Pasar Monopolistik
NAMA KELOMPOK :
DEWA AYU ANGGI PRAMISWARI
(1315351053)
NI LUH PUTU PUSPITA DEWI
(1315351055)
NI PUTU EKA KARTIKA KARIANI
DOSEN PENGAJAR :
PROGRAM EKSTENSI
JURUSAN AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS UDAYANA
2013
(1315351083)
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Usaha seseorang untuk selalu memenuhi kebutuhan hidupnya selalu dilakukan sejak
zaman dahulu kala. Sebelum adanya jual beli seseorang memenuhi kebutuhan hidupnya dengan
bertukar barang dengan orang lain yang memeliki barang yang ia butuhkan (barter). Namun,
barter bukanlah hal yang efisien bagi seseorang untuk dapat memenuhi kebutuhan hidupnya.
Karena terkadang barang yang ditukar tidak seimbang nilainya dengan barang yang didapat.
Seiring berkembangnya zaman akhirnya didapat satuan pengukur nilai suatu barang yaitu uang.
Setelah orang-orang mengenal uang maka sistem barter tidak lagi berlaku, akan tetapi yang ada
adalah sistem jual beli.
Dalam sistem jual beli ada yang namanya produsen dan konsumen, tempat ditemukannya
produsen dan konsumen adalah pasar. Seiring dengan perkembangan zaman pasar pun ada
bermacam-macam. Ada pasar persaingan sempurna, pasar monopoli, pasar persaingan
monopolistic dan pasar oligopoli.
Produsen yang berhasil dalam menjalankan suatu usaha tidak akan menutup
kemungkinan usaha tersebut akan diikuti oleh orang lain. Apalagi didukung oleh sumber daya
alam yang melimpah yang memungkinkan untuk seseorang memproduksi barang dengan jumlah
yang banyak. Indonesia merupakan Negara yang memiliki kekayaan alam yang melimpah
sehingga dengan mudah setiap produsen mendapat bahan untuk berproduksi. Ketika banyak
produsen memproduksi barang yang sama, walaupun dengan kemasan, merk dan kualiatas yang
berbeda. Maka disnilah terjadi pasar persaingan monopolistik.
B. Rumusan Masalah
1. Jelaskan Karakteristik Pasar Monopolistik.
2. Gambarkan grafik keuntungan produsen, jangka pendek, jangka panjang dan
analisanya.
3. Sebut dan jelaskan Kebaikan dan keburukan pasar Monopolistik.
4. Jelaskan pengaruh keberadaan pasar terhadap kesejahteraan konsumen (masyarakat).
C. Metode Penulisan
Metode penulisan yang kami gunakan adalah Metode Pustaka
Metode Pustaka Kajian pustaka dalam penelitian, baik penelitian pustaka
maupun penelitian lapangan mempunyai kedudukan yang sangat penting. Bahkan
tidak berlebihan jika dikatakan bahwa kajian pustaka merupakan merupakan variabel
yang menentukan dalam suatu penelitian. Karena akan menentukan cakrawala dari
segi tujuan dan hasil penelitian. Di samping itu, berfungsi memberikan landasan
teoritis tentang mengapa penelitian tersebut perlu dilakukan dalam kaitannya dengan
kerangka pengetahuan. Oleh karena itu, pengertian kajian pustaka umumnya
dimaknai berupa ringkasan atau rangkuman dan teori yang ditemukan dari sumber
bacaan (literatur) yang ada kaitannya tema yang akan diangkat dalam penelitian.
BAB II
LANDASAN TEORI
Pasar Monopolistik adalah salah satu bentuk pasar di mana terdapat banyak
produsen yang menghasilkan barang serupa tetapi memiliki perbedaan dalam beberapa
aspek. Penjual pada pasar monopolistik tidak terbatas, namun setiap produk yang dihasilkan
pasti memiliki karakter tersendiri yang membedakannya dengan produk lainnya. Contohnya
adalah : sabun, shampoo, pasta gigi, dll. Meskipun fungsi semua pasta gigi sama yakni untuk
membersihkan gigi, tetapi setiap produk yang dihasilkan produsen yang berbeda memiliki
ciri khusus, misalnya perbedaan aroma, perbedaan warna, kemasan, dan lain-lain.
