbuka,

yaitu

seseorang

mau

mempertimbangkan pendapat orang lain, meskipun


pendapat

tersebut

berasal

dari

berseberangan dengan dia.

orang

yang

akan

mengembun,

besi

kalau

dipanaskan

akan

memai.
2. Konsep adalah suatu ide yang mempersatukan faktafakta dalam IPA. Konsep merupakan penghubung
antara fakta-fakta yang berhubungan. Contoh, semua
zat

29 Diktat Dasar-Dasar Pendidikan MIPA

tersusun

atas

materi-materi,

30 Diktat Dasar-Dasar Pendidikan MIPA

benda-benda

dipengaruhi oleh lingkungan, materi akan berubah


wujudnya jika menyerap atau melepaskan energi.
3. Prinsip adalah generalisasi hubungan diantara konsepkonsep IPA. Contoh, udara yang dipanaskan akan
memuai,

adalah

prinsip

yang

menghubungkan

konsep-konsep udara, panas dan pemuaian.


4. Hukum adalah prinsip-prinsip yang sudah diterima
karena telah mengalami pengujian-pengujian yang
lebih keras, meskipun ia juga bersifat tentatif.
5. Teori merupakan kerangka yang lebih luas dari faktafakta, konsep-konsep dan prinsip-prinsip yang saling
berhubungan. Suatu teori merupakan model, atau
gambaran yang dibuat oleh para ilmuwan untuk
menjelaskan gejala alam. Contoh terori adalah teori
geosentrik, teori susunan elektron atom dan lain
sebagainya. Teori ilmiah membantu kita memahami,
memprediksi

dan

kadang-kadang

mengendalikan

berbagai gejala alam.

D. Hubungan Hakekat IPA Dengan Pembelajaran


IPA
Pembelajaran IPA yang memperhatikan hakekat IPA
adalah pembelajaran IPA yang menerapkan aspek proses,

31 Diktat Dasar-Dasar Pendidikan MIPA

aspek sikap dan aspek produk. Pembelajaran yang


dilaksanakan di dalam kelas adalah pembelajaran yang
tidak hanya menitikberatkan pada aspek produk saja,
tetapi juga memperhatikan aspek proses dan sikap.
Aspek proses dicapai siswa pada saat siswa melakukan
proses percobaan dan eksperimen. Aspek proses
berhubungan dengan kemampuan siswa dalam hal
motorik/gerak anggota tubuh. Misalnya siswa melakukan
percobaan tentang bentuk-bentuk daun, maka aspek
proses yang terjadi dalam pembelajaran itu adalah
mengamati, mengklasifikasi dan melakukan percobaan.
Pada saat siswa melakukan percobaan tentang proses
difusi dan osmosis, maka aspek proses yang terjadi
dalam pembelajaran itu adalah mengamati, mendesain
percobaan dan melakukan percobaan itu sendiri. Pada
saat siswa melakukan eksperimen tentang pengaruh
temperatur terhadap kecepatan difusi, maka aspek
proses yang terjadi dalam pembelajaran itu adalah
mengamati, memanipulasi variabel, dan menarik
kesimpulan. Jika dilihat aspek proses yang terjadi pada
setiap kegiatan pembelajaran pada contoh di atas, maka
tidak semua aspek proses yang telah disebutkan
terdahulu tercapai semua dan sekaligus, tetapi ada
beberapa aspek proses saja yang tercapai. Hal ini
disebabkan karena setiap materi pelajaran mempunyai
karakteristik yang khas terkait dengan aspek proses yang
terjadi. Aspek proses yang lain akan tercapai pada saat
penyampaian materi pelajaran yang lain. Dengan
demikian aspek proses akan tercapai semuanya manakala
32 Diktat Dasar-Dasar Pendidikan MIPA

materi pelajaran telah disampaikan secara menyeluruh.


Jika dilihat dari kata-kata aspek proses yang ada, maka
aspek proses sangat berhubungan dengan kata-kata
yang tercantum dalam tujuan yang terdapat dalam
pendekatan keterampilan proses IPA.
Aspek proses sains

Keterampilan proses IPA

Mengamati

Mengamati

Mengukur

Mengukur

Mengklasifikasi

Mengklasifikasi

Menginfer

Menginfer

Mempresiksi

Mempresiksi

Membuat prediksi

Membuat prediksi

Memanipulasi variabel

Memanipulasi variabel

Merancang percobaan

Merancang percobaan

Melakukan eksperimen

Melakukan eksperimen

Memang benar ! Bahwa keterampilan proses IPA


sangat berhubungan dengan aspek proses yang terjadi
dalam pembelajaran IPA.
Aspek proses yang
berhubungan dengan keterampilan proses IPA itu adalah
merupakan tujuan pembelajaran yang harus dicapai di
dalam pembelajaran IPA. Maksudnya keterampilan proses
yang ingin dicapai dalam pembelajaran IPA adalah
33 Diktat Dasar-Dasar Pendidikan MIPA

berasal dari aspek proses yang telah dilakukan oleh para


ahli IPA.
Aspek sikap dicapai siswa pada saat siswa
melakukan proses percobaan dan eksperimen tetapi
dalam aspek pembelajaran yang berbeda. Aspek sikap
berhubungan dengan kemampuan siswa dalam hal
bersikap yang baik. Misalnya siswa melakukan percobaan
tentang proses difusi, maka aspek sikap yang harus
tampak pada proses ini adalah aspek ketelitian, aspek
kecermatan, dan aspek kehati-hatian. Disamping itu
dalam percobaan itu siswa dapat melakukan kerjasama
dan berdiskusi dengan teman yang lain. Kecermatan,
ketelitian, kehati-hatian, kerjasama dan kemampuan
berdiskusi adalah aspek-aspek sikap yang terjadi pada
saat percobaan IPA tentang difusi. Sama halnya dengan
aspek proses, aspek sikap juga tidak bisa tercapai
seluruhnya dalam setiap kali terjadinya pembelajaran
IPA. Melainkan ada beberapa aspek saja yang tercapai
pada setiap kali pembelajaran.
Aspek produk dicapai siswa setelah melakukan
proses pembelajaran. Aspek produk ini berhubungan
dengan kemampuan otak manusia. Jadi yang
berhubungan dengan hasil atau produk ilmu pengetahuan
alam. Misalnya pada saat siswa melakukan pembelajaran
tentang konsep difusi dan osmosis, maka siswa akan
tahu pengertian difusi dan osmosis. Disamping itu siswa

34 Diktat Dasar-Dasar Pendidikan MIPA

juga bisa menjelaskan proses difusi dan osmosis. Siswa


juga bisa menjelaskan peranan suhu dalam proses difusi.

