Anda di halaman 1dari 10

Obligasi Negara Ritel atau Obligasi Ritel Indonesia (ORI) adalah obligasi negara yang dijual

kepada individu/perseorangan Warga Negara Indonesia melalui agen penjual dengan volume
minimum yang telah ditentukan. ORI diterbitkan untuk membiayai anggaran negara, diversifikasi
sumber pembiayaan, mengelola portfolio utang negara dan memperluas basis investor. ORI
merupakan investasi yang bebas terhadap risiko gagal bayar, yaitu kegagalan Pemerintah untuk
membayar kupon dan pokok kepada investor.
Seri ORI dan besaran kupon yang telah diterbitkan adalah:

ORI001: 12,05% (sudah jatuh tempo)

ORI002: 9,28% (sudah jatuh tempo)

ORI003: 9,40% (sudah jatuh tempo)

ORI004: 9,50% (sudah jatuh tempo 12 Maret 2012)

ORI005: 11,45% (jatuh tempo 15 Sept 2013)

ORI006: 9,35% (sudah jatuh tempo 15 Agustus 2012)

ORI007: 7,95% (jatuh tempo 15 Agustus 2013)

ORI008: 7,3% (jatuh tempo 15 Oktober 2014)

ORI009: 6.25% (jatuh tempo 15 Oktober 2015)

ORI010: 8.50% (jatuh tempo 15 Oktober 2016)

Pagi ini seorang teman yang bekerja di salah satu Bank BUMN mengirimkan
pesan melalui Blackberry massanger yang isinya secara garis besar
menginformasikan bahwa Bank tempat dia bekerja merupakan salah satu
agen penjualan ORI010, dan dia mengajak saya untuk berinvestasi di ORI010
tersebut. Dengan menambahkan analisa pasar dan keuntungan yang dia
paparkan agar saya tergoda dan mau untuk memiliki ORI 010 tersebut.
Berinvestasi di ORI, merupakan jenis investasi lanjutan bagi yang biasanya
menyimpan
dana
dalam
bentuk
deposito
berjangka.
Nah, pada tulisan kali ini saya ingin berbagi sedikit informasi tentang ORI
010 yang menjadi topik diskusi saya dengan teman tersebut pagi ini

Apa ORI itu?


Obligasi Negara Ritel atau Obligasi Ritel Indonesia (ORI) adalah Obligasi
Negara yang diterbitkan Pemerintah Indonesia untuk dijual kepada individu
atau perorangan Warga Negara Indonesia melalui Agen Penjual di pasar
perdana.
ORI 010 artinya ORI seri 10 yang menggambarkan banyaknya seri ORI yang
telah dikeluarkan oleh Pemerintah Indonesia. ORI 010 akan ditawarkan
secara perdana mulai tanggal 20 September sampai dengan 4 Oktober 2013
nanti
Apa keuntungan memiliki ORI?
Secara umum, keuntungan memiliki ORI adalah sebagai berikut:
1. Aman
ORI merupakan obligasi yang pembayaran kupon dan pokok sampai dengan
jatuh temponya dijamin oleh Pemerintah Republik Indonesia, jadi secara teori
risiko gagal bayar dalam berinvestasi pada jenis ini bisa diabaikan, kecuali
dalam kondisi yang sangat luar biasa, negara dinyatakan bangkrut.
2. Menguntungkan
Biasanya kupon ORI yang ditawarkan pada pasar perdana lebih tinggi dari
suku bunga deposito. Disamping itu ORI bisa diperdagangkan di pasar
sekunder (pasar modal). Kupon dibayarkan setiap bulan, jadi kita bisa
menikmati hasil bunganya perbulan.
3. Investasi ringan
ORI bisa didapatkan dengan minimal investasi sebesar Rp 5 Juta, dan
kelipatannya, maksimal investasi sebesar Rp 3 Milyar. Pajak yang dikenakan

