Anda di halaman 1dari 13

Langkah Analisis Bahasa

Fenomena penggunaan bahasa :

Aktifitas atau aktivitas?

- Wanda selalu memulai aktifitas dengan membacadoa.


- Wanda selalu memulai aktivitas dengan membacadoa.

Identifikasi penyimpangan :

Dua cara penulisan pada kata yang dicetak miring ini sering kita temukan. Lalu manakah yang
benar?

Penyerapan bahasa Inggris

Kata itu diserap dari bahasa Inggris

activity atau, dulu, kata Belanda activiteit. Kita perlu mengganti huruf jika bunyi yang

dilambangkannya membedakan makna dalam bahasa Indonesia.

Klasifikasi kesalahan fonologis, ortografis, semantic……

Massa dan Armada


“Ratusan massa mendatangi Kantor Bupati Gianyar”. Kata massa bermakna ”sekumpulan orang
yang
banyak sekali”. Apakah ratusan massa berarti ”ratusan kumpulan orang”? Tidakkah yang
dimaksudkan
”ratusan orang”, bukan ”ratusan massa”?
Begitu pula kata armada dalam kutipan berikut: “Lima puluh armada taksi sudah siap
dioperasikan,”
Makna armada adalah ”rombongan suatu kesatuan”. Jadi, hilangkan saja kata armada dalam
kalimat
itu. Jika ingin menekankan informasi tentang sejumlah taksi sebagai satu kesatuan, kalimat itu
dapat
diubah menjadi Armada yang terdiri atas lima puluh buah taksi sudah siap dioperasikan.
kata ganti orang

Penghayatanmu atas sajak yang telah dihafalkan itu hilang.

-> Dengan melihat kata penghayatanmu, tentunya kalimat tersebut ditunjukkan kepada orang
kedua atau lawan berbicara. Karena itu kata kerja berikutnya, mestinya bukan dihafalkan,
melainkan kauhafalkan.

-> Jadi, seharusnya kalimat tersebut diubah: penghayatanmu atas sajak yang telah kauhafalkan
itu akan hilang.

-> Jika pelakunya orang ketiga, harus dikatakan: penghayatan atas sajak yang telah dihafalkan itu
akan hilang.

posted by MGMP B INDONESIA at 10:32 AM | 1 comments

sebelum dan sesudahnya

Sebelum dan sesudahnya, saya sampaikan terima kasih.

-> Kalimat tersebut tidak jelas maksudnya, sebelum dan sesudah apa?

-> Yang betul mestinya: terlebih dulu saya sampaikan terima kasih.

-> Atau: sebelumnya aya sampaikan terima kasih.

posted by MGMP B INDONESIA at 10:31 AM | 0 comments

atas perhatiannya
Atas perhatiannya, saya ucapkan terimakasih.

-> Menurut maksudnya, kalimat tersebut ditujukan kepada seseorang yang kita ajak berbicara.

-> Karena itu yang betul mestinya: Atas perhatiaan Saudara, saya ucapkan terima kasih.

posted by MGMP B INDONESIA at 10:30 AM | 0 comments

menyingkat waktu

Untuk menyingkat waktu, marilah kita mulai acara ini.

->Waktu tidak dapat dipersingkat; karena itu kalimat tersebut salah. Yang betul:

Untuk menghemat waktu, marilah kita mulai acara ini.

posted by MGMP B INDONESIA at 10:29 AM | 0 comments

penghormatan

Atas kerawuhan Bapak-bapak, saya haturkan terima kasih.

-> Maksud pembuat kalimat tersebut untuk menghormat lawan bicara. Tetapi tidak disadarinya,
bahwa kalimat yang dibuatnya tersebut bukanlah kalimat bahasa Indonesia. Salah satu sifat
bahasa Indonesia ialah demokratis; karenanya tidak dikenal kata-kata khusus untuk golongan-
golongan tertentu seperti bahasa Jawa. Sudah cukup hormat dan betul, jika dikatakan: atas
kedatangan Bapak-bapak, saya ucapkan terima kasih.

Beberapa kata hormat dari bahasa Jawa yang sering dipakai orang antara lain: kondur, dahar,
jumeneng, tindak, dan tapak asma. Kata-kata tersebut sehsarusnya kita ganti: pulang, makan,
berdiri, pergi, dan tanda tangan.
posted by MGMP B INDONESIA at 10:10 AM | 0 comments

dan lain sebagainnya

Kami menerima pesan mencetakan kartu nama, surat undangan, ijazah dan lain sebagainnya.

-> Kata dan lain sebagainnya merupkan bentuk rancu dari kata dan sebagainnya, dan lain-lain.
Karena itu dalam sebuah kalimat cukup dipakai satu saja.

posted by MGMP B INDONESIA at 10:08 AM | 0 comments

bentuk jamak

Tidak sedikit orang-orang yang tidak dapat memahami puisi.

-> Sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia, di belakang kata yang sudah menunjuk pengertian
jamak atau banyak, tidak boleh diikuti bentuk jamak. Karena itu mestinya kalimat tersebut cukup
dikatakan: tidak sedikit orang yang dapat memahami puisi.

