Anda di halaman 1dari 60

KELAINAN

TELINGA TENGAH

Oleh:
Nila Mahardika T.N
Pembimbing :
dr. Bambang Indra,Sp. THT

ANATOMI

AURIS MEDIA
1. Kavum Timpani
Terdiri dari 3 bagian: Epitimpanum
Mesotimpanum

Hipotimpanum
Merupakan kotak 6 dinding yang dibentuk
oleh:
Lateral membran timpani
promontorium labirin
Medial
Superior tegmen timpani fosa kranii
media
(lobus temporalis)
Inferior bulbus vena jugularis
Anterior muara tuba Eustachius,
arteri karotis interna posterior
Posterior aditus ad antrum, antrum,

Diagram Of Coronal View Of The Middle Ear


Superior Malleal
Ligament

Posterior
Ligament

Lateral Malleal
Ligament

Mastoid Process
Facial nerve
Oval window

Tympanic Membrane
Pars Flaccida

Cochlear promontory
Round window

Fibrous Annulus
Bony Annulus

Eustachian Tube

AURIS MEDIA
Isi kavum timpani

Osikula : maleus, inkus, stapes


Muskulus : tensor timpani, stapedius
Lain-lain : ligamen, saraf (korda
timpani)
Pada proses mendengar
membran timpani & osikulae
memperkuat gelombang bunyi 25 30
kali (27 kali)
m tensor timpani & mstapedius
mengurangi gelombang bunyi yang
terlalu keras

AURIS MEDIA
2. Tuba Eustachius
Menghubungkan kavum timpani
dengan nasofaring
Untuk: drainase

ventilasi (pertahankan tekanan


udara dan oksigenasi)

AURIS MEDIA
3. Antrum & sel-sel Mastoid
Berhubungan dengan kavum timpani
lewat aditus ad antrum
Pneumatisasi (2 pengertian) :
Proses pembentukan sel-sel mastoid
Jenis tergantung jumlah sel
mastoid :
normal, hiper,
hipo-pneumatik
dan sklerotik

Kelainan Telinga Tengah

Gangguan fx tuba eustachius

Tuba paten abnormal


Myoklonus palatal
Palatoskisis
Obstruksi tuba

Barotrauma (aerotitis)
Otitis media
OM supuratif
OMA
OMSK

OM nonsupuratif
OMS akut
OMS kronis

OM adhesiva
Atelektasis telinga tengah

Otosklerosis

Gangguan fx tuba
eustachius

Tuba Paten Abnormal


Mioklonus Palatum
Palatoschizis
Obstruksi Tuba Eustachii

Tuba Paten Abnormal

Tuba eustachii selalu terbuka


Akibatnya : otofoni dan sensasi penuh / tersumbat
Penyebab :
- jaringan adiposa sekitar tuba hilang (misalnya oleh karena
malnutrisi, penyakit kronik [rinitis atrofi & faringitis kronik],
dan gangguan otot [myastenia gravis])
- juga terjadi pada wanita yang memakai pil KB atau pria
dengan kelebihan estrogen
Pada otoskopi didapatkan :
- membrana tympani tipis + atropi dapat bergerak
keluar masuk sesuai gerakan respirasi (a telltale)
Terapi : cukup dengan obat sedasi saja
pertimbangkan pemasangan pipa ventilasi
(Grommet)

Mioclonus Palatum
Otot palatum mengalami klonus
ritmis secara berkala dan terdengar
suara klik pada penderita /
pemeriksa
Penyebab : belum diketahui,
dikaitkan dengan :
lesi vaskuler (multiple sklerosis,
aneurisma A. vertebralis), tumor dan
lesi lain di batang otak / serebelum
Tidak perlu terapi kadang perlu
insisi otot tensor timpani telinga

Palatoschizis
Terjadi gangguan pada M. tensor veli
palatina yang terlambat untuk membuka
tuba pada saat menelan
Akibatnya terjadi ventilasi cavum timpani
buruk peradangan middle ear
- otitis media serosa berulang
- tympanosklerosis
- OMSK
Terapi :
koreksi palatoschizis sedini mungkin
Pemasangan tuba ventilasi secara berulang
dan tahan lama
Hindari adenoidektomi

