Anda di halaman 1dari 39

Gangguan Cemas Menyeluruh dan

Gangguan Somatoform
Megi Indra
Rangga Ferdyennizar
Aisyah Rahmadillah Fitriasari
Endah Armelya Sari
Nofliana Risma Eka Sari

Preseptor

: dr Silvia Erfan Sp. KJ

Definisi
Gangguan somatoform adalah gangguan
dengan adanya keluhan-keluhan fisik
yang berulang dengan pemeriksaan
medis yang negatif.
Gangguan cemas menyeluruh adalah
kekhawatiran yang tidak dapat dikuasai
dan menetap terhadap hal-hal sepele.

Etiologi
Gangguan somatoform
Faktor psikososial
Faktor biologis
Gangguan cemas menyeluruh
Ketidakmampuan egonya untuk mengatasi
dorongan-dorongan yang muncul dari
dalam dirinya secara terus menerus
sehingga ia akan mengembangkan
mekanisme pertahanan diri.

Klasifikasi
Gangguan somatisasi (F.45.0)
Gangguan somatoform tidak terinci
(F.45.1)
Gangguan hipokondrik (F 45.2)
Disfungsi otonomik somatoform (F 45.3)
Gangguan nyeri somatoform menetap (F
45.4)
Gangguan somatoform lainnya (F. 45.8)

Gejala klinis
Gangguan somatoform
manifestasi stres psikologik menjadi
gejala somatik,
perilaku
sakit
yang
abnormal
(abnormal illness behavior) yaitu
disebabkan adanya ketidaksesuaian
antara pengertian yang ditangkap
pasien tentang kondisi sakitnya

(perceived illness) dengan penyakit yang


dialaminya (documented disease),

adanya amplifikasi, yaitu dimana sensasi


dari gejala fisik mengakibatkan rasa cemas
(anxiety), kemudian rasa cemas dan aktivasi
autonomik yang diasosiasikan dengan rasa
cemas tersebut mengakibatkan eksaserbasi
gejala fisik,

penderitaan (distress) yang bermakna dan


seringnya
angka
kunjungan
untuk
pelayanan medis.

Gangguan cemas menyeluruh


Ketegangan Motorik
Kedutan otot/ rasa gemetar
Otot tegang/kaku/pegal
Tidak bisa diam
Mudah menjadi lelah

Hiperaktivitas Otonomik
Nafas pendek/terasa berat
Jantung berdebar-debar
Telapak tangan basah/dingin
Mulut kering
Kepala pusing/rasa melayang
Mual, mencret, perut tak enak
Muka panas/ badan menggigil
Buang air kecil lebih sering

Kewaspadaan berlebihan dan Penangkapan


berkurang
Perasaan jadi peka/mudah ngilu
Mudah terkejut/kaget
Sulit konsentrasi pikiran
Sukar tidur
Mudah tersinggung

Diagnosis
Gangguan Somatoform
F45.0 Gangguan Somatisasi
Pedoman Diagnostik
Diagnosis pasti memerlukan semua hal berikut:
Adanya banyak keluhan-keluhan fisik yang
bermacam-macam yang tidak dapat dijelaskan
atas dasar adanya kelainan fisik, yang sudah
berlangsung sedikitnya 2 tahun;

Tidak mau menerima nasehat atau


penjelasan dari beberapa dokter bahwa
tidak ada kelainan fisik yang dapat
menjelaskan keluhan-keluhannya;
Terdapat disabilitas dalam fungsinya di
masyarakat dan keluarga, yang
berkaitan dengan sifat keluhankeluhannya dan dampak dari
perilakunya.

F45.1 Gangguan Somatoform Tak Terinci


Pedoman Diagnostik
Keluhan-keluhan fisik bersifat multipel,
bervariasi dan menetap, akan tetapi
gambaran klinis yang khas dan lengkap dari
gangguan somatisasi tidak terpenuhi;
Kemungkinan ada ataupun tidak faktor
penyebab psikologis belum jelas, akan tetapi
tidak boleh ada penyebab fisik dan keluhankeluhannya.

F45.2 Gangguan Hipokondrik3


Pedoman Diagnostik
Untuk diagnosis pasti, kedua hal ini harus ada:
Keyakinan yang menetap adanya sekurangkurangnya satu penyakit fisik yang serius
yang melandasi keluhan-keluhannya,
meskipun pemeriksaan yang berulang-ulang
tidak menunjang adanya alasan fisik yang

memadai, ataupun adanya preokupasi


yang menetap kemungkinan deformitas
atau perubahan bentuk penampakan
fisiknya (tidak sampai waham);
Tidak mau menerima nasehat atau
dukungan penjelasan dari beberapa
dokter bahwa tidak ditemukan penyakit
atau abnormalitas fisik yang melandasi
keluhan-keluhannya.

