Anda di halaman 1dari 15

GENERAL CONTRACTOR, TRADING & PROPERTY SOLUTION

Kantor : Festival Fatmawati Jl. RS. Fatmawati Blok D Kav. 22 Lt. 2 RT.004 RW. 004 Kel. Cilandak Barat Cilandak
Jakarta Selatan

METODA PELAKSANAAN PEKERJAAN


Pelaksanaan pekerjaan dilapangan dilakukan sepenuhnya oleh kontraktor pelaksana yang
telah ditunjuk dan diawasi langsung konsultan pengawas dan Departemen Pekerjaan Umum.
Pelaksanaan pekerjaan dilakukan berdasarkan atas gambar-gambar kerja dan spesifikasi
tekhnik umum dan khusus yang telah tercantum dalam dokumen kontrak, rencana kerja &
syarat-syarat (RKS) dan mengikuti perintah atau petunjuk dari konsultan, sehingga hasil yang
dicapai akan sempurna dan sesuai dengan keinginan pemilik proyek.
Sebelum sesuatu pekerjaan dilaksanakan, perlu disusun dulu langkah langkah atau tahapan
pelaksanaan pekerjaan. Namun juga dipersiapkan metode metode dan beberapa peralatan
kerja yang digunakan. Adapun langkah langkah pelaksanaan pekerjaan tersebut dapat
dirangkum dalam suatu daftar berikut ini :
Langkah langkah Pelaksanaan Pekerjaan

Pra Pelaksanaan

Pelaksanaan

Akhir Pelaksanaan

o
o
o

Membaca Gambar
Survey dan Pengukuran
Mobilisasi

o
o
o
o
o
o
o
o
o

Pengujian Persyaratan Bahan


Persiapan Lokasi (pembersihan dan pembongkaran)
Alat Alat yang digunakan
Pekerjaan Tanah (penggalian dan Penimbunan)
Penyiapan Tanah Dasar
Pekerjaan Lapis Pondasi Bawah dan Atas
Pekerjaan Lapis Permukaan dan Penutup
Pekerjaan Bahu Jalan Pekerjaan Drainase
Pengukuran dan Pembayaran

o
o
o

Serah Terima Pekerjaan Sementara


Masa Pemeliharaan
Serah Terima Akhir Pekerjaan

DIVISI 1 UMUM

1.i
Mobilisasi
Mobilisasi dilakukan sesuai dengan lingkup pekerjaan, yaitu :

1. Mobilisasi Peralatan.
Mobilisasi peralatan mencakup kegiatan pemindahan peralatan dari dan ke dalam
lokasi proyek yang dilakukan pada awal dan akhir kegiatan konstruksi. Mobilisasi
peralatan ini meliputi kegiatan pengerahan dan pengangkutan peralatan-peralatan
berat yang akan digunakan untuk menunjang kegiatan baik untuk pembukaan lahan,
pembuatan jalan, dan pembangunan sarana dan prasarana, dan operasional.

GENERAL CONTRACTOR, TRADING & PROPERTY SOLUTION

Kantor : Festival Fatmawati Jl. RS. Fatmawati Blok D Kav. 22 Lt. 2 RT.004 RW. 004 Kel. Cilandak Barat Cilandak
Jakarta Selatan

2. Mobilisasi Staf / Pekerja.


Personil-personil yang ditugaskan adalah mereka yang sudah berpengalaman dibidang
jalan dan jembatan dan mempunyai dasar keahlian serta sertifikat dibidang jalan dan
jembatan.
3. Penyediaan Kantor dan fasilitas pendukung seperti barak, gudang, bengkel dll.
Fasilitas lapangan untuk kontraktor berupa kantor, gudang dan barak akan ditentukan
kemudian dengan pertimbangan kemudahan dan waktu akses pencapaian kelokasi dan
faktor keamanan, base camp dan laboratorium. Seluruh mobilisasi akan diselesaikan
sesuai dengan batasan yang ditetapkan dalam spesifikasi.
4. Fasilitas pengendalian mutu (laboratorium)
Agar pengendalian mutu di lapangan dapat terpenuhi maka untuk pekerjaan tanah,
pekerjaan berbutir dan pekerjaan perkerasan harus dilakukan pengujian terlebih
dahulu sebelum material digunakan. Untuk pekerjaan hot mix perlu disiapkan Job Mix
Formula (JMF) sesuai dengan spesifikasi yang dipersyaratkan.
5. Peralatan dan perlengkapan kesehatan dan keselamatan kerja.
Selain mobilisasi peralatan untuk pekerjaan utama, juga akan dilakukan mobilisasi peralatan
pendukung lainnya, baik alat berat maupun alat bantu yang sesuai dengan lampiran yang ada
didalam penawaran ini. Bahan mentah (raw material) untuk kebutuhan hotmix dan agregat
menggunakan sumber quarry dari base camp.
Gambar 1. Peralatan Alat Berat

1.ii

Manajemen dan Keselamatan Lalu-lintas

Dalam Manajemen dan Keselamatan Lalu-Lintas Penyedia Jasa harus menyediakan


perlengkapan dan pelayanan lalu lintas untuk mengendalikan dan melindungi karyawan
Penyedia Jasa ,Direksi Pekerjaan, dan pengguna jalan yang melalui daerah konstruksi,

