Anda di halaman 1dari 6

Cikal bakal terbentuknya PPKK berawal pada tahun 1991 yaitu

diterbitkan Surat Keputusan Menteri Kesehatan


No.360/Menkes/SK/VI/1991 tanggal 24 Juni tentang Kelompok Kerja
Tetap Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Hal ini juga
didasarkanbahwa dalam pembangunan bidang kesehatan masih
terdapatkendala permasalahan kesehatan akibatpenyakit potensial
wabah,dankejadianbencanayangberdampakterhadapkesehatan.Hal
inijugasejalandenganorganisasikesehatansedunia(WHO)yangtelah
menetapkanprogramkesiapsiagaandanupayapenanggulanganbencana
sesuai kebijakan Badan Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana
dan Pengungsi (BakornasPBP), dimana sektor kesehatan perlu
meningkatkan kesiapsiagaan dalampenanggulangan bencana.
Sehubungan dengan haltersebut makaperlu dibentuk suatu kelompok
kerjatetap(pokjatap)dengantugassebagaiberikut:
1. Merumuskanlangkahdanstrategi,sertamelaksanakankoordinasi
dan integrasi kesiapsiagaan dan penanggulangan bencana secara
lintasprogramdilingkunganDepartemenKesehatan,
2. Meningkatkanmekanisme kerjalintassektoralsecarafungsional
dalamkesiapsiagaandanpenanggulanganbencanaataskoordinasi
Badan Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana dan
Pengungsi (BakornasPBP), dalam melaksanakan tugas belum
diaturdalamSuratKeputusanini(akandiaturlebihlanjut).
Tahun 1995, diterbitkan Surat Keputusan Menteri Kesehatan No.
594/Menkes/SK/VI/1995 tanggal 7 Juni tahun 1995 tentang Unit
FungsionalPusatPenanggulanganKrisisAkibatBencana(CrisisCenter)
tanpa membubarkan Kelompok Kerja Tetap Kesiapsiagaan dan
PenanggulanganBencanaBidangKesehatanyanglebihdahuluterbentuk.
Departemen Kesehatan mengangggap perlu membentuk suatu unit
fungsional di Lingkungan Departemen Kesehatan Dalam rangka
pelaksanaan pengendalian dan penanggulangan akibat bencana
yangdikoordinasikan melalui suatu Pusat pengendalian operasi. Untuk
pelaksanaankegiatantersebutdibentuklahPusatPenanggulanganKrisis
AkibatBencana(CrisisCenter)DepartemenKesehatanyangmempunyai
tugas:
1. Menyelenggarakan kegiatan pengendalian akibat bencana sejak
fasekewaspadaandini(earlywarning)hinggafasetanggapdarurat
(emergencyresponse)berakhir,

2. MembentukPusatPengendaliandanPenanggulanganKrisisyang
segerabekerjaaktifbilaterjadibencanaPadatahun1998.
Pada perkembangan selanjutnya Departemen Kesehatan kemudian
menerbitkan Surat Keputusan Menteri Kesehatan
No.942/Menkes/SK/IX/1998 tanggal 2 September 1998 tentang
PembentukanPusatPenanggulanganKrisisKesehatan(CrisisCenter)di
LingkunganDepartemenKesehatan.

Olehkarenaadanyaperubahandibidangekonomi,sosial,danpolitik,
yangberpengaruhbesarterhadapkeadaankesehatandanpembangunan
kesehatansecaramenyeluruhdansebagaitindaklanjuthasillokakarya
reformasikesehatan,makadipandangperlumelakukanpemantauandan
evaluasidampakakibatkrisisekonomiterhadapsektorkesehatanserta
penanggulangannyasecaracepat.Untukmelaksanakankegiatantersebut
makadibentuklahPusatInformasidanPenanggulanganKrisisKesehatan
(PIPKK).PIPKKmempunyaitugas:
1. Menyusun dan membentuk indikatorindikator terpilih yang
dipergunakan untuk pemantauan terjadinya dampak akibat krisis
ekonomiterhadapkesehatan,
2. Mengumpulkanmengolahdatadanmenganalisisnya,
3. Memantaudanmengevaluasipelaksanakegiatanpenanggulangan
dampakakibatkrisisekonomiterhadakesehatan,
4. Menyampaikanhasilanalisis,pemantauandanevaluasinyakepada
TimPengarah
Denganadanyaketigaunitfungsionaltersebutseringterjadikebingungan
danpekerjaanyangtumpangtindih,apalagiuntukmelakukankoordinasi
denganpihakdiluarDepartemenKesehatan.
Padatahun2000DepartemenKesehatanmenerbitkanSuratKeputusan
MenteriKesehatanNo.130/Menkes/SK/I/2000tanggal26Januaritentang
Organisasi dan Tata Kerja Departemen Kesehatan RI dan kemudian
disusul dengan Surat Keputusan Menteri Kesehatan
No.726/Menkes/SK/IV/2000tanggal24Apriltentangpembubaranketiga
unit fungsional tersebut dan melimpahkan tugasnya ke unit Struktural
yangbaruyaituPusatPenanggulanganMasalahKesehatan.


