Anda di halaman 1dari 86

Ilmu Penyakit Mata

Gangguan Pada Kornea

Created with the Freeware Edition of HelpNDoc: Easily create PDF Help documents

ulkus kornea
Ulkus Kornea
DEFINISI
Ulkus Kornea adalah luka terbuka pada lapisan kornea yang paling luar.

PENYEBAB
Ulkus biasanya terbentuk akibat:

Infeksi oleh bakteri (misalnya stafilokokus, pseudomonas atau pneumokokus),


jamur, virus (misalnya herpes) atau protozoa akantamuba

Kekurangan vitamin A atau protein

Mata kering (karena kelopak mata tidak menutup secara sempurna dan
melembabkan kornea).
Faktor resiko terbentuknya ulkus:
- Cedera mata
- Ada benda asing di mata
- Iritasi akibat lensa kontak.
GEJALA
Ulkus kornea menyebabkan nyeri, peka terhadap cahaya (fotofobia) dan peningkatan
pembentukan air mata, yang kesemuanya bisa bersifat ringan.
Pada kornea akan tampak bintik nanah yang berwarna kuning keputihan.
Kadang ulkus terbentuk di seluruh permukaan kornea dan menembus ke dalam.
Pus juga bisa terbentuk di belakang kornea.
Semakin dalam ulkus yang terbentuk, maka gejala dan komplikasinya semakin berat.

Gejala lainnya adalah:


- gangguan penglihatan
- mata merah
- mata terasa gatal
- kotoran mata.
Dengan pengobatan, ulkus kornea dapat sembuh tetapi mungkin akan meninggalkan
serat-serat keruh yang menyebabkan pembentukan jaringan parut dan menganggu
fungsi penglihatan.
Komplikasi lainnya adalah infeksi di bagian kornea yang lebih dalam, perforasi kornea
(pembentukan lubang), kelainan letak iris dan kerusakan mata.
DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan mata.
Pemeriksaan diagnostik yang biasa dilakukan adalah:
- Ketajaman penglihatan
- Tes refraksi
- Tes air mata
- Pemeriksaan slit-lamp
- Keratometri (pengukuran kornea)
- Respon refleks pupil
- Goresan ulkus untuk analisa atau kultur
- Pewarnaan kornea dengan zat fluoresensi.
PENGOBATAN
Ulkus kornea adalah keadaan darurat yang harus segera ditangani oleh spesialis mata
agar tidak terjadi cedera yang lebih parah pada kornea.
Tergantung kepada penyebabnya, diberikan obat tetes mata yang mengandung
antibiotik, anti-virus atau anti-jamur.
Untuk mengurangi peradangan bisa diberikan tetes mata corticosteroid.
Ulkus yang berat mungkin perlu diatasi dengan pembedahan (pencangkokan kornea).

Created with the Freeware Edition of HelpNDoc: Easy CHM and documentation editor

kerato konjungtivitis vernalis


Keratokonjungtivitis Vernalis
DEFINISI
Keratokonjungtivitis Vernalis adalah peradangan konjungtiva yang berulang (musiman).
PENYEBAB
Konjungtivitis vernal terjadi akibat alergi dan cenderung kambuh pada musim panas.
Keratokonjungtivitis vernal sering terjadi pada anak-anak, biasanya dimulai sebelum
masa pubertas dan berhenti sebelum usia 20.
GEJALA

Gejalanya berupa:
- gatal hebat
- mata merah dan berair
- peka terhadap cahaya (fotofobia)
- kotoran mata yang kental dan lengket.
Konjungtiva di bawah kelopak mata membengkak dan berwarna pink pucat sampai
keabuan, sedangkan konjungtiva lainnya tampak berwarna putih susu.
Konjungtiva yang melapisi bola mata tampak menebal dan keabuan.
Kadang terjadi kerusakan pada sebagian kecil kornea yang menyebabkan nyeri dan
fotofobia hebat.
Keseluruhan gejala biasanya menghilang pada musim dingin.
DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan mata.
PENGOBATAN
Jangan menggisik mata karena bisa menyebabkan iritasi lebih lanjut.
Kompres dingin bisa mengurangi gejala.
Tetes mata antialergi seperti cromoline, lodoxamind, ketorolac dan levokabastin
merupakan pengobatan yang paling aman.
Antihistamin oral juga bisa membantu meringankan gejala.
Corticosteroid bisa mengurangi peradangan, tetapi sebaiknya tidak digunakan lebih dari
beberapa minggu karena bisa menyebabkan peningkatan tekanan pada mata, katarak
dan infeksi opportunistik.

Created with the Freeware Edition of HelpNDoc: Single source CHM, PDF, DOC and HTML Help creation

Keratokonjungtivitis Sikka
Keratokonjungtivitis Sikka
DEFINISI
Keratokonjungtivitis Sikka adalah kekeringan pada kedua mata yang berlangsung lama
akibat menurunnya fungsi kelenjar air mata, yang menyebabkan dehidrasi pada
konjungtiva dan kornea.
PENYEBAB
Mata yang kering bisa merupakan gejal adari beberapa penyakit, seperti:

Artritis rematoid

Lupus eritematosus sistemik

Sindroma Sj?gren.
Mata yang kering paling sering terjadi pada wanita dewasa.
GEJALA
Berkurangnya pembentukan air mata atau penguapan air mata bisa menyebabkan
iritasi mata dan menimbulkan perasaan mata seperti terbakar.

Kerusakan yang tersebar di permukaan mata akan menambah rasa tidak nyaman dan
kepekaan terhadap cahaya (fotofobia).
Pada stadium lanjut, permukaan mata bisa menebal dan membentuk jaringan parut
serta ulkus (luka terbuka). Pertumbuhan pembuluh darah juga meningkat.
Jika jaringan parut terbentuk di kornea maka bisa terjadi gangguan penglihatan.
DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan mata.
Untuk mengetahui derajat kelembaban yang membasahi mata bisa dilakukan tes
Schirmer (menempelkan kertas saring di ujung kelopak mata).
Untuk mengetahui beratnya kerusakan mata yang terjadi dilakukan pemeriksaan mata
dengan menggunakan slit lamp.
PENGOBATAN
Untuk mengatasi kekerinngan pada mata, setiap beberapa jam diteteskan air mata
buatan.
Air mata buatan adalah tetes mata yang mengandung zat yang merangsang air mata
yang asli.
Pembedahan dilakukan untuk menyumbat pengaliran air mata ke hidung sehingga lebih
banyak air mata yang digunakan untuk membasahi mata.
Jika kekeringan mata sangat hebat, bisa dilakukan penjahitan sebagian kelopak mata
guna mengurangi penguapan air mata.

Created with the Freeware Edition of HelpNDoc: Free HTML Help documentation generator

Keratitis Pungtata Superfisialis


Keratitis Pungtata Superfisialis
DEFINISI
Keratitis Pungtata Superfisialis adalah suatu keadaan dimana sel-sel pada permukaan kornea mati.
PENYEBAB
# Penyebabnya bisa berupa: Infeksi virus
# Infeksi bakteri
# Mata kering
# Sinar ultraviolet (sinar matahari, sinar lampu, sinar dari las listrik)
# Iritasi akibat pemakaian lensa kontak jangka panjang
# Iritasi atau alergi terhadap obat tetes mata
# Efek samping obat tertentu (misalnya vidarabin).
GEJALA
Mata biasanya terasa nyeri, berair, merah, peka terhadap cahaya (fotofobia) dan penglihatan menjadi
sedikit kabur.
Jika penyebabnya adalah sinar ultraviolet, maka gejala-gejala biasanya munculnya agak lambat dan
berlangsung selama 1-2 hari.
Jika penyebabnya adalah virus, maka kelenjar getah bening di depan telinga akan membengkak dan
nyeri bila ditekan.

Gejala lainnya yang mungkin ditemukan adalah mata terasa perih, gatal dan mengeluarkan kotoran.
DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala-gejala dan hasil pemeriksaan mata.
#
#
#
#
#
#
#

Pemeriksaan diagnostik yang biasa dilakukan adalah: Pemeriksaan ketajaman penglihatan


Tes refraksi
Tes air mata
Pemeriksaa slit-lamp
Respon refleks pupil
Keratometri (pengukuran kornea)
Pewarnaan fluoresensi kornea.

PENGOBATAN
Keratitis pungtata superfisialis biasanya berakhir dengan penyembuhan sempurna.
Jika penyebabnya virus, tidak perlu diberikan pengobatan khusus dan penyembuhan biasanya terjadi
dalam waktu 3 minggu.
Jika penyebabnya adalah bakteri, diberikan antibiotik.
Jika penyebabnya adalah mata kering, diberikan salep dan air mata buatan.
Jika penyebabnya adalah sinar ultraviolet atau lensa kontak, diberikan salep antibiotik dan obat untuk
melebarkan pupil.
Jika penyebabnya adalah reaksi terhadap obat-obatan, maka sebaiknya pemakaian obat dihentikan.

Created with the Freeware Edition of HelpNDoc: Easy to use tool to create HTML Help files and Help web
sites

Keratomalasia
Keratomalasia
DEFINISI
Keratomalasia (Xeroftalmia, Keratitis Xerotik) adalah suatu keadaan dimana kornea menjadi kering dan
keruh akibat kekurangan vitamin, A, protein dan kalori.
Keratomalasia biasanya menyerang kedua mata.
PENYEBAB
Keratomalasia biasanya terjadi akibat kekurangan vitamin A yang berat.
Vitamin A penting untuk fungsi penglihatan yang normal, juga untuk pertumbuhan tulang, kesehatan
kulit dan melindungi selaput lendir pada saluran pencernaan, saluran pernafasan dan saluran kemih.
Di negara-negara berkembang, kekurangan vitamin A dan keratomalasi merupakan penyebab utama dari
kebutaan pada masa kanak-kanak.
Di negara-negara tersebut, kekurangan vitamin A seringkali terjadi sebagai akibat malnutrisi pada bayi
dan anak-anak yang masih muda.
# Di negara maju, kekurangan vitamin A dan keratomalasi terjadi akibat beberapa keadaan berikut yang
berhubungan dengan proses penyerapan, penyimpanan ataupun pemindahan vitamin A, seperti: Penyakit
seliak
# Kolitis ulserativa
# Fibrosis kistik
# Penyakit hati
# Pembedahan bypass pada usus.
GEJALA
Gejala awal berupa rabun senja (penglihatan berkurang pada keadaan gelap) dan mata yang kering

(disebut xeroftalmia), diikuti oleh pembentukan kerutan, kekeruhan dan perlunakan kornea (disebut
keratomalasia).
Pada kekurangan vitamin A yang berat, pada konjungtiva terlihat adanya endapan kering dan berbusa
yang berwarna abu-keperakan (bintik Bitot).
Jika tidak diberikan pengobatan yang adekuat maka perlunakan kornea akan menyebabkan infeksi,
perforasi serta perubahan jaringan yang bersifat degeneratif, sehingga akhinya terjadi kebutaan.
DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan mata.
PENGOBATAN
Untuk mengatasi infeksi, bisa diberikan salep atau tetes mata antibiotik.
Untuk memperbaiki kekurangan vitamin A, diberikan tambahan vitamin per-oral (melalui mulut) dan
untuk mengatasi malnutrisi dilakukan perbaikan gizi.

Created with the Freeware Edition of HelpNDoc: Single source CHM, PDF, DOC and HTML Help creation

Keratitis Ulserativa Perifer


Keratitis Ulserativa Perifer
DEFINISI
Keratitis Ulserativa Perifer adalah suatu peradangan dan ulserasi (pembentukan ulkus) pada kornea yang
seringkali terjadi pada penderita penyakit jaringan ikat (misalnya artritis rematoid).
PENYEBAB
# Keratitis ulserativa perifer bisa disebabkan oleh: Penyakit non-infeksi
- Artritis rematoid
- Lupus eritematosus sistemik
- Sarkoidosis
- Rosasea
- Arteritis sel raksasa
- Penyakit peradangan saluran pencernaan
- Kelainan metabolisme
- Blefaritis
- Keratitis marginalis
- Pemakaian lensa kontak
- Cedera mata karena bahan kimia, trauma ataupu pembedahan
# Penyakit infeksi
- Tuberkulosis
- Sifilis
- Hepatitis
- Disentri basiler
- Keratitis (karena virus, bakteri, jamur maupun akantamuba).
Faktor resiko utama terjadinya penyakit ini adalah penyakit jaringan ikat dan penyakit pembuluh darah.
GEJALA
Terjadi gangguan penglihatan, peka terhadap cahaya (fotofobia) dan penderita merasa ada benda asing
di matanya.
Gejala lainnya adalah:
- mata berair
- peradangan konjungtiva dan episklera.

Keratitis ulserativa perifer


DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan mata serta pemeriksaan fisik.
PENGOBATAN
Pengobatan lokal bertujuan untuk mencegah atau mengurangi kerusakan kornea, sedangkan pengobatan
sistemik diberikan untuk mengatasi penyebabnya.
Untuk mengatasi penyebabnya, diberikan steroid sistemik dan obat penekan sistem kekebalan
(immunosupresan); obat tersebut juga efektif dalam mengontrol peradangan mata dan sistemik.
Immunosupresan yang diberikan biasanya adalah cyclophosphamide.
Jika diduga penyebabnya adalah penyakit infeksi, maka diberikan antibiotik.
# Beberapa teknik pembedahan yang dilakukan untuk mengatasi keratitis ulserativa perifer: Perekat
jaringan (misalnya lem sianoakrilat) digunakan pada ancaman perforasi dan perforasi yang berukuran
kurang dari 1-2 mm.
# Prosedur tektonik, yaitu keratoplasti, keratoplasti penetrasi dan pencangkokan bercak korneoskleral.

Created with the Freeware Edition of HelpNDoc: Easily create CHM Help documents

Keratokonus
Keratokonus
DEFINISI
keratokonus adalah perubahan bentuk (penipisan) kornea yang terjadi secara bertahap,
sehingga bentuknya menyerupai kerucut.
Keratokonus mulai terjadi pada usia 10-20 tahun.
PENYEBAB
Penyebabnya tidak diketahui.
Keratokonus lebih sering ditemukan pada pemakai lensa kontak dan penderita rabun
dekat.
Penelitian menunjukkan bahwa keratokonus kemungkinan terjadi karena beberapa hal
berikut:

Kelainan kornea bawaan

Cedera mata (misalnya menggisik-gisik mata atau memakai lensa kontak yang
keras selama bertahun-tahun)

Penyakit mata tertentu (misalnya retinitis pigmentosa, retinopati, konjungtivitis


vernal)

Penyakit sistemik (misalnya amorosis kongenitalis Leber, sindroma Ehlers-Danlos,


sindroma Down dan osteogenesis imperfekta).
GEJALA
Keratokonus terjadi jika bagian tengah kornea menipis dan secara bertahap menonjol
ke arah luar sehingga bentuknya menyerupai kerucut.
Kelainan kelengkungan ini menyebabkan perubahan pada kekuatan pembiasan kornea.

Sebagai akibatnya terjadi astigmata sedang sampai berat dan rabun dekat.
Keratokonus juga bisa menyebabkan pembengkakan dan pembentukan jaringan parut
yang menghalangi penglihatan.
DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan kornea dengan slit
lamp
Untuk mengetahui kelengkungan kornea bisa dilakukan topografi kornea.
Pada keratokonus stadium lanjut, penipisan kornea bisa diukur dengan pakimetri.
PENGOBATAN
Keratokonus biasanya menyerang kedua mata.
Pada awalnya, penderita bisa memperbaiki penglihatannya dengan menggunakan kaca
mata. Tetapi sejalan dengan memburuknya astigmata, penderita harus menggunakan
lensa kontak untuk mengurangi astigmata dan agar penglihatannya lebih baik.
Pada kebanyakan kasus, kornea akan kembali stabil beberapa tahun kemudian tanpa
pernah menyebabkan gangguan penglihatan yang berat.
Tetapi pada sekitar 10-20% penderita, pada akhirnya kornea membentuk jaringan
parut atau tidak dapat mentolerir lensa kontak.
Jika hal ini terjadi, maka perlu dilakukan pencangkokan kornea.

Created with the Freeware Edition of HelpNDoc: Free help authoring environment

Keratopati Bulosa (Pembengkakan Kornea)


Keratopati Bulosa (Pembengkakan Kornea)
DEFINISI
Keratopati Bulosa adalah pembengkakan kornea yang paling sering terjadi pada usia
lanjut.
Ada 2 macam keratopati bulosa:

Keratopati Bulosa Afakik : jika lensa alami telah diangkat dan tidak diganti
dengan lensa buatan

Keratopati Bulos Pseudofakik: jika lensa alami telah diganti oleh lensa buatan.
PENYEBAB
Kesehatan kornea berhubungan erat dengan jumlah sel endotelial.
Sel endotelial adalah sel-sel yang terletak di kornea bagian belakang dan berfungsi
memompa cairan dari kornea sehingga kornea relatif tetap kering dan bersih.
Sejalan dengan bertambahnya usia, terjadi pengikisan sel-sel endotel yang terjadi
secara bertahap.
Kecepatan hilangnya sel endotel ini berbeda pada setiap orang.
Setiap pembedahan mata (termasuk operasi katarak dengan atau tanpa pencangkokan
lensa buatan), bisa menyebabkan berkurangnya jumlah sel endotel.
Jika cukup banyak sel endotel yang hilang, maka kornea bisa membengkak.

Peradangan intraokuler (uveitis) dan trauma pada mata juga bisa menyebabkan
hilangnya sel endotel sehingga meningkatkan resiko terjadinya keratopati bulosa.
GEJALA
Penglihatan penderita menjadi kabur, yang paling buruk dirasakan pada pagi hari tetapi
akan membaik pada siang hari.
Ketika tidur kedua mata terpejam sehingga cairan tertimbun di bawah kelopak mata
dan kornea menjadi lebih basah. Jika mata dibuka, cairan berlebihan ini akan menguap
bersamaan dengan air mata.
Pada stadium lanjut akan terbentuk lepuhan berisi cairan (bula) pada permukaan
kornea.
Jika bula ini pecah, akan timbul nyeri yang hebat dan hal ini meningkatkan resiko
terjadinya infeksi kornea (ulserasi).
DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan mata.
Dengan slit lampbisa diketahui adanya lepuhan, pembengkakan dan pembuluh darah di
dalam stroma.
Untuk menghitung jumlah sel endotel bisa dilakukan pemeriksaan mikroskopi spekuler.
PENGOBATAN
Tujuan pengobatan adalah mengurangi pembengkakan kornea.
Karena itu diteteskan larutan garam (natrium klorida 5%) untuk membantu menarik
cairan dari kornea.
Jika tekanan di dalam mata meningkat, diberikan obat glaukoma untuk mengurangi
tekanan yang juga berfungsi meminimalkan pembengkakan kornea.
Jika bula pecah, diberikan obat anti peradangan, larutan natrium klorida 5%,
salep/tetes mata antibiotik, zat pelebar pupil dan lensa kontak yang diperban; guna
membantu penyembuhan permukaan mata dan mengurangi nyeri.
Jika penyakitnya berat dan tidak dapat diatasi dengan tindakan di atas, mungkin perlu
dipertimbangkan untuk menjalani pencangkokan kornea.

Created with the Freeware Edition of HelpNDoc: Create HTML Help, DOC, PDF and print manuals from 1
single source

Infeksi Herpes Simpleks Pada Kornea


Infeksi Herpes Simpleks Pada Kornea
DEFINISI
Infeksi Herpes Simpleks Pada Kornea adalah infeksi pada kornea yang disebabkan oleh
virus herpes simpleks.

Infeksi herpes pada kornea merupakan infeksi virus yang berulang. Penelitian
menunjukkan bahwa sampai 50% penderita mengalami kekambuhan.
Infeksi ulangan ini bisa terjadi beberapa minggu atau bahkan beberapa tahun setelah
infeksi pertama.
PENYEBAB
Penyebabnya adalah virus herpes simpleks.
GEJALA
Pada stadium awal, infeksi ini menyerupai infeksi bakteri yang ringan karena gejala
yang timbul bersifat ringan (mata terasa nyeri, berair, merah dan peka terhadap
cahaya).
Pembengkakan kornea menyebabkan penglihatan kabur.
Infeksi seringkali hanya menyebabkan perubahan yang ringan pada kornea dan akan
menghilang dengan sendirinya.
Kadang virus menembus lebih dalam dan menghancurkan permukaan kornea.
Infeksi ulang bisa menyebabkan kerusakan lebih lanjut pada permukaan kornea.
Jika penderita sampai mengalami infeksi yang berulang-ulang, bisa terjadi ulserasi
(pembentukan luka terbuka), pembentukan jaringan parut yang bersifat menetap serta
hilang rasa ketika mata disentuh.
Virus herpes simpleks juga bisa menyebabkan peningkatan pertumbuhan pembuluh
darah, gangguan penglihatan atau kebutaan.
DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan mata.
PENGOBATAN
Diberikan obat anti-virus seperti trifluridin, vidarabin atau idoxuridine; biasanya dalam
bentuk salep atau larutan pencuci mata.
Untuk membantu mempercepat penyembuhan, kadang dokter spesialis mata
menggunakan kapas untuk mengangkat sel-sel yang mati dan rusak dari permukaan
kornea.

Created with the Freeware Edition of HelpNDoc: Free CHM Help documentation generator

Infeksi Herpes Zoster Pada Kornea


Infeksi Herpes Zoster Pada Kornea
DEFINISI
Infeksi Herpes Zoster Pada Kornea adalah infeksi pada kornea yang disebabkan oleh
herpes zoster.
PENYEBAB
Virus herpes zoster.
Herpes zoster adalah virus yang tumbuh di dalam saraf dan bisa menyebar ke kulit,

menyebabkan shingle (herpes zoster).


Keadaan ini sebetulnya bukan merupakan ancaman bagi mata. Tetapi jika saraf
oftalmikus (cabang dari saraf trigeminalis terinfeksi, maka infeksi akan lebih mudah
menyebar ke mata.
GEJALA
Infeksi menyebabkan nyeri, kemerahan dan pembengkakan kelopak mata.
Kornea yang terinfeksi juga dapat membengkak dan mengalami kerusakan yang berat.
Terjadi peradangan struktur di belakang kornea (uveitis) dan peningkatan tekanan di
dalam bola mata (glaukoma).
Komplikasi yang sering terjadi adalah berkurangnya rasa jika kornea disentuh dan
glaukoma permanen.
DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan mata.
PENGOBATAN
Jika herpes zoster menginfeksi wajah dan membahayakan mata, maka untuk
mengurangi resiko terjadinya komplikasi pada mata, seringkali diberikan asiklovir peroral (melalui mulut) selama 7 hari.
Bisa juga diberikan tetes mata corticosteroid.
Tetes mata atropin seringkali digunakan untuk menjaga agar pupil tetap lebar dan
membantu mempertahankan tekanan di dalam mata.