Bentuk sejenis dengan bentuk di atas.

-para hadirin ....

-hadirin sekalian ....

-daftar para mahasiswa ....

-rombongan para olahragawan ....

-dewan gereja-gereja ....

-jawatan gedung-gedung negara


-kumpulan barang-barang bekas ....

-kaum politisi ....

Kata-kata: para, hadirin, sekalian, daftar, rombongan, dewan, jawatan, kumpulan, kaum, dan
politisi sudah mengandung atau menunjuk pengertian jamak. Karena itu tidak boleh dipakai
bersama-sama, atau digunakan dengan bentuk perulangan.

posted by MGMP B INDONESIA at 10:05 AM | 0 comments

saling

Sebagai sesama manusia, kita wajib saling tolong-menolong.

-> Kata saling sudah menunjuk pengertian dilakulkan oleh dua belah pihak; sama benar dengan
bentuk tolong-menolong. Maka yang betul: sebagai sesama manusia, kita wajib saling menolong;
atau: sebagai sesama manusia, kita wajib tolong menolong. Bentuk yang sejenis dengan bentuk
tersebut.

Saling kejar-mengejar seharusnya: saling mengejar, kejar mengejar atau berkejar-kejaran.

Saling pegang-memegang seharusnya: saling memegang, pegang-memegang atau berpegang-


pegangan.

Bentuk seperti di atas, termasuk gejala pleonasme.

posted by MGMP B INDONESIA at 10:02 AM | 0 comments

untuk sementara

Untuk sementara waktu ia tinggal bersama saya.


-> Kata sementara sudah menunjukkan pengertian waktu. Arti kata sementara ialah untuk
beberapa waktu. Karena itu di belakang kata sementara tidak perlu dibubuhi kata waktu. ->
Dengan demikian cukup dikatakan: Untuk sementara ia tinggal bersama saya.

posted by MGMP B INDONESIA at 10:01 AM | 0 comments

selain daripada

Selain daripada itu saya kabarkan pula ....

-> Kalimat tersebut merupakan bentuk rancu dari kalimat.

Lain daripada itu .... dan selain itu ....

-> Jadi, untuk menggantikan kalimat di atas dapat dipilih salah satu dari kedua bentuk tersebut.

posted by MGMP B INDONESIA at 9:59 AM | 0 comments

bersama ini

Bersama ini saya beritahukan, bahwa ....

-> Bentuk seperti ini sering sekali dipakai orang. Kata bersama mengandung pengertian ada yang
membarengi.

Misalnya: Bersama ini saya kirimkan uang Rp.5000,00

Maksud kalimat di atas, disamping surat pada waktu itu dikirimkan uang juga.

Untuk maksud seperti tersebut pada kalimat di atas, seharusnya kita katakan: Dengan ini saya
beritahukan ....
posted by MGMP B INDONESIA at 9:57 AM | 0 comments

berhubung

Berhubung pergi ke Jakarta, hari ini ia tidak dapat datang.

-> Kata berhubung seharusnya diikuti oleh kata depan dengan.

-> Jadi, kalimat itu seharusnya kita ubah demikian. Berhubung dengan kepergiannya ke Jakarta,
hari ini ia tidak dapat datang.

posted by MGMP B INDONESIA at 9:56 AM | 0 comments

semua - seluruh - segala

Semua bangsa Indonesia harus mengamalkan Pancasila.

-> Kata semua menunjuk perngertian jamak yang terdiri atas barang-barang atau benda yang
sama. Karena itu, penggunaan kata semua pada kalimat tersebut tidak tepat. Yang tepat untuk
maksud seperti tertera pada kalimat itu ialah kata seluruh/segenap.

-> Jadi, kalimat tersebut harus kita katakan begini: Seluruh (segenap) bangsa Indonesia harus
mengamalkan Pancasila.

Contoh penggunaan semua:

1) Semua rumah di desa itu dikapur

2) Semua buku itu pernah saya baca


Contoh penggunaan seluruh:

1) Peristiwa itu diperingati oleh seluruh bangsa indonesia

2) Seluruh pengunjung pasar malam itu merasa puas.

Contoh penggunaan segala:

1) Maafkanlah segala kesalahan saya

2) Segala macam barang ada di toko itu.

posted by MGMP B INDONESIA at 9:53 AM | 0 comments

waktu dan tempat saya persilakan

Waktu dan tempat saya persilakan.

->Kalimat ini sering sekali dipakai orang, padahal kalimat tersebut salah. Siapa yang biasannya
dipersilakan? Jawabannya tentu saja bukan waktu dan tempat, melainkan orangnya. Karena itu,
mestinya kalimat tersebut kita ubah:

-> Bapak atau Saudara............saya persilakan.(isilah titik-titik terwsebut dengan nama orang atau
pejabat yang akan memberi sambutan)

posted by MGMP B INDONESIA at 9:48 AM | 0 comments

ditujukan untuk

Lagu ini ditujukan untuk seseorang di Jalan Nangka.


