Anda di halaman 1dari 21

DAFTAR ISI

PASAR.................................................................................................................... 2
1.1 Pengertian pasar.................................................................................................. 2
a. Secara Umum atau Konvensional...........................................................................2
b. Secara Islam..................................................................................................... 2
1.2

Mekanisme Pasar Dalam Pandangan Ekonomi Konvensional.....................................2

1.3

Mekanisme Pasar Dalam Pandangan Ekonomi Islam................................................3

1.4 Kebijakan Harga Menurut Islam.............................................................................. 3


1.5 Pengawasan Pasar............................................................................................... 4
PASAR BARANG DAN PASAR UANG........................................................................6
2.1 Pasar Barang...................................................................................................... 6
2.1.1 Pasar barang Kurva IS.................................................................................... 8
2.1.2 Perbedaan pasar barang menurut islam dan konvensional.........................................9
2.2 Pasar Uang........................................................................................................ 9
2.2.1 Pasar uang dan Kurva LM............................................................................. 11
2.2.2 Pasar uang dan kurva LM dalam persfektif islam..................................................13
2.2.3 Perbedaan Pasar Uang Konvensional dan syariah.................................................13
2.3 Pasar Barang dan Pasar Uang Model Islam...............................................................14
KESEIMBANGAN SEKTOR RIIL DALAM EKONOMI KONVENSIONAL DAN ISLAM.......15
3.1 Keseimbangan Sektor Riil Dalam Ekonomi Konvensional............................................15
3.2 Keseimbangan Sektor Riil Dalam Ekonomi Islam......................................................16
Keseimbangan Sektor Uang dalam Ekonomi Konvensional dan Ekonomi Islam...20
4.1 Keseimbangan sektor uang dalam ekonomi konvensional.............................................20
4.2 Keseimbangan sektor uang dalam ekonomi islam.......................................................20
DAFTAR PUSTAKA................................................................................................. 21

Page 1

PASAR

1.1 Pengertian pasar

a. Secara Umum atau Konvensional


Pasar adalah tempat bertemunya penjual dan pembeli. Transaksi jual-beli yang terjadi tidak
selalu memerlukan lokasi fisik. Pasar yang dimaksud bisa merujuk kepada suatu negara tempat suatu
barang dijual dan dipasarkan.
b. Secara Islam
Pasar adalah sebuah tempat terbuka dimana pedagang dan konsumen bertemu sesuai dengan
kesepakatan atau kebiasaan yang berlaku di tempat tertentu. Misalnya, dalam sejarah hidup Nabi
Muhammad beliau datang ke Syam membawa perniagaan dari Mekkah dan bertemu dengan pedagang
dan pembeli dari penjuru jazirah Arabia.

1.2 Mekanisme Pasar Dalam Pandangan Ekonomi Konvensional


Pada umumnya mekanisme pasar adalah sistem yang cukup efisien didalam mengalokasikan
faktor-faktor produksi dan mengembangkan perekonomian, tetapi dalam keadaan tertentu ia
menimbulkan beberapa akibat buruk sehingga diperlukan campur tangan pemerintah untuk
memperbaikinya. Menurut Adam Smith, ia mengungkapkan bahwa walaupun setiap orang mengerjakan
sesuatu didasarkan kepada kepentingan pribadi, tetapi hasilnya akan lebih efektif dan selaras dengan
tujuan masyarakat. Niat baik pemerintah untuk mensejahterakan masyarakat seringkali berbanding
terbalik dengan realita yang terjadi.

1.3 Mekanisme Pasar Dalam Pandangan Ekonomi Islam

Page 2

Islam memacu umatnya untuk melakukan berbagai kegiatan untuk meningkatkan kesejahteraan
ekonomi dan sosial, salah satunya adalah kegiatan berdagang. Berdagang adalah aktivitas yang paling
umum yang dilakukan di dalam pasar. Pasar memainkan peranan yang sangat penting dalam sistem
perekonomian, pasar memiliki fungsi strategis, yaitu sebagai sebuah wadah bertemunya para produsen
(penjual) dan konsumen (pembeli) dalam kegiatan perdagangan. Kedua pihak tersebut akan saling
mempengaruhi dan menentukan harga. Kesepakatan keduanya dalam menentukan harga, haruslah
saling memuaskan satu sama lain dan saling ridha. Pencapaian terhadap kepuasan sebagaimana tersebut
tentunya haruslah diproses dan ditindak lanjuti secara berkesinambungan, dan masing-masing pihak
hendaknya mengetahui dengan jelas apa dan bagaimana keputusan yang harus diambil dalam
pemenuhan kepuasan ekonomi tersebut. Islam memiliki rambu-rambu dan aturan main yang dapat
diterapkan dipasar dalam upaya menegakan kepentingan semua pihak rambu dan aturan tersebut
terdapat dalam Al-Quran dan Hadits. Seperti dalam Al-Quran Surah Al-Furqan Ayat 7 yang artinya,
Dan mereka berkata : Mengapa Rasul ini memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar ? mengapa
tidak diturunkan kepadanya seorang malaikat itu memberikan peringatan bersama-sama dengan dia ?.
Dan juga Surah Al-Furqan ayat 20 yang menjelaskan hal sama Dan kami tidak mengutus rasul-rasul
sebelummu, melainkan mereka sungguh memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar. Dan kami
jadikan sebagian kamu cobaan bagi sebahagian yang lain. Maukah kamu bersabar ?; dan adalah
TuhanMu Maha Melihat

