Anda di halaman 1dari 12

PENDAHULUAN

Filsafat ilmu adalah bagian dari filsafat yang menjawab beberapa pertanyaan
mengenai hakikat ilmu. Bidang ini mempelajari dasar-dasar filsafat, asumsi dan implikasi
dari ilmu, yang termasuk di dalamnya antara lain ilmu alam dan ilmu sosial. Di sini, filsafat
ilmu sangat berkaitan erat dengan epistemologi dan ontologi. Filsafat ilmu berusaha untuk
dapat menjelaskan masalah-masalah seperti: apa dan bagaimana suatu konsep dan pernyataan
dapat disebut sebagai ilmiah, bagaimana konsep tersebut dilahirkan, bagaimana ilmu dapat
menjelaskan, memperkirakan serta memanfaatkan alam melalui teknologi; cara menentukan
validitas dari sebuah informasi; formulasi dan penggunaan metode ilmiah; macam-macam
penalaran yang dapat digunakan untuk mendapatkan kesimpulan; serta implikasi metode dan
model ilmiah terhadap masyarakat dan terhadap ilmu pengetahuan itu sendiri.
Ilmu berusaha menjelaskan tentang apa dan bagaimana alam sebenarnya dan
bagaimana teori ilmu pengetahuan dapat menjelaskan fenomena yang terjadi di alam. Untuk
tujuan ini, ilmu menggunakan bukti dari eksperimen, deduksi logis serta pemikiran rasional
untuk mengamati alam dan individual di dalam suatu masyarakat.
Keperawatan merupakan suatu profesi yang difokuskan pada perawatan individu,
keluarga, dan komunitas dalam mencapai, memelihara, dan menyembuhkan kesehatan yang
optimal dan berfungsi. Definisi modern mengenai keperawatan didefinisikan sebagai ilmu
pengetahuan dan suatu seni yang memfokuskan pada mempromosikan kualitas hidup yang
didefinisikan oleh orang atau keluarga, melalui seluruh pengalaman hidupnya dari kelahiran
sampai asuhan pada kematian.
Salah satu cara untuk menunjukkan eksistensi keperawatan adalah dengan
mengembangkan salah satu model pelayanan keperawatan yang sesuai dengan kondisi
masyarakat Indonesia. model keperawatan Neuman, dikenal dengan model adaptasi dimana
Neuman memandang pengalaman klinis dikeperawatan distrik dan psikiatrik
Dari berbagai tingkatan usia. Aplikasi proses keperawatan menurut konsep teori
Neuman di Rumah Sakit telah banyak diterapkan namun sedikit sekali perawat yang
mengetahui dan memahami bahwa tindakan keperawatan tersebut telah sesuai. Bahkan
perawat melaksanakan asuhan keperawatan tanpa menyadari sebagian tindakan yang telah
dilakukan pada klien adalah penerapan konsep teori Neuman.
Oleh karena itu, kelompok memandang perlu untuk mengetahui dan mengkaji lebih
jauh tentang penerapan model keperawatan yang sesuai dengan teori Sistem Neuman
dilapangan atau rumah sakit, sehingga dapat diketahui apakah teori Neuman dapat
diaplikasikan dengan baik dalam pelayanan keperawatan/ asuhan keperawatan

TEORI MODEL KEPERAWATAN


BETTY NEUMAN
1. Pengertian
Model keperawatan menurut Betty Newman ini disebut The Newman Health Care
System. Model Newman menggambarkan peran dan fungsi perawat yang bersifat
menyeluruh dan saling ketergantungan (interdependensi) dalam satu sistem yang terbuka
yang merupakan rangkaian dari input, proses dan output. Ini berarti bahwa sistem
berfungsi sebagai penyaring untuk fungsi tertentu. Komponen dari sistem ini adalam
stress dan reaksi terhadap stress.
Stressor mempengaruhi keseimbangan homeostatis, jika keseimbangan ini terganggu
maka energi dikeluarkan untuk mengatasi. Contoh : bila terjadi atropy maka energi
mengair untuk mengatasi keseimbangan menuju kondisi Stready State (Newman, 1989).
2. Kerangka konsep