F45.3 Disfungsi Otonomik Somatoform3


Pedoman Diagnostik
Diagnosis pasti memerlukan semua hal
berikut:
Adanya gejala-gejala bangkitan otonomik,
seperti palpitasi, berkeringat, tremor,
muka panas/flushing, yang menetap dan
mengganggu;
Gejala subjektif tambahan mengacu pada
sistem atau organ tertentu (gejala tidak
khas);

Preokupasi dengan dan penderitaan


(distress) mengenai kemungkinan
adanya gangguan yang serius (sering
tidak begitu khas) dari sitem atau organ
tertentu, yang tidak terpengaruh oleh
hasil pemeriksaan-pemeriksaan
berulang, maupun penjelasanpenjelasan dari para dokter;
Tidak terbukti adanya gangguan yang
cukup berarti pada struktur/fungsi dari
sistem atau organ yang dimaksud.

Karakter kelima
F45.30 = Jantung dan sistem
kardiovaskular
F45.31 = Saluran pencernaan bagian atas
F45.32 = Saluran pencernaan bagian
bawah
F45.33 = Sistem pernapasan
F45.34 = Sistem genito-urinaria
F45.38 = Sistem atau organ lainnya

F45.4 Gangguan Nyeri Somatoform


Menetap
Pedoman Diagnostik
Keluhan utama adalah nyeri berat,
menyiksa dan menetap, yang tidak dapat
dijelaskan sepenuhnya atas dasar proses
fisiologik maupun adanya gangguan fisik.
Nyeri timbul dalam hubungan dengan
adanya konflik emosional atau problem
psikososial yang

cukup jelas untuk dapat dijadikan


alasan dalam mempengaruhi terjadinya
gangguan tersebut.
Dampaknya adalah meningkatnya
perhatian dan dukungan, baik personal
maupun medis, untuk yang
bersangkutan.

F45.8 Gangguan Somatoform Lainnya


Pedoman Diagnostik
Pada gangguan ini keluhan-keluhannya
tidak melalui sistem saraf otonom, dan
terbatas secara spesifik pada bagian
tubuh atau sistem tertentu.
Tidak ada kaitan dengan adanya
kerusakan jaringan.
Gangguan-gangguan berikut juga
dimasukkan dalam kelompok ini:

globus hystericus
Tortikolis psikogenik, dan gangguan
gerakan spasmodik lainnya
Pruritus psikogenik
Dismenore psikogenik
Teeth grinding
F45.9 Gangguan Somatoform YTT3

Gangguan cemas
Berdasarkan PPDGJ III
Penderita harus menunjukkan anxietas
sebagai gejala primer yang berlangsung
hampir setiap hari untuk beberapa
minggu sampai beberapa bulan, yang
tidak terbatas atau hanya menonjol pada
keadaan situasi khusus tertentu saja
(sifatnya
free
floating
atau
mengambang).

Gejala-gejala tersebut biasanya mencakup unsur


unsur berikut:
Kecemasan (khawatir akan nasib buruk, merasa
seperti di ujung tanduk, sulit berkonsentrasi,
dsb)
Ketegangan motorik (gelisah, sakit kepala,
gemetaran, tidak dapat santai); dan
Overaktivitas otonomik (kepala terasa ringan,
berkeringat, jantung berdebar-debar, sesak
napas, keluhan lambung, pusing kepala, mulut
kering, dsb)

Adanya gejala-gejala lain yang sifatnya


sementara (untuk beberapa hari),
khususnya depresi, tidak membatalkan
diagnosis utama Gangguan Anxietas
Menyeluruh, selama hal tersebut tidak
memenuhi kriteria lengkap dari episode
depresif (F.32.-), gangguan anxietas fobik
(F.40.-), gangguan panik (F42.0), atau
gangguan obsesif-kompulsif (F.42.-) 3,

Penatalaksanaan
Gangguan somatoform
Psikoterapi pada gangguan somatoform
meliputi pengelolaan rasa cemas dengan
dukungan sosial dan interaksi sosial dari
anggota keluarga terdekat yang bertujuan
untuk mengurangi rasa cemas

Farmakoterapi dilakukan bila gejala yang


dialami pasien mengarah ke gangguan
cemas atau depresi, sehingga prinsip
pengobatannya menggunakan obatobatan yang ditujukan untuk mengurangi
rasa cemas atau depresi (Xiong et.al.,
2007; Maslim R., 2007; Sadock B.J,
2007).

Clobazam merupakan obat anticemas


golongan benzodiazepine yang digunakan
untuk mengatasi sindrom cemas

Gangguan cemas menyeluruh


Terapi psikologis (psikoterapi)
Terapi dengan obat-obatan (farmakoterapi).

Sediaan Obat Anti-Anxietas dan Dosis Anjuran


(menurut IiMS Vol. 30-2001)
No

Nama Generik

Nama Dagang

Sediaan

Dosis Anjuran

1.

Diazepam

DiazepinLoviumStesolid

Tab. 2-5 mgTab. 2-5


mgTab. 2-5 mgAmp.
10mg/2cc

10-30 mg/h

2.

Chlordiazepoxide

CetabriumArsitranTensinyl

Drg. 5-10 mgTab. 5


mgCap. 5 mg

15-30 mg/h

3.