1.4 Kebijakan Harga Menurut Islam


Dalam perspektif ekonomi islam, pasar (market) mendapat kedudukan yang penting. Pada
masanya, Rasulullah sangat menghargai harga yang terbentuk oleh pasar yang dikatakan beliau sebagai
harga yang adil dan menyuruh umatnya agar mematuhi harga pasar ini. Beliau menolak untuk membuat
kebijakan penetapan harga pada saat tingkat harga ketika itu di Madinah tiba-tiba naik. Sepanjang
kenaikan terjadi karena kekuatan permintaan dan penawaran yang murni, yang tidak disertai dengan
dorongan-dorongan monopolistik dan monoposonistik, maka tidak ada alasan untuk tidak menghormati
harga pasar.

Page 3

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh enam imam hadits utama (kecuali Al Nasai)
seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah Wahai Rasullah tentukanlah harga untuk kita !. Rasul
menjawab, Allah itu sesungguhnya adalah penentu harga, penahan, pencurah, serta memberi rezeki.
Aku mengharapkan untuk dapat menemui Tuhanku dimana salah seorang dari kalian tidak menuntutku
karena kedzaliman dalam hal harta dan darah.
Hadits di atas memaknai, bahwa harga yang terbentuk dari pasar merupakan hukum alam
(Sunnatullah), individu tidak dapat mempengaruhi pasar, sebab pasar adalah kekuatan kolekif yang
telah menjadi kekuatan Allah. Pelanggaran terhadap harga pasar, yaitu penetapan harga merupakan
suatu ketidakadilan yang akan dituntut pertanggungjawabannya di hadapan Allah.
Dalam ekonomi Islam telah ditentukan beberapa hal tentang prinsip mekanisme pasar, yakni :
1. Prinsip harga bebas yang ditentukan pasar, Nabi Muhammad SAW tidak menganjurkan campur
tangan apapun dalam proses penentuan harga baik oleh Negara maupun individual.
2. Disamping menolak intervensi pasar, Nabi Muhammad SAW melarang tindakan-tindakan yang
mengacaukan kondisi pasar.
3. Selain hal tersebut di atas, praktek spekulasi, kolusi oligarki, rekayasa informasi di pasar
dilarang tegas dalam ekonomi Islam.

1.5 Pengawasan Pasar


Ajaran islam tidak hanya merekomendasikan sejumlah aturan berbau perintah maupun larangan
yang berlaku di pasar. Dari itu, islam juga menggariskan sebuah sistem pengawasan yang dapat
dicanangkan dalam melanggengkan mekanisme dan struktur pasar.
1. Pengawasan Internal : Pengawasan ini berlaku personal pada setiap diri pribadi muslim. Sistem
pengawasan ini akan bergantung sepenuhnya kepada adanya pendidikan islami dengan
melandaskan nilai kepada rasa takut kepada Allah. Untuk aktivitas perdagangan di pasar,
individulah yang penting dan bukan komunitas pasar secara keseluruhan ataupun bangsa secara
umum.

Page 4

2. Pengawasan Eksternal : Ajaran islam mengenalkan sistem hisbah yang berlaku sebagai
pengawas pasar. Secara umum pengawas pasar berfungsi sebagai berikut :
a. Mengorganisir pasar agar dapat memfungsikan diri sebagai solusi permasalahan ekonomi
umat melalui mekanisme sistem kompetitif terbuka dan sempurna sesuai dengan aturan
syariat islam.
b. Menjamin instrumen harga barang dan jasa yang disesuaikan dengan hukum permintaan
dan penawaran.
c. Melakukan pengawasan produk-produk yang masuk di pasar.
d. Mengupayakan agar informasi di pasar dapat terdistribusikan secara baik kepada para
penjual maupun pembeli.
e. Menjamin tidak adanya praktik monopolistik para pelaku pasar.
f.

