Anda di halaman 1dari 12

BOLIVIA

República de Bolivia
Motto : Firme y Feliz por la Unión
(Spanyol: "Teguh dan Gembira untuk Suatu Persatuan")
Lagu kebangsaan : Bolivianos, el hado propicio
Ibu kota : Sucre
Kota terbesar : Santa Cruz
Bahasa resmi : Spanyol, Quechua, Aymara
Pemerintahan : Republik
Presiden : Evo Morales
Wakil Presiden : Álvaro García Linera
Kemerdekaan : Dari Spanyol, 6 Agustus 1825
Luas : - Total 1,098,580 km2 (28)
- Air (%) 1,29%
Penduduk : Perk. 2006 9.427.219 (86)
Sensus 2001 8.274.325
Kepadatan 8/km2 (179) 20,7/sq mi
PDB (KKB) : Perk. 2005
Total US$24,14 miliar (101)
Per kapita US$2.710 (128)
Mata uang : Boliviano (BOB)
Zona waktu : UTC-4
Musim Panas (DST) UTC-4
TLD bo
Kode telepon : 591
 Kursi Pemerintahan terletak di Lapaz. Sucre adalah ibu kota resmi.
Republik Bolivia adalah sebuah negara di Amerika Selatan yang berbatasan
dengan Brasil di sebelah utara dan timur, Paraguay dan Argentina di selatan, serta
Chili dan Peru di barat.
Di antara negara-negara di Amerika Selatan, wilayah Bolivia merupakan
yang tertinggi dan terpencil. Negara ini adalah salah satu penghasil koka dan timah
terbesar di dunia.

 Asal nama
Negara Bolivia didirikan dengan nama "República Bolívar" untuk
menghormati pendirinya Simón Bolívar. Analogi yang digunakan dalam
pemberian nama itu adalah: "Romulus menurunkan nama Roma, sedangkan
Christopher Columbus menurunkan Kolombia, dan Bolívar menurunkan Bolivia.
Bagian nama yang dipentingkan untuk diabadikan nampaknya adalah nama marga.

 Sejarah
Bolivia adalah koloni Spanyol dahulunya. Pertambangan perak di Bolivia
memberi berkah pada keuangan Spanyol, dan Spain mempekerjakan orang Bolivia
sebagai budak untuk bekerja di pertambangan. Setelah banyak perang, Simon
Bolivar membantu Bolivia menjadi negara merdeka.

 Kenegaraan
Konstitusi 1967, diamandemen pada 1994, mempersiapkan kekuasaan
eksekutif, legislatif, dan yudikatif yang seimbang. Namun, eksekutif yang secara
tradisional kuat cenderung membelakangi kongres, yang umumnya perannya
terbatas pada debat dan persetujuan pembuataan UU yang digagas oleh eksekutif.
Peradilan, terdiri atas Mahkamah Agung serta pengadilan rendah dan departemen,
telah lama terbobol korupsi dan ketakefisienan. Melalui revisi konstitusi 1994, dan
hukum setelahnya, pemerintah telah menggagas reformasi jarak jauh dalam sistem
dan proses peradilan.
Kesembilan departemen di Bolivia menerima otonomi lebih besar di bawah
Hukum Desentralisasi Administrasi 1995. Lebih lanjut otonomi departemen ini
bertambah dengan pemilihan gubernur departemen (prefectos) pertama yang
populer pada 18 Desember 2005, setelah protes panjang oleh pemimpin
departemen pro-otonomi Santa Cruz. Kota-kota di Bolivia diperintah oleh walikota
dan dewan yang dipilih secara langsung. Pemilu kotamadya diadakan pada 5
Desember 2004, dengan dewan yang dipilih untuk masa 5 tahun. Hukum
Keikutsertaan Rakyat April 1994, yang menyalurkan porsi signifikan penerimaan
nasional untuk kotamadya untuk penggunaan bebas, telah memungkinkan
komunitas yang dulunya diremehkan membuat perkembangan mencolok dalam
fasilitas dan layanannya.
Presiden dipilih untuk masa jabatan 5 tahun oleh suara rakyat. Presiden
terpilih Gonzalo Sánchez de Lozada mundur pada Oktober 2003, dan digantikan
WaPres Carlos Mesa. Mesa akhirnya digantikan oleh ketua MA Eduardo
Rodríguez pada Juni 2005. 6 bulan kemudian, pada 18 Desember 2005, pemimpin
sosialis pribumi, Evo Morales, terpilih sebagai presiden.