Pada
pasar
monopolistik,
produsen
memiliki
kemampuan
untuk
memengaruhi harga walaupun pengaruhnya tidak sebesar produsen dari pasar monopoli atau
oligopoli. Kemampuan ini berasal dari sifat barang yang dihasilkan. Karena perbedaan dan
ciri khas dari suatu barang, konsumen tidak akan mudah berpindah ke merek lain, dan tetap
memilih merek tersebut walau produsen menaikkan harga. Misalnya, pasar sepeda motor di
Indonesia. Produk sepeda motor memang cenderung bersifat homogen, tetapi masing-masing
memiliki ciri khusus sendiri. Sebut saja sepeda motor Honda, di mana ciri khususnya adalah
irit bahan bakar. Sedangkan Yamaha memiliki keunggulan pada mesin yang stabil dan jarang
rusak. Akibatnya tiap-tiap merek mempunyai pelanggan setia masing-masing.
Pada pasar persaingan monopolistik, harga bukanlah faktor yang bisa
mendongkrak penjualan. Bagaimana kemampuan perusahaan menciptakan citra yang baik di
dalam benak masyarakat, sehingga membuat mereka mau membeli produk tersebut meskipun
dengan harga mahal akan sangat berpengaruh terhadap penjualan perusahaan. Oleh
karenanya, perusahaan yang berada dalam pasar monopolistik harus aktif mempromosikan
produk sekaligus menjaga citra perusahaannya.
BAB III
PEMBAHASAN
3.1
Karakteristik Pasar Monopolistik
Pasar Monopolistik memiliki ciri-ciri yang melekat , yaitu :
1. Terdapat banyak produsen atau penjual. Meskipun demikian, pasar ini tidak memiliki
produsen atau penjual sebanyak pasar persaingan sempurna dan tidak ada satu pun
produsen yang mempunyai skala produksi yang lebih besar dari produsen lainnya.
2. Adanya Diferensiasi Produk. Sifat ini merupakan sifat yang sangat penting untuk dapat
membedakan mana pasar persaingan monopolistik dan mana pasar persaingan sempurna .
Seperti yang telah kita ketahui bahwa pasar persaingan sempurna seluruh perusahaan nya
memproduksi produk yang sama. Oleh karena itu susah untuk membedakan produk suatu
perusahaan dengan perusahaan yang lain. Sedangkan dalam pasar persaingan
monoplistik tidak susah untuk membedakan produk dari masing-masing perusahaan,
karena perbedaan corak(different product) pada produk tersebut. Apabila kita lihat secara
fisik suatu product , akan tanpak jelas perbedaan tersebut. Maka kita dapat membedakan
mana produk suatu perusahaan dengan product perusahaan yang lainnya. Di samping
perbedaan dalam bentuk fisik , juga terdapat perbedaan dalam bentuk bungkus atau
pembungkusan product, dan ada pula yang berbeda dalam cara membayar barang yang
akan di beli. Akibat dari berbagai macam perbedaan ini , barang yang di produksi oleh
perusahaan pasar monopolistis ini tidak bersifat barang pengganti sempurna akan tetapi
ia bersifat barang pengganti yang dekat.
3. Produsen Dapat mempengaruhi harga. Berbeda dengan Pasar Persaingan Sempurna,
dimana harga terbentuk berdasarkan mekanisme pasar, maka pasar monopolistik dapat
mempengaruhi harga meskipun tidak sebesar pasar oligopoli dan monopoli.
4. Produsen dapat keluar masuk pasar. Hal ini dipengaruhi oleh laba ekonomis, saat
produsen hanya sedikit di pasar maka laba ekonomisnya cukup tinggi. Ketika produsen
semakin banyak dan laba ekonomis semakin kecil, maka pasar menjadi tidak menarik dan
produsen dapat meninggalkan pasar.