Mengupayakan agar praktik-praktik mediator (pencalcan) tidak berlaku dipasar, kecuali


keberadaan mediator tersebut bisa menjamin keberlangsungan kesehatan dan efisiensi
mekanisme pasar.

g. Mengupayakan perilaku moral islami yang berkaitan dengan sistem transaksi perdagangan
seperti kejujuran, amanah dan toleransi.

Page 5

PASAR BARANG DAN PASAR UANG

2.1 Pasar Barang


Pasar barang secara umum atau konvensional adalah pasar yang mempertemukan penawaran
dan permintaan barang dan jasa. Pasar barang sering di istilahkan dengan sektor riil. Adapun perincian
perbedaan atara teori Klasik dan teori Keynes sebagai berikut :

Aliran
Klasik
Keynesian

Jenis Pasar
Persaingan
Sempurna
Monopolistik

Informasi

Bentuk

Barang

Harga
Seimbang

Sempurna

Simetris

Homogen

Tidak sempurna

Asimetris

Heterogen

Tidak
seimbang

Pasar barang secara islam memperbolehkan adanya jual beli dalam pasar asalkan barang yang
diperjual belikan merupakan barang yang halal dan tidal ada unsure riba di dalannya.
a). Keanggotaan Pasar Barang
Anggota pasar barang secara garis besar terdiri atas dua, yaitu
1. Anggota biasa dan
2. Anggota luar biasa.
b). Perdagangan di Pasar Barang
Perdagangan di pasar barang dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :
a. Perdagangan Fisik (Physical Trading) yang Bersifat Efektif
Page 6

b. Perdagangan Berjangka (Future Trading) yang Bersifat Spekulatif


c). Fungsi Pasar Barang
1) Sebagai tempat atau sarana untuk memperoleh informasi tentang beberapa jenis barang yang
diperdagangkan di pasar dunia.
2) Sebagai tempat atau sarana untuk mengadakan transaksi berbagai barang yang berlaku di pasaran
dunia.
3) Sebagai tempat atau sarana untuk memantau dan mengatur perdagangan barang.

d). Manfaat Pasar Barang


1. Bagi Penjual (Produsen) : Pasar barang dapat mempermudah pemasaran atau penjualannya.
2. Bagi Pembeli (Konsumen): Pasar barang dapat mempermudah konsumen dalam
mendapatkan barang yang diinginkan dengan kualitas terjamin.
3. Bagi Pemerintah : Pembentukan pasar barang bagi pemerintah dapat memberikan tambahan
devisa. Dengan devisa akan memudahkan pemerintah untuk melakukan berbagai transaksi
internasional yang dapat meningkatkan pendapatan nasional.

e). Pengawasan Pasar Barang Oleh Pemerintah (Pusat dan Daerah)

Pengawasan Barang dan Jasa yang dilakukan oleh Menteri Perdagangan dilakukan terhadap
barang dan jasa yang beredar di pasar dalam memenuhi Standar Mutu, Pencantuman Label, Klausula
Baku, Pelayanan Purna Jual, cara Menjual dengan mekanisme penawaran, promosi, pemberian hadiah,
obral atau lelang, pemaksaan, pesanan dan pengiklanan.

Kewenangan pengawasan barang dan jasa yang beredar di Pasar oleh Menteri Perdagangan
dilimpahkan kepada Pemerintah Daerah Provinsi melalui Gubernur untuk mengkoordinasikan
pelaksanaan pengawasan diwilayahnya dan kepada Pemerintah Daerah kabupaten/Kota melalui
Bupati/Walikota untuk melaksanakan pengawasan atas barang dan jasa beredar di wilayah kerjanya.

Page 7

Gubernur dan Bupati/Walikota melaksanakan tugas pengawasan dengan melimpahkan


kewenangan Kepala Unit Kerja yang lingkup tugas dan tanggung jawabnya di bidang perdagangan.
Khusus untuk wilayah DKI Jakarta, kewenangan pengawasan berada pada Gubernur dan
pelaksanaanya dilimpahkan kepada Kepala Unit Kerja Daerah provinsi yang membawahi lingkup tugas
dan tanggung jawab di bidang perdagangan.

Guna membantu Gubernur, Bupati dan Walikota dalam melakukan pengawasan barang dan jasa
yang beredar di pasar, Menteri Perdagangan melalui Direktorat Jenderal Standardisasi dan
Perlindungan Konsumen dan Direktur yang bertanggungjawab di bidang pengawasan barang dan jasa
dapat melakukan pengawasan langsung atau meminta informasi kepada Kepala Unit Kerja yang
lingkup tugas dan tanggungjawabnya dibidang perdagangan dibawah Gubernur, Bupati dan Walikota.

