Anda di halaman 1dari 2

1. Mengapa UU yang berkaitan dengan lingkungan hidup berubah?

Berapa kali
perubahannya? Tunjukkan dan sebutkan perubahan tersebut disertai upload secara
terpisah seluruh UU yang dimaksud! Bandingkan dengan Negara maju seperti AS
apakah mereka memiliki UU lingkungan ? apa namanya? Apakah ada perubahan tiap
beberapa tahun dan apa perubahannya?
Jawaban :
UU mengenai lingkungan hidup berubah karena mengikuti perkembangan jaman
akibat makin banyaknya sejumlah pelanggaran akibat kerusakan lingkungan yang
dibuat oleh sejumlah pihak tertentu yang memiliki kepentingan dan kemudahan untuk
mencemari atau berbuat sesuatu yang mengakibatkan kerusakan lingkungan. Banyak
sekali upaya pengelolaan yang berimbas pada pengrusakan lingkungan yang tidak
sesuai dengan UU Bab 1 Pasal 1 yang berbunyi Lingkungan hidup adalah kesatuan
ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia
dan perilakunya, yang memengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan
manusia serta makhluk hidup lain hal ini berkaitan dengan upaya manusia yang
tercantum dalam pasal 2 yaitu pengelolaan lingkungan hidup adalah upaya terpadu ,
untuk melestarikan penataan, pemanfaatan, pengembangan, pemeliharaan, pemulihan,
pengawasan, dan pengendalian hidup. Pada UU lingkungan hidup no. 37 tahuin 2003
misalnya dalam UU ini lebih menekankan pada metoda analisis kualitas air
permukaan dan pengambilan contoh air sampel. Hal ini menegaskan pula semakin
lama dan semakin banyaknya perubahan UU yang dilakukan pemerintah semata-mata
hanya untuk menjaga kualitas dan kesehatan hidup orang banyak dan dengan adanya
perubahan pada UU mampu menjawab persoalan lingkungan hidup yang ada di
Indonesia. Di Amerika dikenal istilah Revolusi Hijau atau gerakan l;ingkungan Hidup
Amerika yang merupakan usaha ppengembangan teknologi pertanian untuk
meningkatkan produksi pangan. Gerakan ini diawali Ford dan Rockkefeller
Foundation. Revolusi hijau menekankan pada serealia yang termasuk padi jagung,
gandum dan lain-lain.
2. berbagai upaya yang diamati oleh para pakar dalam menagatasi lupur lapindo salah
satunya mengenai pemecahan upaya lumpu lapindo salah satunya adalah dilihat dari
dampak psikososial akibat bencana yang ditimbulkan oleh lumpur lapindo.
Masyarakat korban bencana lumpur Lapindo mengalami dampak psikologis seperti
perubahan emosi, dan perubahan kognitif. Dampak psikologis ini dipengaruhi oleh
durasi terjadinya bencana, kualitas dan kuantitas kehilangan yang dialami, serta faktor
internal individu korban dalam menggunakan mekanisme koping yang digunakan
serta dukungan sosial yang ada. Dampak sosial yang terjadi pada masyarakat korban
antara lain adanya perubahan fungsi keluarga, perubahan hubungan social
masyarakat, resiko gangguan perkembangan anak dan remaja, penurunan aktifitas

spiritual, kehilangan mata pencaharian, dan dukungan social yang ada. Hal ini
merupakan kerugian modal sosial yang dialami masyarakat korban khususnya dapat
disebabkan oleh adanya perubahan emosi atau sebaliknya. Harapan masyarakat untuk
terselesaikanya masalah akibat bencana lumpur Lapindo merupakan hak masyarakat
korban untuk mendapatkan kehidupan layak dan sejahtera sebagaimana yang diatur
dalam UUD 1945 dan deklarasi PBB tentang hak asasi manusia. Dengan demikian,
kebutuhan masyarakat korban akan layanan kesehatan baik layanan kesehatan fisik
maupun psikososial merupakan kebutuhan yang umum dibutuhkan oleh masyarakat
paska mengalami korban, dan selayaknya dipenuhi oleh pemerintah maupun PT
Lapindo