 Cabang legislatif
Congreso Nacional (Kongres Nasional) memiliki 2 kamar. Cámara de
Diputados (Kamar Deputi) memiliki 130 anggota yang dipilih untuk masa jabatan
5 tahun, 70 orang dari distrik anggota tunggal (circunscripciones) dan 60 oleh
perwakilan proporsional. Cámara de Senadores (Kamar Senator) memiliki 27
anggota (3 anggota per departemen), dipilih untuk masa jabatan 5 tahun.
Menurut Guinness World Records, jumlah kudeta di Bolivia yang sebanyak
192 adalah yang terbanyak dibanding negeri lain.
 Politik

Nama Singkatan Pendiri


Acción Democrática Nacionalista ADN Hugo Banzer Suárez
Conciencia de Patria CONDEPA Carlos Palenque
Izquierda Unida IU
Movimiento al Socialismo MAS Evo Morales
Movimiento Bolivia Libre MBL
Movimiento Indígena Pachacuti MIP Felipe Quispe
Movimiento Izquierda MIR Jaime Paz Zamora
Revolucionario
Movimiento Nacionalista MNR Víctor Paz Estenssoro
Revolucionario
Nueva Fuerza Republicana NFR Manfred Reyes Villa
Partido Socialista de Bolivia PS Marcelo Quiroga Santa
Cruz
Unión Cívica Solidaridad UCS Max Fernández
Poder Democrático Social PODEMOS Jorge Quiroga Ramírez

 Komunitas Andes
Bolivia adalah salah satu anggota Komunitas Negara Andes (Comunidad
Andina de Naciones), bersama dengan negara lainnya seperti Kolombia, Ekuador,
Peru, dan Venezuela (dalam proses keluar). Pada 1996, ditandatanganilah Pacto
Andino o Grupo Andino. Komunitas Negara Andes adalah organisasi regional
yang bergerak di bidang ekonomi dan politik yang dibentuk pada 26 Mei 1969.
Markasnya ada di Lima, Perú.

 Pembagian Administratif
Bolivia terbagi atas sembilan daerah yang dikenal sebagai departamentos.
1. Beni
2. Chuquisaca
3. Cochabamba
4. Oruro
5. Pando
6. La Paz
7. Potosí
8. Santa Cruz
9. Tarija

 Perbatasan Darat Perbatasan

Negara km darat km air Total


Argentina 471 302 773
Brasil 2.673 750 3.423
Chile 830 20 850
Paraguay 741 - 741
Perú 677 370 1.047

Bolivia berbatasan di utara dan timur dengan Brasil. Di timur dan tenggara
dengan Paraguay, dan di selatan dengan Argentina, selatan dan barat dengan Chile,
di barat dengan Peru. Jumlah total perbatasan adalah 6.834 kilometer.

 Geografi Fisik
Luas Bolivia sekitar 424.135 mi² (1.098.580 km²[1]). Ini berarti Bolivia
adalah negara terbesar ke-28 (setelah Ethiopia). Ukurannya sama seperti
Mauritania.
Bolivia adalah negara pedalaman, yang berarti etiap perbatasan Bolivia
adalah perbatasan dengan negara lain, sehingga tak memiliki laut. Dulu memiliki
pesisir di Samudra Pasifik, namun hilang pada 1979 akibat Perang Pasifik. Bagian
barat Bolivia ada di jajaran pegunungan Andes. Pegunungan tertinggi di Bolivia
disebut Nevado Del Sajama dan di situlah kota Oruro. Meski bagian negeri amat
tinggi dengan adanya pegunungan, ada pula bagian Bolivia yang amat datar, dan
bagian negeri yang hampir mendekati permukaan laut. Ada pula sedikit bagian
Bolivia yang ditutupi oleh hutan hujan Amazon, dan danau besar yang merupakan
danau tertinggi di dunia, yang disebut Danau Titicaca. Kota-kota utama adalah La
Paz, Santa Cruz de la Sierra dan Cochabamba.