Disamping hal diatas, Menteri Perdagangan juga menugasakan Direktur Jenderal Standardisasi
Perlindungan Konsumen untuk melakukan pembinaan atas pelaksanaan pengawasan di Daerah
provinsi, kabupaten dan Kota dengan Berkoordinasi dengan Direktur Jendral Teknis terkait.

f). Pengawasan Oleh Masyarakat dan LPKSM

Pengawasan Barang dan Jasa yang dilakukan oleh masyarakat dan LPKSM dilakukan hanya
pada barang dan/atau jasa yang beredar di pasar dengan metode yang sama yakni melalui pengawasan
kasat mata, bila diperlukan diikuti oleh penelitian dan pengujian laboratorium yang hasilnya diteruskan
kepada Pemerintah, dalam hal ini adalah Direktorat Pengawasan Barang Beredar dan Jasa, Direktorat
Jenderal Standardisasi dan Perlindungan Konsumen, serta Dinas terkait yang menangani perdagangan.

Page 8

2.1.1 Pasar barang Kurva IS


a). Kurva yang menunjukan I = S
Keseimbangan pasar barang digambarkan oleh kurva IS. Sesuai dengan namanya. Kurva IS
menunjukan I = S, dimana : I adalah Investasi dan S adalah Saving atau tabungan.
b). Kurva yang menunjukan hubungan investasi dengan tingkat bunga
Hubungan antara investasi (I) dengan tingkat bunga (i), di latarbelakangi oleh praktik yang lazim
dilakukan yaitu meminjam kredit yang mau dipinjam oleh masyarakat dari Bank Konvensional
berarti semakin sedikit investasi yang terjadi.
c). Kurva yang menunjukan hubungan antara tabungan dan pendapatan
Hubungan antara tabungan (S) dengan pendapatan (C) dilatar belakangi oleh kecenderungan
orang untuk menggunakan sebagian pendapatannya untuk ditabung dan sebagian lain untuk
keperluan konsumsi. Semakin kaya orang, semakin banyak tabungannnya. Semakin miskin orang
semakin kecil tabungannya. MPC dan MPS sendiri relative stabil dari waktu ke waktu karena
merupakan kebiasaan orang atau pola perilaku orang dalam menggunakan pendapatnya.

2.1.2 Perbedaan pasar barang menurut islam dan konvensional

Page 9

Dari segi transaksi pasar barang barang konvensional tidak ada akad sedangkan dalam pasar
barang syariah ada akad dan barang atau produk yang dijual pun harus halal.
2.2 Pasar Uang

Pasar uang menurut Konvensional adalah pasar yang menjual belikan surat berharga jangka
pendek yang jangka waktunya tidak boleh lebih dari satu tahun.
Pasar uang menurut pandangan islam menganjurkan penggunaan uang dalam pertukaran, oleh
karena itu islam tidak melarang adanya pasar uang, tetapi jika di dalam pasar uang tersebut terjadi
spekulasi maka islam melarangnya karena itu sama dengan riba.
Landasan atau dalil yang dijadikan dasar diperbolehkannya pasar uang diantaranya adalah:

Adanya kaidah ushul fiqh yang menyatakan bahwa jika salah seorang dari mereka yang

melakukan kerjasama membeli bagian dalam kemitraan tersebut, hukumnya adalah boleh karena ia
membeli hak milik orang lain. Hal ini bias dijadikan rujukan untuk diperkenankannya penerbitan
sertifikat IMA sebagai salah satu instrument dalam pasar uang yang berdasarkan prinsip syariah.
a). Ciri-ciri pasar uang :
Menekankan pada pemenuhan dana jangka pendek.
Mekanisme pasar uang ditekankan untuk mempermudah pihak yang mempunyai kelebihan
dana dan yang membutuhkan dana.
Tidak terikat pada tempat tertentu seperti halnya dengan pasar modal.
b). Fungsi pasar uang

Sebagai perantara dalam perdagangan surat-surat berharga berjangka pendek.


Sebagai penghimpun dana berupa surat-surat berharga jangka pendek.
Sebagai sumber pembiayaan bagi perusahaan untuk melakukan investasi.
Sebagai perantara bagi investor luar negeri dalam menyalurkan kredit jangka pendek
kepada perusahaan Indonesia.

c). Manfaat pasar uang

Memacu suksesnya pembangunan ekonomi.


