Anda di halaman 1dari 35

Dr.

Wawang S Sukarya,SpOG (K),


MARS.MH.Kes

MAGISTER MANAJEMEN
UNIVERSITAS PADJADJARAN

ORGANISASI
(MIRIP ORGANISME BIOLOGIS)

UMUMNYA
DITOLAK
(NORMAL)

PERUBAHAN
(Mahluk asing)

PERBAIKAN
BERKESINAMBUNGA
N

DITERIMA

PERUBAHAN
TERUS

DIJAMIN & DIPERMUDAH


ORGANISASI

ORGANISASI
PELAYANAN KESEHATAN
(HSOs)
TIMBUL KONFLIK : MANAJEMEN >< PROFESI
KLINIK
( e.g. UPAYA MENEKAN & KONTROL COST CONTAINMENT ><
ALASAN MEDIS)

TENAGA PROFESI HARUS LEBIH DILIBATKAN


DLM

PROFESI ( WILENSKY 1964 )

PROFESI BUKAN SEMBARANG PEKERJAAN

PERLU DUKUNGAN BODY OF KNOWLEDGE


SBG
DASAR PERKEMBANGAN TEORI SISTEMATIS
BANYAK TANTANGAN
LAMA

PERLU LATIHAN

PUNYA KODE ETIK & ORIENTASI UTAMA KE


PELAYANAN

CIRI-CIRI PROFESIONAL ( FROMER


1981)
1. BEKERJA PURNA WAKTU, PEKERJAAN TSB
SUMBER PENDAPATAN UTAMA
2. PEKERJAAN PROFESI ADALAH KEWAJIBAN
YG HARUS DILAKSANAKAN
3. ADA CIRI-CIRI KHUSUS YANG MUDAH
DIKENAL
SEHINGGA DAPAT DIBEDAKAN DARI YANG
LAIN

Ciri-ciri profesional lanjutan...

4. BERGABUNG SESAMA SEJAWAT KARENA


CITA - CITA YANG SAMA (BUKAN KARENA
UANG)
5. PUNYA KETERAMPILAN & PENGETAHUAN
DARI
HASIL CUKUP LAMA
6. MENYELENGGARAKAN PEKERJAAN BUKAN
KARENA MOTIVASI UANG
7. BEKERJA ATAS KEPUTUSAN SENDIRI &
OTONOM

KEINGINAN RS / INSTITUSI
TERHADAP KELOMPOK
PROFESI
- BEKERJA SESUAI DENGAN STANDAR
PROFESI
-

DAPAT MEMBERIKAN INFORMASI

DAPAT MENJAGA RAHASIA KEDOKTERAN

- DAPAT MEMBERI PERTOLONGAN


EMERGENSI

PASAL 53 AYAT (2) UU KES. NO. 23 /


1992
KETENTUAN TENTANG KEWAJIBAN NAKES
UNTUK
MENGHORMATI HAK SEORANG PASIEN SEPERTI
:

HAK MENDAPATKAN INFORMASI


HAK UNTUK MEMBERIKAN PERSETUJUAN
HAK ATAS RAHASIA KEDOKTERAN
DAN HAK MEMINTA PENDAPAT ORANG
KEDUA
(SECOND OPINION).

PASAL 50
HAK :
a) MEMPEROLEH PERLINDUNGAN HUKUM SEPANJANG
MELAKSANAKAN TUGAS SESUAI STANDAR PROFESI
& STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL
b) MEMBERIKAN PELAYANAN MEDIS MENURUT
STANDAR PROFESI & STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

c) MEMPEROLEH INFORMASI YANG LENGKAP


& JUJUR DARI PASIEN ATAU KELUARGANYA
d) MENERIMA IMBALAN JASA

UUPK 29/2004 PASAL 51


KEWAJIBAN DOKTER/DRG
a)

Memberikan pelayanan medis sesuai dengan standar


profesi dan standar prosedur operasional
b) Merujuk pasien ke dokter lain yang mempunyai keahlian
atau kemampuan yang lebih baik, apabila tidak mampu
melakukan suatu pemeriksaan dan pengobatan
c) Merahasiakan segala sesuatu yang diketahuinya tentang
pasien, bahkan juga setelah pasien itu meninggal dunia
d) Melakukan pertolongan darurat atas dasar perikemanusiaan
kecuali bila ia yakin ada orang lain yang bertugas dan mampu melakukannya

e)

Menambah ilmu pengetahuan dan mengikuti perkembangan


ilmu kedokteran

UUPK 29/2004PASAL 52
HAK PASIEN :
MENDAPATKAN PENJELASAN SECARA
LENGKAP TENTANG TINDAKAN MEDIS
MEMINTA PENDAPAT DOKTER LAIN
MENDAPATKAN PELAYANAN SESUAI
DENGAN KEBUTUHAN MEDIS
MENOLAK TINDAKAN MEDIS
MENDAPATKAN ISI REKAM MEDIS

