Anda di halaman 1dari 20

BAB I

PENDAHULUAN
A.

Latar Belakang
Terbentuknya hakikat hak dan kewajiban warga negara

tidak

dapat

dilepas

pisahkan

dari

sejarah

masa

lampau.

Demikian dengan terbentuknya hakikat hak dan kewajiban warga


negara termasuk didalamnya proses untuk menjadi warga
negara Indonesia maupun hakkikat hak dan kewajiban belum
dilakukan secara sempurna sebagai warga negara, mengingat
hal itu hak dan kewajiban baru asja memiliki unsur konstituitif
untuk itu UUD melengkapi persyaratan untuk menjadi hak dan
kewajiban sebagai warga negara.
Hak dan kewajiban merupakan suatu hal yang tidak terikat
satu sama lain sehingga dalam peraktiknya harus dijalankan
dengan seimbang. Hak merupakan segala sesuatu yang pantas
dan mutlak untuk didapatkan oleh individu sebagai anggota
warga negara sejak masih berada dalam kandungan, sedangkan
kewajiban merupakan suatu keharusan/kewajiban bagi individu
dalam melaksanakan peran sebagai anggota warga negara guna
mendapat pengakuan akan hak yang sesuai dengan pelaksnaan
kewajiban tersebut jika hak dan kewajiban tidak berjalan
seimang dalam peraktik kehidupan maka akan terjadi sesuatu
ketimbang yang akan menimbulkan gejolak masyarakat dalam
pelaksanaan

kehidupan

individu

baik

dlam

berkehidupan

dimasyarakat berbangsa maupun negara.

B.
Tujuan Penulisan
1. Menjelaskan pengertian warga negara
2. Menganalisis hak warga negara dan kasus pelanggaran hak
aserta upaya penanganannya
1

3. Menganalisis kewajiban dan pengingkaran kewajiban warga


negara serta upaya penanganannya.

BAB II
HAKIKAT HAK DAN KEWAJIBAN WARGA NEGARA
A.

Pengertian Warga Negara


Warga

negara

adalah

orang-orang

yang

memiliki

kedudukan resmi sebagai anggota penuh suatu Negara. Mereka


harus membenkan kesetiaannya kepada Negara itu, menerima
perlindungat, darinya, serta menikmati hak untuk ikut-serta
dalam proses politik.
Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12
Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia, warga
negara adalah warga suatu negara yang ditetapkan berdasarkan
peraturan perundang-unciangan. Orang yang menjadi warga
Negara Indonesia adalah orang-orang bangsa Indonesia asli dan
orang-orang bangsa lain yang disahkan dengan undang-undang
sebagai

warga

Negara.

Berdasarkan

pengertian

ini,

yang

termasuk warga Negara Indonesia adalah sebagai berikut.


1. Setiap orang yang berdasarkan peraturan perundangundangan dan/atau berdasarkan perjanjian Pemerintah
Republik Indonesia dengan negara lain sebelum UndangUndang ini berlaku sudah menjadi Warga Negara Indonesia;
2. Anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang
ayah dan ibu Warga Negara Indonesia;
3. Anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang
ayah Warga Negara Indonesia dan ibu warga negara asing;
4. Anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang
ayah warga negara asing dan ibu Warga Negara Indonesia;
2

5. Anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ibu
Warga Negara Indonesia, tetapi ayahnya tidak mempunyai
kewarganegaraan atau hukum negara asal ayahnya tidak
memberikan kewarganegaraan kepada anak tersebut;
6. Anak yang lahir dalam tenggang waktu 300 (tiga ratus) hari
setelah ayahnya meninggal dunia dari perkawinan yang
sah dan ayahnya Warga Negara Indonesia;
7. Anak yang lahir di luar perkawinan yang sah dari seorang
ibu Warga Negara Indonesia;
8. Anak yang lahir di luar perkawinan yang sah dari seorang
ibu warga negara asing yang diakui oleh seorang ayah
Warga Negara Indonesia sebagai anaknya dan pengakuan
itu dilakukan sebelum anak tersebut berusia 18 (delapan
belas) tahun atau belum kawin;
9. Anak yang lahir di wilayah negara Republik Indonesia yang
pada waktu lahir tidak jelas status kewarganegaraan ayah
dan ibunya;
10.
Anak yang baru lahir yang ditemukan di wilayah
Negara Republik Indonesia selama ayah dan ibunya tidak
diketahui;
11.
Anak yang lahir di wilayah negara Republik Indonesia
apabila

ayah

dan

ibunya

tidak

mempunyai

kewarganegaraan atau tidak diketahui keberadaannya;