adalah sebesar 15%, lebih kecil jika dibandingkan dengan deposito yang
dikenakan pajak sebesar 20%.
4. Portofolio Likuid
ORI dapat diperdagangkan di pasar sekunder, dan dapat pula dijadikan
sebagai agunan atau digadaikan kepada pihak lain.
5. Proses mudah
Prosedur pembelian dan penjualan ORI mudah dan transparan baik dipasar
perdana maupun dipasar Sekunder (melalui mekanisme bursa ataupun diluar
bursa dan tercatat di Bursa Efek Indonesia).
Apa Risiko memiliki ORI?
Disamping memiliki manfaat, ORI tentunya memiliki risiko yang melekat,
diantaranya:
Risiko gagal bayar (default risk), yaitu pada saat Pemerintah RI
mengalami kebangkrutan sehingga tidak mampu memenuhi kewajiban
pembayaran utangnya. Tapi pada prinsipnya risiko gagal bayar pada
investasi ORI sangat kecil, mengingat Pemerintah berdasarkan UndangUndang APBN setiap tahunnya menjamin pembayaran kupon dan pokok SUN,
termasuk ORI sampai dengan jatuh temponya.
Risiko Pasar (market risk) adalah potensi kerugian apabila kita (investor)
menjual ORI di pasar sekunder sebelum jatuh tempo pada harga jual yang
ternyata lebih rendah dari harga belinya. Untuk menghindari risiko tersebut,
sebaiknya ORI tidak dijual sampai dengan jatuh tempo. Atau hanya melepas
ORI pada saat harga jualnya lebih tinggi dibanding harga pada saat membeli.
Risiko Likuiditas (liquidity risk) adalah potensi kerugian apabila sebelum
jatuh tempo pemilik ORI yang memerlukan dana tunai mengalami kesulitan
dalam menjual ORI di pasar sekunder pada tingkat harga yang wajar. Risiko
tersebut sangat kecil pada Investasi pada ORI, karena ORI dapat dijadikan
jaminan atau digadaikan kepada pihak lain.
Jika mencermati kondisi perekonomian Indonesia saat ini, dimana dalam
bulan Agustus 2013 ini saja Bank Indonesia melakukan 2 kali peningkatan BI
Rate, sehingga posisi BI Rate saat ini adalah 7%, dan mengingat
memburuknya nilai tukar rupiah terhadap dolar amerika yang telah
menyentuh angka Rp 11.093 dan inflasi 8,79%, tentunya kupon yang akan
ditawarkan pemerintah bisa menyentuh angka 6,5%-7,25%

Bagaimana perhitungan Hasil Investasi ORI?


Sesuai dengan penjelasan tadi bahwa kupon dibayarkan setiap bulan,
dengan besaran yang tetap, sedangkan pokok dibayarkan pada saat jatuh
tempo, ini beberapa ilustrasi perhitungan hasil investasi ORI dengan asumsi:
Jika tidak dijual sampai jatuh tempo
Misalnya: Anda
dengan asumsi
maka
Kupon = 7,00%
jatuh
Pokok pada saat

membeli ORI di Pasar Perdana sebesar Rp 10.000.000,kupon 7,00%/tahun dan tidak dijual sampai jatuh tempo;
hasil
yang
diperoleh
adalah:
x Rp. 10.000.000,- x 1/12 = Rp. 58.333,- setiap bulan s/d
tempo
jatuh tempo sebesar Rp. 10.000.000.

Dijual kembali di pasar sekunder (bunga lebih tinggi 5%)


