Anda di halaman 1dari 20

MAKALAH

PERKEMBANGAN TEKNOLOGI
PADA MASA PRA AKSARA DI INDONESIA

Disusun Oleh :
AHMAD FIKRI MAULANA
TEKNIK SIPIL C
2015

UNIVERSITAS SILIWANGI
TASIKMALAYA
Jln. Siliwangi No.24 Tasikmalaya Tlp. (0265) 323527

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur patut kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa
karena telah melimpahkan hidayah-Nya, sehingga karya tulis mengenai
Perkembangan Teknologi Pada Masa Pra Aksara Di Indonesia ini dapat
diselesaikan tepat pada waktunya. Kami juga mengucapkan terima kasih bagi
seluruh pihak yang telah membantu dalam pembuatan karya tulis ini dan berbagai
sumber yang telah kami pakai sebagai data dan fakta pada karya tulis ini.
Kami menyadari banyak hambatan dan kesulitan dalam menyelesaikan
karya tulis ini. Dimulai dari tahap persiapan, pencarian materi, dan penyusunan,
sampai pada tahap penyelesaian.
Selain itu, kami pun menyadari bahwa tak ada gading yang tak retak,
begitu pula dengan karya tulis ini tentu jauh dari kesempurnaan. Untuk itu, kami
menerima semua kritik dan saran yang sifatnya membangun untuk perbaikan
karya tulis ini.

Tasikmalaya, Nopember 2015

Penyusun

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.....................................................................................

DAFTAR ISI..................................................................................................

ii

BAB I

PENDAHULUAN
1.1......................................................................Latar Belakang
............................................................................................1
1.2.................................................................Rumusan Masalah
............................................................................................2
1.3...................................................................Tujuan Penulisan
............................................................................................2
1.4.................................................................Manfaat Penulisan
............................................................................................2
1.5..................................................................Metode Penulisan
............................................................................................3

BAB II

PEMBAHASAN
2.1..................................................Pengertian Masa Pra Aksara
............................................................................................4
2.2.............................................................Pengertian Teknologi
............................................................................................5
2.3......Perkembangan Teknologi Masa Pra Aksara di indonesia
............................................................................................6
2.4...........................................................................Zaman Batu
............................................................................................6
2.5........................................................................Zaman Logam
..........................................................................................13

BAB III PENUTUP

3.1............................................................................Kesimpulan
..........................................................................................14
3.2......................................................................................Saran
..........................................................................................14
DAFTAR PUSTAKA

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Kehidupan masyarakat Indonesia sebelum mengenal tulisan disebut juga
dengan kehidupan masyarakat Indonesia Pra aksara, manusia yang hidup pada
zaman pra aksara belum mengenal tulisan, akibatnya generasi selanjutnya serta
para peneliti tidak mungkin mengharapkan adanya bukti bukti tertulis mengenai
kehidupan mereka, karena mereka hanya meninggalkan benda - benda
kebudayaan.
Presiden Soekarno pernah mengatakan , jangan sekali kali meninggalkan
sejarah, ini membuktikan pentingnya masa lalu atau sejarah tidak hanya
mengacu pada kehidupan berbangsa saja, menurut ilmu psikologi masa lalu
tidak bisa dilupakan tetai harus diolah, dievaluasi yang hasilnya berupa
rekonsiliasi/perdamaian dengan diri sendiri, perdamaian dalam hidup kelompok,
masa lalu ialah kekayaan & pedoman yang sungguh berharga untuk hidup pada
masa kini & yang akan datang. Begitu juga dengan masa pra aksara.
Sebagai generasi muda kita dituntut untuk mengetahui lebih mendalam
bagaimana perkembangan manusia pada masa pra aksara. Hal ini bertujuan agar
kita tidak hanya belajar begaimana berkompetisi untuk masa depan tetapi juga
bagaimana untuk mengolah kembali masa pra aksara dengan berbagai teknologi
yang telah ada pada masa itu.

Berdasarkan latar belakang itu, maka penulis terdorong untuk membuat


karya tulis ini yang mana membahas mengenai perkembangan teknologi manusia
purba pada masa pra aksara di Indonesia.

1.2. Rumusan Masalah


1. Bagimana perkembangan teknologi pada masa pra aksara di Indonesia ?
2. Apa contoh dari perkembangan teknologi zaman pra aksara di
Indonesia ?
3. Dimanakah daerah di temukannya alat alat sebagai perkembangan
teknologi manusia purba di Indonesia ?

