Anda di halaman 1dari 24

Laporan PBL Keperawatan Komunitas II PSIK 2015

Universitas Jember

LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN KEGIATAN PENDIDIKAN


KESEHATAN TENTANG BACKRUB PADA MBAH B DI RT 3/RW 2
LINGKUNGAN KRAJAN KELURAHAN ANTIROGO
KECAMATAN SUMBERSARI
KABUPATEN JEMBER

Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Keperawatan Komunitas II

Oleh
Karina Diana Safitri
NIM 132310101019

KEMENTRIAN RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI


UNIVERSITAS JEMBER
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
Jl. Kalimantan No. 37 Kampus Tegal Boto Jember Telp./Fax (0331) 323450

Laporan PBL Keperawatan Komunitas II PSIK 2015


Universitas Jember
BAB I. LATAR BELAKANG
1.1 Analisis Situasi
Menurut Djoko santoso (2010) tekanan darah adalah tekanan dimana darah
beredar dalam pembuluh darah. Tekanan ini terus menerus berada dalam
pembuluh darah dan memungkinkan darah mengalir konstan. Tekanan darah
dalam tubuh pada dasarnya merupakan ukuran tekanan atau gaya didalam arteri
yang harus seimbang dengan denyut jantung, melalui denyut jantung darah akan
dipompa melalui pembuluh darah kemudian dibawa keseluruh bagian tubuh.
Tekanan darah dipengaruhi volume darah dan elastisitas pembuluh darah. Tekanan
tertinggi karena jantung bilik kiri memompa darah ke arteri disebut tekanan
sistolik. Tekanan diastolik adalah tekanan terendah saat jantung beristirahat atau
rileks. Tekanan darah digambarkan sebagai rasio tekanan sistolik terhadap tekanan
diastolik. Pada orang dewasa tekanan normal berkisar 120/80 mmHg (Santoso,
2010). Menurut Rusdi (2010) Hipertensi merupakan penyakit kelainan jantung
yang ditandai oleh meningkatnya tekanan darah dalam tubuh. Seseorang yang
terjangkit penyakit ini biasanya berpotensi mengalami penyakit penyakit lain,
seperti stroke dan penyakit jantung. Menurut Djoko santoso (2010) Hipertensi
menunjukkan kondisi dimana aliran darah pada arteri bertekanan terlalu tinggi
untuk tubuh yang sehat.
Menurut World Health Organization (WHO) Penderita hipertensi di
Amerika Serikat diperkirakan sekitar 77,9 juta atau 1 dari 3 penduduk pada tahun
2010. Prevalensi hipertensi pada tahun 2030 diperkirakan meningkat sebanyak
7,2% dari estimasi tahun 2010. Data tahun 2007-2010 menunjukkan bahwa
sebanyak 81,5% penderita hipertensi menyadari bahwa bahwa mereka menderita
hipertensi, 74,9% menerima pengobatan dengan 52,5% pasien yang tekanan
darahnya terkontrol (tekanan darah sistolik <140 mmHg dan diastolik <90 mmHg)
dan 47,5% pasien yang tekanan darahnya tidak terkontrol. Persentase pria yang
menderita hipertensi lebih tinggi disbanding wanita hingga usia 45 tahun dan
sejak usia 45-64 tahun persentasenya sama, kemudian mulai dari 64 tahun ke atas,
persentase wanita yang menderita hipertensi lebih tinggi dari pria (WHO, 2010).
Sedangkan Prevalensi hipertensi di Indonesia sebesar 26,5% pada tahun 2013,
tetapi yang terdiagnosis oleh tenaga kesehatan dan/atau riwayat minum obat
hanya sebesar 9,5%. Hal ini menandakan bahwa sebagian besar kasus hipertensi
di masyarakat belum terdiagnosis dan terjangkau pelayanan kesehatan (Kemenkes
RI, 2013). Profil data kesehatan Indonesia tahun 2011 menyebutkan bahwa
hipertensi merupakan salah satu dari 10 penyakit dengan kasus rawat inap
terbanyak di rumah sakit pada tahun 2010, dengan proporsi kasus 42,38% pria dan
57,62% wanita, serta 4,8% pasien meninggal dunia (Kemenkes RI, 2012).
Berdasarkan pengkajian yang dilakukan oleh mahasiswa PSIK
Universitas Jember pada tanggal 7 November 2015 pada Mbah B ditemukan data
dari hasil pengukuran tekanan darah didapatkan tekanan darah klien 180/100
mmHg disertai keluhan pusing. Di rumah, klien tinggal sendirian namun rumah
anknya berada di samping rumah anaknya yang saling berdekatan. Klien
seharinya tidak bekerja, namun informasi dari anak-anaknya Mbah B sering
marah-marah dan banyak pikiran. Klien mengatakan pusinnya setiap bangun tidur.
Pusing ini mengganggu tidur klien di malam hari sehingga klien susah tidur dan
sering terbangun di malam hari. Klien juga sulit untuk beristirahat di siang hari