Created with the Freeware Edition of HelpNDoc: Single source CHM, PDF, DOC and HTML Help creation

Keratokonjungtivitis Sikka
Keratokonjungtivitis Sikka
DEFINISI
Keratokonjungtivitis Sikka adalah kekeringan pada kedua mata yang berlangsung lama
akibat menurunnya fungsi kelenjar air mata, yang menyebabkan dehidrasi pada
konjungtiva dan kornea.
PENYEBAB
Mata yang kering bisa merupakan gejala adari beberapa penyakit, seperti:

Artritis rematoid

Lupus eritematosus sistemik

Sindroma Sj?gren.
Mata yang kering paling sering terjadi pada wanita dewasa.
GEJALA
Berkurangnya pembentukan air mata atau penguapan air mata bisa menyebabkan
iritasi mata dan menimbulkan perasaan mata seperti terbakar.
Kerusakan yang tersebar di permukaan mata akan menambah rasa tidak nyaman dan
kepekaan terhadap cahaya (fotofobia).

Pada stadium lanjut, permukaan mata bisa menebal dan membentuk jaringan parut
serta ulkus (luka terbuka). Pertumbuhan pembuluh darah juga meningkat.
Jika jaringan parut terbentuk di kornea maka bisa terjadi gangguan penglihatan.
DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan mata.
Untuk mengetahui derajat kelembaban yang membasahi mata bisa dilakukan tes
Schirmer (menempelkan kertas saring di ujung kelopak mata).
Untuk mengetahui beratnya kerusakan mata yang terjadi dilakukan pemeriksaan mata
dengan menggunakan slit lamp.
PENGOBATAN
Untuk mengatasi kekeringan pada mata, setiap beberapa jam diteteskan air mata
buatan.
Air mata buatan adalah tetes mata yang mengandung zat yang merangsang air mata
yang asli.
Pembedahan dilakukan untuk menyumbat pengaliran air mata ke hidung sehingga lebih
banyak air mata yang digunakan untuk membasahi mata.
Jika kekeringan mata sangat hebat, bisa dilakukan penjahitan sebagian kelopak mata
guna mengurangi penguapan air mata.

Created with the Freeware Edition of HelpNDoc: Free HTML Help documentation generator

Gangguan Kelopak & Kelenjar Mata

Created with the Freeware Edition of HelpNDoc: Easily create PDF Help documents

Tumor Kelopak Mata


Tumor Kelopak Mata
DEFINISI
Tumor dan kanker bisa tumbuh di kelopak mata.
Salah satu jennis tumor jinak yang paling sering ditemukan di kelopak mata adalah
xantelasma, yang merupakan pertumbuhan mendatar berwarna putih-kuning, yang
terdiri dari lemak.
Xantelasma tidak perlu dibuang kecuali jika penderita merasa penampilannya
terganggu.
Xantelasma bisa menunjukkan adanya peningkatan kadar kolesterol (terutama pada
orang muda).
Kanker jenis karsinoma sel skuamosa dan karsinoma sel basal uga bisa tumbuh pada
kelopak mata.
Jika setelah beberapa minggu suatu pertumbuhan di kelopak mata tidak menghilang,
maka dilakukan biopsi dan biasanya dilakukan pembedahan untuk mengangkatnya.

Created with the Freeware Edition of HelpNDoc: Easily create HTML Help documents

Dakriosistitis (infeksi kantong air mata)


Dakriosistitis (infeksi kantong air mata)

DEFINISI
Dakriosistitis adalah suatu infeksi pada kantong air mata (sakus lakrimalis).
PENYEBAB
Dakriosistitis biasanya terjadi akibat penyumbatan pada duktus nasolakrimalis (saluran
yang mengalirkan air mata ke hidung).
GEJALA
Infeksi menyebabkan nyeri di daerah sekitar kantong air mata yang tampak merah dan
membengkak.
Mata menjadi merah dan berair serta mengeluarkan nanah.
Jika kantong air mata ditekan secara perlahan, akan keluar nanah dari lubang di sudut
mata sebelah dalam (dekat hidung).
Penderita juga mengalami demam.
Jika infeksi yang ringan atau berulang berlangsung lama maka sebagian besar gejala
mungkin menghilang hanya pembengkakan ringan yang menetap.
Kadang infeksi menyebabkan tertahannya air mata di dalam kantong air mata sehingga
terbentuk kantong yang berisi cairan (mukokel di bawah kulit.
Infeksi berulang bisa menyebabkan penebalan dan kemerahan diatas kantong air mata.
Bisa terbentuk kantong nanah (abses) yang kemudian pecah dan mengeluarkan
nanahnya.
DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik.
PENGOBATAN
Infeksi diobati dengan antibiotik per-oral (melalui mulut) atau intravena (melalui
pembuluh darah).
Daerah kantong air mata juga boleh dikompres hangat.
Jika terbentuk abses, dilakukan pembedahan untuk membuka dan membuang
nanahnya.
Untuk infeksi menahun, penyumbatan duktus nasolakrimalis bisa dibuka dengan
bantuan jarum atau melalui pembedahan.

Created with the Freeware Edition of HelpNDoc: Easy CHM and documentation editor

Hordeolum (Stye)
Hordeolum (Stye)
DEFINISI
Hordeolum (Stye) adalah suatu infeksi pada satu atau beberapa kelenjar di tepi atau di
bawah kelopak mata.

Bisa terbentuk lebih dari 1 hordeolum pada saat yang bersamaan.


Hordeolum biasanya timbul dalam beberapa hari dan bisa sembuh secara spontan.
PENYEBAB
Hordeolum adalah infeksi akut pada kelenjar minyak di dalam kelopak mata yang
disebabkan oleh bakteri dari kulit (biasanya disebabkan oleh bakteri stafilokokus).
Hordeolum sama dengan jerawat pada kulit.
Hordeolum kadang timbul bersamaan dengan atau sesudah blefaritis.
Hordeolum bisa timbul secara berulang.
GEJALA
Hordeolum biasanya berawal sebagai kemerahan, nyeri bila ditekan dan nyeri pada tepi
kelopak mata.
Mata mungkin berair, peka terhadap cahaya terang dan penderita merasa ada sesuatu
di matanya.
Biasanya hanya sebagian kecil daerah kelopak yang membengkak, meskipun kadang
seluruh kelopak membengkak.
Di tengah daerah yang membengkak seringkali terlihat bintik kecil yang berwarna
kekuningan.
Bisa terbentuk abses (kantong nanah) yang cenderung pecah dan melepaskan sejumlah
nanah.

DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik.

PENGOBATAN
Hordeolum bisa diobati dengan kompres hangat selama 10 menit sebanyak 4 kali/hari.
Jangan mencoba memecahkan hordeolum, biarkan pecah sendiri.
Krim antibiotik kadang digunakan untuk hordeolum yang berulang atau menetap (yang
disebabkan oleh bakteri).
Hordeolum interna adalah hordeolum yang terbentuk pada kelenjar yang lebih dalam.
Gejalanya lebih berat dan jarang pecah sendiri, karena itu biasanya dokter akan
menyayatnya supaya nanah keluar.
PENCEGAHAN
Selalu mencuci tangan terlebih dahulu sebelum menyentuh kulit di sekitar mata.
Bersihkan minyak yang berlebihan di tepi kelopak mata secara perlahan.

Created with the Freeware Edition of HelpNDoc: Free PDF documentation generator

Kalazion
Kalazion
DEFINISI
Kalazion adalah sebuah massa kecil di dalam kelopak mata yang disebabkan oleh
penyumbatan kelenjar minyak yang kecil di dalam kelopak mata.
PENYEBAB
Kalazion tumbuh di dalam kelenjar Meibom pada kelopak mata.
Hal ini terjadi akibat penyumbatan pada saluran kelenjar Meibom.
Kelenjar Meibom adalah kelenjar sebasea, yang menghasilkan minyak yang membentuk
permukaan selaput air mata.
GEJALA
Pada awalnya, kalazion tampak dan terasa seperti hordeolum, kelopak mata
membengkak, nyeri dan mengalami iritasi.
Beberapa hari kemudian gejala tersebut menghilang dan meninggalkan pembengkakan
bundar tanpa rasa nyeri pada kelopak mata dan tumbuh secara perlahan.
Di bawah kelopak mata terbentuk daerah kemerahan atau abu-abu.
DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan kelopak mata.
Kadang saluran kelenjar Meibom bisa tersumbat oleh suatu kanker kulit; untuk
memastikan hal ini maka perlu dilakukan biopsi.
PENGOBATAN
Pengobatan utama adalah kompres hangat selama 10-15 menit, minimal 4 kali/hari.
Pengompresan akan melunakkan minyak yang mengeras yang menyumbat saluran dan
mempermudah pengaliran serta penyembuhan.

Kalazia seringkali menghilang tanpa pengobatan dalam waktu 1 bulan.


Jika kalazion terus membesar mungkin perlu diangkat melalui pembedahan.
Pembedahan biasanya dilakukan dari bawah kelopak mata untuk menghindari
pembentukan jaringan parut di kulit.
Obat tetes mata yang mengandung antibiotik biasanya digunakan beberapa hari
sebelum dan sesudah pengangkatan kalazion.

Created with the Freeware Edition of HelpNDoc: Free help authoring environment

Entropion & Ektropion


Entropion & Ektropion
DEFINISI
Entropion adalah suatu keadaan dimana kelopak dan bulu mata bagian bawah
membalik ke dalam ke arah bola mata.
Ektropion adalah suatu keadaan dimana kelopak dan bulu mata bagian bawah
membalik ke arah luar.
PENYEBAB
Kebanyakan kasus entropion terjadi karena pengenduran jaringan kelopak mata
sebagai akibat proses penuaan.
Beberapa kasus terjadi karena pembentukan jaringan parut pada permukaan dalam
kelopak mata akibat luka bakar kimia dan panas, peradangan atau reaksi alergi.
Kadang entropion merupakan bawaan lahir karena kelopak mata tidak terbentuk secara
sempurna.
Kebanyakan kasus ektropion terjadi akibat pengenduran jaringan kelopak mata akibat
penuaan.
Beberapa kasus terjadi karena adanya jaringan parut pada kelopak mata akibat luka
bakar kimia maupun panas, truma, kanker kulit atau pembedahan kelopak mata.
Kadang ektropion merupakan bawaan lahir akibat pembentukan kelopak mata yang
tidak sempurna.
GEJALA
Entropion adalah suatu keadaan dimana kelopak dan bulu mata bagian bawah
membalik ke dalam ke arah bola mata.
Ektropion adalah suatu keadaan dimana kelopak dan bulu mata bagian bawah
membalik ke arah luar.

DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan kelopak mata.
PENGOBATAN
Entropion dan ektropion harus diperbaiki melalui pembedahan sebelum gesekan
kelopak dan bulu mata menyebabkan kerusakan kornea.
Pembedahan biasanya dilakukan dengan bius lokal dan penderita tidak perlu dirawat.
Dilakukan pengencangan kelopak mata.
Setelah pembedahan, mata ditutup selama 24 jam dan diberi salep antibiotik selama
sekitar 1 minggu.

Created with the Freeware Edition of HelpNDoc: Full featured Help generator

Blefaritis

Blefaritis
DEFINISI
Blefaritis adalah suatu peradangan pada kelopak mata.
Blefaritis ditandai dengan pembentukan minyak berlebihan di dalam kelenjar di dekat
kelopak mata yang merupakan lingkungan yang disukai oleh bakteri yang dalam
keadaan normal ditemukan di kulit.
PENYEBAB
Terdapat 2 jenis blefaritis:

Blefaritis anterior : mengenai kelopak mata bagian luar depan (tempat


melekatnya bulu mata).
Penyebabnya adalah bakteri stafilokokus dan ketombe pada kulit kepala.

Blefaritis posterior ; mengenai kelopak mata bagian dalam (bagian kelopak mata
yang lembab, yang bersentuhan dengan mata).
Penyebabnya adalah kelainan pada kelenjar minyak.
2 penyakit kulit yang bisa menyebabkan blefaritis posterior adalah rosasea dan
ketombe pada kulit kepala (dermatitis seboreik).
Alergi atau infestasi kutu pada bulu mata juga bisa menyebabkan blefaritis.
GEJALA
Blefaritis menyebabkan kemerahan dan penebalan, bisa juga terbentuk sisik dan
keropeng atau luka terbuka yang dangkal pada kelopak mata.
Blefaritis bisa menyebabkan penderita merasa ada sesuatu di matanya.
Mata dan kelopak mata terasa gatal, panas dan menjadi merah.
Bisa terjadi pembengkakan kelopak mata dan beberapa helai bulu mata rontok.
Mata menjadi merah, berair dan peka terhadap cahaya terang.
Bisa terbentuk keropeng yang melekat erat pada tepi kelopak mata; jika keropeng
dilepaskan, bisa terjadi perdarahan.
Selama tidur, sekresi mata mengering sehingga ketika bangun kelopak mata sukar
dibuka.
DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan kelopak mata.
PENGOBATAN
Pengobatan utama adalah membersihkan pinggiran kelopak mata untuk mengangkat
minyak yang merupakan makanan bagi bakteri.
Bisa digunakan sampo bayi atau pembersih khusus.
Untuk membantu membasmi bakteri kadang diberikan salep antibiotik (misalnya
eritromisin atau sulfacetamide) atau antibiotik per-oral (misalnya tetracycline).
Jika terdapat dermatitis seboroik, harus diobati.
Jika terdapat kutu, bisa dihilangkan dengan mengoleskan jeli petroleum pada dasar
bulu mata.

Created with the Freeware Edition of HelpNDoc: Free help authoring environment

Dakriostenosis
Dakriostenosis
DEFINISI
Dakriostenosis adalah penyumbatan duktus nasolakrimalis (saluran yang mengalirkan
air mata ke hidung).
PENYEBAB
Dalam keadaan normal, air mata dari permukaan mata dialirkan ke dalam hidung
melalui duktus nasolakrimalis.
Jika saluran ini tersumbat, air mata akan menumpuk dan mengalir secara berlebihan ke
pipi.
Penyumbatan duktus nasolakrimalis (dakriostenosis) bisa terjadi akibat:

Gangguan perkembangan sistem nasolakrimalis pada saat lahir

Infeksi hidung menahun

Infeksi mata yang berat atau berulang

Patah tulang (fraktur) hidung atau wajah

Tumor.
Penyumbatan bisa bersifat parsial (sebagian) atau total.
GEJALA
Penyumbatan karena tidak sempurnanya sistem nasolakrimalis biasanya menyebabkan
pengaliran air mata yang berlebihan ke pipi (epifora) dari salah satu ataupun kedua
mata (lebih jarang) pada bayi berumur 3-12 minggu.
Penyumbatan ini biasanya akan menghilang dengan sendirinya pada usia 6 bulan,
sejalan dengan perkembangan sistem nasolakrimalis.

DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik.
Pemeriksaan penunjang lainnya adalah:

Pemeriksaan hidung bagian dalam


Pewarnaan mata dengan zat fluoresensi untuk menilai pengaliran air mata
Sinar X khusus untuk menilai duktus nasolakrimalis.

PENGOBATAN
Jika penyumbatannya parsial, bisa dilakukan pemijatan pada daerah kantong air mata
sebanyak beberapa kali/hari.
Jika terjadi peradangan pada konjungtiva (konjungtivitis) diberikan obat tetes mata
yang mengandung antibiotik.
Jika penyumbatan tetap terjadi biasanya saluran harus dibuka dengan bantuan jarum
kecil yang dimasukkan melalui lubang saluran di sudut kelopak mata.
Pada penderita dewasa dilakukan pembedahan untuk membuka kembali saluran air
mata (dakriosistorinostomi).
PENCEGAHAN
Pengobatan yang adekuat terhadap infeksi hidung dan mata bisa mengurangi resiko
terjadinya dakriostenosis.

Created with the Freeware Edition of HelpNDoc: Free Web Help generator

Pembengkakan Kelopak Mata


Pembengkakan Kelopak Mata
DEFINISI
Apapun yang mengiritasi mata juga dapat mengiritasi kelopak mata dan menyebabkan
pembengkakan (edema).
PENYEBAB
Iritan yang paling sering ditemukan adalah alergi, yang dapat menyebabkan salah satu
atau kedua kelopak berkerut dan bengkak.
Reaksi alergi bisa disebabkan oleh:
- obat yang masuk ke dalam mata seperti tetes mata
- obat lain atau kosmetik
- serbuk sari atau partikel lain di udara.
Pembengkakan kelopak mata juga bisa terjadi akibat:

Sengatan atau gigitan serangga

Infeksi bakteri, virus atau jamur.


GEJALA
Kelopak mata tampak membengkak.
DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksan fisik.
test
PENGOBATAN
Menghilangkan penyebab pembengkakan dan kompres dingin bisa mengurangi

pembengkakan.
Jika penyebabnya alergi, untuk mengurangi pembengkakan sebaiknya menghindari
alergen (zat yang menyebabkan alergi).
Jika suatu benda asing (misalnya duri serangga) tersangkut di dalam kelopak mata,
harus segera diangkat.

Created with the Freeware Edition of HelpNDoc: Full featured Documentation generator

Trichiasis
Trichiasis
DEFINISI
Trichiasis adalah kelainan tumbuh pada bulu mata, yang bergesekan dengan bola mata,
pada
seseorang
yang
tidak
mengalami
entropion.
Penyebab trichiasis biasanya tidak diketahui. Mata menjadi merah dan pedih, terasa
ada benda asing, dan terjadi sobekan dan peka dan kadangkala terasa sakit ketika
terkena sinar matahari langsung. Jika keadaan ini berlangsung lama, bisa
mengakibatkan luka parut. Seorang dokter mendasari diagnosa pada gejala-gejala dan
pemeriksaan. Trichiasis berbeda dengan entropion bila posisi kelopak mata adalah
normal. Seorang dokter mata bisa mengangkat bulu mata dengan forceps. Jika bulu
mata kembali tumbuh, cara lain bisa digunakan untuk mengangkatnya, seperti
elektrolisis atau cryosurgery (menggunakan dingin yang ekstrem untuk menghancurkan
folikel rambut).

Created with the Freeware Edition of HelpNDoc: Easily create Web Help sites

Canaliculitis
Canaliculitis
DEFINISI
Canaliculitis adalah infeksi lacrimal canaliculus, yang juga disebut duktus lacrimal.
Canaliculitis mungkin menyebabkan mengeluarkan air mata, kotoran, mata merah, dan
sedikit sembab. Mata merah dan sembablebih sering terjadi pada sebelah mata dekat
hidung. Gejala bisa menyerupai dacryocystitis. Seorang dokter mata (seorang dokter
dan ahli bedah yang berspesialisasi dalam diagnosa dan pengobatan penyakit mata)
seringkali mengirigasi duktus yang tertular dengan larutan antibiotik. Orang kemudian
sebaiknya memakai kompres hangat dan memakai antibiotika tetes mata penggunaan.
Kadang-kadang,
infeksi
memerlukan
tindakan
operasi.
Memakai obat tetes dan salep mata

Orang yang mengunakan tetes atau salep mata sebaiknya menengadah. Dengan
telunjuk bersih, kelopak mata ditarik ke bawah dengan lembut membentuk kantong.
Tetes mata kemudian diteteskan ke dalam kantong, tidak langsung ke atas mata. Kalau
memakai salep mata, sedikit salep ditempatkan di kantong. Berkedip menyebarkan
tetes atau salep ke seluruh mata.

Created with the Freeware Edition of HelpNDoc: Full featured Documentation generator

Gangguan Konjugtiva

Created with the Freeware Edition of HelpNDoc: Free PDF documentation generator

Konjungtivitis
Konjungtivitis
DEFINISI
Konjungtivitis adalah suatu peradangan pada konjungtiva.
Konjungtivitis Gonokokal
Bayi baru lahir bisa mendapatkan infeksi gonokokus pada konjungtiva dari ibunya
ketika melewati jalan lahir.
Karena itu setiap bayi baru lahir mendapatkan tetes mata (biasanya perak nitrat,
povidin iodin) atau salep antibiotik (misalnya eritromisin) untuk membunuh bakteri
yang bisa menyebabkan konjungtivitis gonokokal.
Dewasa bisa mendapatkan konjungtivitis gonokokal melalui hubungan seksual
(misalnya jika cairan semen yang terinfeksi masuk ke dalam mata).
Biasanya konjungtivitis hanya menyerang satu mata.
Dalam waktu 12-48 jam setelah infeksi mulai, mata menjadi merah dan nyeri.
Jika tidak diobati bisa terbentuk ulkus kornea, abses, perforasi mata bahkan kebutaan.
Untuk mengatasi konjungtivitis gonokokal bisa diberikan tablet, suntikan maupun tetes
mata yang mengandung antibiotik.
PENYEBAB
Konjungtiva bisa mengalami peradangan akibat:

Infeksi olah virus atau bakteri

Reaksi alergi terhadap debu, serbuk sari, bulu binatang

Iritasi oleh angin, debu, asap dan polusi udara lainnya; sinar ultraviolet dari las
listrik atau sinar matahari yang dipantulkan oleh salju.
Kadang konjungtivitis bisa berlangsung selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun.
Konjungtivitis semacam ini bisa disebabkan oleh:
- Entropion atau ektropion
- Kelainan saluran air mata
- Kepekaan terhadap bahan kimia
- Pemaparan oleh iritan
- Infeksi oleh bakteri tertentu (terutama klamidia).
Pemakaian lensa kontak, terutama dalam jangka panjang, juga bisa menyebabkan
konjungtivitis.
GEJALA

Konjungtiva yang mengalami iritasi akan tampak merah dan mengeluarkan kotoran.
Konjungtivitis karena bakteri mengeluarkan kotoran yang kental dan berwarna putih.
Konjungtivitis karena virus atau alergi mengeluarkan kotoran yang jernih.
Kelopak mata bisa membengkak dan sangat gatal, terutama pada konjungtivitis karena
alergi.
Gejala lainnya adalah:
- mata berair
- mata terasa nyeri
- mata terasa gatal
- pandangan kabur
- peka terhadap cahaya
- terbentuk keropeng pada kelopak mata ketika bangun pada pagi hari.
DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan mata.
PENGOBATAN
Pengobatan tergantung kepada penyebabnya.
Kelopak mata dibersihkan dengan air hangat.
Jika penyebabnya bakteri, diberikan tetes mata atau salep yang mengandung
antibiotik.
Untuk konjungtivitis karena alergi, antihistamin per-oral (melalui mulut) bisa
mengurangi gatal-gatal dan iritasi. Atau bisa juga diberikan tetes mata yang
mengandung corticosteroid.
Untuk memperbaiki posisi kelopak mata atau membukan saluran air mata yang
tersumbat, mungkin perlu dilakukan pembedahan.
PENCEGAHAN

Konjungtivitis mudah menular, karena itu sebelum dan sesudah membersihkan


atau mengoleskan obat, penderita harus mencuci tangannya bersih-bersih.