12.
Anak yang dilahirkan di luar wilayah negara Republik
Indonesia dari seorang ayah dan ibu Warga Negara
Indonesia yang karena ketentuan dari negara tempat anak
tersebut dilahirkan memberikan kewarganegaraan kepada
anak yang bersangkutan;
13.
Anak dari seorang

ayah

atau

ibu

yang

telah

dikabulkan permohonan kewarganegaraannya, kemudian


ayah atau ibunya meninggal dunia sebelum mengucapkan
sumpah atau menyatakan janji setia.
Selain itu, orang asing yang telah berjasa kepada Negara
Indonesia atau dengan alasan kepentingan Negara juga dapat

diberi

kewarganegaraan

Indonesia

oleh

Presiden

setelah

memperoleh pertimbangan DPR-RI, kecuali dengan pemberian


kewarganegaraan tersebut mengakibatkan yang bersarigkutan
berkewarganegaraan ganda.
Warga Negara Indonesia dapat kehilangan
kewarganegaraannya jika dia melakukan hat-hal berikut.
1. Memperoleh

kewarganegarean

lain

atas

kemauannya

sendiri.
2. Tidak menolak atau tidak melepaskan kewarganegaraan
lain,

sedangkan

orang

yang

bersangkutan

mendapat

kesempatan untuk itu.


3. Dinyatakan hilang kewarganegaraannya oleh presiden atas
permohonannya sendiri, yang bersangkutan sudah berusia
18 tahun atau sudah kawin, bertempat tinggal di luar
negeri, dan dengan dinyatakan hilang kewarganegaraan
Republik Indonesia tidak menjadi tanpa kewarganegaraan.
4. Masuk dalam dinas tentara asing tanpa izin terlebih dahulu
dan presiden.
5. Secara sukarela

masuk

dalam

dinas

Negara

asing.

Misalnya, pegawai negeri. pejabat Negara, dan intelijen.


6. Secara sukarela mengangkat sumpah atau menyatakan
janji setia kepada Negara asing atau bagian dan Negara
asing tersebut
7. Tidak diwajibkan

tetapi

turut

serta

dalam

pemilihan

sesuatu yang bersifat ketatanegaraan untuk suatu Negara


asing.
8. Mempunyai paspor atau surat yang bersifat paspor dan
Negara asing atau surat yang dapat diartikan sebagai
tanda kewarganegaraan yang masih berlaku dan Negara
lain atas namanya.
9. Bertempat tinggal

di

luar

wilayah

Negara

Republik

Indonesia selama 5 tahun terus-menerus bukan dalam


rangka dinas Negara. tanpa alasan yang sah dan dengan
sengaja tidak menyatakan keinginannya untuk menjadi
4

warga Negara Indonesia sebelum jangka waktu 5 tahun itu


berakhir, dan setiap 5 tahun berikutnya yang bersangkutan
tidak mengajukan pemyataan ingin tetap menjadi warga
Negara Indonesia kepada perwakilan Republik Indonesia
yang wilayah kerjanya meliputi tempat tinggal yang
bersangkutan

padahal

perwakilan

Republik

Indonesia

tersebut telah memberitahukan secara tertulis kepada


yang bersangkutan, sepanjang yang bersangkutan tidak
menjadi tanpa kewarganegaraan.
Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12
Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan umum atau universaL
1. Asas ius sanguinis ( law of the blood ) adalah asas yang
menentukan

kewarganegaraan

keturunan,

bukan

seseorang

berdasarkan

berdasarkan

Negara

tempat

kelahiranniya.
2. Asas ius soli (law of the soil) adalah asas yang menentukan
kewarganegaraan seseorang berdasarkan Negara tempat
kelahiran yang diberlakukan terbatas bagi anak-anak
sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam undangundang ini.
3. Asas kewarganegaraan

tunggal

adalah

asas

yang

menentukan satu kewarganegaraan bagi setip orang.


4. Asas kewarganegaraan ganda terbatas adalah asas yang
menentukan

kewarganegaraan

ganda

bagi

anak-anak

sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam undangundang ini.