 Ekonomi
Bolivia tetap menjadi negara termiskin di Amerika Selatan setelah Guyana.
Ini telah dikaitkan dengan tingginya korupsi dan peran imperialisme kekuatan
asing di negeri itu sejak koloniasasi. Negeri ini kaya akan sumber daya alam, dan
dijuluki "keledai yang duduk di atas tambang emas" karena hal itu. Lepas dari
pertambangannya yang terkenal, yang diketemukan oleh bangsa Inka dan
kemudian dieksploitasi oleh bangsa Spanyol, Bolivia memiliki ladang gas alam
terbesar ke-2 di Amerika Selatan setelah Venezuela. Lebih lanjut, El Mutún di
departemen Santa Cruz mewakili 70% besi dan magnesium dunia.
PDB Bolivia pada 2002 berjumlah 7,9 milyar dolar AS. Perkembangan
ekonomi sekitar 2,5% setahun dan inflasi diperkirakan antara 3% dan 4% pada
2002 (di bawah 1% pada 2001).
Keadaan ekonomi terkini Bolivia yang tak bergairah bisa dihubungkan
pada beberapa faktor dari 2 dasawarsa terakhir. Ledakan utama pada ekonomi
Bolivia tiba dengan kejatuhan dramatis dalam harga perak selama awal 1980-an
yang berdampak pada sumber pemasukan utama Bolivia dan satu dari industri
pertambangan utamanya. Ledakan ekonomi ke-2 berasal dari akhir Perang Dingin
di akhir 1980-an dan awal 1990-an karena bantuan ekonomi ditarik oleh negara-
negara barat yang sebelumnya telah mencoba menjaga rezim pasar bebas melalui
bantuan keuangan. Ledakan ekonomi ke-3 datang dari penghapusan panen koka di
sana yang didukung AS yang digunakan 80% untuk produksi kokain dunia pada
puncaknya. Bersama dengan pengurangan penanaman koka datanglah kehilangan
besar dalam ekonomi Bolivia, khususnya kelas petani.
Sejak 1985, Pemerintah Bolivia telah mewujudkan program jangka panjang
atas stabilisasi makroekonomi dan reformasi struktural yang ditujukan memelihara
kestabilan harga, menciptakan keadaan perkembangan terus menerus, dan
mengurangi kelangkaan. Perbaikan layanan bea cukai di tahun-tahun terkini telah
meningkatkan keterbukaan di wilayah ini. Perubahan struktural terpenting dalam
ekonomi Bolivia telah melibatkan kapitalisasi sejumlah perusahaan sektor publik.
(kapitalisasi dalam konteks Bolivia adalah bentuk swastanisasi di mana investor
mendapat saham 50% dan kendali manajemen perusahaan umum dengan
menyetujui berincvestasi langsung ke perusahaan selama beberapa tahun daripada
membayar tunai ke pemerintah).
Reformasi legislatif paralel telah mengunci kebijakan pasar bebas,
khususnya adalah sektor hidrokarbon dan telekomunikasi, yang telah mendorong
investasi swasta. Investor asing disampaikan laporan nasional, dan kepemilikan
perusahaan asing menikmati tiadanya pembatasan di Bolivia. Saat program
kapitalisasi berhasil dalam mendorong investasi asing langsung besar-besaran di
Bolivia ($1,7 milyar dalam saham selama 1996-2002), arus investasi tersebut telah
surut di tahun-tahun terkini karena investor menyelesaikan kewajiban kontrak
kapitalisasinya.
Pada 1996, 3 unit perusahaan minyak negara Bolivia yang terlibat dalam
eksplorasi, produksi, dan transportasi hidrokarbon dikapitalisasikan, memfasilitasi
pembangunan jalur pipa ke Brazil. Pemerintah memiliki persetujuan penjualan
jangka panjang ke Brazil selewat 2019. Jalur pipa Brazil membawa sekitar 12 juta
meter kubik (424 juta kaki kubik) per hari pada 2002. Bolivia memiliki cadangan
gas alam terbesar ke-2 di Amerika Selatan, serta pemakaian dan ekspor
domestiknya sekarang ke Brazil terhitung hanya sebagian kecil dari produksi
potensialnya. Pemerintah berharap memegang referendum yang bersifat mengikat
pada 2004 pada rencana mengekspor gas alam. Penentangan luas mengekspor gas
melalui Chile menimbulkan protes yang menyebabkan Presiden Sánchez de
Lozada mengundurkan diri pada Oktober 2003.
Pada April 2000, Bechtel menandatangani kontrak dengan Hugo Banzer,
bekas presiden Bolivia, untuk memprivatisasi pasokan air di kota terbesar ke-3
Bolivia, Cochabamba. Secara resmi kontrak itu dianugerahkan ke cabang Bechtel
bernama Aguas del Tunari, yang secara spesifik telah dibentuk untuk tujuan itu.
Segera setelahnya, perusahaan itu melipattigakan tingkat air di kota itu, aksi yang
menyebabkan protes dan pembunuhan di antara yang tak bisa menghasilkan air
bersih lebih banyak. Keadaan perang dikumandangkan, dan polisi Bolivia
membunuh setidanya 6 orang dan melukai lebih dari 170 pemrotes. Di tengah
jatuhnya ekonomi nasional Bolivia dan berkembangnya huru-hara nasional atas
keadaan ekonomi, pemerintah Bolivia dipaksa menarik kontrak air. Pada 2001,