Dengan bergabungnya Departemen Kesehatan, Kantor Menteri Negara
Permasalahan Kemasyarakatan dan Badan Koordinasi Sosial Nasional
(eks Departemen Sosial) menjadi Departemen Kesehatan dan
Kesejahteraan Sosial, Pusat Penanggulangan Masalah Kesehatan
berdasarkansuratkeputusantersebutdiatasmempunyaitugasmenyusun
rancangankebijakanumum,menyiapkanrumusankebijakanpelaksanaan,
danmerumuskankebijakanteknis,sertamengkoordinasihapelaksanaan,
bimbingan dan pengendalian penanggulangan krisis dan masalah
kesehatanlainberdasarkankebijakanyangditetapkanolehMenteridan
peraturan perundangundangan yang berlaku dan menyelenggarakan
fungsi:
1. Penyusunan rancangan kebijakan umum, penyiapan rumusan
kebijakan pelaksanaan, dan perumusan kebijakan teknis, serta
koordinasi pelaksanaan bimbingan dan pengendalian di bidang
pemantauan krisis dan masalah kesehatan lain serta mobilisasi
sumberdaya,
2. EvaluasipelaksanaanKebijakan,peraturan,standar,danprogram
di bidang pemantauan krisis dan masalah kesehatan lain serta
mobilisasisumberdaya,
3. Pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat
PenanggulanganMasalahKesehatan.
Pusat Penanggulangan Masalah Kesehatan mempunyai 1 bagian dan
2Bidang (Bagian Tata Usaha, Bidang Pemantauan Penanggulangan
Masalah Kesehatan, serta Bidang Mobilisasi Sumber Daya), dengan
KepalaPusatDr.EmilAgustiono,Mkes.
Pada tahun 2001 diterbitkan Surat Keputusan Menteri Kesehatan dan
Kesejahteraan Sosial No.446/MenkesKesos/SK/V/2001 tanggal 27
Nopember tentang pembentukan Direktorat Jenderal Penanggulangan
MasalahSosialdanKesehatanyangterdiridari2(dua)Direktoratyaitu:
1. DirektoratKesiapsiagaandanMitigasiKesehatandanSosial,
2. Direktorat Bantuan Kesehatan dan Sosial Korban Bencana yang
mempunyai tugas dan fungsi untuk penanggulangan masalah
kesehatandansosialakibatbencana.

Adapun tugas Direktorat Kesiapsiagaan dan Mitigasi Kesehatan dan


Sosialadalahmelaksanakanperumusandanpelaksanaankebijakan,dan
standarisasi,danbimbinganteknissertaevaluasidibidangkesiapsiagaan
danmitigasikesehatandansosialdanmenyelenggarakanfungsi:
1. Penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang
pengkajian dan alih teknologi, kesiapsiagaan sumberdaya
kesehatan, kesiapsiagaan sumberdaya sosial, mitigasi dan
publikasi,sertakerjasama,
2. Penyiapan penyusunan standar, norma, pedoman, kriteria dan
prosedur di bidang pengkajiandan alih teknologi,kesiapsiagaan
sumberdayakesehatan,kesiapsiagaansumberdayasosial,mitigasi
danpublikasi,sertakerjasama,
3. Bimbingan teknis di bidang pengkajian dan alih teknologi,
kesiapsiagaan sumberdaya kesehatan, kesiapsiagaan sumberdaya
sosial,mitigasidanpublikasi,sertakerjasama,
4. Evaluasi pelaksaan kebijakan di bidang pengkajian dan alih
teknologi, kesiapsiagaan sumberdaya kesehatan, kesiapsiagaan
sumberdayasosial,mitigasidanpublikasi,sertakerjasama,
5. PelaksanaanurusantatausahadanrumahtanggaDirektorat.
Pada tahun 2001 Departemen Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial
membentukunitfungsionalBrigadeSiagaBencana(BSB)yangawalnya
terdiri dari Tim Medis yang kemudian dikembangkan menjadi Tim
Teknis Medis, Tim Surveilans dan Tim Pekerja Sosial serta Tim
Manajemen.