Penerapan asas ius sanguinis maupun ius soli dapat
menimbulkan status apatride dan bipatride bagi seseorang.
1. Apatride adalah orang-orang yang sama sekali tidak
mempunyai kewarganegaraan.
2. Bipatricie adalah orang-orang
kewarganegaraan sekaligus.
5

yang

mempunyai

dua

B.

Hak dan Kasus Pelanggaran Hak Warga Negara

Serta Upaya Penanganannya


Hak Warga Negara
Hak warga Negara adalah segala sesuatu yang harus didapatkan
warga Negara dan Negara (pemerintah). Menurut Prof.Dr
Notonegoro, hak adalah kuasa untuk menerima atau melakukan
suatu yang semestinya diterima atau dilakukan melulu oleh
pihak tertentu dan tidak dapat dilakukan oleh pihak lain maupun
juga yang pada prinsipnya dapat dituntut secara paksa olehnya.
Pengertian Hak Warga Negara (the citizens rights)
menurut Jimly asshiddiqie sebenarnya berbeda dengan
pengertian hak asasi manusia (the human rights). Namun,
karena hak asasi manusia itu telah tercantum dengan tegas
dalam UUD 1945,hak-hak itu resmi menjadi hak konstitusional
setiap warga Negara atau constitutional rights. adalah hak-hak
yang dijamin didalam dan oleh UUD 1945. Hak konstitusional
setiap warga Negara merupakan bagian dan hak warga Negara.
Di samping hak konstitusional, hak legal juga merupakan hak
warga Negara. Hak legal atau hak hukum timbul berdasarkan
jaminan undang-undang dan peraturan perundang-undangan
dibawahnya.
Menurut Jimly Asshiddiqie. hak-hak tertentu yang dapat
dikategorikan sebagai hak konstitusional warga Negara adalah
sebagai berikut.

Hak asasi manusia tertentu yang hanya berlaku sebagai

hak konstitusional bagi warga Negara Indonesia saja.


Hak asasi manusia tertentu yang meskipun berlaku bagi
setiap orang, akan tetapi dalam kasus-kasus tertentu, bagi

warga Negara Indonesia berlaku keutamaan-keutamaan

tertentu.
Hak warga Negara untuk menduduki jabatan-jabatan yang
diisi melalui prosedur pemilihan, baik secara langsung

maupun secara tidak langsung oleh rakyat.


Hak warga Negara untuk diangkat dalam jabatan-jabatan

tertentu,
Hak untuk melakukan upaya hukum dalam melawan atau
menggugat

keputusan-keputusan

merugikan

hak

konstitusional

Negara
warga

yang

dinilai

Negara

yang

bersangkutan.
Kasus Peianggaran Hak Warga Negara dan Upaya
Penanganannya
Pelanggaran hak asasi manusia adalah setiap perbuatan
seseorang atau kelompok orang termasuk aparat Negara baik
disengaja maupun tidak disengaja atau kelalayan yang secara
melawan hukum mengurangi, menghargai, membatasi, dan atau
mencabut hak asasi seseorang atau kelompok orang yang
dijamin oleh undang-undang ini, dan tidak mendapatkan, atau
dikhawatirkan tidak memperoleh penyelesaian hukum yang adil
dan benar, berdasarkan mekanisme hukum yang berlaku. Ada
beberapa pelanggaran hak asasi warga Negara yang pernah
terjadi di Indonesia. Misalnya, kasus di Aceh, kasus Marsinah.
kasus wartawan Udin. Kasus Dukun Santet Banyuwangi. kasus
konflik social antar komunitas agama di Ambon dan Poso, dan
kasus konflik social antarsuku di Sampit dan Kalimantan Tengah.
Berbagai upaya telah dilakukan oleh bangsa Indonesia
untuk menangani pelanggaran hak asasi manusia. Upaya itu
antara lain terlihat dengan meratifikasi instrumen-instrumen PBB
tentang

hak

asasi

manusia.

Instrument-instrumen

antara lain sebagai berikut.

tersebut

1. Konverisi melawan penyiksaan dan perlakuan keiam lain


nya terrnasuk perlakuan Merendahkan dan hukuman.
2. Kovenan internasional untuk hak politik dan hak sipil.
3. Konvensi penghapusan segala bentuk Diskriminas terhadap
wanita.
4. Konvensi

internasional

penghapusan

segala

bentuk

Jiskriminasi Ras.
5. Kovenan internasional untuk hak-hak ekonomi, social, dan
budaya.
6. Konvensi hak-hak anak.
Dengan ratifikasi ini, Negara semakin diwajibkan untuk
memastikan pemenuhan dan perlindungan HAM terhadap warga
negaranya. Terkait dengan hal ini, ada 3 kewajiban besar Negara,
ketiga kewajiban itu adalah sebagai berikut.

