Anda di halaman 1dari 1

Performa engine motor

1.

Atmospheric air condition (kondisi udara) : istilah ini untuk menggambarkan kondisi
lingkungan/udara pada saat engine dinyalakan. Kondisi udara yang sangat
mempengaruhi kinerja mesin adalah kerapatan udara (air density) dengan satuan
kg/m3. Karena kerapatan udara mewakili banyaknya oksigen per liter yang akan
dibakar bersama bbm. Semakin besar nilai air density, power yang hasilkan semakin
besar. Variabel yang lain adalah tekanan udara dan suhu udara, yang mana dua
variabel ini yang menentukan besarnya air density.
2. Jenis engine, engine yang kita bahas adalah engine yang menggunakan piston
(piston engine)
3. Stroke : jumlah langkah per siklus mesin, yang kita sering diskusikan adalah engine
4-langkah (four stroke engine)
4. Air factor (lambda) adalah satuan yang berasal dari pembagian AFR riil dengan AFR
stoichiometric (14.7). Jadi kalau lambda < 1, maka AFR riil < 14.7, berarti campuran
lebih kaya, hasil pembakaran masih menyisakan bensin dalam bentuk HC. Jika lambda
=1 , AFR rii = AFR stoich, inilah yg disebut kondisi ideal, hasil pembakaran tuntas
menghasilkan H2O dan CO2. Jika lambda lebih dari 1, berarti AFR riil > AFR stoich,
campuran miskin, pembakaran menyisakan gas O2.
5. AFR stoich (AFR stoichiometric) yaitu perbandingan yang pas antara masa udara
sebesar 14.7 gram untuk membakar masa bensin 1 gram, menghasilkan pembakaran
yang tuntas.
6. BMEP (Brake Mean Effective Pressure) adalah tekanan efektif rata2 yang besarnya
ditentukan oleh = 2 x Power /(volume silinder x rps ). Sementara besarnya rps = rev
per second = rpm/60.
7. BSFC (Brake specific fuel consumption) komsumsi spesifik engine dengan satuan
lb/mil > kg/km
8. (a).VE (volumetric efficiency), efisiensi volumetrik adalah parameter yang
menunjukkan perbandingan antara volume udara riil yang dihisap dgn volume silinder
VE= Vriil / Vol cyl. (b). Pressure boosting , saat mengaplikasikan turbo booster.
9. Torque = torsi, momen puntir
10. RPM = putaran mesin per menit
11. Mean piston speed (kecepatan piston rata2) = stroke x rpm x 2 / 60000 (m/detik)
12. Number of cylinder = jumlah silinder
13. Bore = diameter piston
14. Stroke = panjang langkah
15. Displacement = volume silinder = 2 x pi x diameter piston^2 / 4
16. Volumetric flow rate = jumlah volume yang masuk silinder per menit (CFM)
17. Power = Daya yang dihasilkan engine dengan satuan HP