GENERAL CONTRACTOR, TRADING & PROPERTY SOLUTION

Kantor : Festival Fatmawati Jl. RS. Fatmawati Blok D Kav. 22 Lt. 2 RT.004 RW. 004 Kel. Cilandak Barat Cilandak
Jakarta Selatan

termasuk lokasi sumber bahan dan rute pengangkutan, sesuai dengan seksi ini dan memenuhi
detil dan lokasi yang ditunjukkan dalam denah atau yang diterbitkan oleh Direksi Pekerjaan.
Semua personil pada jam kerja dilokasi pekerjaan menggunakan baju reflektif, sepatu safety
dan helm kerja, lebih lengkap dijelaskan pada bagian Pra Rencana K3 Kontrak (Pra-RK3K).
Sebelum memulai pelaksanaan pekerjaan kami akan menyampaikan Rencana Manajemen dan
Keselamatan Lalu-lintas (RMKL).
Bahan dan peralatan :
1. Rambu panah berkedip
2. Rambu suar berkedip portable
3. Rambu konstruksi dan pengalihan
4. Rambu tetap
5. Penghalang lalu-lintas
6. Marka sementara
7. Warning tape

DIVISI 3 PEKERJAAN TANAH

3.i. Galian Perkerasan Beraspal Dengan Cold Milling Machine


Galian perkerasan beraspal mencangkup galian pada perkerasan beraspal lama dan
pembuangan bahan perkerasan beraspal dengan Cold Milling Machine (mesin pengupas
perkerasan beraspal tanpa pemanasan) se[erti yang ditunjukkan pada gambar atau
sebagaimana yang diperintahkan oleh direksi pekerjaan.
Metoda kerja dari pekerjaan ini adalah sebagai berikut :
Sebelum melakukan pekerjaan harus dibuat request dan diserahkan kepada direksi
untuk untuk disetujui
Permukaan hotmix digali dengan menggunakan alat Jack Hammer & Air Compressor
dan dibantu dengan alat bantu berupa cangkul, singkup, belincong dan lain
sebagainya.
Sisa hasil galian dibersihkan dengan menggunakan Air Compressor.
Selanjutnya tanah bekas galian dimuat kedalam Dump Truk dan diangkut ke luar lokasi
pekerjaan.
Hasil galian dirapihkan oleh sekelompok pekerja sesuai dengan ukuran gambar rencana

3.ii.

Penyiapan Badan Jalan

Pekerjaan ini mencakup penyiapan permukaan tanah dasar atau permukaan jalan kerikil yang
ada untuk pemasangan lapis pondasi agregat / urugan pilihan dan untuk pekerjaan
pekerjaan galian minor.
Alat yang digunakan dalam pekerjaan ini adalah :
- Motor grader untuk merapikan
- Vibro roller untuk memadatkan

GENERAL CONTRACTOR, TRADING & PROPERTY SOLUTION

Kantor : Festival Fatmawati Jl. RS. Fatmawati Blok D Kav. 22 Lt. 2 RT.004 RW. 004 Kel. Cilandak Barat Cilandak
Jakarta Selatan

Water tanker

DIVISI 5 PERKERASAN BERBUTIR

5.i.

Lapis Pondasi Agregat Kelas A

Pekerjaan ini dilaksanakan sebagai lapis pondasi pada pekerasan jalan. Lapis Pondasi agrergat
kelas A merupakan lapisan atas dari lapis pondasi pada perkerasan jalan dengan ketebalan
seusia dengan gambar rencana.
Metoda kerja dari pekerjaan ini adalah sebagai berikut :
- Sebelum melakukan pekerjaan harus dibuat request dan diserahkan kepada direksi
untuk disetujui
- Sebelum gmelaksanakan pekerjaan ini terlebih dahulu dibuatkan pengujian material
(job mix design) agregat kelas A yang akan digunakan pada saat pelaksanaan sesuai
spesifikasi teknik yang disyaratkan.
- Material agregat kelas A dicampur di base camp dengan menggunakan wheel loader
dengan komposisi sesuai job mix design yang telah disetujui kemudian material
agregat kelas A dibawa kelokasi pekerjaan menggunakan dump truck.
- Material agregat kelas A dihampar dengan alat motor grader dan denagn ketebalan
padat sesuai gambar.
- Hamparan pondasi agregat disiram dengan air dengan menggunakan water tank truck
dan dipadatkan dengan menggunakan vibratory roller dan pemadatan teraknir dengan
alat pneumatic tire roller.
- Selama pemadatan, sekelompok pekerja merapihkan tepi hamparan dan level
permukaan dengan menggunakan alat bantu.
- Setelah pelaksanaan pekerjaan ini dilakukan pengetesan kepadatan lapangan dengan
test sencon untuk mengetahui kepadatan yang disyaratkan dalam spesifikasi teknik.

5.ii.

Lapis Pondasi Agregat Kelas B

Pekerjaan ini dilaksanakan sebagai lapis pondasi pada pekerasan jalan. Lapis Pondasi agrergat
kelas B merupakan lapisan bawah dari lapis pondasi pada perkerasan jalan dengan ketebalan
sesuai gambar rencana.
Metoda kerja dari pekerjaan ini adalah sebagai berikut :
- Sebelum melakukan pekerjaan harus dibuat request dan diserahkan kepada direksi
untuk disetujui
- Sebelum gmelaksanakan pekerjaan ini terlebih dahulu dibuatkan pengujian material
(job mix design) agregat kelas B yang akan digunakan pada saat pelaksanaan sesuai
spesifikasi teknik yang disyaratkan.
- Material agregat kelas B dicampur di base camp dengan menggunakan wheel loader
dengan komposisi sesuai job mix design yang telah disetujui kemudian material
agregat kelas B dibawa kelokasi pekerjaan menggunakan dump truck.
- Material agregat kelas B dihampar dengan alat motor grader dan denagn ketebalan
padat.
- Hamparan pondasi agregat disiram dengan air dengan menggunakan water tank truck
dan dipadatkan dengan menggunakan vibratory roller dan pemadatan teraknir dengan
alat pneumatic tire roller.