Misalnya: Anda ORI di Pasar Perdana sebesar Rp. 10.000.000,- dengan kupon
7,00%/tahun dan dijual di Pasar Sekunder dengan harga + 5% dari harga
dasar;
maka
hasil
yang
diperoleh
adalah
:
Kupon = 7,00% x Rp. 10.000.000,- x 1/12 = Rp. 58.333,- setiap bulan s/d
saat
dijual
Capital Gain = Rp. 10.000.000,- x 5% = Rp. 500.000,- Dengan adanya
Capital Gain, maka Pokok yang diterima saat dijual adalah Rp 10.500.000,Dijual kembali di pasar sekunder (bunga lebih rendah 5%)
Misalnya: Anda membeli ORI di Pasar Perdana sebesar Rp. 10.000.000,dengan kupon 7,00%/tahun dan dijual di Pasar Sekunder dengan harga 5%
dari
harga
dasar;
maka
hasil
yang
diperoleh
adalah
:
Kupon = 7,00% x Rp. 10.000.000,- x 1/12 = Rp. 58.333,- setiap bulan s/d
saat
dijual
Capital Gain = Rp. 10.000.000,- x (-5%) = Rp. 500.000,- Dengan adanya
Capital loss,Pokok yang diterima saat dijual adalah Rp. 9.500.000,Dengan catatan bahwa perhitungan diatas belum memperhitungkan
pembayaran pajak fiskal atas kupon dan capital gain sebesar 15% , serta
biaya transaksi di Pasar Sekunder.
Dimana mendapatkan ORI010?
Nah, bagi rekan-rekan yang berminat setelah mempertimbangkan baik
buruknya berinvestasi di ORI dalam kondisi saat ini, ORI dapat

diperoleh/dibeli melalui agen penjual yang telah resmi ditetapkan oleh


Kementerian Keuangan Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal
Pengelolaan Utang untuk penawaran pasar perdana, dimana untuk ORI010
terdapat 20 agen penjual yaitu:

Agen Penjual
Citibank

PT Bank Panin Tbk

PT Bank ANZ lndonesia

PT BPD Jawa Barat dan


Banten Tbk

PT Bank Bukopin Tbk

PT Bank Permata Tbk

PT Bank Central Asia Tbk

PT
Bank
Rakyat
lndonesia (Persero) Tbk

PT Bank ClMB Niaga Tbk

PT Bank UOB Buana

PT
Bank
lndonesia Tbk

PT Danareksa Sekuritas

Danamon

PT
Bank
lnternasional
Indonesia Tbk

PT Mandiri Sekuritas

PT Bank Mandiri (Persero)


Tbk

PT Trimegah Securities
Tbk

PT Bank Negara lndonesia


(Persero) Tbk

Standard
Bank

Chartered

PT Bank OCBC NISP Tbk

HSBC Ltd

Syarat dan ketentuan sesuai dengan standar permohonan pada penjual


ORI010 yang berlaku.

ORI 010 (Obligasi Ritel Indonesia Seri 010)


Pemerintah Republik Indonesia akan menerbitkan Obligasi Ritel Indonesia (ORI) seri
010 atau disingkat ORI010. Masa Penawaran ORI010 dilakukan mulai tanggal 20
September s.d 4 Oktober 2013.
Sementara Jangka Waktu ORI010 selama 3 tahun dengan minimum pemesanan Rp5
juta dan maksimum Rp3 Miliar dengan Tingkat Bunga ORI010 ditetapkan pada
tanggal 18 September 2013
Pada penawaran ORI kali ini, Para agen penjual ORI010 akan mendonasikan
sebagian fee penjualan ORI010 untuk mendukung progam pelestarian hutan
Mangrove di Indonesia
Berikut Struktur ORI010

sumber: bei
Berdasarkan pengumuman tanggal 18 September melalui DJPU, Bunga ORI
ditetapkan sebesar 8,50%.
Berikut Pokok-pokok Ketentuan dan Persyaratan ORI010:

Tujuan penerbitan ORI010 adalah untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan APBN-P