Laporan PBL Keperawatan Komunitas II PSIK 2015


Universitas Jember
kecuali klien benar-benar merasa lelah. Selain itu, klien mengeluhkan sakit di
punggung bagian bawah sebelah kanan yang berlangsung secara intermitten.
1.2 Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, maka perumusan masalah dalam
kegiatan yang akan dilakukan ini adalah Backrub pada Mbah B di RT 03/RW
02 Lingkungan Krajan Kelurahan Antirogo Kecamatan Sembersari
Kabupaten/Kota Jember.
BAB II. TUJUAN DAN MANFAAT
2.1 Tujuan
2.1.1 Tujuan Umum
Kegiatan pendidikan kesehatan ini bertujuan untuk membantu
meningkatkan kesehatan yaitu dengan Backrub pada Mbah B di RT
03/ RW 02 Lingkungan Krajan Kelurahan Antirogo Kecamatan
Sembersari Kabupaten Jember.
2.1.2 Tujuan Khusus
1. Klien dapat memahami mengenai pengertian Backrub ;
2. Klien dapat memahami mengenai tujuan Backrub;
3. Klien dapat memahami mengenai langkah langkah Backrub;
2.2 Manfaat
2.2.1 Menambah pengetahuan klien mengenai Backrub;
2.2.2 Menambah pengetahuan klien mengenai tujuan dan langkah - langkah
Backrub;
BAB III. KERANGKA PENYELESAIAN MASALAH
3.1 Dasar Pemikiran
Penyakit darah tinggi yang lebih dikenal sebagai hipertensi merupakan
penyakit yang mendapat perhatian dari semua kalangan masyarakat, mengingat
dampak yang ditimbulkannya baik jangka pendek maupun jangka panjang
sehingga membutuhkan penanggulangan jangka panjang yang menyeluruh dan
terpadu. Penyakit hipertensi menimbulkan angka morbiditas (kesakitan) dan
mortalitasnya (kematian) yang tinggi. Tekanan darah tinggi (hipertensi) adalah
kondisi medis dimana terjadi peningkatan tekanan darah secara kronis atau dalam
jangka waktu lama, tekanan darah tinggi ini tidak hanya menimpa kaum lansia,
tapi siapapun orangnya apabila tidak menjaga kesehatan akan mudah diserang
tekanan darah tinggi (Muhammad, 2010). Dengan bertambahnya usia, semakin
bertambah pula penyakit yang diderita oleh lansia. Penyakit yang paling sering
diderita oleh lansia adalah asam urat, hipertensi, dan diabetes. Hipertensi adalah
peningkatan sistol yang tingginya tergantung oada umur individu yang terkena
tekanan darah berfluktuasi dalam batas batas tertentu tergantung posisi tubuh,
umur, dan tingkat stress yang dialami. Pasien dengan hipertensi sering mengalami
pusing dan nyeri punggung yang menjalar.

Laporan PBL Keperawatan Komunitas II PSIK 2015


Universitas Jember
Salah satu hal yang dapat dilakukan untuk menanggulangi nyeri
punggung ini adalah dengan upaya pencegahan primer. Contoh pencegahan
primer ini adalah dengan melakukan Backrub. Hal ini dilakukan agar klien merasa
nyaman, dikarenakan peredaran darah menjadi lancar. Selain itu dapat mengurangi
insomnia yang dialami oleh klien.
3.2 Kerangka Penyelesaian Masalah

Pemateri menjelaskan secara singkat tentang konsep


dasar hipertensi: penyakit dan penatalaksanaannya

Pemateri mengajarkan dan mendemonstrasikan back rub

Klien mampu memahami maksud dari pemateri

Klien dapat mendemonstrasikan kembali back rub

Pemateri memberikan reinforcement positif pada klien


setelah melakukan tindakan

BAB IV. RENCANA PELAKSANAAN KEGIATAN


4.1 Realisasi Penyelesaian Masalah
Pendidikan kesehatan merupakan upaya untuk memberikan pengalaman
belajar atau menciptakan suatu kondisi bagi Mbah Buntuk menerapkan caracara hidup sehat. Dalam realisasi penyelesaian masalah mengenai hipertensi
yang dapat dilakukan adalah melakukan pendidikan kesehatan tentang
Backrub Mbah B.
4.2 Khalayak Sasaran
Khalayak sasaran pada kegiatan pendidikan kesehatan ini, yaitu Mbah B
atau keluarga telah dapat mempraktikan teknik Backrub.
4.3 Metode yang Digunakan
1. Jenis model pembelajaran: ceramah dan praktik