Kewajban untuk melindurigi HAM dengan memberikan


jaminan

perlindungan

dan

mencegah

pelanggaran terhadap HAM.


Kewajiban untuk menghormati
dengan

mengeluarkan

dan

regulasi,

segala

bentuk

memajukan

kebijakan

HAM

ataupun

peraturan yang tidak bertentangan dengan nilal, norma

dan aturan hukum HAM.


Kewajiban untuk memenuhi HAM dengan mengalokasikan
anggaran, menyusun program dan membuat kebijakankebijakan dalam konteks menjamri pemenuhan hak asasi
manusia setiap warga Negara dapat berjalan dengan baik

tanpa gangguan dan ancaman dan pihak manapun.


Menuju Pemenuhan Hak Warga Negara yang Lebih
Baik
Pemenuhan

hak

warga

Negara

yang

diharapkan

dapat

dilaksanakan oleh pemerintah antara lain sebagai berikut.


Tersedianya

fasilitas

untuk

kaum

disabilitas

(cacat

fisik).bak untuk berjalan, naik keridaraan, naik gedung,


maupun penyebrangan jalan.
8

Tersedianya fasilitas olah raga bagi masyarakat.


Tersedianya lapangan bermain dan sarana bermain yang
baik dan aman untuk anank-anak.
Tersedianya jembatan penyebrangan untuk pejalan kaki
dalam jumlah yang cukup sehingga diharapkan dapat
mengurangi jumlah kecelakaan pejalan kaki.
Pemenuhan hak warga Negara dapat dilakukan melalui dua
pendekatan

yaitu

pendekatan

structural

dan

pendekatan

cultural. Pendekatan structural adalah pendekatan yang dapat


dilakukan oleh pihak pemerintah. Hal ini dapat dilakukan melalui
upaya sebagai berikut
a. Membuat kebijakan seperti peraturan-peraturan daerah
yang memihak pada kepentingan warga Negara.
b. Merealisasikan kebijakan-kebijakan bagi kepentingan warga
Negara dengan upaya pembangunan.
c. Melakukan pengawasan, perawatan, maupun pelestarian
terhadap fasilitas umum serta memberikan sanksi yang
tegas terhadap setiap warga Negara yang melakukan
perusakan akan fasilitas tersebut
Adapun upaya pendekatan cultural adalah pendekatan
yang dilakukan oleh pemerintah untuk membangun kesadaran
akan pentingriya hak warga Negara agar terjadi pemenuhan
terhadap hak warga Negara lain. Upaya ini dapat dilakukan
melalui dua strategi yaitu sebagai berikut.
a. Strategi preventif, yaitu dengan melakukan sosialisasi baik
melalui jalur pendidikan, media cetak, media elektronik
kepada seluruh lapisan masyarakat agar tidak melakukan
pelanggaran akan hak warga Negara lain.
b. Strategi represif. yaitu upaya aktif pihak berwajib atau
pemerintah dalam upaya menegakkan hak warga Negara.
C.

Kewajiban

dan

Peningkatan

Kewajiban

Negara Serta Upaya Penanganannya


9

Warga

Seseorang warga Negara adalah anggota dan sebuah


komunitas politik, yang didefinisikan oleh seperangkat hak dan
kwajiban. Menurut Prof. Dr. Notonagoro, wajib adalah beban
untuk memberikan sesuatu yang semestinya dibiarkan atau
diberikan melulu oleh pihak tertentu tidak dapat oelh pihak lain
manapun yang pada pninsipnya dapat dituntut secara paksa oleh
yang berkepentingan. Kewajiban adalah segala sesuatu yang
harus dilakukan.
Terkait dengan hal ini, setiap warga Negara mempunyal
kewajiban-kewajiban konstitusional baik sebagai warga Negara
Indonesia maupun sebagai manusia. Kewajiban konstitusional
setiap warga Negara diatur dan ditentukan oleh Undang-Undang
Dasar 1945.
Menurut