a. Basic Structure and Energy Resources/Struktur Dasar dan Sumber Energi


Struktur dasar, atau inti pusat, terdiri dari faktor-faktor kelangsungan hidup dasar
umum untuk spesies. Struktur dasar berisi seluruh variable untuk mempertahankan
hidup dasar yang biasa terdapat pada manusia sesuai karakteristik individu yang
unik. Variabel-variabel tersebut yaitu variabel sistem, genetik, dan
kekuatan/kelemahan bagian-bagian sistem.
5 Faktor Menurut Neuman secara holistic :
1) Faktor Fisiologis meliputi struktur dan fungsi tubuh
2) Faktor psikologis terdiri dari proses dan hubungan mental
3) Faktor sosial budaya meliputi fungsi sistem yang menghubungkan sosial dan
ekspektasi kultural dan aktivasi.
4) Faktor perkembangan sepanjang hidup.
5) Faktor spiritual pengaruh kepercayaan spiritual
Faktor-faktor ini berhubungan secara dinamis dan tidak dapat dipisah-pisahkan.
Klien juga dipandang mengalami kondisi yang bervariasi, sesuai stress yang dialami.
Ketika stressor terjadi individu banyak membutuhkan informasi atau bantuan untuk
mengatasi stressor. Pemberian motivasi merupakan rencana tindakan perawat untuk
membantu perkembangan klien.
Sistem klien diartikan dalam struktur dasar dan lingkaran-lingkaran konsentrik
yang saling berkaitan . Struktur dasar meliputi faktor dasar kelangsungan hidup yang
lebih umum dari karakter sehat dan sakit yang merupakan gambaran yang unik dari
system klien. Secara umum gambaran keunikan sistem klien dari Neuman adalah
range temperatur normal, struktur genetik , pola respon, kekuatan dan kelemahan
organ, struktur ego dan pengetahuan atau kebiasaan.
b. Garis Pertahanan/ Lines of Resistance
Merupakan serangkaian lingkaran putus-putus yang mengelilingi struktur dasar.
Artinya garis resisten ini melindungi struktur dasar dan akan teraktivasi jika ada
invasi dari stressor lingkungan melalui garis normal pertahanan (normal line of
defense). Misalnya adalah mekanisme sistem immun tubuh.
Jika lines of resistance efektif dalam merespon stressor tersebut, maka sistem
depan berkonstitusi, jika tidak efektif maka energi berkurang dan bisa timbul
kematian.
Garis Pertahanan normal/ Normal Lines of Defense
1) Merupakan lingkaran utuh yang mencerminkan suatu keadaan stabil untuk
individu, sistem atau kondisi yang menykukertai pengaturan karena adanya
3