Obstruksi Tuba Eustachii


Causa :
- radang nasofaring dan adenoid
- tumor nasofaring
- corpus alienum (tampon posterior Bellocq pada
epistaxis)
- trauma operasi seperti adanya jaringan sikatriks
post op adenidektomi dan kerusakan pada M.
tensor veli palatina
Klinis : terbentuk cairan serosa mirip Otitis Media
Serosa

Barotrauma
Merupakan suatu keadaan akibat terjadinya
perubahan tekanan mendadak (dengan perbedaan
>90 cmHg) di luar telinga yang menyebabkan otot
tuba tidak mampu berfungsi untuk membuka tuba.
(msl : dalam pesawat atau kapal selam)
Sehingga menyebabkan tekanan negatif dalam
cavum timpani sequestrasi cairan dari
pembuluh darah kapiler mukosa, dan kadang bisa
ruptur
Gx : penurunan pendengaran, otalgia, otofoni,
perasaan terdapat air dalam telinga, kadang
tinitus dan vertigo
Tx :
- konservatif dengan dekongestan lokal dan
manuver valsava (bila tidak terdapat ISPA)
- bila cairan menetap selama beberapa minggu
myringotomi dan pemasangan pipa ventilasi
(Grommet)

Otitis Media
Definisi :
Peradangan sebagian atau seluruh mukosa
cavum timpani, tuba eustachii, antrum mastoid,
dan sel sel mastoid
Pembagian :

Otitis Media Supuratif : Akut (OMA) dan Kronis


(OMSK)

Otitis Media Non-Supuratif / Serosa :


Akut dan Kronis

OMSK : tipe benigna dan malignant

Otitis media spesifik : otitis media tuberkulosa,


otitis media sifilitik, dan otitis media adhesiva.

Sembuh/norma
l

Gangguan
fungsi Tuba

Tekanan
negatif
telinga
tengah

Fungsi
tuba
tetap
tergangg
u
Efusi

OME
Infeksi
(-)
Tuba tetap terganggu +
infeksi

Etiologi:
- Perubahan tekanan
udara tiba-tiba
- Alergi
- Infeksi
- Sumbatan :
Sekret
Tambon
Tumor

OMA

Sembuh

OME

OMSK

Otitis Media Supuratif Akut


(OMA)
Definisi
Infeksi akut yang mengenai
mukoperiosteum cavum timpani
dengan disertai pembentukan
sekret purulen dan terjadi dalam
waktu kurang dari 3 minggu.
Kuman Penyebab :
Bakteri piogenik S. pneumoniae,
H. influenzae, S. aureus, S.
pyogenes, B. catarrhalis

Otitis Media Supuratif Akut


(OMA)
Patofisiologi :
Sumbatan tuba Eustachius
ISPA
Anak-anak : ISPA >> kemungkinan
OMA >>
Bayi : OMA dipermudah karena posisi
tuba Eustachius pendek, lebar dan
horizontal.

Stadium OMA
Terjadi perubahan mukosa telinga
tengah akibat infeksi
Stadium Oklusi Tuba Eustachius
Stadium Hiperemis (Stadium presupurasi)
Stadium supurasi
Stadium perforasi
Stadium resolusi

Otitis Media Supuratif Akut


(OMA)
Stadium

Gejala

Otoskopi

Tx

Oklusi tuba
eustachius /
kataral

-Diawali ISPA akut

Membrana timpani

Tts hidung

(batuk, pilek)
-Telinga terasa
penuh, grebeg2,
gangguan
pendengaran,
kadang otalgia

retraksi akibat tek


negatif dlm telinga
tengah, akibat
absorpsi udara.
Membran timpani
tampak normal atau
keruh pucat
Efusi tak terdeteksi

(dekongestan)
Antibiotik
(untuk mengatasi
penyebab)
Simtomatik
(analgetik)

Otitis Media Supuratif Akut


(OMA)
Stadium

Gejala

Otoskopi

Tx

Hiperemis

-Diawali ISPA akut

Membrana timpani
tampak hiperemi,
edema, sekret
berupa eksudat
serosa yg sukar
dilihat

Tts hidung

(batuk, pilek)
-Telinga terasa
penuh, grebeg2,
gangguan
pendengaran,
kadang otalgia