5. Promosi penjualan harus aktif. Dalam pasar persaingan monopolistis harga bukanlah
penentu utama dari besarnya pasar dari perusahaan- perusahaan dalam pasar persaingan
monopolistis. Pada pasar ini memungkinkan suatu perusahaan menarik banyak pelanggan
walaupun harga barang produksinya berharga tinggi. Bahkan sebaliknya , suatu
perusahaan tidak mudah menarik banyak pelanggan dengan harga barang produksi yang
relatif rendah. Pada pasar ini harga bukan merupakan pendongkrak jumlah konsumen,
melainkan kemampuan perusahaan menciptakan citra baik dimata konsumen, sehingga
dapat menimbulkan fanatisme terhadap produk. Karenanya, iklan dan promosi memiliki
peran penting dalam merebut dan mempertahankan konsumen.
3.2
Grafik Keuntungan Produsen Jangka pendek, Jangka
Panjang.
- Produsen Kompetitif Monopolistik dalam Jangka Pendek
Dikatakan Menguntungkan apabila:
1. Meningkatnya jumlah produk yang ditawarkan.
2. Berkurangnya permintaan yang dihadapi oleh produsen -produsen yang sudah di pasar.
Kurva Keuntungan Jangka Pendek
Kerugian Jangka Pendek Pasar Monopolistik
1. Berkurangnya jumlah produk yang ditawarkan.
2. Meningkatnya permintaan yang dihadapi oleh produsen - produsen yang ada.
3. Meningkatnya keuntungan produsen yang pesaing
Produsen Mengalami Kerugian
Keseimbangan Jangka Pendek
Keseimbangan produsen dalam pasar persaingan monopolistik terjadi apabila
syarat MC = MR terpenuhi. Karena memiliki daya monopoli, walau terbatas, kondisi
keseimbangan produsen yang bergerak dalam pasar persaingan monopolistik sama dengan
produsen yang bergerak dalam pasar monopoli.
Produsen Kompetitif Monopolistik dalam Jangka Panjang
Jika produsen mendapatkan keuntungan, produsen produsen baru akan masuk dan
kurva permintaan produsen yang lama akan bergeser ke kiri.
Ketika pasar merugi, sebagian produsen produsen keluar, dan kurva permintaan
produsen produsen yang bertahan akan bergeser ke kanan.
Karena adanya pergeseran permintaan, produsen kompetitif monopolistik akhirnya
mencapai keseimbangan jangka panjang. Pada keseimbangan jangka panjang ini,
harga sama dengan biaya total rata rata dan produsen mendapatkan keuntungan nol.
Grafik Produsen Kompetitif Monopolistik dalam Jangka Panjang
Keseimbangan Jangka Panjang
Keseimbangan
produsen
dalam
jangka
panjang
pada
pasar
persaingan
monopolistik ditandai oleh LMC = SMC = MR. Dalam jangka panjang produsen dalam
pasar persaingan monopolistik hanya memperoleh laba normal. Hal ini terjadi karena pada
pasar persaingan monopolistik tidak ada hambatan yang berarti bagi masuknya produsen
baru sehingga bagian pasar (market share) setiap produsen akan semakin mengecil.
Semakin banyak produsen baru masuk kedalam suatu industri, semakin besar kapasitas
produksi, sehingga dalam jangka panjang produsen hanya memperoleh laba normal.
3.3 Kebaikan Dan Keburukan Pasar Monopolistik
Pasar Monopolistik memiliki kebaikan sebagai berikut :
1. Banyaknya produsen di pasar memberikan keuntungan bagi konsumen untuk dapat
memilih produk yang terbaik baginya.
2. Kebebasan keluar masuk bagi produsen, mendorong produsen untuk selalu melakukan
inovasi dalam menghasilkan produknya.
3. Diferensiasi produk mendorong konsumen untuk selektif dalam menentukan produk yang
akan dibelinya, dan dapat membuat konsumen loyal terhadap produk yang dipilihnya.
4. Pasar ini relatif mudah dijumpai oleh konsumen, karena sebagian besar kebutuhan seharihari tersedia dalam pasar monopolistik.