dilaksanakan maka ada beberapa karugian yang akan


dialami oleh guru yang mengajar, antara lain :

Masih banyak lagi yang bisa diketahui siswa yang


berhubungan dengan hal-hal yang bersifat pengetahuan.
Proses mengetahui hal-hal yang bersifat pengetahuan
inilah yang disebut aspek produk. Pembelajaran IPA yang
benar seharusnya adalah pembelajaran yang mengikuti
cara-cara yang dilakukan oleh para ahli IPA. Sehingga
nantinya siswa diharapkan bisa berperilaku dan bersikap
seperti para ahli IPA/ilmuwan, yaitu mempunyai rasa
ingin tahu, kreatif dan bisa menghasilkan pengetahuan
(bukan hanya sebagai pengguna/konsumen ilmu
pengetahuan). Pembelajaran IPA seperti ini dikenal
dengan nama pembelajaran yang berpusat pada siswa
(student center). Maksudnya adalah pembelajaran yang
memberdayakan semua kemampuan siswa. Caranya
adalah dalam suatu proses pembelajaran seharusnya
guru memfokuskan/menitikberatkan pembelajaran pada
ketiga aspek pembelajaran sains.

1. Siswa sulit memahami konsep yang bersifat abstrak


2. Metoda yang digunakan guru terbatas pada metoda
ceramah dan tanya jawab
3. Siswa menjadi pasif, kurang kreatif, tidak mempunyai
pendapat yang original
4. Materi yang terserap sebagian kecil saja dari materi
yang disampaikan guru
5. Siswa tidak terbiasa menggunakan pikiran kreatifnya
untuk memecahkan masalah
6. Terjadi proses pembelajaran yang disebut teacher
center, yaitu pembelajaran yang menempatkan guru
sebagai orang yang paling tahu/nara sumber (central
person) di dalam kelas
7. Kelas menjadi tidak demokratis
8. Lebih jauh dan dalam jangka waktu yang panjang hal
ini akan menimbulkan generasi yang tidak cerdas
dalam menyongsong hari depan bangsanya
9. Ini akan berakibat pada tingkat kesejahteraan rakyat
yang di bawah rata-rata.
10. Siswa tidak bisa menggunakan konsep yang telah
diperoleh untuk diterapkan kepada konsep yang lain.

Guru di dalam mempersiapkan pembelajaran sains


seharusnya membuat perencanaan tentang ketiga aspek
yang menjadi tujuan sains. Selama ini pembelajaran IPA
yang sering dilakukan oleh guru-guru di hampir semua
sekolah adalah pembelajaran IPA yang tidak sesuai
dengan yang dilakukan para ahli IPA. Tidak sesuai
dengan hakekat IPA, sehingga hasilnya membuat
pendidikan kita menjadi kurang maju. Jika tidak

35 Diktat Dasar-Dasar Pendidikan MIPA

Dalam hubungannya dengan pembelajaran, ketiga


aspek yang dilakukan oleh para ahli IPA dituangkan
dalam bentuk tujuan pembelajaran. Benyamin S. Bloom
membagi tujuan pembelajaran menjadi tiga ranah yaitu

36 Diktat Dasar-Dasar Pendidikan MIPA

ranah kognitif, ranah psikomor dan ranah afektif. Ranah


kognitif berhubungan dengan aspek pengetahuan, yaitu
ranah yang berhubungan dengan produk ilmu
pengetahuan. Ranah psikomotor berhubungan dengan
aspek proses. Ranah afektif berhubungan dengan aspek
sikap
Dalam
perencanaan
pembelajaran
menurut
kurikulum
KBK
dan
KTSP
pencapaian
tujuan
pembelajaran dituangkan dalam bentuk indikator, yaitu :
1. indikator kognitif untuk tujuan yang berhubungan
dengan aspek produk/pengetahuan
2. Indikator psikomotor untuk tujuan pembelajaran yang
berhubungan dengan aspek proses
3. Indikator afektif/keterampilan sosial untuk tujuan
pembelajaran yang berhubungan dengan aspek sikap

IV.

KETERAMPILAN PROSES DASAR IPA

Ada beberapa macam pendekatan yang biasa


digunakan dalam pembelajaran IPA, yaitu pendekatan
yang menekankan pada fakta, menekankan pada konsep
dan

menekankan

pada

proses.

Dalam

praktiknya

pendekatanpendekatan ini tidaklah berdiri sendiri tetapi


sering kali merupakan suatu kombinasi. Pendekatan
proses merupakan suatu pendekatan yang didasarkan
pada pengujian dari apa yang biasa para ilmuwan
lakukan. Proses yang terkait dengan pengujian tersebut
dikenal sebagai keterampilan proses IPA.
Keterampilan proses ini dianggap sangat penting
untuk pembelajaran IPA karena alasan-alasan berikut.
Wynnie Harlen (1992) mengemukakan beberapa alasan
untuk itu, yaitu (1) keterampilan-keterampilan proses, (2)
Pengembangan

pemahaman

dalam

IPA

tergantung

kepada kemampuan melakukan keterampilan proses


dalam perilaku ilmiah. (3) Keterampilan proses memiliki
peranan besar dalam pengembangan konsepkonsep
ilmiah. Alasan yang dikemukakan oleh Carin (1992)
adalah : (1) Mengetahui IPA tidak hanya sekedar
37 Diktat Dasar-Dasar Pendidikan MIPA

38 Diktat Dasar-Dasar Pendidikan MIPA

mengetahui materi keIPA an tetapi terkait pula dengan

dikuasi dan diaplikasikan dalam suatu kegiatan ilmiah

prosedur pengumpulan fakta dan menghubungkan fakta

sehingga para ilmuwan berhasil menemukan sesuatu

untuk membuat suatu interpretasi. (2) Keterampilan

yang baru (Semiawan, dkk, 1992). Menurut Esler dan

proses IPA merupakan keterampilan belajar sepanjang

Esler (1984) terdapat 8 keterampilan proses dasar

hayat, dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

meliputi keterampilan mengobservasi, mengklasifikasi,

Sedangkan Semiawan dkk. (1992) mengemukakan alasan

mengukur,

karena :

memprediksi, mengenal hubungan ruang dan waktu,

1. Adanya perkembangan ilmu pengetahuan yang sangat

serta mengenal hubunganhubungan angka.

cepat membuat para guru tidak mungkin lagi untuk

mengkomunikasikan,

menginferensi,

a. Keterampilan Mengobservasi
Keterampilan mengobservasi menurut Esler dan

mengajarkan semua fakta dan konsep yang ada

Esler (1984) adalah keterampilan yang dikembangkan

kepada para muridnya.