GENERAL CONTRACTOR, TRADING & PROPERTY SOLUTION

Kantor : Festival Fatmawati Jl. RS. Fatmawati Blok D Kav. 22 Lt. 2 RT.004 RW. 004 Kel. Cilandak Barat Cilandak
Jakarta Selatan

5.iii.

Selama pemadatan, sekelompok pekerja merapihkan tepi hamparan dan level


permukaan dengan menggunakan alat bantu.
Setelah pelaksanaan pekerjaan ini dilakukan pengetesan kepadatan lapangan dengan
test sencon untuk mengetahui kepadatan yang disyaratkan dalam spesifikasi teknik.

Lapis Pondasi Agregat Kelas C/Sirtu

Pekerjaan ini dilaksanakan sebagai lapis pondasi pada pekerasan jalan. Lapis Pondasi agrergat
kelas C merupakan lapisan atas dari lapis pondasi pada perkerasan jalan dengan ketebalan
seusia dengan gambar rencana.
Metoda kerja dari pekerjaan ini adalah sebagai berikut :
- Sebelum melakukan pekerjaan harus dibuat request dan diserahkan kepada direksi
untuk disetujui
- Sebelum gmelaksanakan pekerjaan ini terlebih dahulu dibuatkan pengujian material
(job mix design) agregat kelas A yang akan digunakan pada saat pelaksanaan sesuai
spesifikasi teknik yang disyaratkan.
- Material agregat kelas A dicampur di base camp dengan menggunakan wheel loader
dengan komposisi sesuai job mix design yang telah disetujui kemudian material
agregat kelas A dibawa kelokasi pekerjaan menggunakan dump truck.
- Material agregat kelas A dihampar dengan alat motor grader dan denagn ketebalan
padat sesuai gambar.
- Hamparan pondasi agregat disiram dengan air dengan menggunakan water tank truck
dan dipadatkan dengan menggunakan vibratory roller dan pemadatan teraknir dengan
alat pneumatic tire roller.
- Selama pemadatan, sekelompok pekerja merapihkan tepi hamparan dan level
permukaan dengan menggunakan alat bantu.
- Setelah pelaksanaan pekerjaan ini dilakukan pengetesan kepadatan lapangan dengan
test sencon untuk mengetahui kepadatan yang disyaratkan dalam spesifikasi teknik.

DIVISI 6 PERKERASAN ASPAL

6.i

Lapis Resap Pengikat Aspal Cair

Lapis resap pengikat (prime coat) adalah lapis tipis aspal cair yang diletakkan di atas lapis
pondasi atas sebelum lapis berikutnya dihampar. Aspal cair ini dapat meresap ke dalam lapis
pondasi mengisi rongga dan memperkeras permukaan serta mengikat lapis pondasi dan lapis
permukaan. Hal pertama yang dilakukan adalah memanaskan aspal yang ada di dalam mobil
aspal spayer yang telah dibuka di bagian badan tersebut. Pemanasan aspal ini tidak boleh
terlalu panas karena dapat menyebabkan kebakaran dan sifat kelengketan dan kelenturan
aspal menjadi rusak.
Selanjutnya aspal yang sudah cair atau lapis resap pengikat (prime coat)
disemprotkan/disiramkan ke permukaan agregat sehingga merata. Lapis resap pengikat harus
disemprot pada permukaan yang kering atau mendekati kering dan pelaksanaan
penyemprotan tidak boleh dilaksanakan pada saat angin kencang, hujan, atau akan turun
hujan. Sebelum aspal disiramkan, permukaan lapis pondasi terlebih dahulu di bersihkan
dengan Semprotan Angin (Compressor)

GENERAL CONTRACTOR, TRADING & PROPERTY SOLUTION

Kantor : Festival Fatmawati Jl. RS. Fatmawati Blok D Kav. 22 Lt. 2 RT.004 RW. 004 Kel. Cilandak Barat Cilandak
Jakarta Selatan

II.6.ii Lapis Perekat Aspal Cair


Lapis perekat berfungsi untuk memberikan daya ikat antara aspal lama dengan aspal baru dan
disemprotkan pada permukaan beraspal yang kering dan bersih. Bahan lapis perekat adalah
aspal cair yang cepat menyerap atau aspal keras pen 80/100 atau pen 60/70 yang dicairkan
dengan 25 sampai 30 bagian minyak tanah per 100 bagian aspal. Pemakaiannya berkisar antar
0,15 liter/m2 sampai 0,15 liter/m2 . Lebih tipis dibandingkan dengan pemakaian lapis resap
pengikat.
6.iii

Laston Lapis AUS (AC-WC) (gradasi halus/kasar)

Laston sebagai lapis aus (Wearing Course) adalah lapisan perkerasan yang berhubungan
langsung dengan ban kendaraan, merupakan lapisan yang kedap air, tahan terhadap cuaca,
dan mempunyai kekesatan yang disyaratkan dengan tebal nominal minimum 4 cm. Lapis aus,
lapisan yang langsung menerima gesekan akibat gaya rem dari kendaraan sehingga mudah
menjadi aus
Lapis aus permukaan (Wearing Course) mempunyai fungsi:
a. Menyelimuti perkerasan dari pengaruh air.
b. Menyediakan permukaan yang halus.
c. Menyediakan permukaan yang mempunyai karakteristik yang kesat, rata sehingga aman dan
nyaman untuk dilalui pengguna.
d. Menyebarkan beban ke lapisan di bawahnya.
Gambar 5. Pemadatan Hot Mix