Usahakan untuk tidak menyentuh mata yang sehat sesudah menangani mata
yang sakit.

Jangan menggunakan handuk atau lap bersama-sama dengan penghuni rumah


lainnya.

Gunakan lensa kontak sesuai dengan petunjuk dari dokter dan pabrik
pembuatnya.

Created with the Freeware Edition of HelpNDoc: Free Web Help generator

Tumor Jinak Konjungtiva


Tumor Jinak Konjungtiva
DEFINISI
2 jenis tumor jinak yang bisa tumbuh pada konjungtiva adalah pinguekula dan
pterigium.

PINGUEKULA
Pinguekula adalah suatu penonjolan berwarna putih kekuningan yang tumbuh di dekat
kornea.
Ukurannya bisa semakin besar.
Penyebabnya tidak diketahui tetapi pertumbuhannya didukung oleh pemaparan sinar
matahari dan iritasi mata.
Pinguekula tidak enak dilihat tetapi biasanya tidak menyebabkan masalah yang serius
dan tidak perlu dibuang/diangkat
PTERIGIUM
Pterigium adalah pertumbuhan jaringan konjungtiva ke dalam kornea.
Penyebabnya tidak diketahui, tetapi sering ditemukan pada orang-orang yang sering
berada di bawah sinar matahari.
Faktor resiko terjadinya pterigium adalah tinggal di daerah yang banyak terkena sinar
matahari, daerah yang berdebu, berpasir atau anginnya besar.
Sering ditemukan pada petani, nelayan dan orang-orang yang tinggal di dekat daerah
khatulistiwa. Jarang menyerang anak-anak.
Tampak sebagai penonjolan jaringan putih disertai pembuluh darah pada tepi dalam
atau tepi luar kornea.
Pterigium bisa menyebabkan perubahan bentuk kornea sehingga terjadi astigmata dan
gangguan penglihatan lainnya.
Jika sampai ke daerah pupil dan mengganggu penglihatan, pterigium harus diangkat
melalui pembedahan.
Untuk mencegah berulangnya pterigium, sebaiknya para pekerja lapangan
menggunakan kacamata atau topi pelindung.

Created with the Freeware Edition of HelpNDoc: Easily create PDF Help documents

Trakoma
Trakoma
DEFINISI
Trakoma (Konjungtivitis granuler, Oftalmia Bangsa Mesir) adalah suatu infeksi
konjungtiva yang berlangsung lama dan disebabkan oleh bakteri Chlamydia
trachomatis.
PENYEBAB
Trakoma terjadi akibat infeksi oleh bakteri Chlamydia trachomatis.
Masa inkubasi berlangsung selama 5-12 hari dan berawal sebagai kemerahan pada
mata, yang jika tidak diobati bisa menjadi penyakti kronis dan menyebabkan

pembentukan jaringan parut.


Trakoma ditemukan di seluruh dunia, terutama di daerah pedesaan di negara-negara
berkembang.
Sering menyerang anak-anak.
Trakoma merupakan penyakit menular dan bisa ditularkan melalui:
- kontak tangan dengan mata
- sejenis lalat
-benda-benda yang terkontaminasi (misalnya handuk atau saputangan).
GEJALA
Pada stadium awal, konjungtiva tampak meradang, merah dan mengalami iritasi serta
mengeluarkan kotoran (konjungtivitis).
Pada stadium lanjut, konjungtiva dan kornea membentuk jaringan parut sehingga bulu
mata melipat ke dalam dan terjadi gangguan penglihatan.
Gejala lainnya adalah:
- pembengkakan kelopak mata
- pembengkakan kelenjar getah bening yang terletak tepat di depan mata
- kornea tampak keruh.
DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan mata.
Apusan mata diperiksa untuk mengetahui organisme penyebabnya.
PENGOBATAN
Pengobatan meliputi pemberian salep antibiotik yang berisi tetracyclin dan
erythromycin selama 4-6 minggu.
Selain itu, antibiotik tersebut juga bisa diberikan dalam bentuk tablet.
Jika terjadi kelainan bentuk kelopak mata, kornea maupun konjungtiva, mungkin perlu
dilakukan pembedahan untuk memperbaikinya.

Created with the Freeware Edition of HelpNDoc: Single source CHM, PDF, DOC and HTML Help creation

Oftalmia Neonatorum (Konjungtivitis Neonatorum)


Oftalmia Neonatorum (Konjungtivitis Neonatorum)
DEFINISI
Oftalmia Neonatorum (Konjungtivitis Neonatorum) adalah suatu infeksi mata pada bayi
baru lahir yang didapat ketika bayi melewati jalan lahir.
PENYEBAB
Berbagai organisme bisa menyebabkan infeksi mata pada bayi baru lahir, tetapi infeksi
bakteri yang berhubungan dengan proses persalinan, yang paling banyak ditemukan
dan berpotensi menyebabkan kerusakan mata adalah gonore (Neisseria gonorrhea) dan
klamidia (Chlamydia trachomatis).

Virus yang bisa menyebabkan konjungtivitis neonatorum dan kerusakan mata yang
berat adalah virus herpes.
Virus ini juga bisa didapat ketika bayi melewati jalan lahir, tetapi konjungtivitis herpes
lebih jarang ditemukan.
Organisme tersebut biasanya terdapat pada ibu hamil akibat penyakit menular seksual
(STD, sexually-transmitted disease).
Pada saat persalinan, ibu mungkin tidak memiliki gejala-gejala tetapi bakteri atau virus
mampu menyebabkan konjungtivitis pada bayi yang akan dilahirkan.
GEJALA
Bayi baru lahir yang terinfeksi akan mengeluarkan kotoran dari matanya dalam waktu 1
hari sampai 2 minggu setelah dia lahir.
Kelopak matanya membengkak, merah dan nyeri bila ditekan.
Gonore bisa menyebabkan perforasi kornea dan kerusakan yang sangat berarti pada
struktur mata yang lebih dalam.
Gejala lainnya adalah:
- riwayat penyakit menular seksual pada ibu
- dari mata keluar kotoran encer dan berdarah (serosanguinosa) atau kotoran kental
seperti nanah (purulen).
DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan mata.
Untuk mengetahui organisme penyebabnya, dilakukan pembiakan terhadap kotoran
mata.
PENGOBATAN
Antibiotik dalam bentuk topikal (salep dan tetes mata), per-oral (melalui mulut)
maupun intravena (melalui pembuluh darah), semua bisa digunakan tergantung kepada
beratnya infeksi dan organisme penyebabnya.
Kadang antibiotik oral dan topikal digunakan secara bersamaan.
Irigasi mata dengan larutan garam normal dilakukan untuk membuang kotoran purulen
yang terkumpul.
PENCEGAHAN
Konjungtivitis neonatorum bisa dicegah dengan cara:

Mengobati penyakit menular seksual pada ibu hamil

Memberikan tetes mata perak nitrat atau antibiotik (misalnya eritromisin) kepada
setiap bayi yang baru lahir.

Created with the Freeware Edition of HelpNDoc: Easily create Web Help sites

Episkleritis
Episkleritis

DEFINISI
Episkleritis adalah suatu peradangan pada episklera.
Sklera terdiri dari serat-serat jaringan ikat yang membentuk dinding putih mata yang
kuat.
Sklera dibungkus oleh episklera yang merupakan jaringan tipis yang banyak
mengandung pembuluh darah untuk memberi makan sklera.
Di bagian depan mata, episklera terbungkus oleh konjungtiva.
PENYEBAB
Penyebabnya tidak diketahui, tetapi beberapa penyakit berikut telah dihubungkan
dengan terjadinya episkleritis:

Artritis rematoid

Sindroma Sj?gren

Sifilis

Herpes zoster

Tuberkulosis.
GEJALA
Biasanya peradangan hanya mengenai sebagian kecil bola mata dan tampak sebagai
daerah yang agak menonjol, berwarna kuning.
Gejala lainnya adalah:
- nyeri mata
- peka terahadap cahaya (fotofobia)
- nyeri mata bila ditekan
- mata berair.
DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan mata.
PENGOBATAN
Biasanya dalam waktu 1-2 minggu penyakit ini akan menghilang dengan sendirinya.
Untuk mempercepat penyembuhan bisa diberikan tetes mata corticosteroid.

Created with the Freeware Edition of HelpNDoc: Full featured multi-format Help generator

Skleritis (Radang Bagian Putih Mata)


Skleritis (Radang Bagian Putih Mata)
DEFINISI
Skleritis adalah suatu peradangan pada sklera (bagian putih mata).
PENYEBAB
Peradangan pada sklera biasanya dihubungkan dengan penyakit autoimun (misalnya
artritis rematoid, lupus eritematosus), infeksi atau cedera kimia.
Kadang penyebabnya tidak diketahui.
Paling sering terjadi pada usia antara 30-60 tahun dan jarang ditemukan pada anakanak.

GEJALA
Gejalanya berupa:
- nyeri mata yang hebat
- bercak merah pada sklera
- penglihatan kabur
- fotofobia (peka terhadap cahaya)
- mata berair.
DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan mata.
PENGOBATAN
Tetes mata corticosteroid bisa mengurangi peradangan.
Kadang diberikan corticosteroid per-oral (melalui mulut).
Jika tedapat artritis rematoid atau tidak memberikan respon terhadap corticosteroid,
diberikan obat yang menekan sistem kekebalan (misalnya cyclophosphamide atau
azathioprin).

Created with the Freeware Edition of HelpNDoc: Single source CHM, PDF, DOC and HTML Help creation

Alergi Mata Merah (Allergic Conjunctivitis )


Alergi Mata Merah (Allergic Conjunctivitis )
Alergi Mata Merah (Allergic Conjunctivitis )
DEFINISI
Mata merah alergi adalah radang konjungtiva yang disebabkan oleh reaksi alergi.
Konjungtiva banyak sekali mengandung sel dari sistem kekebalan (mast sel) yang
melepaskan senyawa kimia (mediator) dalam merespon terhadap berbagai rangsangan
(seperti serbuk sari atau debu tungau) . Mediator ini menyebabkan radang pada mata,
yang mungkin sebentar atau bertahan lama. Sekitar 20% dari orang memiliki tingkat
mata
merah
alergi.
Mata merah alergi yang musiman dan mata merah alergi yang berkelanjutan
adalah jenis yang paling sering dari reaksi alergi pada mata. Mata merah alergi yang
musiman sering disebabkan oleh serbuk sari pohon atau rumput, oleh karenanya jenis
ini timbul khususnya pada musim semi atau awala musim panas. Serbuk sari gulma
bertanggung jawab pada gejala alergi mata merah pada musim panas dan awal musim
gugur. Alergi mata merah yang berkelanjutan terjadi sepanjang tahun; paling sering
disebabkan
oleh
tungau
debu,
bulu
hewan,
dan
bulu
unggas.
Mata merah Vernal adalah bentuk alergi mata merah yang lebih serius dimana
penyebabnya tidak diketahui. Kondisi paling sering terjadi pada anak laki-laki,
khususnya yang berumur kurang dari 10 tahun yang memiliki eksema, asma, atau
alergi musiman. Mata merah Vernal biasanya kambuh setiap musim semi dan hilang
pada musim gugur dan musim dingin. Banyak anak tidak mengalaminya lagi pada umur
dewasa
muda.

GEJALA
Orang dengan semua bentuk alergi mata merah berkembang dengan cepat menjadi
gatal dan rasa terbakar pada kedua mata. Walaupun biasanya sama, kadang-kadang,
satu mata mungkin lebih terinfeksi daripada mata yang lain. Konjungtiva menjadi
merah, dan kadang-kadang konjungtiva bengkak, menyebabkan permukaan bola mata
tampak tembam sehingga banyak orang merasa terganggu. Pada mata merah musiman
dan berkelanjutan, sangat banyak kotoran berair yang tipis. Pandangan jarang
terpengaruh.
Pada mata merah vernal, kotoran mata banyak dan seperti lendir. Tidak seperti jenis
alergi mata merah lainnya, mata merah vernal sering mempengaruhi kornea, dan borok
yang nyeri dapat timbul. Borok ini menyebabkan sensitivitas yang berlebihan terhadap
cahaya terang dan kadang-kadang menyebabkan pengurangan pandangan yang
permanen.
DIAGNOSA
Dokter

mengenali

alergi

mata

merah

oleh

penampilan

dan

gejala

khasnya.

PENGOBATAN
Kondisi diobati dengan tetes mata anti alergi. Obat seperti itu termasuk cromolyn,
lodoxamide, olopatadine, dan tetes mata antihistamin, seperti emedastine dan
levocabastine. Tetes mata Ketorolac mempunyai anti inflamasi dan membantu
mengatasi gejala. Tetes mata Corticosteroid mempunyai anti inflamasi yang lebih baik;
tetapi, mereka sebaiknya tidak dipakai lebih dari beberapa minggu tanpa pengamatan
yang melekat karena mereka dapat menyebabkan peningkatan tekanan pada mata
(glaukoma), katarak, dan meningkatkan risiko infeksi mata. Baru-baru ini, tetes mata
yang dapat menghambat pengeluaran dan efek dari penyebab pembengkakan seperti
azelastine, nedocromil, dan pemirolast, sudah digunakan dengan baik.

Created with the Freeware Edition of HelpNDoc: Free CHM Help documentation generator

Gangguan Retina

Created with the Freeware Edition of HelpNDoc: Free help authoring environment

Retinopati Diabetikum
Retinopati Diabetikum
DEFINISI
Retinopati Diabetikum adalah kerusakan progresif pada retina akibat diabetes
menahun.
Kelainan ini bisa terjadi pada penderita diabetes yang mendapatkan insulin maupun
yang tidak.
Diabetes bisa menyebabkan 2 macam perubahan pada retina:
1. Retinopati non-proliferatif
Terjadi robekan dan kebocoran pada pembuluh darah kecil (kapiler) di dalam
retina.
Daerah di sekeliling robekan kapiler membengkak, menbentuk tonjolan kecil yang
mengandung endapan protein darah.
Pada stadium awal penyakit ini tidak menyebabkan kebutaan.
Perdarahan retina yang kecil bisa merubah bagian lapang pandang. Jika
perdarahan terjadi di dekat makula, maka penglihatan menjadi kabur.
2. Retinopati proliferatif
Kerusakan pada retina merangsang pertumbuhan pembuluh darah yang baru.
Pembuluh darah yang baru tumbuh secara abnormal, menyebabkan terbentuknya
jaringan parut dan ablasio retina (kadang-kadang).
Pembuluh darah bisa tumbuh dan mengalami perdarahan ke dalam humor vitreus.
Retinopati proliferatif bisa menyebakan kebutaan total.
PENYEBAB
Retinopati diabetikum terjadi karena adanya kerusakan pada pembuluh darah yang
menuju ke retina.
Kadar gula darah (glukosa) yang tinggi pada diabetes menyebabkan penebalan
pembuluh darah yang kecil.
Pada stadium awal (retinopati non-proliferatif), pembuluh darah menjadi berlubanglubang dan isinya merembes ke dalam retina, menyebabkan penglihatan menjadi
kabur.
Pada stadium lanjut (retinopati proliferatif), terjadi pertumbuhan pembuluh darah yang
baru di dalam mata.
Pembuluh darah yang baru ini sangat rapuh dan bisa mengalami perdarahan sehingga
menyebabkan penurunan fungsi penglihatan.

Beratnya retinopati dan penurunan fungsi berhubungan dengan kadar glukosa dan
lamanya seseorang menderita diabetes.
Biasanya retinopati baru terjadi dalam waktu 10 tahun setelah seseorang menderita
diabetes.
GEJALA
Gejalanya berupa:

Penurunan ketajaman penglihatan

Penderita melihat bintik-bintik yang malayang-layang.


Banyak penderita yang tidak menunjukkan gejala lain sebelum terjadi perdarahan
utama pada mata.

DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan mata.
Pemeriksaan yang biasa dilakukan untuk menilai keadaan retina adalah pemeriksaan
dengan oftalmoskop dan fotografi retina.
PENGOBATAN
Tujuan pengobatan adalah mengontrol diabetes dan tekanan darah tinggi.
Pengobatan terhadap diabetes dan tekanan darah tinggi biasanya tidak menyebabkan
perbaikan kerusakan yang telah terjadi, tetapi akan memperlambat perkembangan
retinopati.
Untuk menghancurkan pembuluh darah yang baru dan menyumbat pembuluh darah
yang bocor, dilakukan fotokoagulasi laser.
Jika terjadi perdarahan hebat dari pembuluh darah yang telah mengalami kerusakan,
dilakukan vitrektomi (pembedahan untuk membuang darah dari humor vitreus).
Setealah vitrektomi, fungsi penglihatan akan menunjukkan perbaikan dan secara
bertahap mata akan membentuk humor vitreus yang baru.
PENCEGAHAN
Cara pencegahan yang terbaik adalah mengontrol diabetes dan tekanan darah tinggi.
Penderita diabetes sebaiknya menjalani pemeriksaan mata secara rutin (1 kali/tahun),

yang dimulai pada tahun ke 5 setelah terdiagnosis menderita diabetes.

Created with the Freeware Edition of HelpNDoc: Single source CHM, PDF, DOC and HTML Help creation

Kelainan Pembuluh Darah Retina


Kelainan Pembuluh Darah Retina
DEFINISI
Kelainan pembuluh darah yang menuju ke mata bisa berupa perdarahan, tidak
adekuatnya pasokan darah dan penyumbatan pembuluh darah.
Akibat yang serius adalah kerusakan retina, yang kadang-kadang menetap dan
menyebabkan penurunan fungsi penglihatan bahkan kebutaan.
RETINOPATI ARTERIOSKLEROTIK
Pada keadaan ini, arteri-arteri kecil yang membawa darah ke mata mengalami
penyumbatan parsial karena dindingnya menebal.
Dengan menggunakan oftalmoskop, bisa terlihat pembuluh darah yang menebal dan
petunjuk lainnya dari menurunnya pasokan darah ke retina.
Penebalan pembuluh darah itu sendiri biasanya tidak mengganggu penglihatan, tetapi
merupakan petunjuk bahwa pembuluh darah di mata dan bagian tubuh lainnya tidak
sehat sehingga perlu dilakukan tindakan pencegahan dan pengobatan.
RETINOPATI HIPERTENSIF
Retinopati Hipertensif adalah kerusakan retina akibat tekanan darah tinggi (hipertensi).
Penyakit ini terjadi jika tekanan darah sangat tinggi (misalnya pada hipertensi maligna
dan toksemia gravidarum).
Hipertensi bisa menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah di dalam mata.
Semakin tinggi dan semakin lama hipertensi berlangsung, maka semakin berat
kerusakan yang terjadi.
Beratnya kerusakan retina (retinopati) digambarkan dengan skala I sampai IV.
Pada derajat I biasanya tidak ditemukan gejala.
Pada derajat IV terjadi pembengkakan saraf optikus (disebut papilledema) dan makula
(pusat penglihatan pada retina), yang bisa menyebabkan penurunan fungsi
penglihatan.
Pada stadium lanjut, darah bisa merembes ke dalam retina.
Bercak retina mengalami kerusakan karena kekurangan pasokan darah dan lama-lama
lemak akan tertimbun di dalam retina.
Selain gangguan penglihatan, penderita juga bisa merasakan sakit kepala.

Dengan menggunakan oftalmoskop, bisa dilihat adanya penyempitan pembuluh darah


dan kelebihan cairan yang merembes dari pembuluh darah.
Pemeriksaan lainnya yang biasa dilakukan adalah angiografi fluoresensi.
Satu-satunya pengobatan untuk retinopati hipertensif adalah mengontrol tekanan
darah.
PENYUMBATAN ARTERI RETINA
Arteri retina adalah pembuluh darah utama yang membawa darah ke retina.
Jika arteri retina tersumbat, maka akan terjadi kebutaan mendadak tanpa disertai rasa
nyeri.
Penyumbatan ini bisa disebabkan oleh aterosklerosis, bekuan darah atau endapan
lemak (biasanya lemak yang berasal dari sumsum tulang yang patah dan masuk ke
dalam aliran darah sebagai emboli).
Penyebab lainnya adalah peradangan pembuluh darah di kepala (arteritis temporalis).
Pelebaran arteri retina bisa dilakukan dengan menghirup campuran karbon dioksida dan
oksigen.
Dengan cara ini penyumbatan akan turun ke bawah sehingga mengurangi daerah retina
yang terkena.
Bisa diberikan antikoagulan untuk mencegah pembentukan bekuan lebih lanjut atau
untuk mencegah penyebaran bekuan darah (yang bisa menyebabkan terjadinya
stroke).
PENYUMBATAN VENA RETINA
Vena retina adalah pembuluh darah utama yang membawa darah dari retina.
Penyumbatan vena retina menyebabkan vena yang lebih kecil membengkak dan
berkelok-kelok.
Permukaan vena menjadi bengkak dan darah bisa merembes ke dalam retina.
Penyumbatan vena retina terutama terjadi pada usia lanjut yang menderita glaukoma,
diabetes, tekanan darah tinggi atau suatu keadaan dimana darah menjadi lebih kental
(misalnya terlalu banyak sel darah merah).
Penyumbatan vena retina menyebabkan penurunan fungi penglihatan yang terjadi
secara lebih lambat dibandingkan dengan penyumbatan arteri retina.
Perubahan yang terjadi berupa pertumbuhan pembuluh darah baru yang abnormal di
dalam retina dan terjadinya glaukoma.
Angiografi fluoresensi bisa membantu menentukan luasnya kerusakan dan rencana
pengobatan.
Untuk menghancurkan pembuluh darah yang abnormal bisa digunakan laser.
Pelebaran vena retina bisa dilakukan dengan menghirup campuran karbon dioksida dan
oksigen.
Dengan cara ini penyumbatan akan turun ke bawah sehingga mengurangi daerah retina
yang terkena.

