Anda di halaman 1dari 7

BURN UNIT

1. Buat status Burn Unit secara lengkap.


2. Resusitasi diteruskan dengan observasi
produksi urine tiap jam. Pada fase akut
yang paling utama adalah monitor
produksi urine dan ukur CVP.
3. Periksa; darah lengkap, foto thorak bila
ada trauma inhalasi, EKG bila trauma
listrik, kultur luka, urine lengkap, analisa
gas darah.

4. Penderita di beri analgetika kuat,


biasanya diberikan morfin, baik saat
pencucian luka ( mandi ) atau rutin bila
ada keluhan.
5. Mandi atau keramas dengan air kran
dan sabun, sesudah bersih dibilas
dengan savlon 1;30. Mandi 1 kali setiap
hari.
6. Antibiotik tidak diberikan secara rutin
kecuali ada indikasi.
7. Intake tinggi kalori dan protein.

8. Persiapkan pasien yang perlu


dilakukan eskarektomi ( tingkat IIB )
usahakan dilakukan dalam general
anstesi.
9. Skin graft atau skin flap dilakukan
pasca eksisi skar ( tingkat 3 ).
10. Rehabilitasi.
11. Untuk luka bakar listrik dan bahan
kimia prinsipnya sama dengan luka
bakar pada umumnya.

RAWAT JALAN.
Setelah penderita diperbolehkan poliklinis
problem yang mungkin terjadi adalah
kontraktur, hipertropik scar atau keloid.
Posisi nyaman (position of comfort) adalah
posisi kontraktur.
Luka akan mengkerut sampai menemukan
kekuatan yang melawannya seperti splint,
latihan atau kombinasi keduanya.

Splint yang dipergunakan selalu harus


berada ditempatnya dan dilepas hanya
pada waktu latihan, kemudian dipasang
kembali. Jika mengganggu aktifitas
dianjurkan pemasangan pada malam
hari, saat tidur (Night Splinting).
Kepala dan leher tidur tidak memakai
bantal, posisi ekstensi, memakai collar
neck.
Siku ekstensi dengan splint.

Bahu aduksi 90 derajat dan fleksi 30


derajat.
Tangan posisi fungsional atau posisi
lumbrikal plus.
Tungkai bawah-panggul; ekstensi dan
abduksi 15 derajat.
- lutut
; ekstensi
- kaki
; pergelangan kaki posisi netral
atau 90

dipasang foot board atau Dennis Brow


splint.

Bila terjadi kontraktur dilakukan


tindakan release bila perlu sebelum
terbentuk kontraktur berat sebelum
6 bulan pasca perawatan.
Tindakan berupa release kontraktur
dan skin graft atau flap.