Anda di halaman 1dari 15

I.

TEKNIK DISKUSI
A. PENGERTIAN DISKUSI
Diskusi berasal dari kata discum (bahasa latin) dan discussio (bahasa inggris) yang
artinya adalah interaksi. Adapun menurut istilah adalah :
1. Interaksi yang satu dengan yang lainnya, dalam hal ini perilaku yang satu memberi
informasi, merubah, memperbaiki, atau menerima suatu/sesuatu dari yang lain.
2. Sebagai wahan respon antara pribadi yang akhirnya menghasilkan kesepakatan bersama .
3. Pertemuan untuk bertukar pikiran tentang suatu masalah.
B. FUNGSI DISKUSI
Diskusi berfungsi sebagai berikut:
1. Pemecahan masalah, menetukan alternatif, usaha pemecahan dan bertindak bersama
sesuai dengan alternatif yang tidak direncanakan.
2. Mengembangkan pribadi, harga diri, hormat kepada sesama, berani mengatakan pendapar
dan mendalami pengertian tentang suatu persoalan
C. TUJUAN DISKUSI
1. Untuk dapat menyadari , dan menguji bukti-bukti system nilai, pendapat dan respon dari
suatu gagasan sendiri atau orang lain.
2. untuk menguji secara kolektif tentang suatu gagasan yang dikemukakan orang lain.
3. Untuk bertukar pikiran dan ide, belajar mengungkapkan serta menanggapi keterangan
yang relevan.
4. Mengaitkan data dan keadaan dari berbagai pandangan orang lain dan latar belakang nya
berbeda-beda.
D. MACAM-MACAM DISKUSI
1. Bersifat informal
a. Model Laju Ikan
Yaitu pembicaraan tidak resmi antar dua orang atau tiga orang dengan tempat atauwaktu
tidak tentu yang dapat menemukan beberapa alternatif pemecahan setidaknya akan
mendapat kan untuk menurunkan ketegangan dari suatupersoalan,
b. Model Dengung lebah
Terdiri dari beberapa kelompok kecil yang tidak ada keterkaitan biasanya dari duaatau
sampai empat orang.
c. Model debat
Adu logika antara seseorang dengan yang lain tentang sesuatu persoalan yangdidalamnya
ada kelompok pro dan kontra dan disini ada semacam ego kolektif.
2. Bersifat Formal
a. Model Lempar Katak

Terjadinya pengumpulan gagasan yang cukup singkat, lantaran gagasan


tersebutditampung oleh ketua diskusi dan jumlah anggotanya sekitar 8 sampai 12 orang.
b. Model Panel
Yang berbicara adalah pakar dari berbagai keahlian untuk meni jau danmenganalisis
suatu permasalah yang diajukan. Pertanyaan-pertanyaan diajukanoleh moderator dan
peserta diskusi hanya memantau jalanya diskusi.
c. Simposium.
Hampir sama dengan diskusi panel, hanya dalam symposium para pakar dituntutuntuk
mengungkapkan dan menjelaskan karya tulisnya dan peserta dapatmengajukan berbagai
sanggahan secara langsung atau saran yang diajukan parapakar, karena itu symposium
didalamnya berupa kajian dan pendapat tidak sampaipada keputusan jadi ruang
lingkupnya cukup jelas.
d. Seminar
Temu wicara untuk membahas suatu maslah tertentu (terbatas pada suatu
persoalan)melalui prasaran dan kajian yang dimaksudkan untuk mendapatkan
keputusanbersama.
e. Work Shop (Loka Karya)
Telaah terhadap persoalan yang diikuti oleh orang ahli dalam permasalahan itu untuk
mendapatkan suatu keputusan .
f. Konvensi
Hampir sama dengan symposium, membahas persoalan yang cukup jelas, parapakar dan
peserta diskusi berasal dari bidang keahlian yang sama walaupun berasaldari lembaga
yang berbeda.
g. Rapat Kerja
Pertemuan wakil-wakil pemimpin suatu instansi untuk mengkaji suati pekerjaanyang
sesuai dengan pekerjaan mereka.
h. Diskusi kelompok (Group Discusion)
Beberapa orang yang mempunyai niat bersama terhadap suatu persoalan , bertemudan
bertukar pikiran, komunikasi yang lebih dekat dan langsung karena baik tempatatau pun
waktu dapat ditukar sendiri oleh kelompok. Jumlah anggota kelompokantara 6 sampai 8
orang. Pemimpin dipilih oleh kelompok itu sendiri dan biasberganti-ganti.
E. ORGANISASI DISKUSI.
Demi kelancaran jalanNya diskusi biasanya disusun organisasi sebagai berikut:
1. Ketua atau pemimpin diskusi adalah sebagai berikut:
a. Tugas pemimpin diskusi adalah sebagai berikut:

Memimpin jalanya diskusi, membuka diskusi, mengatur pembicaraan


danmenutup diskusi
Merumuskan maslah, sehingga diskusi memperoleh hasil yang positif.
Memberi keputusan bila terjadi perdebatan dalam diskusi
b. Ketua diskusi harus pandai dan bijaksana dan berpengetahuan luas
c. Ciri-ciri pemimpin diskusi yang baik adalah :
Pemimpin diskusi dengan sabar dan tidak berat sebelah
Menghargai setiap pendapat
Mengetahui aturan permainan
d. Siap pemimpin diskusi :
Mempersiapkan garis besar diskusi
Membuka diskusi dengan pengarahan/saran
Memimpin jalannya diskusi dengan tidak menyimpang dari pokok permasalahan
2. Sekretaris diskusi/Notulen
Sekretais diskusi harus mampu mencatat inti permasalahan dan pokok gagasan sehingga
tersusunlah hasil diskusi yang rapih./sistematis.
3. Pembicara
Pembicara adalah yang menyampaikan/ menyajikan suatu masalah atau meninjau
,menganalisa suatun permasalahan yang diajukan moderator atau peserta diskusi. Seorang
pembicara harus dapat menyajikan masalah dan dapat membangkitan semangat atau merangsang
peserta diskusi serta gaya dan suara dalam menyajikan maslah harus mendatar (monoton).
4. Peserta
Peserta diskusi harus :
a. Mempunyai kesiapan mental sebelum diskusi
b. Dapat berperan aktif atau berpartisifasi dalam kegiatan diskusi tersebut
c. Tidak perlu takut berbuat salah dalam mengungkapkan masalah
d. Menghindari ketegangan, emosi, dan ego pribadi .
F. LANGKAH-LANGKAH DISKUSI
1. Persiapan
Dalam hal ini dim ulai dengan munculnya suatu persoalan sebagai bahan kajian diskusi.
Kemudian kegiatan berikutnya pembentukan panitia diskusi yang mempersiapkan segala hal
yang berkenaan dengan diskusi yang meliputi : Administrasi, akomodasi, dan material.
2. Pelaksanaan
Pada tahap ini dimulai dengan pembukaan ( dalam diskusi yang ruang lingkupnya besar,
biasanya dibuka oleh pejabat yang berwenang). Kemudian pelaksanaan diatur oleh
pemimpin/moderator dan sampai saat penutupan.
3. Penyelasaian

Pada bagian ini panitia/tim yang telah dipercaya mereka kembali dan mengumpulkan hasil
hasil diskusi, kemudian disusun dan dilaporkan kepada pihak pihak yang terkait.
4. Tindak lanjut
Berakhirnya diskusi bukan berakhir segalanya namun harus mengadakan tengok
balik/terhadap hasil diskusi tersebut. Sampai berapa jauh hasil diskusi yang dicapai/relevansinya
dengan apa yang dipersoalkan, karena mungkin saja dari diskusi tersebut dapat menimbulkan
persoalan baru yang belum terpikirkan.
G. MANFAAT DISKUSI
a. Terangsang untuk lebih memahami masalah dilingkungannya, keluarga,
masyarakat,organisasi, dan lingkungan lainnya.
b. Menumbuhkan bakat, sifat dan sikap kepemimpinan
c. Latihan merumuskan buah pikiran yang jelas dan singkat.
d. Melatih jiwa sabar
e. Menubuhkan jiwa toleransi
f. Membina dan melatih jiwa terbuka
g. Mengembangkan kemantapan pikiran, kestabilan emosi, dan kedewasaan berpikir.
H.BENTUK TEMPAT DISKUSI
1. TAPAL KUDA
2. LINGKARAN
3. HURUP U
4. PERSEGI EMPAT

Contoh Laporan Diskusi :


LAPORAN DISKUSI KELOMPOK
..
HARI/TANGGAL : .