Driyarkara,

kewajiban

adalah

sesuatu

yang

melekat pada hidup manusia. Namun, sayangnya di dalam


masyarakat sering ditemukan adanya pengingkaran kewajiban.
Di antaranya adalah sebagai benikut.
a) Melakukan pelanggaran hukum. Contoh perilaku yang
melanggar hukum adalah sebagai berikut.
1. Melakukan pelanggaran tertib lalu untas.
2. Melakukan pelanggaran undang-undang hak cipta.
b) Pengingkaran kewajiban untuk membela Negara antara lain
terlihat dalam perilaku seperti terlibat dalam berbagai
tawuran dan merusak fasilitas umum.
c) Pengingkaran kewajiban untuk menghormati hak asasi
manusia orang lain antara lain terlihat dalam perilaku
seperti melakukan bullying. Bullying adalah sebuah situasi
dimana

terjadinya

penyalahgunaan

kekuatan

atau

kekuasaan baik fisik maupun mental yang dilakukan oleh


seseorang

atau

kelompok

terintimidasi.

10

sehingga

korban

merasa

d) Pengingkaran kewajiban untuk ikut serta dalam usaha


pertahanan dan keamanan Negara antara lain terlihat
dengan tidak membayar pajak pada waktunya, tidak
mengikuti aturan sekolah dan merusak lingkungan.
e) Pengingkaran kewajiban untuk mengikuti pendidikan dasar
antara lain terlihat dengan tindakan membolos sekolah.
Ada dua cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi
pengingkaran kewajiban warga Negara. Cara pertama adalah
cara preventif, cara preventif adalah upaya yang dilakukan untuk
mencegah

terjadinya

peningkatan

kewajiban

sebelum

pengingkaran kewajiban itu terjadi. Cara yang kedua adalah cara


represif, cara represif adalah suatu tindakan aktif yang dilakukan
pihak berwajib pada sat pengingkaran kewajiban terjadi agar
pengingkaran itu tidak terulang kembali. Misalnya dengan
memberlakukan denda bagi mereka yang parkir dijalan umum,
tidak pada tempat parkir yang ditentukan.

11

BAB III
PEMBAHASAN
Sebelum kita membahas hak dan kewaliban warga Negara.
apakah kalian tau apa yang dimaksud dengan warga Negara?
Warga negara ada(ah orang-orang yang memiliki kedudukan
resmi sebagai anggota penuh suatu Negara. Mereka harus
memberikan

kesetiaannya

kepada

Negara

itu,

menerima

perlindungan darinya. serta menikmati hak untuk kut-serta


dalam proses politik. Serta menurut Undang-Undang Republik
Indonesia Nomor 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan
Republik Indonesia, warga negara adalah warga suatu negara
yang ditetapkan berdasarkan peraturan perundang-undangan.
Orang yang merijadi warga Negara Indonesia adalah orang-orang
bangsa Indonesia ash dan orang-orang bangsa lain yang
disahkan

dengan

undang-undang

sebagai

warga

Negara.

Berdasarkan pengertian tadi yang termasuk warga Negara


Indonesia diantaranya adalah sebagai berikut:

12

1. Setiap orang yang berdasarkan peraturan perundangundangan dan atau berdasarkan perjanjian pemerintah
Republik Indonesia dengan Negara lain sebelum undangundang ini berlaku sudah menjadi warga Negara Indonesia.
2. Anak yang lahir dan perkawinan yang sah dan seorang
ayah dan ibu warga Negara Indonesia.
3. Anak yang lahir dan perkawinan yang sah dan seorang
ayah warga Negara Indonesia dan ibu dan warga Negara
asing.
4. Anak yang lahir dan perkawinan yang sah dan seorang
ayah warga Negara asing dan ibu warga Negara Indonesia.
5. Anak yang lahir dan perkawinan yang sah dan seorang ibu
warga Negara Indonesia, tetapi ayahnya tidak mempunyai
kewarganegaraan atau hukum Negara asal ayahnya tidak
memberikan kewarganegaraan terhadap anak tersebut.
Warga Negara Indonesia juga bisa kehilangan status
kewarganegaraannya apabila melakukan hal-hal seperti:
1. Memperoleh

kewarganegaraan

lain

atas

kemauannya

sendiri.
2. Tidak menolak atau tidak melepaskan kewarganegaraan
lain,

sedangkan

orang

yang

bersangkutan

mendapat

kesempatan untuk itu.


