Anda di halaman 1dari 8

* SISTEM KLASIFIKASI

PASIEN

By: Kelompok V

PENYUSUN :
Rico Igwani
:12031039
Sabrina Andalas Putri John
:12031042
Muhibin
:12031034
Tri Ardani Mandela
:12031044
Lia Rachmitasari
:12031025
Missungga Cahyana
:12031031
Mikhael Fernando
:12031030
Gustin Nur Isnaini
:12031019
Anggya Demen Saputri
:12031004
Lili Sudarni
:12031026
Arde Sandri Nasution
:12031006

* Klasifikasi pasien adalah metode pengelompokan pasien menurut jumlah

dan kompleksitas persyaratan perawatan mereka untuk mendapatkan


perawatan dalam ruang rawat inap. Dalam banyak sistem klasifikasi
pasien dikelompokan sesuai dengan ketergantungan mereka pada
pemberian perawatan atau sesuai dengan waktu memberi perawatan dan
kemampuan yang diperlukan untuk memberikan perawatan.

* Sistem

klasifikasi pasien adalah pengelompokan pasien berdasarkan


kebutuhan perawatan yang secara klinis dapat diobservasikan oleh
perawat. Pada dasarnya sistem klasifikasi pasien ini mengelompokkan
pasien sesuai dengan ketergantungannya dengan perawat atau waktu dan
kemampuan yang dibutuhkan untuk memberi asuhan keperawatan yang
dibutuhkan.

*DEFINISI

* Tujuan klasifikasi pasien adalah menghargai setiap pasien sesuai dengan


status dan kondisinya dalam memperoleh pelayanan kesehatan di ruang
rawat inap sehingga terciptanya pelayan kesehatan yang prima dan
dukungan kesehatan yang handal dalam setiap klasifikasi dengan
demikian tugas pokok Rumah sakit dapat tercapai yaitu memberikan
dukungan kesehatan, juga ikut serta dalam meningkatkan derajat
kesehatan masyarakat dengan memberikan pelayanan yang bermutu,
menyeluruh dan terjangkau bagi masyarakat umum.
* Tujuan klasifikasi pasien adalah untuk mengkaji pasien dan pemberian
nilai untuk mengukur jumlah usaha yang diperlukan untuk memenuhi
perawatan yang dibutuhkan pasien, tujuan klasifikasi pasien adalah
untuk menentukan jumlah dan jenis tenaga yang dibutuhkan dan
menentukan nilai produktivitas. Gillies, 1994.

*Tujuan Sistem

Klasifikasi Pasien

Menurut Douglas (1984, dalam Swansburg & Swansburg, 1999) membagi


klasifikasi klien berdasarkan tingkat ketergantungan klien dengan menggunakan
standar sebagai berikut :
1. Perawatan minimal (self care) yang memerlukan waktu 1-2 jam/24 jam.
Kriteria klien pada klasifikasi ini adalah klien masih dapat melakukan sendiri
kebersihan diri, mandi dan ganti pakaian termasuk minum. Observasi tanda
vital dilakukan setiap shift, pengobatan minimal, status psikologis stabil dan
persiapan prosedur memerlukan pengobatan.
*.kebersihan diri, mandi, ganti pakaian dilakukan sendiri
*. makanan dan minum dilakukan sendiri
*. ambulasi dengan pengawasan
*. observasi tanda-tanda vital setiap pergantian shift
*.pengobatan minimal dengan status psikologi stabil
*.perawatan luka sederhana.

* Klasifikasi Pasien Berdasarkan


Tingkat Ketergantungan

2. Perawatan intermediate (intermediate care) yang memerlukan


waktu 3-4 jam/24 jam. Kreteria klien pada klasifikasi ini adalah klien
masih perlu bantuan dalam memenuhi kebersihan diri, makan dan
minum, ambulasi serta perlunya observasi dan tanda vital 4 jam. Klien
memerlukan pengobatan lebih dari sekali, klien dengan pemasangan
infus serta persiapan pengobatan memerlukan prosedur.
* kebersihan diri dibantu, makan minum dibantu
* observasi tanda-tanda vital setiap 4 jam
* ambulasi dibantu
* pengobatan dengan injeksi
* klien dengan kateter urin, pemasukan dan pengeluaran dicatat
* klien dengan infus, dan klien dengan pleura pungsi.

3. Perawatan maksimal atau total care yang memerlukan waktu 5-6


jam/24 jam. Kreteria klien pada klasifikasi ini adalah klien harus
dibantu tentang segala sesuatunya, posisi yang diatur, observasi tanda
vital setiap 2 jam, makan memerlukan slang nasogastrik (NG),
menggunakan terapi intravena, pemakaian alat pengisap (suction) dan
kadang klien dalam kondisi gelisa/disorentasi.
* semua kebutuhan klien dibantu
* perubahan posisi setiap 2 jam dengan bantuan
* observasi tanda-tanda vital setiap 2 jam
* makan dan minum melalui selang lambung
* pengobatan intravena perdrip
* dilakukan suction
* gelisah / disorientasi
* perawatan luka kompleks.

* Seorang anak umur 9 bulan masuk rumah sakit dengan keluhan demam

dan diare, suhu: 39 derjat c, nadi 90 kali permenit, tekanan darah


100/60 mmhg, RR: 30 kali permenit. BAB kurang lebih 20 kali perhari,
BAB bercampur lendir dan tidak berdarah, anak terlihat lemah, mata
tertarik keatas. Apakah tingkat ketergantungan anak tersebut?

* Tingkat

ketergantungan anak tersebut adalah perawatan maksimal


atau total care yang memerlukan waktu 5-6 jam/24 jam. Karena pada
anak usia 9 bulan masih perlu bantuan maksimal untuk memenuhi
kebutuhan diri.dan juga dari data yang telah didapat anak telah
mengalami dehidrasi berat dan membutuhkan penanganan intensif dari
petugas medis.

*KASUS