Pelebaran vena retina bisa dilakukan dengan menghirup campuran karbon dioksida dan
oksigen.
Dengan cara ini penyumbatan akan turun ke bawah sehingga mengurangi daerah retina
yang terkena.

Created with the Freeware Edition of HelpNDoc: Easily create Web Help sites

Endoftalmitis
Endoftalmitis
DEFINISI
Endoftalmitis adalah peradangan pada seluruh lapisan mata bagian dalam, cairan dalam
bola mata (humor vitreus) dan bagian putih mata (sklera).
PENYEBAB
Penyebab terjadinya infeksi adalah:

Luka yang menusuk mata

Pembedahan

Bakteri yang sampai ke mata melalui aliran darah.


GEJALA
Gejalanya seringkali berat, yaitu berupa:
- nyeri mata
- kemerahan pada sklera
- fotofobia (peka terhadap cahaya)
- gangguan penglihatan.
DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan mata.
PENGOBATAN
Endoftalmitis merupakan suatu keadaan darurat.
Pengobatan harus segera diberikan, menunda pengobatan bisa menyebabkan
kebutaan.
Diberikan antibiotik dan corticosteroid.
Untuk mengeluarkan cairan yang terinfeksi dari bola mata mungkin perlu dilakukan
pembedahan.

Created with the Freeware Edition of HelpNDoc: Easily create HTML Help documents

Retinitis Pigmentosa
Retinitis Pigmentosa
DEFINISI
Retinitis Pigmentosa adalah suatu kemunduran yang progresif pada retina yang
mempengaruhi penglihatan pada malam hari dan penglihatan tepi dan pada akhirnya

bisa menyebabkan kebutaan.


PENYEBAB
Retinitis pigmentosa merupakan penyakit keturunan yang jarang terjadi.
Beberapa bentuk penyakit ini diturunkan secara dominan, hanya memerlukan 1 gen
dari salah satu orang tua; bentuk yang lainnya diturunkan melalui kromosom X, hanya
memerlukan 1 gen dari ibu.
Penyakit ini terutama menyerang sel batang retina yang berfungsi mengontrol
penglihatan pada malam hari.
Pada retina bisa ditemukan pigmentasi yang berwarna gelap.
GEJALA
Gejala awal seringkali muncul pada awal masa kanak-kanak.
Sel batang pada retina (berperan dalam penglihatan pada malam hari) secara bertahap
mengalami kemunduran sehingga penglihatan di ruang gelap atau penglihatan pada
malam hari menurun.
Lama-lama terjadi kehilangan fungsi penglihatan tepi yang progresif dan bisa
menyebabkan kebutaan.
Pada stadium lanjut, terjadi penurunan fungsi penglihatan sentral.
DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan mata dengan
oftalmoskop.
Beberapa pemeriksaan yang dilakukan untuk mengetahui keutuhan retina:

Ketajaman penglihatan

Tes refraksi

Gangguan pengenalan warna

Respon refleks pupil

Pemeriksaan slit lamp

Tekanan intraokuler

USG mata

Fotografi retina

Angiografi fluoresensi

Elektroretinogram.
PENGOBATAN
Belum ada pengobatan yang efektif untuk retinitis pigmentosa.
Pemakaian kaca mata gelap untuk melindungi retina dari sinar ultraviolet bisa
mempertahankan fungsi penglihatan.
Meskipun masih dalam perdebatan, penelitian terakhir menunjukkan bahwa pemberian
antioksidan (misalnya vitamin A palmitat) bisa menunda perkembangan penyakit ini.
Penderita dianjurkan untuk berkunjung secara teratur kepada spesialis mata untuk
memantau terjadinya katarak atau pembengkakan retina.
PENCEGAHAN
Penyuluhan genetik bisa membantu menemukan adanya resiko retinitis pigmentosa
dalam suatu keluarga.

Created with the Freeware Edition of HelpNDoc: Easily create HTML Help documents

Kemunduran/Degenerasi Makula
Kemunduran/Degenerasi Makula
DEFINISI
Degenerasi Makula adalah suatu keadaan dimana makula mengalami kemunduran
sehingga terjadi penurunan ketajaman penglihatan dan kemungkinan akan
menyebabkan hilangnya fungsi penglihatan sentral.
Makula adalah pusat dari retina dan merupakan bagian yang paling vital dari retina.
Makula merupakan bagian dari retina yang memungkinkan mata melihat detil-detil
halus pada pusat lapang pandang.
Ada 2 macam degenerasi makula:
1. Degenerasi makula atrofik (kering) : terdapat endapan pigmen di dalam makula
tanpa disertai pembentukan jaringan parut, darah atau perembesan cairan lainnya
2. Degenerasi makula eksudatif (basah) : perembesan cairan membentuk endapat
yang seringkali dikelilingi oleh daerah perdarahan yang kecil. Pada akhirnya
endapan ini akan mengkerut dan meninggalkan jaringan parut.
Kedua jenis degenerasi tersebut biasanya mengenai kedua mata secara bersamaan.
PENYEBAB
Degenerasi terjadi sebagai akibat dari kerusakan pada epitel pigmen retina.
Epitel pigmen retina adalah lapisan pemisah antara retina dan koroid (lapisan pembuluh
darah di belakang retina).
Fungsi dari epitel pigmen retina adalah sebagai penyaring yang menentukan zat gizi
dari koroid yang sampai ke retina.
Bagian dari darah yang berbahaya bagi retina dibuang/dijauhkan dari retina oleh epitel
pigmen retina.
Kerusakan pada epitel pigmen retina mempengaruhi metabolisme pada retina,
Terjadi penipisan retina sehingga memungkinkan masuknya bahan yang berbahaya dari
darah ke dalam retina dan menyebabkan kerusakan serta pembentukan jaringan parut.
Dengenerasi makula terjadi pada usia lanjut, cenderung diturunkan, lebih banyak
ditemukan pada orang kulit putih dan tampaknya lebih sering ditemukan pada perokok.
GEJALA
Secara tiba-tiba ataupun secara perlahan akan terjadi kehilangan fungsi penglihatan
tanpa rasa nyeri.
Kadang gejala awalnya berupa gangguan penglihatan pada salah satu mata, dimana
garis yang sesungguhnya lurus terlihat bergelombang.
Degenerasi makula menyebabkan kerusakan penglihatan yang berat (misalnya
kehilangan kemampuan untuk membaca atau mengemudi), tetapi jarang menyebabkan
kebutaan total.
Penglihatan pada tepi luar dari lapang pandang dan kemampuan untuk melihat warna

biasanya tidak terpengaruh, yang terkena hanya penglihatan pada pusat lapang
pandang.
DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan mata.
Beberapa pemeriksaan yang dilakukan untuk menilai retina:

Ketajaman penglihatan

Tesa refraksi

Respon refleks pupil

Pemeriksaan slit lamp

Fotografi retina

Angiobrafi fluoresensi.
PENGOBATAN
Jika di dalam atau di sekeliling makula ditemukan pertumbuhan pembuluh darah baru,
dilakukan fotokoagulasi laser untuk menghancurkannya.
Tidak ada pengobatan khusus untuk degenerasi makula.
Pemberian seng bisa memperlambat perkembangan penyakit.
Pada stadium awal, bisa dilakukan pembedahan laser untuk membekukan pembuluh
darah koroid yang merembes ke retina.
Pilihan pengobatan lainnya adalah terapi fotodinamik, dimana pengobatan laser
dilakukan setelah penyuntikan zat warna untuk menambah kepekaan pembuluh darah
yang merembes terhadap sinar laser.
PENCEGAHAN
Jika ada anggota keluarga yang menderita degenerasi makula, sebaiknya para perokok
segera berhenti merokok.

Created with the Freeware Edition of HelpNDoc: Single source CHM, PDF, DOC and HTML Help creation

Ablasio Retina
Ablasio Retina
DEFINISI
Ablasio Retina adalah terpisahnya/terlepasnya retina dari jaringan penyokong di
bawahnya.
Jaringan saraf yang membentuk bagian peka cahaya pada retina membentuk suatu
selaput tipis yang melekat erat pada jaringan penyokong di bawahnya.
Jika kedua lapisan tersebut terpisah, maka retina tidak dapat berfungsi dan jika tidak
kembali disatukan bisa terjadi kerusakan permanen.
Ablasio bisa bermula di suatu daerah yang kecil, tetapi jika tidak diobati, seluruh retina
bisa terlepas.
Pada salah satu bentuk ablasio, retina betul-betul mengalami robekan. Bentuk ablasio
ini biasanya terjadi pada penderita miopia atau penderita yang telah menjalani operasi

katark atau penderita cedera mata.


Pada ablasio lainnya, retina tidak robek tetapi terpisah dari jaringan di bawahnya.
Pemisahan ini terjadi jika gerakan cairan di dalam bola mata menarik retina atau jika
cairan yang terkumpul diantara retina dan jaringan di bawahnya mendorong retina.
PENYEBAB
Retina merupakan selaput transparan di bagian belakang mata yang mengolah
bayangan yang difokuskan di retina oleh kornea dan lensa.
Ablasio retina seringkali dihubungkan dengan adanya robekan atau lubang pada retina,
sehingga cairan di dalam mata merembes melalui robekan atau lubang tersebut dan
menyebabkan terlepasnya retina dari jaringan di bawahnya.
Hal tersebut bisa terjadi akibat:

Trauma

Proses penuaan

Diabetes berat

Penyakit peradangan,
tetapi ablasio retina sering kali terjadi secara spontan.
Pada bayi prematur, ablasio retina bisa terjadi akibat retinopati akibat prematuritas.
Selama proses terlepasnya retina, perdarahan dari pembuluh darah retina yang kecil
bisa menyebabkan kekeruhan pada bagian dalam mata yang dalam keadaan normal
terisi oleh humor vitreus.
Jika terjadi pelepasan makula, akan terjadi gangguan penglihatan pusat lapang
pandang.
Faktor resiko terjadinya ablasio retina adalah:
- Rabun dekat
- Riwayat keluarga dengan ablasio retina
- Diabetes yang tidak terkontrol
- Trauma.
GEJALA
Ablasio retina tidak menimbulkan nyeri, tetapi bisa menyebabkan gambaran bentukbentuk ireguler yang melayang-layang atau kilatan cahaya, serta menyebabkan
penglihatan menjadi kabur.
Hilangnya fungsi penglihatan awalnya hanya terjadi pada salah satu bagian dari lapang
pandang, tetapi kemudian menyebar sejalan dengan perkembangan ablasio.
Jika makula terlepas, akan segera terjadi gangguan penglihatan dan penglihatan
menjadi kabur.

DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan mata.
Beberapa pemeriksaan yang dilakukan untuk mengetahui keutuhan retina:

Oftalmoskopi direk dan indirek

Ketajaman penglihatan

Tes refraksi

Respon refleks pupil

Gangguan pengenalan warna

Pemeriksaan slit lamp

Tekanan intraokuler,/I>

USG mata

Angiografi fluoresensi

Elektroretinogram.
PENGOBATAN
Pembedahan laser bisa digunakan untuk menutup lubang atau robekan pada retina
yang biasanya ditemukan sebelum terjadinya ablasio.
Dengan kriopeksi (pemberian dingin dengan jarum es) akan terbentuk jaringan parut
yang melekatkan retina pada jaringan di bawahnya.
Teknik ini digunakan bersamaan dengan penyuntikan gelembung udara dan kepala
dipertahankan pada posisi tertentu untuk mencegah penimbunan kembali cairan di
belakang retina.
Penempelan kembali retina melalui pembedahan terdiri dari pembuatan lekukan pada
sklera (bagian putih mata) untuk mengurangi tekanan pada retina sehingga retina
kembali menempel.
PENCEGAHAN
Gunakan kaca mata pelindung untuk mencegah terjadinya trauma pada mata.
Penderita diabetes sebaiknya mengontrol kadar gula darahnya secara seksama.
Jika anda memiliki resiko menderita ablasio retina, periksakan mata minimal setahun
sekali.

Created with the Freeware Edition of HelpNDoc: Free CHM Help documentation generator

Infeksi Dalam Mata (Endophthalmitis)


Infeksi Dalam Mata (Endophthalmitis)
DEFINISI
Endophthalmitis adalah infeksi dalam mata.
PENYEBAB
Endophthalmitis disebabkan oleh organisme yang beredar melalui aliran darah ke dalam
mata atau telah memasuki mata melalui luka bedah atau luka. Infeksi di dalam darah
berasal dari pemberian obat-obatan secara infus, abses (kumpulan nanah), atau
operasi apa saja di dalam tubuh. infeksi biasanya disebabkan bakteri, namun jamur
atau protozoa bisa juga bertanggungjawab. Virus bisa juga menyebabkan infeksi mata
meluas, namun hal ini biasanya bukan endophthalmitis.
GEJALA
Gejala-gejala kemungkinan parah dan termasuk rasa sakit, kemerahan pada putih
mata, sangat peka terhadap sinar terang, dan kehilangan penglihatan sebagian atau
total. Diagnosa berdasarkan gejala-gejala, pemeriksaan pada mata, perawatan, dan
kadangkala antibody atau tes DNA. Perawatan kemungkinan dilakukan dari aqueos
humor (cairan di bagian depan mata ; juga disebut aqueous) dan vitreous humor (gel
seperti zat di dalam bagian belakang pada mata) untuk menentukan organisme mana
yang bertanggungjawab dan obat-obatan mana yang lebih aktif melawan organisme.
PENGOBATAN
Endophthalmitis adalah sebuah keadaan medis darurat. Pengobatan cepat biasanya
dibutuhkan jika penglihatan harus dipelihara. pengobatan biasanya dimulai secepatnya,
sebuah penundaan bahkan beberapa jam bisa menghasilkan kehilangan penglihatan
dalam kasus berat. Antibiotik diberikan ; pilihan antibiotik bisa disesuaikan berdasarkan
organisme mana yang ditemukan menjadi penyebab endophthalmitis. Kortikosteroid
bisa juga diberikan. Operasi kemungkinan dibutuhkan untuk mengangkat jaringan yang
terinfeksi dari dalam mata; yang mana bisa mempengaruhi kesempatan untuk
menghentikan infeksi.

Created with the Freeware Edition of HelpNDoc: Easy to use tool to create HTML Help files and Help web
sites

Sumbatan Arteri dan Vena Retina Pusat


Sumbatan Arteri dan Vena Retina Pusat
DEFINISI
Arteri retinal pusat, saluran utama yang menyuplai darah untuk retina, bisa menjadi
betul-betul mampet karena penyakit atherosclerosis atau partikel, seperti gumpalan
darah, yang masuk peredaran darah dan menghalangi saluran (emboli). Radang
pembuluh darah adalah juga mungkin menyebabkan retinal arteri tersekat. Pada orang
dengan glaukoma, penyakit gula, atau tekanan darah tinggi, berbagai proses mungkin
terjadi,
yang
bisa
menyebabkan
tersekatnya
vena.

Jika arteri pusat retinal mampet, mata yang terkena mengalami kehilangan pandangan
mendadak tetapi tanpa rasa sakit. Tersekatnya vena retinal pusat menyebabkan vena
yang penuh dan mengembang di depan saraf optik. Kehilangan jarak pandang dari
yang ringan hingga hebat karena arteri retinal pusat tersekat. Kekambuhan sering
terjadi.
Selain kehilangan pandangan yang parah, komplikasi dari arteri atau vena retinal pusat
tersekat termasuk pendarahan ke dalam mata dan glaukoma disebabkan oleh
pertumbuhan pembuluh darah abnormal di selaput pelangi dan sudut, di mana cairan
dialirkan
dari
mata.
DIAGNOSA
Menggunakan ophthalmoscope, seorang dokter bisa melihat perubahani di pembuluh
darah dan tanda lain berkurangnya suplai darah ke retina, seperti kepucatan retina
pada kasus arterial yang tersekta atau vena yang penuh dan pembengkakan di depan
saraf optic pada kasus vena tersekat. Tindakan Fluorescein angiography dimana
seorang dokter menyuntikkan pewarna ke dalam urat darah dan lalu memotret retina
membantu menentukan banyak sedikitnya kerusakan pada retina dan membantu
rencana pengobatan oleh dokter. Doppler ultrasound memindai kadang-kadang
mungkin dipergunakan untuk memeriksa darah mengalir di saluran darah.
PENGOBATAN
Pengobatan sesegera sering diberikan dalam percobaan menghilangkan penghalangan
arteri retinal. Tetapi, pengobatan jarang efektif. Tekanan di dalam mata bisa dikurangi
dengan memijat kelopak mata tertutup sebentar-sebentar dengan jari. Alternatif lain,
satu prosedur yang disebut paracentesis chamber anterior mungkin membantu
menurangi tekanan di dalam mata. Pada prosedur ini, tetes mata diteteskan di mata
untuk membuat mata mati rasa, lalu jarum dimasukkan ke dalam bilik anterior mata
untuk meyedot sedikit cairan, sehingga secara cepat mengurangi tekanan di mata.
Mengurangi tekanan di dalam mata dengan pijatan atau paracentesis chamber anterior
dapat mengeluarkan gumpalan darah atau penyumbat lain dan dapat memasuki cabang
bilik yang lebih kecil, sehingga mengurangi area kerusakan pada retina. Umumnya
tidak ada terapi obat yang disetujui. Pengobatan laser mungkin digunakan untuk
menghancurkan pembuluh darah abnormal jika mereka berkembang ke selaput pelangi
atau sudut.

Created with the Freeware Edition of HelpNDoc: Easily create HTML Help documents

Kanker yang Mempengaruhi Retina


Kanker yang Mempengaruhi Retina
DEFINISI
Kanker yang mempengaruhi retina secara umum mulai pada choroid, lapisan padat
pembuluh darah yang menyuplai retina. Choroid terjepit di antara retina dan sclera
(bagian putih mata luar). Karena retina bergantung pada choroid untuk persediaan
darah dan menopangnya, kerusakan pada choroid oleh kanker mungkin mempengaruhi
pandangan.

1. Choroidal Melanoma
Choroidal melanoma adalah kanker yang berasal dari sel yang menghasilkan zat warna
(melanocytes) choroid. Choroidal melanoma adalah kanker yang paling sering berasal
dari mata. Paling sering terjadi pada orang dengan warna kulit putih dan mata biru.
Pada tahap awal, kanker biasanya tidak mengganggu pandangan. Kemudian, hal itu
dapat menyebabkan pandangan kabur atau kehilangan pandangansecar menyeluruh
karena pelepasan retinal. Metastases ke bagian badan lain mungkin terjadi.
Diagnosa awal adalah penting, karena kemungkinan penyembuhan choroid melanoma
berhubungan dengan ukuran tumor. Diagnosa dibuat menggunakan ophthalmoscope,
scaning
ultrasound,
dan
potret
serial.
Jika melanoma kecil, pengobatan dengan laser, radiasi, atau penanaman bahan
radioaktif dapat memelihara pandangan dan menyelamatkan mata. Jika kanker besar,
mata harus disingkirkan. Jika kanker besar tidak dihilangkan, bisa menjalar secara
langsung ke dalam rongga mata (orbit) atau lewat aliran darah (metastasize) ke organ
lain,
menyebabkan
kematian.
2. Choroidal Metastases
Choroidal metastases adalah kanker yang sudah menjalar ke mata dari bagian badan
lain. Karena suplai darah terbaik di choroids, sering menjadi tempat datangnya kanker
dari penyebaran bagian badan lain. Pada wanita, kanker payudara adalah penebab
yang paling sering. Pada laki-laki, kanker paru-paru atau prostat adalah penyebab yang
paling
umum.
Sering kali, kanker tidak menimbulkan gejala dan tidak ditemukan selama pemeriksaan
mata rutin. Penyakit dengan gejala, gejala pertama berkurang pandangan dan adanya
kilasan cahaya. Pelepasan Retinal dan kehilangan pandangan hebat mungkin terjadi.
Diagnosa kadang-kadang dibuat selama pemeriksaan mata rutin dengan
ophthalmoscope. Diagnosa dibantu oleh scanning ultrasound. Penegasan diagnosa
mungkin melibatkan menggunakan sebuah jarum kecil untuk mengambil sampel
jaringan untuk diperiksa di bawah mikroskop (biopsi). Pengobatan biasanya dengan
terapi kemoterapi dan radiasi.

Created with the Freeware Edition of HelpNDoc: Easy CHM and documentation editor

Gangguan Mata Lain

Created with the Freeware Edition of HelpNDoc: Full featured multi-format Help generator

Katarak
Katarak
DEFINISI
Katarak adalah kekeruhan pada lensa mata yang menyebabkan gangguan penglihatan.

PENYEBAB
Pada banyak kasus, penyebabnya tidak diketahui.
Katarak biasanya terjadi pada usia lanjut dan bisa diturunkan.
Pembentukan katarak dipercepat oleh faktor lingkungan, seperti merokok atau bahan
beracun lainnya.
Katarak bisa disebabkan oleh:

Cedera mata

Penyakit metabolik (misalnya diabetes)

Obat-obat tertentu (misalnya kortikosteroid).


Katarak kongenitalis adalah katarak yang ditemukan pada bayi ketika lahir (atau
beberapa saat kemudian).
Katarak kongenitalis bisa merupakan penyakit keturunan (diwariskan secara autosomal
dominan) atau bisa disebabkan oleh:
- Infeksi kongenital, seperti campak Jerman
- Berhubungan dengan penyakit metabolik, seperti galaktosemia.
Faktor resiko terjadinya katarak kongenitalis adalah:
- penyakit metabolik yang diturunkan
- riwayat katarak dalam keluarga
- infeksi virus pada ibu ketika bayi masih dalam kandungan.

Katarak pada dewasa biasanya berhubungan dengan proses penuaan.