2. Anakanak akan lebih mudah memahami konsep

dengan menggunakan semua indera yang kita miliki

konsep yang rumit dan abstrak jika disertai contoh

untuk mengidentifikasi dan memberikan nama sifatsifat

konkret.

dari objekobjek atau kejadian kejadian. Definisi serupa

3. Untuk

menanamkan

sifat

ilmiah

dan

melatih

disampaikan oleh Abruscato (1988) yang menyatakan


bahwa

melakukan penyelidikan ilmiah.

observasi

artinya

menggunakan

segenap

untuk

pancaindera untuk memperoleh informasi atau data

pengembangan konsep dan pengembangan sikap serta

mengenai benda atau kejadian. Sejalan dengan Esler dan

nilai.

Esler serta Abruscato, Carin (1992) mengemukakan

Merupakan

wahana

yang

tepat

Pengertian keterampilan proses dikaitkan dengan

bahwa mengobservasi adalah menjadi dasar akan suatu

keterampilan fisik dan mental yang terkait dengan

objek atau kejadian dengan menggunakan segenap

kemampuankemampuan yang mendasar yang dimiliki,


39 Diktat Dasar-Dasar Pendidikan MIPA

40 Diktat Dasar-Dasar Pendidikan MIPA

pancaindera (atau alat bantu dari pancaindera) untuk

maka perlu suatu latihan agar mempunyai kebiasaan

mengidentifikasi sifat dan karakteristik.

selalu bertanya, berpikir kritis, dan mengusahakan

Mengobservasi merupakan ketrampilan proses IPA

kemungkinan berbagai alternative jawaban untuk

yang paling dasar. Observasiobservasi sederhana dapat

suatu masalah. Untuk melatih bagaimana melakukan

mencetuskan hampir setiap inkuiri yang kita buat tentang

penyelidikan ilmiah maka siswa perlu dilatih untuk

lingkungan kita. Observasi yang terorganisasi merupakan

memiliki

dasar bagi penyelidikan yang lebih terarah. Memperoleh

membiasakannya untuk menyelenggarakan berbagai

kemampuan untuk membuat observasi yang teliti akan

penyelidikan ilmiah.

dilatih

untuk

menentukan

konsep,

dilatih

untuk

3. Dalam

keterampilan

pembelajaran,

proses

yang

akan

pengembangan

konsep

mengembangkan ilmu pengetahuan.

seharusnya tidak terlepas dari pengembangan sikap

1. Anak-anak akan lebih mudah memahami konsep

dan

nilai.

Pengembangan

keterampilan

konsep yang rumit dan abstrak jika disertai contoh

memproseskan perolehan akan berperan sebagai

konkret, contoh yang sesuai situasi dan kondisi yang

wahana

dihadapi,

pengembangan sikap dan nilai.

dengan

mempraktikkan

sendiri

upaya

penemuan konsep melalui kegiatan fisik dan mental.

untuk

pengembangan

konsep

dan

Selanjutnya apa keterampilan proses itu dan apa

2. Penemuan ilmu pengetahuan bersifat relative, jadi

saja macammacamnya ? Menurut Semiawan dkk.(1992),

tidak mutlak benar seratus persen. Suatu teori bisa

keterampilan proses adalah keterampilan fisik dan mental

tidak berlaku lagi dengan adanya data baru yang

terkait dengan kemampuankemampuan yang mendasar

mampu membuktikan bahwa teori tersebut keliru.

yang dimiliki, dikuasai dan diaplikasikan dalam suatu

Teori ini ditemukan melalui penyelidikan ilmiah yang

kegiatan

sifat terbuka untuk dipertanyakan, dipersoalkan dan

menemukan sesuatu yang baru.

ilmiah

sehingga

para

diperbaiki. Untuk memahami sifat ilmiah kepada siswa


41 Diktat Dasar-Dasar Pendidikan MIPA

42 Diktat Dasar-Dasar Pendidikan MIPA

ilmuwan

berhasil

Keterampilan fisik dan mental yang mendasar ini

lain. Contoh yang lebih konkret, seorang guru sering

ada beberapa macam seperti yang diungkapkan oleh

membuka pelajaran dengan melontarkan kalimat Tanya

beberapa ahli berikut. Esler dan Esler (1984) mengutip

seperti berikut. Apa yang engkau lihat ? Atau Bagaimana

definisi dari The Commission on Science Education of The

rasa, bau, bentuk, atau tekstur..? atau mungkin guru

American Association for The Advancement of Science,

menyuruh siswa untuk menjelaskan suatu kejadian

bahwa

melakukan

secara menyeluruh sebagai suatu pendahuluan dari suatu

kegiatan IPA dikategorikan menjadi 8 keterampilan

diskusi. Para siswa diingatkan untuk membedakan antara

proses dasar dan 5 keterampilan proses terpadu.

mengobservasi dan menginferensi.

keterampilanketerampilan

Keterampilan

proses

keterampilan

Contoh kegiatan lain yang menekankan pada

mengukur,

kegiatan mengobservasi adalah siswa mengobservasi

memprediksi,

bermacammacam hewan yang memiliki cara berpindah

mengenal hubungan ruang dan waktu, serta mengenal

dari satu tempat ke tempat lainnya yang berlainan. Bath

hubunganhubungan

(1995) memberikan contoh suatu pembelajaran yang

mengobservasi,

meliputi

mengklasifikasikan,

mengkomunikasikan,

terpadu menjadi

dasar

untuk

menginfersi,

angka.

Keterampilan

proses

dasar yang benar dalam membuat

melatih

keterampilan

proses

dengan

menggunakan

inferensi (kesimpulan berdasarkan hasil observasi) atau

berbagai macam objek yang dikenal dan ditemukan oleh

membuat hipotesis yang akan diuji dengan observasi

siswa dalam kehidupan seharihari, yaitu berbagai jenis

yang lebih lanjut.

buahbuahan.

