Anda di halaman 1dari 2

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dalam suatu obat terdapat dua zat yang saling bercampur atau ada juga
dua zat yang tidak saling tercampur. Dua zat yang saling bercampur antara zat
padat dan zat cair, dinamakan larutan sedangkan, dua zat yang tidak saling
bercampur antara zat padat dan zat cair dinamakan suspensi, antara zat cair dan
zat cair yang tidak saling bercampur dinamakan emulsi.
Oleum ricini adalah minyak lemak yang di peroleh dengan perasan dingin
biji Ricinus communis L. yang telah di kupas. Oleum ricini mempunyai khasiat
sebagai laksativum. Oleum ricini dan air tidak bercampur sehingga, bila dicampur
akan terbentuk butiranbutiran kecil diantara dua zat tersebut. Untuk membuat
membuat kedua zat tersebut homogen maka diperlukan suatu zat penstabil yaitu
emulgator.
Zat pengemulsi (emulgator) merupakan komponen yang paling penting
agar memperoleh emulsi yang stabil. Emulgator bekerja dengan membentuk film
(lapisan ) disekeliling butir-butir tetesan yang terdispersi dan film ini berfungsi
untuk mencegah terjadinya koalesensi dan terpisahnya cairan dispersi sebagai
fase terpisah. Hal yang paling utama bagi emulgator adalah kemampuannya
untuk menghasilkan dan menjaga stabilitas emulsi dalam penyimpanan dan
pemakaian. Struktur dari emulgator digambarkan seperti kepala dan ekor, dimana
kepala mengikat yang hidrofil dan ekor mengikat yang hidrofob. Emulgator yang
dipakai adalah PGA (Pulvis Gummi Arabicum). Emulgator ini mudah didapat,
warna yang putih dari PGA membuat warna putih susu pada emulsi sesui dengan
syarat emulsi yang baik. Kadar PGA yang berfungsi sebagai emulgator adalah
pada konsentrasi 5-10%. Perbedaan konsentrasi yang digunakan dalam pembuatan
emulsi oleum ricini, kemungkinan akan memberikan perbedaan sifat fisika dari
emulsi tersebut. Sifat fisika yang berbeda adalah viskositas,bobot jenis.

Dilakukan formulasi sediaan emulsi menggunakan bahan aktif oleum


ricini untuk mengetahui bagaimana cara formulasi oleum ricini yang baik dan
menghasilkan emulsi yang stabil baik secara fisik, kimia maupun biologi.
B. Rumusan Masalah
Bagaimana merancang dan membuat sediaan emulsi yang homogen
dimana memenuhi spesifikasi persyaratan mutu yaitu aman, efektif, stabil (secara
kimia, fisika, mikrobiologi, farmakologi, farmakologi, dan toksikologi) dan dapat
diterima.
C. Tujuan
Mahasiswa dapat merancang dan membuat suatu sediaan yang homogen
dimana memenuhi semua spesifikasi persyaratan mutu yaitu aman, efektif, stabil
(secara fisika, kimia, mikrobiologi, farmakologi, dan toksikologi) dan dapat
diterima.