Anda di halaman 1dari 3

BANK SPERMA

Bank sperma adalah pengambilan sperma dari donor sperma lalu di bekukan dan
disimpan ke dalam larutan nitrogen cair untuk mempertahankan fertilitas sperma. Dalam bahasa
medis bisa disebut juga Cryiobanking. cryiobanking adalah suatu teknik penyimpanan sel
cryopreserved untuk digunakan di kemudian hari. Pada dasarnya, semua sel dalam tubuh
manusia dapat disimpan dengan menggunakan teknik dan alat tertentu sehingga dapat bertahan
hidup untuk jangka waktu tertentu.
Hal ini dapat dilakukan pada suhu yang relatif rendah. Teknik yang paling sering
digunakan dan terbukti berhasil saat ini adalah metode Controlled Rate Freezing, dengan
menggunakan gliserol dan egg yolk sebagai cryoprotectant untuk mempertahankan integritas
membran sel selama proses pendinginan dan pencairan. Teknik cryobanking terhadap sperma
manusia telah memungkinkan adanya keberadaan donor semen, terutama untuk pasanganpasangan infertil. Tentu saja, semen-semen yang akan didonorkan perlu menjalani serangkaian
pemeriksaan, baik dari segi kualitas sperma maupun dari segi pendonor seperti adanya kelainankelainan genetik.
Dengan adanya cryobanking ini, semen dapat disimpan dalam jangka waktu lama,
bahkan lebih dari 6 bulan (dengan tes berkala terhadap HIV dan penyakit menular seksual
lainnya selama penyimpanan). Kualitas sperma yang telah disimpan dalam bank sperma juga
sama dengan sperma yang baru, sehingga memungkinkan untuk proses ovulasi.
Selain digunakan untuk sperma-sperma yang berasal dari donor, bank sperma juga dapat
dipergunakan oleh para suami yang produksi spermanya sedikit atau bahkan akan terganggu. Hal
ini dimungkinkan karena derajat cryosurvival dari sperma yang disimpan tidak ditentukan oleh
kualitas
sperma
melainkan
lebih
pada
proses
penyimpanannya.
Telah disebutkan diatas, bank sperma dapat dipergunakan oleh mereka yang produksi spermanya
akan terganggu. Maksudnya adalah pada mereka yang akan menjalani vasektomi atau tindakan
medis lain yang dapat menurunkan fungsi reproduksi seseorang. Dengan bank sperma, semen
dapat dibekukan dan disimpan sebelum vasektomi untuk mempertahankan fertilitas sperma.
Bank sperma sebenarnya talah berdiri beberapa tahun yang lalu, pada tahun 1980 di
Escondido California yang didirikan oleh Robert Graham, si kakek berumur 73 tahun, juga di
Eropah, Dan di Guangdong Selatan China, yang merupakan satu di antara lima bank sperma
besar di China, Sementara itu, Bank pusat sel embrio di Shanghai, bank besar lain dari lima bank
besar di China, meluncurkan layanan baru yang mendorong kaum lelaki untuk menabung
spermanya, demikian laporan kantor berita Xinhua. Bank tersebut menawarkan layanan
penyimpanan sperma bagi kaum lelaki muda yang tidak berencana untuk punya keturunan,

namun mereka takut kalau nanti mereka tidak akan menghasilkan semen yang cukup secara
jumlah dan kualitas, ketika mereka berencana untuk memiliki keluarga.
Menurut Werner (2008), Beberapa alasan seseorang akhirnya memutuskan untuk
menyimpan
spermanya
pada
cryobanking,
antara
lain:

1. Seseorang akan menjalani beberapa pengobatan terus menerus yang dapat mengurangi
produksi dan kualitas sperma. Beberapa contoh obat tersebut adalah sulfasalazine,
methotrexate.
2. Seseorang memiliki kondisi medis yang dapat mempengaruhi kemampuan orang tersebut
untuk ejakulasi (misal: sklerosis multipel, diabetes).
3. Seseorang akan menjalani perawatan penyakit kanker yang mungkin akan mengurangi
atau merusak produksi dan kualitas sperma (misal: kemoterapi, radiasi).
4. Seseorang akan memasuki daerah kerja yang berbahaya yang memungkinkan orang
tersebut terpapar racun reproduktif.
5. Seseorang akan menjalani beberapa prosedur yang dapat mempengaruhi kondisi testis,
prostat, atau kemampuan ejakulasinya (misal: operasi usus besar, pembedahan nodus
limpha, operasi prostat).
6. Seseorang
akan
menjalani
vasektomi.
Adapun beberapa salah satu Tujuan diadakan bank sperma adalah semata-mata untuk
membantu pasangan suami isteri yang sulit memperoleh keturunan dan menghindarkan
dari kepunahan sama halnya dengan latarbelakang munculnya bank sperma seperti yang
telah dijelaskan diatas.
Tentang proses pelaksanaan sperma yang akan di ambil atau di beli dari bank sperma untuk
dimasukkan ke dalam alat kelamin perempun (ovum) agar bisa hamil disebut dengan inseminasi
buatan yaitu suatu cara atau teknik memperoleh kehamilan tanpa melalui persetubuhan. Pertama
setelah sel telur dan sperma di dapat atau telah di beli dari bank sperma yang telah dilakukan
pencucian sperma dengan tujuan memisahkan sperma yang motil dengan sperma yang tidak
motil/mati. Sesudah itu antara sel telur dan sperma dipertemukan. Jika dengan teknik in vitro,
kedua calon bibit tersebut dipertemukan dalam cawan petri, tetapi teknik TAGIT sperma
langsung disemprotkan kedalam rahim. Untuk menghindari kemungkinan kegagalan, penenaman
bibit biasanya lebih dari satu. Embrio yang tersisa kemudian disimpan beku atau dibuang.

Werner, MichaelA., 2008. Cryobanking. Diperoleh dari :


http://www.mazelabs.com/MLcryobanking.htm