Page
10

Menyerap tenaga kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat yang semakin

berkualitas.
Terpenuhinya kebutuhan kredit jangka pendek untuk membiayai kebutuhan modal kerja

perusahaan seperti bahan dasar, bahan pembantu untuk kelancaran proses produksinya.
Terpenuhinya kebutuhan barang dan jasa bagi masyarakat yang semakin berkualitas.

d). Peserta Pasar Uang


o
o
o
o
o
o
o
o

Bank
Yayasan
Dana pensiun
Perusahaan asuransi
Lembaga pemerintah
Perusahaan-perusahaan besar
Lembaga keuangan lainnya
Koperasi dan rumah gadai

2.2.1 Pasar uang dan Kurva LM


LM berasal dari Liquidity Preference dan Money. Kurva LM menunjukkkan hubungan
antara suku bunga dengan pendapatan pada pasar uang. Hubungan ini dapat dilihat dengan teori suku
bunga sederhana yaitu Theory of Liquidity Preference. Kurva LM menunjukkan kombinasi suku bunga
dan tingkat output dimana permintaan uang sama dengan permintaan uang. Kurva LM dihasilkan
melalui 2 langkah. Pertama, permintaan uang tergantung dari suku bunga, pendapatan, menekankan
pentingnya daya beli uang bagi masyarakat, permintaan uang adalah teori permintaan riil alih-alih
nominal. Kedua, penyamaan permintaan uangdengan penawaran uang yang ditentukan bank sentral dan
menemukan kombinasi pendapatan dan suku bunga yang menjaga pasar uang berada dalam kondisi
ekuklibirium. Teori permintaan uang adalah sejumlah uang yang diminta oleh masyarakat untuk tujuan
meminta uang, yaitu untuk tujuan transaksi, tujuan berjaga-jaga, dan tujuan spekulasi.
Teori keuangan Keynes terutama menerangkan tiga hal, yaitu:
Tujuan-tujuan masyarakat untuk meminta (menggunakan) uang
Faktor-faktor yang menentukan tingkat bunga
Efek perubahan penawaran uang ke atas kegiatan ekonomi negara.
Page
11

Teori yang ditinjau disini berhubungan dengan tiga tujuan (motif) memegang uang yang
terkenal dari Keynes dalam bukuthe General Theory of Employment, Interestand Money, yaitu :
1. Permintaan uang untuk transaksi
2. Permintaan uang meningkat dalam bentuk penggunaan pembayaran sehari-hari atau membeli
kebutuhan-kebutuhannya seperti makanan, pakaian dan pengeluaran lainnya.
3. Permintaan uang untuk berjaga-jaga. Uang yang disisihkan untuk berjaga-jaga dan kebutuhan
mendadak. Contoh untuk pengobatan apabila ada keluarga yang sakit.
4. Permintaan uang untuk spekulasi. Permintaan uang untuk spekulasi timbul akibat ketidakpastian
mengenai nilai uang dari aset lain yang dimiliki individu. Misalnya masyarakat menyimpan atau
menggunakan uang mereka untuk membeli surat-surat berharga seperti obligasi pemerintah dan
saham perusahaan.
Adapun perbedaan perincian Teori Klasik dan Teori Keynes adalah sebagai berikut :

Aliran

Fungsi

Pengaruh

Kebijakan

Klasik

Alat transaksi

Variabel-variabel

Pemerintah
Tidak diperlukan

Keynes

Penyimpan nilai

Moneter
Variabel-variabel riil

Perlu

Page
12

2.2.2 Pasar uang dan kurva LM dalam persfektif islam

Spekulasi tidak ada dalam ekonomi islam, yang ada hanyalah motive transaksi dan berjaga-jaga
sehingga permintaan uang dalam ekonomi islam berhubungan dengan tingkat pendapatan. Besarnya
persediaan uang tunai akan berhubungan dengan tingkat pendapatan, dan frekuensi pengeluaran.
Jumlah uang yang diperlukan dalam ekonomi islam hanya memenuhi kedua motive tersebut.
Pada tingkat tertentu diatas yang telah ditentukan akan dikenakan zakat atas asset yang kurang
produktif. Sesuatu hal yang penting disini adalah bahwa pemerintah, memelihara keseimbangan, tidak
dengan meningkatkan penawaran uang tetapi justru dengan menaikan biaya atas uang menganggur. Ini
akan menjamin bahwa penawaran uang tidak akan sampai ke tingkat rawan inflasi, sebagai reaksi atas
peningkatan permintaan uang yang kemungkinan akan terbelanjakan kemudian tanpa mempengaruhi
peningkatan akan barang dan jasa. Juga penting disinggung bahwa yang dimaksud dengan biaya atas
yang menganggur adalah pajak yang dapat dibebankan negara bila mengalami tingkat inflasi.
Pada perusahaan, kebutuhan uang tunai akan berubah dalam interval waktu dan tingkat aktivitas
usaha. Pembayaran dari seorang pengusaha yang lain akan berubah menurut tingkatan proses produksi
dan tingkatan integrasi dalam perekonomian dengan anggapan hal-hal lain tetap, meningkatkan
integrasi ini, menurunkan permintaan uang tunai.