PASAL 51 KEWAJIBAN
a) Memberikan pelayanan medis sesuai dengan
standar profesi, standar prosedur
operasional & kebutuhan pasien
b) Merujuk pasien ke dokter lain yang
mempunyai keahlian atau kemampuan yang
lebih baik, apabila tidak mampu melakukan
suatu pemeriksaan dan pengobatan
c) Merahasiakan segala sesuatu yang
diketahuinya tentang pasien, bahkan juga
setelah pasien itu meninggal dunia
d) Melakukan pertolongan darurat atas dasar
perikemanusiaan kecuali bila ia yakin ada
orang lain yang bertugas & mampu
melakukannya
e) Menambah ilmu pengetahuan dan mengikuti
perkembangan ilmu kedokteran

PASAL 79
c) Tidak memenuhi
kewajiban sesuai
pasal 51 hurup
a,b,c,d,e.

PENJARA 1 THN
(SUDAH DI J.R)
DENDA RP. 50
JUTA,-

OTONOMI PROFESI DGN FOKUS MASALAH


MEDIS, TIDAK SUKA DINILAI ATAU
DIKONTROL

3 TUNTUTAN
1.

KEAHLIAN & PENGETAHUAN PROFESI TIDAK


DIEVALUASI

2.

BEKERJA DAN BERTANGGUNG JAWAB DGN


PENUH
KESADARAN TANPA PENGAWASAN

3.

LANGKAH BERDASAR PERATURAN & KODE ETIK

TENAGA
PROFESI
BERTANGGUNG
JAWAB THD
PEKERJAANNYA
SENDIRI

HUBUNGAN ANTAR
INDIVIDU DEKAT

BERSALAH
SANKSI KOMITE
Q.A

SANKSI PROFESI
(PALING BERAT)

Catatan :
Organisasi profesi hanya menanggung risiko pd kasus besar
kesalahan
Fokus TQM : Sistemnya & Pemecahan masalah : Juga pada
sistemnya

PROFESIONAL CULTURE
PHILOSOPHY

Individual responsibilities
Professional leadership
Autonomy
Administrative authority
Goal expectations
Rigid planning
Response to complaint
Retrospective performance
appraisal
- Quality Assurance

TQM

Collective responsibilities
Managerial leadership
Accountability
Participant
Performance & process
expectations
- Flexible planning
- Concurrent performance
appraisal
- Continuous improvement

KENDALA DALAM UPAYA PENERAPAN MUTU :


- KARAKTERISTIK PROFESI ILMU
KEDOKTERAN :
- SISTEM YANG BERSIFAT SOSIAL
-

KEKUASAAN PROFESI YANG DIKENAL PELANGGAN

SANKSI & DUKUNGAN MASYARAKAT THD KEKUASAAN


TSB
- KODE ETIK, BUDAYA PROFESI DGN NILAI, NORMA &
SIMBOL

PERUBAHAN MANAJEMEN MERUPAKAN


ANCAMAN BAGI PETUGAS MEDIS, SHG
MEREKA HATI-HATI / CURIGA THD
PERINTAH / INISIATIF MANAJER

KENDALA ( LANJUTAN..)
- OTONOMI TENAGA MEDIS
- TAKUT GAGAL MELAKSANAKAN CQI &
KEGAGALAN
PROFESIONAL YG MUNGKIN TERJADI
- TIDAK DPT DIPAKAI TERUTAMA MASALAH
DISIPLIN
- TIDAK SIAP BERPARTISIPASI DLM SUATU
PROSES

- KONSEP DALAM TIM TIDAK SAMA :


KONFLIK DAPAT TERJADI DALAM PROSES
TIM
- TAKUT KETIDAK PASTIAN PROSES-POLA
PIKIR & PROSES CQI YANG TIDAK
TERSTRUKTUR DIBANDING UJI KLINIK
- KECIL HATI DLM MEMPELAJARI & BELAJAR
CQI
- ANGGAP CQI TIDAK DATANGKAN
PERUBAHAN

PERENCANAAN STRATEGI
DLM PENERAPAN TQM
BAGI
TENAGA PROFESIONAL

STRATEGI PENERAPAN CQI


TENAGA MEDIS SEBAGAI TIM LEADER
CQI BERINTEGRASI DLM PROSES
ADMINISTRASI
FASILITATOR YANG MEMBANTU TENAGA
MEDIS
MEMBERDAYAKAN & MENDUKUNG
INDIVIDU 2

