Anda di halaman 1dari 2

Gaji Presiden Dinaikkan, Publik Bisa

Marah
26 Jan 2011
Nasional
Suara Karya
JAKARTA (Suara Karya) Rencana pemerintah untuk menaikkan gaji presiden dan
wapres pada tahun ini dinilai tidak tepat dan dikhawatirkan akan memancing kemarahan .
publik. Sebelum menaikkan gaji pejabat negara, pemerintah sebaiknya menyusun sistem
standardisasi penggajian yang tepat dan layak.
Demikian rangkuman pendapat Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso, Ketua Umum PDI
Perjuangan Megawati Soekamoputri, dan pengamat politik Universitas Indonesia (U!)
Maswadi Rauf, yang disampaikan secara terpisah, di Jakarta, Selasa (25/1).
Mereka menanggapi pernyataan Menteri Keuangan Agus Martowardojo yang
menyatakan, gaji presiden akan dinaikkan pada tahun ini. Alasannya, karena selama tujuh
tahun ini, gaji presiden belum mendapatkan kenaikan.
Tahun ini (gaji presiden) naik. Untuk anggarannya, sebenarnya sejak tiga tahun lalu
sudah ada. Namun, soal remunerasi pejabat ini belum selesai karena masalahnya
kompleks," ujar Menkeu.
Agus mengatakan, kenaikan gaji presiden ini penting, karena jika tidak, maka pejabatpejabat negara lain akan sulit memperoleh kenaikan gaji apabila gaji presiden sebagai
kepala pemerintahan tidak dinaikkan.
"Kalau tidak ada penyesuaian gaji presiden, maka nanti gaji pejabat negara di bawah
presiden akan sulit dilakukan penyesuaian. Jadi, kalau mau penyesuaian (kenaikan) gaji,
maka harus dimulai dari gaji presiden dulu," tuturnya.
Priyo mengingatkan, .standardisasi terhadap besaran gaji pejabat negara perlu dilakukan
agar tidak terjadi kesenjangan yang terlalu tinggi dengan pegawai pemerintahan lainnya,
misalnya gaji pegawai yang berada di bawah, seperti prajurit TNIdan Polri.
Tapi, kalau gaji presiden dinaikkan saat ini, itu kurang tepat waktunya Harus
dipertimbangkan kembali dengan melihat nasib rakyat saat ini," ujarnya
Menyinggung adanya aksi penggalangan "Koin untuk Presiden" yang dilakukan sejumlah
anggota DPR, Priyo menilai, hal itu sebagai kritik yang kreatif.

"Saya tidak bisa melarang mereka untuk berkreasi seperti itu. Itu merupakan langkah
yang kreatif dan normal-normal saja untuk dilakukan. Aksi itu sebagai sindiran terhadap
kinerja pemerintah," ujarnya.
Sebenarnya, menurut dia, aksi tersebut sebagai salah satu upaya mengkritik secara halus
mengenai keluhan presiden, beberapa waktu lalu, terkaitgajinya yang tidak mengalami
kenaikan selama tujuh tahun.
Sementara itu, Maswadi menilai, rencana menaikkan gaji dan tunjangan pejabat negara
pada saat ini hanya akan menciptakan blunder terhadap Presiden Susilo Bambang
Yudhoyono karena makin melukai perasaan rakyat.
Menurut dia, rencana itu hanya membuat citra pemerintahan SBY di mata rakyat semakin
terpuruk, apalagi mengingat masih tingginya tingkat pengangguran.
Dia menambahkan, kalaupun nantinya gaji pejabat negara tetap akan naik, sebaiknya
tidak dilakukan saat ini Sebab, rakyat masih mempertanyakan kinerja dari pemerintah.
"Saat ini bukan momen yangtepat karena kinerja pemerintah tengah disorot dan dikritik
habis-habisan. Jika kenaikan gaji pejabat negara tetap dilakukan, maka kritikan akan
semakin deras ditujukan kepadapresiden karena tidak memahami penderitaan rakyat,
katanya
Megawati Soekarnoputri mengkritik pernyataan Presiden SBY dan menganggapnya tak
pantas diucapkan oleh seo-. rang pemimpin.
"Gaji saya waktu jadi presiden lebih kecil, dan saya nggak pernah mengeluh Siapa suruh
jadi presiden ya?." kata Megawati dalam acara pelantikan Departemen Bidang
Pemerintahan dan Otonomi Daerah di DPP PDIP. Jakarta, Selasa (25/ 1).
Pernyataan tersebut disambut tepuk tangan lebih kurang
168 kadernya yang kini menjadi kepala daerah, baik wali kota/bupati maupun kepala desa
di Indonesia.
Megawati merasa prihatin mengapa Presiden SBY berbicara soal gaji di depan publik.
"Saya nggak pernah ngomongin gaji saya berapa. Ini lho pemimpin nasional, tapi kok
malah ngomongin hal-hal kecil. Masya Allah..," katanya.
Selain menyinggung soal curhat gaji presiden, Megawati juga menyinggung harga bahan
pokok yang meningkat, seperti harga cabai. "Semua jadi pada mahal Bu, cabai mahal,
beras mahal," tutur Megawati mengutip keluhan pembantu rumah tangganya itu yang
mengeluhkan kenaikan harga ba-ikanan. (TH Huidayani)