Laporan PBL Keperawatan Komunitas II PSIK 2015


Universitas Jember
2. Landasan teori: Diskusi
3. Langkah pokok
a. Menciptakan suasana pertemuan yang baik
b. Mengajukan masalah
c. Mengidentifikasi pilihan tindakan
d. memberi komentar
e. Menetapkan tindak lanjut
= Sasaran

= Dosen Penguji

= Pemateri

BAB V. HASIL KEGIATAN


5.1 ANALISIS EVALUASI DAN HASIL-HASILNYA
5.1.1 Evaluasi Struktur
a. Kegiatan pendidikan kesehatan tentang Backrub dilakukan pada hari
senin, 9 november 2015 pukul 10.30 10.45 WIB.
b. Pemateri dan rekan menuju ke tempat dilakukannya pendidikan
kesehatan tentang Backrub pada Mbah B di RT 03/RW 02 Lingkungan
Krajan Kelurahan Antirogo Kecamatan Sembersari Kabupaten/Kota
Jember pada hari senin, 10.15 WIB. Acara dimulai pukul 10.30 WIB.
c. Persiapan lain yang dilakukan adalah menyiapkan ruang dan
perlengkapan untuk pendidikan kesehatan.
d. Persiapan kegiatan pendidikan kesehatan tentang Backrub yang terdiri
dari preplanning (Bab I-IV), SAP, SOP, leaflet, lembar daftar hadir dan
berita acara.
e. Pemateri menyiapkan diri dengan bersikap empati, netral, menghargai,
dan caring pada Mbah B.
f. Pemateri telah melakukan pengkajian sebelumnya pada Mbah B sebagai
data dasar untuk bersikap empati, menghargai, dan caring pada lansia.
g. Mbah B menyatakan bersedia mengikuti proses pendidikan kesehatan
tentang Backrub.
h. Telah terbina mutual relationship dan trust relationship antara lansia
dan pemateri. Mbah B mengatakan senang setelah dilakukan Backrub.
5.1.2

Evaluasi Proses
a. Proses pendidikan kesehatan berjalan dengan lancar dengan waktu
selama 15 menit selama kegiatan berlangsung.

Laporan PBL Keperawatan Komunitas II PSIK 2015


Universitas Jember
b. Klien bersikap kooperatif dalam mengikuti pendidikan kesehatan
tentang Backrub.
5.1.3

Evaluasi Hasil
a. Kegiatan pendidikan kesehatan tentang Backrub dihadiri oleh 6 orang
yang terdiri dari seorang lansia, 2 anggota keluarga dan 3 mahasiswa
PSIK Universitas Jember.
b. Mbah B tampak antusias mendengarkan materi yang disampaikan oleh
pemateri.
c. Mbah B mampu menjawab pertanyaan dari pemateri meski terdapat
kesalahan yang selanjutnya dibenarkan oleh pemateri.
d. Mbah B merasa lebih nyaman setelah dilakukan Backrub
e. Tekanan darah sebelum dan sesudah Backrub sama dikarenakan waktu
saat tindakan hanya 15 menit.

5.1.4
a.

Faktor Pendorong
Dukungan dari kader dan keluarga Mbah B, yang menyambut baik dan
memberikan izin dengan adanya pendidikan kesehatan tentang Backrub
pada Mbah B di RT 03/RW 02 Lingkungan Krajan Kelurahan Antirogo
Kecamatan Sembersari Kabupaten/Kota Jember.
Kader Posyandu memfasilitasi tempat untuk diberikannya pendidikan
kesehatan tentang Backrub.
Mbah B sangat antusias untuk mengikuti kegiatan pendidikan
kesehatan.
Mahasiswa
lainnya membantu pelaksanaan kegiatan pendidikan
kesehatan tentang hipertensi pada lansia, baik menjadi fasilitator,
dokumentasi, presensi, dan sebagainya.
Bahasa yang digunakan Mbah B yaitu bahasa jawa sehingga membuat
pemateri dan klien dapat berkomunikasi dengan lancar karena sepaham.
Mbah B tidak bekerja sehingga setiap saat pemateri dapat melakukan
kunjungan kepada Mbah B

b.
c.
d.
e.
f.
5.1.5

Faktor Penghambat
a. Faktor fisiologis yaitu pendengaran Mbah B yang seiring waktu mulai
menurun membuat komunikasi terkadang tidak lancar di ulang
b. Mbah B hanya memahami bahasa jawa kasar sehingga ketika pemateri
menggunakan bahasa jawa halus terjadi ketidakpahaman.

