Anda di halaman 1dari 32

Urbanisasi dan

Pengangguran di Kota
1.
2.
3.
4.
5.

Ayu Saraswati
Auwali Qurnia H.
Dewi Aisyah
Diana Amelia
Fajar Setyo N.

6. Intan Ratna Sari


7. Moh. Farid
8. Olivia Lidya Elsyanti
9. Roni Khollan Saidi
10. Setya Ade Wijaya

Dilema Urbanisasi

Urbanisasi &
Pengangguran di Kota

Tingkat & ciri


pengangguran di
Negara sedang
berkembang
Perombakan
struktural & kota
di dunia ketiga
suatu teori
involusi kota

Dilema
Urbanisasi
Dorongan
Migrasi

Kondisi
modernisasi
kota

Mendapatkan
penghasilan
yang lebih
baik

Akibat
Arus
urbanisasi
pesat

Lemahnya perekonomian desa menyebabkan

tingkat urbanisasi berkembang pesat.


Negara yang sedang berkembang, kebijakan
pembangunan telah mengabaikan sektor
pertanian.

Urbanisasi Berlebih
Keadaan dimana kota
tidak mampu
menyediakan fasilitas
pelayanan pokok dan
kesempatan kerja
yang memadai untuk
pertambahan
penduduk yang pesat
(Urban)

Para ahli ekonomi


dunia barat dan
pemerintah telah
memberikan kebijakan
terkait dengan
pembangunan yaitu
dengan satu model
pembangunan
INDUSTRIALISASI
untuk negara maju

Akibat

Negara
berkembang
tidak mampu
mengimbangi
perkembangan
industrialisasi

Hubungan
urbanisasi &
industrialisasi

INDUSTRIALISASI

Tujuan

Mendoron
g

Tingkat urbanisasi
menurun, kepadatan
penduduk desa
menurun & sektor
pertanian meningkat

URBANISASI

Perpindahahn penduduk & sumber


daya lainnya dari desa ke kota
diharapkan dapat memberikan
tenaga kerja yang murah & force
saving

Namun industrialisasi tidak mampu mendorong seluruh masyarakat ke


suatu tingkat yang lebih modern & adil. Keseimbangan pembangunan
desa & kota tidak dapat tercapai.

Strategi pembangunan industrialisasi akan


digantikan
dengan
strategi
dengan
menitikberatkan pada sektor pertanian &
peningkatan pendapatan penduduk miskin di
masyarakat. Namun, kurangnya dukungan dari
masyarakat strategi ini belum bisa berjalan
secara optimal.

Urbanisasi
berlebih

Kota tidak
memiliki batasan
terhadap
urbanisasi

Ukuran kota optimal


(ekonomi, sosial,
geografi) berbeda setiap
negara

Gejala pertumbuhan ekonomi


yang pesat di kota negara
sedang berkembang
Jumlah pengangguran dan setengah

penganggur yang besar & semakin meningkat.


Proporsi tenaga kerja yang bekerja pada sektor
industri di kota hampir tidak dapat bertambah
& mungkin berkurang
Jumlah penduduk yang semakin meningkat
sehingga pemerintah tidak mampu
memberikan layanan kesehatan, perumahan,
dan transportasi yang memadai

Industrialisasi Urban Bias


& kemiskinan di desa
Urban Bias
(kecenderungan
mengutamakan
kota)
Migrasi
meningka
t

Pertumbuhan penduduk
desa meningkat &
kemiskinan meningkat

Akibat

Pengangguran & setengah


pengangguran meningkat,
berkurangnya proporsi
tenaga kerja yang bekerja di
sektor industri modern

Pertumbuhan
penduduk
pesat dan
penggunaan
teknologi
padat modal

Kebijakan industrialisasi
Peningkatan modal dalam negeri untuk

membangun industri
Pemerintah mendukung perkembangan kota-kota
besar sebagai pengembangan industri
Penekanan sektor pertanian sebagai sumber dana
yang lemah & dilindungi oleh pemerintah untuk
mempertahankan nilai mata uang dalam negeri.