LOGO

Ketua : .
Notulen : .
Anggota :
1. .
2. .(dilengkapi identitas)
3. .
Masalah Diskusi :

II. TATA CARA BERSIDANG (TCB)


A. Pengertian Persidangan
Sidang : Adalah suatu pertemuan yang bersifat formal untuk mencapai suatu tujuan.
Persidangan : Adalah suatu formal dimana berjumpanya beberapa orang atau lebih yang
membicarakan suatu masalah.

B. Bentuk-bentuk Persidangan
1. Diskusi
2. Lokakarya
3. Seminar
4. Saresehan
5. Simposium
6. Konferensi
Diskusi : Bertukar pikiran sejumlah orang untuk membahas suatu masalah secara teratur
guna memperoleh nilai-nilai kebenaran masalah.
Lokakarya : Sejumlah orang ahli yang membahas suatu masalah sesuai dengan
keahliannya.
Seminar : Merupakan ajang pembicaraan atau masalah yang ditinjau dari berbagai ahli
atau disiplin ilmu.
Saresehan : Bertukar pikiran yang biasa dilakukan orang awam yang bersifat sederhana
dan tidak ada keputusan tertulis yang berlaku pada masyarakat paguyuban.
Simposium : Bentuk bertukar pikiran diantara orang-orang ahli yang bersifat profesional,
seperti budayawan, filsafat, seniman, dll.
Konferensi : Bertukar pikiran yang bersifat formal yang dilakukan antar organisasiyang
harus menghasilkan suatu keputusan seperti pembentukan pengurus baru, dll.
Lokakarya/Seminar/Diskusi/symposium/Konferensi :Suatu pertemuan yang bersifat
formal yang dilaksanakan oleh cendekiawan untuk merumuskan masalah yang bersifat
ilmiah
C. Unsur-unsur Persidangan
a. Tempat/Ruang
b. Peserta
c. Tata Tertib
d. Sekertaris/Notulen
e. Waktu Persidangan
f. Perlengkapan
g. Pimpinan Sidang atau Moderator
h. Keputusan

D. Unsur-unsur Pelaksana Persidangan


a. Diskusi :
Peserta
Penceramah
Pimpinan Sidang/Moderator
Notulen
b. Lokakarya :
Peserta para Ahli dalam masalah yang dibahas
Pemrasaran

Tim pengaruh
c. Seminar :
Pimpinan Sidang
Notulen
Prasaran
Tim pembanding
E. Tugas Pelaksana Persidangan
a. Pimpinan sidang/Moderator :
Sebagai polisi lalulintas pembicaraan atau yang mengatur jalan lalulintas
pembicaraan
Menjelaskan tujuan daripada sidang
Membuka dan menutup jalannya sidang
Merangkum dan membicarakan serta membacakan hasil sidang
b. Peserta Sidang :
Diundang oleh penyelenggara sidang
Peserta berbicara pemecahan masalah ( Problem Solving )
Notulen/Sekretaris :
Mencatat yang penting dari isi pembicaraan
Membuat laporan hasil persidangan
F. Penggunaan Palu
a. Ketuk palu satu kali :
Memindahkan pimpinan sudang
Skorsing kurang dari 15 menit
Putusan point demi point
b. Ketuk Palu dua kali :
Menutup Acara
Skorsing lebih dari 15 menit
c. Ketuk Palu tiga kali :
Membuka dan menutup siding
Memutuskan ketetapan
G. Syarat-syarat Persidangan
1. Mempunyai jiwa kepemimpinan (LeaderShip)
2. Mempunyai pengetahuan yang luas
3. Berpengalaman, bijaksana, dan bertanggung jawab
4. Memiliki keseimbangan emosi dan sabar
H. Istilah-istilah dalam memotong pembicaraan

1. Point of Order : Memotong pembicaraan yang menyimpang dari topik


2. Point of Information : Memotong pembicaraan untuk memberi informasi
3. Point of Privilage : Memotong pembicaraan yang bersifat pribadi
4. Point of Clarification : Memotong untuk meluruskan
5. Scorsing : Menghentikan jalannya persidangan
6. Intrupsi : Memotong pembicaraan untuk meluruskan/menyampaikan argumentasi
7. Lobbiying : Untuk menyelesaikan maslah secara langsung.
I. Letak Tempat Sidang
1. Huruf U
2. Lingkaran
3. Tapal Kuda
4. Persegi Empat