BAB VI. KESIMPULAN DAN SARAN


6.1 Kesimpulan
Berdasarkan evaluasi kegiatan yang dilakukan oleh pemateri terhadap
kegiatan pendidikan kesehatan tentang Backrub diketahui bahwa Mbah B
sebelumnya mengetahui tentang Backrub. Selain itu, klien juga belum mengetahui
makanan yang dapat digunakan untuk hipertensi. Setelah pemateri melakukan
Backrub, mbah B merasa nyaman Tujuan dari dilakukannya Backrub adalah
meningkatkan sirkulasi darah, memberikan kenyamanan, menurunkan kecemasan

Laporan PBL Keperawatan Komunitas II PSIK 2015


Universitas Jember
dan meringankan insomnia. Dengan dilakukan Backrub diharapkan tekanan darah
mbah B dapat turun. Selain itu gangguan tidur mbah B yang sering terbangun
pada malam hari dapat teratasi.
Mbah B sangat antusias mengikuti Backrub dan mersa senang ketika
melakukannya. Pendidikan kesehatan tentang Backrub pada lansia menunjukkan
bahwa pengetahuan dan keterampilan mbah B dapat meningkat dalam upaya
menurunkan tekanan darah. Keluarga mbah B juga memahami maksud dari
Backrub dan mendapatkan pengetahuan baru mengenai sayur atau buah yang
dapat menurunkan hipertensi Hal ini menunjukkan bahwa pendidikan kesehatan
yang telah diberikan oleh pemateri dapat meningkatkan pengetahuan dan
keterampilan lansia dalam melakukan backrub pada lansia dalam upaya
meningkatkan derajat kesehatan lansia dan pencegahan terjadinya masalah
kesehatan yang sering terjadi pada usia lansia di RT 03/RW 02 Lingkungan Krajan
Kelurahan Antirogo Kecamatan Sembersari Kabupaten/Kota Jember.
6.2 Saran
6.2.1 Bagi Sasaran
Lansia diharapkan mampu menjaga aya hidup yang baik sebagai
upaya meningkatkan derajat kesehatan dan pencegahan terjadinya
masalah kesehatan pada lansia, khususnya terhadap hipertensi.
6.2.2 Bagi Masyarakat
Saran yang dapat diberikan pada masyarakat di RT 03/ RW 02
Lingkungan Krajan Kelurahan Antirogo Kecamatan Sembersari
Kabupaten Jember yang sebagian besar suku Madura turut
memperhatikan dan meningkatkan kesadaran warganya untuk bersedia
menjalankan gaya hidup yang baik s
6.2.3

Bagi Tenaga Medis


Bagi tenaga kesehatan setempat khususnya para bidan atau perawat
desa diharapkan lebih mengaktifkan pelayanan kesehatan melalui
posyandu lansia di RT 03/ RW 02 Lingkungan Krajan Kelurahan
Antirogo dan dapat menarik minat lansia dengan cara mengadakan
senam pada lansia atau pendidikan ksehatan tentang penyakit yang
sering dialami saat posyandu lansia.

Laporan PBL Keperawatan Komunitas II PSIK 2015


Universitas Jember

DAFTAR PUSTAKA
Adib, Mohammad. (2010). Penelitian Lansia di Perkotaan : Tinggal bersama
Keluarga lebih Nyaman.
Depkes RI, 2010. Hipertensi Penyebab Kematian Nomor Tiga. Kementerian
Kesehatan RI. Jakarta.-http://www.depkes.go.id/index.php/-berita/pressrelease/810-hipertansi-penyebab-kematian-nomor-tiga.html Diakses pada
tanggal 10 november 2015
https://www.google.co.id/url?
sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=4&cad=rja&uact=8&ved=0CC4
QFjADahUKEwiB2_S77YTJAhWEk5QKHWtfBd4&url=http%3A%2F
%2Frepository.usu.ac.id%2Fbitstream
%2F123456789%2F34542%2F5%2FChapter
%2520I.pdf&usg=AFQjCNGLK-6vS3d5eSCRFj6aDNS8aOh7Q&sig2=zFSYZOQFhfaqdZ_S2F4eqw&bvm
=bv.106923889,d.dGo diakses pada tanggal 10 November 2015 pukul 09.00
Kemenkes RI. (2012). Buletin Jendela Data dan Informasi Penyakit Tidak
Menular.http://www.depkes.go.id/download.php?
file=download/pusdatin/buletin/buletin-jamkesmas.pdf
Diakses
pada
tanggal 10 November 2015 pukul 07.00
Palmer, Anna.(2010). Tekanan Darah Tinggi. Erlangga. Jakarta.
Rusdi (2010). Awas! Bisa mati cepat akibat Hipertensi dan Diabetes. Jogjakarta :
Power Books (IHDINA)
Santoso, Djoko (2010) . Membonsai Hipertensi. Surabaya : Jaring pena
Santoso, Djoko (2010) . Membonsai Hipertensi. Surabaya : Jaring pena
Weber dkk.(2010) Blood pressure dependent and independent effects of
antihypertensive treatment on clinical events in the VALUE Trial; Lancet
363: 204951.
World Health Organization (WHO). (2010). The World Health Statistics 2010
.http://www.apps.whso.int.ghodata diakses pada tanggal 7 november 2015
pukul 11.00
Lampiran:
Lampiran 1
Lampiran 2
Lampiran 3
Lampiran 4
Lampiran 5
Lampiran 6
Lampiran 7