3. Dinyatakan hilang kewarganegaraannya oleh presiden atas
permohonannya sendiri, yang bersangkutan sudah berusia
18 tahun atau sudah kawin, bertempat tinggal di luar
negeri, dan dengan dinyatakan hilang kewarganegaraan
Republik Indonesia tidak menjadi tanpa kewarganegaraan.
4. Masuk dalam dinas tentara asing tanpa izin terhebih
dahulu dari presiden.
5. Secara sukarela masuk

dalam

dinas

Negara

asing.

Misalnya, pegawai negeri, pejabat Negara, dan inteljen.


6. Secara sukarela mengangkat sumpah atau menyatakan
janji setia kepada Negara asing atau bagian dan Negara
asing tersebut.

13

7. Tidak

diwajibkan

tetapi

turut

serta

dalam

pemilihan

sesuatu yang bersifat ketatanegaraan untuk suatu Negara


asing.
8. Mempunyai paspor atau surat yang bersifat paspor dari
Negara asing atau surat yang dapat diartikan sebagai
tanda kewarganegaraan yang masih berlaku dan Negara
lain atas namanya.
9. Bertempat tinggal

di

luar

wilayah

Negara

Republik

Indonesia selama 5 tahun terus-menerus bukan dalam


rangka dinas Negara, tanpa alasan yang sah dan dengan
sengaja ,tidak menyatakan keinginannya untuk menjadi
warga Negara Indonesia sebelum jangka waktu 5 tahun itu
berakhir, dan setiap 5 tahun berikutnya yang bersangkutan
tidak mengajukan pernyataan ingin tetap menjadi warga
Negara Indonesia kepada perwakilan Republik Indonesia
yang wilayah kerjanya meliputi tempat tinggal yang
bersangkutan

padahal

perwakilan

Republik

Indonesia

tersebut telah memberitahukan secara tertulis kepada


yang bersangkutan, sepanjang yang bersangkutan tidak
menjadi tanpa kewarganegaraan.
Disamping itu, warga Neaara Indonesia mempunyai hakhak sebagai warga Negara. Hak warga Negara adalah segala
sesuatu yang harus didapatkan warga Negara dan Negara
(pemerintah). Menurut undang-undang dasar 1945 pasal 27 ayat
2 berbunyi tiap-tiap warga Negara berhak atas pekerjaan dan
penahidupan yang layak bagi kemanusiaan. Jadi setiap warga
Negara berhak mendapat pekerjaan untuk memenuhi kehidupan
di dunia ini dan juga penghidupan yang layak bagi masyarakat
Indonesia

dan

Negara.

Tetapi

di

sisi

lain

masih

banyak

pelanggaran-pelanggaran hak asasi manusia yang terjadi di


Indonesia di antaranya kasus di Aceb. kasus Marsinah, kasus
wartawan Udin, Kasus Dukun Santet Banyuwangi, kasus konflik
14

social antar komunitas agama di Ambon dan Poso, dan kasus


konflik social antarsuku di Sampit dan Kalimantan Tengah. kasuskasus pelanggaran ini tentu saja tidak sesuai dengan semangat
sila kedua pancasila,yakni kemanusiaan yang adl dan beradab.
Oleh karena itu,berbagai upaya telah dilakukan oleh bangsa
Indonesia untuk menangani pelanggaran HAM. Upaya itu dapat
dilihat dengan meratifikasi instrument-instrumen PBB tentang
HAM. Instrumen-instrumen itu antara lain:
1. Konvensi metawan penyiksaan dan perlakuan kejam
lainnya termasuk perlakuan merendahkan dan hukuman.
2. Kovenan internasional untuk hak politik dan hak sipill.
3. Konvensi penghapusan segala bentuk Diskriminasi
terhadap wanita.
4. Konvensi internasional penghapusan segala bentuk
Diskriminasi Ras.
5. Kovenan internasional untuk hak-hak ekonomi, social, dan
budaya.
6. Konvensi hak-hak anak.
Setiap warga Negara mempunyai kewajiban-kewajiban
konstitusional baik sebagal warga Negara maupun sebagai
manusia. Kewajiban konstitusional setiap warga Negara diatur
dan di tentukan oleh UUD 1945. Seperti pasal 27 ayat 3 berbunyi
: setiap warga Negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya
pembelaan Neaara. Jadi. setiap warga Negara berhak dan wajib
ikut serta dalam membela dan mempertahankan keutuhan,
keamanan, dan ketentraman wilayah Negara Indonesia. namun
sayangnya di dalam masyarakat sering ditemukan pengingkaran
kewajiban seperti:
f) Melakukan pelanggaran hukum. Contoh perilaku yang
melanggar hukum adalah sebagai berikut.
3. Melakukan pelanggaran tertib lalu untas.
4. Melakukan pelanggaran undang-undang hak cipta.