Katarak pada dewasa dikelompokkan menjadi:
1. Katarak immatur : lensa masih memiliki bagian yang jernih
2. Katarak matur : lensa sudah seluruhnya keruh
3. Katarak hipermatur : ada bagian permukaan lensa yang sudah merembes melalui
kapsul lensa dan bisa menyebabkan peradangan pada struktur mata yang lainnya.
Kebanyakan lensa agak keruh setelah usia 60 tahun.
Sebagian besar penderita mengalami perubahan yang serupa pada kedua matanya,
meskipun perubahan pada salah satu mata mungkin lebih buruk dibandingkan
dengan mata yang lainnya.
Banyak penderita katarak yang hanya mengalami gangguan penglihatan yang ringan
dan tidak sadar bahwa mereka menderita katarak.
Faktor yang mempengaruhi terjadinya katarak adalah:
- kadar kalsium darah yang rendah
- diabetes
- pemakaian kortikosteroid jangka panjang
- berbagai penyakit peradangan dan penyakit metabolik.
- faktor lingkungan (trauma, penyinaran, sinar ultraviolet).
GEJALA
Semua sinar yang masuk ke mata harus terlebih dahulu melewati lensa. Karena itu
setiap bagian lensa yang menghalangi, membelokkan atau menyebarkan sinar bisa
menyebabkan gangguan penglihatan.
Beratnya gangguan penglihatan tergantung kepada lokasi dan kematangan katarak.
Katarak berkembang secara perlahan dan tidak menimbulkan nyeri disertai gangguan
penglihatan yang muncul secara bertahap.
Gangguan penglihatan bisa berupa:
- kesulitan melihat pada malam hari
- melihat lingkaran di sekeliling cahaya atau cahaya terasa menyilaukan mata
- penurunan ketajaman penglihatan (bahkan pada siang hari).
Gejala lainnya adalah:
- sering berganti kaca mata
- penglihatan ganda pada salah satu mata.
Kadang katarak menyebabkan pembengkakan lensa dan peningkatan tekanan di dalam
mata (glaukoma), yang bosa menimbulkan rasa nyeri.

DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan mata.
Pemeriksaan diagnostik yang biasa dilakukan adalah:

Pemeriksaan mata standar, termasuk pemeriksaan dengan slit lamp

USG mata sebagai persiapan untuk pembedahan katarak.


PENGOBATAN
Satu-satunya pengobatan untuk katarak adalah pembedahan.
Pembedahan dilakukan jika penderita tidak dapat melihat dengan baik dengan bantuan
kaca mata untuk melakukan kegitannya sehari-hari.
Beberapa penderita mungkin merasa penglihatannya lebih baik hanya dengan
mengganti kaca matanya, menggunakan kaca mata bifokus yang lebih kuat atau
menggunakan lensa pembesar.
Jika katarak tidak mengganggu biasanya tidak perlu dilakukan pembedahan.
Pembedahan katarak terdiri dari pengangkatan lensa dan menggantinya dengan lensa
buatan.
1. Pengangkatan lensa
Ada 2 macam pembedahan yang bisa digunakan untuk mengangkat lensa:
- Pembedahan ekstrakapsuler : lensa diangkat dengan meninggalkan kapsulnya.
Untuk memperlunak lensa sehingga mempermudah pengambilan lensa melalui
sayatan yang kecil, digunakan gelombang suara berfrekuensi tinggi
(fakoemulsifikasi).
- Pembedahan intrakapsuler : lensa beserta kapsulnya diangkat. Pada saat ini
pembedahan intrakapsuler sudah jarang dilakukan.
2. Penggantian lensa
Penderita yang telah menjalani pembedahan katarak biasanya akan mendapatkan
lensa buatan sebagai pengganti lensa yang telah diangkat.
Lensa buatan ini merupakan lempengan plastik yang disebut lensa intraokuler,
biasanya lensa intraokuler dimasukkan ke dalam kapsul lensa di dalam mata.
Operasi katarak sering dilakukan dan biasanya aman. Setelah pembedahan jarang
sekali terjadi infeksi atau perdarahan pada mata yang bisa menyebabkan gangguan
penglihatan yang serius.
Untuk mencegah infeksi, mengurangi peradangan dan mempercepat penyembuhan,
selama beberapa minggu setelah pembedahan diberikan tetes mata atau salep.
Untuk melindungi mata dari cedera, penderita sebaiknya menggunakan kaca mata atau
pelindung mata yang terbuat dari logam sampai luka pembedahan benar-benar

sembuh.
PENCEGAHAN
Pencegahan utama adalah mengontrol penyakit yang berhubungan dengan katarak dan
menghindari faktor-faktor yang mempercepat terbentuknya katarak.
Menggunakan kaca mata hitam ketika berada di luar ruangan pada siang hari bisa
mengurangi jumlah sinar ultraviolet yang masuk ke dalam mata.
Berhenti merokok bisa mengurangi resiko terjadinya katarak.

Created with the Freeware Edition of HelpNDoc: Easily create CHM Help documents

Glaukoma
Glaukoma
DEFINISI
Glaukoma adalah suatu penyakit dimana tekanan di dalam bola mata meningkat,
sehingga terjadi kerusakan pada saraf optikus dan menyebabkan penurunan fungsi
penglihatan.
Terdapat 4 jenis glaukoma:

Glaukoma Sudut Terbuka

Glaukoma Sudut Tertutup

Glaukoma Kongenitalis

Glaukoma Sekunder.
Keempat jenis glaukoma ditandai dengan peningkatan tekanan di dalam bola mata dan
karenanya semuanya bisa menyebabkan kerusakan saraf optikus yang progresif.

PENYEBAB
Bilik anterior dan bilik posterior mata terisi oleh cairan encer yang disebut humor
aqueus.
Dalam keadaan normal, cairan ini dihasilkan di dalam bilik posterior, melewati pupil

masuk ke dalam bilik anterior lalu mengalir dari mata melalui suatu saluran.
Jika aliran cairan ini terganggu (biasanya karena penyumbatan yang menghalangi
keluarnya cairan dari bilik anterior), maka akan terjadi peningkatan tekanan.
Peningkatan tekanan intraokuler akan mendorong perbatasan antara saraf optikus dan
retina di bagian belakang mata.
Akibatnya pasokan darah ke saraf optikus berkurang sehingga sel-sel sarafnya mati.
Karena saraf optikus mengalami kemunduran, maka akan terbentuk bintik buta pada
lapang pandang mata.
Yang pertama terkena adalah lapang pandang tepi, lalu diikuti oleh lapang pandang
sentral.
Jika tidak diobati, glaukoma pada akhirnya bisa menyebabkan kebutaan.

GEJALA
GLAUKOMA SUDUT TERBUKA
Pada glaukoma sudut terbuka, saluran tempat mengalirnya humor aqueus terbuka,
tetapi cairan dari bilik anterior mengalir terlalu lambat.
Secara bertahap tekanan akan meningkat (hampir selalu pada kedua mata) dan
menyebabkan kerusakan saraf optikus serta penurunan fungsi penglihatan yang
progresif.
Hilangnya fungsi penglihatan dimulai pada tepi lapang pandang dan jika tidak diobati
pada akhirnya akan menjalar ke seluruh bagian lapang pandang, menyebabkan
kebutaan.
Glaukoma sudut terbuka sering terjadi setelah usia 35 tahun, tetapi kadang terjadi
pada anak-anak.
Penyakit ini cenderung diturunkan dan paling sering ditemukan pada penderita diabetes
atau miopia.
Glaukoma sudut terbuka lebih sering terjadi dan biasanya penyakit ini lebih berat jika
diderita oleh orang kulit hitam.
Pada awalnya, peningkatan tekanan di dalam mata tidak menimbulkan gejala.
Lama-lama timbul gejala berupa:

- penyempitan lapang pandang tepi


- sakit kepala ringan
- gangguan penglihatan yang tidak jelas (misalnya melihat lingkaran di sekeliling
cahaya lampu atau sulit beradaptasi pada kegelapan).
Pada akhirnya akan terjadi penyempitan lapang pandang yang menyebabkan penderita
sulit melihat benda-benda yang terletak di sisi lain ketika penderita melihat lurus ke
depan (disebut penglihatan terowongan).
Glaukoma sudut terbuka mungkin baru menimbulkan gejala setelah terjadinya
kerusakan yang tidak dapat diperbaiki.

GLAUKOMA SUDUT TERTUTUP


Glaukoma sudut tertutup terjadi jika saluran tempat mengalirnya humor aqueus
terhalang oleh iris.
Setiap hal yang menyebabkan pelebaran pupil (misalnya cahaya redup, tetes mata
pelebar pupil yang digunakan untuk pemeriksaan mata atau obat tertentu) bisa
menyebabkan penyumbatan aliran cairan karena terhalang oleh iris.
Iris bisa menggeser ke depan dan secara tiba-tiba menutup saluran humor aqueus
sehingga terjadi peningkatan tekanan di dalam mata secara mendadak.
Serangan bisa dipicu oleh pemakaian tetes mata yang melebarkan pupil atau bisa juga
timbul tanpa adanya pemicu.
Glaukoma akut lebih sering terjadi pada malam hari karena pupil secara alami akan
melebar di bawah cahaya yang redup.
Episode akut dari glaukoma sudut tertutup menyebabkan:
- penurunan fungsi penglihatan yang ringan
- terbentuknya lingkaran berwarna di sekeliling cahaya
- nyeri pada mata dan kepala.
Gejala tersebut berrlangsung hanya beberapa jam sebelum terjadinya serangan lebih
lanjut.

Serangan lanjutan menyebabkan hilangnya fungsi penglihatan secara mendadak dan


nyeri mata yang berdenyut.
Penderita juga mengalami mual dan muntah.
Kelopak mata membengkak, mata berair dan merah.
Pupil melebar dan tidak mengecil jika diberi sinar yang terang.
Sebagian besar gejala akan menghilang setelah pengobatan, tetapi serangan tersebut
bisa berulang.
Setiap serangan susulan akan semakin mengurangi lapang pandang penderita.
GLAUKOMA SEKUNDER
Glaukoma sekunder terjadi jika mata mengalami kerusakan akibat:

Infeksi

Peradangan

Tumor

Katarak yang meluas

Penyakit mata yang mempengaruhi pengaliran humor aqueus dari bilik anterior.
Penyebab yang paling sering ditemukan adalah uveitis.
Penyebab lainnya adalah penyumbatan vena oftalmikus, cedera mata, pembedahan
mata dan perdarahan ke dalam mata.
Beberapa obat (misalnya kortikosteroid) juga bisa menyebabkan peningkatan tekanan
intraokuler.
GLAUKOMA KONGENITALIS
Glaukoma kongenitalis sudah ada sejak lahir dan terjadi akibat gangguan
perkembangan pada saluran humor aqueus.
Glaukoma kongenitalis seringkali diturunkan.
DIAGNOSA
Pemeriksaan mata yang biasa dilakukan adalah:

Pemeriksaan dengan oftalmoskop bisa menunjukkan adanya perubahan pada


saraf optikus akibat glaukoma

Pengukuran tekanan intraokuler dengan tonometri.


Tekanan di dalam bilik anterior disebut tekanan intraokuler dan bisa diukur dengan
tonometri.
Biasanya jika tekanan intraokuler lebih besar dari 20-22 mm, dikatakan telah terjadi
peningkatan tekanan.
Kadang glaukoma terjadi pada tekanan yang normal.

Pengukuran lapang pandang

Ketajaman penglihatan

Tes refraksi

Respon refleks pupil

Pemeriksan slit lamp

Pemeriksaan gonioskopi (lensa khusus untuk mengamati saluran humor aqueus.


PENGOBATAN
Glaukoma sudut terbuka

Obat tetes mata biasanya bisa mengendalikan glaukoma sudut terbuka.


Obat yang pertama diberikan adalah beta bloker (misalnya timolol, betaxolol, carteolol,
levobunolol atau metipranolol), yang kemungkinan akan mengurangi pembentukan
cairan di dalam mata.
Juga diberikan pilocarpine untuk memperkecil pupil dan meningkatkan pengaliran
cairan dari bilik anterior.
Obat lainnya yang juga diberikan adalah epinephrine, dipivephrine dan carbacol (untuk
memperbaiki pengaliran cairan atau mengurangi pembentukan cairan).
Jika glaukoma tidak dapat dikontrol dengan obat-obatan atau efek sampingnya tidak
dapat ditolerir oleh penderita, maka dilakukan pembedahan untuk meningkatkan
pengaliran cairan dari bilik anterior.
Digunakan sinar laser untuk membuat lubang di dalam iris atau dilakukan pembedahan
untuk memotong sebagian iris (iridotomi).
Glaukoma sudut tertutup
Minum larutan gliserin dan air bisa mengurangi tekanan dan menghentikan serangan
glaukoma.
Bisa juga diberikan inhibitor karbonik anhidrase (misalnya acetazolamide).
Tetes mata pilocarpine menyebabkan pupil mengecil sehingga iris tertarik dan
membuka saluran yang tersumbat.
Untuk mengontrol tekanan intraokuler bisa diberikan tetes mata beta blocker.
Setelah suatu serangan, pemberian pilocarpine dan beta blocker serta inhibitor karbonik
anhidrase biasanya terus dilanjutkan.
Pada kasus yang berat, untuk mengurangi tekanan biasanya diberikan manitol
intravena (melalui pembuluh darah).
Terapi laser untuk membuat lubang pada iris akan membantu mencegah serangan
berikutnya dan seringkali bisa menyembuhkan penyakit secara permanen.
Jika glaukoma tidak dapat diatasi dengan terapi laser, dilakukan pembedahan untuk
membuat lubang pada iris.
Jika kedua mata memiliki saluran yang sempit, maka kedua mata diobati meskipun
serangan hanya terjadi pada salah satu mata.
Glaukoma sekunder
Pengobatan glaukoma sekunder tergantung kepada penyebabnya.
Jika penyebabnya adala peradangan, diberikan corticosteroid dan obat untuk
melebarkan pupil. Kadang dilakukan pembedahan.
Glaukoma kongenitalis
Untuk mengatasi glaukoma kongenitalis perlu dilakukan pembedahan.
PENCEGAHAN
Tidak ada tindakan yang dapat mencegah terjadinya glaukoma sudut terbuka.
Jika penyakit ini ditemukan secara dini, maka hilangnya fungsi penglihatan dan
kebutaan bisa dicegah dengan pengobatan.

Orang-orang yang memiliki resiko menderita glaukoma sudut tertutup sebaiknya


menjalani pemeriksaan mata yang rutin dan jika resikonya tinggi sebaiknya menjalani
iridotomi untuk mencegah serangan akut.

Created with the Freeware Edition of HelpNDoc: Full featured multi-format Help generator

Kelainan Refraktif
Kelainan Refraktif
DEFINISI
Dalam keadaan normal, mata menghasilkan gambaran yang jelas karena cahaya yang
masuk dibiaskan oleh kornea dan lensa, sehingga terfokus ke retina. Retina
mengirimkan gambaran yang terbentuk ke otak melalui saraf optikus.
Bentuk kornea tetap, tetapi bentuk lensa berubah agar terfokus pada objek yang
memiliki jarak yang berlainan dari mata.
Pada kelainan refraktif, cahaya tidak dibiaskan sebagaimana mestinya sehingga
gambaran yang terbentuk terlihat kabur.
GEJALA
Jenis-jenis kelainan refraktif:
1. Miopia
Mata miopik lebih panjang daripada normal, sehingga cahaya terfokus di depan
retina. Objek pada jarak pendek tampak jelas, tetapi objek pada jarak jauh terlihat
kabur.
Pada miopia, objek pada jarak jauh terlihat kabur karena mata terlalu panjang dan
gambaran terfokus di depan retina bukan tepat pada retina.
Miopia merupakan kelainan yang diturunkan dan seringkali ditemukan pada anakanak ketika mereka berusia 8-12 tahun.
Antara usia 13-19 tahun, ketika tubuh mengalami pertumbuhan yang pesat, miopia
semakin memburuk. Antara usia 20-40 tahun, biasanya terjadi sedikit perubahan.
Jika sifatnya ringan maka disebut miopia rendah, jika berat disebut miopia tinggi.
Miopia tinggi memiliki resiko yang lebih tinggi terhadap terjadinya pelepasan retina.
Penderita miopia harus memeriksakan matanya secara teratur guna mengetahui
setiap perubahan yang terjadi pada retina. Jika retina lepas, maka satu-satunya
cara untuk memperbaikinya adalah pembedahan.

2. Hiperopia
Mata hiperopik lebih pendek daripada normal. Cahaya dari objek jarak dekat
(misalnya ketika membaca buku), tidak dapat terfokus secara jelas pada retina.
Mata terlalu pendek sehingga objek jarak dekat terlihat kabur.
Hiperopia juga diturunkan.
Bayi dan anak-anak cenderung mengalami hiperopia ringan. Sejalan dengan
pertumbuhan dan bertambah panjangnya mata, hiperopia semakin berkurang.
3. Astigmata
Kornea merupakan jendela mata. Kornea yang normal berbentuk bundar dan licin,
seperti halnya bola basket.
Pada astigmata, kornea lebih melengkung ke satu arah, berbentuk oval.
Astigmata menyebabkan distorsi atau pandangan kabur pada objek jarak dekat
maupun jarak jauh.
Penglihatan penderita hampir menyerupai penglihatan di rumah kaca, dimana
seseorang terlihat terlalu tinggi, terlalu lebar atau terlalu kurus.
Astigmata bisa ditemukan bersama-sama dengan miopia maupun hiperopia.
4. Presbiopia
Pada usia muda, lensa mata masih lunak dan lentur, sehingga bentuknya bisa
berubah-ubah guna memfokuskan objek dekat dan objek jauh.
Setelah berusia 40 tahun, lensa menjadi lebih kaku. Lensa tidak dapat dengan
mudah merubah bentuknya sehingga lebih sulit untuk membaca pada jarak dekat.
Hal ini merupakan suatu keadaan yang normal, yang disebut dengan presbiopia.
Presbiopia bisa terjadi bersamaan dengan miopia, hiperopia maupun astigmata.
Jika lensa telah diangkat karena katarak tetapi belum diganti dengan lensa implan,
pada jarak berapapun benda terlihat kabur; keadaan dimana tidak ada lensa disebut
afakia.
DIAGNOSA
Jenis-jenis kelainan refraktif:
1. Miopia
Mata miopik lebih panjang daripada normal, sehingga cahaya terfokus di depan
retina. Objek pada jarak pendek tampak jelas, tetapi objek pada jarak jauh terlihat
kabur.
Pada miopia, objek pada jarak jauh terlihat kabur karena mata terlalu panjang dan

gambaran terfokus di depan retina bukan tepat pada retina.


Miopia merupakan kelainan yang diturunkan dan seringkali ditemukan pada anakanak ketika mereka berusia 8-12 tahun.
Antara usia 13-19 tahun, ketika tubuh mengalami pertumbuhan yang pesat, miopia
semakin memburuk. Antara usia 20-40 tahun, biasanya terjadi sedikit perubahan.
Jika sifatnya ringan maka disebut miopia rendah, jika berat disebut miopia tinggi.
Miopia tinggi memiliki resiko yang lebih tinggi terhadap terjadinya pelepasan retina.
Penderita miopia harus memeriksakan matanya secara teratur guna mengetahui
setiap perubahan yang terjadi pada retina. Jika retina lepas, maka satu-satunya
cara untuk memperbaikinya adalah pembedahan.
2. Hiperopia
Mata hiperopik lebih pendek daripada normal. Cahaya dari objek jarak dekat
(misalnya ketika membaca buku), tidak dapat terfokus secara jelas pada retina.
Mata terlalu pendek sehingga objek jarak dekat terlihat kabur.
Hiperopia juga diturunkan.
Bayi dan anak-anak cenderung mengalami hiperopia ringan. Sejalan dengan
pertumbuhan dan bertambah panjangnya mata, hiperopia semakin berkurang.
3. Astigmata
Kornea merupakan jendela mata. Kornea yang normal berbentuk bundar dan licin,
seperti halnya bola basket.
Pada astigmata, kornea lebih melengkung ke satu arah, berbentuk oval.
Astigmata menyebabkan distorsi atau pandangan kabur pada objek jarak dekat
maupun jarak jauh.
Penglihatan penderita hampir menyerupai penglihatan di rumah kaca, dimana
seseorang terlihat terlalu tinggi, terlalu lebar atau terlalu kurus.
Astigmata bisa ditemukan bersama-sama dengan miopia maupun hiperopia.
4. Presbiopia
Pada usia muda, lensa mata masih lunak dan lentur, sehingga bentuknya bisa
berubah-ubah guna memfokuskan objek dekat dan objek jauh.
Setelah berusia 40 tahun, lensa menjadi lebih kaku. Lensa tidak dapat dengan
mudah merubah bentuknya sehingga lebih sulit untuk membaca pada jarak dekat.
Hal ini merupakan suatu keadaan yang normal, yang disebut dengan presbiopia.
Presbiopia bisa terjadi bersamaan dengan miopia, hiperopia maupun astigmata.
Jika lensa telah diangkat karena katarak tetapi belum diganti dengan lensa implan,
pada jarak berapapun benda terlihat kabur; keadaan dimana tidak ada lensa disebut
afakia.
PENGOBATAN
Kacamata & Lensa Kontak
Kacamata dan lensa kontak memperbaiki kelainan refraktif dengan cara menambah
atau mengurangi kekuatan fokus pada kornea dan lensa.
Kekuatan yang diperlukan untuk memfokuskan gambaran secara langsung ke retina
diukur dalam dioptri. Pengukuran ini juga dikenal sebagai resep kacamata.

Pada miopia, kornea dan lensa terlalu banyak memiliki kekuatan fokus, sehingga
cahaya yang dibiaskan bertemu pada suatu titik di depan retina.
Kacamata dan lensa kontak mengatasi keadaan ini dengan cara mengurangi kekuatan
fokus mata yang alami dan memungkinkan cahaya terfokus pada retina.
Untuk miopia, resepnya adalah negatif, misalnya -4,25 dioptri.
Pada hiperopia, kacamata dan lensa kontak menambah kekuatan fokus, sehingga
kebika memasuki mata, cahaya lebih banyak dibiaskan. Proses ini memindahkan titik
fokus ke retina sehingga pandangan menjadi jelas.
Untuk hiperopia, resepnya adalah positif, misalnya +4,25 dioptri.
Pada astigmata, bentuk lensa pada kacamata menggantikan lengkung kornea yang
ganjil dan memfokuskan cahaya pada suatu titik di retina.
Kacamata
Cara yang mudah untuk memperbaiki kelainan refraktif adalah dengan menggunakan
kacamata.
Lensa plastik untuk kacamata lebih ringan tetapi cenderung meregang, sedangkan
lensa kaca lebih tahan lama tetapi mudah pecah.
Kedua jenis lensa tersebut bisa diberi warna atau diberi bahan kimia yang secara
otomatis menggelapkan lensa jika penderita berada di bawah sinar.
Lensa juga bisa dilapisi untuk mengurangi jumlah sinar ultraviolet yang sampai ke
mata.
Bifokus adalah kacamata yang digunakan untuk mengatasi presbiopia.
Kacamata ini memiliki 2 lensa, yaitu untuk membaca dipasang di bawah dan untuk
melihat jarak jauh di pasang di atas.
Jika penglihatan jarak jauh masih baik, bisa digunakan kacamata untuk baca yang
dijual bebas.
Tidak ada latihan atau obat-obatan yang bisa memperbaiki persbiopia.
Lensa kontak
Banyak yang mengira bahwa dengan menggunakan lensa kontak maka penglihatan
menjadi lebih alami.
Lensa kontak memerlukan perawatan yang lebih teliti, bisa merusak mata dan pada
orang-orang tertentu tidak dapat memperbaiki penglihatan sebaik kacamata..
Lanjut usia dan penderita artritis mungkin akan mengalami kesulitan dalam merawat
dan memasang lensa kontak.
Macam-macam lensa kontak:

Lensa kontak yang kaku (keras) adalah lempengan tipis yang tebuat dari plastik
keras

Lensa yang dapat ditembus gas terbuat dari silikon dan bahan lainnya, lensa ini
kaku tetapi memungkinkan penghantaran oksigen yang lebih baik ke kornea

Lensa kontak hidrofilik yang lunak terbuta dari plastik lentur yang lebih lebar dan
menutupi seluruh kornea

Lensa non-hidrofilik yang paling lunak terbuat dari silikon.