(dekongestan)
Antibiotik
(untuk mengatasi
penyebab)
Simtomatik
(analgetik)

Otitis Media Supuratif Akut


(OMA)
Stadium

Gejala

Otoskopi

Tx

Supurasi /
Bombans

-Otalgia hebat
-Gangguan

Membrana timpani

Myringotomi

tampak bombans
dan sangat hiperemi,
kadang terdapat
pulsasi
Sekret di MAE (-)

Antibiotik

pendengaran
-Febris, batuk, pilek
-Pada bayi anak,
kadang disertai
dengan gelisah,
rewel, febris
konvulsi,
gastroenteritis
-Otorea (-)

Otitis Media Supuratif Akut


(OMA)
Stadium

Gejala

Otoskopi

Tx

Perforasi

-Otorea mukopurulen
-Gangguan

Membrana timpani

Antibiotik

perforasi di sentral
(biasanya kuadran
antero-inferior), kecil,
warna hiperemi,
pulsasi (+)
Sekret mukopurulen

Obat cuci telinga

pendengaran
-Otalgia dan febris
mereda
-Batuk dan pilek (+)

(H2O2 3%)

Otitis Media Supuratif Akut


(OMA)
Stadium

Gejala

Otoskopi

Tx

Resolusi

-Gejala sudah

Membrana timpani
sudah pulih menjadi
normal kembali,
perforasi (+),
hiperemi
Sekret (-)

Antibiotik
Advise (jgn dikorek,
jgn kemasukan air)

mereda
-Kadang masih
terdapat tinitus dan
gangguan
pendengaran
-Telinga kering

Lanj. Stadium oma


MT normal

MT Perforasi

MT
Hiperemia

MT
bulging

Otitis Media Supuratif Akut


(OMA)
Penatalaksanaan :
Tergantung stadium
Antibiotik
Lini I :
Amoxyciline : dewasa 3 4 x 500 mg/hr (PO)
anak anak 50 mg/kgBB/hr
Erytromycine (dosis = Amoxyciline)
Cotrimoxasole : dewasa (TM 40 mg, SMZ 400 mg) 2 x 2 tablet
anak anak (TM 20 mg, SMZ 200 mg) 2 x 1 cth
Lini II (bila kuman sudah resisten) :
kombinasi Amoxycilline dan As. Klavulanat 3 x 625 mg/hr
Sefalosporine generasi II / III (Cefuroxime, Cefixime, Cefadroxyl, dll)

Perbaikan fx drainase dan ventilasi tuba eustachii :


dekongestan : pseudoefedrin 3 x 30 60 mg/hr selama 5 7
hari (PO) atau
tts hidung efedrin 1% (dws), 0,5% (anak) 3 x 3 tts/hr

Otitis Media Supuratif Akut


(OMA)
Penatalaksanaan :
Evakuasi Mukopus (pada stadium supurasi) dengan cara
myringotomi
- dilakukan insisi membrana tympani pars tensa di kuadran posteroinferior
- syarat : a vue (membrana tympani terlihat langsung)
penderita tenang dan dapat dikuasai
penerangan baik
- komplikasi : perdarahan akibat trauma pada telinga luar, dislokasi
ossikula,
trauma pada fenestra rotundum, trauma N. VII,
trauma bulbus
jugulare

Otitis Media Supuratif Akut


(OMA)
Penatalaksanaan :
Simtomatik untuk ISPA : analgetik, antipiretik
3minggu OMA akut
Berlanjut AB terus s.d. 3 minggu berlanjut
mastoiditis
3minggu, < 2bln OMA subakut
>2bln OMSK
Komplikasi
Zaman pre-antibiotik
Abses subperiosteal
Komplikasi intrakranial (meningitis + abses otak)
Zaman post-antibiotik
Komplikasi pada OMSK +

Otitis Media Supuratif Kronik


(OMSK)
Definisi
Infeksi kronik >2 bulan yang mengenai
mukoperiosteum cavum timpani dan os mastoid
Patofisiologi :
Terjadi o/k :
-

OMA yang terlambat atau terapi tidak adekuat


Virulensi kuman
Daya tahan / gizi / hygiene penderita yang buruk (msl :
o/k penyakit kronis DM, TBC paru, dll)

