Anda di halaman 1dari 14

CASE CONFERENCE

KLIEN TN. T DG DIAGNOSA SKIZOFRENIA


PARANOID + HYPERTENSI STAGE I
DIRUANGAN NURI

2015

CASE CONFERENCE

Hari
: Selasa
Tanggal : 28 September 2015
Ruangan : Nuri
Waktu : 10.00 WIB
Tim
:B
Pimpinan: Ns. Okrita Sunelvia Dewi, S. Kep
Topik
: Kasus pasien yang Cidera
DX Medis
: Skizofrenia Paranoid + Hypertensi
Stage I
MR: 020893

DATA YANG DITEMUKAN


Pasien bernama Tamrin usia 60 tahun,
masuk ke RSJ. Prof. HB. Saanin Padang
pada tanggal 25-8-2015 dirawat untuk 1 x
nya diantar oleh keluarga. Klien
mengalami gangguan jiwa dari tahun 2009
dengan gejala awal klien banyak lupa dan
bicara sendiri penyebabnya klien post
kecelakaan dengan motor dan dirawat di
RS Pasaman 10 hari tidak sadarkan diri.

riwayat hypertensi (+), T. Suicide (+) pernah


mencoba melompat dari jembatan, merokok (+),
Kopi (+), TD 140/100 mmHg.
Tanggal 13-8-2015 klien untuk 1 x nya berobat
ke Poliklinik RSJ. Prof. HB. Saanin Padang
dengan keluhan susah tidur 1 tahun ini, bicara
tidak nyambung, emosi labil, bicara ngaur,
kadang bicara kotor, kadang tidak tahu dengan
diri sendiri, suka menuruti kemauaan sendiri,
jalan tanpa tujuan, curiga (+), makan (+), BAK
kadang dicelana, pernah jatuh dari kendaraan
6 tahun yll sampai pingsan selama 10 hari,
merokok(+), kadang mengancam orang,

mendengar bisikan, kebersihan diri (-), T.


Suicide (+) sebatas kata2, kadang
menangis tanpa sebab, keinginan untuk
selalu berhubungan intim dengan istri dan
orang lain, TD 130/90 mmHg.
Klien masuk Wisma Nuri pada tanggal 268-2015 jam 09.30 WIB dengan keaadaan
masuk ruangan menurut, bingung, bicara
ngaur, mondar-mandir dalam ruangan
kontak (+), pengertian (), terapi
Risperidone 2x1mg, THP k/p, Merlopam
1x0,5mg.

TINDAKAN YANG TELAH


DILAKUKAN
Tanggal 26-8-2015 hasil labor diantar
petugas labor, Hb 14,4, leukosit 18200,
trombosit 325, HT 35,3. TD 110/70 mmHg,
Klien diberikan SP 1 PK karena klien suka
mengganggu klien lain dan SP 1 DPD.
Tanggal 27-8-2015 dan 28-8-2015,
keadaan masih bingung, TD 110/70
mmHg, Klien diberikan SP1 PK dan SP 1
DPD dan belum ada perkembangan.

Tanggal 29-8-2015 visite dengan dokter


Melli, klien masih bingung, bicara kadang
tidak nyambung dan kadang ngaur,
memanjat terali, susah diberi pengertian,
emosi kadang labil dan terapi Risperidone
2x2 mg, THP 2x2 mg, Merlopam 1x2 mg,
TD 110/70 mmHg.
Tanggal 30-8-2015 klien masih bingung,
mondar-mandir dalam ruangan, dan
mengganggu klien lain, klien jatuh di
kamar klien dianjurkan untuk istirahat tapi
klien tetap berjalan untuk keselamatan
klien untuk semantara di fixasi diruangan
intermediate I, TD 110/70 mmHg.