stressor yang disebut keadaan wellness normal dan digunakan sebagai dasar
untuk menentukan adanya deviasi dari keadaan wellness untuk sistem klien.\
2) Berbagai stressor dapat menginvasi normal line defense jika flexible lines of
defense tidak dapat melindungi secara adekuat. Jika itu terjadi maka sistem klien
akan bereaksi yang akan tampak pada adanya gejala ketidakstabilan atau sakit
dan akan mengurangi kemampuan sistem untuk mengatasi stressor tambahan.
3) Normal lines of defense terbentuk dari beberapa variabel dan perilaku seperti
pola koping individu, gaya hidup dan tahap perkembangan.
Garis Pertahanan Fleksibel/ Flexible Lines of Defense
1) Digambarkan sebagai lingkaran putus-putus paling luar yang berperan
memberikan respon awal atau perlindungan pada sistem dari stressor
2) Diibaratkan sebagai suatu accordion yang bisa menjauh atau mendekat pada
normal line of defense. Bila jarak antara flexible lines of defense dan normal
lines of defense meningkat maka tingkat proteksipun meningkat
3) Melindungi normal line of defense dan bertindak sebagai buffer untuk
mempertahankan keadaan stabil dari sistem klien.
4) Bersifat dinamis dan dapat berubah dalam waktu yang relatif singkat.
Hubungan dari berbagai variabel (fisiologi, psikologis, sosiokultur, perkembangan
dan spiritual) dapat mempengaruhi tingkat penggunaan flexible lines of defense
terhadap berbagai reaksi terhadap stressor.
c. Tingkat Reaksi
Tindakan yang muncul akibat dari pengaruh tekanan.
d. Intervensi
Identifikasi tindakan sebagai akibat dari reaksi yang timbul.
Neuman memberikan penekanan pada penurunan stress dengan cara memperkuat
garis pertahanan diri keperawatan ditujukan untuk mempertahankan keseimbangan
tersebut dengan terfokus pada empat intervensi yaitu :
1) Intervensi yang bersifat promosi
Dilakukan apabila gangguan yang terjadi pada garis pertahanan yang bersifat
fleksibel yang berupa :
a. Pendidikan kesehatan.
b. Mendemonstrasikan keterampilan keperawatan dasar yang dapat dilakukan
klien dirumah atau komonitas yang bertujuan meningkatkan kesehatan.
2) Intervensi yang bersifat prevensi
Dilakukan apabila garis pertahanan normal terganggu :
a. Deteksi dini gangguan kesehatan Misalnya deteksi tumbuh kembang balita,
keluarga dll

b. Memberikan zat kekebalan pada klien yang bersifat individu misalnya :


konseling pra nikah
3) Intervensi yang bersifat kuratif Dilakukan apabila garis pertahanan terganggu.
4) Intervensi yang bersifat rehabilitatif
Dilakukan seperti pada upaya kuratif yaitu apabila garis pertahanan resisten
yang terganggu.
Komunitas dilihat sebagai klien yang dipengaruhi oleh dua aktor utama :
komonitas yang merupakan klien dan penggunaan proses keperawatan sebagai
pendekatan yang terdiri dari 5 tahapan :
a. Pengkajian
b. Diagnosis keperawatan komonitas
c. Perencanaan
d. Pelaksanaan
e. Evaluasi
e. Tingkat-Tingkat Pencegahan
Dibagi menjadi :
1) Pencegahan primer berdasarkan teori sistem Neuman yaitu mengidentifikasi
faktor resiko dan membantu masyarakat dalam meningkatkan kesehatan dan
aktifitas pendidikan kesehatan.
2) Pencegahan sekunder yaitu inisiatif dalam bentuk intervensi jika terjadi
masalah, perawat berperan sebagai Early Case Finding, pengobatan setelah
pasien terdiagnosa mengidap suatu penyakit.
3) Pencegahan tersier yaitu mempertahankan kesehatan, perawat membantu
dengan adaptasi dan reduksi untuk mencegah komplikasi, asuhan keperawatan
ditujukan untuk mencegah dan mengurangi reaksi tubuh akibat stressor dengan
pencegahan primer, sekunder dan tersier.

f. Penyesuaian Kembali
Adaptasi dari tindakan yang berasal dari sekitar baik interpersonal. Intra
personal dan ekstra personal.
Faktor yang perlu di perhatikan adalah :
1) Fisiologi individu
2) Psikologi individu
3) Sosial cultural
4) Perkembangan individu
g. Lingkungan/ Environment
Menurut Neuman, lingkungan adalah seluruh faktor-faktor internal dan eksternal
yang berada di sekitar klien . Neuman mengatakan baik lingkungan internal maupun
ekternal pada manusia memiliki hubungan yang harmonis dan keduanya mempunyai
5