15

g) Pengingkaran kewajiban untuk membela Negara antara lain


terlihat dalam perilaku seperti terlibat dalam berbagai
tawuran dan merusak fasilitas umum.
h) Pengingkaran kewajiban untuk menghormati hak asasi
manusia orang lain antara lain terlihat dalam perilaku
seperti melakukan bullying. Bullying adalah sebuah situasi
dimana

terjadinya

penyalahgunaan

kekuatan

atau

kekuasaan baik fisik maupun mental yang dilakukan oleh


seseorang

atau

kelompok

sehingga

korban

merasa

terintimidasi.
i) Pengingkaran kewajiban untuk ikut serta dalam usaha
pertahanan dan keamanan Negara antara lain terlihat
dengan tidak membayar pajak pada waktunya, tidak
mengikuti aturan sekolah dan merusak lingkungan.
j) Pengingkaran kewajiban untuk mengikuti pendidikan dasar
antara lain terlihat dengan tindakan membolos sekolah.
Namun terakit hal itu, upaya yang telah dilakukan warga
Negara Indonesia untuk mengatasi kewajiban pengingkaran
warga Negara dengan dua cara, yaitu Cara pertama adala h cara
preventif, cara preventif adalah upaya yang dilakukan untuk
mencegah

terjadinya

pengingkaran

kewajiban

sebelum

pengingkaran kewajiban itu terjadi. Cara yang kedua adalah cara


represif, cara represif adalah suatu tindakan aktif yang dilakukan
pihak berwajib pada saat pengngkaran kewajiban terjadi agar
pengingkaran itu tidak terulang kembali. Dengan adanya upaya
ini diharapkan ada keseimbangan antara pelaksanaan hak dan
kewajiban. Dengan ini. masyarakat yang harmonis dapat tercapai
dan cinta Negara dapat terwijud.

16

BAB IV
PENUTUP

A.

Kesimpulan
Jadi, kesimpulan akhir dan chapter report yang kami susun

ini yaitu warga negara adalah orang orang yang memiliki


kedudukan resmi sebagai anggota penuh suatu Negara dan
setiap warga negarapun harus mengikuti peraturan yang sudah
ditetapkan

dalam

Undang-Undang

Dasar

1945

agar

tidak

melakukan pengingkaran kewajiban sebagai warga Negara serta


berperan aktif dalam menjaga dan melindungi segenap bangsa
Indonesia dan berbagai ancaman yang tenjadi di Indonesia
maupun di dunia.

B.

Saran
Demikian yang dapat kami paparkan dan kami jelaskan

mengenal materi yang menjadi pokok bahasan dalam karya tulis


ilmiah

ini,

tentunya

masih

banyak

kekurangan

dan

kelemahannya, karena terbatasnya pengetahuan dan kurangnya


referensi yang ada hubungannya dengan judul karya tulis ini.
Penulis banyak benharap pada pembaca agar dapat memberikan
kritik

dan

saran

yang

membangun

kepada

penulis

demi

sempurnanya karya ilmiah ini dan untuk penulisan kanya ilmiah


di kesempatan-kesempatan berikutnya. Semoga karya iImiah ini
dapat berguna bagi penulis juga para pembaca pada umumnya.
17

DAFTAR PUSTAKA

Yuyus

Kardiman,

dkk,

2013,

pendidikan

pancasila

kewarganegaraan untuk kelas XII SMA, Jakarta, Erlangga


www.wkipedia.org
www.mediaindonesia.com

18

dan

CHAPTER REPORT
HAKIKAT HAK DAN KEWAJIBAN WARGA NEGARA
Diajukan untuk memenuhi tugas Mata Pelajaran Pkn

Oleh :
Kelompok 4
Ketua

: Nurkilah

Sekretaris

: Rusdiana Aril

Bendahara

: Syaihan Zainal
19

Anggota

: Dwi Surya

DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN SUKABUMI

SMA NEGERI 1 SURADE


Jl. Raya Cikaso Km. 1 Surade Kabupaten Sukabumi Telp. (0266) 649858
Tahun 2015

20