Anda di halaman 1dari 17

PKM-P Tanoto

“BREAD FIT” ROTI KAYA DHA dan EPA YANG DIFORTIFIKASI DENGAN MIKROALGA

Porphyridium Cruentum

PKM-P Tanoto “BREAD FIT” ROTI KAYA DHA dan EPA YANG DIFORTIFIKASI DENGAN MIKROALGA Porphyridium Cruentum Ainul

Ainul Alim Rahman

Maudy Audina Afandy Adhan Apriadi Putra

UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR

2015

KELAPARAN DAN KESEHATAN YANG BURUK
KELAPARAN
DAN
KESEHATAN
YANG BURUK

LATAR

PERTUMBUHA N PENDUDUK vs KETERSEDIAA N PANGAN BELAKANG PANGAN SEMAKIN LANGKA EKSPLOR ASI LAUT SUMBER MAKANAN
PERTUMBUHA
N PENDUDUK
vs
KETERSEDIAA
N PANGAN
BELAKANG
PANGAN
SEMAKIN
LANGKA
EKSPLOR
ASI LAUT
SUMBER
MAKANAN
BARU
FORTIFIKASI
MIKROALGA Porphyridiu m Cruentum
MIKROALGA
Porphyridiu
m Cruentum
ROTI
ROTI

Malthus, T.R., 1798, An Essay on the Principle of Population, London Smith, L.C., 2011, The World in 2050, Four Forces Shaping

Civilization’s Northern

Future, Penguin Books Ltd., London.

Kelebihan Porphyridium Creuntum dari Ikan

Mudah dibudidaya kan
Mudah
dibudidaya
kan
Tidak mengalami kontaminasi pencemaran
Tidak
mengalami
kontaminasi
pencemaran
Asam omega-3 tinggi
Asam
omega-3
tinggi

Guerrero, J. L. G., Berlarbi, E. H., and Rebolloso-Fuentes, M. M., 2001, Eicosapentaenoic and Arachidonic Acids Purication From The Red Microalga Porphyridium Cruentum, J. Bioseparation, (9), 299-306.

KANDUNGAN

Karbohidrat 40-57 %
Karbohidrat
40-57 %
Porphyridiu m Cruentum
Porphyridiu
m
Cruentum
Lemak 9-14 % Protein 28- 39 %
Lemak 9-14
%
Protein 28-
39 %

Spolaore P., Joannis-Cassan C., Duran E, Isambert A., 2006, Comercial Applications of Microalgae, Journal Bioscience and Bioengineering, 101 (2), 87–96.

POTENSI

Porphyridium Cruentum Anti Virus Anti Bakteri
Porphyridium
Cruentum
Anti Virus
Anti Bakteri

Fabregas et al. 1999. In Vitro Inhibition Of The Replication Of Haemorrhagic Septicaemia

Virus (VHSV) and African Swine Fever Virus (ASFV) by Extracts From Marine Microalgae, J.

Kusmiyati, Antiviral Research Ni Wayan 44, SA. 67–73. 2006. Uji aktiivitas senyawa antibakteri dari mikroalga

Porphyridium cruentum, J. Biodiversitas, 8 (1), 48-53.

FORTIFIKASI

FORTIFIKASI Martianto, D., 2012, Fortifikasi Pangan , Departemen Gizi Masyarakat Fakultas Ekologi Manusia IPB, Bogor.

Martianto, D., 2012, Fortifikasi Pangan, Departemen Gizi Masyarakat

Fakultas Ekologi Manusia IPB, Bogor.

MIKROENKAPSULASI

MIKROENKAPSULASI Selim, K. A., Khalil, K. E., Abdel-Bary, M. S., and Abdel-Azeim, N. A., 2008, Extraction,

Selim, K. A., Khalil, K. E., Abdel-Bary, M. S., and Abdel-Azeim, N. A., 2008, Extraction, Encapsulation and Utilization of Red Pigments from Roselle (Hibiscus sabdariffa l.) as Natural Food Colourants, J. Food Science and Technology, Fayoum University.

RUMUSAN MASALAH

  • 1. Bagaimana membuat roti yang bergizi tinggi dari fitoplankton jenis Porphyridium cruentum ?

  • 2. Berapa kadar DHA dan EPA pada roti yang difortifikasi dari fitoplankton jenis Porphyridium cruentum ?

