Anda di halaman 1dari 6

Reaksi dapat diibedakan menjadi dua macam yaitu reaksi kesetimbangan homogen dan

reaksi kesetimbangan heterogen. Reaksi Kesetimbangan Homogen merupakan reaksi


kesetimbangan
dimana
semua
fasa
senyawa
yang
bereaksi
sama.
Contoh
:

Sedangkan reaksi kesetimbangan dimana reaktan dan produk yang berbeda fasa.
Contoh
:

Reaksi Kesetimbangan Homogen dan Heterogen, Pengertian, Contoh,


Grafik, Kimia - Berdasarkan wujud zat yang terlibat dalam reaksi, reaksi
kesetimbangan dibedakan menjadi dua, yaitu : (Baca juga : Kesetimbangan
Kimia)
1. Kesetimbangan Homogen
Kesetimbangan homogen adalah kesetimbangan kimia dimana seluruh zat
yang terlibat dalam persamaan reaksi mempunyai wujud sama. Misalnya,
1.1. Kesetimbangan antara gas-gas
Contoh :

N2(g) + 3H2(g) 2 NH3(g)


1.2. Kesetimbangan antara ion-ion dalam larutan
Contoh :

Fe3+(aq) + SCN-(aq) Fe(SCN)2+(aq)


2. Kesetimbangan Heterogen
Reaksi dinyatakan homogen jika terjadi dalam fasa tunggal, baik gas, cair,
maupun padat; dimana produk dan reaktan berada dalam larutan. Sebaliknya,
dalam reaksi heterogen terdapat dua fasa atau lebih.

Contoh reaksi fasa heterogen:


1. Reaksi-reaksi padat-gas, misalnya reduksi logam-oksida dengan
hidrogen atau CO, pembakaran bahan bakar padat dan sebagainya.
2. Reaksi-reaksi gas-cair, misalnya penghilangan uap amonia dari coke
oven gas dengan cara pencucian oleh asam sulfat
3. Reaksi-reaksi cair-padat, misalnya ekstraksi batuan atau pengendapan
pigmen, antara lain TiO2 dari larutannya.

Kesetimbangan heterogen adalah kesetimbangan kimia dimana zat-zat yang


terlibat dalam persamaan reaksi mempunyai wujud berbeda-beda. Misalnya,
2.1. Kesetimbangan dalam sistem padat dan gas
Contoh :

CaO(s) + SO2(g) CaSO3(s)


2.2. Kesetimbangan dalam sistem padat dan larutan
Contoh :

Fe3O4(s) + 4 CO(g) 3Fe(s) + 4CO2(g)


Pada saat terjadi kesetimbangan reaksi, ada beberapa kemungkinan
perubahan konsentrasi pada pereaksi dan hasil reaksi. Beberapa
kemungkinan yang terjadi pada kesetimbangan P + Q R + S dapat kalian
pelajari pada Gambar 1. berikut.

Gambar 1. Grafik kemungkinan keadaan pereaksi dan hasil reaksi pada saat tercapai keadaan
setimbang.

Pada gambar 1, diketahui 3 kemungkinan yang terjadi pada pereaksi dan


hasil reaksi saat tercapai keadaan setimbang, yaitu:
1. Konsentrasi hasil reaksi lebih besar daripada konsentrasi pereaksi
(Gambar1a)
2. Konsentrasi hasil reaksi lebih kecil daripada konsentrasi pereaksi
(Gambar 1b)
3. Konsentrasi hasil reaksi sama dengan konsentrasi pereaksi (Gambar
1c)
Dari Gambar 1. juga terlihat bahwa pada saat setimbang, jumlah pereaksi
dan hasil reaksi adalah konstan, sehingga perbandingannya juga konstan.