III. ADMINISTRASI DAN KESEKTARIATAN

1.PENDAHULUAN.
Setiap organisasi (apapun bentuknya ) pasti mempunyai rumusan tujuan yang ingin
dicapai.Organisasi yang mempunyai rumusan tujuan yang jelas akan mendapatkan kesulitan
kearah mana organisasi iti akan dibawa. Perumusan tujuan organisasi yang jelas akan
memudahkan organisasi dalam menentukan kebijakan organisasi. Melalui tujuan tersebut, sebuah
organisasi mendapat gambaran kearah mana orgaisasi tersebut akan dibawa, mendapatkan
landasan bagi organisasi, memudahkan menentukan macamnya tugas, dan akan mudah

menentukan
PRODER
KISS
ME
simplikasi,sinkronisasi dan mekanisme ).

(program,

prosedur,

koordinasi,

integrasi,

Perumusan tujuan meski menjadi syarat mutlak bagi organisasi, tetapi bukanlah merupakan
satu-satunya syarat. Rumusan tujuan perlu ditopang oleh syarat-syarat lain yang tidak kalah
pentingnya diantaranya (anggota), kelompok, kerja sama, dan perangkat lainnya seperti
kesektariatan dan administrasi.
Diantara sederetan piranti organisasi yang akan penulis uraikan lebih panjang adalah
Kesektariatan dan administrasi.kedua piranti organisasi tersebut penulis uraikan karena penulis
berpendapat bahwa kegiatan kesektariatan dan administrasi mempunyai peran yang signifikan
dalam kegiatan organisasi.
II. ADMINISTRASI
Seperti telah diuraikan diatas bahwa sebuah organisasi yang baik adalah organisasi yang
telah menetapkan rumusan organisasi yang jelas. Untuk mencapai tujuan tersebut, organisasi
sudah barang tentu akan melakukan segala usaha/ kegiatan organisasi, dari mulai merencanakan
tujuan sampai dengan kegiatan evaluasi kegiatan.usaha/kegiatan tersebut disebut dengan
administrasi.
Secara umum, administrasi adalah usaha atau kegiatan sekelompok orang yang bekerja
secara teratur untuk mencapaisuatu tujuan yang telah ditetapkan oleh organisasi.usaha-usaha atau
kegiatan yang dimaksud meliputi semua kegiatan yang lazim dilakukan oleh organisasi, seperti
penetapan rencana program, pengorganisasian, penajaman dan penyelenggaraan program,
kegiatan pengawasan, kegiatan evaluasi, kegiatan pembuatan pelaporan, dan lainlain. Sedangkan
secara sempit administrasi diartikan sebagai kegiatan tata usaha, clerical work (kegitan catat
mencatat/tulis menulis ) atau sectretrial work (pekerjaan sekertaris), yaitu keseluruhan kegiatan
mencatat segala kejadian bagi pimpinan suatu organisasi. Keseluruhan rumusan pengertian
administrasi secara sempit tersebut disebut juga kesektariatan. Dari batasan-batasan di atas
dapatlah diambil kesimpulan bahwa pengetian administrasi meliputi hal-hal sebagai berikut.
1. Rangkaian kegiatan/ perbuatan, termasuk kegiatan kesekretaritan;
2. Adanya kelompok orang;
3. Adanya kerjasama;
4. Adanya unsur-unsur untuk mencapai tujuan;

III. KESEKRETARIATAN
Kesekretariatan disebut juga kegiatan tata usaha. Seperti telah disinggung diatas, bahwa
tatausaha merupakan bagian pengertian sempit administrasi dan merupakan bagian yang cukup