6.iv

Laston Lapis Antara Perata (AC-BC(L)) (gradasi halus/kasar)

Dilokasi existing permukaan aspal lama yang terjadi perbedaan tinggi dan tidak merata
/bergelombang dilakukan perataan (levelling) dengan mengunakan material Laston Lapis
Antara Perata (AC-BC(L) .Setelah permukaan jalan sudah terbentuk rata/tidak bergelombang
baru di lanjutkan dengan pekerjaan Overlay Laston Lapis Antara (AC-BC)
6.v

Aspal Minyak

GENERAL CONTRACTOR, TRADING & PROPERTY SOLUTION

Kantor : Festival Fatmawati Jl. RS. Fatmawati Blok D Kav. 22 Lt. 2 RT.004 RW. 004 Kel. Cilandak Barat Cilandak
Jakarta Selatan

Aspal adalah campuran dari butimen dan mineral. Butimen ialah senyawa organik yang
Bewarna antara coklat sampai hitam sifatnya bisa padat sampai cair, lekat sekali, berlemak,
tidak larut secara sempurna dalam pelatur pelatur organis CS2 dan CCL4. Aspal Minyak
adalah salah satu Fraksi hasil penyulingan minyak
Jenis jenis Aspal Minyak
1. Aspal keras : yaitu aspal yang didapat dari penyulingan minyak bumi dengan kadar
bumi dengan kadar paraffin rendah yaitu tidak lebih dari 2% berat
2. Aspal cair : yaitu aspal keras yang dicampur dengan pelarut RC (rapid curing) adalah
aspal keras yang dicampur dengan korosin / bensin. Mongering cepat MC (medium
curing) adalah aspal keras yang dicampur dengan minyak disel (aspal keras ini harus
mempunyai penetrasi yang lebih tinggi) mongering sedang SC (slow curing) adalah
aspal keras yang dicampur dengan residu hasil dari penyulingan pertama minyak bumi
(mongering lambat)

6.vi Aditif Anti Pengelupasan


Bahan yang digunakan untuk anti pengelupasan adalah zat aditif. Aditif berguna untuk
meningkatkan pelekatan dan anti pengelupasan bila diperlukan, dapat ditambahkan ke dalam
aspal sesuai dengan petunjuk pabrik pembuatnya
Bahan Aditif Untuk Aspal :
1. Aditif kelekatan dan anti pengelupasan harus ditambahkan ke dalam bahan aspal
bilamana diperlukan dan disetujui oleh Direksi Pekerjaan
2. Persentase aditif yang diperlukan harus dicampurkan ke dalam bahan aspal sesuai dgn
petunjuk pabrik untuk menghasilkan campuran yang homogen.
6.vii Bahan Pengisi (Filler) Tambahan Semen
Jenis perkerasan yang umum digunakan di Indonesia adalah perkerasan lentur yang
menggunakan aspal sebagai bahan pengikatnya dan perkerasan kaku yang menggunakan
semen sebagai bahan pengikat agregat. Dalam perencanaan campuran jalan raya yang biasa
digunakan sebagai agregat kasar adalah batu pecah, dan untuk agregat halus adalah pasir.
Sedangkan filler yang biasa digunakan adalah Semen Portland. Namun saat ini sudah banyak
dilakukan penelitian untuk mencari alternatif filler sebagai material baru dalam campuran
perkerasan jalan raya.
Selain itu terdapat banyak potensi material lain yang dapat dikembangkan sebagai alternatif
bahan pengganti. Kapur memiliki bentuk fisik berupa butiran halus bewarna putih. Karena
butirannya yang halus menyerupai semen Portland, maka bahan ini sangat potensial untuk
dijadikan sebagai bahan konstruksi termasuk perkerasan jalan raya. Pemakaian kapur sebagai
bahan campuran dalam perkerasan jalan raya diperlukan penyelidikan yang lebih mendalam.
Jenis ini menggunakan spesifikasi campuran Split Mastic Asphalt (SMA). Didapatkan bahwa
semua variasi campuran yang menggunakan kapur sebagai bahan pengisi menghasilkan
stabilitas yang tinggi (besar dari 750 kg), kelelehan yang tinggi (besar dari nilai maksimum
yaitu 4 mm), sedangkan untuk rongga dalam campuran (VIM) dan Marshall Qoutient memenuhi
nilai yang disyaratkan. Berdasarkan Parameter Marshall yang didapatkan maka kapur dengan
kadar 3% bisa digunakan dalam campuran Split Mastic Asphalt.

GENERAL CONTRACTOR, TRADING & PROPERTY SOLUTION

Kantor : Festival Fatmawati Jl. RS. Fatmawati Blok D Kav. 22 Lt. 2 RT.004 RW. 004 Kel. Cilandak Barat Cilandak
Jakarta Selatan

DIVISI 7 STRUKTUR

Pembangunan jalan beton ini dilakukan dengan menggunakan metode dan peralatan
penghampar beton (concrete finisher) yang sederhana yaitu: vibrating screed sesuai dengan
kemampuan daerah dengan tetap mengikuti petunjuk dan persyaratan teknis pelaksanaan
pembangunan jalan beton yang telah ditetapkan.