2.2.3 Perbedaan Pasar Uang Konvensional dan syariah


Ada perbedaan antara pasar uang antar bank syariah (PUAS) dan pasar uang antar bank
konvensional(PUAK) diantaranya:
1. PUAS mendasarkan transaksinya pada pola mudharabah atau bagi hasil sedangkan PUAK
mendasakan transaksinya pada suku bunga
Page
13

2. Peserta PUAS meliputi Bank Syariah dan Bank Konvensional sedangkan peserta PUAK
hanya Bank Konvensional saja
3.Peranti yang digunakan PUAS adalah sertifikat Investasi Mudharabah antar Bank Syariah
(IMA) sedangakn peranti yang umum digunakan dalam PUAK adalah promes
4. Sertifikat IMA pada PUAS hanya dapat dialihkan 1 kali sedangkan promes dapat
dipindahtangankan berulang kali selam belum jatuh tempo
5. Resiko yang timbul dari aktivitas transaksi pada PUAS relatf jauh lebih kecil daripada resiko
yang timbul dari aktifitas transaksi PUAK

2.3 Pasar Barang dan Pasar Uang Model Islam

Model islam ini memiliki beberapa asumsi yaitu:


1. Perekonomian hanya terdiri dari dua sector, yaitu sector riil (pasar barang dan jasa) dan sector
moneter (pasar uang).
2. Tingkat bunga memainkan peranan penting baik di pasar barang maupun pasar uang.
3. Mengeluarkan konsumsi bergantung pada pendapatan disposable.
4. Permintaan investasi bergantung pada tingkat bunga dan pendapatan.
5. Pengeluaran pemerintah bersifat oksogen (oksogeneus)
6. Tingkat harga di asumsikan sebara oksogen.
7. Permintaan akan uang di tentukan oleh tingkat pendapatan dan tingkat bunga.
8. Jumlah uang beredar bersifat oksogen, dimana besarnya di tentukan oleh otoritas moneter.

Page
14

KESEIMBANGAN SEKTOR RIIL DALAM EKONOMI


KONVENSIONAL DAN ISLAM

Keseimbangan atau ekuilibrium menggambarkan suatu situasi dimana permintaan dan


penawaran, berada dalam keadaan seimbang sehingga setiap variable yang terbentuk di pasar, harga
dan kuantitas sudah tidak lagi berubah. Dalam keadaan ini harga dan kuantitas yang diminta akan sama
dengan yang ditawarkan sehingga terjadilah transaksi. Proses terjadinya keseimbangan dalam pasar
dapat berawal dari sisi mana saja, baik dari permintaan ataupun penawaran.

3.1 Keseimbangan Sektor Riil Dalam Ekonomi Konvensional

Dalam ekonomi konvensional, keseimbangan umum dapat terjadi apabila pasar barang dan
pasar uang ada dalam keadaan keseimbangan. Dalam keadaan keseimbangan umum ini besarnya
pendapatan nasional (Y) dan tingkat bunga (i) yang terjadi akan mencerminkan pendapatan nasional
(Y) dan tingkat bunga (i) seimbang baik di pasar uang maupun pasar barang. Namun dalam ekonomi
islam sistem bunga dihapuskan.
Istilah sektor riil dalam pembahasan mengenai ekonomi makro menggambarkan kondisi
perekonomian dipandang dari sisi permintaan dan penawaran barang dan jasa. Oleh karena itu, sektor
riil ini disebut juga dengan istilah pasar barang. Sisi penawaran di pasar barang ini menggambarkan
Page
15

kemampuan perekonomian menghasilkan barang dan jasa pada suatu periode tertentu. Sedangkan sisi
permintaannya menggambarkan pengeluaran yang dilakukan oleh pelaku ekonomi, seperti rumah
tangga, perusahaan, pemerintah, dan luar negeri. Stabilitas ekonomi makro dilihat dari keseimbangan
antara permintaan (yang ditunjukkan oleh total pengeluaran) dan penawaran (yang ditunjukkan dengan
oleh kemampuan perekonomian tersebut menghasilkan barang dan jasa) yang terjadi di pasar tersebut.