keseimbangan yang bervariasi, dimana keseimbangan atau keharmonisan antara


lingkungan internal dan eksternal tersebut dipertahankan. Pengaruh lingkungan
terhadap klien atau sebaliknya bias berdampak positif atau negative. Stressor yang
berasal dari lingkungan meliputi 3 hal yaitu intrapersonal, interpersonal dan
extrapersonal.
Neuman membagi lingkungan menjadi 3 yaitu :
1) Lingkungan internal yaitu lingkungan intrapersonal yang ada dalam system klien.
2) Lingkungan eksternal adalah lingkungan yang berada diluar system klien.
Kekuatan-kekuatan dan pengaruh interaksi yang berada diluarnsistem klien.
3) Lingkungan yang diciptakan merupakan pertukaran energi dalam system terbuka
dengan lingkungan internal dan eksternal yang bersifat dinamis.Lingkungan ini
tujuannya adalah untuk memberikan stimulus positif kearah kesehatan klien
h. Stresor/Stressors
Stressor adalah kekuatan lingkungan yang menghasilkan ketegangan dan
berpotensial untuk menyebabkan sistem tidak stabil. Neuman mengklasifikasi
stressor sebagai berikut :
-

Stressor intrapersonal : terjadi dalam diri individu/keluarga dan berhubungan

dengan lingkungan internal. Misalnya : respon autoimmune


Stressor interpersonal : yang terjadi pada satu individu/keluarga atau lebih

yang memiliki pengaruh pada sistem. Misalnya : ekspektasi peran.


Stressor ekstrapersonal : juga terjadi diluar lingkup sistem atau
individu/keluarga tetapi lebih jauh jaraknya dari sistem dari pada stressor

interpersonal. Misalnya : sosial politik.


Stressor interpersonal dan extrapersonal berhubungan dengan lingkungan
eksternal. Created environment mencakup ketiga jenis stressor ini.

i. Kesehatan (Sehat) /Health


Neuman mengidentifikasikan kesehatan sebagai stabilitas sistem yang optimal,
atau keadaan optimal kesehatan pada waktu. Kesehatan dipandang sebagai kontinum
dari kesehatan ke penyakit. Sebagai orang yang berada dalam interaksi
yangkonstan dengan lingkungan, keadaan kesehatan (dan implikasinya
negara lainnya) beradadalam kesetimbangan dinamis, bukan di segala macam
kondisi mapan. Neuman mengusulkan wellness (penyakit kontinum), dengan posisi
orang yang kontinum dipengaruhi oleh interaksi mereka dengan variabel dan
tekanan yang mereka hadapi. Sistem klien bergerak ke arah penyakit dan
kematian (entropy) bila dibutuhkan lebih banyak energi dari pada yang
6

tersedia. Sistem klien bergerak ke arah kesehatan (negentropy) ketika lebih


energis tersedia dari pada yang dibutuhkan
3. Tujuan model dan bentuk praktik keperawatan menurut Betty Newman
a. Stabilisator klien dan keluarga dalam lingkungan yang dinamis
b. Klien merupakan sistem terbuka (individu, keluarga, kelompok, komunitas) yang
terdiri dari struktur dasar atau tiitik sentral faktor kehidupan yang dikelilingi
lingkungan yang di ikat garis pertahanan fleksibel, normal, dan resisten.
c. Peran stress mengidentifikasi stressor interpersonal dan ekstrapersonal membantu
klien berespon terhadap stressor dengan memperkuat pertahanan dalam mengatasi
stressor.
d. Fokus intervensi memperkuat sistem pertahanan dan menurunkan stressor
e. Cara intervensi ditujukan untuk mempertahankan keseimbangan melalui intervensi
yang bersifat promosi, dilakukan jika gangguan terjadi dalam garis pertahanan
normal, terganggu, bersifat kuratif atau rehabilitatif dilakukan jika garis pertahanan
resisten terganggu.
f. Hasil intervensi rekonstitusi (pergeseran) dari status kesehatan terbentuk tertentu
ketingkat kesehatan yang diinginkan kestabilan sistem klien.
4. Sifat modal bentuk praktik keperawatan menurut Betty Newman
Menggunakan pendekatan manusia utuh, dengan memutuskan konsep holistic,
pendekatan sistem terbuka dan konep stressor (1972)
5. Paradigma Keperawatan
Betty Newman membagi keperawatan menjadi 4 (empat) komponen konsep sentral,
yaitu :
a. Manusia /Klien /individu
Manusia atau klien atau individu dipandang sebagai sistem terbuka, yang selalu
mencari keseimbangan yang harmonis, gabungan dari hubungan dan merupakan satu
kesatuan dari fisiologi, psikologis, sosiokultural perkembangan dan spiritual.
b. Masyarakat /lingkungan
Masyarakat atau lingkungan sebagai faktor faktor yang terdiri atau kekuatan
disekitar individu baik internal maupun eksternal yang saling berpengaruh dalam
sistem klien dapat mempertahankan keseimbangan yang harmonis. Lingkungan
menurut Newman mencakup semua faktor yang mempengaruhi dan dipengaruhi
oleh sistem.
c. Kesehatan