Migrasi DesaKota
Migrasi

Mendoron
g

Pertumbuhan kota-kota di
negara berkembang

Motif
ekonomi

Berdasarkan hasil penelitian, sebagian besar migran adalah


laki-laki dan perempuan yang berumur 20-an (kelompok
umur produktif). Hal ini menyebabkan peningkatan
pertumbuhan penduduk secara alami di daerah kota.

Dampak migrasi terhadap


perekonomian
Sektor pertanian diabaikan, sehingga

menyebabkan kemiskinan di daerah pedesaan


Pertumbuhan angkatan kerja tidak seimbang
dengan lapangan pekerjaan di kota

Pengangguran di sektor
industri
Meningkatnya migrasi desa-kota mendororng

jumlah pencari kerja di sektor industri


semakin meningkat dan jumlah pekerja yang
dibutuhkan di sektor industri semakin sedikit.
Penyerapan tenaga kerja di negara
berkembang lebih rendah jika dibandingkan
dengan negara maju.
Perkembangan industri padat modal di negara
maju mendorong penduduk untuk melakukan
migrasi lintas negara, sehingga di negara
berkembang kekurangan tenaga kerja

Dampak pertumbuhan
penduduk yang pesat terhadap
fasilitas pelayanan di kota
Persaingan di kota semakin besar terutama di

sektor industri. Mereka yang memiliki kemampuan


akan dapat memperoleh pekerjaan. Daya saing
yang kuat akan melemahkan beberapa kelompok
tertentu. Hal ini akan mengakibatkan tingkat
pengangguran menjadi tinggi

Menciptakan suatu strategi


pembangunan masyarakat desa
Paham bahwa sektor pedesaan dapat

memainkan suatu peranan penting dalam


meningkatkan pendapatan dan menciptakan
kesempatan kerja.

Prinsip strategi pembangunan


masyarakat desa yang mendasar
Pertumbuhan yang disertakan dg pemerataan tujuan umum.
Sektor pertanian harus mendapat prioritas paling tinggi
Para petani kecil dapat menjadi kunci keberhasilan produksi

pertanian
Land Reform dibutuhkan untuk mendorong peningkatan
penghasilan petani
Peningkatan sarana & prasarana desa
Peningkatan hubungan petani dengan pasar
Industri kecil padat karya harus dikembangkan untuk
meningkatkan kesempatan kerja
Partisipasi dalam proses pembuatan keputusan harus
terbuka bagi semua kalangan masyarakat

Kebijakan
praktis
Pemerintah harus menghapus kebijakan

terdahulu yang mendorong pertumbuhan


penduduk.
Usaha-usaha pemerintah di bidang
pembangunan masyarakat desa dipusatkan
pada penciptaan iklim fisik dan ekonomi yang
menghargai inisiatif yang diambil oleh petani
& pedagang kecil.

II
Perombakan Struktural
dan Kota di Dunia Ketiga
Suatu Teori Involusi Kota

FAKTA PENCIRI UMUM


NEGARA
Dalam dasawarsa terakhir, kota-kota di

Dunia Ketiga telah berkembang secara


besar-besaran
Perkembangan kota ternyata tidak disertai
dengan tingkat pertumbuhan ekonomi
yang cukup pesat untuk menyediakan
kesempatan kerja bagi pertambahan
penduduk kota yang makin meningkat

Penduduk kota terus hidup dengan kondisi


tingkat pengangguran yang kronis, keadaan
perumahan yang tidak memadai, dan adanya
ketimpangan yang menyolok dengan kaum elite
yang tinggal pula disana. Kota-kota yang
terbentuk di Dunia Ketiga sebagian besar
memiliki jenis pekerjaan yang bergerak dalam
sector tersier atau jasa misalnya kegiatankegiatan padat karya

Struktur Perekonomian
Kota di Dunia Ketiga
Struktur perekonomian kota di Dunia Ketiga
digambarkan dengan menggunakan analisis
Geertz, dimana digunakan satu kota di suatu
negara (misalnya Indonesia) sebagai dasar
untuk menarik kesimpulan umum tentang
struktur perekonomian kota di Dunia Ketiga.
Ada beberapa kota di Dunia Ketiga yang
umumnya mempunyai fungsi utama yang
tunggal, yang seluruhnya berada dalam orbit
perekonomian kapitalis; namun ada kota lain