Selain itu, Pasar Monopolistik juga memiliki keburukan sebagai berikut :
1. Pasar monopolistik memiliki tingkat persaingan yang tinggi, baik dari segi harga, kualitas
maupun pelayanan. Sehingga produsen yang tidak memiliki modal dan pengalaman yang
cukup akan cepat keluar dari pasar.
2. Dibutuhkan modal yang cukup besar untuk masuk ke dalam pasar monopolistik, karena
pemain pasar di dalamnya memiliki skala ekonomis yang cukup tinggi.
3. Pasar ini mendorong produsen untuk selalu berinovasi, sehingga akan meningkatkan
biaya produksi yang akan berimbas pada harga produk yang harus dibayar oleh
konsumen.
3.4
Pengaruh Keberadaan Pasar terhadap Kesejahteraan
Konsumen.
Ketidakefisienan kompetisi monopolistic secara sosial adalah jumlah perusahaan
dipasar mungkin bukanlah jumlah yang ideal. Artinya, terlalu banyak atau terlalu
sedikit perusahaan yang masuk. Salah satu cara untuk memikirkan masalah ini adalah
dalam hal eksternalitas yang berkaitan dengan masuknya perusahaan ke pasar. Ketika
sebuah perusahaan baru mempertimbangkan untuk memasuki pasar dengan sebuah
produk baru, perusahaan itu hanya mempertimbangkan keuntungan yang akan diperoleh.
Namun, masuknya perusahaan itu juga akan menghasilkan dua efek eksternal.
Eksternalitas ragam produk : Karena konsumen memperoleh surplus
konsumen dari pengenalan sebuah produk baru maka masuknya
perusahaan baru memberian eksternalitas positif kepada konsumen.
Esternalitas pencurian usaha : Karena perusahaan perusahaan lain
kehilangan konsumen dan keuntungan diakibatkan masuknya kompetitor
baru maka masuknya perusahaan baru memberikan eksternalitas negative
kepada perusahaan yang sudah ada sebelumnya.
Jadi, pada pasar kompetitif monopolistik, terdapat eksternalitas positif dan negative yang
diasosiasikan dengan masuknya perusahaan baru. Tergantung pada eksternalitas mana yang lebih
besar, sebuah pasar kompetitif monopolistik mungkin memiliki produk yang terlalu sedikit atau
terlalu banyak.
Kedua
eksternalitas
ini
terkait
erat
dengan
kondisi
kondisi
para
pasar
monopolistik.Eksternalitas ragam produk mucul karena sebuah perusahaan menawarkan produk
yang berbeda dari produk produk perusahaan yang sudah ada. Eksternalitas pencurian usaha
mucul karena perusahaan perusahaan memasang harga di atas biaya marginal sehingga selalu
ingin menjual unit tambahan. Sebalikanya, karena perusahaan kompetitif sempurna
memproduksi barang yang sama dan menentukan harga yang sama dengan biaya marginal, tidak
satu pun dari kedua eksternalitas itu muncul pasa kompetisi sempurna.
Pada akhirnya, kita dapat menyimpulkan bahwa pasar yang kompetitif monopolistik tidak
memiliki semua sifat sifat kesejahteraan masyarakat yang diinginkan seperti pada pasar
kompetitif sempurna. Maksudnya, tangan tak tampak tidak memastikan bahwa surplus total
dapat dimaksimalkan pada kompotesi monopolistik, namun karena ketidakefisienan itu tidak
jelas terlihat, sulit diukur, dan sulit diperbaiki, tidak adacara yang mudah bagi kebijakan public
untuk memperbaiki hasil pasar.
Lukman. 2007. Pengantar Teori Mikro Ekonomi. Jakarta: UIN Jakarta Press
Pratama, Rahardja. dan Manurung, Mandala. 2006. Teori Ekonomi Mikro Suatu
Pengantar.
Jakarta: FE UI.
Sugiarto. Dkk. 2007. Ekonomi Mikro Sebuah Kajian Komprehensif. Jakarta: PT Gramedia Pustaka
Utama
Pasar Monopolistik- 30 Nov