Persiapan Lapangan:
Konstruksi jalan beton yang dilaksanakan terdiri atas dua bagian utama, yaitu Beton K 125)
dengan persyaratan mutu K125 (non struktural) yang berfungsi sebagai lapisan leveling
(perataan) dan untuk mencegah pumping action. Sedangkan untuk lapisan atas (plat beton)
digunakan beton dengan persyaratan mutu K350.
Demi untuk menjaga konsistensi campuran, kemudahan kecepatan pelaksanaan, serta
kebersihan pekerjaan dan terjaminnya mutu beton maka untuk baik Beton K 125 maupun
slab beton (lapis permukaan) digunakan beton ready mix.

Pelaksanaan:
Beton K 125 :
Guna kelancaran pekerjaan penggelaran Beton K 125, seluruh lebar jalan ditutup (arus lalulintas dialihkan). Kemudian dilakukan penentuan/penyesuaian elevasi rencana ketinggian
Beton K 125 berdasarkan hasil pengukuran dan pematokan. Setelah itu, badan jalan di
basahi/disiram dengan air terlebih dahulu agar tidak terjadi penyerapan air semen dari Beton
K 125 yang akan digelar. Lalu pemasangan bekesting melintang dengan ukuran selebar jalur
lalu-lintas (9,00 m) dilakukan serta memperhatikan panjang lahan pengecoran yang
disesuaikan dengan kemampuan kerja per hari berdasarkan kapasitas truck mixer (8 truck @ 5
m3 per hari).
Ketebalan Beton K 125 yang digelar tidak sama/merata (fungsinya hanya sebagai
lapisan leveling) sebab kondisi jalan lama sudah rusak dan juga bentuk geometrinya tidak
sesuai lagi seperti penampang ideal jalan yang seharusnya selain itu bentuk akhir atau bagian
atas Beton K 125 harus rata karena diperuntukkan sebagai landasan untuk meletakkan pelat
beton.
Setelah pengecoran Beton K 125 selesai dikerjakan maka dilakukanlah proses curing
dengan menebarkan karung goni yang dibasahi selama seminggu (tiga kali sehari disiram air)
guna mencegah terjadinya retakan-retakan sebagai akibat proses pengerasan/pengeringan
beton.
- Pengecoran Lapis Permukaan:
Persiapan di Base Camp:
Penentuan ukuran pelat beton: Lapis permukaan yang digunakan adalah pelat (slab) beton
dengan mutu K350 sedangkan ukuran pelat beton yang dipakai adalah lebar 4 m (disesuaikan
dengan lebar vibrating screed) dan panjang 5 m. Dimensi ini diperoleh berdasarkan rumus L/B
1,25 m 5,00 m / 4,00 m = 1,25 (memenuhi syarat). Jika digunakan satuan SI maka ukuran
jarak sambungan adalah 24 24 x tebal pelat beton (200 mm) jadi: 25 x 200 mm diperoleh

GENERAL CONTRACTOR, TRADING & PROPERTY SOLUTION

Kantor : Festival Fatmawati Jl. RS. Fatmawati Blok D Kav. 22 Lt. 2 RT.004 RW. 004 Kel. Cilandak Barat Cilandak
Jakarta Selatan

5000 mm atau 5,00 m.Pembuatan mal (bekesting): Bahannya dari kayu dengan model kotak
empat persegi panjang berdasarkan ukuran pelat seperti pada gambar di atas (4 x 5) m.
Hanya saja ukuran ketebalan mal melintang dibuat miring mengikuti kemiringan melintang
normal jalan sebesar 2 % Sedangkan ukuran mal memanjang mengikuti ketinggian pada kedua
ujung mal melintang Penentuan ukuran dowel dan tie bar serta pembuatan alur (lidah
sambungan):
Bagian tengah mal sambungan melintang (A) dilobangi sebagai tempat memasang dowel/ruji
diperoleh dowel: 12 25 (besi ulir) dengan panjang 45 cm dan jarak antar dowel 30 cm,
khusus untuk pelat dengan lebar 0,50 m digunakan 2 25 dengan panjang 45 cm dan jarak
antar dowel 30 cm. Pada ke dua sisi mal sambungan memanjang (2) dibuat lobang sebagai
tempat memasang tie bar. Dan pada kedua sisi mal memanjang dibuatkan lidah agar nantinya
tejadi ikatan yang kuat antar slab pada sambungan memanjang, selanjutnya diperoleh tie
bar: 6 12 (besi polos) dengan jarak 84 cm. Sedangkan untuk sambungan memanjang (1)
diperoleh tie bar: 5 12 (besi polos) dengan jarak 120 cm
Persiapan di Lapangan
Pemasangan mal kotak ini dilakukan di atas Beton K 125 hanya pada satu sisi jalan saja
sehingga bagian atau sisi lainnya dapat dilewati oleh kendaraan ringan dengan model papan
catur (nanti setelah pengecoran selesai baru berpindah ke sisi lainnya) sekaligus dapat
dilewati oleh truck mixer sewaktu melakukan pengecoran.
Setelah pemasangan kotak mal sebanyak 10 buah selesai dilakukan maka:
1. Pemasangan/penggelaran plastik dengan maksud sebagai breaker di atas lapisan Beton K
125 agar tidak terjadi perlekatan antara CTSB dan pelat beton (pergerakan pelat beton tidak
boleh mempengaruhi CTSB, demikian pula sebaliknya). Plastik itu juga dilekatkan pada mal
kotak slab dan secara rapat melekat pada CTSB
2. Pemasangan dowel (ruji) pada mal melintang dan tie bar (batang pengikat) pada mal
memanjang dengan jalan memasukkan kedalam lobang yang sudah tersedia pada dinding mal
melintang slab dan dikontrol dengan teliti agar posisinya tetap tegak lurus terhadap bidang
mal melintang sebelum pengecoran dilakukan. Demikian pula kedua sisi mal memanjang
dipasangi tie bar dan dikontrol dengan teliti posisinya agar tetap tegak lurus terhadap bidang
mal memanjang.
3. Setelah mal, dowel dan tie bar, serta plastik berada dalam posisi yang benar maka
pengecoran segera akan dilakukan.
Proses Pelaksanaan Pengecoran Jalan Beton (dengan metode papan catur):
1. Beton ready mix yang berasal dari truk mixer dituang ke dalam kotak (mal) yang telah
disiapkan lalu diratakan secara manual kemudian selanjutnya diratakan dan diadakan dengan
menggunakan vibrating screed yang sistem operasinya bergerak di atas mal memanjang
(sepanjang mal memanjang) yang ditarik dengan tenaga manusia bolak balik sebanyak 4
lintasan. Proses perataan dan pemadatan terjadi karena alat vibrating screed tersebut selain
meratakan juga bergetar sehingga terjadi pemadatan sedangkan pada bagian ujung (dekat)
mal, pemadatan dibantu dengan menggunakan vibrator beton
2. Kotak yang pertama dicor kemudian pengecoran dilanjutkan pada kotak yang ketiga (satu
kotak di antaranya kosong).