Adanya faktor rhinogen (adenoid, rhinitis, sinusitis) &


eksogen (perforasi membrana timpani)

Otitis Media Supuratif Kronik


(OMSK)
1. Gambaran patologis membrana
tympani :
. perforasi : sentral, marginal, attic
2. Secara klinis, dibagi :
. Menurut aktivitas :
OMSK aktif
OMSK tenang
. Menurut tipe nya dibagi menjadi
OMSK tipe benigna = tipe mukosa = tipe
tenang
OMSK tipe maligna = tipe tulang = tipe
bahaya (tipe degeneratif + tipe

Otitis Media Supuratif Kronik


(OMSK)

OMSK tipe benigna (tipe tubo timpanal) :


Disebabkan peradangan atau oklusi tuba eustachius
Terbatas pada mukosa,
perforasi sentral / subtotal, pars tensa mukosa tebal /
hypertrofi,
granulasi / cholesteatoma (-)
sekret mukoid tidak berbau
ggn pendengaran ringan s/d sedang tuli konduktif

Otitis Media Supuratif Kronik


(OMSK)

OMSK tipe maligna


tipe degeneratif (perforasi besar / total di pars tensa,
granulasi dan polip (+))
tipe metaplastik (perforasi attik / marginal,
cholesteatome (+), terjadi destruksi tulang
nekrosis sekret bau busuk)

Otitis Media Supuratif Kronik


(OMSK)
Cholesteatome
merupakan kista epiteal yang berisi
deskuamasi epitel keratin yang terus terbentuk
patogenesis terjadinya ada 3 teori :
invaginasi (o/k tekanan negatif dalam
cav.timpani lapisan luar Membrana
timpani tertarik)
migrasi (sel migrasi o/k perforasi)
metaplasi (sel kuboid berubah mjd sel epitel
bertatah)
implantasi (terjadi secara iatrogenik oleh
karena proses implantasi oleh karena post
op, trauma)

Otitis Media Supuratif Kronik


(OMSK)
Klasifikasi kolesteatoma
Kongenital
Akuisital
Primer teori invaginasi
Sekunder teori migrasi dan metapasi serta
implantasi

Otitis Media Supuratif Kronik


(OMSK)
Dx ditegakkan mell :
Ax :

Otorea 6 8 mgg
Sekret kental busuk mengalami destruktif
Sekret encer kental terjadi hipertrofi mukosa
Pendengaran berkurang
Akibat sekret, perforasi, kerusakan ossikula
Tuli karena gangguan konduktif tapi bisa juga tuli
persepsi bila radang menyerang labirin

Pmx

Otoskopi : sekret (+), perforasi(+), keadaan


mukosa tebal, terdapat granulasi, polip,
cholesteatoma
Audiogram / tes garpu tala : tuli konduksi /
campuran
Foto Rontgen mastoid schuller : selulae kabur,
sklerotik, berongga, ada cholesteatoma

Otitis Media Supuratif Kronik


(OMSK)
Tanda OMSK tipe bahaya
Perforasi marginal / atik
Kolesteatoma +
Sekret bau khas busuk
Rontgen mastoid kolesteatoma +
Abses atau fistel retroaurikuler
Polip / jar granulasi pada MAE yang
berasal dari telinga tengah

Otitis Media Supuratif Kronik


(OMSK)
Penatalaksanaan :
Tipe benigna
stadium aktif :
prinsip=medikamentosa
dilakukan pembersihan (kapas / suction / H 2O2 3%) atau
diberi tts telinga ofloxacine / chloramfenikol 1 2% selama
3 5 hr
Antibiotik : Clindamycine 3 x 150 300 mg/hr selama 5 7
hari PO atau Amoxycilline 3 4 x 500 mg/hr PO
pengobatan sumber infeksi dan alergi (k/p)
Kostikosteroid
stadium tenang :
diberi advise dan dianjurkan untuk myringoplasti
Tipe maligna
prinsip=pembedahan
dianjurkan mastoidektomi
medikamentosa hanya sbg tx sementara smbl menunggu
pembedahan

Otitis Media Supuratif Kronik


(OMSK)
Jenis pembedahan OMSK
Tergantung luas infeksi, luas kerusakan,
kolesteatoma, fasilitas yg ada,
pengalaman operator
Jenis pembedahan OMSK
Mastoidektomi sederhana
Mastoidektomi radikal
Mastoidektomi radikal dg modifikasi (operasi
Bondy)
Miringoplasti
Timpanoplasti
Timpanoplasti dg pendekatan ganda

