Anda di halaman 1dari 4

BILANGAN BULAT (INTEGER PROGRAMMING)

Integer programming (pemrograman integer) adalah sebuah model


optimasi matematis atau program kelayakan di mana beberapa atau semua
variabel dibatasi untuk bilangan bulat. Dalam banyak rangkaian istilah ini
mengacu pada pemrograman linear integer, yang juga dikenal sebagai integer
programming campuran.
Integer Programming dapat diklasifikasikan menjadi empat (beradasarkan
banyaknya variabel keputusan yang bernilai bulat):
1. Pure integer programming
Semua variabel keputusan harus bernilai bilangan bulat.
2. Mixed integer programming (MIP)
Tidak semua variabel keputusan berupa bilangan bulat.
3. Binary integer programming (BIP)
Semua variabel keputusan memiliki nilai berupa bilangan binary (0 dan 1).
4. Mixed binary integer programming
Jika beberapa variabel keputusan memiliki nilai binary, beberapa variabel
keputusan memiliki nilai integer dan sisanya memiliki nilai real (boleh
pecahan).
Asumsi Dasar Program Linier
1. Certainty
Angka yang diasumsikan dalam fungsi tujuan dan fungsi kendala secara pasti
diketahui dan tidak berubah selama waktu dipelajari
2. Proporsionality
Alokasi sumber daya dengan goal yang ingin dicapai harus proporsional
3. Additivity
Total dari semua aktivitas adalah sama dengan jumlah dari aktivitas
individual
4. Divisibility
Jumlah produk yang akhirnya direkomendasikan dalam kondisi optimum,
dapat berupa pecahan bukan bilangan bulat
5. Non-negatif variabel
Semua variabel bukan negatif, bisa nol atau positif (negatif dalam kuantitas
fisik adalah mustahil)
6. Deterministic
Semua parameter model diasumsikan diketahui konstan atau diketahui secara
pasti. Padahal parameter model jarang bersifat deterministik karena

Yahya Zulkarnain Bilangan Bulat


Cakung, 2 Oktober 2015

mencerminkan kondisi masa depan maupun sekarang dan keadaan masa depan
sulit diketahui dengan pasti.
7. Homogenity
Memiliki arti yaitu sumber-sumber daya yang digunakan dalam proses harus
sama.
Dalam model matematika, permasalahan dalam pemograman linier dapat
digambarkan sebagai berikut:
Memaksimumkan atau meminimumkan:

a 11x11 a 21x 21 ... a n1x n1 b1


a 12 x12 a 22 x 22 ... a n 2 x n2 b 2
.

a 1m x1m a 2m x 2m ... a nm x nm b m

Fungsi tujuan

Z c1 x 1 c 2 x 2 ... c n x n
Fungsi kendala

x1 , x2, ..., xn 0
Asumsi

Keterangan:
I

: nomor sumber atau fasilitas yang tersedia (i =1,2,,m)

: nomor kegiatan yang menggunakan sumber yang tersedia (j = 1,2,,n)

m : jumlah yang tersedia


n

: jumlah kegiatan

: nilai optimal dari fungsi tujuan

Xj : jenis kegiatan (variabel keputusan)


aij

: banyaknya sumber i yang diperlukan untuk menghasilkan setiap unit


kegiatan j

bi

: banyaknya sumber i yang tersedia


Yahya Zulkarnain Bilangan Bulat
Cakung, 2 Oktober 2015

cj

kenaikan nilai Z apabila ada pertambahan satu unit kegiatan j

Metode pemecahan program bilangan bulat


1. Metode grafik, metode ini sama seperti metode pemecahan dalam program
linier dalam bentuk grafis, namun dengan tambahan pembatas yakni variabel
keputusan sebagian atau semua- berupa bilangan bulat.
2. Metode round off (Simpleks), metode ini memberikan cara konvensional
atau kolot terhadap permasalahan program linier bilangan bulat, yakni
melakukan

pembulatan

(round

off)

terhadap

solusi

optimal

bila

dimungkinkan.
3. Metode branch-and-bound, metode ini dilakukan dengan mengibaratkan
suatu permasalahan sebagai pohon (tree), kemudian permasalahan tersebut
dibagi atau dibuat percabangan (branching) ke dalam subset yang lebih kecil.
METODE GRAFIK
Metode grafik adalah penyelesaian program linier yang penyelesaiannya
disajikan dalam bentuk grafik, dimana sebelumnya telah dilakukan perhitunganperhitungan untuk mencari titik-titik temu pada masing-masing sumbu. Tujuan
dari metode grafik ini adalah untuk memberi dasar-dasar dari konsep yang
digunakan teknik simpleks. Prosedur umumnya adalah untuk mengubah suatu
situasi deskriptif ke dalam bentuk masalah program linier dengan menentukan
variabel, konstanta, fungsi obyektif, dan batasannya (kendala), sehingga masalah
tersebut dapat disajikan dalam bentuk grafik dan diinterpretasikan solusinya.
Berikut ini adalah tahapan-tahapan dalam penggunaan metode grafik.
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Mengidentifikasi variabel keputusan.


Mengidentifikasi fungsi obyektif.
Mengidentifikasi kendala-kendala.
Menggambarkan bentuk grafik dari semua kendala.
Mengidentifikasi daerah solusi yang layak pada grafik.
Menggambarkan bentuk grafik dari fungsi obyektif dan menentukan titik yang

memberikan nilai obyektif optimal pada daerah solusi yang layak.


7. Mengartikan solusi yang diperoleh.
METODE ROUND OFF (SIMPLEKS)

Yahya Zulkarnain Bilangan Bulat


Cakung, 2 Oktober 2015

Setelah Perang Dunia II, banyak ahli bergabung dengan Dantzig dalam
pengembangan konsep program linier. Laporan pertama yang berisi metode solusi
yang sekarang dikenal sebagai metode simpleks, dipublikasikan oleh Dantzig
bekerja sama dengan Marshall Wood dan Alex Orden pada tahun 1947. Metode
simpleks adalah suatu prosedur matematis untuk mencari solusi optimal dari suatu
masalah program linier yang didasarkan pada proses perhitungan ulang (iteration),
sehingga pada prinsipnya ini langkah-langkah perhitungan yang sama diulang
berkali-kali sebelum mencapai solusi optimal.
Berikut ini merupakan ciri utama dari suatu bentuk baku program linier untuk
metode simpleks.
1. Semua kendala harus berada dalam bentuk persamaan dengan nilai kanan tidak
negatif.
2. Semua variabel yang tidak terlibat tidak dapat bernilai negatif.
3. Fungsi obyektif dapat berupa maksimasi dan minimasi.
Untuk memenuhi ciri-ciri tersebut, maka harus dibuat beberapa peraturan
pengubahan yang tidak memenuhi bentuk baku ke dalam bentuk baku, contohnya
adalah pengubahan variabel. Pengubahan variabel tidak terbatas menjadi variabel
yag non negatif dapat dilakukan dengan menjadikan variabel tersebut menjadi
selisih dari dua variabel yang bernilai non negatif.
A. Langkah-Langkah Metode Simpleks
METODE BRANCH-AND-BOUND

Yahya Zulkarnain Bilangan Bulat


Cakung, 2 Oktober 2015