1.3. Tujuan Penulisan


Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan penulisan dari karya
tulis ini, yaitu :
1. Mengetahui perkembangan teknologi pada masa pra aksara di
Indonesia.
2. Mengetahui contoh contoh dari perkembangan teknologi di Indonesia.
3. Mengetahui daerah ditemukannya alat alat sebagai perkembangan
teknologi manusia purba di Indonesia.

1.4. Manfaat Penulisan


1. Untuk menambah

pengetahuan

kita

sebagai

siswa

mengenai

perkembangan teknologi pada masa pra aksara.


2. Agar masyarakat juga mengetahui bagaimana teknologi pada masa pra
aksara.
3. Agar kita sebagai masyarakat dapat menjaga dengan baik benda
benda dari masa pra aksara untuk kepentingan ilmu pengetahuan.

1.5. Metode Penulisan


Penulisan

ini

bersifat

deskriptif

yang

bertujuan

untuk

menggambarkan suatu fenomena secara tepat terhadap sifat-sifat tertentu


suatu individu, keadaan, gejala atau kelompok tertentu atau menentukan
frekuensi hubungan tertentu antara gejala dengan gejala lain dalam
masyarakat. Penelitian ini juga dilakukan dengan penelitian kepustakaan
dan meneliti berbagai pendapat yang berkaitan objek yang diteliti oleh
penulis.

BAB II
PEMBAHASAN

2.1. Pengertian Masa Pra Aksara


Pra aksara atau nirleka (nir: tidak ada, leka: tulisan) adalah istilah
yang digunakan untuk merujuk kepada masa di saat catatan sejarah yang
tertulis belum tersedia. Zaman pra aksara dapat dikatakan permulaan
terbentuknya alam semesta, namun umumnya digunakan untuk mengacu
kepada masa di saat kehidupan manusia di Bumi yang belum mengenal
tulisan.
Batas antara zaman pra aksara dengan zaman aksara adalah mulai
adanya tulisan. Hal ini menimbulkan suatu pengertian bahwa pra aksara
adalah zaman sebelum ditemukannya tulisan, sedangkan aksara adalah
zaman setelah adanya tulisan. Berakhirnya zaman pra aksara atau
dimulainya zaman aksara untuk setiap bangsa di dunia tidak sama
tergantung dari peradaban bangsa tersebut. Salah satu contoh yaitu bangsa
Mesir sekitar tahun 4000 SM masyarakatnya sudah mengenal tulisan,
sehingga pada saat itu, bangsa Mesir sudah memasuki zaman aksara. Zaman
pra aksara di Indonesia diperkirakan berakhir pada masa berdirinya
Kerajaan Kutai, sekitar abad ke-5; dibuktikan dengan adanya prasasti yang
berbentuk yupa yang ditemukan di tepi Sungai Mahakam, Kalimantan
Timur baru memasuki era aksara.

Karena tidak terdapat peninggalan catatan tertulis dari zaman


prasejarah, keterangan mengenai zaman ini diperoleh melalui bidang-bidang
seperti paleontologi, astronomi, biologi, geologi, antropologi, arkeologi.
Dalam artian bahwa bukti-bukti pra aksara didapat dari artefak - artefak
yang ditemukan di daerah penggalian situs pra aksara.

2.2. Pengertian Teknologi


Teknologi adalah keseluruhan sarana untuk menyediakan barangbarang yang diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia.
Penggunaan teknologi oleh manusia diawali dengan pengubahan sumber
daya alam menjadi alat-alat sederhana. Penemuan prasejarah tentang
kemampuan mengendalikan api telah menaikkan ketersediaan sumbersumber pangan, sedangkan penciptaan roda telah membantu manusia dalam
beperjalanan dan mengendalikan lingkungan mereka. Perkembangan
teknologi terbaru, termasuk di antaranya mesin cetak, telepon, dan Internet,
telah memperkecil hambatan fisik terhadap komunikasi dan memungkinkan
manusia untuk berinteraksi secara bebas dalam skala global. Tetapi, tidak
semua teknologi digunakan untuk tujuan damai; pengembangan senjata
penghancur yang semakin hebat telah berlangsung sepanjang sejarah, dari
pentungan sampai senjata nuklir.