2013 dan mengembangkan pasar Surat Utang Negara domestik melalui diversifikasi
instrumen sumber pembiayaan dan perluasan basis investor. Investor individu
Warga Negara lndonesia merupakan sumber pembiayaan pembangunan yang
sangat potensial untuk dikelola guna mengurangi peran utang luar negeri secara
bertahap dalam pembiayaan APBN. Melalui ORI010, Warga Negara Indonesia di beri
kesempatan untuk berperan dalam pembiayaan pembangunan sekaligus
memperoleh pendapatan melalui kegiatan investasi pada instrumen yang aman.
Salah satu fitur yang ada pada ORI010 adalah diterapkannya ketentuan minimum
1 coupon holding period. Dengan fitur ini investor ORI010 baru dapat
memindahtangankan kepemilikan ORI010 setelah berakhirnya periode pembayaran
kupon pertama. Penerapan 1 coupon holding period bertujuan untuk memperluas
basis investor individu dan mengedukasi investor untuk berinvestasi lebih lama
pada ORI
Bagi Investor dan masyarakat yang ingin membeli dan berinvestasi pada ORI010
(Obligasi Ritel Indonesia Seri 010) dapat mendatangi agen-agen yang telah resmi
ditetapkan oleh Kementerian Keuangan Republik Indonesia melalui Direktorat
Jenderal Pengelolaan Utang.
Inilah 20 Agen Penjual ORI010 Tahun 2013
No

Agen Penjual Resmi

Citibank, N.A

PT Bank ANZ lndonesia

PT Bank Bukopin Tbk

PT Bank Central Asia Tbk

PT Bank ClMB Niaga Tbk

PT Bank Danamon lndonesia Tbk

PT Bank lnternasional Indonesia Tbk

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk

PT Bank Negara lndonesia (Persero) Tbk

10

PT Bank OCBC NISP Tbk

11

PT Bank Panin Tbk

12

PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk

13

PT Bank Permata Tbk

14

PT Bank Rakyat lndonesia (Persero) Tbk

15

PT Bank UOB Buana

16

PT Danareksa Sekuritas

17

PT Mandiri Sekuritas

18

PT Trimegah Securities Tbk

19

Standard Chartered Bank

20

The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Ltd.

Perhitungan kupon atau bunga ORI010


Pembelian ORI Minimal Rp5 juta dan berlaku kelipatan, Apabila investor membeli
ORI010 Rp 10 juta, maka keuntungan yang diperoleh selama 3 tahun dapat dihitung
sebagai berikut :
ORI 010 bertenor hingga 3 tahun, bunga ORI 8,50%, Pajak bunga ORI sebesar 15 %.
Bunga 1 tahun : 8,50% x (1-15%) = 7,225%
Bunga 1 Bulan : 7,225% / 12 = 0,602083333%

Keuntungan 1 Bulan : Rp 10.000.000 x 0,602083333% = Rp 60.208,333


Keuntungan 3 Tahun : Rp 60.208,333 x 36 Bulan = Rp 2.167.500
Sehingga Pengembalian dana ditambah bunga/kupon setelah 3 tahun
sebesar Rp12.167.500 (*belum termasuk biaya)
Tabel Keuntungan Investasi pada ORI010 sesuai dengan jumlah dana yang
diinvestasikan
Dana Investasi

Kupon per bulan

Kupon Per tahun

Rp5,000,000

Rp30,104

Rp361,250

Rp10,000,000

Rp60,208

Rp722,500

Rp25,000,000

Rp150,521

Rp1,806,250

Rp50,000,000

Rp301,042

Rp3,612,500

Rp100,000,000

Rp602,083

Rp7,225,000

Rp250,000,000

Rp1,505,208

Rp18,062,500

Rp500,000,000

Rp3,010,417

Rp36,125,000

Rp1,000,000,000

Rp6,020,833

Rp72,250,000

*Semakin besar dana pembelian ORI semakin besar keuntungan yang diperoleh
*Perhitungan diatas diluar dari biaya materai dan juga biaya pembelian dan
penjualan ORI pada saat jatuh tempo serta biaya penyimpanan (apabila ada) dan
risiko yang mungkin terjadi meskipun sangat kecil.
Beda ORI dengan Deposito
Bunga ORI umumnya lebih tinggi dibanding deposito, pajak ORI lebih rendah yaitu
sebesar 15% sementara Deposito sebesar 20%.
*Beli ORI di sekuritas mempunyai kelebihan dibandingkan di bank