: Berita Acara
: Daftar Hadir
: Satuan Acara Penyuluhan (SAP)
: Standar Operasional Prosedur (SOP) bila ada
: Materi
: Media Leaflet
: Dokumentasi\
Jember, 10 November 2015

Laporan PBL Keperawatan Komunitas II PSIK 2015


Universitas Jember
Pemateri

Karina Diana Safitri


NIM 132310101019
Lampiran 1 : Berita Acara
KEMENTRIAN RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS JEMBER
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
T.A 2015/2016

BERITA ACARA
Pada hari ini, Senin tanggal 9 November 2015 jam 10.30 10.45 WIB bertempat
di rumah Mbah B di Lingkungan Krajan Kelurahan Antirogo Kecamatan
Sembersari Kabupaten Jember Provinsi Jawa Timur telah dilaksanakan Backrub
oleh Mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Jember. Kegiatan
ini diikuti oleh 6 orang (daftar hadir terlampir).

Jember, 9 November 2015


Mengetahui,
Penguji
Keperawatan Komunitas II
PSIK Universitas Jember

Ns. Latifa Aini S, M.Kep, Sp.Kom


NIP. 19710926 200912 2 001

Laporan PBL Keperawatan Komunitas II PSIK 2015


Universitas Jember

Lampiran 2: Daftar Hadir


KEMENTRIAN RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS JEMBER
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
T.A 2015/2016

DAFTAR HADIR
Kegiatan Pendidikan Kesehatan tentang Backrub oleh Mahasiswa Program Studi
Ilmu Keperawatan Universitas Jember. Pada hari ini, senin 9 November 2015 jam
10.30 s/d 10.45 WIB bertempat di rumah Mbah B di Lingkungan Krajan
Kelurahan Antirogo Kecamatan Sembersari Kabupaten/Kota Jember Provinsi
Jawa Timur.
.
NO.
1.

NAMA
Mbah Bunisa

ALAMAT

TANDA TANGAN
1.

2.

Ny. Maisa

2.

3.

Ny. Sundari

4.

Karina Diana Safitri

5.

Talitha Zhafira

Jember, 9 5.
November 2015

6.

Yulince Atanay

Mengetahui,

3.
4.

6.

Peguji
Keperawatan Komunitas II
PSIK Universitas Jember

Ns. Latifa Aini S, M.Kep, Sp.Kom


NIP. 19710926 200912 2 001

Laporan PBL Keperawatan Komunitas II PSIK 2015


Universitas Jember

Lampiran 3: SAP
SATUAN ACARA PENYULUHAN
Topik/materi
Sasaran
Waktu
Hari/ Tanggal
Tempat

: Backrub
: Mbah B
: 10.00-10.45 WIB
: Senin, 09 November 2015
: Rumah Mbah B Lingkungan Krajan Desa Antirogo
Kecamatan Sembersari Kabupaten Jember.

1. Standar Kompetensi
Setelah dilakukan pendidikan kesehatan, sasaran akan dapat mengerti dan
memahami tentang konsep dasar hipertensi.
2. Kompetensi Dasar
Setelah dilakukan pendidikan kesehatan dan demonstrasi selama 60 menit
sasaran akan mampu:
a. Klien dapat memahami mengenai pengertian Backrub ;
b. Klien dapat memahami mengenai tujuan Backrub;
c. Klien dapat memahami mengenai langkah langkah Backrub;
3. Pokok Bahasan
Backrub
4. Subpokok Bahasan
a. Pengertian Backrub;
b. Tujuan Backrub;
c. Langkah Langkah Backrub;
5. Waktu

Laporan PBL Keperawatan Komunitas II PSIK 2015


Universitas Jember
1x 15 menit
6. Bahan/ Alat yang digunakan
a. Materi
b. Leaflet
c. Lotion
d. Bantal
e. Tempat tidur
f. Sarung tangan
g. Handuk
h. Tensimeter

7. Model Pembelajaran
a. Jenis Model Penyuluhan
: diskusi
demonstrasi
b. Landasan Pokok
:
1. Menciptakan suasana ruangan yang baik
2. Mengajukan masalah
3. Membuat keputusan nilai personal
4. Mengidentifikasi pilihan tindakan
5. Memberi komentar
6. Menetapkan tindak lanjut

dengan

Ny.

dan

8. Setting Tempat
Keterangan:
1. Pemateri
2. Peserta
3. Fasilitator
XCC
4. Dosen

9. Persiapan
Pemateri mempersiapkan materi tentang konsep dasar hipertensi, media
pembelajaran (leaflet), dan bahan untuk melakukan Backrub.