2.3. Perkembangan Teknologi Masa Pra Aksara di Indonesia


Perlu kamu ketahui bahwa sekalipun belum mengenal tulisan
manusia purba sudah mengembangkan kebudayaan dan teknologi.
Teknologi waktu itu bermula dari teknologi bebatuan yang digunakan
sebagai alat untuk memenuhi kebutuhan. Dalam praktiknya paralatan atau
teknologi bebatuan tersebut dapat berfungsi serba guna. Pada tahap paling
awal alat yang digunakan masih bersifat kebetulan dan seadanya serta
bersifat trial dan eror. Mula mula mereka hanya menggunakan benda
benda dari alam terutama batu. Teknologi bebatuan pada zaman ini
berkembang dalam kurun waktu yang begitu panjang. Oleh karena itu, pad
ahli kemudian membagi kebudayaan zaman batu di era pra-aksara ini
menjadi beberapa zaman atau tahap perkembangan. Dalam buku R.
Soekmono, Pengantar sejarah kebudayaan Indonesia I, dijelaskan bahwa
kebudayaan zaman batu ini dibagi menjadi tiga, yaitu, Paleotikum,
Mesolitikum, Neolitikum, dan Megalitikum serta zaman logam yaitu
perunggu dan besi.

2.4. Zaman Batu


Zaman Batu terjadi sebelum logam dikenal. Zaman batu menunjuk
pada suatu periode di mana alat-alat kehidupan manusia umumnya/dominan
terbuat dari batu, walaupun ada juga alat-alat tertentu yang terbuat dari kayu
dan tulang. Zaman batu ini diperiodisasi lagi menjadi 4 zaman, antara lain:

1. Paleolitikum atau Zaman Batu Tua


Paleotikum adalah zaman prasejarah yang bermula kira-kira
50.000 hingga 100.000 tahun yang lalu. Periode zaman ini adalah antara
tahun 50.000 SM - 10.000 SM.
Pada zaman ini, manusia Peking dan manusia Jawa telah ada. Di
Afrika, Eropa dan Asia, manusia Neanderthal telah hidup pada awal
tahun 50.000 SM, manakala pada tahun 20 000 SM, manusia Cromagnon sudah menguasai kebudayaan di Afrika Utara dan Eropa.
Beberapa perkembangan kebudayaan ditemukan di sekitar
Pacitan (ditemukan oleh Von Koenigswald) dan Ngandong. Pada zaman
ini, manusia hidup secara nomaden atau berpindah-randah dalam
kumpulan kecil untuk mencari makanan. Mereka mencari biji-bijian,
umbi, serta dedaunan sebagai makanan. Mereka tidak bercocok tanam.
Mereka menggunakan batu, kayu dan tulang binatang untuk membuat
peralatan

sehari-hari.

Alat-alat

ini

juga

digunakan

untuk

mempertahankan diri dari musuh. Peninggalan yang ditemukan antara


lain berupa peralatan batu seperti flakes (alat penyerpih berfungsi
misalnya untuk mengupas, menguliti), chopper (kapak genggam/alat
penetak), selain itu terdapat pula peralatan dari tulang.
Kapak genggam banyak ditemukan di daerah Pacitan, biasa
disebut Chopper (alat penetak/pemotong). Dinamakan kapak genggam
karena alat tersebut serupa dengan kapak, tetapi tidak bertangkai dan
cara menggunakannya dengan cara menggenggam. Pembuatannya

dengan cara memangkas salah satu sisi batu sampai menajam dan sisi
lainnya dibiarkan apa adanya sebagai tempat menggenggam.
Spesies manusia purba yang telah ada: Meganthropus
Paleojavanicus, Pithecanthropus Erectus (Pithecanthropus
Mojokertensis, Pithecanthropus Robustus)
2. Mesolitikum atau Zaman Batu Tengah
Mesolitikum atau Zaman Batu Madya (Bahasa Yunani: mesos
"tengah", lithos batu) adalah suatu periode dalam perkembangan
teknologi manusia, antara Paleolitik atau Zaman Batu Tua dan Neolitik
atau Zaman Batu Muda.
Istilah ini diperkenalkan oleh John Lubbock dalam makalahnya
"Zaman Prasejarah" (bahasa Inggris: Pre-historic Times) yang
diterbitkan pada tahun 1865. Namun istilah ini tidak terlalu sering
digunakan sampai V. Gordon Childe mempopulerkannya dalam
bukunya The Dawn of Europe (1947).
Pada zaman mesolitikum di Indonesia, manusia hidup tidak jauh
berbeda dengan zaman paleolitikum, yaitu dengan berburu dan
menangkap ikan, namun manusia pada masa itu juga mulai mempunyai
tempat tinggal agak tetap dan bercocok tanam secara sederhana.[3]
Tempat tinggal yang mereka pilih umumnya berlokasi di tepi pantai
(kjokkenmoddinger) dan goa-goa (abris sous roche) sehingga di lokasilokasi tersebut banyak ditemukan berkas-berkas kebudayaan manusia
pada zaman itu.