Tanggal 31-8-2015 jam 06.15 WIB fixer dibuka


dan klien dibantu untuk ADL, visite dengan dr.
Melli keadaan klien masih bingung, susah diberi
pengertian, kontak (+), bicara ngaur, suka
memanjat terali. Terapi Risperidone 2x2mg, THP
2x2mg, Merlopam 1x2mg, klien istirahat di
kamar, TD 110/70 mmHg.
Tanggal 1-9-2015 klien masih bingung, pagi ini
banyak tidur kontak dan pengertian (), ADL
dibantu, SP PK tidak ada kemajuan dan
dilanjutkan untuk pengkajian tentang halusinasi
klien dan klien diruangan isolasi, TD 110/70
mmHg.

Tanggal 2-9-2015 jam 07.30 WIB klien jatuh


dikamar mandi dan terdapat luka pada kepala
bagian belakang dengan ukuran 1,5 cm x
0,3cm x 0,5cm , luka dibersihkan, pendarahan
sedikit (1 helai kasa yang basah, 1 helai kasa
untuk menekan luka ), pendarahan berhenti dan
luka pada bibir karena digigit klien TD 110/70
mmHg, dr jaga dihubungi tapi tidak ada lagi di
IGD (sudah pulang). Jam 07.40 WIB dr Melli
datang untuk membuat Resume Medis dan Acc
Pasien yang akan pulang, dan dilaporkan klien
jatuh, dr melli ingin melihat klien tapi tidak jadi
karena klien sedang makan, dr Melli hanya
sebentar karena akan mengikuti pelatihan
advence coding, terapi Risperidone 2x2mg, THP
2x2mg, Merlopam 1x2mg,

cek labor ulang dan klien rencana konsul psikiater,


setelah klien makan klien dianjurkan istirahat,
kemudian laboratorium dihubungi untuk
pemeriksan darah klien, petugas labor menjawab
YA antarkan saja permintaannya, jam 10.00 WIB
permintaan labor dikirim ke laboratorium dan
petugas tidak datang dan direncanakan periksa
labor tanggal 3-9-2013, klien diruangan isolasi dan
tidak mau istirahat dan tetap berjalan2 (mondarmandir) diruangan isolasi demi keselamatan klien,
untuk sementara klien difixasi (Jam 11.15 WIB),
overan dengan petugas dinas sore dilaporkan ada
luka dibagian kepala belakang dan tidak berdarah,
melihat keadaan luka sepertinya tidak perlu
diheacting, jam 16.00 WIB fixer klien dilepas dan
luka dilihat, dibersihkan, ada darah disekitar luka
dan mengingat usia klien yang sudah lansia maka
luka dikepala klien diheacting 2.

Tanggal 3-9-2015 jam 07.30 TD 160/90 mmHg,


setelah makan pagi klien istirahat ditempat tidur,
jam 08.00 WIB waktu overan klien masih tidur
dan dibangunkan respon klien lambat, klien
susah untuk berdiri, susah membuka mata, TD
140/90 mmHg, RR 24x/i, N 90x/i, T 36,5oC dan
lapor dr. Melli advis Risperidone 2x2mg, THP
2x2mg, Merlopam 1x2mg, Konsul Penyakit
Dalam dan Acc pindah keruangan Teratai,
keluarga sudah dihubungi, klien dimandikan,
pakai pampers dan pakaian diganti, kulit bokong
klien terlihat menghitam, TD 150/90mmHg, N
92x/i, RR 24x/i, T 36,5oC,

jam 10.00 WIB klien dipindahkan


keruangan Teratai karena kondisi klien
yang menurun petugas lupa untuk
mengkonsulkan klien ke Psikiater dan
petugas ruangan Teratai sudah
mengetahuinya. Petugas labor datang
untuk mengambil sampel darah klien dan
dikatakan klien sudah pindah keruangan
Teratai.
Menurut info dari petugas labor, sampel
darah klien diambil tanggal 3-9-2015
diruangan Teratai dan hasilnya diberikan
tanggal 4-9-2015 keruangan Teratai.

RENCANA TINDAK LANJUT


Konsul Psikiater
: Belum jadi
Cek labor
: Belum jadi
Konsul Penyakit Dalam : Jadwal Senin tanggal
7-9-2015
Pindah ke Teratai
: Sudah Jam 10.00WIB

TERIMA KASIH