Peranan Sektor Tersier


Sistem perekonomian bazaar termasuk sectorsektor produksi dan jual-beli yang merupakan
bagian dari satu pranata perekonomian yang
menyeluruh. Pasar sangat penting bagi sistem
ini dan merupakan focus dan pusat dari pola
perdagangan yang menembus seluruh daerah
di suatu kota. Untuk memahami sistem itu,
perlu diketahui 3 aspek penting yakni 1) arus
barang dan jasa; 2) rangkaian mekanisme
perekonomian yang melangsungkan dan
mengatur arus barang dan jasa; 3) peranan
sosio-kultural dari sistem pasar

Perubahan dalam perdagangan


pasar
Pertumbuhan kegiatan yang berukuran lebih besar
Pemusatan modal di tangan pengusaha toko
Keengganan wiraswasta baru untuk membagi kegiatan

usahanya dengan rekan-rekan sesame pengusaha


sebagaimana ciri khas dari sistem pasar.
Suatu pengurangan arus barang dalam ratusan datuan
kecil, yang disalurkan melalui sejumlah besar transaksi
yang menjadi ciri sistem pasar yang berdaya searao dan
akhirnya
Suatu penurunan masukan pekerja dan mempertahankan
angkatan kerja yang setengah menganggur di kota
(menurut ukuran barat) pada standar kehidupan yang layak

Resume
Kesimpulan pertama bahwa sektor jasa perkotaan yang tradisional

amat bergantung pada hidupnya landasan produksi pedesaan


yang tradisional, bila landasan itu diterobosi dan sebagian besar
digantikan oleh sistem produksi yang lain, niscaya bazaar
perkotaan, yang telah kehilangan sumber bahan makanan, akan
menjadi lemah malah mungkin hancur sebagai sistem yang
terevolusi dari dalam
Kesimpulan kedua merupakan akibat dari yang pertama
perkembangan atau kalangsungan sistem bzaar perkotaan di kota
Dunia ketiga bukanlah suatu proses yang berjalansendiri . pada
akhirnya ia tergantung pada kegiatan kegiatan dan kebijakan
kebijakan sektor kapitalis di kota ataukah di desa kemampuan
untuk menyerap tenaga kerja tradsional akan merosot dan
polarisasi antara sektor padat modal yang modern dan kaum
rakyat jelata yang menganggur di kota semakin tajam

III
Tingkat pengangguran & ciri
pengangguran di kota kota
negara sedang berkembang

Penganggur
seseorang yang telah mencapai
usia tertentu yang tidak memiliki
pekerjaan dan sedang mencari
pekerjaan agar memperoleh upah
atau keuntungan

Tingkat pengangguran di kota negara industri jauh lebih rendah dari


pada tingkat pengangguran di kota negara sedang berkembang. Hal
ini pertama-tama di sebabkan oleh cukup rendahnya tingkat
pengangguran pada umumnya di negara maju

Ciri pengangguran di kota


Komposisi berdasarkan jenis kelamin
Komposisi berdasarkan umur
Tingkat pendidikan

Komposisi berdasarkan jenis


kelamin

Rendahnya tingkat partisipasi


angkatan kerja perempuan,
maka jumlah perempuan yang
menganggur lebih sedikit
daripada jumlah laki-laki, tetapi
dalam kenyataannya tingkat
pengangguran perempuan
lebih tinggi

Komposisi berdasarkan umur

Salah satu ciri utama


pengangguran di kota di negaranegara sedang berkembang adalah
bahwa proporsi orang-orang muda
yang menganggur pada umumnya
besar. Salah satu sebab pokok
tingginya tingkat pengangguran
adalah besarnya arus migran
masuk ke kota, terutama para
migran yang baru

Tingkat pendidikan
Di negara-negara sedang
berkembang, pekerja yang
menganggur di kota
kebanyakan negara adalah
orang yang berpendidikan
menengah, yakni pemuda
yang pernah sekolah selama
6 sampai 11 tahun, di antara
orang-orang yang seperti
itulah tingkat pengangguran
paling tinggi