menunjang tercapainya tujuan administrasi. Dengan kata lain, kegiatan tata usaha atau
keskretariatan merupakan suatu bagian dari kegiatan administrasi.
1. Tulis menulis (rencana program, strategi pelaksanaan program, sampai evaluasi ).
2. Surat menyurat;
3. Kegiatan kearsipan dan agenda;
4. Pemilikan dan pemeliharaan buku induk organisasi;
5. pengiriman dan penerimaan surat; dan
6. data-data lain yang berkaitan langsung dengan kegiatan tilis menulis
Dari uraian diatas dapat menyimpulkan bahwa Tata Usaha adalah menghimpun keterangan
keterangan tertulis yang dapat digunakan untuk menunjang kelancaran kegiatan administrasi.
Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa sipat Tata Usaha adalah sebagai pelayanan terhadap
kegiatan pokok administrasi. Berikut ini penulis uraikan beberapa kegiatan Tata Usaha yang
memiliki aturan-aturan (baku) tertentu, yaitu: surat menyurat, kearsipan, agenda, buku induk, dan
buku agrnda kegiatan.
A. Surat Menyurat
Diantara kegiatan Tata Usaha yang paling menonjol adalah kegiatan surat menyarat
(korespondensi). Surat adalah suatu sarana komunikasi yang digunakan untuk menyampaikan
informasi tertulis oleh suatu pihak kepada pihak lain. Hubungan yang terjadi antara pihak-pihak
tersebut disebut kegiatan surat menyurat atau korespondensi. Selain sebagai sarana komunikasi,
surat juga berfungsi sebagai:
1. Alat untuk menyampaikan pemberitahuan, permintaan atau permohonan buah pikiran/gagasan.
2. Alat bukti tertulis, misalnya surat perjanjian.
3. Alat untuk mengingat, misalnya surat yang diarsipkan.
4. Bukti sejarah, misalnya surat-surat yang bersejarah.
5. Pedoman kerja, misalnya surat keputusan dan surat perintah.
Jika dilihat dari segi bentuk, isi, dan bahasanya, surat dapat digolongkan atas 3 (tiga) jenis, yaitu:
1. surat pribadi,
2. surat dinas (resmi), dan
3. surat niaga.
Selain ketiga jenis surat tersebut, terdapat juga jenis surat yang lain, misalnya : surat
edaran, surat pengumuman, surat perjanjian, dan surat keputusan. Ada beberapa bentuk penulisan
surat. Yang dimaksud dengan bentuk surat adalah pola surat menurut susunan, letak, dan bagianbagian surat. Setiap bagian surat itu sangat penting peranannya sebagai identifikasi atau petunjuk
pengelolaan surat. Menurut pola umum yang berlaku dalam surat menyurat, bentuk surat
dikelompokan menjadi6(enam) dan macam bentuk surat, yaitu : (a) bentuk lurus penuh (full
block style), (b) bentuk lurus (block style), (c) bentuk setengah lurus (semi block style), (d)
bentuk bertekuk(idented style), (e) bentuk resmi Indonesia lama, dan (f) bentuk Indonesia baru.

(contoh lengkap bentuk-bentuk surat tersebut dapat dilihat pada buku seri penyuluhan bahasa
Indonesia bagian surat menyurat. Sekedar memberikan gambaran untuk memudahkan
pemahaman pembaca, berikut penulis berikan contoh bagian-bagian surat dalam bentuk lurus
(block style)

B. Kerasipan, Agenda dan Ekspedis


1). Arsip
Kegiatan Kearsipan terdiri atas pengelolaan arsip itu sendiri dan agenda. Arsip adalah
suatutempat penyimpanan dan pengolahan data-data tertulis, seperti surat-surat dan
dokumendokumen. Arsip berarti pula dokumen tertulis yang berasal dari komunikasi tertulis
( Surat, akta, dan sebagainya) yang dikeluarkan instansi resmi, yang disimpan dan diperlihara
ditempat khusus untuk referensi. Orang (ahli) yang bias mengurus bagian penyimpanan dan
pemeliharaan surat-surat disebut arsiperArsip memiliki kegunaan sebagai berikut :
1. (seolah-olah) sebagai suatu pusat ingatan dari organisasi dalam memulihkan keterangan
bila diperlukan.
2. Sebagai sarana pembuktian dalam peristiwa hokum
3. Arsip mempunyai nilai sejarah yang menggambarkan peristiwa-peristiwa lampau.

4.