Kegiatan yang dapat dilakukan yang berkaitan

Untuk itu maka sekarang coba kembangkan suatu

dengan kegiatan mengobservasi misalnya menjelaskan

pembelajaran

sifatsifat yang dimiliki oleh bendabenda, sistemsistem,

menggunakan buahbuahan yang ada di sekitar ,

dan organisme hidup. Sifatsifat yang dimiliki ini dapat

misalkan dengan menggunakan buahbuahan seperti

berupa tekstur, warna, bau, bentuk, ukuran, dan lain

mangga, jeruk Pontianak atau jeruk Medan, jambu

43 Diktat Dasar-Dasar Pendidikan MIPA

serupa

pembelajaran

44 Diktat Dasar-Dasar Pendidikan MIPA

serupa

yang

kelutuk,

jambu

air,

sebagainya.

menentukan golongan benda- benda atau kegiatan-

Pembelajaran di atas merupakan kegiatan mengobservasi

kegiatan. Sedangkan Carin (1992) menyatakan bahwa

dengan menggunakan indera penglihatan; selanjutnya

mengklasifikasi adalah mengatur atau membagi objek,

coba kembangkan dengan menggunakan inderaindera

kejadian, atau informasi tentang objek ke dalam kelas

lainnya seperti indera perasa, pembau, pengecap, dan

menurut metode atau sistem tertentu. Skema klasifikasi

pendengar.

pendengar

digunakan dalam IPA (juga pada ilmuilmu lainnya)

misalnya saja bagaimana bunyinya jika buah itu kita gigit

untuk mengidentifikasi benda atau kejadian dan untuk

dan

memperlihatkan persamaan, perbedaan, dan hubungan

Untuk

kunyah.

pepaya,

dan

penggunaan

Untuk

semua

indera

pembelajaran

yang

modifikasi, daftar isian yang telah digunakan dalam

hubungannya.

menuliskan sifat/karakteristik melalui indera penglihat

Bentuk-bentuk yang dapat dilakukan untuk melatih

dapat digunakan. Kegiatan mengobservasi terkait pula

keterampilan ini misalnya memilih bentuk-bentuk kertas,

dengan kegiatan membandingkan dan membedakan

yang berbentuk kubus, gambargambar hewan, daun

serta

pula

daun, atau kancingkancing berdasarkan sifat umumnya.

kembangkan pembelajaran yang melibatkan kegiatan

Contoh konkretnya, guru dapat memberikan benda

tersebut.

benda

untuk

b. Keterampilan Mengklasifikasi

benda

tersebut.

melihat

perubahan.

Untuk

itu

coba

Keterampilan mengklasifikasi menurut Esler dan


Esler

klasifikasi

berbagai

tingkatan dapat dibentuk dari gambar- gambar hewan

dikembangkan melalui latihan-latihan mengkategorikan

menempelkannya pada papan bulletin sekolah atau

benda-benda berdasarkan pada sifat-sifat benda-benda

papan pajangan di kelas.

Abruscato

keterampilan

Sistemsistem

sifatsifat

dan tumbuhan (yang digunting dari majalah) dan

Menurut

merupakan

berdasarkan

yang

tersebut.

(1984)

dikelompokkan

(1988)

mengklasifikasi

merupakan proses yang digunakan para ilmuwan untuk


45 Diktat Dasar-Dasar Pendidikan MIPA

46 Diktat Dasar-Dasar Pendidikan MIPA

diajarkan untuk mengetahui bahwa mengukur berat

c. Keterampilan Mengukur
Keterampilan mengukur menurut Esler dan Esler

menggunakan

timbangan

dan

mengukur

panjang

(1984) dapat dikembangkan melalui kegiatankegiatan

menggunakan mistar atau pita ukur. Siswa diajarkan pula

yang berkaitan dengan pengembangan satuansatuan

untuk memperkirakan ukuran suatu objek sebelum

yang cocok dari ukuran panjang, luas, isi, waktu, berat,

melakukan pengukuran dengan alat ukur tertentu.

dan sebagainya. Abrucasto (1988) menyatakan bahwa

Kebiasaan

mengukur

secara

tepat

dapat

mengukur adalah suatu cara yang kita lakukan untuk

dikembangkan

mengukur observasi. Sedangkan menurut Carin (1992)

menghargai kebiasaan itu sebagai bagian dari sifatnya.

mengukur adalah membuat observasi kuantitatif dengan

Siswa dapat diajarkan bahwa rata- rata dari beberapa kali

membandingkannya terhadap str yang konvensional atau

pengukuran merupakan cara terbaik untuk mengukur

str nonkonvensional.

secara tepat.

Keterampilan

dalam

mengukur

memerlukan

Bath

bila

(1992)

guru

telah

menunjukkan

bahwa

mengembangkan

dia

berbagai

kemampuan untuk menggunakan alat ukur secara benar

contoh kegiatan pembelajaran yang berkaitan dengan

dan kemampuan untuk menerapkan cara penghitungan

keterampilan mengukur, seperti mengukur panjang, luas,

dengan menggunakan alatalat ukur. Pada langkah

volume, massa, dan suhu, serta mengukur secara

pertama proses mengukur lebih menekankan pada

kualitatif dan kuantitatif.

pertimbangan dan pemilihan instrumen (alat) ukur yang

d. Keterampilan Berkomunikasi

tepat untuk digunakan dan menentukan perkiraan suatu

Menurut Abruscato (1988) mengkomunikasikan

ukuran objek tertentu sebelum melakukan pengukuran

adalah menyampaikan hasil pengamatan yang berhasil

dengan suatu alat ukuran objek tertentu sebelum

dikumpulkan atau menyampaikan hasil penyelidikan.

melakukan pengukuran dengan suatu alat ukur untuk

Keterampilan mengkomunikasikan, menurut Esler dan

mendapatkan

Esler (1984), dapat dikembangkan dengan menghimpun

ukuran

yang

tepat.

47 Diktat Dasar-Dasar Pendidikan MIPA

Misalkan,

siswa

48 Diktat Dasar-Dasar Pendidikan MIPA

informasi dari grafik atau gambar yang menjelaskan

mengidentifikasi

benda-benda serta kejadian-kejadian secara rinci.

yang sedang dijelaskan.

Mengapa keterampilan mengkomunikasikan perlu

Bagaimana

benda-benda

dan

mengembangkan
melatih

suatu

kegiatan

dikembangkan ? telah kita ketahui bersama bahwa

pembelajaran

komunikasi merupakan hal yang penting untuk semua

mengkomunikasikan tentang objek atau kejadian ? tentu

usaha manusia. Komunikasi

tepat

dapat mengembangkannya dengan salah satu contoh

merupakan dasar untuk semua kegiatan ilmiah. Ilmuan

kegiatan yang ditulis diatas terutama yang berkaitan

mengkomunikasikan sesuatu secara lisan ataupun secara

dengan materi kurikulum dikelas berapa mengajar.

tertulis, dapat dengan menggunakan diagram, peta,

e. Keterampilan Menginferensi

yang jelas dan

yang

kejadian-kejadian

keterampilan

grafik, persamaan metematika, dan berbagai peragaan

Keterampilan mengiferensi menurut Esler dan

visual. Kemampuan untuk memilih penjelasan yang tepat

Esler (1984) dapat dikatakan juga sebagai keterampilan

tentang

membuat kesimpulan sementara. Menurut Abruscato

benda, organisme, dan kejadian merupakan

dasar untuk komunikasi lisan dan tertulis secara efektif.