-> Yang tepat ditujukan kepada, bukan ditujukan untuk.

posted by MGMP B INDONESIA at 9:47 AM | 0 comments

datang ke

Harap segera datang ke semarang.

-> Kata depan yang paling dekat mengikuti kata datang ialah di. Apabila kita ingin menggunakan
ke, kata datang tidak usah kita pakai.

-> Jadi cukup kita katakan: Harap segera ke Semarang.

posted by MGMP B INDONESIA at 9:45 AM | 0 comments

dari - oleh

Berita duka ini dikirim dari Saudara Darwis, Jalan Bima 5 Semarang

-> Kata depan yang seharusnya mengikuti kata dikirimkan mestinya bukan dari, melainkan oleh.

-> Jadi mestinya kalimat tersebut berbunyi demikian:

Berita duka ini dikirimkan oleh Saudara Darwis.... atau dapat juga dikatakan demikian:

Berita duka ini dari Saudara Darwis ....

posted by MGMP B INDONESIA at 9:42 AM | 0 comments

menunggu - menanti
Sementara dia berpakainan, saya menunggunya di luar.

-> Pemakaian kata menunggu pada kalimat di atas tidak tepat. Kata menunggu, barulah tepat
digunakan apabila yang ditunggu ada di dekat orang yang ditunggu.

-> Misalnya: Sudah dua hari ini ia menunggu ayahnya yang sedang dirawat di rumah sakit.

-> Untuk kalimat di atas, yang tepat harus digunakan kata menanti. Jadi, seharusnya kalimat di
atas diubah menjadi: Sementara dia berpakaian, saya menanti di luar.

posted by MGMP B INDONESIA at 9:39 AM | 0 comments

pelopor

Salah seorang yang mempelopori berdirtinya koperasi di desa ini ialah bapak saya.

-> Yang betul memelopori. Kata tersebut berasal dari kata dasar pelopor. Karena awalan me
yang melekat padanya, maka bunyi p-nya luluh; dan menjadi memelopori.

posted by MGMP B INDONESIA at 9:37 AM | 0 comments

ubah

Hanya usaha kita sendirilah yang dapat merubah nasib kita.

-> Kata merubah barasal dari kata ubah. Karena awalan yang melekat pada kata tersebut me-,
maka bentuk yang betul tentulah mengubah. Jika awalan di- yang melekat akan menjadi diubah.
Bentuk perubahan betul, sebab yang melekat pada kata tersebut awalan per- dan akhiran -an.
Juga bentuk berubah, sebab yang melekat pada kata tersebut awalan ber-.
posted by MGMP B INDONESIA at 9:32 AM | 0 comments

unsur kombinasi

Bahasa Melayulah yang paling banyak digunakan sebagai bahasa pengantar atau behasa
perhubungan antar pulau pada waktu itu.

-> Menurtu EyD, semua kata yang salah satu unsurnya hanya dipakai dalam kombinasi,
gabungan kata tersebut harus dituliskan serangkai: jadi antarpulau.

-> Contoh lain: amoral, purnawirawan, asusila, saptamarga, antikomunis, ultramodern,


inkonvensional, nonkoperasi, multirateral, ekstrakulikuler, tunanetra, kontrarevolusi

posted by MGMP B INDONESIA at 9:28 AM | 0 comments

kata gabung

Ragam jurnalistik ini banyak digunakan dalam persurat kabaran.

-> Kesalahan kalimat tersebut terletak pada penulisan kata persurat kabaran. Memang betul, kata
gabung seperti surat kabar, tanggung jawab dan sebagainnya dituliskan terpisah. Tetapi apabila
kata-kata tersebut mendapat awalan dan akhiran, harus dituliskan serangkai. Jadi penulisan yang
betul: persuratkabaran, pertanggungjawaban.

Contoh lain:

memberi tahu -> pemberitahuan

ambil alih -> pengambilalihan

gotong royong -> kegotongroyongasn


tidak adil -> ketidakadilan

salah guna -> disalahgunakan

jungkir balik -> dijungkirbalikkan

posted by MGMP B INDONESIA at 9:23 AM | 0 comments

dipersilahkan

Para tamu dipersilahkan masuk.

-> Kesalahan kalimat tersebut pada penulisan kata dipersilahkan. Kata tersebut seharusnya
dituliskan tanpa h: dipersilakan.

posted by MGMP B INDONESIA at 9:21 AM | 0 comments

pun

Lafalnyapun sering menyimpang dari lafal yang umum.

-> Seperti halnya kalimat di atas kesalahan kalimat ini juga terletak pada penulisannya;yaitu
penulisan partikel pun. Menurut EyD, partikel pun seharusnya ditulis terpisah dari kata yang
mendahuluinya. Jadi kalimat tersebut seharusnya ditulis demikian:

Lafalnya pun sering menyimpang dari lafal umum.

posted by MGMP B INDONESIA at 9:18 AM | 0 comments

dari pada
Menikmati sajak biasanya lebih mudah dari pada memahaminya.

-> Letak kesalahan kalimat di atas ialah pada penulisan kata depan dari pada. Menurut EyD, kata
tersebut seharusnya ditulis serangkai: daripada.