  • 3. Bagaimana pengaruh proses mikroenkapsul yang dibuat dengan metode Freeze drying terhadap kadar DHA dan EPA pada Roti?

  • 4. Bagaimana kualitas Roti yang dihasilkan dari penambahan mikroenkapsul Porphyridium cruentum ?

MAKSUD PENELITIAN

Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui dan

mempelajari cara mikroenkapsulasi fitoplankton

dengan metode Freeze drying dan pembuatan Roti

untuk anak busung lapar bergizi tinggi hasil

fortifikasi Porphyridium cruentum yang kaya DHA

dan EPA.

TUJUAN

PENELITIAN

  • 1. Untuk membuat roti yang bergizi tinggi dari fitoplankton

jenis Porphyridium cruentum

  • 2. Untuk menentukan kadar DHA dan EPA pada roti yang difortifikasi dari fitoplankton jenis Porphyridium cruentum.

  • 3. Untuk mengetahui bagaimana pengaruh proses mikroenkapsul yang dibuat dengan metode Freeze drying terhadap kadar DHA dan EPA pada Roti.

  • 4. Untuk menentukan kualitas Roti yang dihasilkan dari penambahan mikroenkapsul Porphyridium cruentum.

MANFAAT PENELITIAN

  • 1. Memberikan informasi tentang kandungan DHA dan EPA pada roti dari hasil fortifikasi fitoplankton jenis

Porphyridium cruentum.

  • 2. Memberikan informasi tentang pengaruh teknik mikroenkapsulasi dengan menggunakan metode Freeze drying terhadap kandungan DHA dan EPA pada roti hasil fortifikasi fitoplankton jenis Porphyridium cruentum.

  • 3. Memberikan informasi tentang cara pembuatan Roti bergizi tinggi dengan fortifikasi mikroenkapsul

Porphyridium cruentum.

METODE

PENELITIAN

BAHAN

Bahan-bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah fitoplankton Porphyridium cruentum yang berasal Balai Budidaya Air Payau Jepara, Air laut yang berasal dari pasar hobi Makassar, Akuades, FeCl 3 .6H 2 0, MnCl 2 .4H 2 O, H 3 BO 3 , Na–EDTA, NaH 2 PO 4 .2H 2 0, NaNO 3 , ZnCl 2 , CoCl 2 .6H 2 O, CuSO 4 .5H 2 O, (NH 4 ) 6 Mo 7 O 24 .4H 2 O, vitamin B1, B12, Natrium boraks, KIO 3 , H 2 SO 4 , HCl, Na 2 S 2 O 3 .5H 2 0, Na 2 SO 4 anhidrat, H2SO4 p.a, etanol 70 % teknis, kertas saring, aluminium foil, tissue, maltodekstrin, n-heksan, tepung terigu, telur ayam, ragi, margarin Simas Palmia, susu bubuk, susu cair, mencit, bahan pengembang (baking powder) ,telur , Kapsul Omega-3, Laktosa Broth p.a dan mencit.

ALAT

Alat- alat gelas yang pada umumnya digunakan dalam laboratorium, toples yang terbuat dari bahan gelas, aerator, salinometer, centrifuge, set lampu neon Philips 40 watt, kompor gas miyako, selang, batu aerator, pompa vakum, corong Buchner, neraca analitik, freeze dryer, UV-VIS, cawan aluminium, cawan petridisk, rak tabung, inkubator 37 oC, Penangas Air, Spektrofotometer 20 D+ , desikator, cawan porselin, alat soxhleth, oven listrik, blender, mixer, panci, plastik bening, sendok, Baskom, kandang mencit dan loyan.

PROSEDUR

KERJA

SKEMA UMUM Pembuatan Kultur Medium Fitoplankton Pemanenan Conway Porphyridium Biomassa Cruentum Pembuatan dan Pembuatan roti Penentuan
SKEMA UMUM
Pembuatan
Kultur
Medium
Fitoplankton
Pemanenan
Conway
Porphyridium
Biomassa
Cruentum
Pembuatan dan
Pembuatan roti
Penentuan kualitas
Mikrokapsul
Fitoplankton
Porphyridium
cruentum
Analisis DHA dan
EPA
Uji SNI
01-3840-1995

SEKIAN DAN TERIMA KASIH