3.2 Keseimbangan Sektor Riil Dalam Ekonomi Islam

Pada sistem ekonomi islam bunga tidak diberlakukan, sehingga keseimbangan di pasar barang
pada ekonomi islam ini sangat berbeda dengan keseimbangan pasar barang pada sistem keseimbangan
konvensional. Hal ini karena sistem bunga dihapuskan dan diganti dengan tingkat keuntungan yang
diharapkan (r).
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda dan
bertakwalah kamu kepada Allah SWT, supaya kamu mendapat keberuntungan.
(Ali imran : 130)
Dari Jabir r.a. ia berkata : Rasulullah s.a.w. melaknat orang yang memakan (mengambil) riba,
memberikan, menuliskan, dan dua orang yang menyaksikan. Ia berkata : ereka berstatus hukum
sama. (HR. Muslim)
Para Ulama Fiqih menyatakan bahwa bunga yang dikenakan dalam transaksi pinjaman (utang
piutang, al-qardh wa al-iqtiradh) telah memenuhi kriteria riba yang diharamkan Allah SWT., seperti
dikemukakan antara lain oleh : Bunga uang atas pinjaman (Qardh) yang berlaku di atas lebih buruk dari
riba yang diharamkan Allah SWT dalam Al-Quran, karena dalam riba tambahan hanya dikenakan pada
saat jatuh tempo. Sedangkan dalam sistem bunga tambahan sudah langsung dikenakan sejak terjadi
transaksi.
Secara matematis, hubungan fungsional antara pengeluaran konsumsi rumah tangga (C) dan
pendapatan (Y) dapat dinyatakan sebagai berikut :
Page
16

C1 = pendapatan muzakki

C = f (Y) dengan C = C1 + C2

C2 = pendapatan mustahiq
Dalam ekonomi islam, investasi tergantung dari besarnya tingkat keuntungan yang diharapkan
dan biaya asset yang kurang produktif. Semakin besar tingkat keuntungan yang diharapkan dan
semakin tinggi biaya asset yang kurang produkti, maka semakin besar pula investasi yang dilakukan,
demikian sebaliknya. Kondisi keseimbangan dalam sektor riil dapat digambarkan secara grafis ke
dalam sebuah kurva yang disebut kurva IS. Kurva IS menggambarkan kedudukan titik-titik yang
menunjukkan hubungan antara tingkat keuntungan yang diharapkan (r) dan pendapatan nasional (Y),
dimana pasar barang berada dalam kondisi keseimbangan.
Dalam analisis keseimbangan sektor riil, kondisi keseimbangan perekonomian dapat
digambarkan ke dalam sebuah kurva yang disebutkan ke dalam kurva IS. Kurva IS adalah tempat
kedudukan titik-titik yang menghubungkan tingkat keuntungan yang diharapkan (R) dan pendapatan
nasional (Y), yang dimana pasar barang berada dalam kondisi keseimbangan.
Maka keseluruhan bagian dari model IS-LM dapat disimpulkan sebagai berikut :

= C ( Y-T ) + I (r) + G

M/P = L (r,Y)

, IS
, LM

Keseimbangan perekonomian adalah titik dimana kurva IS dan LM berpotongan. Titik ini
memberikan tingkat bunga r dan tingkat pendapatan Y yang memenuhi kondisi untuk keseimbangan
baik dalam pasar barang maupun pasar uang. Dengan kata lain, pada perpotongan ini pengeluaran
aktual sama dengan pengeluaran yang direncanakan, dan permintaan terhadap keseimbangan uang riil
sama dengan penawarannya.

Page
17

Dalam ekonomi islam keseimbangan pasar mempertimbangkan beberapa hal :

1. Dalam konsep islam monopoli, duopoly, oligopoly tidak dilarang keberadaannya selama mereka
tidak mengambil keuntungan di atas keuntungan normal. Ini merupakan konsekuensi dari
konsep keseimbangan harga.
2. Kondisi pasar yang kompetitif mendorong segala sesuatunya menjadi terbuka. Allah berfirman
dalam surat an-nisa ayat 29 yang berbunyi Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian
saling memakan harta sesama kalian dengan jalan yang bathil kecuali jalan perdagangan yang
berlaku dengan suka sama suka di antara kalian suka sama suka semakna dengan sama-sama
merelakan keadaan masing-masing deketahui oleh orang lain, berarti produsen dan konsumen
mengetahui secara langsung kelebihan dan kelemahan dari barang yang ada di pasar, maka
menjadikan semua pihak mendapatkan kepuasan.
3. Produsen dilarang melakukan praktek perdagangan demi keuntungan pribadi dengan cara cara
memapak pedagang di pinggir kota, mendapatkan keuntungan dari ketidaktahuan penjual dari
satu kota terhadap harga yang berlaku di kota lain. Diriwayatkan oleh Muslim dari Abu
Hurairah ra, ia berkata, telah bersabda Rasulullah SAW : janganlah kamu papak (pergi
menemui kafilah sebelum sampai di kota dan sebelum mereka dapat tahu harga pasar) barang
Page
18