Lanjut usia biasanya lebih menyukai lensa yang lunak karena perawatannya lebih
mudah dan ukurannya lebih besar.
Lensa ini juga tidak mudah lepas atau debu atau kotoran lainnya tidak mudah masuk

ke bawahnya. Selain itu lensa kontak yang lunak memberikan kenyamanan ketika
pertama kali dipakai, meskipun memerlukan perawatan yang cermat.
Kebanyakan lensa kontak harus dilepas dan dibersihkan setiap hari.
Atau bisa digunakan lensa sekali pakai, ada yang diganti setiap 1-2 minggu sekali atau
ada juga yang diganti setiap hari. Lensa sekali pakai tidak perlu dibersihkan dan
disimpan karena setiap kali diganti dengan yang baru.
Setiap jenis lensa kontak memiliki resiko yaitu komplikasi yang serius, termasuk
ulserasi kornea akibat infeksi yang bisa menyebabkan kebutaan.
Resiko ini bisa dikurangi dengan mengikuti aturan pemakaian dari pembuat lensa
kontak dan petunjuk dari dokter mata.
Jika timbul rasa tidak nyaman, air mata yang berlebihan, perubahan penglihatan atau
mata menjadi merah, sebaiknya lensa segera dilepas dan periksakan mata ke dokter
mata.
Cara membaca resep kacamata
Contoh 1.
Sferis

Silindris

Axis

OD

+2,50

+1,00

180

OS

+1,75

+1,50

180

Resep diatas dibaca sebagai berikut:


Mata kanan positif 2,50; positif 1,00; axis 180. Mata kiri positif 1,75; positif 1,5; axis
180.
Kolum sferis menunjukkan miopia atau hiperopia. Kolum silindris menunjukkan
astigmata. Kolum axis menunjukkan orientasi dalam derajat dari bidang horisontal.
Angka silindris menunjukkan perbedaan dioptri antara lengkung kornea terrendah
dan lengkung kornea tercuram.
Kekuatan lensa diukur dalam satuan dioptri, yang berdasarkan kepada banyaknya
cahaya yang akan dibiaskan melalui lensa.
Jika kekuatan lensa meningkat, maka ketebalan lensapun bertambah.
Terdapat 3 jenis lensa:

Lensa Cembung (konveks)


Lensa ini bagian tengahnya lebih tebal, sedangkan ujungnya lebih tipis.
Cahaya dibiaskan ke 1 titik.
Lensa cembung digunakan pada kacamata untuk hiperopia dan pada resep diberi tanda
positif (+).

Lensa Cekung (konkaf)


Lensa ini memiliki bagian tengah yang lebih tipis dan cahaya dibiaskan secara tersebar.
Lensa ini digunakan untuk mengkoreksi kelainan miopia dan memiliki tanda negatif (-).

Lensa Silindris
Lensa ini salah satu sisinya lebih melengkung dibandingkan dengan sisi yang lainnya.
Lensa silindris digunakan untuk memperbaiki astigmata.
Contoh 2.

Sferis

Silindris

Axis

OD (mata kanan)

-1,25

-2,50

90

OS (mata kiri)

-0,75

-2,25

90

+1,50 add
Resep ini dibaca sebagai berikut:
Mata kanan minus 1,25; minus 2,5; axis 90. Mata kiri minus 0,75; minus 2,25; axis
90.
Artinya mata kanan menderita miop sebesar 1? dioptri, astigmata sebesar 2? dioptri
dengan orientasi silindris 90?. Mata kiri menderita miop sebesar ? dioptri, astigmata
sebesar 2? dioptri dengan orientasi silindris 90?. Diperlukan kacamata bifokus dengan
kekuatan lensa sebesar +1? untuk membantu membaca.
Pembedahan & Terapi Laser
Pembedahan dan terapi laser bisa digunakan untuk memperbaiki miopia, hiperopia
dan astigmata.
Tetapi prosedur tersebut biasanya tidak mampu memperbaiki penglihatan sebaik
kacamata dan lensa kontak.
Sebelum menjalani prosedur tersebut, sebaiknya penderita mendiskusikannya dengan
seorang ahli mata dan mempertimbangkan keuntungan serta kerugiannya.
Pembedahan refraktif biasanya dijalani oleh penderita yang penglihatannya tidak
dapat dikoreksi dengan kacamata atau lensa kontak dan penderita yang tidak dapat
menggunakan kacamata atau lensa kontak.
1. Keratotomi Radial & Keratotomi Astigmatik
Keratotomi adalah suatu prosedur pembedahan yang digunakan untuk mengatasi
miopia dan astigmata.
Pada keratotomi radial (KR), dibuat sayatan radial (jari-jari roda) pada kornea,
biasanya sebanyak 4-8 sayatan.
Keratotomi astigmatik (KA) digunakan untuk memperbaiki astigmata alami dan
astigmata setelah pembedahan katarak atau pencangkokan kornea. Pada
keratotomi astigmatik dibuat sayatan melengkung.
Karena kornea hanya memiliki ketebalan 0,5 mm, maka kedalaman sayatan harus
ditentukan secara tepat.
Lokasi sayatan ditentukan setelah dilakukan analisa terhadap bentuk kornea dan
ketajaman penglihatan penderita.
Pembedahan bertujuan mendatarkan kornea, sehingga kornea bisa lebih
memfokuskan cahaya yang masuk ke retina.
Dengan pembedahan ini penglihatan penderita menjadi lebih baik dan sekitar 90%
penderita yang menjalani pembedahan bisa mengemudi tanpa bantuan kacamata
maupun lensa kontak.
Efek samping:
- penglihatan berubah-ubah (kadang jelas, kadang kabur), terutama pada
beberapa bulan pertama setelah pembedahan
- kornea menjadi lemah, lebih mudah robek jika terpukul secara langsung

infeksi
kesulitan dalam memasang lensa kontak
silau jika melihat cahaya
nyeri yang bersifat sementara.

Komplikasi:
- katarak
- nyeri yang bersifat menetap
- infeksi serius
- robekan akibat sayatan
- hilangnya penglihatan.
2. Keratektomi Fotorefraktif
Prosedur pembedahan laser ini bertujuan untuk kembali membentuk kornea.
Digunakan sinar berfokus tinggi untuk membuang sebagian kecil kornea sehingga
bentuknya berubah.
Dengan merubah bentuk kornea, maka cahaya akan lebih terfokus ke retina dan
penglihatan menjadi lebih baik.
Masa penyembuhan dari terapi laser ini lebih lama dan lebih terasa nyeri
dibandingkan dengan pembedahan refraktif.
3. Laser In Situ Keratomileusis (LASIK)
LASIK tidak terlalu sakit dan penyembuhan penglihatannya lebih baik dibandingkan
dengan keratektomi fotorefraktif.

Created with the Freeware Edition of HelpNDoc: Easily create PDF Help documents

Cedera Mata
Cedera Mata
DEFINISI
Struktur wajah dan mata sangat sesuai untuk melindungi mata dari cedera.
Bola mata terdapat di dalam sebuah rongga yang dikelilingi oleh bubungan bertulang
yang kuat.
Kelopak mata bisa segera menutup untuk membentuk penghalang bagi benda asing
dan mata bisa mengatasi benturan yang ringan tanpa mengalami kerusakan.
Meskipun demikian, mata dan struktur di sekitarnya bisa mengalami kerusakan akibat
cedera, kadang sangat berat sampai terjadi kebutaan atau mata harus diangkat.
Cedera mata harus diperiksa untuk menentukan pengobatan dan menilai fungsi
penglihatan.
LUKA TUMPUL
Suatu benturan tumpul bisa mendorong mata ke belakang sehingga kemungkinan
merusak struktur pada permukaan (kelopak mata, konjungtiva, sklera, kornea dan
lensa) dan struktur mata bagian belakang (retina dan persarafan).
Benturan tumpul juga bisa menyebabkan patah tulang di sekeliling mata.

Dalam 24 jam pertama setelah terjadinya cedera, darah yang merembes ke dalam kulit
di sekitar mata biasanya menyebabkan memar (kontusio), biasanya disebut mata
hitam.
Jika suatu pembuluh darah di permukaan mata pecah, maka permukaan mata akan
menjadi merah. Perdarahan ini biasanya bersifat ringan.

Kerusakan pada mata bagian dalam seringkali lebih serius dibandingkan kerusakan
pada permukaan mata.
Perdarahan di dalam bilik anterior (hifema traumatik) merupakan masalah yang serius
dan harus segera ditangani oleh dokter spesialis mata.
Perdarahan berulang dan peningkatan tekanan di dalam mata bisa menyebabkan
kornea menjadi merah sehingga penglihatan menjadi berkurang dan meningkatkan
resiko terjadinya glaukoma.
Darah bisa merembes ke dalam mata, iris bisa mengalami robekan atau lensa bisa
mengalami pergeseran.
Perdarahan bisa terjadi di dalam retina, sehingga retina terlepas dari jaringan di
bawahnya. Pada awalnya, lepasnya retina menyebabkan timbulnya gambaran kilatan
cahaya atau bentuk tidak beraturan yang melayang-layang serta menyebabkan
pandangan kabur, kemudian penglihatan bisa menurun secara tajam.
Pada cedera yang hebat, bola mata bisa mengalami robekan.
Kompres dingin bisa membantu mengurangi pembengkakan dan menghilangkan nyeri
pada mata hitam.
Pada hari kedua, kompres hangat bisa membantu tubuh dalam menyerap darah yang
telah terkumpul.
Jika kulit di sekitar mata atau kulit pada kelopak mata mengalami robekan, bisa
dilakukan penjahitan.
Cedera yang mengenai saluran air mata harus diatasi dengan pembedahan mata.
Jika terjadi robekan pada mata, diberikan obat pereda nyeri, obat untuk menjaga agar
pupil tetap melebar dan obat untuk mencegah infeksi.
Biasanya digunakan perisai logam untuk melindungi mata dari cedera lebih lanjut.
Kerusakan yang serius bisa menyebabkan penurunan fungsi penglihatan meskipun
telah dilakukan pembedahan.
Penderita yang mengalami perdarahan di dalam mata akibat trauma harus menjalani
tirah baring.

Diberikan obat untuk mengurangi peningkatan tekanan di dalam mata (misalnya


asetazolamid).
Untuk mengurangi perdarahan kadang diberikan asam aminokaproat.
Obat-obat yang mengandung aspirin harus dihindari karena bisa menyebabkan
meingkatnya perdarahan di dalam mata.
BENDA ASING
Cedera mata yang paling sering mengenai sklera, kornea dan konjungtiva disebabkan
oleh benda asing.
Meskipun kebanyakan bersifat ringan, tetapi beberapa cedera bisa berakibat serius
(misalnya luka tembus pada kornea atau infeksi akibat sayatan maupun cakaran pada
kornea).
Penyebab tersering dari cedera pada permukaan mata adalah lensa kontak.
Lensa yang tidak terpasang dengan benar, lensa yang terpasang terlalu lama, lensa
yang tidak dilepas ketika tidur, lensa yang tidak dibersihkan dan melepaskan lensa
dengan sekuat tenaga bisa menimbulkan goresan pada permukaan mata.
Penyebab cedera permukaan mata lainnya adalah pecahan kaca, partikel yang terbawa
angin dan ranting pohon.
Pegawai yang di tempat kerjanya cenderung banyak memiliki pecahan-pecahan kecil
yang berterbangan di udara, sebaiknya menggunakan kacamata pelindung.
Setiap cedera pada permukaan mata biasanya menyebabkan nyeri dan menimbulkan
perasaan ada sesuatu di mata.
Gejala lainnya adalah kepekaan terhadap cahaya, mata merah, perdarahan dari
pembuluh darah pada permukaan mata atau pembengkakan mata dan kelopak mata.
Penglihatan bisa menjadi kabur.
Benda asing di mata harus dikeluarkan.
Agar benda asing terlihat lebih jelas dan untuk melihat adanya goresan pada
permukaan mata, bisa diberikan obat tetes mata khusus yang mengandung zat warna
fluoresensi. Kemudian diberikan tetes mata yang mengandung obat bius untuk
mematikan rasa di permukaan mata. Dengan menggunakan alat penerangan khusus,
benda tersebut bisa dibuang oleh dokter.
Benda asing seringkali bisa diambil dengan menggunakan kapas steril yang lembab
atau kadang dengan mengguyur mata dengan air yang steril.
Jika benda asing menyebabkan goresan kecil pada permukaan kornea, diberikan salep
antibiotik selama beberapa hari.
Goresan yang lebih besar memerlukan pengobatan tambahan. Pupil diusahakan tetap
melebar dengan pemberian obat, lalu dimasukkan antibiotik dan mata ditutup dengan
plester.
Sel-sel pada permukaan mata berregenerasi dengan cepat. Meskipun goresannya
besar, penyembuhan akan berlangsung selama 1-3 hari.
Jika benda asing telah menembus ke lapisan mata yang lebih dalam, segera hubungi
dokter spesialis mata.
LUKA BAKAR

Jika terkena panas atau bahan kimia yang kuat, kelopak mata akan segera menutup
sebagai reaksi refleks untuk melindungi mata dari luka bakar.
Karena itu hanya kelopak mata yang mungkin mengalami luka bakar, meskipun panas
yang hebat juga bisa menyebabkan luka bakar pada mata.
Beratnya cedera, hebatnya nyeri dan gambaran kelopak mata tergantung kepada
dalamnya luka bakar.
Luka bakar karena bahan kimia bisa terjadi jika suatu bahan iritatif masuk ke dalam
mata.
Bahan iritatif ringanpun bisa menyebabkan nyeri dan kerusakan pada mata.
Karena nyerinya hebat maka penderita cenderung menutup kelopak matanya sehingga
bahan kimia berada lebih lama di dalam mata.
Untuk mengobati luka bakar pada kelopak mata, daerah yang terkena dicuci dengan
larutan steril dan diolesi dengan salep antibiotik atau kasa yang mengandung jeli
petroleum. Setelah itu luka dibungkus dengan verban steril.
Luka bakar karena bahan kimia pada mata segera diatasi dengan mengucurkan air
pada mata yang terkena supaya bahan kimia segera terbuang dengan bantuan aliran
air.
Setelah itu diberikan obat tetes mata yang mengandung obat bius dan obat untuk
melebarkan pupil. Antibiotik diberikan dalam bentuk salep. Bisa juga diberikan obat
pereda nyeri per-oral (melalui mulut).
Luka bakar yang hebat harus ditangani oleh spesialis mata guna mempertahankan
fungsi penglihatan dan mencegah komplikasi (kerusakan iris, perforasi mata dan
kelainan bentuk kelopak mata).
Meskipun telah dilakukan pengobatan terbaik, luka bakar hebat pada kornea bisa
menyebabkan pembentukan jaringan paru, perforasi mata dan kebutaan.

Created with the Freeware Edition of HelpNDoc: Free Web Help generator

Uveitis (Radang Uvea)


Uveitis (Radang Uvea)
DEFINISI
Uveitis adalah peradangan pada uvea.
Uvea (disebut juga saluran uvea) terdiri dari 3 struktur:
1. Iris : cincin berwarna yang melingkari pupil yang berwarna hitam
2. Badan silier : otot-otot yang membuat lensa menjadi lebih tebal sehingga mata
bisa fokus pada objek dekat dan lensa menjadi lebih tipis sehingga mata bisa fokus
pada objek jauh
3. Koroid : lapisan mata bagian dalam yang membentang dari ujung otot silier ke
saraf optikus di bagian belakang mata.

Sebagian atau seluruh uvea bisa mengalami peradangan.


Peradangan yang terbatas pada iris disebut iritis, jika terbatas pada koroid disebut
koroiditis.
PENYEBAB
Penyebab uveitis:

Spondilitis ankilosis

Sindroma Reiter

Artritis rematoid juvenil

Pars planitis

Toksoplasmosis

Infeksi sitomegalovirus

Nekrosis retinal akut

Toksokariasis

Histoplasmosis

Tuberkulosis

Sifilis

Sindroma Behcet

Oftalmia simpatetik

Sindroma Vogt-Konayagi-Harada

Sarkoidosis

Sarkoma atau limfoma.


Apapun penyebabnya, uveitis bisa dengan segera menyebabkn kerusakan mata dan
menimbulkan komplikasi jangka panjang seperti glaukoma, katarak dan ablasio retina.
GEJALA
Gejala awal pada uveitis mungkin tidak terlalu berat.
Penglihatan menjadi kabur atau penderita melihat bintik-bintik hitam yang melayanglayang.
Pada iritis biasanya timbul nyeri hebat, kemerahan pada sklera (bagian putih mata) dan
fotofobia (peka terhadap cahaya).
DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan mata.
Pada ujung iris tampak penojolan pembuluh darah, perubahan yang ringan pada kornea
serta kekeruhan pada cairan yang mengisi mata (humor vitreus).
PENGOBATAN
Pengobatan harus segera diberikan untuk mencegah kerusakan menetap.
Hampir selalu diberikan corticosteroid dan obat untuk melebarkan pupil.
Obat lainnya diberikan untuk mengatasi penyebabnya (misalnya anti-infeksi diberikan
untuk membasmi bakteri atau parasit).

Created with the Freeware Edition of HelpNDoc: Easily create HTML Help documents

Melanoma Koroid
Melanoma Koroid
DEFINISI
Melanoma Koroid adalah tumor pada lapisan koroid mata.
Melanoma maligna pada koroid merupakan kanker mata yang paling sering ditemukan.
PENYEBAB
Melanoma merupakan jenis kanker yang sangat agresif dan bisa cepat menyebar.
Melanoma bisa disebabkan oleh pemaparan sinar matahari yang berlebihan.
Yang paling sering terkena adalah orang-orang yang berkulit terang dan bermata biru.
Mata bisa merupakan organ tumor yang utama atau mungkin juga kanker berasal dari
organ tubuh lainnya.
GEJALA
Pada stadium awal, melanoma biasanya tidak menyebabkan gangguan penglihatan,
tetapi pada akhirnya tumor bisa menyebabkan ablasio retina dan gangguan
penglihatan.
Gejala lainnya yang mungkin terjadi adalah:
- mata merah dan nyeri
- luka kecil pada iris atau konjungtiva
- perubahan warna iris
- gangguan penglihatan pada salah satu mata
- mata menonjol.
Atau mungkin juga tidak ada gejala sama sekali.
DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala atau hasil pemeriksaan mata dengan
menggunakan oftalmoskop.
Pemeriksaan lainnya yang biasa dilakukan:
- USG mata
- CT scan tulang tengkorak
- MRI kepala.
PENGOBATAN
Jika berukuran kecil, tumor bisa diatasi dengan laser atau terapi penyinaran.
Jika tumor berukuran besar, mata harus diangkat. Jika mata tidak diangkat, tumor bisa
menyebar ke rongga mata (orbita) dan ke organ lainnya (melalui pembuluh darah),
menyebabkan kematian.
Jika tumor telah menyebar, dilakukan kemoterapi.
PENCEGAHAN

Untuk mengurangi pemaparan sinar matahari, hendaknya gunakan kaca mata hitam
jika berada di luar rumah/ruangan.

Created with the Freeware Edition of HelpNDoc: Free Web Help generator

Mata & Penglihatan


Mata & Penglihatan
DEFINISI
Struktur dan fungsi mata sangat rumit dan mengagumkan.
Secara konstan mata menyesuaikan jumlah cahaya yang masuk, memusatkan
perhatian pada objek yang dekat dan jauh serta menghasilkan gambaran yang kontinu
yang dengan segera dihantarkan ke otak.
STRUKTUR & FUNGSI
Mata memiliki struktur sebagai berikut:

Sklera (bagian putih mata) : merupakan lapisan luar mata yang berwarna putih
dan relatif kuat.

Konjungtiva : selaput tipis yang melapisi bagian dalam kelopak mata dan bagian
luar sklera.

Kornea : struktur transparan yang menyerupai kubah, merupakan pembungkus


dari iris, pupil dan bilik anterior serta membantu memfokuskan cahaya.

Pupil : daerah hitam di tengah-tengah iris.

Iris : jaringan berwarna yang berbentuk cincin, menggantung di belakang kornea


dan di depan lensa; berfungsi mengatur jumlah cahaya yang masuk ke mata dengan
cara merubah ukuran pupil.

Lensa : struktur cembung ganda yang tergantung diantara humor aqueus dan
vitreus; berfungsi membantu memfokuskan cahaya ke retina.

Retina : lapisan jaringan peka cahaya yang terletak di bagian belakang bola
mata; berfungsi mengirimkan pesan visuil melalui saraf optikus ke otak.

Saraf optikus : kumpulan jutaan serat saraf yang membawa pesan visuil dari
retina ke otak.

Humor aqueus : cairan jernih dan encer yang mengalir diantara lensa dan kornea
(mengisi segmen anterior mata), serta merupakan sumber makanan bagi lensa dan
kornea; dihasilkan oleh prosesus siliaris.