Kegiatan untuk keterampilan ini dapat berupa

(1992)

mengiferensi/menduga/menyimpulkan

secara

sementara adalah menggunakan logika untuk membuat

kegiatan membuat dan menginterprestasikan informasi

ksimpulan dari apa yang

kita observasi. Carin (1992)

dari grafik, charta, peta, gambar, dan lain-lain. Misalkan,

mengemukakan bahwa menginferensi adalah membuat

para siswa dilatih untuk mengembangkan keterampilan

kesimpulan didasarkan pada alasan yang dijelaskan oleh

mengkomunikasikan deskripsi benda-benda dan kejadian-

observasi.

yang

Inferensi adalah membuat kesimpulan sementara

disampaikan oleh siswa haruslah cukup jelas dan dapat

yang terkait dengan adanya dugaan-dugaan. Membuat

memungkinkan siswa lain (yang mendengar) dapat

dugaan-dugaan valid berdasarkan observasi yang didapat

kejadian

tertentu

secara

rinci.

Penjelasan

merupakan keterampilan penting untuk belajar secara


49 Diktat Dasar-Dasar Pendidikan MIPA

50 Diktat Dasar-Dasar Pendidikan MIPA

inkuiri.

Latihan

inkuiri

memerlukan

siswa

untuk

Bagaimana

mengembangkan

suatu

kegiatan

memperhatikan sesuatu dibalik informasi yang tampak

pembelajaran yang melatih keterampilan menginferensi

untuk menginferensi hubungan-hubungan baru.

objek

Para

ahli

anda

dapat

memperhatikan kemempuan untuk membedakan antara

yang ditulis di atas terutama yang berkaitan dengan

observasi

meteri kurikulum di kelas di mana mengajar.

Perlu

perlu

tentu

mengembangkannya dengan salah satu contoh kegiatan

inferensi.

bahwa

kejadian?

pula

dan

menekankan

atau

diperhatikan

bahwa

observasi merupakan suatu pengalaman yang didapatkan


melalui pancaindra, sedangkan inferensi merupakan

f. Keterampilan Memprediksi
Memprediksi

adalah

meramal

secara

khusus

penjelasan dari suatu hasil observasi. Hendaknya kita

tentang apa yang akan terjadi pada observasi yang akan

yakin bahwa dapat membedakan antara mengobservasi

datang (Abruscato, 1988) atau membuat prakiraan

dan menginferensi.

kejadian

atau

keadaan

yang

akan

datang

yang

Cobalah kegiatan-kegiatan untuk mengembangkan

diharapkan akan terjadi (Carin, 1992). Keterampilan

keterampilan ini adalah menginferensi bahwa embun

memprediksi menurut Esler dan Ester (1984) adalah

yang terjadi pada sebuah gelas yang dingin berasal dari

keterampilan memperkirakan kejadian yang akan datang

udara,

berdasarkan

menginferensi

sifat-sifat

seekor

hewan,

dari

menginferensi melalui observasi bahwa sustu cairan

sekarang,

jernih yang tidak berwarna adalah air, menginferensi

menyisipkan

penyebab habisnya sebatang lilin yang dinyalakan. Satu

dugaan-dugaan.

contoh lagi yang cukup sederhana adalah dengan

Jadi

menyediakan

es

batu

lalu

siswa

diminta

untuk

sebagai

kejadian-kejadian

keterampilan
dan

menyatakan

dikatakan
dugaan

dasar suatu

terjadi

grafik

terkaan-terkaan

bahwa

atau

memprediksi

beberapa
kejadian

untuk

kejadian

menyatakan penyebab (penyebabnya panas) mencairkan

mendatang

es batu yang ditaruh di dalam tempat yang berisi air.

diketahui. Perlu diperhatikan bahwa prediksi didasarkan

51 Diktat Dasar-Dasar Pendidikan MIPA

atas

menggunakan

meramalkan

dapatlah

yang

52 Diktat Dasar-Dasar Pendidikan MIPA

yang telah

pada observasi, pengukuran, dan informasi tentang


hubungan-hubungan antara variable yang diobservasi.

g. Keterampilan Mengenal Hubungan Ruang dan


Waktu
Keterampilan mengenal hubungan ruang dan

Prediksi yang tidak didasarkan pada observasi hanya


merupakan suatu terkaan, dan ini bukanlah yang

waktu

diharapkan

keterampilan menjelaskan posisi suatu benda terhadap

dalam

kegiatan

memprediksi

pada

Esler

dan

Ester

(1984)

meliputi

benda lainnya atau terhadap waktu atau keterampilan

keterampilan proses.

yang

menurut

Pembelajaran-pembelajaran dengan metode inkuiri

mebngubah bektu dan posisi suatu benda setelah

meminta

beberapa waktu. Sedangkan menurut Abruscato (1988)

menguji

siswa

mebuat

dugaan-dugaan

dugaan-dugaan

dengan

eksperimen

dan
akan

menggunakan

hubungan

ruang-waktu

merupakan

membantu mengembangkan keterampilan proses untuk

keterampilan proses yang berkaitan dengan penjelasan-

memprediksi.

penjelasan

Kegiatan lain untuk melatih kegiatan ini adalah

waktu

hubungan-hubungan

beserta

perubahan

tentang

wahtu.

ruang

Keterampilan

dan
ini

mermprediksi berapa lama (dalam menit atau detik) lilin

penting karena semua benda menempati tempat dalam

yang menyala akan tetap menyala jika kemudian ditutup

suatu ruang pada waktu tertentu.

dengan

toples

(dalam

berbagai

ditelungkupkan, memprediksi

yang

Proses ini dapat dipecah ke dalam bermacam-

(dalam

macam ketegori termasuk bentuk, arah, dan susunan

ukuran)

seberapa jauh

meter, dm, dan cm) sebuah benda akan berhenti jika

yang

benda tersebut digelindingkan

kecepatan, kesimetrisan, dan kecepatan perubahan.

atau

berbagai ketinggian.

digerakan

dari

berkaitan

dengan

Kegiatan

untuk

melatih

kegiatan

menamakan

ruang-waktu,

keterampilan

dan

gerak

ini

mengidentifikasi

dan

termasuk
gambar-

gambar geometris dua dan tiga dimensi, mengenal


bentu-bentuk benda tiga dimensi dan bayangannya,
53 Diktat Dasar-Dasar Pendidikan MIPA

54 Diktat Dasar-Dasar Pendidikan MIPA

membuat pernyataan tentang simetri dari benda-benda.