Kesehatan sebagai salah satu kodisi terpenuhinya semua kebutuhan dan terciptanya
keselarasan antara elemen-elemen individu dan sebagai keadaan yang adekuat dalam
suatu sistem stabilitator yang merupakan keadaan yang baik
Keseimbangan dinamis dampak dari keberhasilan menghindari/ mengatasi stress.
Serta sehat adalah keseimbangan biologis, psikologis, sosiokultural, spiritual pada
pertahanan klien yang fleksibel (ketersediaan dana pelayanan kesehatan, pekerjaan
dan iklim) normal (ketersediaan dan keadekuatan pelayanan, perlindungan status
nutrisi secara umum, tingkat pendapatan, rumah yang sehat dan sikap masyarakat
terhadap kesehatan) dan resisten (ketersediaan pelayanan kesehatan, tingkat
pendidikan masyarakat, transportasi yang medukung, fasilitas rekreasi dan cakupan
imunisasi penduduk)
d. Keperawatan
Keperawatan sebagai paradigma yang bertujuan menurunkan stressor melalui :
1) Pencegahan Primer : tindakan perawatan untuk mengidentifikasi adanya
stressor, mencegah terjadinya reaksi tubuh, karena adanya stressor serta
mendukung pasien dalam koping yang konstruktif.
2) Pencegahan sekunder : tindakan keperawatan untuk mengurangi atau
menghilangkan gejala penyakit atau reaksi tubuh lainnya karena adanya stressor
3) Pencegahan tersier : meliputi pengobatan rutin dan teratur serta pencegahan
secara lanjut atau atau komplikasi dari suatu penyakit
Stressor stressor tersebut meliputi :
Lingkkungan Fisik : segala bentuk lingkungan secara fisik yang dapat
mempengaruhi perubahan status kesehatan
Lingkungan sosial : masyarakat luas serta budaya yang ada
Lingkungan psikologis : keadaan yang menjadikan terganggunya psikologis
pada seseorang
Keperawatan

: sebagian dari sistem pelayanan kesehatan dan sistem sosial


disekitarnya yang mempunyai hubungan saling ketergantungan
(interindependesi). Keperawatan mempunyai hubungan timbal balik
dengan sistem disekitarnya dan berupaya mengoptimalkan fungsi dan
kalangan hidup seluruh sistem.

e. Komunitas
Komunitas merupakan salah satu sasaran pelayanan keperawatan. Faktor faktor
yang memperngaruhi kelangsungan hidup komunitas adalah struktur fisik, tempat,