Arsip memberikan jasa dalam kemajuan dan perkembangan dunia keilmuan, dan lainlain.
System penyimpanan (pengarsipan) ada 5 (lima) macam, yaitu :
1) Sistem penyimpanan menurut abjad (Alfabetic Filling), yaitu penyusunan arsip
berdasarkan nama orang atau organisasi utama.
2) Sistem penyimpanan menurut pkok soal (Subject Filling), yaitu penyusunan
arsipdidasarkan pada jenis dan isi surat..
3) Sistem penyimpanan menurut wilayah (Geografic Filling), yaitu penyusunan arsip
didasarkan pada asal daerah surat..
4) Sistem penyimpanan menurut nomor (Numeric Filling), yaitu penyusunan arsip
didasarkan angka nomor pada surat.
5) Sistem penyimpanan menurut tanggal (Chronological Filling), yaitu penyusunan
arsipberdasarkan tanggal yang tertera pada surat tersebut.
2) Agenda
Buku agenda, adalah buku catatan yang bertanggal untuk satu tahun (periode) yang
berfungsi untuk mencatat surat-surat, baik surat masuk maupun surat keluar. Orang yang
bertugas mencatat surat masuk dan keluar (mengagendakan surat) disebut agendaris. Buku
agenda, dapat dibagi atas 2 (dua) macam, yaitu :
1) Agenda Tunggal, yaitu agenda yang menggunakan satu buku. Lembaran sebelah kiri
untuk surat masuk dan sebelah kanan untuk surat keluar.
2) Agenda anda, yaitu agenda yang terdiri dari 2 (dua). Satu buku khusus untuk mencatat
surat masuk, dan yang satunya lagi khusus untuk mencatat surat keluar.

Contoh format buku agenda surat masuk :


NO

Tanggal
Pengiriman

Surat
Tanggal

Jumlah
Nomor

Surat

Isi
surat

Tujuan

Paraf

Lamp

Contoh format buku agenda surat keluar :


NOMOR
URUT
SURAT

TANGGAL

TANGGAL

ALAMAT
TUJUAN

Isi surat

keterangan

3. Ekspedisi
kegiatan kesekretariatan lain yang berhubungan dengan surat menyurat adalah ekspedisi
Ekspedisi adalah kegiatan mengurus (mengirim/mengantarkan) surat-surat atau barangbarang.
Orang yang bertugas untuk mengirim/mengantar surat-surat atau barang-barang disebut
ekspeditur. Untuk memudahkan surat-surat, sebuah organisasi memerlukn buku ekspedisi. Buku
ini sangat penting sebagai alat bukti bahwa surat yang dibuat telah dikirim dan diterima oleh
alamat tujuan surat tersebut. Berikut ini contoh format buku ekspedisi.
No

Tanggal
Surat
pengirim Tanggal Nomor

jumlah
Surat Lampiran

Isi
surat

Alamat
tujuan

paraf

C. Buku Induk dan Agenda Kegiatan


Buku induk merupakan buku-buku yang memuat data-data identitas pengurus/anggota
organisasi yang bersangkutan. Buku ini berisi data-data atau identitas baik pengurus maupun
anggota organisasi. Fungsi dari buku ini adalah untuk menginventarisasi data seluruh personal
pengurus dan anggota organisasi lengkap dengan identitasnya.
Contoh format buku induk sebagai berikut :
Nomor
Urut
Induk

Tempat,tanggal
lahir

Alamat

Jabatan

Ketarangan

Buku agenda kegiatan merupakan buku yang berisi data-datarang kaian kegiatan
organisasi selama periode tertentu. Buku ini digunakan setiap organisasi, jawatan, instansi, dan
badanbadan yang berguna bagi kelengkapan administrasi dan laporan-laporan.
Contoh format buku agenda kegiatan :

No

Hari,tanggal

Jenis
kegiatan

peserta

Tujuan
Kegiatan

Lain-lain

Ketarangan

Keterangan :*) dapat diisi dengan format lain sesuai dengan kebutuhan.
IV. P E N U T U P
Administrasi dan kesekretariatan bukan merupan bagian disiplin ilmu eksakta. Ini
berarti bahwa teori tentang kedua topik tersebut adalah terus mengalami perubahan, pergeseran
dan penambahan-penambahan sesuai dengan perkembangan kebutuhan organisasi.
Perkembangan kebutuhan organisasi tidak terlepas dari usaha untuk lebih memperbaiki citra
organisasi tersebut. Oleh karena itu inisiatif-inisiatif dengan ide-ide cerdas menjadi sangat
penting, termasuk ide-ide dalam bidang administrasi dan kesekretariatan sebagai piranti penting
dalam menjalankan roda organisasi.

TATACARA
BERDISKUSI, SIDANG DAN
PENGELOALAAN ADMINISTRASI

DISUSUN OLEH
WAWAN KURNIAWAN RIPASA

MATERI PELATIHAN DASAR KEPEMINPINAN


BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA PERIKANAN
2014