Laporan PBL Keperawatan Komunitas II PSIK 2015


Universitas Jember

10. Kegiatan Pendidikan Kesehatan


Proses
Pendahuluan

Penyajian
a.
b.
c.
d.
Penutup

Tindakan
Kegiatan Penyuluhan
Kegiatan peserta
1. Memberikan
salam, 1. Menjawab salam
memperkenalkan diri, dan
dan
membuka penyuluhan.
mendengarkan
2. Menjelaskan
tujuan
umum dan tujuan khusus 2. Mendengarkan
1. Memperhatikan,
1. Menjelaskan materi
memberikan
tentang Backrub
tanggapan, dan
Mendemonstrasikan Backrub
mendemonstrasi
Memberi kesempatan pada
kan
klien untuk bertanya
mengenai Backrub
Minta klien mempraktikkan
Backrub
Beri reinforcement positif
pada klien
1. Menyimpulkan
materi Memperhatikan
yang telah diberikan
dan menanggapi
2. Mengevaluasi
hasil
pendidikan kesehatan
3. Salam penutup

Waktu
2
Menit

10
menit

3 menit

Laporan PBL Keperawatan Komunitas II PSIK 2015


Universitas Jember

Lampiran 4: SOP

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR


BACKRUB (PIJAT PUNGGUNG)
PSIK
Universitas Jember
1.

Pengertian

2.

Tujuan

3.

Indikasi

4.

Kontraindikasi

5.

Persiapan klien

Backrub adalah tipe massage pada punggung yang terdiri dari


usapan panjang, lambat, dan meluncur
1. Meningkatkan sirkulasi darah
2. Menurunkan kecemasan
3. Menurunkan persepsi nyeri
4. Menurunkan ketegangan otot
5. Memberikan kenyamanan
6. Meringankan insomnia
7. Menstimulasi sirkulasi kulit
1. Pasien bedrest
2. Pasien yang mengalami nyeri dan ketidaknyamanan
3. Pasien dengan keluhan kekakuan dan ketegangan otot
4. Pasien dengan kesulitan tidur
1. Kerusakan integritas kulit misal luka bakar, luka terbuka
2. Pasien yang mengalami operasi bedah punggung/vertebre
3. Pasien dengan fraktur costa
4. Pasien dengan gagal jantung
5. Pasien dengan perdarahan
1. Berikan salam, perkenalkan diri anda, dan identifikasi pasien
dengan memeriksa identitas pasien secara cermat.
2. Jelaskan tentang prosedur yang akan dilakukan, berikan
kesempatan kepada pasien untuk bertanya dan jawab seluruh
pertanyaan pasien.
3. Minta pengunjung untuk meninggalkan ruangan, beri privasi
pada pasien.
4. Atur posisi pasien sehingga merasakan posisi aman dan

Laporan PBL Keperawatan Komunitas II PSIK 2015


Universitas Jember

6.

Persiapan alat

7.

Cara kerja

1.
2.
3.
4.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.

nyaman.
Selimut mandi
Handuk mandi
Lotion/bedak
Sarung tangan
Beri tahu pasien bahwa tindakan akan segera dimulai
Tinggikan tempat tidur sampai ketinggian kerja yang nyaman
Cek alat-alat yang digunakan
Dekatkan alat ke sisi tempat tidur pasien
Posisikan pasien senyaman mungkin
Cuci tangan dan kenakan sarung tangan
Periksa tanda-tanda vital klien sebelum melakukan atau
memulai backrub (terutama nadi dan tekanan darah)
Atur ruangan dengan kehangatan yang cukup
Bantu pasien melepas baju
Bantu pasien dengan posisi pronasi (pada ibu hamil,
disarankan posisi sims atau lateral)
Buka punggung pasien, bahu, lengan atas tutup sisanya
dengan selimut mandi
Letakkan handuk panjang dibawah punggung
Hangatkan lotion di telapak tangan atau tempelkan lotion
pada air hangat

14. Jelaskan bahwa lotion akan terasa dingin


15. Berdiri di dekat klien
16. Dengan arah sirkuler pijat daerah leher dengan tiga jari

17. Gunakan gerakan stroking (menggosok) dengan arah sirkuler


keluar dari arah sarcum menuju ke leher, lakukan dengan
gerakan memanjang, tegas dan lembut, pertahankan tangan
tetap kontak dengan punggung klien.