riwayat, masyarakat, usia, ras, dan komposisi jenis kelamin dalam satu populasi.
Komunitas mengandung unsur unsur garis pertahanan seperti berikut :
1) Garis pertahanan resistensi yang terdiri dari ketersediaan pelayanan kesehatan
tingkat pendidikan masyarakat, transportasi yang mendukung, fasilitas rekreasi,
dan cakupan imunisasi penduduk.
2) Garis pertahanan normal terdiri dari ketersediaan dan keadekuatan pelayanan,
perindungan status, nutrisi secara umur, tingkat pendapatan, rumah yang sehat
dan sikap masyarakat terhadap kesehatan.
3) Garis pertahanan fleksibel, meliputi ketersediaan dana pelayanan kesehatan,
pekerjaan dan iklim.
6. Model Betty Newman
Model Newman berfokus pada individuan respon atau reaksi individu terhadap
stress termasuk faktor faktor yang mempengaruhi dan kemampuan adaptasi pasien.
Menurut Neuman, manusia merupakan sistem terbuka yang saling berinteraksi dengan
lingkungan internal maupun ekternal yang dapat membantu merupakan penyebab
penyebab stress (stressor). Dalam kehidupan sehari hari individu selalu berusaha
mempertahankan dan memenuhi kebutuhan biologi, psikologi dan sosial kultural.
Adanya stressor seperti penyakit misalnya, menyebabkan seseorang bereaksi untuk
mempertahankan kesehatannya melalui mekanisme pemecahan masalah atau kopig
tertentu. Penyebab stressor dapat berasal pada diri sendiri, dari luar individu atau karena
interaksi dengan orang lain. Pengaruh stressor, lamanya stressor serta kemampuan dan
keefektifan koping yang digunakan.
Menurut Newman asuhan keperawatan dilakukan untuk mencegah atau mengurangi
reaksi tubuh akibat adanya stressor. Peran ini disebut pencegahan penyakit yang terdiri
dari pencegahan primer, sekunder, tersier.
Pencegahan primer meliputi tindakan perawatan untuk mengidentifikasi adanya
stressor serta mendukung koping pasien yang konstruktif.
7. Aplikasi Model Newman dalam Asuhan Keperawatan
Model ini banyak digunakan melakukan pengkajian di komunitas dan keluarga.
Misalnya mengkaji stressor primer, sekunder, tersier untuk menentukan apakah stressor
tersebut telah sampai pada tahap mengganggu garis pertahanan. Stressor primer
mencakup perkawinan dan pertahanan. Stressor primer mencakup perawinan dan
kedatangan anak dalam keluarga, sedangkan stressor sekunder mencakup tidak
bekerja/PHK, bencana alam dan kematian anggota keluarga. Stressor tersier mencakup
9

penyalahgunaan obat penyakit mental atai fisik yang kronik, kehilangan fungsi tubuh dan
perceraian.

APLIKASI TEORI DALAM ASUHAN KEPERAWATAN


I. PENGKAJIAN Keluarga
Nama KK

: Ny E

Umur

: 62 tahun

Agama

: Islam

Alamat

: RT 5 RW I Kel P kec U

Pekerjaan

: IRT

Pendidikan

: SD Tamat

No
1
2
3
4

Nama

Hubungan dg

Umur

Pendidikan

Pekerjaan

Ny. P
Tn. A
An. Na
An. Ni

Klien
Anak
Menantu
Cucu
Cucu

32
34
2
2

SMA
SMA
-

IRT
Swasta
-

Riwayat Kesehatan Sebelumnya


Ny.E menderita Hipertensi sejak 5 tahun yang lalu yang mengeluh pusing. Tekanan
darah naik bila klien dalam hari tersebut terlalu banyak mengkonsumsi jenis dagingdagingan. TD 170/110 mmHg.
Keluarga sdh mengetahui gejala yang terjadi jika tekanan darah ny E sedang tinggi
yaitu pusing dan terasa kaku di leher. Oleh karena itu jika tekana darahnya dirasakan
naik keluarga langsung berinisiatif membuat ramuan tradisional untuk menurunkan
tekanan darah dengan labu yang direbus. Jika dirasakan bertambah parah biasanya
keluarga Tn J langsung membeli obat sendiri yaitu amlodipin 5 mg 1x1 tab. Klien
jarang memeriksakan tekanan darahnya karena sibuk menjaga cucunya.Penyakit yang
sering diderita: demam,batuk pilek
10