diperagakan seperti benda-benda berbentuk lingkaran,

Selanjutnya

segiempat,

pengertian

untuk
siswa

membantu

atau

berbentuk

bola)

untuk

memperlihatkan apakah bagian-bagian yang berlawanan

seorang guru dapat memberikan pelajaran tentang

identik. Haruslah diperhatikan bahwa salah satu aspek

pengenalan dan persamaan bentuk-bentuk dua dimensi

sifat simetris adalah pengulangan ukuran dan bentuk dari

(seperti segi empat, segitiga, lingkaran) dan bentuk-

satu bagian benda pada arah yang berlawanan. Bentuk

bentuk tiga dimensi (seperti kubus, prisma, elips).

contoh yang lain lagi, siswa disediakan cermin kecil dan

Seorang

sepotong buah apel atau jambu kelutuk (jambu batu)

dapat

hubungan

segitiga,

waktu-ruang,

guru

terhadap

mengembangkan

menyuruh

siswa

menjelaskan

posisinya terhadap sesuatu atau posisi orang lain atau

yang dibelah membujur.

posisi suatu benda. Seperti misalnya seorang siwa dapat

h. Keterampilan Mengenal Hubungan Bilangan-

menyatakan bahwa ia ada dalam baris ketiga bangku


kedua dari kiri gurunya atau seorang siswa menyatakan

bilangan
Keterampilan

mengenal

hubungan

bilangan-

bahwa sebuah lemari buku di dalam kelasnya terletak di

bilangan menurut Ester dan Esler (1984) meliputi

bawah dan sekitar empat langkah ke kanan dari papan

kegiatan menemukan hubungan kuantitatif di antara data

tulis. Seorang guru dapat menunjukkan kesimetrisan dari

dan menggunakan garis bilangan untuk membuat operasi

ruang (berdimensi tiga ) dibagi oleh bidang datar. Untuk

aritmatika.

ketegori yang berkaitan dengan waktu, siswa dapat

menggunakan angka adalah mengaplikasikan aturan-

diajarkan untuk menyebutkan waktu yang ditunjukkan

aturan atau rumus-rumus matematik untuk menghitung

oleh sebuah jam dan menjelaskan urutan-urutan waktu

jumlah atau menentukan hubungan dari pengukuran

seperti siang

dasar. Menurut Abruscato (1988) menggunakan bilangan

atau malam. Contoh kegiatan lain dapat

Carin

satu

mengemukakan

kemampuan

merupakan

garis atau bidang melalui benda tertentu (yang sebelum

keterampilan proses. Kita memerlukan bilangan untuk


56 Diktat Dasar-Dasar Pendidikan MIPA

dasar

bahwa

dengan meminta siswa untuk mencoba menggambar

55 Diktat Dasar-Dasar Pendidikan MIPA

salah

(1992)

pada

menyatakan

suatu

mengklasifikasi

ukuran,

benda-benda.

mengurutkan,
Lamanya

dan

waktu

pada

kegiatan untuk menggunakan bilangan tergantung pada


program

matematika

di

sekolah.

Perkembangan

jauhnya benda A dibandingkan dengan benda B ?" "


Berapa derajat suhu tersebut turun dari -100C ke 200c.
Contoh kegiatan lainnya, guru dapat mengajarkan
perbandingan

set

(pasangan-pasangan)

dengan

keterampilan siswa bertambah jika mereka bekerja pada

menggunakan benda-benda asli, seperti batu. Atau

proses ini yang mencakup pengindentifikasikan pasangan

mengajak siswa mencoba menghitung waktu rata-rata

(set)

yang diperlukan oleh 10cc es (10 gram es) misalnya

dan

bilangannya,

pengurutan,

penghitungan,

penambahan, perkalian, pembagian, penghitungan rata-

untuk mencair.

rata, penggunaan desimal, dan penggunaan puluhan.


Garis bilangan dapat digunakan sebagai suatu cara grafik
untuk mengajarkan bilangan positif dan negatif.
Kegiatan yang dapat digunakan untuk melatih
keterampilan

ini

adalah

menentukan

nilai

dengan

mengukur suatu rangkaian silinder, menggunakan garis


bilangan untuk operasi penambahan dan perkalian.
Latihan-latihan

yang

mengharuskan

siswa

untuk

mengurutkan dan membandingkan benda-benda atau


data berdasarkan faktor numerik membantu untuk
mengembangkan keterampilan ini. Beberapa contoh
pertanyaan yang membantu siswa agar mengerti tentang
hubungan bilangan antara lain adalah: "berapa lebih

57 Diktat Dasar-Dasar Pendidikan MIPA

58 Diktat Dasar-Dasar Pendidikan MIPA

A. Menggunakan Keterampilan Proses IPA yang

V. KETERAMPILAN PROSES IPA

Terintegrasi
Pada pelajaran yang lalu kita telah mempelajari

Keterampilan proses IPA yang terintegrasi meliputi

keterampilan proses IPA yang meliputi keterampilan

memformulasi hipotesis menamai variabel, membuat

mengobservasi, melakukan pengukuran, mengklasifikasi

definisi

objek, mengkomunikasikan hasil observasi, melakukan

mengintepretasikan data, dan melakukan penyelidikan.

prediksi dan lain sebagainya. Beberapa contoh untuk

Keterampilan proses IPA ini merupakan kombinasi dan

tiaptiap keterampilan proses tersebut sudah diberikan

keterampilan penyelidikan keterampilan proses IPA ini

dengan penyajian yang cukup menarik. Demikian pula

merupakan kombinasi dari keterampilan IPA dasar seperti

penerapan dari pemakaian keterampilan proses IPA

mengobservasi, melakukan pengukuran, dan sebagainya

tersebut dalam kehidupan seharihari siswa Sekolah

yang dapat Anda lihat pada materi keterampilan proses

Dasar maupun halhal yang berkenaan dengan kejadian

IPA yang terintegrasi biasanya diperkenankan kepada

kejadian yang berhubungan dengan keterampilan proses

siswa yang telah memiliki keterampilan dasar IPA yang

IPA telah disajikan dengan menarik.

mendasar.

operasional,

Keterampilan

melakukan

proses

IPA

eksperimen

ini

bisa

juga

Sekarang kita akan mempelajari keterampilan

dikembangkan dari kegiatan belajar IPA yang terdapat

proses IPA yang terintegrasi. Keterampilan proses IPA

dalam buku paket SD atau yang setara untuk mata

yang termasuk di dalamnya meliputi memformulasikan

pelajaran

hipotesis,

pengajaran tentang bandul atau ayunan seperti terlihat

menamai

variabel,

membuat

definisi

operasional, melakukan eksperimen, mengintepretasikan

anak

Sekolah

Dasar.