Bechtel mengarsipkan gugatan pemerintah Bolivia sebanyak $25 juta karena
kehilangan pendapatan. Pertarungan hukum yang berlanjut telah menarik perhatian
dari kelompok antiglobalisasi dan antikapitalis .
Ekspor Bolivia berjumlah $1,3 milyar pada 2002, dari $652 milyar pada
1991. Impor berjumlah $1,7 milyar pada 2002. Tarif Bolivia secara seragam
rendah (10%), dengan peralatan modal yang hanya 5%. Defisit perdagangan
Bolivia berjumlah $460 milyar pada 2002.
Perdagangan Bolivia dengan negara tetangganya sedang berkembang,
khususnya karena beberapa persetujuan perdagangan preferensial regional maka
telah dirundingkan. Bolivia adalah anggota Masyarakat Andes dan menikmati
perdagangan bebas nominal dengan negara anggota lainnya (Peru, Ekuador,
Kolombia, dan Venezuela.) Bolivia mulai mewujudkan persetujuan persatuan
dengan Mercosur (Pasar Umum Kerucut Selatan) pada Maret 1997. Persetujuan itu
menyediakan pembentukan bertahap dari daerah perdagangan bebas yang
setidaknya meliputi 80% perdagangan antarpihak lebih dari masa 10 tahun, meski
krisis ekonomi di kawasan itu telah menggelincirkan proses integrasi. UU
Preferensi Perdagangan dan Penegakan Obat Andes AS (ATPDEA) mengizinkan
sejumlah produk Bolivia memasuki Amerika Serikat bebas bea atas dasar
unilateral, termasuk produk alpaca dan llama serta, subyek kuota, tekstil katun.
AS tetap menjadi mitra dagang terbesar Bolivia. Pada 2002, AS
mengekspor $283 juta barang dagang ke Bolivia dan mengimpor $162 juta. Ekspor
utama Bolivia ke AS adalah timah, emas, perhiasan, dan kayu. Impor utanya dari
AS adalah komputer, kendaraan, gandum, dan mesin. Perjanjian Investasi Bilateral
antara AS dan Bolivia berlaku pada 2001.
Pertanian terhitung sekitar 15% dari PDB Bolivia. Jumlah tanah yang
diolah oleh teknik pertanian modern sedang bertambah cepat di daerah Santa Cruz,
di mana cuaca mengizinkan 2 hasil setahun. Kedelai adalah hasil panen utama,
dijual ke pasar Komunitas Andes. Ekstraksi mineral dan hidrokarbon terhitung
sekitar 10% PDB dan manufaktur kurang dari 17%.
Pemerintah Bolivia tetap banyak bergantung pada bantuan asing untuk
proyek pengembangan keuangan. Di akhir 2002, pemerintah berhutang $4,5
milyar ke kreditur asingnya, dengan $1,6 milyar dari jumlah ini pada pemerintah
dan sebagian besar keseimbangan utang ke bank pembangunan multilateral.
Sebagian besar pembayaran ke pemerintah lain telah dijadwal ulang pada beberapa
kesempatan sejak 1987 melalui mekanisme Paris Club. Kreditur luar telah
berharap melakukan hal itu karena Pemerintah Bolivia telah mencapai sasaran
moneter dan fiskal yang diatur oleh program IMF sejak 1987, meski krisis
ekonomi di tahun-tahun terkini telah membuat barang-barang Bolivia dijual
dengan harga rendah. Persetujuan penjadwalan ulang yang diberikan oleh Paris
Club telah memungkinkan negara-negara kreditor individual menerapkan syarat
yang amat lunak untuk hutang yang dijadwalkan ulang. Sebagai akibatnya,
beberapa negara telah mengampuni jumlah debet bilateral substansial Bolivia.
Pemerintah AS mencapai persetujuan di pertemuan Paris Club pada Desember
1995 yang dikurangi oleh stok hutang 67% yang ada. Pemerintah Bolivia
membayar hutangnya ke bank pembangunan multilateral tepat waktu. Bolivia ialah
ahli waris Negara Miskin yang Banyak Berhutang (HIPC) dan program
pertolongan utang yang dipertinggi, yang dengan perjanjian itu membatasi akses
Bolivia ke pendapatan lunak. Bolivia adalah salah sat dari 3 negara di Belahan
Barat yang terpilih memenuhi syarat untuk Laporan Tantangan Milenium dan ikut
serta sebagai pengamat dalam perundingan FTA.
Pada 2004 pemerintah memberi kepentingan besar bagi pengembangan
fasilitas pelabihan di Puerto Busch, sungai Paraguay. Lebih ke utara di Puerto
Suarez and Puerto Aguirre, yang dihubungkan ke sungai Paraguay lewat terusan
tamengo, yang mengalir melalui Brazil, kapal pengangkut ukuran sedang melintas.
Dari 2004 sekitar separuh ekspor Bolivia melewati sungai Paraguay. Saat Puerto
Busch berakhir, kapal pelintas samudra yang lebih besar akan bisa masuk dok di
Bolivia. Secara besar-besaran ini akan meningkatkan tingkat kompetisi Bolivia,
yang akan mengurangi keperluan pelabihan asing, seperti yang di Peru dan Chile,
yang menambahkan harga ekspor dan impor. Tembakau diproduksi oleh petani
Bolivia – pada 1992, lebih dari 1 milyar ton – namun lebih banyak yang diimpor
untuk memuaskan permintaan dalam negeri.