Karakteristik keluarga dan komunitas


Anggota keluarga tidak ada yang mengikuti organisasi sosial di lingkungannya karena
sibuk.
Psikologis keluarga :
a. Keadaan emosi / mental
Keadaan emosi anggota keluarga stabil
b. Koping keluarga
Jika ada masalah dibicarakan bersama anggota keluarga
c. Kebiasaan buruk
Ny E menyukai makanan yang asin, dan ny P selalu menyediakan makanan yang
disukai ibunya.
II. PENGKAJIAN INDIVIDU
Ny E, 62 th, agama islam, dengan riwayat hipertensi. Keluarga mengaku jarang pergi ke
Puskemas.
Ny.E menderita Hipertensi sejak tahun 1990an, dia mengeluh pusing. Tekanan darah naik
bila klien dalam hari tersebut terlalu banyak mengkonsumsi jenis daging-dagingan. TD
170/100 mmHg.
Keluarga sdh mengetahui gejala yang terjadi jika tekanan darah ny E sedang tinggi yaitu
pusing dan terasa kaku di leher. Oleh karena itu jika tekana darahnya dirasakan naik
keluarga langsung berinisiatif membuat ramuan tradisional untuk menurunkan tekanan
darah dengan labu yang direbus. Jika dirasakan bertambah parah biasanya keluarga tn J
langsung membeli obat sendiri yaitu amlodipin 5 mg 1x1 tab. Klien jarang memeriksakan
tekanan darahnya karena sibuk menjaga cucunya.
Pola makan Ny E adalah 2-3 kali sehari,tp keluarga tdk pernah membuat menu khusus
untuk Ny E karena tidak tahu makana apa yang terbaik untuk penderita hipertensi dan
tidak tahu makanan pantangan.
Keadaan emosi : Klien tampak tenang. Klien dapat menerima keadaan sakitnya.

11

III. DIAGNOSA KEPERAWATAN YANG MUNCUL


1. Kekambuhan/ ketidakpatuhan terhadap program terapi berhubungan dengan
ketidaktahuan keluarga mengenal masalah hipertensi
2. Kekambuhan/ ketidakpatuhan terhadap program terapi berhubungan dengan
ketidakmampuan keluarga mengambil keputusan untuk mengatasi masalah hipertensi.
3. Kekambuhan/ ketidakpatuhan terhadap program terapi berhubungan dengan
ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga dengan masalah hipertensi.
IV. TUJUAN KEPERAWATAN
1. Tidak terjadi kekambuhan / ketidakpatuhan terhadap program terapi hipertensi
Keluarga mampu mengenal kekambuhan/ ketidakpatuhan terhadap program terapi
hipertensi dengan kriteria keluarga dapat :
a. Menyebutkan pengertian tanda dan gejala dari masalah yang ada
b. menyebutkan penyebab dari hipertensi
c. Menyebutkan faktor yang mempengaruhi hipertensi
d. memiliki persepsi yang positif terhadap masalah.
2. Tidak terjadi perubahan perfusi jaringan kekambuhan / ketidakpatuhan terhadap
program terapi hipertensi, dengan kriteria keluarga dapat :
a. Mengatasi masalah yang dirasakan keluarga
b. Menyebutkan akibat dari masalah
c. Membuat keputusan yang tepat tentang penanganan masalah
3. Tidak terjadi kekambuhan / ketidakpatuhan terhadap program terapi hipertensi,
dengan kriteria keluarga dapat :
a. Memanfaatkan sumber daya dan fasilitas yang diperlukan untuk perawatan klien
dengan hipertensi yaitu dengan kontrol minimal 1 bulan sekali ke Puskesmas/
fasilitas kesehatan
b. Merawat anggota keluarga dengan masalah hipertensi
c. Memodifikasi ligkungan untuk anggota keluarga dengan hipertensi :
- Diit rendah garam
- Olah raga teratur
- Meminum obat hipertensi sesuai dengan anjuran dokter
- Menghindari minum kopi
- Menghindari klien dari stressor

12