Sebagai

contoh

dalam gambar berikut:

data, dan melakukan penyelidikan. Model pembelajaran

Bandul adalah bola beban yang terayun dan

seperti ini dilakukan untuk melatih siswa Anda belajar

ditahan oleh tali atau benang. Bila kita bertanya pada

sambil melakukan kegiatan (learning by doing).

siswa faktor apa yang mempengaruhi jumlah ayunan dari

59 Diktat Dasar-Dasar Pendidikan MIPA

60 Diktat Dasar-Dasar Pendidikan MIPA

bandul. Mungkin saja beberapa siswa akan menebak

Satu ayunan adalah jarak yang ditempuh dari A

jawaban antara lain:

BC,

kemudian kembali dari C-B-A. kemudian guru

1. Berat dari bandul

bertanya. Saya ingin tahu berapakah ayunan yang

2. Kelengkungan tali ayunan

dapat dilakukan bandul ini dalam waktu 30 detik. Dengan

3. Panjangnya tali atau benang

menggunakan arloji atau pencatat waktu lainnya siswa

Barangkali mereka tidak pernah berpikir bahwa

mulai menghitung. Kemudian guru bertanya. Apa yang

jawaban terakhir yaitu panjang tali atau benang adalah

akan kita lakukan untuk mengubah jumlah ayunan dari

yang paling tepat.

bandul yang dapat dibuat dalam waktu 30 detik? Para

Untuk
tersebut,

menjelaskan

Anda

sebagai

jawaban
guru

dari

ataupun

masalah

calon

siswa kemungkinan akan menebak ketiga jawaban di

guru

atas. Guru kemudian menekankan bahwa ada 3 variabel

sebaiknya membuka pelajaran dengan menunjukkan

yang akan diuji. Kemudian guru menanyakan hipotesis

pada siswa sebuah bandul ayunan. Bila kita ingin

yang dapat dibuat dari pengaruh tiaptiap variabel.

membahas tentang bandul kita harus mengetahui nama;

Contoh dari hipotesis yang masuk akal dan bisa diterima

posisi bandul tersebut berada dalam lintasannya. Siswa

adalah :

kemudian memberikan nama dan definisi dari tiaptiap

1. Menambah beban bandul akan menyebabkan ayunan

posisi yang mungkin terjadi, panjang tali bandul, lebar


ayunan dan frekuensi ayunan. Frekuensi ayunan adalah
jumlah dari ayunan yang terjadi per satuan waktu.

berkurang dari waktu 30 detik yang disediakan.


2. Berkurangnya panjang tali akan menyebabkan ayunan
bertambah dalam waktu 30 detik yang disediakan.
Guru

tali
Bandu
A

harus

mendefinisikan

bahwa

besarnya

perbedaan dalam jumlah ayunan yang terjadi merupakan


bertambah atau berkurangnya frekuensi. Kemudian guru

61 Diktat Dasar-Dasar Pendidikan MIPA

bertanya; Bagaimana kita akan menguji kebenaran dari


62 Diktat Dasar-Dasar Pendidikan MIPA

hipotesis yang telah kita buat. Pengujian hipotesis bisa

menggunakan kedua benda tersebut dan apa yang

saja dilakukan oleh dalam kelompok kecil, dan siswa

mereka dapat lakukan dengan kedua tadi, keterampilan

disarankan agar menguji hanya satu variabel dalam satu

yang

waktu. Bisa saja mereka hanya mengubah panjang tali

penyelidikan. Penyimpulan data mungkin saja didisain

sementara lenkungan dan berat bandul dibuat tetap.

sebagai suatu penyelidikan

Tujuannya adalah untuk mengisolasi pengaruh dan

pada

variabel tunggal terhadap frekuensi bandul.

mengintegrasikan

Siswa dalam hal ini memformulasi hipotesis pada


saat mereka memprediksi pengaruh tiaptiap variabel.
Mereka

membuat

operasional

level

lakukan

yang

adalah

melakukan

bila siswa melakukannya


memungkinkan

keterampilan

proses

mereka
IPA

yang

mendasar.
Untuk lebih jelasnya keterampilan proses IPA yang
terintegrasi tersebut, baiklah akan kita coba perdalam

mendefinisikan bagian, posisi, dan gerakan dari bandul

satu per satu, agar pemahaman kita pada masing

dan

masing keterampilan tersebut menjadi lebih baik.

jumlah

ayunan

bila

mereka

mereka

menentukan

definisi

akan

yang

mewakili

perubahan dalam frekuensi. Mereka mengontrol dan


memanipulasikan

menguji

Kita telah mempelajari beberapa keterampilan proses dasar

hipotesis yang telah mereka buat. Keseluruhan proses

IPA yang meliputi observasi, inferensi, prediksi, dan

mulai

sebagainya.

dari

variabel

selama

memformulasi

mereka

B. Memformulasi Hipotesis

hipotesis

dengan

Memformulasi

hipotesis

berkaitan

erat

melakukan

dengan melakukan prediksi. Bila dalam memprediksi

eksperimen. Keputusan untuk menerima atau menolak

berkenaan dengan proses menggunakan observasi dan

hipotesis yang mereka buat tergantung pada proses dari

keterampilan proses IPA lainnya untuk meramal kejadian

mengintepretasikan data.

yang akan datang dan hubungan antara kejadian

memanipulasikan

variabel

disebut

Bila guru memberikan tali dan penghapus kepada


kelompok

siswa

dan

meminta

63 Diktat Dasar-Dasar Pendidikan MIPA

mereka

kejadian tersebut. Hipotesis adalah prediksi yang sangat

untuk
64 Diktat Dasar-Dasar Pendidikan MIPA

khusus. Hipotesis meramalkan bagaimana suatu variabel

termperatur. Analisis dan data percobaan menunjukkan

akan mempengaruhi variabel lainnya.

banyaknya

Hipotesis
melakukan

sangat

penyelidikan

berguna

bagi

karena

hanya

orang

yang

gas

oksigen

yang

terlarut

dalam

air

berhubungan dengan perubahan suhu air.

memuaskan

Bila kita lihat kembali bahwa contoh hipotesis di

perhatian pada penyelidikan yang akan kita laksanakan.

atas diformulasikan dalam bentuk. jika., maka

Kebanyakan berkenaan dengan inferensi yang dapat diuji

Sebenarnya hal ini bukanlah satusatunya metode yang

atau percobaan yang mungkin dapat dilaksanakan.

digunakan untuk penulisan hipotesis, tetapi model ini

Pada umumnya hipotesis terdiri dari 2 variabel.

sangat berguna untuk mengajar siswa tentang cara

Salah satu variabel dapat diubah oleh peneliti. Variabel

membuat hipotesis.

yang dapat diubahubah disebut varibel manipulasi

C. Mengenal Variabel

(manipulated variabel), variabel lainnya diobservasi atau

Anda pasti telah mengerti bahwa mengobservasi

diukur untuk mengetahui sejauh mana variabel tersebut

dan membuat inferensi adalah

dapat dipengaruhi. Coba lihat contoh berikut ini.

proses IPA yang mendasar. Hampir semua orang tahu

jika suhu air meningkat, maka jumlah oksigen


yang terlarut di dalamnya akan menurun.

termasuk keterampilan

bahwa para ilmuwan telah melakukan penyelidikan atau


penelitian.