3. Neolitikum
Neolitikum atau Zaman Batu Muda adalah fase atau tingkat
kebudayaanpada zaman pra aksara yang mempunyai ciri-ciri berupa
unsur kebudayaan, seperti peralatan dari batu yang diasah, pertanian
menetap, peternakan, dan pembuatan tembikar.
4. Megalitikum
Megalitikum berasal dari kata mega yang berarti besar, dan
lithos yangberarti batu. Zaman Megalitikum biasa disebut dengan
zaman batu besar,karena pada zaman ini manusia sudah dapat membuat
dan meningkatkankebudayaan yang terbuat dan batu-batu besar.
kebudayaan ini berkembang dari zaman Neolitikum sampai zaman
Perunggu. Pada zaman ini manusia sudah mengenal kepercayaan.
Walaupunkepercayaan mereka masih dalam tingkat awal, yaitu
kepercayaan terhadap roh nenek moyang, Kepercayaan ini muncul
karena pengetahuan manusia sudah mulai meningkat.
Menurut Von Heine Geldern, kebudayaan Megalithikum
menyebar ke Indonesia melalui 2 gelombang yaitu :
a)

Megalith Tua menyebar ke Indonesia pada zaman Neolithikum


(2500-1500 SM) dibawa oleh pendukung Kebudayaan Kapak
Persegi (Proto Melayu). Contoh bangunan Megalithikum adalah

menhir, punden berundak-undak, Arca-arca Statis.


b) Megalith Muda menyebar ke Indonesia pada zaman perunggu
(1000-100 SM) dibawa oleh pendukung Kebudayaan Dongson
(Deutro Melayu). Contoh bangunan megalithnya adalah peti kubur

batu, dolmen, waruga Sarkofagus

dan arca-arca dinamis.

Apa yang dinyatakan dalam uraian di atas, dibuktikan dengan


adanya penemuan bangunan batu besar seperti kuburan batu pada
zaman prasejarah, banyak ditemukan manik-manik, alat-alat
perunggu dan besi. Hasil kebudayaan megalithikum biasanya tidak
dikerjakan secara halus, tetapi hanya diratakan secara kasar dan
terutama hanya untuk mendapatkan bentuk yang diperlukan.
Adapun beberapa hasil-hasil kebudayaan pada zaman megalitikum
adalah sebagai berikut:
a) Menhir
Menhir adalah bangunan yang berupa tugu batu yang didirikan
untuk upacara menghormati roh nenek moyang, sehingga bentuk
menhir ada yang berdiri tunggal dan ada yang berkelompok serta
ada pula yang dibuat bersama bangunan lain yaitu seperti punden
berundak-undak. Lokasi tempat ditemukannya menhir di Indonesia
adalah Pasemah (Sumatera Selatan), Sulawesi Tengah dan
Kalimantan.
b) Punden Berundak-undak
Punden berundak-undak

adalah

bangunan

dari

batu

yang

bertingkat-tingkat dan fungsinya sebagai tempat pemujaan terhadap


roh nenek moyang yang telah meninggal.
Bangunan tersebut dianggap sebagai bangunan yang suci, dan
lokasi tempat penemuannya adalah Lebak Sibedug/Banten Selatan
dan Lereng Bukit Hyang di Jawa Timur.
c) Dolmen
Dolmen merupakan meja dari batu yang berfungsi sebagai tempat

meletakkan saji-sajian untuk pemujaan. Adakalanya di bawah dolmen


dipakai untuk meletakkan mayat, agar mayat tersebut tidak dapat dimakan
oleh binatang buas maka kaki mejanya diperbanyak sampai mayat tertutup
rapat oleh batu.
Dengan demikian dolmen yang berfungsi sebagai tempat
menyimpan mayat disebut dengan kuburan batu. Lokasi penemuan
dolmen antara lain Cupari Kuningan / Jawa Barat, Bondowoso /
Jawa Timur, Merawan, Jember / Jatim, Pasemah / Sumatera, dan
NTT.
d) Sarkofagus
Sarkofagus adalah keranda batu atau peti mayat yang terbuat dari
batu. Bentuknya menyerupai lesung dari batu utuh yang diberi
tutup. Dari Sarkofagus yang ditemukan umumnya di dalamnya
terdapat mayat dan bekal kubur berupa periuk, kapak persegi,
perhiasan

dan

benda-benda

dari

perunggu

serta

besi.