 Demografi
Sebaran etnis di Bolivia diperkirakan 30% Amerindian penutur Quechua
dan 25% Amerindian penutur Aymara. Jumlah terbanyak dari sekitar 3 lusin
penduduk asli adalah orang Quechua (2,5 juta), Aymara (2 juta), kemudian
Chiquitano (180.000), dan Guaraní (125.000). 30% sisanya adalah Mestizo
(campuran Eropa dan Amerindian), dan sekitar 15% diklasifikasikan sebagai kulit
putih.
Penduduk kulit putih terbesar adalah criollo, yang pada gilirannya terdiri
atas keluarga keturunan Spanyol yang hampir tak tercampur, diturunkan dari
kolonis Spanyol awal, yang telah membentuk sebagian besar aristokrasi sejak
kemerdekaan. Kelompok kecil lain dalam populasi itu adalah orang Jerman yang
mendirikan maskapai penerbangan nasional Lloyd Aereo Boliviano, begitupun
orang Italia, Amerika, Basque, Kroasia, Rusia, Polandia, dan minoritas lain,
banyak dari anggota keluarganya diturunkan dari keluarga yang telah tinggal di
Bolivia selama beberapa generasi.
Juga yang patut dicatat adalah masyarakat Afro-Bolivia yang berjumlah
lebih dari 0,5% penduduk, diturunkan dari budak Afrika yang diangkut ke Brazil
untuk bekerja dan kemudian pindah ke arah selatan (Bolivia). Mereka sebagian
besar terkonsentrasi di kawasan Yungas (provinsi Nor Yungas dan Sud Yungas) di
departemen of La Paz, sekitar 3 jam dari kota La Paz. Ada juga orang Jepang yang
sebagian besar terkonsentrasi di Santa Cruz de la Sierra, dan orang Timur Tengah
yang makmur hidupnya dari perdagangan.
Bolivia adalah salah satu negara yang kurang berkembang di Amerika
Selatan. Hampir dua pertiga penduduknya, sebagian besar petani subsisten, hidup
dalam kemiskinan. Kepadatan penduduk berkisar dari kurang dari 1 jiwa/km
persegi di dataran tenggara hingga sekitar 10 jiwa/km persegi (25 per mi2) di
tengah dataran tinggi. Sejak 2006, penduduknya bertambah sekitar 1,45% per
tahun.[1]
La Paz adalah ibukota tertinggi di dunia pada 3.600 m (11.800 kaki.) di
atas permukaan laut. Kota yang berdekatan adalah El Alto, pada 4.200 m (13.800
kaki) dpl, merupakan salah satu yang paling cepat berkembang di Belahan Barat.
Santa Cruz, pusat perdagangan dan industri di dataran rendah bagian timur, juga
sedang mengalami pertambahan penduduk dan perkembangan ekonomi.[1]
Mayoritas orang Bolivia adalah Katolik Roma (agama resmi), meski
denominasi Protestan sedang berkembang cepat.[1] Islam yang dipraktekkan oleh
keturunan TimTeng hampir tiada. Ada pula komunitas Yahudi kecil yang hampir
semuanya berasal dari Ashkenazi. Lebih dari 1% orang Bolivia mempraktekkan
Kepercayaan Bahá'í (membuat Bolivia salah satu tempat dengan persentase Bahá'í