Bagaimana

halnya

dengan

penyelidikan?

Suhu air dan jumlah oksigen yang larut di dalam

Sayangnya tidaklah mudah untuk meloncat langsung

air adalah variabel. Peneliti memperkirakan bahwa suhu

pada penyelidikan. Dalam hal ini kita harus tahu

air yang lebih panas menyebabkan gas oksigen yang

bagaimana para ilmuwan melakukan penyelidikan. Untuk

terlarut di dalamnya menjadi berkurang. Peneliti boleh

lebih jelasnya bacalah ilustrasi berikut ini.

saja merancang percobaan dengan cara memanipulasi

Kejadiankejadian

di

alam

semesta

sering

suhu yang berasal dari sumber yang sama. Gas oksigen

kompleks. Kadangkadang kejadiankejadian tersebut

yang terlarut kemudian diukur pada masingmasing

sangat luas dan besar, contohnya ledakan dari gunung

65 Diktat Dasar-Dasar Pendidikan MIPA

66 Diktat Dasar-Dasar Pendidikan MIPA

berapi. Sangat kecil, contohnya perpindahan electron

Mereka mungkin saja mempelajari hubungan di

dalam atom. Berlangsungnya sangat lama, contohnya

antara

beberapa

faktor

seperti

hubungan

antara

pergeseran daratan antarbenua. Dari kejadiankejadian

perkembangan kijang dengan tumbuhan yang tersedia,

tersebut, sangatlah tidak mungkin bagi kita untuk

hubungan antara habitat dengan spesies hewan atau

mempelajari semua kejadian di alam semesta.

tumbuhan. Jadi yang perlu diperhatikan di sini adalah IPA

IPA adalah pendekatan untuk mengerti kejadian

cenderung untuk menyederhanakan kejadiankejadian

kejadian yang berlangsung di alam semesta. Mengubah

yang kompleks di alam semesta kedalam bagianbagian

kejadian yang sangat kompleks menjadi lebih sederhana,

yang lebih kecil dan sederhana sehingga lebih mudah

contohnya

jalan

untuk mempelajarinya dan lebih mudah dimengerti.

mempelajari sebagian kecil dari keseluruhan tersebut

Bagianbagian dari suatu kejadian atau sistem biasanya

kemudian bagianbagian tersebut dipelajari biasanya

disebut variabel.

dalam

mengetahui

bentuk

mengetahui

keseluruhan

percobaan

keseluruhan.

dengan

dengan

tujuan

untuk

Sebagai

contoh

seorang

ilmuwan ingin mempelajari hujan hutan tropis. Sangatlah

Variabel adalah faktor, kondisi dan / atau hubungan antara


kejadian kejadian atau sistem.

JenisJenis Variabel

tidak mungkin untuk mempelajari keseluruhan hutan


hujan tropis. Untuk mengatasi hal ini, ilmuwan tersebut
mempelajari bagianbagian kecil dari daerah tersebut.
Misalnya memusatkan perhatian pada jumlah hujan yang
turun, suhu atau faktor abiotik yang lainnya. Mereka
mungkin saja memfokuskan perhatian pada spesies
tumbuhan, hewan atau pada tumbuhan jamur.

67 Diktat Dasar-Dasar Pendidikan MIPA

Dalam pelajaran IPA dapat Anda jumpai beberapa


jenis

variabel.

Untuk

memudahkan

kita

dalam

pembelajaran selanjutnya, maka, pusat perhatian kita


hanya pada 3 variabel, yaitu variabel yang selalu
berubahubah atau variabel bebas (Manipulated Variable,
MV). Variabel yang merupakan hasil dari variabel yang
diubahubah atau variabel terikat (Responding Variabel,

68 Diktat Dasar-Dasar Pendidikan MIPA

RV) dan variabel yang dikontrol supaya tetap sama

pembuatan

selama proses percobaan (Control Variabel, CV)

pertanyaan. Tugas kita sekarang adalah mencari metode

Untuk memudahkan pemahaman Anda tentang

jawaban

secara

kuantitatif

dari

suatu

yang terbaik untuk mengukur variabel dalam suatu

variabel yang dimanipulasi dan responding variabel, Anda

pertanyaan

akan dilibatkan untuk melakukan percobaan berikut

mungkin saja diukur dengan skala millimeter, sentimeter,

bersamasama di kelas. Adapun langkahlangkah yang

mil, tahun cahaya, atau menggunakan panjang dari

harus Anda tempuh adalah dengan jalan memfotokopi /

tubuh kita, dan sebagainya. Metode yang digunakan

menjiplak gambar berikut dengan menggunakan kertas

untuk

yang agak keras, (bisa digunakan kertas HVS yang agak

operasional.

tebal).

yang

mengukur

diajukan.

variabel

Sebagai

tersebut

contoh,

disebut

jarak,

definisi

Definisi operasional adalah metode untuk memberi


Kemudian ikuti petunjuk yang terdapat pada

gambar, yaitu :
1. Guntinglah kertas mulai ABCD
2. Guntinglah garis putusputus. Hatihatilah jangan
sampai putus.
3. Lipat kertas pada daerah e ke kiri, f ke kanan atau
sebaliknya.

definisi, mengukur, atau mendeteksi adanya suatu


variabel.
Contoh : jika Anda ingin menanyakan kepada
siswa Anda, apakah mereka mengetahui cara untuk
mengukur daya serap kertas tisu terhadap air. Daya
serap (absorbancy) adalah variabel. Sekarang anda
diminta

untuk
daya

membagi
serap

definisi
dari

operasional

4. Lipat g dan h ke salah satu sisi saja.

mengukur

kertas

D. Definisi Operasional

Mencelupkan, Mengangkat / menyerap, Menuang.

Anda sekarang telah mengetahui bahwa variabel adalah

faktorfaktor atau kondisi yang merupakan bagain dari


suatu kejadian. Dalam IPA kita sering dihadapkan pada
69 Diktat Dasar-Dasar Pendidikan MIPA

70 Diktat Dasar-Dasar Pendidikan MIPA

tisu,

untuk

yaitu