Tujuan Operasi Mastoidektomi


Menghilangkan sumber infeksi
Mencegah terjadinya komplikasi
Mempertahankan fungsi
pendengaran

Mastoidektomi
Rongga Terbuka
Mastoidektomi Radikal
Mastoidektomi Radikal modifikasi

Rongga Tertutup
Mastoidektomi simpel (schwatze)

Mastoidektomi sederhana
- Pada tipe benigna dengan terapi konservatif tidak
sembuh
- Pembersihan ruang mastoid
Mastoidektomi radikal
- Pada tipe maligna dengan kolesteatoma
- Pembersihan ruang mastoid dan kavum timpani
- Dinding batas liang telinga luar, telinga tengah,
ruang mastoid diruntuhkan
Mastoidektomi radikal modifikasi (Bondy)
- Pada tipe maligna dengan kolesteatoma daerah
atik
- Pembersihan ruang mastoid
- Tidak merusak kavum timpani, liang telinga di

Miringoplasti
- Rekontruksi membran timpani
- Pada tipe benigna tenang dengan ketulian ringan
Timpanoplasti
- Rekontruksi membran timpani dan rekontruksi
tulang pendengaran
- Pada tipe benigna dengan kerusakan berat atau
tidak bisa ditenangkan dengan medikamentosa

Gambar
Mastoidektomi

SIMPEL

RADIKAL MURNI

RADIKAL MODIFIKASI

Otitis Media Supuratif Kronik


(OMSK)
Komplikasi :
Abses retroaurikuler
Parese N. VII
Labirintitis
Intrakranial (Meningitis, Abses
Ekstradural, Abses Otak)
CHL
SNHL

Otitis Media Supuratif Kronik


(OMSK)
Penatalaksanaan Komplikasi :
Abses retroaurikuler
- insisi abses
- Antibiotik : Penicillin Prokainamide 2 x 0,6 1,2 jt IU/hr (IM)
+ Metronidazol 3 x 250 500 mg/hr (PO) atau Clindamycine
2 x 300 600 mg/hr (IV) atau 3 x 150 300 mg/hr (PO)
selama 10 14 hari
- mastoidektomi radikal urgent
Parese N. VII
mastoidektomi radikal urgen + dekompresi N. VII
rehabilitasi
Labirintitis
mastoidektomi urgen
Intrakranial (Meningitis, Abses Ekstradural, Abses Otak)
Antibiotik : Ampicilline 6 x 2 3 g/hr (IV) + Chloramfenicol 4
x 1 g/hr atau Seftriakson 1 2 g/hr (IV)
bila meningitis teratasi segera mastoidektomi radikal

Otitis Media Serosa


Nama lain : Otitis Media Non Supuratif,
Otitis Media Musinosa, Otitis Media Efusi,
Otitis Media Sekretoria, Otitis Media
Mucoid (glue ear)
Otitis Media Serosa adalah keadaan
terdapatnya sekret yang nonpurulen di
telinga tengah, sedangkan membran
timpani utuh
Efusi encer otitis media serosa
Efusi kental seperti lem otitis media
mukoid (glue ear)

Otitis Media Non Supuratif /


Serosa Akut
Definisi
Peradangan yang ditandai dengan terbentuknya
sekret dalam kavum timpani secara tiba tiba
yang disebabkan adanya gangguan fx tuba &
tanpa adanya infeksi
Penyebab :

Oklusi tuba (msl. Pada barotrauma) tjd efusi


Infeksi Virus (ISPA)
Alergi
Idiopatik

Otitis Media Non Supuratif /


Serosa Akut
Dx klinik

Ax :
Telinga terasa tersumbat / pendengaran
Suara sendiri terdengar nyaring di telinga sehat
(diplacusis binauralis)
Kadang terasa seperti ada cairan
Kadang agak nyeri pada awal oklusi
Tinitus, vertigo sampai pusing