terbesar di dunia). Ada pula koloni orang Mennonit di departemen Santa Cruz .[2]
Banyak masyarakat asli menjalin simbol pra-Columbus dan Kristen dalam ibadah
mereka. Sekitar 80% penduduknya bercakap bahasa Spanyol sebagai bahasa ibu
mereka, meski bahasa Aymara dan Quechua juga umum. Sekitar 90% anak-anak
masuk SD namun sering hanya setahun atau kurang. Tingkat melek huruf rendah
di banyak daerah pinggiran kota, namun menurut CIA tingkat melek huruf 87%
yang lebih besar daripada tingkat melek huruf di Brazil atau negeri-negeri
TimTeng lain. Perkembangan budaya dari Bolivia masa kini terbagi atas 3 periode
berbeda: pra-Columbus, kolonial, dan republik. Reruntuhan arkeologi, ornamen
emas dan perak, monumen batu, keramik, dan tenunan tetap dari beberapa budaya
pra-Columbus yang penting. Reruntuhan utama termasuk Tiwanaku, Samaipata,
Incallajta, dan Iskanawaya. Negeri ini penuh dengan tempat lain yang sulit
dijangkau dan jarang dieksplorasi.[1]
Bangsa Spanyol membawa kebudayaan seni agamanya sendiri yang di
tangan pembangun dan pekerja tangan penduduk asli dan brought mestizo,
berkembang menjadi gaya arsitektur, lukisan, dan pahatan yang kaya dan istimewa
yang dikenal sebagai "Mestizo Baroque". Masa kolonial tak hanya memproduksi
lukisan Pérez de Holguín, Flores, Bitti, dll namun juga karya pemahat batu,
pemahat kayu, perajin emas, dan prajin perak terlatih namun tak dikenal. Sebuah
badan musik barok keagamaan asli dari masa kolonial ditemukan di tahun-tahun
terkini dan telah dipertunjukkan di kancah internasional dan mendapat pengakuan
sejak 1994.[1]
Seniman tinggi Bolivia abad ke-20 termasuk Guzmán de Rojas, Arturo
Borda, María Luisa Pacheco, dan Marina Núñez del Prado.
Bolivia kaya akan cerita rakyat. Musik rakyat setempatnya amat bervariasi.
"Tarian setan" di karnaval tahunan Oruro adalah salah satu peristiwa rakyat besar
di Amerika Selatan, dan yang kurang dikenal karnaval di Tarabuco.[1]

 Budaya
Budaya Bolivia memiliki banyak pengaruh Inca, Aymara dan pengaruh
setempat lain dalam keagamaan, musik, dan pakaian. Ada festival besar di Oruro,
yang disebut "El carnaval de Oruro". Orang Bolivia suka main sepak bola, yang
sering dimainkan di jalanan. Kebun binatang juga populer, namun tak punya
banyak uang.

 Olahraga
Tim Nasional Sepak Bola
Sepak bola adalah olahraga terkenal di Bolivia. Pertama kali
dipertunjukkan pada 1886 di Oruro, oleh Klub Oruro Royal, tim sepak bola tertua
di Bolivia. Klub-klub sepak bola di Bolivia adalah Club San José dan Oruro Royal
di Oruro; Club Bolívar dan The Strongest di La Paz; Wilstermann dan Aurora di
Cochabamba, Blooming dan Oriente Petrolero di Santa Cruz.