yang dibawa (dari luar kota). Barang siapa lalu debeli daripadinya (sesuatu) maka apabila yang
empunya (barang) itu dating ke pasar, ia berhak khiyar (hak memiliki buat menjadikan atau
membatalkan penjualan sebelum sebelum dating ke pasar)
4. Konsep islam melarang penimbunan barang karena alasan untuk mencari keuntungan dari
kelangkaan barang di pasar. Diriwayatkan dalam Shahih Muslim dari Said bi Al-Musaib dari
Mamar bin Abdullah Al-Adawi bahwa Rasulullah saw bersabda ,Tidak akan melakukan
penimbunan selain orang yang salah
5. Islam melarang kaum muslimin untuk bertindak curang. Bila penjual bertindak curang terhadap
timbanganya, ukuran, jenis dan nilai maka pengaruhnya terhadap pembeli adalah: daya beli
pembeli berkurang, dan meningkatkan nilai jual barang yang dibeli pembeli bila ia jual kembali.
Hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan Abu Daud dari Abu Huraiman
mengatakan Bukanlah termasuk umatku, orang yang melakukan penipuan
6. Menyembunyikan barang cacat karena penjual mendapatkan harga yang tinggi. Imam Ibnu
Majah meriwayatkan dari Uqbah bin Amir dari Rasulullah saw yang mengatakan, Seorang
muslim adalah seudara bagi muslim yang lain. Dan tidak halal seseorang untuk menjual barang
kepada saudaranya, sementara di dalamnya terdapat cacat, selain dia menjelaskan cacat tersebut
kepadanya
7. Jual beli dilakukan dengan keadaan nilai barang yang sama. Diriwayatkan oleh Imam An-Nasai
dari Ubadah bin Shamit, bahwa Rasulullah bersabda Emas dengan emas, biji dan zatnya harus
sebanding timbangannya. Perak dengan perak, biji dan zatnya harus sebanding timbangannya.
Garam dengan garam, kurma dengan kurma, bur dengan bur, syair dengan syair, sama dan
sepadan. Maka siapa saja yang menambah atau meminta tambah maka ia telah melakukan
riba. Di dalam hadits lain diriwayatkan Bukhori dan Abu daud dari Umar, Rasulullah saw
bersabda Emas (ditukar) dengan uang bisa riba, kecuali sama-sama sepakat

Page
19

Keseimbangan Sektor Uang dalam Ekonomi Konvensional dan


Ekonomi Islam

4.1 Keseimbangan sektor uang dalam ekonomi konvensional

Pasar uang akan berada dalam keseimbangan apabila penawaran uang


sama dengan permintaan uang. Menurut analisa. Permintaan uang juga di
pengarui oleh 3 tujuan (Motif) yaitu motif transaksi, motif berjaga-jaga, dan motif
spekulasi. Dari ke tiga motif tersebut akan menggambarkan model keseimbangan
pasar uang,sehingga akan terbentuk fungsi Lm yang menggambarkan hubungan
antara tingkat pendapatan Nasional pada berbagai kemungkinan tingkat bunga
yang memenuhi syarat keseimbangan pasar uang. Kondisi ini di gambarkan oleh
Kurva LM.

4.2 Keseimbangan sektor uang dalam ekonomi islam

Page
20

Spekulasi tidak ada dalam ekonomi islam, yang ada hanyalah motive
transaksi dan berjaga-jaga sehingga permintaan uang dalam ekonomi islam
berhubungan dengan tingkat pendapatan. Besarnya persediaan uang tunai akan
berhubungan dengan tingkat pendapatan, dan frekuensi pengeluaran.

DAFTAR PUSTAKA

1.
2.
3.
4.

http://tubatoday.blogspot.com/2012/06/keseimbangan-pasar.html
http://hatofighter.wordpress.com/
http://hpweblog.wordpress.com/2012/10/19/pasar-barang-dan-pasar-uang-model-is-lm/
http://ibenkdung2.blogspot.com/2011/10/keseimbangan-kurva-islm-dalam-islam-dan.html
5. http://dewisartika06.wordpress.com/2009/06/23/analisis-keseimbangan-pasar/
6. http://ditjenspk.kemendag.go.id/id/direktorat-pengawasan-barang-beredar-danjasa/pengawasan/pelaksanaan-pengawasan-barang-beredar-dan-jasa

Page
21