Laporan PBL Keperawatan Komunitas II PSIK 2015


Universitas Jember

18. Berhentilah pada pusat punggung dan kemudian gerakkan


secara sirkuler keluar kedaerah skapula, kemudian kembali ke
arah sarcum. Lanjutkan pijatan sampai beberapa menit.

19. Remas kulit dengan jari-jari, remas keatas sepanjang satu sisi
spina dari bokong dan bahu dan sekitar bawah leher. Remas
atau usap ke arah bawah ke arah sakrum. Ulangi sepanjang
sisi punggung yang lain.

20. Pukul-pukul pasien dengan sisi telapak tangan

Laporan PBL Keperawatan Komunitas II PSIK 2015


Universitas Jember

21. Ulangi kembali gerakan diatas, masing-masing gerakan 3-5


menit. Tambahkan lotion jika perlu
22. Sambil melakukan pijat, sambil diperiksa adanya kemerahan
pada kulit (keadaan kulit)
23. Tanya pasien daerah yang perlu dilakukan massage khusus
24. Akhiri massage dengan gerakan usapan panjang dan tegas
dari atas ke bawah dan katakan pada klien bahwa kegiatan
pijat akan diakhiri
25. Bersihkan sisa lotion pada punggung dengan handuk
26. Bantu klien memakai baju kembali
27. Rapihkan klien ke posisi semula
28. Beritahu bahwa tindakan sudah selesai
29. Periksa nadi dan tekanan darah
30. Bereskan alat-alat yang telah digunakan dan lepas sarung
tangan
31. Kaji respon klien
32. Berikan reinforcement positif pada klien
33. Buat kontrak pertemuan selanjutnya
34. Akhiri egiatan dengan baik
35. Kembalikan peralatan ke tempat penyimpanan alat dan cuci
tangan
8.

Evaluasi

Hal-hal yang harus diperhatikan :

a. Ketika melakukan backrub di usahakan salah satu tangan perawat tetap kontak
dengan kulit pasien

Laporan PBL Keperawatan Komunitas II PSIK 2015


Universitas Jember

Lampiran 5: Materi
HIPERTENSI
1.

Definisi Hipertensi
Hipertensi didefinisikan sebagai tekanan sistolik 160 mmHg dan tekanan
diastolik 90 mmHg pada lansia. Hipertensi dikategorikan ringan apabila
tekanan diastoliknya antara 95 104 mmHg, hipertensi sedang jika tekanan
diastoliknya antara 105 dan 114 mmHg, dan hipertensi berat bila tekanan
diastoliknya 115 mmHg atau lebih. Hipertensi menjadi penyebab utama gagal
jantung, stroke, dan gagal ginjal. Sebagian besar orang yang menderita
hipertensi tidak sadar akan kondisinya. Hipertensi merupakan masalah
kesehatan besar di seluruh dunia sebab tingginya prevalensi dan berhubungan
dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular (World Health
Organization, 2010). Menurut data yang dimiliki oleh World Health
Organization (WHO), terdapat lebih dari satu dari setiap tiga orang dewasa (+
satu miliar orang) di dunia, menderita tekanan darah tinggi. Darah tinggi
menyumbang kematian hampir 9,4 juta orang setiap tahunnya karena
komplikasi penyakit jantung dan stroke. Kedua penyakit ini menjadi penyakit
nomor satu yang membunuh manusia. Hipertensi seringkali terjadi bersama
dengan faktor-faktor resiko lain, seperti obesitas, diabetes, dan kolesterol tinggi
yang meningkatkan risiko kesehatan.

2.

Etiologi
Hipertensi berdasarkan etiologinya dibagi menjadi dua yaitu hipertensi
primer atau esensial dan hipertensi sekunder.
a. Hipertensi primer
Sekitar 95% pasien dengan hipertensi merupakan hipertensi esensial
(primer). Penyebab hipertensi esensial ini masih belum diketahui, tetapi
faktor genetik dan lingkungan diyakini memegang peranan dalam