Lorazepam

AtivanRenaquil

Tab. 0,5-1-2 mgTab. 1 mg

2-3 x 1 mg/h

4.

Clobazam

Frisium

Tab. 10 mg

2-3 x 1m mg/h

5.

Alprazolam

XanaxAlganax

Tab. 0,25-0,5 mgTab. 0,250,5 mg

0,75-1,50 mg/h

6.

Sulpiride

Dogmatil

Cap. 50 mg

100-200 mg/h

7.

Buspirone

Buspar

Tab. 10 mg

15-30 mg/h

8.

Hydroxyzine

Iterax

Caplet 25 mg

3x25 mg/h

Prognosis
Gangguan Kecemasan Menyeluruh
sukar untuk untuk diperkirakan.
Namun demikian beberapa data
menyatakan peristiwa kehidupan
berhubungan
dengan
onset
gangguan ini.

Terjadinya beberapa peristiwa


kehidupan yang negatif secara jelas
meningkatkan kemungkinan akan
terjadinya gangguan. Hal ini berkaitan
pula dengan berat ringannya gangguan
tersebut.

Kesimpulan

Gangguan somatoform adalah jenis


gangguan mental dimana terdapat
proses somatisasi sehingga konflik intrapsikis dimanifestasikan sebagai gejala
fisik. Gejala fisik merupakan keluhan
utama pasien, yang tidak disebabkan
atau dijelaskan sepenuhnya oleh
gangguan kondisi medis umum lainnya
ataupun gangguan mental lainnya.

Perjalanan klinis gangguan-

gangguan yang termasuk dalam


gejala ini umumnya kronis dan
cenderung berulang atau
menetap.Sedangkan kecemasan
adalah perasaan yang tidak
menyenangkan, tidak enak, khawatir
dan gelisah.

Keadaan emosi ini tanpa objek yang


spesifik, dialami secara subjektif dipacu
oleh ketidaktahuan yang didahului oleh
pengalaman baru, dan dikomunikasikan
dalam hubungan interpersonal.Neale dkk
(2001) mengatakan bahwa kecemasan
sebagai perasaan takut yang tidak
menyenangkan dan dapat menimbulkan
beberapa
keadaan
psikopatologis
sehingga mengalami apa yang disebut
Gangguan Kecemasan.

Gambaran klinis bervariasi dapat


dijumpai keluhan cemas, khawatir, waswas, ragu untuk bertindak, perasaan takut
yang berlebihan, gelisah pada hal-hal
yang sepele dan tidak utama yang mana
perasaan tersebut mempengaruhi seluruh
aspek
kehidupannya,
sehingga
pertimbangan akal sehat, perasaan dan
perilaku terpengaruh.

Selain itu spesifik untuk Gangguan


Kecemasan Menyeluruh adalah
kecemasanya terjadi kronis secara terus
menerus mencakup situasi hidup (cemas
akan terjadi kecelakaan, kesulitan finansial),
cemas akan terjadinya bahaya, cemas
kehilangan kontrol, cemas
akan`mendapatkan serangan jantung.

Daftar pustaka

Elvira, S. D., & Hadisukanto, G. (2010). Gangguan Somatoform.


Jakarta: FKUI.
Kaplan, H., Sadock, Benjamin. 1997. Gangguan Kecemasan dalam
Sinopsis Psikiatri: Ilmu Pengetahuan Perilaku Psikiatri Klinis Edisi
ke-7 Jilid 2. Jakarta: Bina Rupa Aksara. Hal. 1-15
Maslim, Rusdi. 2001. Diagnosis Gangguan Jiwa, Rujukan Ringkas
PPDGJ-III. Jakarta: Bagian Ilmu Kedokteran Jiwa Fakultas
Kedokteran Unika Atmajaya. Hal. 72-75
Adiwena, Nuklear. 2007. Anxietas. Yogyakarta: Fakultas Kedokteran
Universitas Islam Indonesia.
Eldido. Anxiety Disorder; Tipe-tipe dan Penanganannya. 20 Oktober
2008.
Yates, W. R. 2008. Anxiety Disorders. Update August 13, 2008.
www.emedicine.com

Anonim. Kecemasan atau Ansietas. Update 32 Desember 2008.


www.mitrariset.blogspot.com
Ashadi. Gangguan Campuran Anxietas dan Depresi. Updates 22
Mei 2008. www.sidenreng.com
Maslim, Rusdi. 2007. Penggunaan Klinis Obat Psikotropik. Jakarta:
Bagian Ilmu Kedokteran Jiwa Fakultas Kedokteran Unika Atmajaya.
Hal. 12
Anonim. 2012. Jurnal Psikologi Klinis dan Kesehatan Mental. Di
akses dari http://journal.unair.ac.id/filerPDF/110610179_5x.pdf
Torpy, Janet M, dkk. 2011. The Journal of the American Medical
Association. Di akses dari http://jama.jamanetwork.com/ on
08/23/2015
Agus, I Made. 2012. Gangguan Hipokondrik. Di akses dari
http://download.portalgaruda.org