Humor vitreus : gel transparan yang terdapat di belakang lensa dan di depan
retina (mengisi segmen posterior mata).
Cahaya yang masuk melalui kornea diteruskan ke pupil.
Iris mengatur jumlah cahaya yang masuk dengan cara membuka dan menutup, seperti
halnya celah pada lensa kamera. Jika lingkungan di sekitar gelap, maka cahaya yang
masuk akan lebih banyak; jika lingkungan di sekitar terang, maka cahaya yang masuk
menjadi lebih sedikit.
Ukuran pupil dikontrol oleh otot sfingter pupil, yang membuka dan menutup iris.
Lensa terdapat di belakang iris.
Dengan merubah bentuknya, lensa memfokuskan cahaya ke retina. Jika mata
memfokuskan pada objek yang dekat, maka otot silier akan berkontraksi, sehingga

lensa menjadi lebih tebal dan lebih kuat. Jika mata memfokuskan pada objek yang
jauh, maka otot silier akan mengendur dan lensa menjadi lebih tipis dan lebih lemah.
Sejalan dengan pertambahan usia, lensa menjadi kurang lentur, kemampuannya untuk
menebal menjadi berkurang sehingga kemampuannya untuk memfokuskan objek yang
dekat juga berkurang. Keadaan ini disebut presbiopia.
Retina mengandung saraf-saraf cahaya dan pembuluh darah.
Bagian retina yang paling sensitif adalah makula, yang memiliki ratusan ujung saraf.
Banyaknya ujung saraf ini menyebabkan gambaran visuil yang tajam. Retina mengubah
gambaran tersebut menjadi gelombang listrik yang oleh saraf optikus dibawa ke otak.
Saraf optikus menghubungkan retina dengan cara membelah jalurnya. Sebagian serat
saraf menyilang ke sisi yang berlawanan pada kiasma optikus (suatu daerah yang
berada tepat di bawah otak bagian depan).
Kemudian sebelum sampai ke otak bagian belakang, berkas saraf tersebut akan
bergabung kembali.
Bola mata terbagi menjadi 2 bagian, masing-masing terisi oleh cairan:

Segmen anterior : mulai dari kornea sampai lensa.

Segmen posterior : mulai dari tepi lensa bagian belakang sampai ke retina.
Segmen anterior berisi humor aqueus yang merupakan sumber energi bagi struktur
mata di dalamnya. Segmen posterior berisi humor vitreus.
Cairan tersebut membantu menjaga bentuk bola mata.
Segmen anterior sendiri terbagi menjadi 2 bagian:

Bilik anterior : mulai dari kornea sampai iris

Bilik posterior : mulai dari iris sampai lensa.


Dalam keadaan normal, humor aqueus dihasilkan di bilik posterior, lalu melewati pupil
masuk ke bilik anterior kemudian keluar dari bola mata melalui saluran yang terletak
ujung iris.

OTOT, SARAF & PEMBULUH DARAH


Beberapa otot bekerja sama menggerakkan mata. Setiap otot dirangsang oleh saraf
kranial tertentu.
Tulang orbita yang melindungi mata juga mengandung berbagai saraf lainnya.


Saraf optikus membawa gelombang saraf yang dihasilkan di dalam retina ke otak

Saraf lakrimalis merangsang pembentukan air mata oleh kelenjar air mata

Saraf lainnya menghantarkan sensasi ke bagian mata yang lain dan merangsang
otot pada tulang orbita.
Arteri oftalmika dan arteri retinalis menyalurkan darah ke mata kiri dan mata kanan,
sedangkan darah dari mata dibawa oleh vena oftalmika dan vena retinalis.
Pembuluh darah ini masuk dan keluar melalui mata bagian belakang.

STRUKTUR PELINDUNG
Struktur di sekitar mata melindungi dan memungkinkan mata bergerak secara bebas
ke segala arah.
Struktur tersebut melindungi mata terhadap debu, angin, bakteri, virus, jamur dan
bahan-bahan berbahaya lainnya, tetapi juga memungkinkan mata tetap terbuka
sehingga cahaya masih bisa masuk.

Orbita adalah rongga bertulang yang mengandung bola mata, otot-otot, saraf,
pembuluh darah, lemak dan struktur yang menghasilkan dan mengalirkan air mata.

Kelopak mata merupakan lipatan kulit tipis yang melindungi mata. Kelopak mata
secara refleks segera menutup untuk melindungi mata dari benda asing, angin, debu
dan cahaya yang sangat terang.
Ketika berkedip, kelopak mata membantu menyebarkan cairan ke seluruh permukaan
mata dan ketika tertutup, kelopak mata mempertahankan kelembaban permukaan
mata. Tanpa kelembaban tersebut, kornea bisa menjadi kering, terluka dan tidak
tembus cahaya.
Bagian dalam kelopak mata adalah selaput tipis (konjungtiva) yang juga membungkus
permukaan mata.

Bulu mata merupakan rambut pendek yang tumbuh di ujung kelopak mata dan
berfungsi membantu melindungi mata dengan bertindak sebagai barrier (penghalang).
Kelenjar kecil di ujung kelopak mata menghasilkan bahan berminyak yang mencegah
penguapan air mata.

Kelenjar lakrimalis terletak di puncak tepi luar dari mata kiri dan kanan dan
menghasilkan air mata yang encer.
Air mata mengalir dari mata ke dalam hidung melalui 2 duktus lakrimalis; setiap duktus
memiliki lubang di ujung kelopak mata atas dan bawah, di dekat hidung.
Air mata berfungsi menjaga kelembaban dan kesehatan mata, juga menjerat dan
membuang partikel-partikel kecil yang masuk ke mata. Selain itu, air mata kaya akan
antibodi yang membantu mencegah terjadinya infeksi.
KEBUTAAN
Cedera dan penyakit pada mata bisa mempengaruhi penglihatan.
Kejernihan penglihatan disebut ketajaman visuil, yang berkisar dari penglihatan penuh
sampai ke tanpa penglihatan.
Jika ketajaman menurun, maka penglihatan menjadi kabur.

Ketajaman penglihatan biasanya diukur dengan skala yang membandingkan


penglihatan seseorang pada jarak 20 kaki dengan seseorang yang memiliki ketajaman
penuh.
Visuil 20/20 artinya seseorang melihat benda pada jarak 20 kaki dengan ketajaman
penuh; sedangkan visuil 20/200 artinya seseorang melihat benda pada jarak 20 kaki,
yang oleh orang dengan ketajaman penuh benda tersebut terlihat pada jarak 200 kaki.
Secara teoritis, kebutaan terjadi jika ketajaman penglihatan lebih buruk dari 20/200
meskipun telah dibantu dengan kaca mata maupun lensa kontak.
Penyebab kebutaan
Kebutaan bisa terjadi karena berbagai alasan:
- cahaya tidak dapat mencapai retina
- cahaya tidak terfokus sebagaimana mestinya pada retina
- retina tidak dapat merasakan cahaya secara normal
- kelainan penghantaran gelombang saraf dari retina ke otak
- otak tidak dapat menterjemahkan informasi yang dikirim oleh mata.
Beberapa penyakit yang bisa menyebabkan kebutaan:

Katarak

Kelainan refraksi

Ablasio retina

Retinitis pigmentosa

Diabetes

Degenerasi makuler

Sklerosis multipel

Tumor kelenjar hipofisa

Glaukoma

Kelainan pada daerah otak yang mengolah gelombang visuil akibat stroke, tumor
atau penyakit lainnya.

Created with the Freeware Edition of HelpNDoc: Single source CHM, PDF, DOC and HTML Help creation

Cedera Bola Mata


Cedera Bola Mata
DEFINISI
Kebanyakan luka (pencabikan) di sekitar mata lebih mengenai kelopak mata
dibandingkan bola mata. Luka yang mengenai bola mata, kebanyakan dangkal dan
kecil. Meskipun begitu, beberapa luka yang melewati putih mata (sklera) atau kubah
transparan pada permukaan mata (kornea), menembus interior mata. Beberapa luka
dianggap bola mata yang pecah (globe). Globe bisa juga pecah oleh pukulan keras.
Beberapa pencabikan bisa benar-benar merusak struktur yang diperlukan untuk
penglihatan. Mereka juga cenderung mengalami infeksi di dalam mata
(endophthalmitis).
GEJALA

Kebanyakan orang dengan globe pecah hampir tidak bisa melihat. Mata seringkali
benar-benar menyimpang dan pupil kemungkinan tajam seperti tetesan air mata.
Kadangkala
cairan
keluar
dari
mata.
DIAGNOSA
Evaluasi dengan segera oleh seorang ahli mata (dokter medis yang spesialisasinya pada
gangguan
mata)
diperlukan.
Operasi perbaikan seringkali diperlukan, kecuali untuk beberapa luka yang hanya
mempengaruhi selaput lendir tipis yang melindungi kornea (conjunctiva). Bahkan
sebelum operasi, antibiotik diberikan untuk mengurangi kemungkinan infeksi di dalam
mata. Infus antibiotik diberikan. Salep harus dihindari. Perisai pelindung (baik produk
komersil atau bagian bawah mangkuk kertas) dibalutkan sepanjang mata untuk
menghindari tekanan yang tidak disengaja yang bisa menekan isi mata melalui
pencabikan. Jika diperlukan, muntah bisa dikendalikan dengan obat-obatan yang
mengobati mual. Tetes mata diberikan untuk membesarkan pupil, yang bisa membantu
mencegah jaringan luka parut yang terbentuk pada bagian berwarna mata (iris) dan
bisa mengurangi luka dan kepekaan terhadap sinar yang seringkali terjadi setelah luka.
Obat-obatan untuk nyeri diberikan secara infus atau, jika operasi perbaikan tidak
diperlukan,
diberikan
melalui
mulut.
PENGOBATAN
Bahkan setelah semua kemungkinan pengobatan medis dan operasi, luka serius bisa
menyebabkan kehilangan penglihatan sebagian atau seluruh. Sangat jarang, setelah
pencabikan bola mata (atau operasi mata), mata yang tidak terluka menjadi meradang
(sympathetic ophtalmia), yang bisa mengakibatkan hilangnya sebagian penglihatan
atau bahkan kebutaan jika dibiarkan tidak diobati. Seringkali, kortikosteroid tetes, pil,
dan suntikan bisa mencegah reaksi ini dengan efektif. Dokter seringkali mengangkat
mata rusak yang tidak dapat diubah untuk mencegah sympathetic ophthalmia.

Created with the Freeware Edition of HelpNDoc: Easily create HTML Help documents

Iritis Trauma dan Iritis Kimia


Iritis Trauma dan Iritis Kimia
DEFINISI
Iritis (juga dikenal sebagai iridocyclitis atau uveitis) adalah peradangan pada lapisan
dalam
mata
berpigmen
(uvea),
iris,
atau
keduanya.
Iritis bisa terjadi setelah trauma benda tumpul pada mata atau terbakar bahan kimia,
biasanya dalam 3 hari. Meskipun begitu, iritis bisa juga terjadi tanpa luka.
Gejala bisa termasuk sobekan, mata merah, dan sakit sekali pada mata. Biasanya
orang mengalami beberapa penglihatan buram atau rasa sakit ketika terkena sinar
yang
terang
(photophobia).
DIAGNOSA

Dokter mendasari diagnosa pada riwayat orang tersebut, gejala-gejala, dan hasil
pemeriksaan
lampu
slit.
PENGOBATAN
Iritis diobati dengan meneteskan ke dalam mata obat yang memperbesar pupil. Obat
tersebut menenangkan otot pada bagian berwarna mata (iris), yang kejang terasa sakit
sekali. Obat-obatan ini disebut cycloplegics dan termasuk cyclopentolate dan
homatropine. Kortikosteroid tetes mata biasanya cukup untuk menghilangkan rasa
sakit, tetapi bila diperlukan, orang tersebut bisa juga menggunakan acetaminophen.

Created with the Freeware Edition of HelpNDoc: Easily create HTML Help documents

Gangguan Rongga Mata

Created with the Freeware Edition of HelpNDoc: Free HTML Help documentation generator

Patah Tulang Orbita


Patah Tulang Orbita
DEFINISI
Cedera wajah bisa menyebabkan patah (fraktur) pada tulang-tulang yang membentuk
orbita (rongga mata).
Ada beberapa patah tulang wajah yang bisa menyebabkan gangguan penglihatan.
PENYEBAB
Mata dilindungi oleh rongga bertulang yang berbentuk seperti buah pir.
Lantai orbita sangat rendan terhadap sejenis fraktur yang disebut fraktur blow-out.
Dorongan dari suatu benda tumpul yang berukuran lebih besar dari lobang orbita bisa
menyebabkan fraktur blow-out.
Fraktur ini biasanya disebabkan oleh bola, tinjuan atau dasbor (pada kecelakaan lalu
lintas) yang mengenai mata.
GEJALA
Darah yang terkumpul setelah terjadinya fraktur dapat menyebabkan penekanan pada
mata atau saraf dan pembuluh darah mata.
Fraktur juga bisa mempengaruhi fungsi otot-otot yang menggerakkan mata, sehingga
terjadi penglihatan ganda (diplopia) atau menghalangi pergerakan mata ke kanan, kiri,
atas maupun bawah.
Kadang pecahan tulang menekan atau memotong suatu saraf, pembuluh darah ataupun
otot sehingga menyebabkan gangguan penglihatan dan gangguan pergerakan mata.
Gejala lainnya adalah:
- memar di sekitar mata
- proptosis (bola mata menonjol keluar)
- mati rasa di daerah pipi atau geraham atas.
DIAGNOSA
Dilakukan pemeriksaan mata lengkap untuk mengetahui adanya kerusakan pada mata.
Pemeriksaan ini meliputi penilaian otot mata.
CT scan dilakukan untuk menilai luasnya fraktur.
PENGOBATAN
Jika fraktur menjepit saraf atau otot, atau mendorong bola mata ke belakang,
dilakukan perbaikan tulang wajah melalui pembedahan.
Jika fraktur tidak menimbulkan kerusakan pada struktur yang vital, dilakukan

pemasangan tulang kembali pada tempatnya dengan bantuan lempengan logam kecil
dan sekrup atau kawat.

Created with the Freeware Edition of HelpNDoc: Free HTML Help documentation generator

Selulitis Orbitalis
Selulitis Orbitalis
DEFINISI
Selulitis Orbitalis adalah suatu infeksi pada jaringan di sekitar bola mata.
PENYEBAB
Penyebabnya adalah infeksi bakteri.
Infeksi bisa berasal dari sinus, gigi atau aliran darah, atau bisa terjadi setelah suatu
cedera mata.
Pada anak-anak, selulitis orbitalis biasanya berasal dari infeksi sinus yang disebabkan
oleh Hemophilus influenzae.
Bakteri lainnya yang bisa menyebabkan selulitis orbitalis adalah Staphylococcus aureus,
Streptococcus pneumoniae dan streptokokus beta hemolitikus.
GEJALA
Gejalanya berupa:
- nyeri hebat
- mata menonjol
- pergerakan mata terbatas
- kelopak mata membengkak, tampak mengkilat dan berwarna merah atau ungu
- demam
- bola mata membengkak dan tampak berkabut.
Jika tidak diobati secara adekuat, selulitis orbitalis bisa menyebabkan kebutaan, infeksi
otak dan medulla spinalis serta adanya bekuan darah di otak.
DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik.
Untuk menentukan penyebabnya bisa dilakukan rontgen gigi dan mulut atau CT scan
sinus.
Contoh jaringan dari selaput mata, kulit, darah, tenggorokan atau sinus bisa dibiakkan
di laboratorium untuk menentukan bakteri penyebab infeksi.
PENGOBATAN
Untuk kasus yang ringan diberikan antibiotik per-oral (melalui mulut); untuk kasus
yang berat antibiotik diberikan secara intravena (melalui pembuluh darah).
Kadang perlu dilakukan pembedahan untuk membuang nanah atau mengeringkan sinus
yang terinfeksi.
PENCEGAHAN

Diagnosis dan pengobatan dini untuk infeksi gigi, sinus dan infeksi lainnya bisa
mencegah penyebaran infeksi ke mata.

Created with the Freeware Edition of HelpNDoc: Easy to use tool to create HTML Help files and Help web
sites

Trombosis Sinus Kavernosus


Trombosis Sinus Kavernosus
DEFINISI
Trombosis Sinus Kavernosis adalah penyumbatan vena besar di dasar otak (sinus
kavernosus).
Trombosis sinus kavernosus sangat jarang terjadi.
30% penderitanya meninggal dan yang bertahan hidup mengalami cacat mental atau
cacat saraf yang serius meskipun telah menjalani pengobatan.
PENYEBAB
Penyumbatan ini biasanya disebabkan oleh penyebaran infeksi bakteri dari sinus atau di
sekitar hidung.
Infeksi menyebar dari sinus atau kulit di sekitar hidung ke otak secara langsung
maupun melalui vena.
GEJALA
Gejalanya berupa:
- penonjolan bola mata
- sakit kepala hebat
- koma
- kejang
- kelainan sistem saraf lainnya
- demam tinggi.
DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik.
Untuk menentukan bakteri penyebab infeksi dilakukan pemeriksaan terhadap darah dan
contoh cairan, lendir maupun nanah dari tenggorokan dan hidung.
Biasanya juga dilakukan CT scan sinus, mata danotak.
PENGOBATAN
Segera diberikan antibiotik dosis tinggi secara intravena (melalui pembuluh darah).
Jika dalam waktu 24 jam keadaan penderita tidak membaik, dilakukan pembedahan
untuk mengeringkan sinus (drainase).

Created with the Freeware Edition of HelpNDoc: Easily create Web Help sites

Eksoftalmos (Penonjolan Bola Mata Abnormal)

Eksoftalmos (Penonjolan Bola Mata Abnormal)


DEFINISI
Eksoftalmos adalah penonjolan abnormal pada salah satu atau kedua bola mata.
PENYEBAB
Eksoftalmos bisa disebabkan oleh:

Penyakit tiroid, terutama penyakit Grave (jaringan di dalam rongga mata


membengkak dan terdapat endapan yang mendorong mata ke depan)

Perdarahan di belakang mata

Peradangan di dalam rongga mata

Tumor jinak maupun ganas di dalam rongga mata dan di belakang bola mata

Pseudotumor

Trombosis sinus kavernosus

Malformasi arteriovenosa.
GEJALA
Salah satu atau kedua bola mata tampak menonjol.
DIAGNOSA
Setiap mata yang menonjol tidak selalu berarti eksoftalmos.
Beratnya penonjolan mata bisa diukur dengan penggaris biasa atau dengan alat yang
disebut oftalmometer.
Pemeriksaan lainnya yang dilakukan adalah CT scan dan tes fungsi tiroid.
PENGOBATAN
Pengobatan tergantung kepada penyebabnya.
Jika terdapat kelainan antara arteri dan vena maka dilakukan pembedahan.
Jika penyebabnya adalah hipertiroidisme (terlalu banyak hormon tiroid) maka dilakukan
pengobatan terhadap hipertiroidisme.
Untuk menghilangkan penekanan terhadap saraf optikus diberikan corticosteroid peroral (melalui mulut), terapi penyinaran lokal atau pembedahan.
Jika kelopak mata tidak dapat menutupi bola mata yang menonjol, mungkin perlu
dilakukan pembedahan kelopak mata untuk membantu melindungi kornea terhadap
kekeringan dan infeksi.
Untuk mengatasi pseudotumor dan pembengkakan bisa diberikan corticosteroid.
Jika tumor membahayakan mata karena mendorongnya keluar, maka dilakukan
pembedahan untuk mengangkat tumor.

Created with the Freeware Edition of HelpNDoc: Easy to use tool to create HTML Help files and Help web
sites

Infeksi Rongga Mata (Orbital Cellulitis)


Infeksi Rongga Mata (Orbital Cellulitis)
DEFINISI

Infeksi bisa menyebar dari sinus, gigi, atau aliran darat menuju rongga mata/orbit.
Infeksi pada orbit disebut orbital cellulitis. Infeksi mata bisa terjadi setelah luka. Gejalagejala termasuk rasa sakit, mata menonjol, gerakan mata berkurang, kelopak mata
bengkak, dan demam. Bola mata bengkak, penampilan tidak jelas. Penglihatan
kemungkinan
terhalang.
Tanpa pengobatan yang cukup, orbital cellulitis bisa menyebabkan kebutaan. Infeksi
bisa menyebar menuju otak dan tulang belakang, atau penggumpalan darah bisa
terjadi dan menyebar dari pembuluh sekitar mata untuk meliputi pembuluh besar pada
dasar otak (sinus cavernous) dan menghasilkan cavernous sinus thrombosis.
DIAGNOSA
Dokter biasanya mengenali orbital cellulitis tanpa menggunakan pemeriksaan diagnosa.
Meskipun begitu, memastikan penyebabnya bisa membutuhkan pemeriksaan lebih
lanjut, termasuk pemeriksaan pada gigi dan mulut dan sinar-X atau computed
tomography (CT) pada sinus. Seringkali, dokter memperoleh contoh dari lapisan pada
mata dan dari kulit, tenggorokan, atau sinus sebagai contoh darah dan mengirimkan ke
laboratorium untuk di tes. Contoh dikultur (untuk mengembangkan organisme) untuk
memastikan infeksi apa yang berkembang menuju orbital cellulitis terletak, jenis
organisme apa yang menyebabkan infeksi, dan pengobatan apa yang harus digunakan.
PENGOBATAN
Antibiotik diberikan sebelum hasil tes laboratorium diketahui. Antibiotik oral diberikan
untuk kasus ringan, infus antibiotik diberikan untuk kasus yang berat. Antibiotik
pertama kali yang digunakan kemungkinan diganti jika hasil kultur menduga obat lain
lebih efektif. Kadangkala operasi diperlukan untuk mengeringkan penumpukan nanah
(abscess) atau sinus yang terinfeksi.

Created with the Freeware Edition of HelpNDoc: Create HTML Help, DOC, PDF and print manuals from 1
single source

Pembengkakan Rongga Mata


Pembengkakan Rongga Mata
DEFINISI
Setiap atau seluruh bagian di dalam orbit bisa menjadi meradang. Peradangan tersebut
bisa menjadi bagian pada proses penyakit lainnya, seperti Wegeners granulomatosis,
dimana peradangan mempengaruhi pembuluh darah (disebut vasculitis) terjadi, atau
peradangan bisa terjadi untuk penyebab yang tidak nyata. Peradangan mempengaruhi
lapisan putih (sclera) pada mata disebut scleritis. Peradangan mempengaruhi kelenjar
lacrimal, terletak pada tepi sebelah luar bagian atas orbit, disebut inflammatory
dacryoadenitis. Jika peradangan mempengaruhi salah satu otot yang menggerakkan
mata, disebut myositis. Peradangan mempengaruhi seluruh orbit dan isinya disebut
inflammatory orbital pseudotumor (yang bukan benar-benar tumor dan bukan sebuah
kanker)
atau
peradangan
orbital
nonspecific.
GEJALA

Gejala-gejala bervariasi tergantung pada bagian mana yang benar-benar meradang.