Laporan PBL Keperawatan Komunitas II PSIK 2015


Universitas Jember
menyebabkan hipertensi esensial (Weber dkk., 2014). Faktor genetik dapat
menyebabkan kenaikan aktivitas dari sistem renin-angiotensin-aldosteron
dan sistem saraf simpatik serta sensitivitas garam terhadap tekanan darah.
Selain faktor genetik, faktor lingkungan yang mempengaruhi antara lain
yaitu konsumsi garam, obesitas dan gaya hidup yang tidak sehat (Weber
dkk., 2014) serta konsumsi alkohol dan merokok. Penurunan ekskresi
natrium pada keadaan tekanan arteri normal merupakan peristiwa awal
dalam hipertensi esensial. Penurunan ekskresi natrium dapat menyebabkan
meningkatnya volume cairan, curah jantung, dan vasokonstriksi perifer
sehingga tekanan darah meningkat. Faktor lingkungan dapat memodifikasi
ekspresi gen pada peningkatan tekanan. Stres, kegemukan, merokok,
aktivitas fisik yang kurang, dan konsumsi garam dalam jumlah besar
dianggap sebagai faktor eksogen dalam hipertensi.
b. Hipertensi sekunder
Hipertensi sekunder diderita sekitar 5% pasien hipertensi (Weber dkk.,
2014). Hipertensi sekunder disebabkan oleh adanya penyakit komorbid atau
penggunaan obat-obat tertentu yang dapat meningkatkan tekanan darah.
Obat-obat tertentu, baik secara langsung ataupun tidak, dapat menyebabkan
hipertensi atau memperberat hipertensi. Penghentian penggunaan obat
tersebut atau mengobati kondisi komorbid yang menyertainya merupakan
tahap pertama dalam penanganan hipertensi sekunder (Depkes RI, 2006).
3.

Tanda dan Gejala


Sebagian besar penderita hipertensi tidak merasakan gejala penyakit. Ada
kesalahan pemikiran yang sering terjadi pada masyarakat bahwa penderita
hipertensi selalu merasakan gejala penyakit. Kenyataannya justru sebagian
besar penderita hipertensi tidak merasakan adanya gejala penyakit. Hipertensi
terkadang menimbulkan gejala seperti sakit kepala, nafas pendek, pusing, nyeri
dada, palpitasi, dan epistaksis. Gejala-gejala tersebut berbahaya jika diabaikan,
tetapi bukan merupakan tolak ukur keparahan dari penyakit hipertensi (WHO,
2014).

4.

Pencegahan
a. Penurunan berat badan pada penderita hipertensi yang gemuk melalui
perubahan pola makan dan olah raga.
b. Pembatasan intake garam hingga 4 6 gram per hari, makanan yang
mengandung soda kue, bumbu penyedap dan pengawet makanan.
c. Meningkatkan komsumsi lemak tak jenuh dan mengurangi konsumsi lemak
jenuh (daging sapi, kerbau, kambing, babi, susu, keju, dan kelapa).
d. Mengurangi makanan yang mengandung kolesterol tinggi (jeroan, kuning
telur, cumi-cumi, kerang, kepiting, coklat, mentega, dan margarin).
e. Meningkatkan intake makanan yang berserat tinggi seperti buah-buahan
(jambu biji, belimbing, jambu bol, kedondong, jeruk, pisang, nangka masak,
markisa, dan lain-lain), sayuran (daun bawang, kecipir muda, jamur segar,
bawang putih, daun dan kulit melinjo, dan lain-lain), ikan, agar-agar, dan
rumput laut).
f. Menghentikan kebiasaan merokok.
g. Olah raga teratur.

Laporan PBL Keperawatan Komunitas II PSIK 2015


Universitas Jember
h. Hindari ketegangan mental dan stres.
i. Diet bagi hipertensi
1. Makanan yang dianjurkan, seperti sayuran dan buah-buahan. Kandungan
serta dan vitamin C nya dapat membantu menurunkan tekanan darah
tinggi.
2. Makanan yang harus dikurangi, seperti makanan kaleng, jenis ikan yang
banyak mengandung lemak (misal, salmon, makerel, dan sarden),
makanan berlemak, dan makanan beralkohol.
3. Makanan yang harus dihindari, seperti makanan bergaram tinggi,
alkohol, dan rokok.

Laporan PBL Keperawatan Komunitas II PSIK 2015


Universitas Jember
Lampiran 6. Leaflet

Lampiran 7. Dokumentasi

Laporan PBL Keperawatan Komunitas II PSIK 2015


Universitas Jember

Gambar 1. Kegiatan Pendidikan Kesehatan Tentang Backrub Pada Mbah B


di RT 03/RW 02 Lingkungan Krajan Kelurahan Antirogo Kecamatan
Sembersari Kabupaten/Kota Jember hari Senin, 9 November 2015 oleh
Mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Jember

Laporan PBL Keperawatan Komunitas II PSIK 2015


Universitas Jember

Gambar 1. Kegiatan Pendidikan Kesehatan Tentang Backrub Pada Mbah B


di RT 03/RW 02 Lingkungan Krajan Kelurahan Antirogo Kecamatan
Sembersari Kabupaten/Kota Jember hari Senin, 9 November 2015 oleh
Mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Jember

Laporan PBL Keperawatan Komunitas II PSIK 2015


Universitas Jember