Daerah tempat ditemukannya sarkofagus adalah Bali. Menurut


masyarakat Bali Sarkofagus memiliki kekuatan magis/gaib.
Berdasarkan pendapat para ahli bahwa sarkofagus dikenal
masyarakat Bali sejak zaman logam.
Di Indonesia, beberapa etnik masih memiliki unsur-unsur megalitik
yang dipertahankan hingga sekarang.
a) Pasemah
Pasemah merupakan wilayah dari Propinsi Sumatera Selatan,
berada di kaki Gunung Dempo. Tinggalan-tinggalan megalitik di
wilayah ini tersebar sebanyak 19 situs, berdasarkan penelitian yang

di lakukan oleh Budi Wiyana (1996), dari Balai Arkeologi


Palembang. Tinggalan megalitik Pasemah muncul dalam bentuk
yang begitu unik, patung-patung dipahat dengan begitu dinamis dan
monumental, yang mencirikan kebebasan sang seniman dalam
memahat sehingga tinggalan [megalitik pasemah], disebut oleh ahli
arkeologi sebagai Budaya Megalitik Pasemah.
b) Nias
Rangkaian kegiatan mendirikan batu besar (dolmen) untuk
memperingati kematian seorang penting di Nias (awal abad ke-20).
Etnik Nias masih menerapkan beberapa elemen megalitik dalam
kehidupannya. Lompat batu dan kubur batu masih memperlihatkan
elemen-elemen megalitik. Demikian pula ditemukan batu besar
sebagai tempat untuk memecahkan perselisihan.
c) Sumba
Etnik Sumba di Nusa Tenggara Timur juga masih kental
menerapkan beberapa elemen megalitik dalam kegiatan sehari-hari.
Kubur batu masih ditemukan di sejumlah perkampungan. Meja batu
juga dipakai sebagai tempat pertemuan adat.

2.5. Zaman Logam


Di Eropa zaman logam ini mengalami 3 fase, zaman tembaga,
perunggu, dan besi. Sedangkan di Kepulauan Indonesia hanya mengalami
zaman perunggu dan besi.

BAB III
PENUTUP

3.1. Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan pada Bab II mengenai perkembangan teknologi
pada masa pra aksara di Indonesia, kami dapat menyimpulkan :
1. Perkembangan teknologi pada masa pra aksara di Indonesia di bagi
dalam
2.

masa

yaitu

Peleotikum,

Mesolitikum,

Neolitikum,

Meegalitikum, dan zaman logam.


Perkembangan teknologi/ kebudayaan dari ketiga masa itu, yaitu
kebudayaan

pacitan,

Kebudayaan

Ngandong,

kebudayaan

Kjokkenmoddinger, kebudayaan abris sous roche, mengenal api,


kebudayaan kapak peregi, kebudayaan kapak lonjong, perkembangan
3.

zaman logam, dan konsep ruang pada hunia.


Persebaran dari penemuan teknologi atau kebudayaan pada masa pra
aksara yaitu Sumatera Selatan, Bali, Flores, Sulawesi Selatan, dan
Timor, Nusa Tenggara, Halmahera, Bojonegoro dan Jawa Timur.

3.2. Saran
1. Makalah mengenai perkembangan teknologi pada zaman manusia purba
ini masih memiliki kekurangan. Namun ini adalah usaha belajar dari
kelompok kami untuk memahami dan mengenal sejarah kehidupan
manusia yang ada di Indonesia. Karena itu kami mohon kritik dan saran
dari pembaca.
2. Agar sebagai generasi muda kami tidak melupakan sejarah peradaban
bangsa kita sendiri khususnya dalam mengenal dan memahami

kehidupan masa pra aksara ketika manusia purba hidup di Indonesia dan
bagimana perkembangan teknologi atau kebudayaannya.

DAFTAR PUSTAKA

www.google.co.id
http://pelajargenerasiindonesiaku.blogspot.co.id/2015/06/makalahperkembangan-teknologi-pada.html