SetelahDepartemenKesehatanKembaliberdirisendiriPadatahun2001
diterbitkanlahSurat

Keputusan

Menteri

Kesehatan
No.1277/Menkes/SK/X/2001 tanggal 24 April tentang Organisasi dan
Tata Kerja Departemen Kesehatan RI yang salah satunya membentuk
Pusat Penanggulangan Masalah Kesehatan (PPMK). Sebagi organisasi
baruPPMKadalah unsur penunjang Departemen Kesehatan yang
bertanggung jawab kepada Sekretariat Jenderal. Sebagai kepala Pusat
Penanggulangan Masalah Kesehatan dr. Dotti Indrasanto, MPH yang
menjabatmulaiJanuari2001sampaidenganMaret2005,dandilanjutkan
olehdr.MulyaA.Hasjimy,Sp.B.,MKeshinggadenganDesember2005.

PPMKmempunyaitugasmelaksanakanperumusankebijakanteknisdan
pelaksanaan penanggulangan masalah kesehatan berkenaan dengan
bencanadanmenyelenggarakanfungsi:
1. Perumusan kebijakan teknis penanggulangan masalah kesehatan
berkenaandenganbencana,
2. Penyusunan program penanggulangan masalah kesehatan
berkenaandenganbencana,
3. Koordinasi pelaksanaan penanggulangan masalah kesehatan
berkenaandenganbencana,
4. Evaluasi dan penyusunan penanggulangan masalah kesehatan
berkenaandenganbencana,
5. PelaksanaanurusantatausahadanrumahtanggaPusat.
PPMKmempunyai1bagiandan2bidang(BagianTataUsaha,Bidang
Kesiapsiagaan dan Mitigasi, serta Bidang Tanggap Darurat dan
Pemulihan)dankelompokfungsional.
Olehkarenasemakinkompleksnyakrisisdanbencanamakapadatahun
2005 Departemen Kesehatan kembali menerbitkan Surat Keputusan
berdasarkan Peraturan Meteri Kesehatan RI No. 1575/SK/XI/2005
tanggal 16 Nopember tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen
KesehatanRIyangsalahsatunyatentangPusatPenanggulanganKrisis
dan Masalah Kesehatan Lain, yang kemudian berubah menjadi Pusat
Penanggulangan Krisis. Oleh karenaterjadi perubahan nomenklatur
struktur organisasi maka kemudian ditetapkan bahwa Pusat
Penanggulangan Krisis adalah pelaksana tugas penanggulangan krisis
kesehatan yang berada langsung di bawah Menteri Kesehatan dan
dipimpinolehseorangkepalayangdalammelaksanakantugasseharihari
bertanggungjawabkepadaSekretarisJenderal.

PusatPenanggulanganKrisismempunyaitugasmelaksanakanperumusan
kebijakan teknis penanggulangan krisis dan masalah kesehatan lain
berdasarkanKebijakanyangditetapkanolehMenteridanperaturandan
perundangundanganyangberlakusertamenyelenggarakanfungsi:
1. Penyusunanrancangankebijakanumumpenanggulangankrisisdan
masalahkesehatanlain,

2. Penyiapan rumusan kebijakan pelaksanaan dan perumusan


kebijakan teknis dalam penanggulangan krisis dan masalah
kesehatanlain,
3. Koordinasi pelaksanaan bimbingan dan pengendalian di bidang
pemantauanpenanggulangankrisisdanmasalahkesehatanlain,
4. Mobilisasisumberdayadalampenanggulangankrisisdanmasalah
kesehatanlain,
5. Mengumpulkandata,menganalisadanmenyajikaninformasiyang
berkaitan dengan penanggulangan krisis dan masalah kesehatan
lain,
6. Evaluasi pelaksanaan kebijakan, peraturan dan standar dan
program yang berkaitan dengan penanggulangan krisis dan
masalahkesehatanlain,
7. Pelaksanaanurusantatausahadanrumahtangga.
Susunan Organisasi Pusat Penanggulangan Krisis terdiri dari 1 bagian
dan 3 bidang (Bagian Tata Usaha, Bidang Pencegahan, Mitigasi dan
Kesiapsiagaan, Bidang Tanggap Darurat dan Pemulihan, Bidang
Pemantauan dan Informasi) serta Kelompok Jabatan
Fungsional.SebagaiKepala Pusat Penanggulangan Krisis adalahdr.
RustamS.Pakaya,MPHyangmenjabatNovember2005hinggaFebruari
2010dandilanjutkanolehMudjiharto,SKM,MMhinggaJanuari2011.

SesuaidenganstrukturorganisasiyangbaruberdasarkanPermenkesNo.
1144 tahun 2010 tentang Organisasi dan Tata kerja Kementerian
Kesehatan Pusat Penanggulangan Krisis Kesehatan Kemudian dirubah
namanya menjadi Pusat Penanggulangan Krisis Kesehatan (PPKK)
dengan susnan struktur organisasi yang tidak berubah dengan Kepala
PusatPenaggulanganKrisisKesehatanMudjiharto,SKM,MM.