GENERAL CONTRACTOR, TRADING & PROPERTY SOLUTION

Kantor : Festival Fatmawati Jl. RS. Fatmawati Blok D Kav. 22 Lt. 2 RT.004 RW. 004 Kel. Cilandak Barat Cilandak
Jakarta Selatan

3. Setelah slab beton selesai dipadatkan oleh vibrating screed maka pelat beton tersebut
ditutupi dengan atap plastik untuk menghindari sinar matahari secara langsung yang dapat
membuat beton mengering tidak secara alamiah juga untuk mencegah terjadinya retak
rambut.
4. Pembuatan alur (grooving) dilakukan secara manual setelah beton dalam keadaan setengah
mengeras 3 - 4 jam sesudah pengecoran
5. Pada hari kedua setelah pengecoran selesai, dilakukan proses curing dengan menggelar
karung goni di atas plat beton dan disiram dengan air 3 kali sehari selama seminggu
6. Pada hari ketiga setelah pengecoran maka mal (bekesting) samping dibuka dilanjutkan
dengan pemasangan mal memanjang (samping) tanpa memasang mal melintang karena pelat
beton yang sudah dicor berfungsi sebagai mal melintang.
7. Setelah mal memanjang selesai dipasang dilanjutkan dengan menggelar/ memasang plastik
di atas CTSB yang juga dilekatkan pada mal memanjang.
8. Kemudian sebagai pemisah antara dua pelat beton (yang sudah dicor dengan hendak dicor)
dilekatkan gabus (styro foam) dengan tebal 0,5 cm untuk membentuk deletasi (celah) untuk
muai dan susut plat beton.
9. Demikianlah sistem pengecoran tersebut dilakukan pada satu sisi jalan dengan lebar 4,0 m
dan diselesaikan sesuai dengan panjang rencana jalan itu.
10. Setelah pengecoran pada sisi kiri selesai sesuai dengan panjang jalan rencana,
pemasangan mal (bekesting) pada sisi kanan jalan tersebut dilakukan lagi. Hanya saja mal
memanjang pada salah satu sisi sudah tidak diperlukan lagi karena sudah ada pelat beton
yang telah dicor. Pengecoran dilanjutkan dengan memakai sistem yang sama hanya pada sisi
memanjang plat beton yang sudah dicor diletakkan di atasnya besi siku L 40.40.4 sebagai
landasan/rel vibrating screed ketika ditarik dan bergerak dari ujung satu ke ujung lain dengan
maksud agar tidak terjadi kerusakan pada permukaan pelat beton yang sudah dicor.
11. Kemudian pada saat pengecoran akan dilakukan, disisipkan/dilekatkan gabus (styro foam)
di antara kedua pelat beton (antara pelat beton lama dan yang baru yang akan dicor) pada
sisi/sambungan memanjang agar tidak terjadi lekatan dan membuat dilatasi.
7.i

Beton K 125, K 175, K 250, K 300, dan K 350

Tahapan Pelaksanaan Pekerjaan adalah :


Material yang digunakan harus diuji mutunya dilaboratorium sesuai dengan spesifikasi.
Setelah hasil pengujian material sudah memenuhi persyaratan baru dibuatkan Job Mix
Formula.
Semen, Aggregate Kasar Pasir dan air dicampur dengan menggunakan Concrete Mixer,
sesuai dengan JMF.
Sebalum dilakukan pengecoran, lokasi harus dibersihkan dari sampah dan bahan-bahan
lain yang bisa berpengaruh terhadap lekatan campuran beton. Pembersihan bisa
dilakukan dengan cara penyedotan, compressor ataupun dengan penyemprotan air.

GENERAL CONTRACTOR, TRADING & PROPERTY SOLUTION

Kantor : Festival Fatmawati Jl. RS. Fatmawati Blok D Kav. 22 Lt. 2 RT.004 RW. 004 Kel. Cilandak Barat Cilandak
Jakarta Selatan

Sebelum dilakukan pengecoran terlebih dahulu dipasang Bekesting / Mal sesuai dengan
dimensi / ukuran pada gambar rencana.
Penuangan campuran beton dilakukan dengan cara manual, tinggi jatuh beton pada
saat pengecoran tidak boleh lebih dari 1,5 meter yang akan mengakibatkan segregasi
Pemadatan dilakukan dengan peralatan Vibrator Concrete. Selang Vibrator dimasukkan
sampai batas kedalaman beton agar terjadi kantong udara.
Selanjutnya dilakukan perawatan beton pasca pengecoran.