Sumber
: http://perpustakaancyber.blogspot.com/2013/06/reaksikesetimbangan-homogen-dan-heterogen.html#ixzz2fqHPwKRB
Tetapan Kesetimbangan Kimia, Bunyi Hukum Kesetimbangan, Rumus Kc,
Contoh Soal, Pembahasan - Dalam keadaan setimbang, perbandingan
konsentrasi pereaksi dan hasil reaksi tergantung pada suhu dan jenis reaksi
kesetimbangan. Cato Maximilian Guldberg dan Peter Waage, dua ahli kimia
dari Norwegia, menyatakan bahwa dalam reaksi kesetimbangan
berlaku hukum kesetimbangan. (Baca juga : Kesetimbangan Kimia)

Bunyi Hukum Kesetimbangan :


"Dalam keadaan setimbang pada suhu tertentu, hasil perkalian konsentrasi
hasil reaksi dibagi perkalian konsentrasi pereaksi yang masing-masing
dipangkatkan koefisiennya mempunyai nilai konstan."
Sementara itu, tetapan kesetimbangan berdasarkan konsentrasi (Kc) adalah
hasil perkalian konsentrasi hasil reaksi dibagi perkalian konsentrasi pereaksi
yang masing-masing dipangkatkan koefisiennya.
Dalam kesetimbangan homogen, rumusan Kc dihitung dari konsentrasi semua
zat yang terlibat dalam reaksi. Perhatikan reaksi berikut.
pA(g) + qB(g) rC(g) + sD(g)
Untuk menghitung besar Kc pada kesetimbangan homogen, dipergunakan
rumus berikut.

Kc adalah konstanta atau tetapan kesetimbangan konsentrasi yang


harganya tetap selama suhu tetap. [P], [Q], [R], dan [S] adalah konsentrasi
zat P, Q, R, dan S (satuan M (molaritas) atau mol/liter).
Sedangkan untuk kesetimbangan heterogen, rumusan Kc dihitung dari:
1. Untuk campuran gas dengan padat, yang diperhitungkan hanya zat
yang berfasa gas.
2. Untuk campuran larutan dengan padat, yang diperhitungkan hanya
larutan saja.
Zat-zat yang terdapat dalam kesetimbangan berbentuk padat (s), larutan
(aq), gas (g), dan cair (l). Tetapi yang dimasukkan dalam tetapan
kesetimbangan konsentrasi hanya zat-zat yang berbentuk gas (g) dan larutan
(aq) saja. Hal ini disebabkan konsentrasi zat padat adalah tetap dan nilainya
telah terhitung dalam harga Kc itu. [1]
Contoh Tetapan Kesetimbangan : [1]

1. C(s) + CO2(g) 2CO(g)


2. Zn(s) + Cu2+(aq) Zn2+(aq) + Cu(s)
3. CH3COO(aq) + H2O(l) CH3COOH(aq) + OH(aq)

4. 2HI(g) H2(g) + I2(g)


Berdasarkan uraian di atas, kalian tentu sudah bisa menentukan harga Kc,
bukan? Agar kalian dapat menghitung harga Kc dengan tepat, perhatikan
contoh berikut.
Contoh Soal Tetapan Kesetimbangan (1) :
a. 5CO(g) + I2O5(s) I2(g) + 5CO2(g)

b. 2NaHCO3(s) Na2CO3(s) + CO2(g) + H2O(g)


Kc = [CO2] [H2O]
c. H2O(l) H2O(g)
Kc = [H2O]
d. Pada suhu 200 C, dalam ruang yang bervolume 1 liter terdapat sistem
kesetimbangan berikut.

2HI(g) H2(g) + I2(g)


Jika pada kesetimbangan terdapat 0,01 mol H2 dan 0,01 mol I2, tentukan
harga Kc dari reaksi tersebut.
Penyelesaian :
Diketahui :
Mol H2 = 0,01 mol

Mol I2 = 0,01 mol


Ditanyakan: Harga Kc.
Pembahasan :

Kc = 0,25
Jadi, harga Kc reaksi di atas adalah 0,25.

Sumber
: http://perpustakaancyber.blogspot.com/2013/06/tetapankesetimbangan-kimia-bunyi-hukum-rumus.html#ixzz2fqHf1G9L