Otoskopi :
Retraksi membrana tympani
Air fluid level (+) / gelembung udara

Tes garpu tala tuli konduksi

Otitis Media Non Supuratif /


Serosa Akut
Tatalaksana :
Vasokonstriktor lokal
Manuver valsava
Dekongestan + Antihistamin
Bila 2 mgg tidak membaik dilakukan
myringotomi, bl perlu dipasang grommet (pipa
ventilasi)
Gromet

Otitis Media Non Supuratif /


Serosa Kronik
Definisi :
Peradangan yang ditandai dengan terbentuknya
sekret dalam kavum timpani dalam waktu lama
dan terjadi secara bertahap (banyak pada anak2)
Penyebab :
OMA yang sembuh tidak sempurna
infeksi virus
alergi
ggn mekanis dalam tuba

Otitis Media Non Supuratif /


Serosa Kronik
Dx klinik:
AX :
- Keluhan dimana tuli lebih menonjol
- Nyeri (-)
- Berlangsung lama
- Keluar sekret kental seperti lem (glue ear)
Otoskopi :
- Didapatkan membrana timpani utuh s/d retraksi,
warna suram, kekuning2an s/d kemerah2an atau
agak kelabu
- Sekret kental seperti lem

Otitis Media Non Supuratif /


Serosa Kronik
Tatalaksana :
- Miringotomi atau pemasangan pipa
ventilasi (Grommet)
- dekongestan, antihistamin
- Atasi faktor penyebab : Alergi,
adenoiditis, rhinitis, sinusitis,
hipertrofi tonsil

Otitis Media Adhesiva

Definisi :
Keadaan terjadinya jaringan fibrosis dalam cavum timpani
akibat proses peradangan yang berlangsung lama
sebelumnya (msl : OMSK)
Keadaan ini menyebabkan terjadinya kerusakan mukosa
dan terbentuk jar. fibrotik s/d terjadi ankilosis
(immobilized ossikula)
Dx :
Ax : keluhan pendengaran + ada riwayat nyeri telinga
Otoskopi : membrana timpani suram s/d retraksi berat
disertai atropi atau timpanosklerosis plaque (bag. Berwarna
putih seperti lempeng kapur)
Tx : timpanoplasti

Middle Ear Atelectasis


Definisi :
Retraksi sebagian atau seluruh membran timpani
akibat gangguan fx tuba kronis
Dx :
Ax : Gangguan pendengaran (-) / ringan
Otoskopi :
Membrana timpani tipis + atrofi
Retraksi ringan hanya 1 kuadran saja (kasus ringan)
Seluruh membrana timpani dapat menempel pada
ossicula s/d promontorium (kasus berat)
Komplikasi : erosi ossikula + mengganggu pola
migrasi epitel mencetuskan pembentukan
cholesteatome
Tx : (masih kontroversial), dilakukan pemasangan
pipa ventilasi untuk menormalkan tekanan. Jika
cara ini tidak berhasil dan diduga mulai terbentuk
cholesteatome maka dapat dilakukan eksisi + graft

Otitis Media Tuberculosa

Definisi
Radang kronik cav. timpani oleh kuman M.
tuberculosis
Asal : rhinogen (masuk melalui tuba) +
hematogen (dari paru)
Dx :
Ax : keluhan berupa otorhea (bau), nyeri (-),
pendengaran
Otoskopi :
sekret serous, bau busuk (o/k adanya destruksi),
bila infeksi 2nd (+) sekret purulen
Membrana timpani perforasi >1
Audiogram : tuli berat
Foto Thorax : KP (+)
Tx :
lokal ootoilet
umum obat TB

Otosklerosis

Definisi
Penyakit kapsul tulang labirin yg mengalami spongiosis di
daerah kaki stapes stapes kaku tdk dpt menghantarkan
getaran suara ke labirin dg baik

Mengenai ligamen anulus kaki stapes


Menyebar ke koklea tuli campuran / tuli saraf
Etio: ? , diperkirakan fktr keturunan dan gg perdarahan pd
stapes
Gx
Pendengaran berkurang progresif (tuli konduktif tuli
sensori/tuli campur)
Tinitus, vertigo
Membran timpani utuh, dbN
Pmx audiometri murni + pmx impedance
Schwartes sign
Paracusis willisi

Otosklerosis

Tx
Stapedektomi / stapedotomi penggantian stapes dg bhn
protesa
ABD