Pengujian yang dilakukan :


- Slump Test
: untuk menentukan workability beton
- Uji kuat tekan beton : untuk menentukan kekuatan beton
Bahan yang dibutuhkan :
- Semen : semen yang digunakan adalah jenis semen Portland jenis type I. dalam pelaksanaan
Yang digunakan harus semen dengan merek yang sama, jika ingin mengganti
dengan
Merek lain maka harus kembali mengajukan rancangan campuran beton
dengan merek
Semen yang diinginkan.
- Aggregat
: aggregate yang digunakan adalah agregat yang bersih, kuat, keras dan bebas
dari
bahan organik yang diperoleh dari hasil pemecahan batu untuk agregat kasar
dan
untuk agregat halus digunakan pasir alam.
- Air
: Air yang digunakan pada campuran harus bersih dan bebas dari bahan yang
merugikan
Seperti minyak, garam, asam, basa, gula dan bahan organik.
Alat yang dibutuhkan :
- Concrete Mixer
- Gerobak dorong
- Alat bantu
Tabel 1. Batasan Proporsi Takaran Campuran
Ukuran Agregat
Rasio Air / Semen Maks.
Mutu Beton
Maks.(mm)
(terhadap berat)
K600
K500
0,375
37
0,45
K400
25
0,45
19
0.45
37
0,45
K350
25
0,45
19
0,45
37
0,45
K300
25
0,45
19
0,45
37
0,50
K250
25
0,50
19
0,50

Kadar Semen Min.(kg/m3


dari campuran)
450
356
370
400
315
335
365
300
320
350
290
310
340

GENERAL CONTRACTOR, TRADING & PROPERTY SOLUTION

Kantor : Festival Fatmawati Jl. RS. Fatmawati Blok D Kav. 22 Lt. 2 RT.004 RW. 004 Kel. Cilandak Barat Cilandak
Jakarta Selatan

K175
K125
7.ii

0,57
0,60

300
250

Baja Tulangan BJ 24 Polos

Uraian
Baja Struktur adalah bahan struktur jembatan baja yang digunakan sebagai sutu
komponen konstruksi jembatan.
Pekerjaan ini harus mencakup struktur baja dan bagian baja dari struktur baja
komposit yang dilaksanakan memenuhi garis kelandaian dan dimensi yang
ditunjukkan . Pekerjaan ini terdiri atas pelaksanaan struktur baja baru, pelebaran dan
perbaikan dari struktur.
Pekerjaan ini juga mencakup penyediaan, fabrikasi, pemasangan, galvanisasi dan
pengecatan logam struktur.
Tabel 2. Jenis Tulangan

Meskipun baja tulangan mempunyai sifat tahan terhadap beban tekan, tetapi karena harganya
yang mahal maka baja tulangan ini hanya diutamakan untuk menahan beban tarik pada
struktur beton bertulang, sedangkan beban tekan yang bekerja cukup ditahan oleh betonnya.
7.iii

Baja Tulangan BJ 39 Ulir


Baja BJ 39 digunakan dalam pekerjaan rigit pavemen pada posisi Dowel.
Pembesian U-39 Ulir dilaksanakan /dibentuk sesuai dengan gambar kerja yang telahdisetujui.
Untuk mencampur beton agar mendapatkan hasil yang baikdigunakan concrete mixer dan
vibrator.

7.iv

Anyaman Kawat Yang Dilas (Welded Wire Mesh)

Ruang Lingkup

GENERAL CONTRACTOR, TRADING & PROPERTY SOLUTION

Kantor : Festival Fatmawati Jl. RS. Fatmawati Blok D Kav. 22 Lt. 2 RT.004 RW. 004 Kel. Cilandak Barat Cilandak
Jakarta Selatan

Spesifikasi ini meliputi anyaman kawat yang dilas untuk digunakan sebagai tulangan
beton.
Pengertian
Anyaman kawat baja yang digunakan dalam lingkup spesifikasi ini mempunyai
bahan yang dirakit dari kawat baja yang ditarik dingin.
Selama proses penarikan atau galvanisasi, disusun menjadi bentuk lembaran
atau gulungan dengan proses tarikan las listrik. Bahan anyaman yang dihasilkan
tersusun arah memanjang dan melintang, membentuk sudut antara satu dan
lainnya diikat setiap titik pertemuan dengan dilas.