Pada umumnya, gejala-gejala dimulai agak tiba-tiba, biasanya lebih dari beberapa hari.
Nyeri dan kemerahan pada bola mata atau kelopak mata terjadi. Nyeri bisa berat dan
membuat tidak berdaya setiap waktu. Seorang dokter bisa mengambil contoh dari
daerah yang meradang untuk diteliti di bawah mikroskop (biopsi) untuk memastikan
penyebab
tersebut.
PENGOBATAN
Peradangan biasanya diobati dengan obat kortikosteroid, yang bisa diberikan melalui
mulut. Kortikosteroid bisa diberikan secara infus jika peradangan berat.

Created with the Freeware Edition of HelpNDoc: Free Web Help generator

Gangguan Saraf Optik

Created with the Freeware Edition of HelpNDoc: Full featured multi-format Help generator

Kelainan Saraf Optikus


Kelainan Saraf Optikus
DEFINISI
Saraf-saraf kecil pada retina merasakan sinar dan mengrimkan gelombang saraf
kepada saraf optikus, yang akan membawa gelombang saraf tersebut ke otak.
Kelainan di sepanjang saraf optikus dan percabangannya, maupun kerusakan pada otak
bagian belakang (yang mengolah rangsangan visuil) bisa menyebabkan gangguan
penglihatan.
Saraf optikus memiliki rute yang tidak biasa, yaitu setiap saraf membelah dan sebagian
menyilang pada kiasma optikum ke sisi yang berlawanan.
Dengan susunan anatomi tersebut, maka kerusakan di sepanjang jalur saraf optikus
menyebabkan pola gangguan penglihatan yang khas:
Jika kerusakan saraf optikus terjadi diantara bola mata kiri dan kiasma optikum
maka kebutaan terjadi pada mata kiri.
Jika kerusakan terletak di belakang jalur saraf optikus, maka gangguan penglihatan
hanya terjadi pada setengah lapang pandang pada kedua mata. Keadaan ini
disebut hemianopsia.
Jika kerusakan terjadi pada kiasma optikum, maka kedua mata mengalami
penurunan fungsi penglihatan tepi.
Jika kerusakan jalur saraf optikus terjadi pada sisi otak yang berlawanan (akibat
stroke, perdarahan atau tumor), maka kedua mata akan kehilangan separuh
lapang pandangnya pada sisi yang sama.

PAPILEDEMA
Papiledema adalah suatu keadaan dimana terjadi pembengkakan saraf optikus pada
tempat masuknya ke mata akibat peningkatan tekanan di sekitar otak.
Papiledema hampir selalu menyerang kedua mata dan biasanya disebabkan oleh:

Tumor atau abses otak

Cedera kepala

Perdarahan otak

Infeksi selaput otak (meningitis)

Pseudotumor otak

Trombosis sinus kavernosus

Tekanan darah tinggi yang berat

Penyakit paru-paru yang berat.


Pada awalnya, papiledema menyebabkan sakit kepala tanpa disertai gangguan

penglihatan.
Pengobatan tergantung kepada penyebab meningkatnya tekanan di dalam otak.
Untuk mengurangi tekanan bisa diberikan obat-obatan atau dilakukan pembedahan.
Jika tidak segera diatasi, maka bisa terjadi kerusakan saraf optikus dan otak yang
sifatnya permanen.
PAPILITIS
Papilitis (Neuritis Optikus) adalah peradangan pada ujung saraf optik yang masuk ke
dalam mata.
Palpitis bisa terjadi akibat berbagai keadaan, meskipun penyebabnya yang pasti tidak
dapat ditentukan.
Pada penderita yang berusia diatas 60 tahun, kemungkinan penyebabnya adalah
arteritis temporalis.
Papilitis juga bisa terjadi karena virus dan penyakit kekebalan.
Papilitis biasanya hanya menyerang satu mata, tetapi tidak tertutup kemungkinan
kedua mata akan terkena.
Gejalanya berupa penurunan fungsi penglihatan, yang bervariasi mulai dari bintik buta
yang kecil sampai kebutaan total yang terjadi dalam waktu 1-2 hari.
Penderita bisa merasakan nyeri atau tidak sama sekali.
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan berikut:
- pemeriksaan lapang pandang
- pemeriksaan olftalmoskop
- pemeriksaan respon refleks pupil
- CT scan atau MRI mata.
Pengobatan tergantung kepada penyebabnya.
Kortikosteroid sering diberikan sebagai pengobatan awal.
NEURITIS RETROBULBER
Neuritis Retrobulber adalah peradangan pada bagian dari saraf optikus yang terletak
tepat di belakang mata.
Biasanya kelainan ini hanya menyerang satu mata.
Penyebab tersering adalah sklerosis multipel.
Kadang penyebabnya tidak diketahui.
Dengan segera akan terjadi penurunan fungsi penglihatan dan jika mata digerakkan
akan timbul nyeri.
Sekitar 50% kasus menunjukkan perbaikan dalam waktu 2-8 minggu meskipun tanpa
pengobatan.
Penglihatan kabur di pusat lapang pandang kadang menetap dan sering terjadi
kekambuhan, terutama jika penyebabnya adalah sklerosis multipel.
Setiap kekambuhan akan memperburuk fungsi penglihatan.

Saraf optikus bisa mengalami kerusakan permanan dan kadang serangan berulang
menyebabkan kebutaan total.
Pengobatan tergantung kepada penyebabnya dan biasanya diberikan kortikosteroid.
AMBLIOPIA TOKSIKA
Ambliopia Toksika adalah suatu keadaan yang menyerupai neuritis retrobulber, tetapi
biasanya menyerang kedua mata.
Penyebab terjadinya penyakit ini adalah malnutrisi.
Penyebab lainnya adalah bahan-bahan kimia, seperti yang terkandung dalam rokok,
timah hitam, metanol, kloramfenikol, digitalis, etambutol dan lain-lain.
Para peminum alkohol memiliki resiko menderita ambliopis toksika.
Terjadi penurunan fungsi penglihatan pada daerah yang kecil di pusat lapang pandang,
yang secara perlahan meluas dan bisa berkembang menjadi kebutaan total.
Penderita sebaiknya menghindari tembakau, alkohol atau bahan kimia penyebabnya.
Jika penderita adalah seorang alkoholik, sebaiknya menjalani diet yang seimbang dan
mengkonsumsi vitamin B kompleks.
Untuk membuang timah hitam dari dalam tubuh penderita bisa digunakan obat
chelating.
Penyebab Palpitis & Neuritis Retrobulber
1. Sklerosis multipel
2. Penyakit virus
3. Arteritis temporalis dan peradangan arteri lainnya
4. Keracunan bahan kimia (misalnya timah hitam, metanol)
5. Tumor yang telah menyebar ke saraf optikus
6. Reaksi alergi terhadap sengatan lebah
7. Meningitis
8. Sifilis
9. Uveitis
10. Arteriosklerosis.

Created with the Freeware Edition of HelpNDoc: Free help authoring environment

Gangguan Saraf Optik


Gangguan Saraf Optik
DEFINISI
Photoreceptor kecil pada retina (permukaan bagian dalam di belakang mata)
merasakan cahaya dan mengirimkan sinyal kepada saraf mata. Saraf mata membawa
sinyal menuju otak. Masalah dimanapun sepanjang saraf mata atau kerusakan pada
daerah di belakang otak yang merasakan informasi penglihatan bisa menghasilkan
kehilangan pada penglihatan. Penyebab umum kerusakan saraf mata adalah tumor
pada
kelenjar
pituitary
yang
menekan
pada
saraf
tersebut.
Kedua saraf mata membawa sinyal dari mata menuju bagian belakang otak. Pada

struktur di otak disebut optic chiasm, setiap saraf membelah, dan separuhnya serat
yang melintang di atas sisi lainnya. Karena susunan anatomi ini, kerusakan sepanjang
saluran saraf mata menyebabkan pola khusus pada kehilangan penglihatan. Dengan
memahami pola pada penglihatan yang hilang, seorang dokter bisa seringkali
memastikan
saluran
mana
yang
bermasalah.
Penelusuran Alur Visual
Sinyal saraf berjalan sepanjang saraf mata dari tiap-tiap mata. Kedua saraf
mata bertemu pada chiasm mata. Disana, saraf mata dari setiap mata
membelah, dan separuh serat saraf dari masing-masing sisi melintang ke sisi
lainnya. Karena susunan ini, otak menerima informasi melalui kedua saraf
mata untuk bidang penglihatan sebelah kiri dan untuk bidang penglihatan
sebelah kanan.

Beberapa

pola

pada

kehilangan

penglihatan.

Tergantung di daerah mana kerusakan jalur penglihatan terjadi, jenis kehilangan


penglihatan
bervariasi.
Misalnya, jika saraf mata rusak dimanapun di antara bola mata dan chiasm mata, orang
tersebut bisa menjadi buta hanya karena mata tersebut. Jika chiasm mata rusak, kedua
mata kehilangan penglihatan-mata sebelah kanan kehilangan penglihatan pada bagian
sebelah kanan pada bidang penglihatan itu, dan mata sebelah kiri kehilangan
penglihtan
di
bagian
sebelah
kiri
pada
bidang
penglihatan.
Pada hemianopia, kerusakan lebih jauh pada jalur syaraf optik (yang sering diakibatkan
oleh stroke atau penyakit tumor) masih menghasilkan pola lain pada kehilangan
penglihatan. Separuh bidang visual di kedua mata terkena. Misalnya, dengan kerusakan
di sebelah kiri bagian otak, kedua mata kehilangan setengah bagian kanan bidang
visual mereka.

Created with the Freeware Edition of HelpNDoc: Free Web Help generator

Optic Neuritis
Optic Neuritis
DEFINISI
Optic neuritis adalah peradangan pada saraf optik dimanapun sepanjang lintasannya.
PENYEBAB
Optic neuritis kemungkinan disebabkan oleh infeksi virus (khususnya pada anak),
vaksinasi, meningitis, sifilis, penyakit autoimmun tertentu seperti multiple sclerosis, dan
peradangan intraocular (uveitis). Meskipun begitu, penyebab optic neuritis seringkali
tidak
diketahui.

GEJALA
Optic neuritis menyebabkan kehilangan penglihatan, yang kemungkinan ringan atau
berat dan bisa terjadi pada salah satu atau kedua mata. Kehilangan penglihatan bisa
terjadi lebih dari sehari. Penglihatan pada mata yang berkaitan atau mata bisa berkisar
dari hampir normal sampai benar-benar buta. Kemungkinan terasa sakit dengan
gerakan mata. Tergantung pada penyebabnya, penglihatan bisa sembuh hanya
kemudian memburuk pada peristiwa berulang pada penglihatan yang buruk.
DIAGNOSA
Diagnosa meliputi penelitian pada reaksi pupil dan penelitian bagian belakang mata
dengan ophthalmoscope, piringan optik (kepala saraf optik pada bagian belakang mata)
bisa tampak membengkak. Tes penglihatan peripheral bisa memperlihatkan kehilangan
penglihatan pada keliling bagian visual (samping). Magnetic resonance imaging (MRI)
bisa menunjukkan bukti multiple sceloris atau, jarang, tumor menekan saraf optik.
PENGOBATAN
Kebanyakan kasus optic neuritis akan membaik dalam beberapa bulan tanpa
pengobatan. Meskipun begitu, pada beberapa hal, pengobatan dengan infus
kortikosteroid dan obat-obatan lain bisa mempercepat penyembuhan dan mengurangi
kemungkinan kambuh. Jika sebuah tumor menekan saraf optic, penglihatan biasanya
membaik begitu tekanan yang disebabkan oleh tumor telah dihilangkan.

Created with the Freeware Edition of HelpNDoc: Easy CHM and documentation editor

Pemeriksaan Medis

Created with the Freeware Edition of HelpNDoc: Easily create HTML Help documents

Angiografi Mata
Angiografi Mata
DEFINISI
Tes yang oleh dokter disebut angiografi fluorescein ini, digunakan kamera khusus yang
mengambil foto mata secara berurutan dengan cepat. Pengambilan foto dilakukan
setelah injeksi cairan khusus yang dinamakan fluorescein sodium pada vena di lengan.
Adanya cairan kontras akan memungkinkan dokter melihat gambaran pembuluh darah
di dalam mata.
Mengapa tes angiografi mata dilakukan?
Angiografi mata mungkin dilakukan untuk membantu menemukan problem pada retina,
tumor dan gangguan sirkulasi atau inflamasi.
Apa yang harus Anda ketahui sebelum tes angiografi mata?
1. Anda akan diberitahu tentang tes angiografi mata, termasuk siapa yang akan
melakukan, di mana dilakukannya, dan biasanya berlangsung selama 30 menit.
2. Katakan pada dokter jika Anda menderita glaucoma atau pernah mengalami reaksi
yang buruk terhadap tetes mata pelebar pupil. Selama tes angiografi mata, akan
diberikan tetes mata utnuk melebarkan pupil mata dan cairan kontras akan
diinjeksikan pada lengan Anda. Mata Anda akan difoto dengan kamera khusus
sebelum dan sesudah penginjeksian.
3. Anda akan menandatangani surat yang menunjukkan persetujuan Anda untuk
dilakukan tes angiografi mata. Pastikan untuk membaca surat persetujuan ini hatihati dan tanyakan jika ada bagian yang tidak Anda mengerti.
Apa yang terjadi selama tes angiografi mata?
1. Perawat akan meneteskan tetes mata pada mata Anda. Kemudian Anda duduk
pada kursi pemeriksaan, menghadapa pada kamera. Pakaian yang ketat pada
seputar leher akan dilonggarkan atau dilepas.
2. Anda menempelkan dagu dan dahi Anda pada sebuah alat. Kemudian Anda
membuka mata Anda lebar-lebar dan menatap lurus; sambil menjaga gigi tetap
tertutup dan bernafas dengan normal serta berkedip-kedip.
3. Perawat akan membersihkan lengan atas bagian dalam dengan larutan antiseptic;
kemudian cairan kontras diinjeksikan dengan cepat. Anda harus menjaga posisi
Anda dan menatap lurus ke depan.
4. Anda mungkin akan merasa mual dan panas. Katakan pada dokter jika Anda
merasakan hal tersebutr, terutama jika tetes mata atau cairan kontras membuat
Anda merasa ingin muntah, jika Anda merasa kering pada mulut atau terasa
logam, jika Anda merasa pusing atau pingsan, atau jika Anda mulai merasa gatalgatal.
5. Setelah cairan kontras diinjeksikan, diambil foto sebanyak 25 atau 30 foto yang
berurutan dengan cepat. Setiap foto diambil selama 1 detik setelah foto

sebelumnya.
6. Jarum dan semprit diambil dengan hati-hati. Pada tempat injeksi dipasang kasa
dan perban.
7. Jika foto terakhir sudah selesai diambil, Anda duduk dan rileks selama 20 menit.
Kemudian difoto lagi sebanyak 5 sampai 10 foto.
Apa yang terjadi setelah tes angiografi mata?
1. Kulit dan air kencing Anda akan mengalami sedikit perubahan warna selama sehari
atau dua hari sesudahnya.
2. Penglihatan dekat Anda akan kabur hingga 12 jam. Pada saat itu, Anda harus
menghindari sinar matahari langsung, Anda tidak boleh mengemudi.
Apakah tes angiografi mata berisiko?
1. Cairan kontras yang digunakan dapat menyebabkan mual, muntah, bersin, mati
rasa pada lidah, dan pusing. Rasa ini akan menghilang dengan cepat.
2. Kadang-kadang cairan kontras menyebabkan problem yang parah, seperti kesulitan
bernafas. Dokter akan memberikan suntikan jika timbul komplikasi ini.
Apa yang dimaksud dengan hasil yang normal?
Setelah injeksi cepat, cairan kontras akan mencapai retina dalam waktu 15 detik dan
mengisi pembuluh darah. Setelah mengisi pembuluh darah, cairan kontras akan
disirkulasikan kembali melalui pembuluh darah selama 30 sampai 60 menit setelah
injeksi. Normalnya, tidak ada bocoran cairan kontras dari pembuluh darah retina.
Apa yang dimaksud dengan hasil yang tidak normal?
Tes angiografi mata dapat mendeteksi aneurisma kecil, shunt arteriovenus, dan
pembentukan pembuluh darah baru. Tes angiografi mata ini dapat juga untuk
menemukan penyakit mata yang disebabkan oleh tekanan darah tinggi. Tes angiografi
mata dapat menampakkan tumor dan pembengkakan atau peradangan pada retina.

Created with the Freeware Edition of HelpNDoc: Full featured Documentation generator

Scanning Tomografi Terkomputerisasi Pada Struktur-Struktur di Sekitar


Mata (Orbital)
Scanning Tomografi Terkomputerisasi Pada Struktur-Struktur di Sekitar Mata (Orbital)
DEFINISI
Scanning tomografi terkomputerisasi pada struktur-struktur di sekitar mata
menghasilkan citra 3 dimensi dari struktur-struktur di sekitar mata, khususnya otototot okuler dan saraf-saraf optic. Scanning tomografi terkomputerisasi pada strukturstruktur di sekitar mata membantu dokter untuk mengidentifikasikan abnormalitas lebih
dini dan lebih akurat dari teknik-teknik lainnya, seperti dengan sinar-X.
Scanning tomografi terkomputerisasi pada struktur-struktur di sekitar mata juga
disebut Scanning tomografi terkomputerisasi orbital. Yang dimaksud dengan orbit
adalah struktur tulang yang menyangga bola mata.
Komputer akan menghasilkan citra irirsan yang menggambarkan ukuran dan posisi
struktur di sekitar mata dan hubungan antara yang satu dengan yang lainnya. Pada
kasus-kasus tertentu, cairan khusus yang disebut cairan kontras diberikan di dekat
daerah yang akan diamati untuk memperjelas citra yang dihasilkan.

Mengapa tes Scanning tomografi terkomputerisasi orbital dilakukan?


Scanning tomografi terkomputerisasi orbital dapat dilakukan dengan alasan sebagai
berikut:
1. Untuk meneliti anatomi mata dan struktur-struktur di sekitarnya.
2. Untuk mengevaluasi kelainan-kelainan dari orbit dan mata khususnya perluasan
kerusakan jaringan dan destruksi sel.
3. Untuk mengevaluasi kelainan-kelainan dari orbital dan mata khususnya perluasan
kerusakan jaringan dan destruksi sel.
4. Untuk mengevaluasi fraktur orbit dan struktur-struktur di sampingnya.
5. Untuk menentukan penyebab suatu kondisi yang disebut exophtalmus, yang
merupakan tonjolan abnormal bola mata.
6. Untuk membantu diagnosa kelainan yang berhubungan dengan otak yang
berpengaruh pada fungsi pandangan.
7. Untuk mengevaluasi kondisi-kondisi khusus dimana diduga adanya kelainan
sirkulasi.
Apa yang seharusnya Anda ketahui sebelum tes Scanning tomografi
terkomputerisasi orbital?
Jika tidak digunakan cairan kontras, Anda tidak diminta untuk membatasi makan
dan minum sebelum tes dilakukan, jika cairan kontras digunakan, makanan dan
minuman tidak diberikan selama 4 jam sebelum tes.
1. Seorang perawat atau teknisi akan menjelaskan bagaimana serangkaian sinar-X
akan disinarkan pada mata Anda. Selama tes sebuah scanner akan mengitari
kepala Anda dan membuat suara-suara dan hentakan.
2. Tes Scanning tomografi terkomputerisasi orbital tidak menyebabkan rasa sakit dan
membutuhkan waktu 15-30 menit.
3. Jika digunakan cairan, Anda diingatkan bahwa Anda akan merasa hangat,
kemerah-merahan, dan mengalami sakit kepala yang singkat, rasa asin dan mual
serta ingin muntah setelah cairan disuntikkan. Reaksi-reaksi ini normal setelah
penyuntikkan cairan kontras.
4. Anda diminta untuk menandatangani pernyataan kesediaan sebelum tes dilakukan.
5. Sejarah kesehatan Anda akan diperiksa untuk reaksi reaksi terhadap yodium,
kerang-kerangan atau cairan kontras.
6. Sebelum tes Scanning tomografi terkomputerisasi orbital Anda diminta
menanggalkan perhiasan, jepit rambut, atau benda-benda logam lain pada daerah
yang akan disinari sinar-X untuk mendapatkan citra yang presisi.
Apa yang terjadi selama tes Scanning tomografi terkomputerisasi orbital?
1. Anda ditempatkan di atas meja khusus dengan kepala terikat erat. Selama tes
Anda diminta untuk berbaring setenang mungkin.
2. Kepala meja digerakkan menuju scanner, yang akan mengelilingi kepala Anda dan
menyinarkan sinar-X.
3. Informasi ini disimpan dalam pita magnetic, dan citra ditampilkan pada layar
computer. Dapat dijadikan foto bila dibutuhkan suatu hasil yang permanent.
4. Setelah didapatkan beberapa citra, cairan disuntikkan dan dilakukan scanning
selanjutnya.
Apa yang terjadi setelah tes Scanning tomografi terkomputerisasi orbital?
1. Jika digunakan cairan kontras, akan diamati adanya efek samping dari cairan,
diantaranya sakit kepala, mual dan ingin muntah.
2. Anda dapat melanjutkan kembali pola makan sehari-hari.
Apakah tes Scanning tomografi terkomputerisasi orbital berisiko?

Penggunaaan cairan kontras tidak direkomendasikan pada orang-orang yang diketahui


alergi terhadap yodium, kerang-kerangan atau cairan yang disuntikkan pada tes medis
lain.
Apa yang dimaksud dengan hasil yang normal?
Struktur di sekitar mata Anda dievaluasi bentuk, ukuran dan posisinya oleh ahli
radiology.
Apa yang dimaksud dengan hasil abnormal?
Scanning tomografi terkomputerisasi orbital dapat membantu dokter mengidentifikasi
kerusakan jaringan yang akan mengaburkan struktur mata yang normal atau
menyebabkan pembesaran orbit, lekukan dinding orbital, atau destruksi tulang. Tes
Scanning tomografi terkomputerisasi orbital juga dapat membantu menentukan jenis
lesi, termasuk di dalamnya beberapa tumor dan pembesaran saluran optic.
Dalam evaluasi fraktur di sekitar mata, Scanning tomografi terkomputerisasi orbital
dapat memberikan citra 3 dimensi yang lengkap dari struktur yang terkena.
Citra dengan cairan khusus dapat memberikan informasi tentang sirkulasi darah pada
struktur mata abnormal.

Created with the Freeware Edition of HelpNDoc: Free PDF documentation generator