STRATEGI LAINNYA :
WERE IN THIS TOGETHER
PROVE IT FIRST
HELP PHYSICIANS HELLO
THEMSELVES

WERE IN THIS TOGETHER


MELIBATKAN TENAGA MEDIS (DR)
DARI AWAL AKAN
JAMIN PERBAIKAN MUTU.
SERTAKAN BERAPA PEMIMPINNYA

LANGKAH NYATA STRATEGI


WERE IN
THIS TOGETHER
1. PILIH BBRP PETUGAS MEDIS (DR) YG
DISEGANI UNTUK JADI TAULADAN.
KIRIM KE SEMINAR
TQM AGAR ADA DISKUSI TQM
2. DUDUKKAN PARA DR DLM BADAN
PENGAWAS
3. AJAK PETUGAS MEDIS (DR) KUNJUNGI RS
LAIN YANG SUKSES JALANKAN TQM
4. SERTAKAN PETUGAS MEDIS (DR) DALAM
ORGANIZATION ASSESSMENT

5. KOMUNIKASI TQM KE STAF MEDIK SECARA


REGULER

6. PELATIHAN TQM UNTUK STAF MEDIK


7. GUNAKAN ACARA PERTEMUAN
PETUGAS MEDIS (DR) JADI MEDIA
KOMUNIKASI TQM
8. LIBATKAN PETUGAS MEDIS (DR) DALAM
TIM PE MUTU YG RELEVAN DGN
PRAKTEK KLINIS

9. PILIH PELUANG YG JADI PRIORITAS PARA


PETUGAS MEDIS (DR) YANG MEMPUNYAI
PROBABILITAS KESUKSESAN TINGGI DLM
PERBAIKAN TAHAP AWAL

10.BERIKAN PERANAN BESAR KPD PARA


PETUGAS MEDIS (DR) DLM MENGEVALUASI &
MELAKUKAN PROSES TQM

PROVE IT FIRST
BUKTIKAN TQM BUKAN SEKEDAR
TEORI

BUTUH BUKTI

SERTAKAN SEDIKIT DOKTER DULU


PERLU PILOT PROJECT (?)

PROVE IT FIRST
1. PILIH MINIMAL SATU PETUGAS MEDIS
(DR) SEBAGAI PANUTAN TQM (TQM
CHAMPION)
2. DUDUKKAN PANUTAN TSB DALAM
BADAN PENYANTUN YANG ADA
3. PILIH TQM PILOT PROJECT UNTUK ATASI
MASALAH DILUAR MASALAH KLINIS , TP
MASALAH INI SANGAT MENGGANGGU PARA
PETUGAS MEDIS (DR)

Prove it first lanjutan...


4. NILAI KELAYAKAN PILOT PROJECT, YG
DIDALAMNYA MELIBATKAN SEDIKIT
PETUGAS MEDIS (DR)
5. MEMBERIKAN DORONGAN AGAR PARA
TQM CHAMPION MENGKOMUNIKASIKAN
HASIL PILOT PROJECT TSB

HELP PHYSICIANS HELLO


THEMSELVES
TERLIBAT DALAM PELATIHAN KARYAWAN
ADM & MEDIS
TERLIBAT DALAM TQM PENELITIAN
PASAR, PENGUMPULAN DATA, ANALISIS,
SBG FASI-LITATOR PD TIM PERBAIKAN MUTU /
TENAGA MEDIS

CAMKAN !

KERUMITAN
ORGANISASI
HANYA
BISA DIATASI
DENGAN KERJASAMA

SEHINGGA PERLU ADA :


KELOMPOK KERJA (POKJA) KARENA :
POKJA MEMUDAHKAN PROSES ATASI
MSLH POKJA MEMBANTU MASA
TRANSISI
ANALISIS DAN INTERVENSI PEKERJAAN
OTONOMI PROFESIONAL + TANGGUNG
JAWAB HASIL DAN KINERJA PROSES
OTORITAS PROFESIONAL &
ADMINISTRASI

MANFAAT PROGRAM
MENJAGA MUTU
1. LEBIH MENINGKATKAN EFEKTIVITAS PELAYANAN
PENYELESAIAN MASALAH DILAKUKAN DENGAN
TEPAT DAN CARA YANG BENAR
2. LEBIH MENINGKATKAN EFISIENSI PELAYANAN
MENCEGAH PEMBERIAN PELKES YANG
BERLEBIHAN
/ DIBAWAH STANDAR, SHG BIAYA TAK
BERLEBIHAN

3. LEBIH MENINGKATKAN PENERIMAAN


MASYARAKAT THD PELKES
PELKES SESUAI DGN KEBUTUHAN & TUNTUTAN
PEMAKAI JASA

4. MELINDUNGI PELAKSANA PELKES DARI


KMGK TIMBULNYA GUGATAN HUKUM
DIKSOSEK MEMBAIK, KESADARAAN HUKUM MASY
ME
DENGAN LAKSANAKAN PROGRAM MENJAGA
MUTU, MK DIHARAPKAN PELKES BERMUTU SHG
PEMAKAI JASA PUAS