7.v

Pasangan Batu
1. Uraian
a. Pekerjaan ini harus mencakup pembuatan struktur yang ditunjukan dalam gambar
seperti yang diperintahkan Direksi Pekerjaan, yang dibuat dari Pasangan Batu.
Pekerjaan harus meliputi pemasokan semua bahan, galian, penyiapan fondasi dan
seluruh pekerjaan yang diperlukan untuk menyelesaikan struktur sesuai dengan
spesifikasi ini dan memenuhi garis, ketinggian, potongan dan dimensi seperti yang
ditujukan dalam Gambar atau sebagaimana yang diperintahkan secara tertulis oleh
Direksi Pekerjaan.
b. Umumnya, pasangan batu harus digunakan hanya untuk struktur seperti dinding
penahan, gorong-gorong pelat, dan tembok kepala gorong-gorong besar dari
pasangan batu yang digunakan untuk menahan beban luar yang cukup besar.
Bilamana fungsi utama suatu pekerjaan sebagai penahan gerusan, bukan sebagai
penahan beban, seperti lapisan selokan, lubang penangkap, lantai gorong-gorong
(spillway apron) atau pekerjaan pelindung lainnya pada lereng atau disekitar ujung
gorong-gorong.
2. Pencampuran dan Pemasangan
a. Seluruh bahan kecuali air harus dicampur, baik dalam kotak yang rapat atau dalam
alat pencampur adukan yang disetujui, sampai campuran menunjukan warna yang
merata, kemudian air ditambahkan dan pencampuran dilanjutkan lima sampai
sepuluh menit. Jumlah air harus sedemikian sehingga menghasilkan adukan dengan
konsistensi (kekentalan) yang diperlukan tetapi tidak boleh melebihi 70% dari
berat semen yang digunakan.
b. Adukan semen dicampur hanya dalam kuantitas yang diperlukan untuk penggunaan
langsung. Bilamana diperlukan, adukan semen boleh diaduk kembali dengan air
dalam waktu 30 menit dari proses pengadukan awal. Pengadukan kembali setelah
waktu tersebut diperbolehkan
c. Adukan semen yang tidak digunakan dalam 45 menit setelah ait ditambahkan harus
dibuang
3. Pemasangan
a. Permukaan yang akan menerima adukan semen harus dibersihkan dari minyak atau
lempung atau bahan terkontaminasi lainnya dan telah dibasahi sampai merata

GENERAL CONTRACTOR, TRADING & PROPERTY SOLUTION

Kantor : Festival Fatmawati Jl. RS. Fatmawati Blok D Kav. 22 Lt. 2 RT.004 RW. 004 Kel. Cilandak Barat Cilandak
Jakarta Selatan

sebelum adukan semen ditempatkan. Air yang tergenang pada permukaan harus
dikeringkan sebelum penempatan adukan semen
b. Bilamana digunakan sebagai lapis permukaan, adukan semen harus
ditempatkan pada permukaan yang bersih dan lembab dengan jumlah yang
cukup sehingga menghasilkan tebal adukan minimum 1,5 cm dan harus
dibentuk menjadi permukaan yang halus dan rata

8 DIVISI 8 PENGEMBALIAN KONDISI DAN PEKERJAAN MINOR


8.i Campuran Aspal Panas Untuk Pekerjaan Minor
Setelah pekerjaan perbaikan pondasi untuk pekerjaan minor selesai dilaksanakan maka
lapisan pondasi ditutup dengan menggunakan material hotmix campuran aspal panas.
Metoda kerja dari pekerjaan ini adalah sebagai berikut :
- Sebelum melakukan pekerjaan harus dibuat request dan diserahkan kepada direksi
untuki untuk disetujui
- Material campuran aspal panas dihampar dengan tenaga manusia dan dipadatkan
dengan Tendem Roller.
- Selama pemadatan, pekerja akan merapihkan tepi hamparan dengan menggunakan
alat bantu.
8.ii

Marka Jalan Termoplastik

Pekerjaan ini dilaksanakan pada akhir seluruh pekerjaan dari paket ini berupa pengecatan
Marka Jalan dengan Termoplastik. Pekerjan ini dilaksanakan diatas permukaan jalan AC-WC
Leveling yang telah selesai dilaksanakan.
Metoda kerja dari pekerjaan ini adalah sebagai berikut :
- Sebelum melakukan pekerjaan harus dibuat request dan diserahkan kepada direksi
untuki untuk disetujui
- Permukaan jalan dibersihkan dari debu/kotoran.
- Cat disemprotkan dengan Compressor diatas permukaan perkerasan jalan.
- Peralatan beserta bahan dibawa oleh Dump Truck.
- Glass Bit diberikan / ditebarkan dengan tenaga manusia segera setelah cat marka di
semprotkan.
- Penyelesaian dan perapihan setelah pemasangan.

9 DIVISI 10 PEKERJAAN PEMELIHARAAN RUTIN


9.i

Mandor, Tukang, Pekerja


Pekerjaan harian di maksudkan untuk pekerjaan perapian pekerjaan mayor.

Demobilisasi

GENERAL CONTRACTOR, TRADING & PROPERTY SOLUTION

Kantor : Festival Fatmawati Jl. RS. Fatmawati Blok D Kav. 22 Lt. 2 RT.004 RW. 004 Kel. Cilandak Barat Cilandak
Jakarta Selatan

Semua alat kerja yang digunakan pada akhir/finishing pelaksanaan pekerjaan segera
dilakukan Demobilisasi kembali kepada Pemberi Dukungan Alat.
Pembersihan Akhir
Setelah semua Pelaksanaan pekerjaan selesai maka kontraktor akan melakukan pembersihan
akhir dimana barak kerja, kantor direksi dan lain-lain akan di bongkar dan diangkut ke luar
lokasi menurut petunjuk direksi. Pembersihan ini dikerjakan pada semua lini yang terjadi
akibat efek dari pelaksanaan pekerjaan. Pihak pelaksana bersama-sama konsultan
pengawas/Direksi, PPTK/PPK dan KPA melakukan serah terima pekerjaan. Dalam jangka
waktu masa pemeliharaan selama waktu yang telah ditentukan segala sesuatu yang terjadi
dari hasil pekerjaan tersebut menjadi tanggung jawab pelaksana dan harus dilakukan
perawatan.